MAKALAH “SHALAT JUM’AT”

Nama : Siti Asiyah Nim : 11322018 Fakultas / Jurusan : Ekonomi / Akuntansi Universitas Muhammadiyah Gresik 2010 - 2011

DAFTAR ISI

Halaman Judul………………………………………………………………….................................... Daftar Isi……………………………………………………………………………………………............ ...... BAB I 1. 2. 3. Latar PENDAHULUAN Belakang Masalah……………………………………………………………….

………….. Rumusan Masalah…………………………………………………………………….. ……………. Tujuan……………………………………………………………………………………….... ........... BAB IIPEMBAHASAN……………………………………………………………….. ………………………. BAB DAFTAR ………………… III KESIMPULAN…………………………………………………………. PUSTAKA…………………………………………………………………………….

…………………….........

laki-laki dan sehat. Berupa perbuatan. yang diwajibkan atas tiap-tiap orang Islam. barang siapa mengerjakannya berarti ia telah menegakkan tiang agama. ada pertemuan kota. dan diakhiri dengan “salam”. sedang. inilah pertemuan umat islam.BAB I PENDAHULUAN 1. di waktu haji di mekah. yaitu shalat jum'at dan dua hari raya. Latar Belakang Masalah Shalat ialah berhadap hati kepada Allah sebagai ibadah. Shalat jum’at hukumnya fardhu ‘ain bagi tiap-tiap orang muslim mukalaf. perkatan dan berdasarkan atas syarat-syarat dan rukun tertentu yang dimulai dengan “takbir”. Allah mensyari'atkan bagi umat islam beberapa perkumpulan untuk menguatkan hubungan dan menjalin keakraban di atara mereka. Dan barabg siapa yang meninggalkan berarti ia telah merobohkan agama”. . dan besar. dan ada pertemuan internasional. ada pertemuan desa. Sabda Nabi Muhammad saw “Sholat itu adalah sendi agama. pertemuan kecil. baik laki-laki maupun perempuan. yaitu shalat lima waktu.

Tujuan Penulisan a. c. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk Mengetahui orang-orang yang diwajibkan Sholat Jum’at. Untuk Mengetahui Landasan dan disyariatkannya Shalat Jum’at. Untuk Mengetahui Cara Shalat Jum’at. b.2. d. Bagaimanakah Tata Cara Shalat Jum’at ? 3. . Apa Landasan dan disyariatkannya ? 2. Untuk Mengetahui hal-hal yang dianjurkan dalam Shalat Jum’at. Perbuatan apa sajakah yang Dianjurkan Dalam Shalat Jum’at ? 4. Siapa sajakah yang Diwajibkan shalat jum’at ? 3.

inilah pertemuan umat islam.BAB II PEMBAHASAN A. LANDASAN DISYARIATKANNYA Allah mensyari'atkan bagi umat islam beberapa perkumpulan untuk menguatkan hubungan dan menjalin keakraban di atara mereka. ada pertemuan desa. pertemuan kecil. yaitu shalat jum'at dan dua hari raya. dan ada pertemuan internasional. ada pertemuan kota. Dalil kewajiban shalat Jum’at adalah firman Allah swt : . di waktu haji di mekah. dan besar. sedang. yaitu shalat lima waktu.

Kalaupun hadits tersebut .” (QS. sehingga termasuk kategori Sahabat (sebagaimana pendapat Ibnu Mandah dan Abu Nu’aim). apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at.yaitu hamba sahaya.‫يا أيها الذين آمنوا إذا نودي للصلة من يوم الجمعة فاسعوا إلى ذكر ال وذروا‬ ُ َ َ ِ ِ ْ ِ َِ ْ َ ْ َ ِ َ ُ ُ ْ ِ ْ َ ْ ِ ِ َ ّ ِ َ ِ ُ َ ِ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ (9 :‫البيع ذلكم خير لكم إن كنتم تعلمون )الجمعة‬ َ ُ َْ َ ْ ُ ْ ُ ْ ِ ْ ُ َ ٌ ْ َ ْ ُ َِ َ ْ َ ْ “Hai orang-orang beriman. Abu Daud dan Al-Hakim. Shalat Jum’at berhukum fardlu a’in bagi setiap muslim laki-laki yang mukallaf." (HR. hadits shahih) Hadits tersebut dinilai lemah oleh sebagian Ulama’ karena diriwayatkan oleh Thariq bin Syihab yang tidak pernah mendengar langsung dari Nabi. anak kecil dan orang yang sakit. meski ia tidak pernah mendengar langsung dari Nabi. Namun. B. anak kecil. yaitu hamba sahaya. dan orang sakit. serta menetap atau bertempat tinggal di suatu daerah. perempuan. ia pernah melihat Nabi (sebagaimana dinyatakan Abu Dawud). Al Jum’at: 9) Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah. YANG DIWAJIBKAN SHALAT JUM’AT Yang diwajibkan mengerjakan shalat jum’at adalah semua orang islam ( muslim ).kecuali empat golongan. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. sehat. maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. wanita. "Salat Jum’at itu wajib bagi tiap-tiap muslim. dilaksanakan secara berjama’ah terkecuali empat golongan.

namun sholat dzhuhur (hadits Jabir riwayat Muslim). ataupun orang gila. sikap mereka tidak sholat Jumat tersebut adalah bentuk dosa yang akan dibalas dengan adzab di akhirat. Non muslim juga tidak diwajibkan melakukan sholat Jumat. Sholat Jumat tidak wajib bagi anak kecil yang belum baligh. yang termasuk tidak wajib melakukan sholat Jumat adalah musafir. Bisa disimpulkan bahwa golongan yang wajib melakukan sholat Jumat adalah: a) Mukallaf dan berakal sehat. Selain 4 golongan tersebut. namun merupakan mursal shohaby yang bukan merupakan sisi kelemahan dalam hadits sebagaimana dijelaskan oleh Imam anNawawy. Beberapa Ulama’ yang menshahihkan hadits tersebut di antaranya adalah alHakim. Wanita tidak wajib shalat jum’at. Namun. b) Laki-laki. dan orang yang hilang kesadaran. al-Baihaqy. Bahkan al-Baihaqy menyatakan bahwa hadits ini memiliki jalur-jalur periwayatan lain yang menguatkannya. adz-Dzahaby.terhitung mursal. . c) Sehat Orang yang sakit tidak wajib shalat jum’at. Ibnu Rojab (dalam Fathul Baari). Beliau juga tidak pernah memerintahkan para Sahabat yang safar untuk melakukan sholat Jumat. dalam arti tidak akan ternilai sebagai ibadah. Sebagaimana Nabi ketika melakukan haji wada’ pada saat wukuf di Arafah bertepatan dengan hari Jumat beliau tidak sholat Jumat. Ibnu Katsir (dalam Irsyadul Faqiih) dan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albaany. di antaranya hadits Jabir dan Tamim adDaari. Demikian juga tidak pernah ternukil dalam sebuah hadits bahwa Nabi pada saat safar melakukan sholat Jumat.

dengan alasan : a. jika ia singgah di suatu tempat (perkampungan/kota) dan sholat Jumat bersama orang-orang mukim tersebut. Setiap muslim / muslima wajib jum’at tanpa kecuali.Padahal dalam hadist lain yang shahih diseutkan anak kecil adalah salah satu dari tiga golongan yang dibebaskan dari hukum. dengan alasan : a. Sehingga bagi yang berhalangan atau termasuk empat golongan sebagaimana disebutkan diatas tetap menjalankan shalat jum’at di rumah sendiri. Berikut ini beberapa pendapat mengenai orang yang wajib jum’at : 1.d) Muqim Musafir tidak wajib melakukan sholat Jumat.karena menyebutkan “anak kecil” sebagai salah satu dari golongan yang dibebaskan dari kewajiban. Hadist tersebut tidak dapat mentakhsis ayat al. Namun dalam hal ini terdapat perbedaan pandangan mengenai siapa yang wajib jum’at . ia akan mendapatkan keutamaan sholat Jumat yang besar. 2. tetapi pada kewajiban jamaah jum’at. Namun. . Menerima Hadits tersebut.Qur’an. dengan pentakhsisan bukan pada kewajiban jum’at. dan ia tidak terbebani untuk sholat Dzhuhur lagi (Fatwa Syaikh bin Baz). Tidak Zhuhur pada hari jum’at b. e) Merdeka Hamba sahaya (budak) tidak wajib melakukan sholat Jumat. Setiap Muslim / Muslimah wajib jum’at. tetapi ada empat golongan yang tidak wajib jamaah jum’at. b. Hadist tersebut dha’if dari segi matan.

wanita tidak wajib shalat Jum'at tapi boleh mengikuti shalat Jum'at tanpa perlu mengulangi shalat dhuhur. Itu sah bahkan lebih utama. HUKUM MAKMUM YANG KETINGGALAN RAKAAT SHALAT JUM'AT . sehingga kepada pembaca dipersilahkan mengambil ketetapan sendiri sesuai dengan yang diyakini setelah mempelajari alasan masing-masing lebih lanjut. Dari ketiga pandangan tersebut kami tidak memihak kepada pendapat manapun. kembali pada asal. Shalat jum’at disyariatkan sesudah kewajiban shalat fardhu lima waktu. Dan tidak boleh mengulangi shalat zhuhur”. Teks aslinya demikian: Artinya: “Bagi yang tidak wajib shalat Jum'at seperti musafir dan wanita boleh melaksanakan shalat Jum'at sebagai ganti dari shalat dzuhur. Karena hal itu keutamaan bagi yang memenuhi syarat. Menerima hadits tersebut dengan pentakhsisan pada kewajiban shalat jum’at dan kembali kepada wajib shalat Zhuhur. sebaiknya ikut menghadiri shalat Jum'at (Lihat kitab Bughiyatul Mustarsyidin bab Shalat Jum'at. Ada empat golongan yang tidak wajib jum’at dan kembali shalat Zhuhur. Sehingga wajib shalat Zhuhur. Bahkan. b.3. HUKUM SHALAT JUM'AT BAGI WANITA Seperti disinggung di atas. dan kitab al-Majmuk Syarhul Muhadzdzab). Maka ketika shalat jum’at gugur (berhalangan).dengan alasan : a.

maka nasehat-nasehat dan pelajaran dari alQuran dan hadits Nabi tidak akan berpengaruh padanya. Jika seseorang telah tertutp hatinya. b. Bagi yang ketinggalan shalat Jum'at sama sekali. Waliyaadzu billaah! . c. Kita berlindung kepada Allah dari tertutupnya hati kita. Dasar hukum. Bagi makmum yang ketinggalan satu rakaat shalat Jum'at (makmum masbuq). maka harus menyempurnakan empat raka'at seperti layaknya shalat dhuhur. Bagi yang ketinggalan dua raka'at dan cuma kebagian sujud atau duduk tahiyat bersama imam.R atTirmidzi).a. maka Allah akan menutup hatinya” (H. Jadilah ia sebagai seorang munafiq. hadits riwayat Imam Zuhri dari Abu Hurairah: Ancaman bagi orang yang tidak melakukan sholat Jumat tanpa udzur “Barangsiapa yang meninggalkan sholat Jumat 3 kali karena malas. maka dia cukup menambah satu rak'at yang ketinggalan setelah imam mengucapkan salam. maka harus mengganti dengan shalat dhuhur (Al Mughni wasy Syarhul Kabir 2/158).

R Ibnu Majah dan al-Hakim) “Dan Ibnu Abbas ditanya tentang seseorang yang (sering) berpuasa siang hari dan qiyamullail pada malam hari namun tidak menghadiri sholat Jumat dan sholat berjamaah (di masjid) 5 waktu. Udzurudzur tersebut di antaranya: . datang Jumat berikutnya ia tidak mendatanginya. Yang Membolehkan Seseorang Laki-laki Meninggalkan Sholat Jamaah 5 Waktu dan Shalat Jumat Para Ulama menjelaskan udzur-udzur syar’i yang membolehkan seseorang lakilaki meninggalkan sholat Jumat dan sholat berjamaah 5 waktu di masjid. datang Jumat berikutnya ia tidak mendatanginya.“Dari Abu Hurairah beliau berkata Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: Bisa jadi ada seseorang yang membawa sekumpulan kambing sejauh jarak 1 atau 2 mil tidak mendapatkan padang gembalaan sehingga naik ke atas lagi kemudian datang waktu sholat Jumat dia tidak mendatanginya. beliau menjawab: dia di anNaar (neraka)” (riwayat atTirmidzi dan Ibnu Abi Syaibah). sampai hatinya menjadi tertutup”(H.

buang air besar. Demikianlah diterapkan pada poin-poin udzur yang lain. Justru beliau memerintahkan agar Abu Bakar yang menjadi Imam sholat menggantikan beliau” (sebagaimana riwayat alBukhari dan Muslim dari ‘Aisyah). jika terluput dari sholat Jumat. sangat perlu ditekankan di sini bahwa kadar sakitnya adalah sakit yang benar-benar menyusahkan seseorang untuk bisa mendatangi sholat berjamaah di masjid. Jika memungkinkan baginya untuk mendahulukan makan kemudian mendatangi masjid.a. Dalilnya adalah hadits riwayat muslim yang disebutkan pada poin 2. maka yang demikian termasuk udzur baginya. atau buang angin. namun jika tidak . Karena Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidak ada sholat pada saat makanan dihidangkan dan ketika menahan keluarnya (sesuatu) dari 2 jalan (qubul dan dubur)” (H. Sudah terhidang makanan di hadapannya dan ia sangat lapar. hendaknya kadarnya ditentukan secara adil (tidak terlalu ringan dan meremehkan.R Muslim) c. Dalam menentukan takaran apakah seseorang sakitnya sudah masuk kategori udzur atau belum. tidak pula sangat ketat dan berlebih-lebihan). b. Namun. Menahan keluarnya sesuatu dari 2 jalan (qubul dan dubur) Seperti seseorang yang menahan kencing. Jika waktu sholat Jumat tiba dan dia sedang sangat berkebutuhan untuk keperluan tersebut sehingga harus antri di toilet atau semisalnya. Sakit. itulah yang diharapkan. beliau tidak sholat di masjid padahal rumah beliau berdampingan dengan masjid. diperlukan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah dari orang yang bersangkutan agar ia tidak bermudah-mudahan. “Sebagaimana Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam ketika sakit.

mulailah dengan makan hidangan tersebut sebelum sholat maghrib dan janganlah tergesa-gesa dari makan malam kalian” (H. Kemudian ayahku berkata: Sungguh aku pernah bersama Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam pada hari Hudaibiyah kemudian kami ditimpa hujan yang tidak sampai membasahi bagian bawah sandal-sandal kami. Dalam hadits juga dinyatakan: “Jika telah dihidangkan hidangan makan malam. Hujan lebat Sebagian Ulama’ menyatakan bahwa hujan rintik-rintik sudah merupakan udzur (keringanan) untuk tidak mendatangi sholat berjamaah. Maka. dan semisalnya. Jika memang ia terlewatkan dari sholat Jumat karena sebab itu. sebagaimana hadits : Dari Abul Malih beliau berkata: “ Aku pernah keluar (menuju masjid) pada malam yang hujan. dada berdegub kencang. ia hendaknya mendahulukan makan. Sedangkan waktu pelaksanaan sholat Jumat sudah hampir berakhir. Ketika aku kembali ke rumah. Kemudian ayahku bertanya (dari balik pintu): Siapa? Aku menjawab: ‘Abul Malih’. maka hal itu termasuk udzur. maka hal itu termasuk udzur. kemudian berserulah .R alBukhari) d.memungkinkan karena sempitnya waktu. aku meminta dibukakan pintu. Misal: Seseorang yang baru pulang dari safar dalam kondisi sangat lapar dan terasa pada dirinya tanda-tanda lapar yang sangat seperti keringat dingin.

S alBaqoroh:195). “Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri pada kebinasaan” (Q. i.muadzin Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam: ‘Sholatlah di tempat tinggal kalian’ (H. Angin kencang dan dingin sehingga menghalangi dari keluar rumah. Sedang dalam proses pencarian suatu kendaraan/ barang berharga (bernilai tinggi) yang sebelumnya hilang.R Ibnu Majah. Hal itu membutuhkan tindakan cepat untuk segera mendatangi tempat tersebut agar barangnya bisa ditemukan. atau panik menyelamatkan diri karena adanya bencana alam. atau suatu pekerjaan tak . Jika ia harus mendatangi masjid untuk sholat terlebih dahulu. Ia ditugasi bekerja untuk menjaga pengoperasian alat-alat berharga milik perusahaan yang jika ditinggal untuk mendatangi masjid pada saat itu bisa menyebabkan hilang atau rusaknya barang yang diamanahkan padanya. maka yang demikian lebih utama. Mengkhawatirkan keselamatan dari kejaran dirinya (ketakutan yang yang dholim mencekam) yang akan Misal: berlindung penguasa membunuhnya bukan secara haq. g. Mengkhawatirkan hartanya yang berharga hilang atau rusak jika ditinggal pergi mendatangi sholat berjamaah. Termasuk kategori ini adalah seseorang yang jam kerjanya bertepatan dengan sholat Jumat. h. dan teridentifikasi barang tersebut sedang berada di suatu tempat. f. jika seseorang tetap berusaha mendatangi masjid untuk mendapatkan keutamaan sholat Jumat. e. Ahmad) Namun. maka peluang barang berharganya ditemukan sangat kecil. sedangkan pekerjaan tersebut adalah pekerjaan penting yang memberikan maslahat bagi kaum muslimin.

hendaknya tidur sampai hilang perasaan kantuknya. semestinya hal tersebut tidak berlangsung terus menerus sehingga menyebabkan ia selalu meninggalkan sholat Jumat. tetap wajib mendatangi sholat Jumat. . Dari Anas dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian ngantuk dalam sholat. j. Karena seorang jika sholat dalam keadaan mengantuk ia tidak mengetahui. Syaikh Muhammad bin Sholih alUtsaimin menjelaskan bahwa seseorang yang sangat mengantuk dalam sholat bisa jadi ia berdoa meminta surga namun keliru berucap meminta neraka. Namun. bermaksud meminta hidayah.Jika pekerjaan tersebut sebenarnya bisa ditinggal tanpa dikhawatirkan ada mudharat. hendaknya ia tidur (terlebih dahulu) sampai ia bisa mengerti apa yang dibacanya”(H. Menjaga dan merawat seorang yang sakit parah dan dikhawatirkan bisa meninggal atau semakin parah sakitnya jika ditinggal. Kecapekan dan mengantuk yang amat sangat. k.R alBukhari) Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian mengantuk dalam keadaan ia sholat. maka hak Allah adalah yang harus didahulukan. pada saat bermaksud mohon ampun namun justru mencela dirinya sendiri “ (muttafaqun ‘alaih).tergantikan yang jika ditinggal saat itu bisa menimbulkan kerugian besar hilang/rusaknya barang berharga milik perusahaan yang mempekerjakannya. jika ia sudah tidak bisa lagi mengerti bacaan apa yang sedang dibaca dalam sholat.

akal. jiwa. Kadar minimum thuma’ninah adalah bisa membaca bacaan wajib dalam setiap gerakan minimal 1 kali. bacaan 1 kali tersebut dibaca pada saat posisi benar-benar sempurna telah ruku’. Udzur yang disebutkan tersebut ada yang memiliki dalil yang shohih dan shorih. Sebagaimana Nabi memberikan udzur kepada seorang Arab Badui yang bermakmum di belakang Muadz bin Jabal yang membaca surat alBaqoroh. sedangkan penagihnya adalah orang yang akan menganiaya ataupun mencaci maki dan umpatan berlebihan yang menyebabkan ia tidak sanggup menahannya. dan tidak ditemukan pengganti lain ataupun masjid yang lainnya. Poin-poin tentang udzur tersebut kami sarikan dari penjelasan Ibnu Muflih dalam al-Furu’ dan Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin dalam asySyarhul Mumti’. Imam cepat sekali dalam sholatnya (tidak thuma’ninah). kemudian orang tersebut memisahkan diri dari jamaah dan sholat sendirian (riwayat alBukhari dan Muslim). l. Seperti bacaan subhaana robbiyal adzhim 1 kali pada saat ruku’ dengan catatan. sedangkan tidak ditemukan pengganti atau masjid lain untuk berpindah melakukan sholat. dan kehormatan. Semua aturan-aturan syar’i yang ada adalah untuk menjaga lima hal utama . Bersembunyi karena ditagih hutang pada saat ia benar-benar tidak memiliki sesuatu untuk dibayarkan. m. harta. ada pula yang merupakan istinbath (penggalian hukum) dari keumuman dalil yang ada serta kaidah bahwa syariat-syariat yang ada adalah penjagaan terhadap 5 hal utama (ad-Dharuriyaatul Khoms) dalam diri manusia yaitu: Dien. dan semisalnya (Syarh Riyadis Sholihin juz 1 halaman 166).justru keliru berucap meminta kesesatan. bukan pada saat gerakan perpindahan. n. Imam membaca bacaan dalam sholat yang sangat panjang.

Demikian juga dalil-dalil umum tentang kemudahan yang diberikan Allah dan bahwa agama ini adalah mudah. harta.S alBaqoroh:185).R alBukhari). dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian seperti keharaman hari ini di negeri ini pada bulan ini (H. “Sesungguhnya darah.S atTaghobun:16). “Maka bertakwalah kalian kepada Allah semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan kalian” (Q. Dari Abu Hurairah dari Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sesungguhnya agama ini mudah. PERBUATAN-PERBUATAN YANG DIANJURKAN DALAM SHALAT JUM’AT 1. Memperbanyak Sholawat Nabi .tersebut. dan tidaklah seseorang memberat-beratkan dalam beragama kecuali akan terkalahkan” (H. C. serta perintah untuk bertaqwa kepada Allah semaksimal mungkin sesuai kemampuan. “Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan bagi kalian” (Q.R alBukhari dan Muslim).

Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi janabah biasa. orang sakit dan musafir. Mandi Jumat “Apabila seseorang mandi pada hari Jum’at. karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku. Bukhari no. wanita.” (HR. lalu memakai minyak dan harum-haruman dari rumahnya kemudian ia keluar rumah. Bukhari dan Muslim) 3. di mana Rasulullah bersabda yang artinya. maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya. kemudian ia mengerjakan shalat yang diwajibkan.” (HR. HR. Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh. tetapi tidak wajib bagi anak-anak. lantas ia tidak memisahkan di antara dua orang. 883) Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang balig berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri. para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi. dan bersuci semampunya.” (HR. Menggunakan Minyak Wangi . “Barang siapa mandi Jumat seperti mandi janabah. An-Nasa’i) 2. Abu Dawud.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya. Ibnu Majah. Bukhori dan Muslim). maka ia akan mendapatkan ampunan antara Jum’at yang satu dan Jum’at lainnya. dan ketika imam berkhutbah. “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh. ia pun diam.” (Shohih. Rasulullah bersabda yang artinya.

“Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang. Abu Dawud. “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat. Al Hafidz Ibnu Hajar berkata. Bukhari). Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhotbah “Sahl bin Mu’ad bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat sholat Jumat ketika imam sedang berkhotbah.” (HR. kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari. HR.” (HR. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat . berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya.” (Lihat Fathul Bari II/388) 5. Muslim) 6. lalu sholat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khotbah. Sholat Sunnah Ketika Menunggu Imam atau Khatib Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang. Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid Anas bin Malik berkata. kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Hasan. ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya. lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai. “Barang siapa mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya. sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu. “Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat. Bukhari dan Muslim) 4. Tirmidzi) 7.” (HR.

CARA SHALAT JUM’AT Jum’at adalah sebagaiman azan shalat wajib lima waktu 1.” (HR.الكهف‬al-Kahf. Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua. satu kali ketika imam sudah naik di atas mimbar khutbah.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris. Azan dikumandangkan pada waktu Zhuhur. terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini. ditambahkan aZan pada waktu sebelum masuk Zhuhur. Terdapat beberapa hadits Rasulullah SAW yang menyatakan keutamaan membaca surah ini D. dan beliau menshahihkannya) Isi Surat Al-Kahfi Surah Al-Kahf (bahasa Arab:‫ . termasuk golongan surah-surah Makkiyah.” (HR. Azan yang dilaksanakan pada masa rassullah SWA. Imam Hakim dalam Mustadrok. Tirmidzi) 8. yaitu ketika imam (khotib) sudah menyampaikan salam kepada jama’ah kemudian duduk diatas mimbar. maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang. “Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat. “Apabila engkau tergesagesa karena sesuatu. Namun ketika usman bin afan menjadi kholifah.Rasulullah bersabda yang artinya. Membaca Surat Al Kahfi Nabi bersabda yang artinya. Selain cerita tersebut. yang kesemuanya mengandung pelajaranpelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia. maka sholatlah empat rakaat. Azan dikumandangkan di tempat-tempat keramaian untuk mengingatkan orang- . “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat. Surah ini terdiri atas 110 ayat. Muslim. tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya. "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an. Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26. bahwa Suhail berkata.

dalam urusan ibadah Mahdhahlebih utama mengikuti ketetapan musyari’ (pembuat syariat).dan tempatnya berjauhan dengan masjid tempat dilaksanakannya shalat jum’at. Adzan tersebut dikumandangkan di atas Zaura' (nama pasar). Namun ketika masa Khalifah Utsman RA dan kaum muslimin sudah banyak. 2. “Sesungguhnya adzan di hari jumat pada asalnya ketika masa Rasulullah SAW. Maka tetaplah hal tersebut (sampai sekarang)". Nasai dan Abu dawud dari saib ibnu yazid). maka beliau memerintahkan agar diadakan adzan yang ketiga. dan peralatan lain untuk mengumandangkan Azan jum’at maka ‘ilah (alasan) yang bersifat sosiologis diatas dapat dikatakan gugur. Yaitu ketika umat islam semakin banyak jumlahnya. ( Shahih al-Bukhari: 865) Azan yang dikumandangkan pada massa utsman dengan 2kali azan memiliki beberapa alasan sosiologis. untuk maksud sebagaimana diterangkan dalam hadist diatas. Untuk itu. beliau berkata. "Saya mendengar dari Sa'ib bin Yazid.orang akan kewajiban shalat jum’at. Mengingat saat ini telah cukup maju system penanggalan. Dari Sa'ib ia berkata. ( Lihat hadist Bukhari. dan sebagainya. dalam khutbah ini kita . sawah. Abu Bakar RA dan Umar RA dilakukan ketika imam duduk di atas mimbar. maka azan jum’at yang masyru’ hanya satu kali saja pasa saat imam telah duduk diatas mimbar. seperti pasar. Disamping itu. yaitu allah dan rasul-Nya. Khutbah Jum’at yaitu pidato atau ceramah yang disampaikan sebagai rangkaian dari pelaksanaan shalat jum’at. Sehingga dilakukanlah Azan pertama jauh sebelum masuk waktu Shalat dan dikumandangkan di tempat-tempat keramaian .

dst (HR. Demi Allah aku telah sholat bersama beliau lebih dari 2000 sholat” (H. Wasiat “taqwa kepada allah” . dan Titmizi) Sedangkan untuk shalawat Nabi didasarkan pada ittifaq al-salaf wa al-khalaf (Kesepakatan Ulama salaf dan Khalaf) IV. Ahmad. I. Khutbah dilaksanakan dua kali sebelum shalat “Dari Jabir bin Samurah bahwasanya Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam berkhutbah dalam keadaan berdiri kemudian beliau duduk kemudian berdiri berkhutbah. berkata: “ Adalah khutah Nabi Saw. Muslim) III. ia berkata: “Khutbah yang tidak disertai syahadat itu laksana tangan yang terpotong (cacat)” (HR. Abu Dawud.R Muslim) II. Barangsiapa yang memberitahukan kepadamu bahwa beliau duduk ketika berkhutbah. sungguh ia telah berdusta.mengikuti cara rasullulah berkhutbah. Berikut ini uraikan cara-cara khtbah jum’at berdasarka hadist-hadist nabi. Membaca hamdalah di awal khutbah I dan II Dari Jbir. Pada hari Jum’at dimulai dengan bacan hamdalah dan bentuk pujian lainnya kepada Allah…. Mengucapkan syahadat dan shalawat Nabi Dari Abu hurairah.

VIII.R Muslim dan Abu Dawud). dan berdiri lagi sebagaimana dikerjakan pada khatib saat ini” (HR. Berdoa diakhir khutbah dengan mengangkat Telunjuk tangan kanan. Sifat khutbah Nabi 1) Khutbah Sesingkat Mungkin 2) Khutbah dengan suara lantang dan tegas .katanya: “Bahwa Rasulullah Saw. Selalu mewasiatkan taqwa kepada allah dalam khutbahnya” (HR. Dari Umaroh bin Ruaybah bahwasanya ia melihat Bisyr bin Marwan mengangkat tangannya ketika berada di atas mimbar (dalam lafadz Abu Dawud: ‘pada saat berdoa hari Jumat). sungguh aku telah melihat Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam tidaklah menambah kecuali hanya begini (beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk” (H. maka beliau berkata: “Semoga Allah menjelekkan kedua tangan tersebut.Dari jabir. Membaca beberapa Ayat al-qur’an dan memberi peringatan kepada jamaah berdasarkan hadits jabin bin samurah riwayat al Jamaah di atas.Katanya: “Adalah Nabi Saw. VI.Berdasarkan hadits Husain bin Abdurrahman ditakhrijkan oleh ahmad dan Tirmizi. Muslim) V. Senantiasa berkhutbah pada hari jum’at dengan berdiri.kemudian duduk. Duduk diantara dua khutbah Dari ibn umar. al-Jamaah) VII.

berkata :” Adalah Nabi Saw.3. Berdasarkan hadits: Dari Nu’man ibn Basyir.Kecuali Bukhari dan Ibn. Dan kalau bertepatan Id dan Jum’at pada suatu hari.Jamaah. Shalat Jum’at Shalat Jum’at dilaksanakan dengan berjamaah sebanyak dua rakaat dengan bacaan jahr (keras). Disunnahkan pada Shalat Jum’at Membaca al-A’la (sabbihisma Rabbikal A’la) dan al-Ghasyiyah (Hal ataka Haditsul Ghasyiyah).Majah) BAB III KESIMPULAN . maka Rasulullahpun membaca surat tersebut dalam kedua shalat itu” (HR.Seperti shalat shubuh. Didalam shalat Id dan Jum’at selalu membaca sabbihismaRabbikal A’la dan Hal Ataka Hadisul Ghasyiyah.

 Laki-laki.1) Landasan dyariatkannya shalat jum’at adalah QS. Al-Jum’at (62): 9.dan beberapa hadist yang ada.  Sehat  Muqim  Merdeka 3) Perbuatan-perbuatan yang dianjurkan dalam shalat jum’at adalah :  Memperbanyak Sholawat Nabi  Mandi Jumat  Menggunakan Minyak Wangi  Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid  Sholat Sunnah Sebelum Shalat Jum’at  Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhotbah  Sholat Sunnah ba’dal  Membaca Surat Al Kahfi 4) Tata cara shalat Jum’at adalah:  Adzan jum’at  Khutbah Jum’at  Shalat Jum’at DAFTAR PUSTAKA . 2) Yang diwajibkan shalat Jum’at:  Mukallaf dan berakal sehat.

GOOGLE..COM .……….IBADAH DAN MUAMALAH (AIK 1) WWW..