Pengobatan Regeneratif dengan Sel Induk (STEM CELL

)
Label: Kesehatan Kamis,31 Januari 2008 08:58 Sel induk (stem cell) kini digunakan untuk pengobatan penyakit degeneratif, yang prinsip kerjanya meregenerasi sel-sel yang terdegenerasi. Sebagian besar penelitian yang dilakukan untuk menemukan terapi terbaik penyembuhan penyakit degeneratif dewasa ini mengarah pada penggunaan sel induk (stem cell). Pemanfaatan sel induk ini disebut terapi regeneratif, karena pengobatan macam ini punya sifat menyelamatkan manusia dari kematian akibat suatu penyakit degeneratif, semisal diabetes, alzheimer dan jantung. Pengobatan regeneratif membantu proses penyembuhan alami lebih cepat. Bisa juga dengan menggunakan materi tertentu yang bermanfaat dalam menumbuhkan kembali jaringan yang hilang atau rusak akibat penyakit degeneratif. Karena sifat penyembuhannya bisa mencegah kematian seseorang akibat penyakit degeneratif yang disebabkan faktor usia, maka pengobatan regeneratif disebut sebagai terapi perpanjangan usia. Hasilnya berupa perbaikan beberapa kerusakan organ akibat bertambahnya usia. Begitu juga dengan sel induk yang kemudian jadi penemuan mutakhir dalam menambah p¬riode usia sehat seseorang. Bagaimana pun, benar apa yang dikatakan Prof Dr dr A Harryanto Reksodiputro, SpPD, KHOM, bahwa sel induk bukanlah usaha membawa manusia menuju keabadian.

Penyakit degereneratif biasanya hadir pada usia yang semakin bertambah, merusak banyak sekali bagian tubuh, termasuk sel induknya. Maka itu, sebelum mampu menemukan akar permasalahan akibat degenerasi terkait usia, beberapa dokter melakukan penelitian guna mencari cara meregenerasi setiap bagian tubuh manusia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam situs Depkes, hampir 17 juta orang meninggal lebih awal tiap tahunnya sebagai akibat epidemi global penyakit degeneratif. Sejak 2002, menurut situs longevitymeme.org, pengobatan regeneratif banyak mendemonstrasikan penggunaan sel induk sebagai titik awal penyembuhan pasien. Bahkan, sel induk ba¬nyak menyelamatkan ancaman kematian akibat penyakit jantung di Jepang, Amerika Serikat, Amerika Selatan, dan Jerman. Sel induk adalah sel yang belum berdiferensiasi dan berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi sel lain. Kemampuan ajaib itulah yang memungkinkan sel induk menjadi sistem perbaikan tubuh, yaitu dengan menyediakan sel baru yang sehat selama organisme bersangkutan hidup. “Stem cell adalah sel yang dapat terus tumbuh dan bisa menjadi sel tipe apa pun dalam tubuh manusia,” kata Prof Harryanto pada awal presentasinya dalam seminar Stem Cell dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-58 Universitas Indonesia Tingkat Fakultas Kedokteran beberapa waktu lalu. Sel induk sering disebut-sebut dalam terapi penyembuhan leukemia, meski ternyata tidak sesignifikan yang diperkirakan. “Penggunaan stem cell untuk penyembuhan leukimia sangat rendah. Di Amerika saja hanya setengah persen kemungkinan seseorang itu memerlukan stem cell untuk pengobatan leukemia. Karena, angka penderitanya memang rendah. Sekarang, yang banyak adalah pengobatan stem cell pada penyakit degeneratif seperti jantung, stroke,

Sama saja dengan tindakan transplantasi yang membutuh¬kan kecocokan antara pendonor dan penenima. Sel induk embrionik diambil dari embrio pada fase blastosis (5-7 hari setelah pembuahan) yang terdiri atas 100 sel. Lalu ada juga sel induk pluripoten.” katanya menjelaskan hambatan teknis transplantasi sel induk. kalau yang embrionik kan dari sel induk embrio. bersifat totipoten atau memiliki potensi untuk berdiferensiasi menjadi semua jenis sel. Sel induk ini. tiada penolakan sama sekali karena betulbetul masih kosong. Bisa dikatakan kerjanya juga relatif mudah untuk memasukkan stem cell-nya. Meski diungkapkan oleh seorang ahli dengan bahasa yang sederhana. pilihan akhirnya jatuh pada sel induk tali pusat karena mudah didapat dan diperbanyak. embrionik dan dewasa.dan diabetes.” katanya. Kalau otak juga tinggal dikateterisasi. Sel induk embrionik. jadi sel-selnya sama. Tapi. Bicara tentang dua macam stem cell. multipoten. Tapi. sifat antigeniknya ringan. Nah. dan unipoten yang hanya dapat menghasilkan satu jenis sel tertentu. Lalu immunogenicity-nya pun rendah dan plastisitasnya cukup baik. Meski kemudian perbaikannya belum tentu juga terjadi. Kecocokan ini dilihat sebagai surface antigen yang lebih dikenal dengan sebutan Human Leukocyte Antigen (HLA). Ada ketentuan tententu yang mesti dikondisikan agar tidak ada reaksi penolakan dari tubuh penerima sel unduk. tentu harus diketahui pula secara jelas asal muasal keduanya. Melihat kelebihan sel induk embrionik ini. “Kalau diambil dari sum-sum tulang. Sel induk meskipun sudah dikatakan bersifat dapat berdiferensiasi dan berproliferasi. Inilah sebab kenapa banyak negara lebih mengutamakan penelitian pemanfaatan sel induk dewasa pada berbagai penyakit degeneratif. misalnya. masalah etik terkait pengembangan penelitian sel unduk embrionik ini juga sangat kontroversial. penelitian terakhir mengatakan keduanya terjadi.” kata Harryanto. Menurut Prof Harryanto. seperti ditulis Boenjamin . kalau diambil dari UCB. Pasien diabe¬tes tinggal diberi suntikan saja. Stem cell dan sum-sum tulang (bone marrow) ataupun stem cell tali pusat atau pusar (Umbilical Cord Blood = UCB) semuanya berasal dari darah dan pembuluh darah. Artinya. maka HLA-nya harus sesuai. Presiden Komisaris PT Kalbe Farma Tbk. jenis yang terakhir ini memiliki kemampuan memperbarui diri yang tidak dimiliki sel selain sel induk. Ernest A McCulloch dan James E Till. Boenjamin Setiawan. Tapi. namun memiliki jenisnya masing-masing. barangkali lebih tidak memberi reaksi. “Pelaksanaannya mudah. Namun. Asal-usul Sel Induk Penelitian stem cell (sel induk) untuk medis mulai dila¬kukan dan berkembang pada 1960-an setelah dilakukannya penelitian oleh ilmuwan Kanada. dalam tulisannya “Aplikasi Terapeutik Sel Induk Embrionik pada Berbagai Penyakit Degeneratif” di situs Kalbe menuliskan. Diabetes juga masalahnya dengan darah dan pem¬buluh darah. sehingga tidak diha¬dapkan pada masalah dan kontroversi etika. ketiga penyakit tersebut menjadi sasaran pengobatan sel induk yang utama karena paling sesuai. sesungguhnya proses penyembuhan penyakit degeneratif tidaklah semudah yang dibayangkan. terlihat pula potensi sel induk ini dibandingkan dengan sel induk dewasa (yang diambil dari sum-sum tulang atau tali pusat). Karena mungkin dia betul-betul berubah jadi sel otak atau dia ha¬nya berproliferasi.

Imunogenisitas Kemampuan memberi rangsangan pada molekulnya yang disebut determinan antigenik. tetapi dapat juga berupa molekul Iainnya. sel-sel kanker. Korea. Thailand. Sel induk dewasa dapat diambil dari fetus (fetal stem cells). darah tali pusat ditransplantasikan pada penderita Chronic Myelogenous Leukemia. sel kulit. Sel induk dewasa (adult stem cells) adalah sel induk yang terdapat di semua organ tubuh. terutama di dalam sum-sum tulang dan berfungsi melakukan regenerasi untuk mengatasi berbagai kerusakan yang selalu terjadi dalam kehidupan. sel saraf. virus. protein. Risiko kontaminasi virusnya juga lebih tinggi. Antigen biasanya protein atau polisakarida. dan sel hati. para peneliti menemukan darah tali pusat manusia mengandung sel induk yang sama dengan sel induk yang ditemukan dalam sum-sum tulang. mempunyal sifat dapat berkembang biak se¬cara terus-menerus dalam media kultur optimal dan pada keadaan tertentu dapat diarahkan untuk berdiferensiasi menjadi berbagai sel yang terdiferensiasi seperti sel jantung.000 dollar Singapura dan setiap tahunnya ha¬rus membayar biaya perawatan 200 dollar Singapura. Tubuh kita mengalami pengrusakan oleh berbagai faktor dan semua kerusakan yang mengakibatkan nekrosis (kematian jaringan dan sel) akan dibersihkan oleh sel makrofag yang beredar dalam darah. . termasuk molekul kecil (hapten) dipasangkan ke protein-pembawa. terutama dalam produksi antibodi. dan racun. Darah tali pusat mengandung sejumlah sel induk yang memiliki keunggulan melebihi sel induk sum-sum tu¬lang. sum-sum tulang (bone marrow stem cells). menurut Wikipedia. Salah satu bank penyimpanan tali pusar bayi baru lahir adalah Cordlife. Sel induk dewasa sebaliknya berfungsi memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan. Pada tahun 1991.Setiawan dalam Aplikasi Tepapeutik Sel Stem Embrionik pada Berbagai Penyakit Degeneratif di situs Kalbe. Kedua transplantasi ini berhasil dengan baik. Atau sebuah zat yang menstimulasi tanggapan imun. Risiko lainnya adalah timbulnya penyakit GvHD. Penyimpanan ini dike¬nakan biaya 2. Singapura. Sampai saat ini telah dilakukan kira-kira 3. ---------------------------------------Glosari Antigen Setiap zat yang bisa merangsang suatu respons kekebalan. karbohidrat. dan menyusul kemudian penemuan sel induk yang bisa diambil dari darah perifer atau tali pusat (umbilical cord blood stem cells = UCB). Transplantasi sel induk da¬rah tali pusat pertama kali dilakukan di Prancis pada penderita anemia Fanconi tahun 1988. sum-sum tulang yang baru menghasilkan sel aktif yang secara imunologi menyerang sel-sel resipien. Di Indonesia pun kini sudah ada Cordlife Indonesia. Antigen bisa merupakan bakteri. di mana transplantasi sum-sum tulang memerlukan kecocokan HLA 6/6 atau paling tidak 5/6. Antigen yang memiliki kemampuan mengadakan reaksi spesifik dengan zat anti disebut imunogen.000 transplantasi darah tali pusat. Bahkan. Tak heran darah dari tali pusat (plasenta) ini kemudian disimpan untuk digunakan pada masa depan bila diperlukan. Pada tahun 1970-an. dan Singapura sudah menyediakan fasilitas penyimpanan darah tali pusar.

yaitu HLA yang ditemukan di semua sel tubuh. penyakit parkinson. dan fusi sel. osteoblast. dsb. diabetes. tubuh dapat membedakan mana yang merupakan benda asing. Pengambilan biasa dilakukan pada tahap blastosis ketika sel berkembang biak menjadi 8 sel. di beberapa negara seperti. yakni membuat turunan dari sel stem embrionik standar. penggunaan sel stem embrionik manusia untuk kedokteran regeneratif diperbolehkan. terutama sel stem embrionik. Padahal sel stem embrionik adalah sel stem terbaik. potensi sel stem embrionik ini belum tergali secara optimal. China. Untuk membuat ES Cell Line standar. Altered Nuclear Transfer. sangatlah besar. Molekul ini disebut molekul kompleks histokom¬patibilitas mayor (disebut juga Human Leukocyte Antigens atau HLA). mana yang bukan benda asing. biasanya dilakukan dengan mengembangkan Inner Cell Mast. Sayangnya potensi ini belum tergali optimal karena bersinggungan dengan aspek etika.Human Leukocyte Antigen (HLA) Semua sel memiliki molekul pada permukaannya. Dalam transplantasi sel induk. seperti neuron. Alhasil. Melalui molekul ini. kardiomiosit. Untungnya. Saat ini. Yaitu kelompok protein dalam sel sum-sum tulang belakang yang dapat memprovokasi sistem imun agar merespons. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa sel stem sangat bermanfaat untuk pengobatan penyakit degeneratif. paling tidak dikenal 5 teknik untuk membuat sel stem embrionik. stroke. seperti infark jantung. Selanjutnya dilakukan pengambilan satu sel totipotent yang bersifat pluripotent. . 29 Januari 2008/ humasristek) Potensi Sel Stem Untuk Penyakit Degeneratif RACIKAN KHUSUS . sehingga penelitian di negara-negara tersebut lumayan mengalami banyak kemajuan. Somatic Cell Nuclear Transfer (SCNT). Embryonic Stem (ES) Cell Line dari blastomer tunggal. GvHD akan diawali dengan reaksi penolakan terhadap sel induk karena terdapat benda asing dalam tubuh. India. yang khas untuk setiap individu. Ada dua jenis HLA. kalau donor dan penerimanya tidak cocok dengan sempurna. masih banyak negara yang menghambat penelitian mengenai sel stem ini.7 No. Tapi sayang. kecuali sel darah merah dan HLA yang hanya ditemukan pada permukaan makrofag serta limfosit T dan limfosit B yang telah dirangsang oleh suatu antigen. Graft versus Host Disease (GvHD) Komplikasi yang terjadi ketika sel yang baru (the graft) bereaksi terhadap tubuh pasien (the host). (JURNAL NASIONAL. karena memiliki plastisitas yang sangat tinggi untuk berubah menjadi berbagai macam jaringan sel.Edisi Maret 2008 (Vol. fibroblast dan sebagainya. Singapura telah berhasil membuat 6 ES Cell Line dan dua diantaranya telah dikomersialkan.8) Manfaat sel stem embrionik pada penyakit degeneratif. osteoarthritis. Hingga saat ini. Korea. berbagai macam kanker terutama kanker darah.UK. Singapura.

sehingga diperoleh stem cell line. infark miokard biasanya mulai dari kerusakan endotel yang dihinggapi oleh LDL sehingga terjadi ateroma. Melihat hal tersebut. yakni di-trigger oleh iskemik. kemudian dimasukkan kedalam nukleus somatik dari seorang donor. Sistem Kardiovaskular Sistem kardiovaskular memiliki beban kerja yang sangat berat. Bila melihat sifat dan mekanisme kerja EPC tersebut. EPC juga bisa membentuk pembuluh-pembuluh darah baru (angiogenesis). Tetapi pada pertengahan Januari 2008. Oleh karena beban ini. adalah induced pluripotent stem cell (IPS). Apalagi EPC ini memiliki keistimewaan. Dari 50 sel telur yang berhasil adalah 10 sel telur dan 5 diantaranya bisa berkembang biak. Dia berhasil membuat pluripotent cell dengan memasukkan 4 gen dengan retrovirus ke dalam sel fibroblast. Cara lain yang setahun belakangan ini berhasil dilakukan oleh seorang peneliti dari Jepang. EPC yang keluar ini bisa berdiferensiasi menjadi endotel yang matang. teknik SCNT dilakukan dengan mengeluarkan nukleus sel telur (oosit). Tapi karena selalu menggunakan sel telur. Kerusakan ini pada akhirnya akan diperbaiki oleh endothelial progenitor cell (EPC) yang keluar dari sumsum tulang. Selain itu. maka kejadian infark miokard sebenarnya bisa dicegah. maka SCNT agak sulit dilakukan. Sel fibroblast berubah menjadi sel pluripotent. Keberhasilan SCNT masih sangat rendah dan embrio yang dihasilkan banyak mengalami kelainan kongenital. Dr. Ateroma inilah yang akan . Seperti diketahui. Peneliti menyedot nukleus 50 buah sel telur yang berusia sekitar 2 jam dan dimasukkan dalam fibrolast milik si peneliti sendiri. Ini merupakan salah satu cara ideal untuk memperoleh stem cell line. Yamanaka. yakni memberi nutrisi pada 100 triliun sel yang ada dalam tubuh. baik yang terjadi di jantung maupun bagian lainnya.Sementara itu. yakni dengan mereprogram sel somatik seseorang. Cara SCNT ini cukup baik dan secara teoritis bisa digunakan pada transplantasi organ karena tidak ada reaksi penolakan. maka setiap hari pembuluh darah (endotel) selalu mengalami kerusakan. Oosit lalu diberi aliran listrik. peneliti dari San Diego berhasil melakukan teknik SCNT ini pada manusia untuk pertama kalinya. dimana akan dikeluarkan sitoksin yang bila sampai ke sumsum tulang akan menstimulasi pelepasan EPC. Iskemik akan memicu suatu reaksi kemotaksis. sehingga mengalami "reprogramming" DNA dan berkembang biak menjadi embrio. Selanjutnya EPC akan terus-menerus mengatasi kerusakan yang terjadi. maka jelas sekali EPC sangat bermanfaat untuk mengobati penyakit jantung dan pembuluh darah.

5 mouse neurosphere culture. yakni cardiomiocyte. Untuk memperoleh NSC ini bisa dilakukan dengan teknik E14. Karena tidak penanda untuk . Pasalnya. maka sebelum LDL menempel. Terakhir dengan menstimulasi sel stem endogen untuk perbaikan jaringan. Jakarta mengatakan. dan vascular. Jenis sel yang digunakan sebaiknya adalah pluripotent. yang hadir sebagai pembicara dalam Seminar Sel stem bertema "The New Era of Biotechnology. sel ini bisa berubah menjadi semua jenis sel jantung. Namun peneliti dari Washinton University berhasil mengatasi problema tersebut. tapi penelitian ini masih terbatas pada tikus dan belum pada manusia. conducting system. maka untuk mengobatinya bisa diinjeksikan sel stem. maka bila diinjeksikan pada bagian itu sel stemnya banyak yang keluar. Parkinson. Dari sumber sel stem tersebut. Hasilnya baik sekali. Menurut Sohail. Nah. Misalnya saja. atau sel stem dari jaringan lain seperti sumsum tulang. Koktail pertama adalah merubah human embrionic stem cell menjadi cardiomiocyute. bila sistem EPC ini masih baik. Sel ini bisa menghasilkan semua tipe sel otak. sel stem dewasa serebral.mempersempit pembuluh darah sehingga terjadi infark. Pertama dengan penggantian sel melalui transplantasi. Karena pada jantung yang infark vaskularisasinya jelek. NT-2 dan sel sumsum tulang lebih efektif dalam memberikan perbaikan. endotel yang rusak sudah diperbaiki. menggantikan populasi sel tertentu dalam sistem saraf pusat. Peneliti menciptakan dua koktail. Dan bila diinjeksikan intra koroner. ada tiga cara yang bisa ditempuh sel stem dalam mengobati gangguan system saraf pusat. Lebih lanjut Sohail mengatakan. Singapura. dan Alzheimer. neuroepitelial sel stem. maka yang ditangkap hanya sekitar 6% oleh jantung. neural sel stem (NSC) dari sel stem embrional ." 2 Februari 2008 bertempat di Gedung Widya Graha LIPI. Tapi bila telah terjadi infark miokard. Koktail kedua adalah untuk mempertahankan agar cardiomiocyte ini bisa hidup lebih lama. stroke. NSC merupakan sel yang diperoleh dari otak. sel yang dapat digunakan pada perbaikan neuron serebral dapat berasal dari 4 sumber. Secara garis besar. telah banyak kemajuan yang diperoleh dari pemanfaatan sel stem pada berbagai penyakit regeneratif di sistem saraf pusat. dan bisa ditransplantasikan secara berurutan. Sistem Saraf Pusat Sohail Ahmed dari Institute of Medical Biology. yakni sel stem embrional blastokis. embrionik atau dewasa yang bisa beregenerasi dan berdiferensiasi menjadi 3 tipe sel sistem saraf pusat. Namun pada aplikasi klinisnya. ditemukan sedikit masalah pada pemberian injeksi sel stem pada jantung yang infark. Kedua untuk neuroproteksi termasuk dengan mengantarkan faktor neurotropik pada bagian otak yang rusak.

pasien harus diberi kemoterapi atau radiasi dosis tinggi.Jika sel stem diambil dari pasien yang sama maka disebut transplantasi otolog.Haryanto Reksodiputro. biasanya terjadi peningkatan pembentukan neuron dari NSC di zona subventrikular (SVZ). SpPD-KHOM. Tapi baru dua dekade silam. Sehingga dengan kombinasi transplantasi NSC didaerah kerusakan dan stimulasi neurogenesis diharapkan memperbaiki ketahanan sel implan.untuk menjalankan tumorigenesis. tak hanya sel kanker.NSC ini. BDNF. Sel ini memiliki potensi proliferatif yang diperhitungkan untuk pertumbuhan tumor dan menjadi biang kerok resistensi terapi kanker konvensional.2% saja. stem cell factor. daerah hipoperfusi akan mengakibatkan kematian sel implan. caspase inhibitors. . erythropoietin. Konsep bahwa sel stem berperan penting dalam etiologi kanker. endotel usus dan sel rambut. Setelah radiasi. Penggunaan vascular endothelial growth factor dapat memperbaiki neurogenesis di SVZ dan angiogenesis didaerah penumbra. maka penggunaan clonal analysis bisa membantu dalam identifikasi NSC. karena dalam keadaaan tertentu. selain penting untuk tatalaksana kanker. juga dapat dipakai sel stem UCB dan darah perifer yang juga mengandung sel stem. sumsum tulangnya dipanen dulu. Pada insiden stroke. Pemberian sel stem hematopoetik dapat dipakai untuk pengobatan kanker." ujar Haryanto lagi.Dr. EGF. terutama pada kanker darah. Sel neuron imatur ini akan bermigrasi menuju striatum yang rusak. sel stem dipisah dan darah dikembalikan ke dalam sirkulasi.A. Beberapa faktor yang mempengaruhi neurogenesis pada sel baru antara lain FGF-2. Rejimen ini akan membunuh semua sel yang berkembang biak cepat. dimasukkan lagi dalam darah dan sel stem hematopoetik akan kembali masuk sumsum tulang dan akan berkembang biak lagi. tetapi juga sel stem hematopoietik di sumsum tulang. sehingga daerah penumbra merupakan lokasi terdekat yang dapat memberikan ketahanan sel dalam waktu optimal. Clonal neurospere bisa berdiferensiasi menjadi 3 tipe sel yang bisa jadi petunjuk bahwa ada NSC dalm neurospere. dari Bagian HematologiOnkologi Medik FKUI/RSCM. Jika diambil dari darah perifer maka pasien diberi CGSF (Colony Growth Stimulating Factor) yang akan merangsang sumsum tulang untuk memproduksi dan melepaskan banyak sel stem ke sirkulasi dan kemudian dengan alat apheresis. "Sel stem normal yang ditemukan dalam organ dengan kemampuan memperbarui diri dan berkembang menjadi semua tipe sel dalam organ. sebenarnya sudah mengemuka lebih dari seabad lalu. sel stem juga berperan dalam etiologi kanker. Sel Stem dan Kanker Penggunaan sel stem untuk terapi kanker sudah lama dilakukan. Selain sel stem sumsum tulang. Sirkulasi menjadi permasalahan tersendiri dalam terapi sel ini. muncul banyak bukti bahwa tumor mungkin juga mengandung sel stem kanker. Kendati demikian banyak sel tersebut tidak bertahan hidup pada minggu pertama dan hanya memperbaiki 0. Sementara sel stem kanker adalah sel dalam tumor dengan kemampuan memperbarui diri dan berkembang menjadi berbagai populasi sel tumor. untuk menjalankan organogenesis. sebelum pasien diradiasi/diberi kemoterapi dosis tinggi. Oleh karena itu. Menurut Prof. and antiinflammatory drugs.