Disusun untuk Memenuhi Tugas Keperawatan Jiwa

Diusun Oleh : Kelompok 4

AKADEMI KEPERAWATAN DIAN HUSADA MOJOKERTO

diharapkan respon klien terhadap berbagai stimulus dalam kehidupan sesuai dengan kenyataan. musik. 1992 ) TAK stimulasi sensori adalah upaya menstrimulasi semua pancaindera (sensori) agar membari respon yang adekuat. rekreasi serta tehnik kreatif yang bertujuan untuk memfasilitasi pengalaman seseorang serta meningkatkan respon sosial dan harga diri. Aktivitas yang digunakan sebagai terapi di dalam kelompok. Stimulasi sensori dapat berupa stimulus terhadap pengelihatan. yaitu membaca puisi. ( Wilson dan Kneisel. Kemampuan klien berespon terhadap stimulus dievaluasi dan ditingkatkan pada tiap sesi. B. Terapi Aktivitas Kelompok ( TAK ) dapat berupa manual. Klien mampu memberi respon terhadap musik yang didengar 3. pendengaran. Tujuan Khusus 1. Dengan proses ini. Tujuan Umum Klien dapat berespon terhadap stimulus panca indra yang diberikan b. Pengertian Terapi Aktivitas Kelompok ( TAK ) adalah suatu terapi yang bertujuan untuk mengubah perilaku klien dengan memanfaatkan dinamika dalam sebuah kelompok. seni. menari.PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI SENSORI SESI I (Mendengarkan musik) A. serta literatur. Klien mampu menceritakan perasaannya setelah mendengar music . Klien mampu mengenal musik yang didengar 2. dan lai-lain seperti gambar. tarian. musik. Tujuan a.

Masalah Keperawatan 1. Selain itu klien dapat diajak bekerjasama. D. Klien mampu mengenali musik yang didengar b. Kehadiran anggota kelompok 100%. Kriteria Evaluasi 1. Terapis dan setiap anggota kelompok mampu menjelaskan fungsi dan perannya dengan baik. tidak disorientasi. . Isolasi sosial : menarik diri 3. Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK. Klien mampu memberi respon terhadap musik c. sehat fisik. Karakteristik Klien Karakteristik/kriteria: Klien isolasi sosial. Klien berasal dari usia yang beragam mulai dari umur 20. Gangguan persepsi sensori : Halusinasi dengar 5.50 tahun. b. tidak sedang mengalami halusinasi. Gangguan perepsi sensori : halusinasi optik 4. harga diri rendah disertai dengan kurangnya komunikasi verbal. Evaluasi Hasil a. Gangguan isi fikir : waham E. 2.C. b. Evaluasi Struktur a. tidak inkoheren. Klien mampu menceritakan perasaannya setelah mendengarkan musik 3. Harga rendah diri kronis 2. Evaluasi Proses a. Memberikan pujian atas keberhasilan yang telah dicapai oleh kelompok. cukup kooperatif serta dapat memahami pesan yang diberikan.

Observer Nama : Yeni Indrawati    Mengobservasi semua respon klien. Leader Nama : Venti Kusuma Ika W. Memotivasi setiap anggota untuk mengemukakan pendapat dan memberikan umpan balik. Sebagai “Role Model”.F. c. Mengarahkan kelompok dalam mencapai tujuan.      Menyusun rencana aktivitas kelompok ( proposal ). b. . Memfasilitasi setiap anggota untuk mengekspresikan perasaan. Evi    Membantu Leader memfasilitasi anggota untuk berperan aktif dan memotivasi anggota. mengajukan pendapat dan memberikan umpan balik. Mencatat semua proses yang terjadi dan semua perubahan perilaku klien. 2. Membantu mengkoordinasikan anggota kelompok. Memfokuskan kegiatan. Memberikan umpan balik kepada kelompok. Fasilitator Nama : Lia. d. Pengorganisasian TAK 1. Seleksi Klien Seleksi dilaksanakan dua hari sebelum pelaksanaan TAK dan berdasarkan kepada status klien atau pasien. Co-Leader Nama : Dedy Setyawan  Membantu Leader dalam mengorganisasikan anggota kelompok. Terapis Peran dan Fungsi a.

sering ngomong sendiri. Cita-cita ingin menjadi kyai tidak terwujud. Susah diajak berinteraksi dengan lingkungan sekitar. sering komat kamit baca mantra. Pasien trauma kekerasan seksual. Masalah : halusinasi optic (melihat makhluk halus)  Tn. Zainal : Penampilan sangar. tampang wajah penuh curiga. sering menunduk. suka melamun. Ingin menjadi artis tapi gagal. ingin menjadi pank rock jalanan tapi malah dipondokkan ibunya. Yuli : Penampilan rapi.: Tampilan acak-acakan. susah berinteraksi. Tubuh bertato. Salio : Penampilan rapi. halusinasi terkadang masih kambuh. Berperilaku aneh. Lilik : Tampilan kucel. Trauma kekeraan dalam rumah tangga. suka menyendiri.3. susah berinteraksi. Riwayat ingin menjadi dukun dan menguasai ilmu kebatinan level tinggi tapi tidak kesampaian. Masalah : halusinasi dengar (mendengar suara nabi Muhammad dan nabi-nabi lainnya)  Tn. Adi : Penampilan acak-acakan. ada bekas jahitan diwajahnya. Maasalah : harga diri rendah  Tn. Selalu memalingkan pandangan terhadap orang yang mengajak bicara. Waktu TAK stimulasi sensori dilaksanakan pada hari : Senin tanggal 21 Mei 2012 pukul 07:30 – 08 :15 Kegiatan Persiapan Orientasi Tahap kerja Terminasi Lama waktu 5 menit 10 menit 25 menit 5 menit 5. Masalah : menarik diri 4. agak menyeramkan. tidak PD dengan wajahnya. sering bertindak spontan. Masalah : waham  Tn. Tempat Di ruang sedap malam RSJ Menur . suka melantunkan ayat alqur’an. Vendi . sering bertindak spontan dan criminal terhadap orang disekitarnya. Masalah : menarik diri  Ny. sering menutup muka. Nama Klien yang ikut  Tn.

1) Klien mampu mengenali musik yang didengar (2) Klien mampu memberi respon terhadap musik (3) Klien mampu menceritakan perasaannya setelah mendengarkan musik Setting a. L O F CL B BS F Keterangan : Leader Co Leader Observer Fasilitator Pasien .G. Proses TAK Sesi 1 : Mendengarkan musik Tujuan.

2. papan nama Metode a. Menanyakan apakah klien masih mengingat nama – nama klien yang lain . Salam dari terapis kepada klien. speaker c. bola e. Menanyakan perasaan klien saat ini 2.b. Sharing persepsi Langkah Kegiatan 1. Ruangan nyaman dan tenang Alat a. Terapis dan klien memakai papan nama b. Diskusi b. Mengingatkan kontrak pada klien peserta sesi 1 TAK stimulasi sensori b. Orientasi a. Evaluasi/validasi 1. Laptop/Hp. kertas f. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan. 2. Persiapan a. kursi d. b. Salam terapeutik 1.

klien akan diminta menceritakan isi dari lagu tersebut dan perasaan klien setelah mendengar lagu. Setiap kali seorang klien selesai memperkenalkan diri. b. setiap klien selesai menceritakan perasaannya. 3. klien diminta menceritakan isi lagu dan perasaannya. Terapis memberikan pujian. 4. Sampai semua klien mendapat giliran.    Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok. Kontrak 1. d. . Tahap Kerja a. Terapis memutar lagu. Setelah lagu selesai.c. Terapis mengajak klien untuk saling memperkenalkan diri (nama dan nama panggilan) dimulai dari terapis secara berurutan. Musik diputar boleh diulang beberapa kali. Terapis mengobservasi respons klien terhadap musik. klien mendengar. Evaluasi 1. Lama kegiatan 45 menit Setiap klien mengikuti dari awal hingga selesai. harus minta izin kepada terapis. Terapis menjelaskan bahwa akan diputar lagu. Terapis menjelaskan tujuan kegiatan. boleh berjoget atau tepuk tangan (kira kira 15 menit). g. Terapis dan klien memakai papan nama. klien boleh tepuk tangan atau berjoget sesuai dengan irama lagu. dan mengajak klien lain tepuk tangan. Secara bergiliran. terapis mengajak semua klien untuk memberikan reinforcement kepadanya. 2. Tahap Terminasi a. Terapis menjelaskan aturan main berikut. Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK. e. f. c.

4. . Klien meninggalkan permainan Intervensi : panggil nama klien. b. yaitu mengenal waktu. Anjurkan klien tersebut untuk ikut mendemontrasikan dua kegiatan tersebut. c. biarkan klien melihat dulu temannya. 5. Menyepakati waktu dan tempat. Ada klien yang ingin mengikuti TAK Intervensi : Leader mempersilahkan klien tersebut untuk mengikuti TAK dengan syarat harus mematuhi peraturan permainan dan tidak mengganggu anggota kelompok yang lain.2. Menyepakati kegiatan TAK yang akan datang. 2. Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok. 3. 2. Tindak lanjut Terapis menganjurkan klien untuk mendengarkan music yang disukai dan bermakna dalam kehidupannya. Kontrak yang akan datang 1. Antisipasi Masalah Masalah yang mungkin terjadi atau timbul dalam pelaksanaan TAK ini antara lain : 1. Klien tidak mau berperan aktif Intervensi : jika klien tidak mau mengikuti kegiatan. H. setelah seluruh anggota mendemontrasikan dua kegiatan yang dipilih. Ada klien yang tidak memperhatikan Intervensi : peran Leader untuk memanggil namanya dan memberitahu agar mengikuti kegiatan dengan baik. tanyakan mengapa meninggalkan tempat dan beri penjelasan. Resistensi baik individu maupun kelompok Intervensi : peran fasilitator sangat diperlukan untuk menciptakan suasana yang mendukung keberhasilan suatu terapi.

Salio.Laporan Observasi TAK Nama Mengenali musik Memberi respon Menceritakan perasaan Adi Lilik Zainal Yuli Salio Vendi Nama Kelompok: 4 (Adi. Yuli. Lilik. Zainal. Vendi. Evi. Yeni) . Lia. Venti. Dedy.