Andika Wibawanto - 1006826244 Rhindhi Primawati - 1006826465 Zara 1.

Manfaat apa yang Zara dapatkan dalam berkompetisi dengan menggunakan supply chain yang penuh tangggung jawab? Jawab: Dalam berkompetisi dengan menggunakan supply chain yang penuh tanggung jawab, Zara mampu untuk melakukan hal-hal berikut ini: a. Cepat tanggap terhadap cakupan jumlah permintaan yang besar b. Mendapatkan lead times yang singkat c. Menangani variasi produk yang besar d. Membangun produk berinovasi tinggi e. Mendapat tingkat pelayanan yang tinggi f. Menangani ketidaktentuan persediaan Dengan kemampuan tersebut, hasil yang didapatkan oleh Zara adalah Zara dapat menjual sebagian besar hasil produksinya pada harga yang penuh dan hanya mengalami setengah penurunan harga pada toko-tokonya. Hal ini tidak terjadi pada competitor Zara yang tidak menggunakan supply chain. 2. Mengapa Inditex memilih untuk memiliki house manufacturing dan juga outsourced manufacturing? Mengapa Inditex mengurusi kapasitas manufaktur di Eropa walaupun manufaktur di Asia lebih murah? Jawab: Inditex memilih untuk memiliki house manufacturing dan juga outsourced manufacturing karena masing-masing manufaktur memiliki kelebihan yang berbeda sesuai dengan kondisi permintaan pasar setempat. Yaitu house manufacturing di Eropa yang permintaan pasarnya cenderung menuntut produk dengan kualitas yang tinggi. Sedangkan outsourced manufacturing di Asia yang permintaan pasarnya cenderung menuntut produk dengan harga yang murah.

Inditex mengurusi kapasitas manufaktur di Eropa walaupun manufaktur di Asia lebih murah karena dengan permintaan pasar Eropa yang menuntut produk dengan kualitas yang tinggi, maka dibutuhkan manufaktur yang fleksibel dan cepat. Sehingga diperlukan perhatian yang lebih dibandingkan dengan manufaktur Asia, yang permintaannya cenderung hanya menuntut harga yang murah, sehingga produk-produk yang akan dihasilkan mudah diprediksi. 3. Mengapa Zara menghasilkan produk-produk dengan permintaan yang tidak menentu dari manufaktur lokal dan juga produk-produk dengan permintaan yang dapat diprediksi dari manufaktur Asia? Jawab: Karena sebagai perusahaan global, Zara telah menyadari bahwa kesuksesan perusahaan bukan dikarenakan perusahaan tersebut hanya dapat menghasilkan barang dengan harga murah ataupun hanya menghasilkan produk dengan kualitas tinggi maupun tampilan produk yang terbaik. Namun, kesuksesan perusahaan dikarenakan perusahaan dapat cepat tanggap terhadap kebutuhan pasar dan mendapatkan produk yang tepat untuk pelanggan yang tepat pada waktu yang tepat. Maka dari itu, Zara menghasilkan produk dengan kedua kategori tersebut. 4. Keuntungan apa yang Zara dapatkan dari penambahan waktu buka toko-tokonya dibandingkan dengan waktu yang lebih kurang? Bagaimana frekuensi dari penambahan tersebut mempengaruhi perancangan dari system distribusi? Jawab: Dengan jam buka toko yang ditambah, dapat mempercepat waktu pengiriman barang dari pusat distribusi ke toko-toko ecerannya, yaitu 24 jam dari waktu pesanan diterima oleh pusat distribusi sampai dengan barang diterima di tokotoko untuk di Eropa, dan 40 jam untuk toko-toko di Amerika dan Asia. Hal ini memberikan keuntungan untuk Zara, karena semakin cepat barang terkirim, maka semakin tinggi frekuensi inventory barang yang ada di toko-toko

ecerannya, sehingga produk lebih cepat ter-update kesesuaiannya dengan permintaan pasar. 5. Informasi infrastruktur apa yang Zara butuhkan dalam pemesanan untuk mengoperasikan produksi, distribusi, dan jaringan eceran secara efektif? Jawab: Informasi infrastruktur yang dibutuhkan Zara dalam pemesanan untuk mengoperasikan produksi, distribusi, dan jaringan eceran secara efektif adalah informasi infrastruktur yang menyediakan data yang selalu sesuai antara data di toko-toko eceran yang tersebar di seluruh dunia dengan data yang ada di pusat distribusi. Toyota 1. Dimana seharusnya pabrik dibangun dan tingkat fleksibelitas apa yang seharusnya dibangun di setiap pabrik? Kapasitas apa yang seharusnya dimiliki oleh setiap pabrik? Jawab: Seharusnya, pabrik dibangun di lokasi menjadi target pasar perusahaan. Sehingga ketika salah satu lokasi, misal lokasi lokal Toyota di Asia mengalami keterpurukan ekonomi ataupun aspek lainnya, contoh pada kasus ini adalah krisi ekonomi di Asia pada akhir tahun 1990-an, yang tidak ikut mempengaruhi pasar di belahan dunia lainnya, seperti Amerika. Karena Toyota telah memiliki pabrik perakitan sendiri di Lexington, Kentucky yang dibangun pada tahun 1988. Tingkat fleksibiltas yang dibangun di setiap pabrik adalah tingkat fleksibilitas yang dapat mencakup sistem pemasok, rancangan produk, sistem produk, dan sistem pengiriman. Dimana semua cakupan tersebut di pabrik yang berada di luar lokal harus lebih tinggi dari pabrik yang ada di lokal. Guna meraih kesuksesan di pasar global.

Kapasitas atau kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh pabrik adalah kemampuan menanggapi permintaan pasar dimana pabrik berada. Hal ini berkaitan dengan harga pasar setempat, misal Lexington yang menuntut harga yang lebih murah, daripada harga yang harus mereka bayar jika memesan langsung dari Jepang. 2. Haruskah pabrik-pabrik dapat berproduksi untuk semua pasar atau hanya pasar dengan kemungkinan yang spesifik? Jawab: Seharusnya pabrik-pabrik berproduksi hanya untuk pasar dengan kemungkinan yang spesifik. Hal ini dilakukan agar resource yang ada tidak menumpuk hanya karena permintaan pada suatu pasar sedikit atau bahkan tidak ada. Maka diperlukan analisa pasar terlebih dahulu, sebelum menentukan jumlah produksi yang akan dipasarkan. 3. Bagaimana seharusnya pasar-pasar dialokasikan untuk pabrik-pabrik dan seberapa sering seharusnya alokasi tersebut direvisi? Jawab: Seharusnya alokasi pabrik tidak berada jauh dari pasar, terutama pasar yang memiliki permintaan yang tinggi. Hal ini berhubungan dengan efektifitas sistem distribusi. Alokasi pabrik sebaiknya dilakukan seminimal mungkin, mengingat harga untuk pembangunan pabrik biasanya tidak sedikit dan menjadi investasi yang sangat besar untuk perusahaan. Jadi penentuan lokasinya harus diperhitungkan secara matang. 4. Fleksibilitas seperti apa yang seharusnya dibangun di dalam system distribusi? Jawab: Fleksibilitas yang seharusnya dibangun di dalam system distribusi adalah fleksibilitas yang memiliki model transportasi yang berbeda untuk pengiriman produk ke pelanggan yang berada di tempat-tempat yang berbeda (Delivery

System). Diharapkan sistem distribusi dapat bekerja secara efektif dan efisien, misalnya dapat melakukan sekali pengiriman produk ke pelanggan. 5. Bagaimana seharusnya investasi yang fleksibel dinilai? Jawab: Seharusnya investasi yang fleksibel dinilai oleh perusahaan sebagai factor yang penting dalam menghadapi persaingan. Dimana tidak hanya factor internal seperti Supplier Sistem, Product Design, Production System, dan Delivery Sistem yang diperhatikan, tetapi juga factor eksternal seperti supplier dan distributor atau retailer yang merupakan konsumen dari perusahaan juga harus diperhatikan oleh perusahaan. 6. Tindakan apa yang seharusnya diambil memproduksi design untuk memfasilitasi fleksibilitas ini? Jawab: Menurut Kasra Ferdows (1997) tindakan yang seharusnya diambil memproduksi design untuk memfasilitasi fleksibilitas adalah: a. Offshore facility: low-cost facility for export production b. Source facility: low-cost facility for global production c. Server facility: regional production facility d. Contributor facility: regional production facility with development skills e. Outpost facility: regional production facility built to gain lokal skills f. Lead facility: facility that leads in development and process technologies Amazon 1. Mengapa Amazon membangun gudang lagi sepanjang perkembangannya? Berapa banyak gudang yang harus dimiliki dan dimana mereka seharusnya dilokasikan? Jawab:

Amazon membangun gudang lagi sepanjang perkembangannya karena untuk memasok beberapa produk dan masih meneruskan penggunaan distributor sebagai sumber dari produk-produk yang lain, sebagai suatu strategi supply chain. Dimana ketika Amazon mendapatkan pesanan dari pelanggannya melalui internet, maka Amazon akan mengirim buku-buku tersebut ke pelanggan dari gudang secara langsung. Karena semakin luas, Amazon membutuhkan tempat untuk menyimpan inventorinya jika nantinya aka nada permintaan buku dari pelanggan, Amazon dapat mengirimnya dengan cepat dan efektif. Semakin banyak gudang yang dibangun, maka dapat mengurangi ongkos pengiriman. Banyaknya gudang yang harus dimiliki tergantung dari pasokan produkproduk tersebut. Untuk alokasi seharusnya berada tidak jauh dari pemasok (supplier) mereka. 2. Apa keuntungan menjual buku dengan internet daripada di toko buku? Jawab: a. Dengan menjual buku dengan Internet, dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja oleh siapa saja. Dan biaya Internet tidak sebesar membeli atau menyewa sebuah toko dan segala perlengkapan administrasinya. b. Dapat memenuhi permintaan pelanggan yang bervariasi, tidak terbatas kategori tertentu yang ada di toko buku. c. Dapat membangun sistem database pelanggan, sehingga dapat menganalisa kebutuhan pelanggan dari riwayat pemesanannya. d. Mudah dicari dari pada mencari di rak-rak yang ada di toko buku. 3. Apakah seharusnya Amazon memasok setiap buku yang dijualnya? Jawab: Tidak. Karena untuk standar inventory, Amazon seharusnya menyimpan inventory secara fisik dari buku-buku yang terkenal dalam waktu yang singkat. Sedangkan untuk “just in time” inventory, Amazon tidak perlu

menyimpan buku-buku yang tidak terkenal. Ketika Amazon menerima pesanan buku yang tidak ada di stok, maka Amazon dapat bekerja sama dengan penerbit untuk permintaan yang tidak terduga. Hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya penyimpanan inventory. 4. Apa keuntungan yang didapatkan oleh pemain bricks-and-mortar dari setting Jawab: a. Dapat menyediakan pemasaran dan promosi dari channel yang lain b. Menyimpan biaya untuk penelitian terhadap pelanggan c. Menambah jumlah pelanggan d. Adanya keamanan e. Langsung setelah layanan penjualan Untuk menambahkan keuntungan: a. Lewat internet, kita dapat mengumpulkan informasi lain yang lebih detail mengenai pelanggan sehingga kita bisa membuat database-nya. Dengan database tersebut, kita dapat membangun strategi pemasaran yang optimal b. Menyediakan dua channel untuk konsumen membuat konsumen merasa lebih nyaman dan juga mencocokkan kebutuhan mereka sendiri. Pada saat yang bersamaan, perusahaan menyimpan biaya (cost). 5. Apakah seharusnya toko buku tradisional seperti Barnes and Noble berintegrasi ke e-commerce untuk supply chain-nya atau mengaturnya sebagai supply chain terpisah? Jawab: Secara upstream (Supplier – Pabrik Pencetak – Gudang) masih bisa saling berintegrasi sendiri tanpa melalui e-commerce. Namun, secara downstream (Gudang – Ekspedisi – Toko Buku – Pelanggan) dapat juga dapat sebuah online channel? Bagaimana seharusnya mereka menggunakan dua channel untuk menambah keuntungan?

diintegrasi ke e-commerce, sehinggan urutannya menjadi Gudang – Ekspedisi – Pelanggan Online. Tanpa melalui toko buku. 6. Untuk produk apa channel e-commerce dapat ditawarkan untuk menambah keuntungan? Apa saja karakter dari produk-produk tersebut? Jawab: Untuk produk virtual seperti software, dana dan saham, tiket, serta informasi. Juga untuk produk fisik, baik yang ada di luar negeri maupun produk-produk yang sulit ditemukan di tempat lain. Karakter dari produk-produk tersebut antara lain: ● Fitur dan kualitas dari barang dapat dengan mudah ditunjukkan melalui gambar yang terbatas ataupun informasi yang disajikan lewat internet. ● Penjualan tradisional dapat diganti dengan mudah dengan ecommerce dan juga mengurangi biaya sewa atau beli toko. ● Ongkos untuk mencari toko tradisional lebih tinggi dari e-commerce Gateway 1. Why did gateway have multiple production facilities in the united states? what advantages or disadvantages does increasing the number of production facilities offer? How does Gateway decide which production facility will produce and ship a customer order? Gateway mempunyai banyak fasilitas produksi di Amerika untuk memberikan pelayanan yang responsif kepada pelanggan, semakin banyak fasilitas produksi yang ada diharapkan responsivitas supply chain juga meningkat. Untuk memilih fasilitas produksi yang digunakan untuk mengirimkan ke pelanggan adalah yang letaknya lebih dekat ke pelanggan, gateway lebih memilih response yang bagus ke pelanggan dengan harga yang cukup murah dengan sedikit pilihan.

2. What factors did Gateway consider when deciding which plants to close? Pabrik yang ditutup yang mempunyai supply berlebih dengan permintaan di sekitarnya yang kurang. 3. Why did Gateway choose not to carry any finished product inventory at its retail stores? Karena strategi gateway adalah barang yang ada di toko merupakan barang display yang ditunjukkan ke pelanggan, barang yang dikirim ke pelanggan bukan dari toko. 4. Should a firm with an investment in retail stores carry any finishedgoods inventory? What are the charateristics of products that are most suitable to be carried in finished-goods inventory? What characterizes products that are best manufactured to order? Seharusnya toko retail brick and mortal menyediakan barang jadi jika customer tidak terlalu membutuhkan customisasi barang. Produk yang sebaiknya merupakan barang jadi di inventory adalah yang demand certainty nya rendah, dan sebaliknya yan demand certainty tinggi sebaiknya dipesan ke supplier. 5. Is the Dell model of selling directly without retail stores always less expensive than a supply chain with retail stores? belum tentu, karena customisasi produk yang dilakukan Dell bisa menyebabkan harga lebih tinggi, tergantung kebutuhan customer. 6. What are the supply chain implications of Gateway's decision to offer fewer configurations? Karena pilihan yang terbutuh maka dituntut supply chain yang responsiv yang dapat memberikan response yang cepat terhadap demand.

W.W. Grainger and McMaster-Carr 1. How many DCs should be built and where should they be located ? Karena pelanggannya membutuhkan akses barang yang cepat, 24 jam sehari, dan tidak sensitif dengan harga, maka stock di toko harus dijamin ada dan memiliki persediaan yang cukup. 2. How should product stocking be managed at the DCs? Should all DCs carry all products? Persediaan harus cukup untuk memenuhi demand uncertainty. 3. What products should be carried in inventory and what products should be left with the supplier? product yang ada di inventory adalah yang demand uncertainty tinggi, yang ada di supplier yang demand uncertainty rendah. 4. What products should W.W. Grainger carry at a store? harus ada persediaan, persediaan banyak untuk produk yang banyak diminati pelanggan. 5. How should markets be allocated to DC's in terms of order fullfillment? What should be done if an order cannot be completely filled from a DC? Should there be specified backup locations? How should they be selected? Tiap DC memenuhi kebutuhan toko yang ada di sekitarnya, dan harus dijaga stok yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Barang dikumpulkan disuatu DC yang besar kemudian didistribusikan ke masing-masing toko. 6. How should replenishment of inventory be managed at the various stocking locations?

Stok barang didistribusikan secara terpusat kemudian baru didistribusikan lagi menggunakan kendaraan yang kecil, satu kendaraan ke satu toko saja sehingga menghemat biaya transportasi. 7. How should web orders be handled relative to the existing business? Is it better to integrated the web business with the existing business or to set up separated distributions? Untuk upstream mungkin bisa disamakan, tetapi untuk downstream tidak, sama seperti contoh kasus Amazon. 8. What transportation modes should be used for order fulfillment and stock replenishment? Untuk order fullfillment digunakan kendaraan besar dari supplier yang mengantarkan barang ke DC Untuk stock replenishment digunakan kendaraan kecil, satu kendaraan untuk satu cabang. Referensi: Supply Chain Management 4th Edition, Sunil Chopra, Peter Meindl, Pearson 2010 http://eprints.upnjatim.ac.id/134/ http://eprints.upnjatim.ac.id/1695/ http://www.scribd.com/pmartin_14/d/57923086-Group1-Amazon-FinalEdition www.scribd.com/mobile/doc/78522541