You are on page 1of 21

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya makalah dengan judul ”Adaptasi Fisiologi Nifas” ini dapat diselesaikan. Ucapan terima kasih yang sangat besar penyusun tujukan kepada:
1.

Dr. Kukung, Sp.OG ; dokter pembimbing yang telah memberikan ilmu dan bimbingan. Kedua orang tua yang selalu dengan penuh semangat memberikan dukungan moril dan materi. Tim Medis dan Paramedis RS Umum Daerah Karawang yang telah memberikan bantuan serta

2.
3.

pengalaman. Penyusun berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai ”Adaptasi Fisiologi Nifas”. Penyusun juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.

Karawang, September 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

1

KATA PENGANTAR......................................................................................................... DAFTAR ISI....................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN................................................................................................... BAB II ADAPTASI FISIOLOGI NIFAS...........................................................................
A. Sistem Reproduksi.................................................................................................... B. Sitem Pencernaan......................................................................................................

1 2 3 4 4 9

C. Sistem Perkemihan.................................................................................................... 11 D. Sistem Muskuloskeletal............................................................................................ E. Laktasi...................................................................................................................... F. Sistem Kardiovaskular.............................................................................................. G. Tanda-Tanda Vital ................................................................................................... H. Sistem Endokrin.......................................................................................................

14 16 17 18 19 20

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

2

1 Masa nifas merupakan suatu keadaan fisiologis dimana berlangsungnya pemulihan kembali yang dimulai dari persalinan selesai sampai kembali seperti sebelum hamil. imunisasi.Masa puerperium atau masa nifas dimulai sejak 1 jam pertama lahirnya plasenta sampai 6 minggu atau 42 hari setelah itu. bayi. cara menjarangkan kehamilan. deteksi dini dan pengobatan komplikasi dan penyakit yang mungkin terjadi. 1 BAB II ADAPTASI FISIOLOGI NIFAS Definisi 3 . emosional dan sosial. Keadaan ini terutama disebabkan oleh konsekuensi ekonomi. di samping ketidaktersediaan pelayanan atau rendahnya peranan fasilitas kesehatan dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang cukup berkualitas.1 Periode pascapersalinan meliputi masa transisi kritis bagi ibu. perhatian utama bagi ibu dan bayi terlalu banyak tertuju pada masa kehamilan dan persalinan. Pelayanan pascapersalinan harus terselenggara pada masa itu untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi. yang meliputi upaya pencegahan. Baik di negara maju maupun negara berkembang. Ini merupakan masa yang sulit bagi ibu yang baru bersalin. bersalin dan kesiapan untuk menyusui. sementara keadaan yang sebenarnya justru merupakan kebalikannya. dan nutrisi bagi ibu. oleh karena risiko kesakitan dan kematian ibu serta bayi lebih sering terjadi pada masa pascapersalinan. Sebagian besar organ-organ tubuh ibu mengalami involusi dan penyesuaian dari masa kehamilan. dan keluarganya secara fisiologis. Rendahnya kualitas pelayanan kesehatan juga menyebabkan rendahnya keberhasilan promosi kesehatan dan deteksi dini serta penatalaksanaan yang adekuat terhadap masalah dan penyakit yang timbul pada masa pasca persalinan. serta penyediaan pelayanan pemberian ASI.

a. 2. Bagi ibu yang pertama kali mengalami persalinan. Perubahan secara normal tersebut terjadi pada multi organ. Iskemia Miometrium 4 . hubungan keluarga dan aturan serta penyesuaian terhadap aturan yang baru.Masa nifas atau yang dikenal juga dengan puerperium adalah masa pascapersalinan yang dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya plasenta sampai dengan 42 hari setelahnya. Involusi uteri dapat juga dikatakan sebagai proses kembalinya uterus pada keadaan semula atau keadaan sebelum hamil.3 Perubahan yang terjadi dapat sangat menakjubkan dimana uterus dengan berat 60 gram sebelum kehamilan secara perlahan-lahan bertambah besarnya hingga 1 kg selama masa kehamilan dan setelah persalinan akan kembali ke keadaan sebelum hamil. ibu menyadari terjadinya perubahan kehidupan yang sangat bermakna dalam hidupnya.warna dan jumlah lochia. Keadaan ini melibatkan reorganisasi dan penganggalan desidua/ endometrium dan pengelupasan lapisan pada tempat implantasi plasenta sebagai tanda penurunan ukuran dan berat serta perubahan tempat uterus. Perubahan alat-alat genital ini secara keseluruhannya disebut involusi. Termasuk didalamnya perubahan dari seorang perempuan menjadi seorang ibu. perubahan fisik secara dramatis.2 Adaptasi Fisiologi Nifas Banyak hal fisiologis pada masa pascasalin yang terjadi pada ibu. Keadaan ini ditandai dengan perubahan emosional. Masa pascapersalinan sendiri merupakan fase khusus dalam kehidupan ibu dan bayi.2 A. kadang lebih bayak mengarah secara spesifik pada kemunduran uterus terutama ukurannya. SISTEM REPRODUKSI Walaupun istilah involusi saat ini telah digunakan untuk menunjukkan kemunduran yang terjadi pada setiap organ dan saluran reproduktif. Dalam masa nifas alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Hal ini terkadang membutuhkan pengertian pada ibu agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi perubahan fisiologis tersebut.Involusi Uterus3 Involusi uterus atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan bobot hanya 60 gram. Proses involusi uterus adalah sebagai berikut:3 1.

Enzim proteolitik akan memendekkan jaringan otot yang telah sempat mengendur hingga 10 kali panjangnya dari semula dan 5 kali lebarnya dari semula selama kehamilan atau dapat juga dikatakan sebagai pengrusakan secara langsung jaringan hipertrofi yang berlebihan. Hasil dari proses ini dialirkan melalui pembuluh limfe. Kemudian naik ke tingkat umbilicus dalam beberapa jam dan bertahan hingga satu atau dua hari dan kemudian secara berangsurangsur turun ke pelviks yang secara abdominal tidak dapat terpalpasi diatas simfisis setelah sepuluh hari.2. Proses ini membantu untuk mengurangi situs atau tempat implantasi plasenta serta mengurangi perdarahan.3 Perubahan uterus ini berhubungan erat dengan perubahan-perubahan pada miometrium. 2. Segera setelah proses persalinan puncak fundus kira-kira dua pertiga hingga tiga perempat dari jalan atas diantara simfisis pubis dan umbilicus.Disebabkan oleh kontraksi dan retraksi yang terus menerus dari uterus setelah pengeluaran plasenta membuat uterus relatif anemi dan menyebabkan serat otot atrofi. Efek Oksitosin Oksitosin menyebabkan terjadinya kontraksi dan retraksi otot uteri sehingga akan menekan pembuluh darah dan mengakibatkan berkurangnya suplai darah ke uterus. Hal ini disebabkan karena penurunan hormon estrogen dan progesteron.0 cm 2.5 cm 7.3 Waktu Pada akhir persalinan Akhir minggu ke-1 Akhir minggu ke-2 Akhir minggu ke-6 Bobot Uterus 900 gram 450 gram 200 gram 60 gram Diameter Uterus 12. Autolysis Autolysis merupakan proses penghancuran diri sendiri yang terjadi di dalam otot uterine.5 cm Palpasi Serviks Lembut/lunak 2 cm 1 cm Menyempit Penurunan ukuran uterus yang cepat itu dicerminkan oleh perubahan lokasi uterus ketika turun keluar dari abdomen dan kembali menjadi organ pelviks. Pada miometrium terjadi perubahan-perubahan yang bersifat proteolisis. 3.5 cm 5. Desidua tertinggal dalam uterus 5 .

Dengan involusi uterus ini. Pertumbuhan kelenjar ini pada dasarnya 6 . Regenerasi endometrium terjadi di tempat implantasi plasenta selama kurang lebih 6 minggu. Suatu degenerasi nekrosis lapisan superfisial yang akan terpakai lagi sebagai bagian dari pembuangan lochia dan lapisan dalam dekat miometrium.Involusi Tempat Plasenta4 Setelah persalinan. Desidua yang mati akan keluar berssma dengan sisa cairan. Pengeluaran lochia ini biasanya berakhir dalam waktu 36 minggu. Hal ini disebabkan karena luka ini sembuh dengan cara dilepaskan dari dasarnya tetapi diikuti pertumbuhan endometrium baru di bawah permukaan luka. tempat plasenta merupakan tempat dengan permukaan kasar. Pada permulaan nifas bekas plasenta mengandung banyak pembuluh darah besar yang tersumbat oleh trombus.setelah separasi dan ekspulsi plasenta dan membrane yang terdiri dari lapisan zona basalis dan suatu bagian lapisan zona spongiosa pada desidua basalis (tempat implantasi plasenta) dan desidua parietalis (lapisan sisa uterus). Pertumuhan kelenjar endometrium ini berlangsung di dalam desidua basalis. Dengan cepat luka ini mengecil. Lapisan yang terdiri dari sisa-sisa endometriumdi lapisan basalis. Endometrium akan diperbaharui oleh proliferasi epitelium dan endometrium. 2. pada akhir minggu kedua hanya sebesar 3-4 cm dan pada akhir nifas 1-2 cm. tidak rata dan kira-kira sebesar telapak tangan. yang biasanya berwarna merah muda atau putih pucat. b. Desidua yang tersisa ini menyusun kembali menjadi dua lapisan sebagai hasil invasi leukosit yaitu:2. tetapi luka bekas plasenta tidak meninggalkan parut.3 1. Endometrium ini tumbuh dari pinggir luka dan juga dari sisa-sisa kelenjar pada dasar luka. maka lapisan luar dari desidua yang mengelilingi situs plasenta akan menjadi nekrotik. Biasanya luka yang demikian sembuh dengan mejadi parut. suatu campuran antara darah yang dinamakan lochia. kecuali di tempat implantasi plasenta. Regenerasi endometrium diselesaikan selama pertengahan atau akhir dari postpartum minggu ketiga. Penyembuhan luka bekas plasenta sangat khas. Epitelium berproliferasi meluas ke dalam dari sisi tempat ini dan dari lapisan sekitar uterus serta di bawah tempat implantasi plasenta dari sisa-sisa kelenjar basilar endometrial di dalam desidua basalis.

Perubahan Ligamen 4 Ligamen-ligamen dan diafragma pelvis serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan partus. Bentuk ini disebabkan oleh korpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi. d. robekan serviks menjadi sembuh. Perubahan-perubahan yang terdapat pada serviks postpartum adalah bentuk serviks yang akan menganga seperti corong. 7 . ostium externum tidak serupa dengan keadaannya sebelum hamil.Perubahan pada Serviks Serviks mengalami involusi bersama-sama uterus.mengikis pembuluh darah yang membeku pada tempat implantasi plasenta yang menyebabkannya menjadi terkelupas dan tidak dipakai lagi pada pembuangan lochia. Pada serviks terbentuk sel-sel otot baru yang mengakibatkan serviks memanjang sepeti celah. Walaupun begitu setelah involusi selesai. Karena hiperplasia ini dan karena retraksi dari serviks. pinggir-pinggir tidak rata tetapi retak-retak karena robekan dalam persalinan. Oleh robekan ke samping ini terbentuk bibir depan dan bibir belakang pada serviks. Pada akhir minggu pertama hanya dapat dilalui oleh 1 jari saja. Pada umumnya ostium externum lebih besar dan tetap ada retak-retak dan robekan-robekan pada pinggirnya. sedangkan serviks tidak berkontraksi. Warna serviks sendiri merah kehitam-hitaman karena penuh pembuluh darah. sehingga seolah-olah ada perbatasan antara korpus dan serviks uteri terbentuk semacam cincin. terutama pada pinggir sampingnya.4 Beberapa hari setelah persalinan ostium externum dapat dilalui oleh 2 jari. c. dan lingkaran retraksi berhubungan dengan bagian atas dari kanalis servikalis. Tidak jarang ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan letak uterus menjadi retroflexi. jaringan penunjang alat genitalia menjadi agak kendor. setelah janin lahir. Tidak jarang pula wanita mengeluh kandungannya turun setelah melahirkan oleh karena ligamen. fasia. berangsur-angsur menciut kembali seperti sedia kala.3.

yang biasanya berwarna merah muda atau putih pucat.Lochia4 Dengan adanya involusi uterus. Bau yang paling kuat pada lochia serosa dan harus dibeldakan juga dengan bau yang menandakan infeksi. peluruhan desidua. Desidua yang mati akan keluar bersama dengan sisa cairan. Lochia disekresikan dengan jumlah banyak pada awal jam postpartum yang selanjutnya akan berkurang sejumlah besar sebagai lochia rubra. Campuran antara darah dan desidua tersebut dinamakan lochia. maka lapisan luar dari desidua yang mengelilingi situs plasenta akan menjadi nekrotik. sel epitel dan bakeri. 8 . Lochia adalah ekskresi cairan rahim selama masa nifas dan mempunyai reaksi basa/ alkalis yang dapat membuat organisme berkembang lebih cepat daripada kondisi asam yang ada pada vagina normal. Lochia mempunyai bau yang amis meskipun tidak terlalu menyengat dan volumenya berbeda-beda pada seriap wanita. Lochia mempunyai suatu karakteristik bau yang tidak sama dengan sekret menstrual. selaput lendir serviks dan serabut jaringan yang mati. verniks caseosa. Sekret mikroskopik lochia terdiri dari eritrosit. juga terdiri dari leukosit dan robekan laserasi plasenta Mengandung leukosit. rambut lanugo.e. Pengeluaran lochia dapat dibagi berdasarkan waktu dan warna diantaranya:3. Lochia mengalami perubahan karena proses involusi. Kalau lochia tetap berwarna merah setelah 2 minggu ada kemungkinan tertinggalnya sisa plasenta atau karena involusi yang kurang sempurna yang sering disebabkan retroflexio uteri. Alba >14 hari Putih Bila pengeluaran lochia tidak lancar maka disebut lochiastasis. sisa mekoneum dan sisa darah 3-7 hari Putih bercampurSisa darah bercampur lendir merah 7-14 hari Kekuningan/ kecoklatan Lebih sedikit darah dan lebih banyak serum. sejumlah keceil sebagai lochia serosa dan sejumlah lebih sedikit lagi lochia alba.4 Lokia Rubra/merah (kruenta) Sanginolenta Serosa Waktu Warna 1-3 hari Merah kehitamanTerdiri Ciri-ciri dari sel desidua.

Setelah benar-benar pulih dari efek analgesia. Ukuran vagina akan selalu lebih besar dibandingkan keadaan saat sebelum persalinan pertama.Umumnya jumlah locia lebih sedikit bila wanita postpartum berada dalam posisi berbaring daripada berdiri. Total jumlah rata-rata pembuangan lochia kira-kira 240-270 ml. Meskipun demikian latihan otot perineum dapat mengembalikan tonus tersebut dan dapat mengencangkan vagina hingga tingkat tertentu. dan dalam beberapa hari pertama sesudah proses tersebut. 4 f. anestesia dan keletihan.3 Ibu biasanya lapar segera setelah melahirkan. Ibu seringkali cepat lapar setelah melahirkan dan siap makan pada 1-2 jam post primordial. perineum menjadi kendur karena sebelumnya teregang oleh tekanan kepala bayi yang bergerak maju. SISTEM PENCERNAAN a. Setelah 3 minggu vulva dan vagina kembali kepada keadaan tidak hamil dan rugae dalam vagina secara berangsur-angsur akan muncul kembali sementara labia menjadi lebih menonjol. Perubahan pada Vulva. kedua organ ini tetap berada dalam keadan kendur. Nafsu Makan1. kebanyakan ibu merasa sangat lapar. Kerapkali untuk pemulihan nafsu makan. Vagina dan Perineum Vulva dan vagina mengalami penekanan serta peregangan yang sangat besar selama proses melahirkan bayi. Hal ini terjadi akibat pembuangan bersatu di vagina bagian atas manakala wanita dalam posisi berbaring dan kemudian akan mengalir keluar manakala dia berdiri.5 B. dan dapat ditoleransi dengan diet yang ringan. Permintaan untuk memperoleh makanan dua kali dari jumlah yang biasa dikonsumsi disertai konsumsi camilan yang serimg ditemukan. Hal ini dapat dilakukan pada akhir puerperium dengan latihan harian. Pada post natal hari ke 5 perineum sudah mendapatkan kembali sebagian besar tonusnya sekalipun tetap lebih kendur daripada keadaan sebelum melahirkan.5 Segera setelah melahirkan. diperlukan waktu 3-4 hari sebelum faal usus kembali 9 . sehingga ia boleh mengonsumsi makanan ringan.

Motilitas Secara khas penurunan tonus dan motilitas otot traktus cerna menetap selama waktu yang singkat setelah bayi lahir. Keadaan ini bisa disebabkan karena tonus otot usus meurun selama proses persalinan dan pada awal masa postpartum. SISTEM PERKEMIHAN 1. diare sebelum persalinan. b. Faktor-faktor tersebut mendukung konstipasi pada ibu nifas dalam minggu pertama. c. Kebiasaan buang air yang teratur perlu dicapai kembali setelah tonus usus kembali normal. kurang makan atau dehidrasi. Sistem pencernaan pada masa nifas membutuhkan waktu yang berangsur-angsur untuk kembali normal.4 Buang air besar secara spontan bisa tertunda selama dua sampai tiga hari setelah ibu melahirkan. Meskipun kadar progesteron menurun setelah melahirkan. namun asupan makanan juga mengalami penurunan selama satu atau dua hari. Fungsi Sistem Perkemihan 10 . C. Pola makan ibu nifas tidak akan seperti biasa dalam beberapa hari dan perineum ibu akan terasa sakit untuk defekasi. Pengosongan Usus 3. Ibu seringkali sudah menduga nyeri saat defekasi karena nyeri yang dirasakannya di perineum akibat episiotomi. gerak tubuh berkurang dan usus bagian bawah sering kosong jika sebelum melahirkan diberikan enema. enema sebelum melahirkan. laserasi atau hemoroid. Suppositoria dibutuhkan untuk membantu eliminasi pada ibu nifas. Akan tetapi proses konstipasi juga dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu dan kekhawatiran lukanya akan terbuka bila ibu buang air besar. Kelebihan analgesia dan anestesia bisa memperlambat pengembalian tonus dan motilitas ke keadaan normal.normal.

Keseimbangan dan Keselarasan Berbagai Proses di Dalam Tubuh4. Racun dan Zat Toksin Ginjal mengekskresi hasil akhir metabolisme protein yang mengandung nitrogen terutama urea. b. dan cairan yang langsung memberikan lingkungan segera untuk sel-sel yang disebut cairan intertisial (cambridge.4 disebut alkalosis dan jika pH < 7. 2.35 disebut asidosis. Bila pH >7. Pengaturan Tekanan Darah Menurunkan tekanan darah dan serum sodium (Na) akan meningkatkan serum pottasium lalu merangsang pengeluaran renin yang dalam aliran darah diubah menjadi angiotensin yang akan mengekskresikan aldosteron sehingga mangekibatkan terjadinya retensi Na+ dan H2O kemudian terjadi peningkatan volume darah yang menigkatkan tekanan darah. • Dehidrasi adalah kekurangan cairan atau volume air yang terjadi pada tubuh karena pengeluaran berlebihan dan tidak diganti. Perangsangan Produksi Sel Darah Merah 11 . Cairan ekstraseluler dibagi antara plasma darah.6 a. Angiotensin juga dapat menjadikan vasokonstriksi perifer yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah.a. 70% dari air tubuh terletak di dalam sel-sel dan dikenal sebagai cairan intraselular. 1991:2) 6 • Edema adalah tertimbunnya cairan dalam jaringan akibat gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh. Kandungan air sisanya disebut cairan ekstraselular.35-7. Keseimbangan Asam-Basa Tubuh Batas normal pH cairan tubuh adalah 7. Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Cairan yang terdapat dalam tubuh terdiri dari air dan unsur-unsur yang terlarut di dalamnya. asam urat dan kreatinin. Mengeluarkan Sisa Metabolisme. b. c.40.

Asetonuria bisa terjadi pada wanita yang tidak mengalami komplikasi persalinan atau setelah suatu persalinan yang lama dan disertasi dehidrasi. (cunningham dkk. Laktosuria positif pada ibu menyusui merupakan hal normal. 1993) .6 5.3. Diuresis postpartum yang disebabkan oleh penurunan kadar estrogenm hilangnya penigkatan volume darah akibat kehamilan. dilatasi traktus urinarius bisa menetap selama 3 bulan. Fungsi ginjal kembali normal dalam waktu 1 bulan setelah wanita melahirkan. Salah satu mekanisme untuk mengurangi cairan yang teretensi selama masa hamil ialah diaforesis luas. Komponen Urin Glukosuria ginjal diinduksikan oleh kehamilan menghilang. 3. Diperlukan kira-kira 2 sampai 8 minggu supaya hipotonia pada kehamilan dan dilatasi ureter serta pelvis ginjal kembali ke keadaan sebelum hamil. Diuresis Postpartum Dalam 12 jam postpartum ibu mulai membuang kelebihan cairan yang tertimbun di jaringan selam ia hamil. terutama pada malam hari selam dua sampai tiga hari pertama setelah melahirkan. merupakan akibat autolisis uterus yang berinvolusi. pemecahan kelebihan protein di dalam sel otot uterus juga menyebabkan proteinuria ringan (+1) selam 1 sampai 2 hari setelah wanita melahirkan.Dalam pembentukan sel darah merah diperlukan hormon eritropoietin untuk merangsang sumsum tulang hormon ini dihasilkan oleh ginjal. BUN (Blood Urea Nitrogren) yang meningkat selama masa postpartum. pada sebagian kecil wanita. Sistem Urinarius Perubahan hormonal pada masa hamil (kadar steroid yang tinggi) turut menyebabkan peningkatan fungsi ginjal. sedangkan penurunan kadar steroid setelah wanita melahirkan sebagian menjelaskan sebab penurunan fungsi ginjal selama masa postpartum. kehilangan cairan melalui keringat dan peningkatan jumlah urin meyebabkan penurunan berat badan 12 .6 4. Hal ini terjadi pada sekitar 50% wanita. merupakan mekanisme tubuh untuk mengatasi kelebihan cairan.

6 Apabila terjadi distensi berlebih kandung kemih dapat mengalami kerusakan lebih lanjut (atoni). Dengan mengosongkan kandung kemih secara adekuat.sekitar 2. yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir. penurunan berkemih seiring diuresis postpartum.6 6. distensi yang berlebihan ini dapat menyebabkan kandung kemih lebih peka terhadap infeksi sehingga mengganggu proses berkemih normal. tonus kandung kemih biasanya akan pulih kembali dalam lima sampai tuhuh hari setelah bayi lahir. Terdapat beberapa alasan mengapa kerja kandung kemih menjadi lebih berat pasca persalinan. Kapasitas menahan kandung kemih meningkat karena tiba-tiba kandung kemih punya 13 . bisa menyebabkan distensi kandung kemih. antara lain :7 1. Pengambilan urin dengan cara bersih atau melalui kateter sering menunjukkan adanya trauma pada kandung kemih. Distensi kandung kemih yang muncul segera setelah wanita melahirkan dapat menyebabkan perdarahan berlebih karena keadaan ini bisa menghambat uterus berkontraksi dengan baik. Uretra dan meatus urinarius bisa juga mengalami edema. Pada masa postpartum tahap lanjut. dkk 1993). (reversal of the water metabolism of pregnancy). pengosongan yang tak sempurna dan urin residual kecuali jika dilakukan asuhan untuk mendorong terjadinya pengeosongan kandung kemih bahkan saat tidak merasa untuk berkemih. (cinningham. Kandung kemih yang edema.4. seringkali disertai di daerah-daerah kecil hemoragi. Selain itu rasa nyeri pada panggul yang timbul aibat dorongan selama melahirkan.4.5 kg selama masa postpatrum. Kombinasi trauma akibat kelahiran. Dinding kandung kemih dapat mengalami hiperemesis dan edema. dan efek konduksi anestesi menyebebkan keinginan untuk berkemih menurun. terisi penuh dan hipotonik dapat mengakibatkan overdistensi. peningkatan kapasitas kandung kemih setelah bayi lahir. Uretra dan Kandung Kemih Trauma bila terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses melahirkan. Pengeluaran kelebihan cairan yang tertimbun selama hamil kadang-kadang disebut kebalikan metabolisme air pada masa hamil. laserasi vagina atau episiotomi menurunkan atau mengubah refleks berkemih.

Hal ini dapat membuat klien merasa tidak nyaman dan resiko infeksi saluran kencing tinggi. Kandung kemih mungkin mengalami trauma atau memar selama proses persalinan karena tekanan yang ditimbulkan oleh fetus dan menjadi lumpuh sementara. maka dilakukan kateterisasi. 3. Ibu diusahakan mampu buang air kecil sendiri. Oleh sebab itu. bila tidak maka dilakukan tindakan dengan :7 • • Pastikan ibu mendapat banyak cairan Kompres air hangat di atas simfisis Bila hal tersebut tidak berhasil. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai adanya infeksi saluran kencing adalah: 1. 14 . Obat/anestesi bisa mengurangi kepekaan kandung kemih atau kewaspadaan ibu untuk BAK. Untuk mengurangi rasa nyeri/terbakar. Setelah 24 jam postpartum. Sensitivitas daerah yang mengalami episoiotomi bisa menimbulkan rasa terbakar atau nyeri saat berkemih. Demam sekitar 38°C – 41°C 6. sehingga kebutuhan untuk berkemih menjadi jarang. Ibu meperoleh minum atau cairan ekstra lebih banyak. kateterisasi tidak dilakukan sebelum lewat 6-8 jam postpartum. Sakit pinggang ringan pada satu atau kedua sisi. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan untuk menanganinya adalah :7 1. ibu dapat dianjurkan buang air kecil dengan cara berdiri. berkemih masih sulit 2. Faktor psikologis Pengosongan kandung kemih sangat penting untuk menghindari infeksi saluran kemih. Jumlah urin yang keluar sedikit dalam beberapa hari berikutnya 3.banyak ruang untuk mengembang. 4. Frekuensi dan keinginan untuk kencing yang hanya sedikit. 2. Hilangnya kekencangan otot di kandung kemih karena terlalu tegang (kandung kemih yang terlalu penuh) bisa menghalangi turunnya rahim dengan baik. Miksi disebut normal bila dapat buang air kecil spontan 3-4 jam. 5. 4. 2. Rasa nyeri dan/atau terbakar saat berkemih terus berlanjut bahkan setelah sensifitas episiotomi atau perbaikan luka koyak sudah berkurang. 5.

b. Adaptasi ini mencakup hal-hal yang membantu relaksasi dan hipermobilitas sendi dan perubahan pusat gravitasi ibu akibat pembesaran rahim. jarak kehamilan yang dapat menentukan berapa lama tonus otot kembali normal d.5 a. SISTEM MUSKULOSKELETAL/ DIASTASIS RECTUS ABDOMINIS Adaptasi sitem muskuloskeletal ibu yang terjadi selama masa hamil berlangsung secara terbalik pada masa postpartum. Tempat yang lemah ini menonjol kalau berdiri atau mengejan. Stabilisasi sendi lengkap pada minggu ke-6 sampai minggu ke-8 setelah wanita melahirkan. kaki wanita tidak mengalami perubahan setelah melahirkan. tetapi biasanya pulih kembali dalam 6 minggu. fascia tipis dan kulit. walaupun semua sendi lain kembali normal sebelum hamil. Jika infeksi sudah dipastikan.3. Kadang-kadang pada wanita yang asthenis terjadi diastasis dari otot-otot rectus abdominis sehingga sebagian dari dinding perut di garis tengah hanya terdiri dari peritoneum. Melalui latihan postnatal. Perubahan Ligamen4 15 . rujuk.3. paritas. Hal tersebut dapat dilihat dari pengkajian keadaan umum. Striae Striae pada dinding abdomen tidak dapat menghilang sempurna melainkan membentuk garis lurus yang samar. aktivitas. c. Akan tetapi. Kulit Abdomen3. Dinding Perut dan Peritoneum Setelah persalinan dinding perut longgar karena diregang begitu lama. Ibu postpartum memiliki tingkat diastasis sehingga terjadi pemisahan musculus rectus abdominis. dokter akan memberikan perawatan antibiotik khusus untuk organisme penyebab infeksi. D.5 Kulit abdomen yang melebar selama masa kehamilan tampak melonggar dan mengendur sampai berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan yang dinamakan striae. otot-otot dari dinding abdomen seharusnya dapat normal kembali dalam beberapa minggu.

urusan kantor dan lainnya karena hal ini juga dapat mempengaruhi produksi ASI. yang merupakan makanan pokok terbaik bagi bayi yang bersifat alamiah. E.setelah janin lahir. Seringkali klien tidak mampu berjalan tanpa bantuan. berangsur-angsur menciut kembali seperti sedia kala. Tidak jarang ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan letak uterus menjadi retroflexi. merasa aman. Pemisahan simfisis dapat dipalpasi. hangat akan kasih sayang ibunya.7 16 . Untuk memproduksi ASI yang baik harus dalam keadaan tenang. Simfisis Pubis Meskipun relatif jarang. dan bagi si anak akan merasa puas dalam pelukan ibunya. Hal ini merupakan faktor yang penting bagi perkembangan anak selanjutnya. ibu yang selalu dalam keadaan tertekan. Produksi ASI masih sangat dipengaruhi oleh faktor kejiwaan.Ligamen-ligamen dan diafragma pelvis serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan partus. e.1. fasia dan jaringan penunjang alat genitalia menjadi agak kendor. Bagi setiap ibu yang melahirkan akan tesedia makanan bagi bayinya. kurang percaya diri dan berbagai ketegangan emosional akan menurunkan volume ASI bahkan tidak terjadi produksi ASI. tenteram. LAKTASI Laktasi dapat diartikan dengan pembentukan dan pengeluaran air susu ibu (ASI). tetapi simfisis pubis yang terpisah ini merupakan penyebab utama morbiditas maternal dan kadang-kadang penyebab ketidakmampuan jangka panjang. Ibu yang sedang menyusui juga jangan terlalu banyak dibebani urusan pekerjaan rumah tangga. Tidak jarang pula wanita mengeluh kandungannya turun setelah melahirkan oleh karena ligamen. sedih. Sementara pada kebanyakan wanita gejala dapat menetap sehingga diperlukan kursi roda.3. Hal ini biasanya ditandai oleh nyeri tekan signifikan pada pubis disertai peningkatan nyeri saat bergerak di tempat tidur atau saat berjalan.

Ada 2 refleks yang sangat dipengaruhi oleh ibu. Refleks Let Down Refleks ini mengakibatkan memancarnya ASI keluar. F. yaitu :1. ibu menerima rangsangan neurohormonal pada putting dan areola. 4. dari glandula pituitary posterior dikeluarkan hormon oxytosin ke dalam peredaran darah yang menyebabkan adanya kontraksi otot-otot myoepitel dari saluran air susu. isapan bayi akan merangsang putting susu dan areola yang dikirim lobus posterior melalui nervus vagus. lobus anterior akan mengeluarkan hormon prolaktin yang masuk melalui peredaran darah sampai pada kelenjar-kelenjar pembuat ASI dan merangsang untuk memproduksi ASI. nadi berkisar antara 50-80x/menit (bradikardi).3 Refleks Prolaktin Pada waktu bayi menghisap payudara ibu. mungkin lebih rendah pada respon pemberian analgetik atau anestesi. SISTEM KARDIOVASKULAR Tekanan darah bervariasi. rangsangan ini melalui nervus vagus diteruskan ke hypofisis lalu ke lobus anterior.5 17 . sehingga merangsang pengeluaran asi. takikardi terjadi apabila partus lama dan terjadi perdarahan yang hebat.

Bila suhu tidak turun kemungkinan adanya infeksi pada endometrium.000/mm3 dan ini merupakan angka yang normal ditemukan. terdapat kehilangan plasma dalam jumlah besar sehingga menyebabkan Hb dan Ht meningkat hingga 7 hari setelah persalinan.4 Faktor pembekuan dan fibrinogen akan meningkat selama kehamilan dan masa post partum. Dalam komponen darah. Dapat pula menggigil disebabkan oleh instabilitas vasomotor. Tidak terdapat destruksi sel darah merah selama periode post partum dan kadar sel darah merah akan kembali normal setelah minggu 8 post partum. Dapat terjadi diaporesis pada malam hari. Biasanya pada hari ketiga suhu badan naik lagi karena adanya pembentukan ASI. tractus genitalis atau sistem lain. Ini akan menurun cepat pada minggu ke-2 post partum dan kembali pada kondisi sebelum kehamilan pada 24 minggu post partum.000/mm3. Jika ditambah dengan kerusakan pembuluh darah dan imobilisasi maka hal ini akan meningkatkan risiko terjadinya tromboembolisme. TANDA-TANDA VITAL3. normal apabila tidak disertai demam. Dan pada ibu post partum kadar leukosit dapat mencapai angka 20. mastitis.5°C – 38°C) sebagai akibat kerja keras waktu melahirkan. kehilangan cairan dan kelelahan. Hal ini dapat disebabkan karena adanya pemutusan sirkulasi uteroplasenta. Untuk leukosit.000-25. Sedangkan dalam cardiac output (CO) akan meningkat dibandingkan saat kehamilan pada 30-60 menit pasca persalinan. Volume darah yang bertambah (1000-1500ml) selama kehamilan dan akan berkurang sampai 2 minggu post partum dan kembali ke kondisi seperti sebelum kehamilan pada bulan ke-6 post partum. Nadi 18 .7 Suhu Badan Dalam 24 postpartum suhu badan akan naik sedikit (37. G. berwarna merah karena banyaknya ASI. Apabila keadaan normal suhu badan menjadi biasa. buah dada menjadi bengkak.Terjadi perubahan volume darah yang dipengaruhi oleh kehilangan darah saat persalinan maupun pengeluaran edema fisiologis pada saat kehamilan. untuk hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht) setelah 72 jam setelah persalinan. jumlah leukosit normal pada ibu hamil adalah 12.

Diantara wanita laktasi sekitar 15% memperoleh menstruasi selama 6 minggu dan 45% setelah 12 minggu. H.4 Untuk wanita yang menyusui dan tidak menyusui akan mempengaruhi lamanya ia mendapatkan menstruasi. Hormon Pituitary Prolaktin darah meningkat dengan cepat. Sehabis melahirkan biasanya denyut nadi itu akan menjadi lebih cepat. human corionik gonadotropin (hCG). Estrogen dan progesteron mencapai kadar terendah pada minggu pertama postpartum.Denyut nadi normal pada orang dewasa 60-80 kali permenit.4 Hormon Plasenta Keadaan hormon plasenta menurun dengan cepat setelah persalinan seperti human plasenta laktogen (hPL).3. dan LH tetap rendah hingga ovulasi terjadi. kecuali apabila ada gangguan khusus pada saluran nafas. Tekanan darah tinggi pada postpartum dapat menandakan terjadinya preeklampsi postpartum. Diantara 19 . Pernafasan Keadaan pernafasan selalu berhubungan dengan keadaan suhu dan denyut nadi. pada wanita tidak menyusui menurun dalam waktu 2 minggu. Bila suhu nadi tidak normal. Human Chorionic Gonadotropin (HCG) menurun dengan cepat dan menetap sampai 10% dalam 3 jam hingga hari ke-7 postpartum dan sebagai onset pemenuhan mamae pada hari ke-3 postpartum. Hipotalamik Pituitary Ovarium 1. pernafasan juga akan mengikuti. Seringkali menstruasi pertama itu bersifat anovulasi yang dikarenakan rendahnya kadar estrogen dan progesteron. Tekanan darah Biasanya tidak berubah. SISTEM ENDOKRIN 1. kemungkinan tekanan darah akan rendah setelah ibu melahirkan karena ada perdarahan. FSH dan LH meningkat pada fase konsentrasi folikuler pada minggu ke-3.

Available at: http://kasuheimi. Available at:http://harnawatiaj.2012.2005. 25.2012. Obstetri Fisiologi. 20 . Sarwono. Ilmu Kebidanan.blogspot. 2. DAFTAR PUSTAKA 1. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.com/2008/06/fisiologi-nifas-penanganannya.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Accessed on: August 25th. Accessed on: August. 3. 65% setelah 12 minggu dan 90% setelah 24 minggu. Untuk wanita laktasi 80% menstruasi pertama anovulasi dan untuk wanita yang tidak laktasi 50% siklus pertama anovulasi.wanita yang tidak laktasi 40% menstruasi setelah 6 minggu. Eleman : Bandung Prawirohardjo. Fisiologi nifas dan penanganannya.com/2008/04/04/masa-nifas/. Masa Nifas. 1983.html/.wordpress. Jakarta.

V. 1996.dkk.2012.Mayes Midwifery.com/. 21 . Bobak.EGC: Jakarta. Ruth Bennet. Churcill Livingstone: London Varney. 27. Available at:http://midwifesari.4. 6. Penanganan nifas. Bailliere Tindall: London.blogspot.1997. Keperawatan Maternitas. Varneys Midwifery. Sweet.com/2007/04/19/retensi-urin-post- partum. Accessed on: August.2001. BR.2012. Accessed on: August. 7. Available at:http://jevuska. 5.28. Myles Textbook for Midwifery. Saluran kemih postpartum.