You are on page 1of 3

2. 1 Hipoparatiroidisme A.

Definisi Aldosteronisme adalah keadaan klinis yang diakibatkan oleh produksi aldosteron “suatu hormon steroid mineralokortikoid korteks adrenal “ secara berlebih. Efek metabolik aldosteron berkaitan dengan keseimbangan elektrolit dan cairan. Aldosteron meningkatkan reabsorsi natrium tubulus proksimal ginjal dan menyebabkan ekskresi kalium dan ion hidrogen. Konsekuensi klinis kelebihan aldosteron adalah retensi natrium dan air. 1. Aldosteronisme Primer

Yaitu keadaan klinis yang disebabkan oleh produksi aldosteron secara berlebihan sebagai akibat dari adenoma/tumor/hyperplasia pada kortek adrenal. 2. Aldosteronisme Sekunder

Yaitu pengeluaran aldosteron oleh karena rangsangan dari system rennin angiotensin.

B. Etiologi 1. Aldosteronisme Primer  Adenoma adrenal (sindroma conu)  Hyperplasia adrenal  Karsinoma adrenal 2. Aldosteronisme Sekunder  Hipertensi • • Esensial acclerated

 Terapi diuretik  Sindroma nefrotik  Sirosis

 Gagal jantung kongestif  Salt – Losing Nephropathy  Asidosis Tubular Ginjal  Sindroma Bartter  Hipersekresi Renin  Tumor Ginjal  hipokalemi

C. Patofisiologi Peningkatan aldosteron menyebabkan peningkatan reabsorbsi natrium, jumlah total natrium dalam tubuh dan hiperpolemia. Edema jarang ditemukan karena adanya mekanisme pengalihan, dimana terjadi reabsorbsi natrium pada tubulus proksimal terhalang dengan adanya sitem regulator ginjal. Hipertensi arteri terjadi karena peningkatan volume cairan, kadar natrium pada arterior dan pembuluh darah serta reaktifitas simfatis penurunan kalium pada intra dan ekstra seluler terjadai karena peningkatan ekresi kalium pada tubulus ginjal. Hipokalemiaberakibat kelemahan otot, patique. Polinuktoria (karena peningkatan konsentrasi urin). Perubahan konduktifitas elektrik pada miokard dan penurunan toleeransi glukosa. Sekresi ion hiidrogen meningkat dengan adanya hiper aldosteronisme sehingga mengakibatkan alkalosis metabolik. Alkalosis berhubungan dengan derajat hipokalemia. Alkalosis ditunjukan dengan tanda chvostek dan trousseav (+), aktivitas renin plasma ditekan. Pemeriksaan lab akan menunjukan derajat penurunan renin setelah pasien berada pada kondisi hiperaldosteronisme. Peningkatan serentak dari sekresi aldosteron juga dapat terlihat pada pasien ini.

D. Tanda Dan Gejala  Hipertensi dengan tekanan diastolik antara 100-130 mmHg  Hipokalsemia  Alkalosis Metabolik

 Nyeri kepala, Edema  Kelemahan otot berat  Polinukturia, Haus  Tampak bingung dan sering kesemutan

E.

Penatalaksanaan

F.

Pemeriksaan Diagnostik

G. Komplikasi