ADSORPSI BENTONIT OLEH KARBON AKTIF

Laporan ini ditujuan untuk memenuhi salah satu laporan praktikum Pengelolaan Limbah Industri

Kelompok: 2 (Dua) Anggota: Atwinda Sukma Putri Ayu Wulansari Dian Risti Purwanti Eka Putri Indriani Kelas: 3B (091411038) (091411039) (091411040) (091411042)

JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2011

Menentukan kurva breaktrough fluida yang melalui permukaan pertikel padatan dalam unggun yang diam (fixed bed). maka semakin banyak substansi terlarut yang melekat pada permukaan media adsorpsi. batu dengan diameter 0. tahan abrasi dan panas. Aktivasi karbon aktif pada temperatur yang tinggi akan menghasilkan struktur berpori dan luas permukaan adsorpsi yang besar. Adsorpsi ada 2 macam : 1. 2. cair) pada permukaan adsorben yang berupa padatan. II. Semakin besar luas permukaan.5 sampai 10 mm. Chemisorption (adsorpsi kimia) Chemisorption terjadi ketika terbentuknya ikatan kimia antara substansi terlarut dalam larutan dengan molekul dalam media. contohnya yang terkandung dalam silica gel dan zeolites . Pada kebanyakan industri adsorben dibagi menjadi 3 kelas:  Oxygen-containing compounds: biasanya hydrophilic dan bersifat polar.I. batangan. untuk pemakaian yang terus menerus diperlukan adsorben yang tahan terhadap suhu tinggi. Karakteristik Adsorben Adsorben yang biasa digunakan berbentuk butiran. TUJUAN PERCOBAAN 1. Contoh : Ion exchange Adsorbat adalah substansi yang akan disisihkan. Physisorption ini memiliki gaya tarik Van der Walls yang kekuatannya relatif kecil. DASAR TEORI Adsorpsi adalah suatu proses penyerapan suatu fasa tertentu (gas. Menghitung kapasitas kemampuan partikel padatan sebagai absorben. Contoh : Adsorpsi oleh karbon aktif. Adsorben adalah padatan dimana di permukaannya terjadi pengumpulan substansi yang disisihkan. 2. Physisorption (adsorpsi fisika) Terjadi karena gaya Van der Walls dimana ketika gaya tarik molekul antara larutan dan permukaan media lebih besar daripada gaya tarik substansi terlarut dan larutan. maka substansi terlarut akan diadsorpsi oleh permukaan media.

tetapi bila pengadukan terlalu . Luas permukaan adsorben ditentukan oleh ukuran partikel dan jumlah dari adsorben  Jenis adsorbat o Peningkatan polarisabilitas adsorbat akan meningkatkan kemampuan adsorpsi molekul yang mempunyai polarisabilitas yang tinggi (polar) memiliki kemampuan tarik menarik terhadap molekul lain dibdaningkan molekul yang tidak dapat membentuk dipol (non polar). Bila pengadukan terlalu lambat maka proses adsorpsi berlangsung lambat pula. contohnya yang terkandung dalam activated carbon dan graphite  Polymer-based compounds: terdiri dari poros porous polymer matrix mengandung polar atau nonpolar grup fungsi Secara umum. maka makin banyak zat yang teradsorpsi. faktor-faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi adalah sebagai berikut:  Luas permukaan Semakin luas permukaan adsorben. o o Peningkatan berat molekul adsorbat dapat meningkatkan kemampuan adsorpsi Adsorbat dengan rantai yang bercabang biasanya lebih mudah diadsorb dibdaningkan rantai yang lurus.  Struktur molekul adsorbat Hidroksil dan amino mengakibatkan mengurangi kemampuan penyisihan sedangkan Nitrogen meningkatkan kemampuan penyisihan  Konsentrasi Adsorbat semakin besar konsentrasi adsorbat dalam larutan maka semakin banyak jumlah substansi yang terkumpul pada permukaan adsorben  Temperatur o pemanasan atau pengaktifan adsorben akan meningkatkan daya serap adsorben terhadap adsorbat menyebabkan pori-pori adsorben lebih terbuka o pemanasan yang terlalu tinggi menyebabkan rusaknya adsorben sehingga kemampuan penyerapannya menurun  pH pH larutan mempengaruhi kelarutan ion logam. Carbon-based compounds: biasanya hydrophobic dan nonpolar. aktivitas gugus fungsi pada biosorben dan kompetisi ion logam dalam proses adsorpsi  Kecepatan pengadukan menentukan kecepatan waktu kontak adsorben dan adsorbat.

sehingga proses adsorpsi kurang optimal  Waktu Kontak Penentuan waktu kontak yang menghasilkan kapasitas adsorpsi maksimum terjadi pada waktu kesetimbangan. .cepat kemungkinan struktur adsorben cepat rusak. ion yang terlibat dalam sistem biosorpsi konsentrasi ion logam. ukuran dan fisiologi biomasa (aktif atau tidak aktif).  Waktu kesetimbangan dipengaruhi oleh o o o o tipe biomassa (jumlah dan jenis ruang pengikatan).

Konduktometer 7. kekeruhan. Spatula 5. Bahan yang digunakan 1. Air melarutkan bentonit dalam 50 L air keran dalam bak umpan mengaduk hingga bentonit merata dalam air. Proses adsorpsi Memastikan semua valve dalam keadaan membuka Mengalirkan air umpan dalam bak umpan ke dalam kolom adsorpsi Mengukur volume efluen. Gelas kimia 3.2. Batang pengaduk 4. Alat dan bahan yang digunakan 3.2. TDS dan DHL setiap 10 menit sekali Melakukan pengukuran efluen hingga menit ke 110 (11 titik) . Neraca analitik 6.1. Persiapan sampel Menimbang 5 gram padatan bentonit 3. Karbon aktif 2.2.1.2.1. pengadukan dilakukan terus menerus selama proses karena bentonit dapat mengendap dalam air 3.1.2.1. Bentonit 3.III. Langkah kerja 3. PERCOBAAN 3. Alat adsorbsi 2. Turbidimeter 3. Alat yang digunakan 1.

231 1.469 V.47 0.79 6.33 8.222 2.478 0. Menentukan berat bentonit untuk konsentrasi bentonit 100 ppm dalam 50 L air.232 1. 100 ppm berat bentonit = 100 x 50 mgram = 5000 mgram = 5 gram .67 0.739 0.96 0.469 0.14 TDS (ppm) 280 493 339 323 319 318 313 313 313 313 313 313 DHL (ms) 0.226 2.471 0.224 2.63 24.20 18.1 0.17 0.509 0.190 3.68 Debit Turbidity (L/menit) (NTU) 0 8.469 0.IV.469 0.37 0.87 11. DATA PENGAMATAN Unggun diam (karbon aktif) Tinggi = 70 cm Data Efluen No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Waktu (m) 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 Volume (L) 0 0.228 1.27 0.418 0.083 2.211 2.230 1.07 0.07 0.73 22.81 16.59 20. PENGOLAHAN DATA 1.72 0.484 0.475 0.83 3.230 1.26 0.41 13.17 0.

5 0.6 0.7 0.2. Menentukan kurva breakthrough Kurva hubungan nilai kekeruhan terhadap waktu 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 0 20 40 60 waktu (menit) 80 100 120 Kekeruhan (NTU) Kurva hubungan nilai Daya Hantar Listrik terhadap waktu 0.2 0.1 0 0 20 40 60 waktu (menit) 80 100 120 Daya Hantar Listrik (mS) .4 0.3 0.8 0.

Volume Unggun (isian) Total Vv = ( ) = = 24.4452 gr/cm3 = 11081.89 L = 24890 cm3 c. Kecepatan Volume Unggun (Vr) Vr = = = 0.03 gr .009 L/menit b.Kurva hubungan nilai Total Dissolved Solid terhadap Waktu Total DIssolved Solid (ppm) 600 500 400 300 200 100 0 0 20 40 60 waktu (menit) 80 100 120 a. Jumlah atau Berat Karbon Aktif (W) W = volume unggun total x density = 24890 cm3 x 0.

Sedangkan untuk kenaikan nilai turbidity disebabkan oleh karbon aktif yang berada dalam kolom sudah menunjukkan kapasitas maksimum atau jenuh sehingga tidak dapat menyerap bentonit lagi. feldspars. Karbon aktif memiliki pori-pori yang dapat menyerap bentonit. Tentu ini bertentangan dengan proses adsorpsi yang seharusnya nilai TDS dan DHL nilainya turun karena adanya proses adsorpsi oleh arang aktif. Sementara itu.PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini dilakukan proses adsorpsi bentonit (sebagai adsorbat) dengan menggunakan karbon aktif (sebagai adsorben). sehingga diperoleh 11 titik analisa sampel. kandungan padatan yang terlarut (TDS). Proses adsorpsi dilakukan selama 110 menit dengan mengambil data setiap 10 menit. Bentonit merupakan salah satu batuan yang mengandung mineral-mineral seperti kwarsa. Pengurangan nilai turbidity ini dikarenakan bentonit yang berada dalam larutan sampel sudah terserap oleh karbon aktif sehingga aliran keluaran mempunyai warna yang jernih. hal ini bertujuan untuk memperluas kontak antara adsorben (karbon aktif) dengan adsorbat (bentonit) sehingga proses adsorpsi dapat berjalan secara optimal. dan mineral lainnya yang dapat tersuspensi apabila dilarutkan dalam air. pada saat sampel sebelum masuk ke dalam kolom (influen) nilai TDS dan DHL-nya memiliki nilai yang paling kecil. kalsit. kekeruhan yang mewakili nilai total padatan tersuspensi (TSS). Berdasarkan perhitungan yang diperoleh. Setelah sampel dilewatkan dalam kolom terjadi pengurangan nilai turbidity hingga menit ke 60. setelah lewat dari menit ke 60 (menit ke 70) kekeruhan mulai naik lagi. sampel larutan yang digunakan merupakan larutan bentonit dengan konsentrasi sebesar 100 ppm dalam 50 L air. berat bentonit yang digunakan yaitu sebanyak 5 gram. Oleh karena itu didapatkan volume efluen yang sedikit pada menit ke 10 Sementara itu apabila dilihat dari nilai kekeruhan (turbidity). Kesalahan dapat terjadi karena arang aktif . dan daya hantar listrik (DHL). Berdasarkan data pengamatan. dolomit. Karbon aktif yang digunakan dalam kolom adsorpsi bentuknya seperti serbuk. Data yang diambil dalam percobaan ini yaitu volume efluen untuk mendapatkan laju alir larutan bentonit yang keluar dari kolom adsorpsi. influen atau sampel pada menit ke 0 sebelum dimasukkan ke dalam kolom yang berisi karbon aktif memiliki kekeruhan yang paling tinggi. pada saat 10 menit pertama diperoleh debit efluen yang paling sedikit karena debit aliran influen belum stabil dan larutan bentonit yang masih menyesuaikan dengan volume kolom yang terisi arang aktif. Apabila dilihat dari nilai TDS dan DHL.

apabila dilihat dari menit ke 10 hingga menit ke 110 terjadi penurunan nilai TDS dan DHL yang kemudian nilainya menjadi konstan mulai pada menit ke 60 untuk TDS dan mulai menit ke 80 untuk nilai DHL. Apabila proses adsorpsi dilakukan terus akan terjadi kenaikan nilai TDS dan DHL karena keadaan karbon aktif yang sudah jenuh karena terlalu banyak menyerap bentonit. . Dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa data tidak memenuhi untuk membuat kurva breaktrough. Nilai TDS dan DHL pada efluen yang mulai konstan ini menunjukkan kapasitas maksimum karbon aktif untuk menyerap bentonit dalam efluen.yang digunakan adalah arang yang pernah digunakan untuk mengadsorpsi sampel bentonit yang lebih pekat (misalkan 1000 ppm dan 10000 ppm) sehingga ada partikel TDS dan ion-ion yang terbawa bersama efluen yang terukur dengan menggunakan konduktometer. Hal ini dikarenakan nilai konsentrasi influen belum sama dengan nilai konsentrasi efluen. Namun.

KESIMPULAN    Nilai TDS akan naik seiring dengan bertambahnya waktu dan mulai konstan pada menit ke 60. Nilai TDS akan naik seiring dengan bertambahnya waktu dan mulai konstan pada menit ke 80. Faktor – faktor yang mempengaruhi adsorpsi : Konsentrasi adsorbat Jenis adsoerben Luas permukaan adsorben Waktu kontak .