MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT

MAKALAH PROFESI KEPENDIDIKAN

disusun oleh : NAMA NIM PRODI : AGUSTIN PURWANINGSIH : K3310003 :PENDIDIKAN KIMIA (A)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT
A. LATAR BELAKANG
Sekolah adalah didalam, oleh dan untuk masyarakat. Program sekolah hanya dapat berjalan lancar apabila mendapat dukungan masyarakat. Oleh karena itu Pimpinan sekolah perlu terus menerus membina hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat. Sekolah perlu banyak memberi informasi kepada masyarakat tentang program-prgoram dan problem-problem yang dihadapi, agar masyarkat mengetahui dan memahami masalah-masalah yang dihadapi sekolah. Dari pemahaman dan pengertian ini dapat dihadapkan adanya umpan balik yang sangat berguna bagi pengembangan program sekolah lebih lanjut dan diharapkan pula tumbuhnya rasa simpati masyarakat terhadap program-program sekolah, yang dapat mengundang partisipasi yang aktif masyarkat. Kebijakan Direktur Pendidikan Menengah Umum tentang Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah menekankan agar sekolah mampu mengkoordinasikan dan menyerasikan segala sumber daya yang ada disekolah dan di luar sekolah untuk mewujudkan sekolah yang bermutu. Untuk mewujudkan itu semua diperlukan kesiapan dan kemampuan agar bisa memberdayakan semua komponen di sekolah dan di luar sekolah agar berpartisipasi secara aktif dalam penyelenggaraan pendidikan. ( http://alone-education.blogspot.com/ )

B. SEJARAH MANAJEMEN HUMAS
Kemunculan manajemen humas ditandai dengan kegagalan profesi kehumasan dalam menghadapi krisis pada tahun 1906. Saat itu, terjadi pemogokan buruh industri penambangan batu bara di AS yang mengancam kelanjutan dari industri batu bara tersebut. Muncul seorang tokoh Humas pertama, Ivy LedBetter Lee yang memperkenalkan manajeman humas sebagai salah satu

solusi yang tepat untuk menangani masalah tersebut. Salah satu teknik manajemen humas yang dikemukakan adalah dengan memberikan informasi terbuka, baik kepada khalayak/publik, pekerja, maupun pihak pers. ( http://id.wikipedia.org/ )

C. PENGERTIAN MANAJEMEN HUMAS
Berbicara tentang humas pasti ingatan kita akan tertuju pada hal yang berhubungan dengan komunikasi, konfrensi pers, informasi, public relation. Pokoknya secara gampang diibaratkan sebagai penyampaian segala informasi. Menurut kamus Fund and Wagnel Pengertian Humas adalah segenap kegiatan dan teknik/kiat yang digunakan organisasi atau individu untuk menciptakan atau memelihara suatu sikap dan tanggapan yang baik dari pihak luar terhadap keberadaan dan aktivitasnya. Sedangkan pengertian Humas dalam Pendidikan adalah Rangkaian pengelolaan yang berkaitan dengan kegiatan hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat (orang tua murid) yang dimaksudkan untuk menunjang proses belajar mengajar di lembaga pendidikan bersangkutan (Anggoro, 2001 dalam http://elmisbah.wordpress.com/). Berdasarkan definisi diatas pegertian humas secara umum adalah fungsi yang khas antara organisasi dengan publiknya, atau dengan kata lain antara lembaga pendidikan dengan warga di dalam (guru, karyawan, siswa) dan warga dari luar (wali siswa, masyarakat, institusi luar, patner sekolah) Dalam konteks ini jelas bahwa humas atau public relation (PR) adalah termasuk salah satu elemen yang penting dalam suatu organisasi kelompok ataupun secara individu. Adapun pengertian manajemen humas adalah suatu proses dalam menangani perencanaan, pengorganisasian, mengkomunikasikan serta pengkoordinasian yang secara serius dan rasional dalam upaya pencapaian tujuan bersama dari organisasi atau lembaga yang diwakilinya. Dan untuk merealisasikan itu semua banyak hal yang harus dilakukan oleh humas dalam suatu lembaga pendidikan (Nasution, 2006 dalam http://elmisbah.wordpress.com/). ( http://elmisbah.wordpress.com/ ) Pengertian manajemen humas menurut para ahli :

1. Glen and Denny Grisworld: merupakan fungsi manajemen yang diadakan untuk menilai dan menyimpulkan sikap-sikap publik, menyesuaikan kebijakan dan persedure instansi atau organisasi dengan kepentingan umum, menjelaskan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan dukungan masyarakat 2. Oetami Abdurrachman. MA: kegiatan untuk menanamkan dan memperoleh pengertian, goodwell, kepercayaan, penghargaan pada diri dari publik suatu badan khusus atau masyarakat pada umumnya. 3. J.C. Hooftman: kegiatan untuk mengembangkan opini publik yang positif terhadap sesuatu lembaga atau badan, publik harus diberi penerangan yang menyangkut keputusan mereka, sehingga dengan demikian akan timbul pengertian dan saran daripadanya yang harus diperhatikan lembaga yang bersangkutan. 4. Rhenald Kasali: manajemen dan public realation adalah dua bidang ilmu yang berkembang secara terpisah. akan tetapi akhir abad 20 ini, manajemen akhirnya berhasil meningkatkan peranannya pada hampir setiap bidang kehidupan. manajemen dalam konteks strategi untuk membantu organisasi menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi baik internal-eksternal organisasi. 5. Public relations adalah fungsi manajemen yang melakukan evaluasi terhadap sikap-sikap publik, mengidentifikasi kebijakan dan prosedure seseorang/sebuah lembaga terhadap publiknya, menyusun rencana serta menjalankan program-program komunikasi untuk memperoleh pemahaman dan penerimaan publik. 6. public dan relations adalah rangkaian dua kata yang dapat diartikan melalui berbagai cara, public relations aadalah tetap suatu seni, suatu teknik yang memerlukan keahlian luas. ( http://elearning.unm.ac.id/course/ )

D. TUJUAN MANAJEMEN HUMAS

Mengenai tujuan hubungan sekolah dan masyarakat (orang tua murid), leslie merumuskan tujuan organisasi perkumpulan antara guru dan masyarakat (orang tua murid), adalah sebagai berikut: a) Untuk mengembangkan pengertian masyarakat (orang tua murid) tentang tujuan dan kegiatan pendidikan di sekolah. b) Untuk memperlihatkan bahwa rumah dan sekolah bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan pendidikan anak disekolah. c) Untuk membari fasilitas pertukaran informasi antara orang tua dan guru yang kemudian mempunyai dampak terhadap pemecahan pendidikan anak. d) Perolehan opini masyarakat tentang sekolah dijadikan perencanaan untuk pertemuan dengan orang tua dalam rangka untuk kebutuhan murid-murid e) Untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi anak (Indrafachrudi: 1994). (http://elmisbah.wordpress.com/) Sedangkan menurut Mulyasa tujuan dari (2007: hubungan 50 sekolah dalam dengan

http://kuliahonline.unikom.ac.id/),

masyarakat adalah: (1) memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan peserta didik; (2) memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat; dan (3) menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan sekolah. (http://kuliahonline.unikom.ac.id/)

E. TUGAS POKOK MANAJEMEN HUMAS
Tugas pokok hubungan sekolah dengan masyarakat dalam pendidikan antara lain: 1. Memberikan informasi dan menyampaikan ide atau gagasan kepada masyarakat atau pihak-pihak lain yang membutuhkannya. 2. Membantu pemimpin yang karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung memberikan informasi kepada masyarakat atau pihak-pihak yang memerlukannya. 3. Membantu pemimpin mempersiapkan bahan-bahan tentang permasalahan dan informasi yang akan disampaikan atau yang menarik perhatian masyarakat pada saat tertentu.

4. Melaporkan tentang pikiran-pikiran yang berkembang dalam masyarakat tentang masalah pendidikan. 5. Membantu kepala sekolah bagaimana usaha untuk memperoleh bantuan dan kerja sama. 6. Menyusun rencana bagaimana cara-cara memperoleh bantuan untuk kemajuan pelaksanaan pendidikan (Suryosubroto: 2004

dalam

http://kuliahonline.unikom.ac.id/ ).
(http://kuliahonline.unikom.ac.id/ )

F. JENIS MANAJEMEN HUMAS Jenis hubungan sekolah dan masyarakat itu dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu: a) Hubungan edukatif, ialah hubungan kerja sama dalam hal mendidik murid, antara guru di sekolah dan orang tua di dalam keluarga. Adanya hubungan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan prinsip atau bahkan pertentangan yang dapat mengakibatkan keragu-raguan pendirian dan sikap pada diri anak. b) Hubungan kultural, yaitu usaha kerja sama antara sekolah dan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan mengembangkan kebudayaan masyarakat tempat sekolah itu berada. Untuk itu diperlukan hubungan kerja sama antara kehidupan di sekolah dan kehidupan dalam masyarakat. Kegiatan kurikulum sekolah disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan perkembangan masyarakat. Demikian pula tentang pemilihan bahan pengajaran dan metodemetode pengajarannya. c) Hubngan institusional, yaitu hubungan kerja sama antara sekolah dengan lembaga-lembaga atau instansi resmi lain, baik swasta maupun pemerintah, seperti hubungan kerja sama antara sekolah satu dengan sekolah-sekolah lainnya, kepala pemerintah setempat, ataupun perusahaan-perusahaan Negara, yang berkaitan dengan perbaikan dan perkembangan pendidikan pada umumnya (Purwanto, 2005: 193 dalam http://elmisbah.wordpress.com/ ).
(http://elmisbah.wordpress.com/)

G. TEKNIK-TEKNIK MANAJEMEN HUMAS
Ada sejumlah tehnik yang kiranya dapat diterapkan lembaga pendidikan, tehnik-tehnik tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu tehnik tertulis, tehnik lisan, dan tehnik peragaan, tehnik elektronik. a) Tehnik Tertulis Hubungan antara sekolah dan masyarakat dapat dilakukan secara tertulis, cara tertulis yang dapat digunakan meliputi: 1) Buku kecil pada permulaan tahun ajaran Buku kecil pada permulaan tahun ajaran baru ini isinya dijelaskan tentang tata tertib, syarat-syarat masuk, hari-hari libur, hari-hari efektif. Kemudian buku kecil ini dibagikan kepada orang tua murid, hal ini biasanya dilaksanakan di taman kanak-kanak (TK). 2) Pamflet Pamflet merupakan selebaran yang biasanya berisi tentang sejarah lembaga pendidikan tersebut, staf pengajar, fasilitas yang tersedia, dan kegiatan belajar. Pamphlet ini selain di bagikan ke wali murid juga bias di sebarkan ke masyarakat umum, selain untuk menumbuhkan pengertian masyarakat juga sekaligus untuk promosi lembaga (Indrafachrud: 1994 dalam

http://kuliahonline.unikom.ac.id/). 3) Berita kegiatan murid Berita ini dapat dibuat sederhana mungkin pada selebaran kertas yang i singkat tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah atu pesantren. Dengan membacanya orang tua murid mengetahui apa yang terjadi di lembaga pendidikan tersebut, khususnya kegiatan yang dilakukan murid. 4) Catatan berita gembira Tehnik ini sebenarnya mirip dengan berita kegiatan murid, keduanya sama-sama ditulis dan disebarkan ke orang tua. Hanya saja catatan berita gembira ini berisi tentang keberhasilan seoran murid. Berita tersebut ditulis di selebaran kertas dan disampaikan kepada wali murid atau bahkan disebarkan ke masyarakat. 5) Buku kecil tentang cara membimbing anak

Dalam rangka menciptakan hubungan yang harmonis dengan orang tua, kepala sekolah atau guru dapat membuat sebuah buku kecil yang sederhana yang berisi tentang cara membimbing anak yang efektif, kemudian buku tersebut diberikan kepada orang tua murid (Bafadhol, 2005: 63 dalam http://kuliahonline.unikom.ac.id/). b) Tehnik Lisan Hubungan sekolah dengan masyarakat dapat juga lisan, yaitu: 1) Kunjungan rumah Dalam rangka mengadakan hubungan dengan masyarakat, pihak sekolah dapat mengadakan kunjungan ke rumah wali murid, warga atupun tokoh masyarakat. Melalui kunjungan rumah ini guru akan mengetahui masalah anak dirumahnya. Apabila setiap anak diketahui problemnya secara totalitas, maka program pendidikan akan lebih mudah direncanakan untuk disesuaikan dengan minatnya. Hal ini akan memperlancar mancapai tujuan program pendidikan sekolah tersebut (Indrafachrud, 1994: 69 dalam

http://kuliahonline.unikom.ac.id/). 2) Panggilan orang tua Selain mengadakan kunjungan ke rumah, pihak sekolah sesekali juga memanggil orang tua murid datang ke sekolah. Setelah dating, mereka diberi penjelasan tentang perkembangan pendidikan di lembaga tersebut. Mereka juga perlu diberi penjelasan khusus tentang perkembangan pendidikan anaknya. 3) Pertemuan Dengan tehnik ini berarti sekolah mengundang masyarakat dalam acara pertemuan khusus untuk membicarakan masalah atau hambatan yang dihadapi sekolah. Pertemuan ini sebaiknya diadakan pada waktu tertentu yang dapat dihadiri oleh semua pihak yang diundang. Sebelum pertemuan dimulai acaranya disusun terlebih dahulu. Oleh karena itu, dalam setiap akan mengadakan pertemuan sebaiknya dibentuk panitia penyelenggara. c) Tehnik Peragaan Hubungan sekolah dengan masyarakat dapat dilakukan dengan cara mengundang masyarakat melihat peragaan yang diselenggarakan sekolah.

Peragaan yang diselenggarakan bias berupa pameran keberhasilan murid. Misalkan di TK menampilkan anak-anak bernyanyi, membaca puisi, atau biasanya di pesantren ketika mengadakan pengajian ditampilkan santri-santri yang hafal nadhom alfiyah. Pada kesempatan itu kepala sekolah atau guru atau juga pengasuh kalau di pondok pesantren dapat menyampaikan program-program peningkatan mutu pendidikan dan juga masalah atau hambatan yang dihadapi dalam merealisasikan program-program itu (Bafadhol, 2005: 69 dalam http://kuliahonline.unikom.ac.id/). d) Tehnik Elektronik Seiring dengan perkembangan teknologi elektronik maka dalam

mengakrabkan sekolah dengan orang tua murid dan masyarakat pihak sekolah dapat menggunakan sarana elektronik, misalkan dengan telpon, televisi, ataupun radio, sekaligus sebagai sarana untuk promosi pendidikan. ( http://kuliahonline.unikom.ac.id/ )

H. UNSUR-UNSUR MANAJEMEN HUMAS
Dalam melaksanakan manajemen humas, menurut George R.Terry seorang praktisi humas perlu mempersiapkan unsur-unsur yang diperlukan demi tercapainya tujuanyang maksimal, yakni: 1. Manusia baik laki-laki, maupun perempuan (men and women). Pihak yang terlibat dalam proses manajemen mamainkan peranan penting terhadap keberhasilan kinerja manajemen. 2. Alat-alat yang diperlukan (materials) mencakup barang-barang yang harus dibeli atau dipersiapkan demi keberhasilan proses manajemen. 3. Sarana yang digunakan (machines) meliputi semua yang mendukung penggunaan dari barang atau alat yang dimiliki dalam proses manajemen. 4. Metode yang dipakai (methods) meliputi teknik atau cara yang digunakan dalam menjalankan proses manajemen. 5. Dana (money) merupakan seberapa banyak anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan program.

6. Pasar atau khalayak yang akan dituju (market) merupakan target sasaran perusahaan dalam menjalankan proses manajemen. ( http://id.wikipedia.org/ )

I. PERAN MANAJEMEN HUMAS Dengan melihat proses peranan manajemen dan hubungan masyarakat (humas) dalam suatu organisasi yang sudah dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa manajemen itu adalah upaya menyusun sasaran dan kerja sama melalui orang lain. Di samping itu, untuk dapat mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif dan agar pekerjaan terlaksana dengan baik. Fungsi dan tanggung jawab manajer humas hendaknya mengupayakan terjadinya hubungan yang lancar dan efektif antara semua bagian dalam perusahaan di satu sisi dan antara perusahaan itu dengan publik internal dan publik eksternal. Staf humas harus menerapkan ketiga prinsip dasar fungsi hubungan masyarakat dan mampu secara objektif menanggapi pendapat dan sikap publik. Dengan demikian ia dapat memberi masukan pada pimpinan untuk menciptakan lingkungan usaha yang saling menguntungkan dan berkelanjutan serta mampu bersaing. Dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari, tiap staf humas harus mempelajari setiap langkah dan sasaran perusahaan. Memantau keadaannya sejauh mana langkah dan sasaran itu akan mempengaruhi lingkungan. Apakah pendapat umum terhadap langkah dan sasaran itu. Hasil pemantauan hari ini dibandingkan lagi dengan hasil pemantauan esoknya dan begitu seterusnya secara berkesinambungan. Tanggung jawab khusus manajer hubungan masyarakat ialah mengelola stafnya agar setiap langkah selalu berlangsung efektif. Melaksanakan koordinasi pekerjaan agar jangan sampai ada pekerjaan yang tumpang-tindih, mengawasi pekerjaan staf agar jangan menyimpang jauh dari perencanaan dengan metode kerja yang benar, alat kerja yang sesuai, dan informasi kerja yang tepat. Penilaian dan hal-hal lain yang khas ada pada manajer hubungan masyarakat antara lain mungkin perlu penataran baru, penyaringan baru untuk mendapatkan tenaga inti

atau diperlukannya penambahan tenaga yang berkualitas tertentu. Kualitas yang khas pada manajer hubungan masyarakat ialah kemampuan menganalisis. Setiap anggota staf humas juga harus berkemampuan sebagai juru analisis. Manajer hubungan masyarakat harus pula bisa membenahi dirinya, dan menganggap dirinya mampu bekerja efektif tanpa perintah, karena manajer humas sendiri bukan mengurus bagian yang memberi perintah. ( http://nyariduitreceh.blogspot.com/ )

J. KEGIATAN MANAJEMEN HUMAS
Kegiatan manajemen humas diantaranya bisa jadi aktifitas skala kecil hingga skala besar seperti: 1. Aktifitas pertemanan kelompok kecil, hingga berkaitan dengan konferensi pers internasional via satelit 2. Pembuatan brosur hingga kampanye nasional melalui multimedia. 3. Penyelenggaraan penerimaan tamu di rumah (open house) hingga kampanye politik dari pengumuman pelayanan publik hingga menangani kasus manajemen krisis. ( http://id.wikipedia.org/ )

K. TAHAP-TAHAP MANAJEMEN HUMAS
Tahapan-tahapan dalam manajemen humas merupakan proses yang meliputi hal-hal sebagai berikut: 1. Perencanaan (planning) mencakup penerapan tujuan dan standar, penentuan aturan dan prosedur, serta pembuatan rencana dan prediksi akan apa yang akan terjadi. 2. Pengorganisasian (organizing) mencakup pengaturan anggota dan sumber daya yang dibutuhkan dan pemantauan kinerja karyawan. 3. Pengkoordinasian (coordinating) mencakup pengaturan struktur kepanitiaan, pendelegasian kerja masing-masing bagian, dan penyusunan alokasi anggaran untuk masing-masing bagian.

4. Pengkomunikasian (communicating) mencakup penyampaian rencana program kepada publik internal dan eksternal. 5. Pelaksanaan (actuating) merupakan tindakan menjalankan program sesuai dengan rencana yang telah dibuat. 6. Pengawasan (controlling) merupakan kontrol atas jalannya pelaksanaan program. Tanpa adanya kontrol atas program, kesinambungan antar tahapan tidak dapat berlangsung dengan baik. 7. Pengevaluasian (evaluating) merupakan penilaian terhadap hasil kinerja program, apakah perlu dihentikan atau dilanjutkan dengan modifikasi tertentu. 8. Pemodifikasian (modificating) merupakan kegiatan pembaharuan atau revisi program berdasarkan hasil evaluasi. ( http://id.wikipedia.org/ )

L. FAKTOR PENUNJANG KEBERHASILAN MANAJEMEN HUMAS Untuk mencapai keberhasilan dalam manajemen humas diperlukan beberapa hal yang mendukung,yaitu: a. perencanaan yang matang b. pemberian informasi secara jelas kepada publik internal dan eksternal c. pelaksanaan yang terarah sesuai rencana
d. pemantauan dan pengevaluasian hasil sebagai bentuk pemberian

( http://id.wikipedia.org/ )

M. KESIMPULAN
1. Manajemen humas muncul pertama kali pada tahun 1906 oleh seorang tokoh Humas pertama, Ivy LedBetter Lee yang memperkenalkan manajeman humas sebagai salah satu solusi yang tepat untuk menangani masalah. 2. Manajemen humas adalah suatu proses dalam menangani perencanaan, pengorganisasian, mengkomunikasikan serta pengkoordinasian yang secara serius dan rasional dalam upaya pencapaian tujuan bersama dari organisasi atau lembaga yang diwakilinya.

3. Tujuan dari hubungan sekolah dengan masyarakat adalah: (1) memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan peserta didik; (2) memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat; dan (3) menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan sekolah. 4. Tugas pokok manajemen humas:
1. Memberikan informasi dan menyampaikan ide atau gagasan kepada masyarakat 2. Membantu pemimpin dalam segala aspek yang dibutuhkan. 3. Melaporkan tentang pikiran-pikiran yang berkembang dalam masyarakat tentang masalah pendidikan 4.. Menyusun rencana bagaimana cara-cara memperoleh bantuan untuk kemajuan pelaksanaan pendidikan.

5. Jenis hubungan sekolah dan masyarakat itu dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu: Hubungan edukatif, Hubungan kultural dan Hubungan institusional 6. Ada sejumlah tehnik manajemen humas yang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu tehnik tertulis, tehnik lisan, dan tehnik peragaan, tehnik elektronik. 7. Tahapan-tahapan dalam manajemen humas merupakan proses yang meliputi hal-hal sebagai (organizing) berikut:Perencanaan ,Pengkoordinasian Pelaksanaan (planning) (coordinating) (actuating) dan

,Pengorganisasian ,Pengkomunikasian ,Pengawasan

(communicating),

(controlling),

Pengevaluasian

(evaluating)

Pemodifikasian (modificating)

DAFTAR PUSTAKA
http://alone-education.blogspot.com/2009/07/manajemen-humas-di-sekolah.html. 2009. Manajemen Humas di Sekolah. 8 Juni 2012 http://elearning.unm.ac.id/course/info.php?id=578. Manajemen Humas. 8 Juni 2012 http://elmisbah.wordpress.com/manajemen-humas/. 2010. Manajemen Humas. 8 Juni 2012 http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_humas. 2010. Manajemen Humas. 8 Juni 2012 http://kuliahonline.unikom.ac.id/?listmateri/&detail=4389&file=/DefinisiManajemen-Humas.html. 2010. Definisi Manajemen Humas. 8 Juni 2012 http://nyariduitreceh.blogspot.com/2011/06/manajemen-humas.html. Manajemen Humas. 8 Juni 2012 2011. 2010. Konsep Dasar