ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN HEPATITIS

Disusun Oleh : Dian Purnomo Nuri Rochmawati

AKADEMI KEPERAWATAN KABUPATEN LAMONGAN SEMESTER V TAHUN AKADEMIK 2005/2006

HEPATITIS 1. Definisi Hepatitis adalah Suatu peradangan pada hati yang terjadi karena Toxic, seperti kimia atau obat atau agen penyebab infeksi (Suriadi dan Rita Yuliana, 2001, hal. 131) 2. Etiologi  Virus Hepatitis A, B, non A dan B (hepatitis C), D, E  Spektrum Herpes Simpleks, Sitomegalofirus, Imunodefisiensi Manusia  Rubella, Advenovirus, Enterovirus 3. Penularan Rute Penularan Perkutan Fecal-oral Seksual Transplacenta 4. Epidemiologi HAV : Mendekati 100% pada anak biasanya tanpa gejala atau ringan, inkubasi 4 minggu HBV HCV HEV : 10% pada anak inkubasi 45-160% : Obat IV 40%, Tranfusi 10% : Pada orang yang pernah mengunjungi / migrasi dari daerah Endemik HAV + ++++ + 0 HBV ++++ 0 + +++ HCV ++++ 0 + HDV ++++ 0 + 0 HEV 0 ++++ + ?

HDV : Jarang pada anak 5. Patologi Hati mengalami nekrosis terutama pada sentrilobiler, reaksi radang pada mononuklear diffus menyebabkan dominan pada porta yang dapat menimbulkan proliferasi pada duktus. Limfe membesar, sumsum tulang mengalami Hipoplastik sedang, perubahan Filli Usus, Ulserasi GIT. 6. Patofisiologi 6.1 Virus hepatitis yang menyerang hati menyebabkan peradangan dan infiltrasi pada Hepatocytes oleh Sel Mono Nuklear. Proses ini dapat menyebabkan degenerasi dan nekrosisi sel parenkim hati 6.2 Respon peradangan menyebabkan pembekuan dan memboklir sistem drainase hati menyebabkan destruksi pada sel hati.

6.3 Statis empedu (Billiary) dan empedu tidak dapat mengekskresi ke dalam kantung empedu bahkan ke dalam susu sehingga meningkat dalam darah dan menyebabkan Hiperbillirubin dalam urine sehingga Urobillirubin dan kulit Hepatoceculer Jaudice. 7. Skema Perjalanan Penyakit Hepatitis Virus Hepatitis Menyebabkan nekrosis lokal Resiko penularan terhadap orang lain

Infeksi pada sel yang radang

Stadium Ikterik dengan tanda demam, Nyeri kepala, Lemah, Konstipasi, Diare, Anoreksia, Mual, Muntah Nyeri, Nutrisi, Volume Cairan

Destruksi sel hepatik

Asimtomatik Hepatomegali Nyeri, Injuri

Statis Biliari

Uribillirubinogen dalam urine Billirubin tidak dapat diekskresi ke susu Penurunan Billirubin usus Tinja Pucat (Sterkobillin) 8. Manifestasi Klinis

Jaudice

8.1 Stadium Pre Ikterik (Prodromal ± 4-7 hari) Gejala masih umum : Demam (< 39oC), Nyeri Kepala, lemah, anoreksia, mual, muntah, kadang-kadang disertai dengan nyeri perut kanan atas dan

saluran pernafasan atas diare, konstipasi, urine berwarna lebih tua (kuning pekat) 8.2 Stadium Ikterik (± 3-6 minggu) Mulai tampak ikterus pada membran mukosa, terutama sklera dan mukosa bawah lidah kemudian menjalar ke seluruh tubuh, suhu mulai turun, hati membesar dan nyeri tekan, feses kecoklatan, gejala prodromal bertambah berat untuk sementara waktu dan menghilangkan bersamaan dengan bertambah beratnya ikterik. 8.3 Stadium Pasca Ikterik (Rekofalensi) ± pada bulan ke dua Merupakan fase penyembuhan bersifat sempurna pada akhir bulan kedua, ikterus berkurang warna urine dan feses normal (jarang yang menunjukkan kelainan fungsi hati) 9. Diagnostik HAV 1.Serologi 2.Biopsi Hati 3.Anti HAV 4.IgM, IgG 5.ALT, AST 6.Billirubin 7.Alkali Fosfat 8.PT HBV 1. Serologi 2. Anti HBV 3. HbsAg, HbeAg 4. IgM Anti HBcAg HCV 1.Assay Serologi 2.Anti HCV HDV HEV 1.Virus belum 1.Teknologi diisolasi tidak DNA ada antigen Rekombinan 2.IgM terhadap 2.IgM HDV 3.RRP/RNA

10. Diagnosa Banding 10.1 Ikterus Fisiologi 10.2 Penyakit Hemolitik 10.3 Sepsis Neonatum 10.4 Atresia Billiaris 10.5 Kista Koledoksus 10.6 Sindrome Hemolitik Uremik 10.7 Sindrome Rave 10.8 Batu Empedu 10.9 Penyakit Wilson 10.10 Kistik Fibrosis 11. Pencegahan  Menggunakan alat suntik Disposible / Seterilisasi Instrumen secara adequat

 Mengobati penyakit yang merusak kulit / mukosa  Gizi yang baik atau perbaikan gizi  Imunisasi  Menghindari kontak Mikrolesi (Pemakaian alat-alat rumah tangga)  Isolasi  Penyuluhan 12. Penanganan 12.1 Diet Jika pasien muntah terus menerus berikan infus, jika muntah sudah mereda beri makanan lunak sedikit-sedikit tapi sering yang mengandung cukup kalori dan protein. 12.2 Aktivitas Istirahat di tempat tidur / Bedret Total sampai Ikterus hilang atau pada dehidrasi berat. 12.3 Pengobatan Jika ada perdarahan GIT berikan vitamin K Beri obat yang tidak merusak hati / memperberat kerja hati (tidak ada medika mentosa khusus karena dapat sembuh sendiri) Kortikosteroid tidak boleh

KONSEP DASAR ASKEP 1. BIODATA Mendekati 100% pada anak, lebih banyak pada HAV, 1/3 kasus anak pada HBV, 20% pada HCV dan sebagian kecil pada HDV dan HEV. 2. Keluhan Utama Kelemahan, kelelahan 3. RPS Demam, nyeri kepala, lemah, konstipasi, diare, anoreksia, mual, muntah, nyeri pada perut kuadran kanan atas. 4. RPD Jika ibu sedang menderita penyakit Hepatitis 70-90% bayi akan terinfeksi (HBV) 5. RPK Penyakit Hepatitis sangat menular terutama lewat perkutan dan oral fecal. Dengan kontak, keluarga akan mendapatkan penyakit ini. 6. ADL 6.1 Nutrisi Pada stadium prodromal biasanya disertai dengan anoreksia dan mual muntah 6.2 Eliminasi Terkadang diare atau konstipasi, warna urine menjadi lebih tua (kuning pekat) 6.3 Aktivitas Kelelahan, kelemahan, malaise 7. Pemeriksaan 7.1 Pemeriksaan Umum 7.1.1 7.1.2 7.1.3 7.2.1 7.2.2 7.2.3 7.2.4 7.2.5 Suhu : Nadi TD Kepala Thorak Abdomen Ekstermitas Rectum : : Pada stadium prodromal biasanya demam (< 39oC) Normal Normal : Ikterus pada sklera, kulit mukosa bawah lidah dan nyeri kepala : : Nyeri tekan pada kuadran kanan atas hepatomegali : Kelalahan, kelemahan : Terdapat diare / konstipasi

7.2 Pemeriksaan Fisik

8. Pemeriksaan LAB

8.1 SGOT / SGPT 8.2 Billirubin serum 8.3 Alkali fosfat 8.4 PT 8.5 Biopsi Hati 8.6 DL 8.7 Serologi 8.8 Feses 9. Diagnosa

: Meningkat pada prodromal mencapai puncak pada saat ikterus : Meningkat : Meningkat terutama pada anak yang : Meningkat (kelainan sintesa protein → menggambarkan cidera hati sensitif) : Abnormal (Bukan pemeriksaan yang rutin dilakukan kecuali diagnosis masih meragukan) : Leukopeni, Limfositosis : : Kecoklatan

9.1 Intoleransi aktivitas s/d kelelahan, penurunan kekuatan otot 9.2 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan s/d anoreksia, mual, muntah 9.3 Resiko infeksi terhadap orang lain s/d pertahanan tubuh primer yang tidak adekuat 9.4 Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan s/d out put yag berlebihan melalui muntah, diare dan perdarahan 9.5 Resiko injuri s/d fulminan 9.6 Kurang pengetahuan s/d perawatan di rumah, dan prognosa yang lama 10. Intervensi Dx. 1 Tujuan : Pasien dapat melakukan aktivitas kembali TD, peningkatan nadi 1. Tingkatkan tirah baring/duduk R/ Meningkatkan istirahat dan menenangkan, menyediakan energi yang digunakan untuk penyembuhan 2. Ubah posisi dengan sering, berikan perawatan R/ Meningkatkan fungsi pernafasan, menurunkan resiko kerusakan jaringan 3. Lakukan tugas dengan cepat sesuai dengan toleransi R/ Memungkinkan periode tambahan istirahat tanpa gangguan 4. Tingkatkan aktivitas sesuai toleransi, bantu melakukan latihan rentang gerak sendi aktif/pasif R/ Tirah baring yang lama dapat menurunkan kemampuan Kriteria Hasil : Kemampuan melakukan aktivitas tanpa adanya sesak, penurunan

5. Dorong menggunakan teknik manajemen stress R/ Meningkatkan relaksasi dan menghemat energi 6. Berikan obat sesuai dengan indikasi R/ Membantu dalam manajemen kebutuhan tidur Dx. 2 Tujuan : Klien dapat menunjukkan / mempertahankan BB yang ideal kebutuhan, BB dipertahankan sesuai dengan usia 1. Awasi pemasukan jumlah diet / kalori. Berikan makanan sedikit-sedikit tapi sering dan tawarkan makan pagi paling besar R/ Makanan banyak dapat merangsang peristaltic usus menjadi lambat sehingga dapat membuat Pasien merasa ingin muntah 2. Berikan perawatan mulut sebelum makan R/ Menghilangkan rasa tidak enak dan dapat meningkatkan nafsu makan 3. Anjurkan makan pada posisi tegak R/ Menurunkan rasa jenuh, dan meningkatkan pemasukan 4. Berikan nutrisi secara parenteral, untuk mempertahankan kebutuhan kalori sesuai dengan program R/ Dibutuhkan jika intake per oral tidak mencukupi Dx. 3 Tujuan : Mengurangi resiko terjadinya infeksi terhadap orang lain menghindari infeksi terhadap orang lain 1. Lakukan teknik isolasi sesuai denagn kebijakan rumah sakit (cuci tangan efektif) R/ Mencegah ransmisi penyakit / virus kepada orang lain 2. Batasi pengunjung R/ Pasien terpanjan terhadap proses infeksi potensial resiko infeksi sekunder 3. Jelaskan prosedur isolasi pada orang tua / orang terdekat R/ Pemahaman alasan mengurangi perasaan terisolasi Dx. 4 Tujuan : Mempertahankan rehidrasi adequat

Kriteria Hasil : Adanya minat / selera makan, porsi makan sesuai dengan

Kriteria Hasil : Pasien mampu melakukan perubahan pola hidup untuk

Kriteria Hasil : Turgor kulit baik, haluaran urine sesuai, TTV sesuai

1. Awasi masukan dan haluaran, bandingkan dengan BB harian dan catat kehilangan melalui muntah dan diare R/ Memberikan informasi tentang kebutuhan pengganti / efek therapy 2. Kaji TTV, Turgor kulit dan membran mukosa R/ Membran mukosa kering memperlihatkan kekurangan cairan 3. Observasi tanda perdarahan seperti Hematuria, Melena, Perdarahan Gusi atau Bekas Injeksi. R/ Kadar Protrombin dan waktu Koagulasi menunjukkan Absobsi Vit K terganggu 11. Pelaksanaan 1. Mempertahankan Aktivitas yang cukup 1) Atur periode Istirahat dan Aktivitas 2) Kaji Aktivitas Pasien 3) Haindari Aktivitas yang berlebihan 4) Jelaskan pentingnya istirahat 2. Mengajarkan kepada orang tua bagaimana mempertahankan Status Nutrisi yang Adequat 1) Kaji kesukaan makanan pasien 2) Berikan istirahat yang Adequat 3) Pemberian nutrisi secara parenteral untuk mempertahankan kebutuhan kalori sesuai program 3. Ajarkan pada orang tua bagaimana mencegah penularan Infeksi 1) Ajarkan teknik mencuci tangan yang benar 2) Ajarkan tentang teknik kebersihan perorangan ( Personal Hygine ) 3) Imunisasi bila potensi tertular 4. Mempertahankan kebutuhan Elektrolit dan cairan dalam tubuh 12. Evaluasi 1. Melaporkan kemampuan peningkatan toleransi Aktivitas 2. Peningkatan BB dan mempertahankan BB Ideal 3. Mempertahankan Rehidrasi Adequat 4. Menunjukkan Teknik / perubahan pola hidup untuk menghindari Infeksi Ulang pada GIT dan sintesa Protrombin menurun karena mempengaruhi hati.

DAFTAR PUSTAKA Carpenito, lynda juall; Diagnosa Keperawatan,EGC,2001 Nelson;Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15,Jakarta,2001 Redaksi;Pioners Edisi Juni 2005,DIS (Duta Ikhwana Salama),Surabaya,2005 Suriadi dan rita yuliana;Asuhan Keperawatan Seto,Jakrta,2001 Anak Edisi 1,CV Sagung