KASUS Skenario 3: Seorang gadis berumur 15 tahun menemui dokter keluarganya karena tiba-tiba merasakan lemah pada

lengan dan tungkainya. Ia juga merasakan nyeri pada kepala bagian belakang. Tidak ada riwayat cedera kepala, hanya diketahui bahwa sebelumnya gadis remaja ini pernah ke dokter gigi karena sakit gigi. KASUS Skenario 3: Seorang gadis berumur 15 tahun menemui dokter keluarganya karena tiba-tiba merasakan lemah pada lengan dan tungkainya. Ia juga merasakan nyeri pada kepala bagian belakang. Tidak ada riwayat cedera kepala, hanya diketahui bahwa sebelumnya gadis remaja ini pernah ke dokter gigi karena sakit gigi. A. Kata Kunci 1. Gadis 15 tahun 2. Tiba-tiba merasa lemah ekstremitas 3. Nyeri kepala bagian belakang 4. Tidak ada riwayat cedera kepala 5. Sakit gigi B. Kata Sulit Nyeri Menurut The International Association for the studyof pain (IASP), nyeri didefenisikan sebagai pengalaman sensoris dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial akan menyebabkan kerusakan jaringan. Lemah Lemah (paresis/parese) adalah hilangnya tenaga otot sehingga gerak voluntar sukar tapi masih bisa dilakukan walaupun dengan gerakan yang terbatas. C. Pertanyaan 1. Jelaskan anatomi dan fisiologi nervus yang terkait!

leher. Neuron-neuron korteks motorik dekat dengan fisura lateralis serebri mengurus gerak otot larings. lengan. Penyelidikan dengan elektrostimulasi mengungkapkan bahwa gerak otot seluruh belahan tubuh dapat dipetakan pada seluruh kawasan korteks motorik sisi kontralateral. Neuron-neuron tersebut merupakan penghuni girus presentralis. farings. 8. tungkai atas. Mengapa terjadi kelemahan ekstremitas? Bagaimana hubungan kelemahan ekstremitas. 4. 5. Anatomi dan fisiologi nervus yang terkait. tangan jari-jari. tergolong dalam kelompok UMN. Mereka berada di lapisan Ke V dan masing-masing memiliki hubungan dengan gerak otot tertentu . Peta itu dikenal sebagai homenkulus motorik. Yang berads di korteks motorik yang menghadap ke fisura longitudinalis serebri mempunyai koneksi dengan gerak otot kaki dan tungkai bawah. gyrus tersebut dinamakan korteks motorik. lidah dan otot penelan. bibir. pinggul.  Upper Motor Neuron (UMN) Semua neuron yang menyalurkan impuls motorik secara langsung keLMN atau melalui interneuronnya. 7. dan lidah. Oleh karena itu. wajah.2. Jawaban 1. 9. abdomen/thoraks. secara berurutan terdapat peta gerakan kaki. tungkai bawah. Kinerja motorik bergantung pada otot yang utuh. hubungan neuromuskular yang fungsional dan traktus saraf kranial dan spinal yang utuh. Anatomi organ yang terkait dengan hemiparese berhubungan erat dengan anatomi sistem motorik. 6. bahu. 3. Dari bagian mesial gyrus presentralis (=area4 = korteks motorik) ke bagian lateral bawah. otot pita suara. nyeri bagian belakang kepala dan sakit gigi! Jelaskan jenis-jenis nyeri! Jelaskan pengertian paresis dan jenis-jenisnya! Sebutkan anamnesis tambahan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis! Sebutkan pemeriksaan fisis neurologis dan penunjang yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis! Sebutkan penatalaksanaan yang diperlukan! Sebutkan Differential Diagnosis pada kasus tersebut! D. Untuk dapat memahami bagaimana sistem saraf mengkoordinasi aktivitas otot yang perlu dipahami adalah neuron motorik atas (Upper motor neuron) dan neuron motorik bawah (lower motor neuron). Yanfg menarik adalah luasnya kawasan peta gerakan tangkas khusus dan terbatasnya .

n. Sudut yang dibentuk kedua bangunan interna itu dikenal sebagai genu.VI. yang mengurus otot-otot anggota gerak atas dan bawah. serabut-serabut kortikospinal sebagian besar menyilang dan membentuk jaras kortikospinal lateral (=traktus piramidalis lateralis). Sebagian dari mereka tidak menyilang tapi melanjutkan perjalanan ke medulla spinalis di funikulus ventralis ipsilateralis dan dikenal sebagai jaras kortikospinal ventral atau traktus piramidalis ventralis. karena banyak serabut yang sudah mengakhiri perjalanan.VII. Di perbatasan antara medulla oblongata dan medulla spinalis. yang dapat dibagi dalam krus anterius dan krus posterius. n. n.XII) atau interneuronnya disisi kontralateral. Kawasan jaras piramidal dan ventral makin ke kaudal makin kecil. serabut saraf itu berkumpul 3/5 bagian tengah pedunkulus serebri dan diapit oleh daerah-daerah serabut fropontin dari sisi medial dan serabut-serabut parietotemporopontin dari sisi lateral.IV. Maka dari itu. n. mengandung hanya serabut-serabut kortikobulbar dan kortikospinal saja.X. Mayoritas motoneuron yang menerima impuls motorik berada diintumesensia servikalis dan lumbalis. serabut-serabut kortikobulbar meninggalkan kawasan mereka (di dalam pedunkulus serebri. sedangkan pada bagian torakal dan lumbosakral berturut-turut mendapat 20 % dan 25%. Sebagian dari serabut kortikobulbar berakhir di inti-inti saraf kranial motorik sisi ipsilateral juga. bangunan yang merupakan lanjutan dari pes pontis.XI. Penataan somatotopik yang telah dijumpai pada korteks motorik ditemukan kembali di kawasan kapsula interna mulai dari genu sampai seluruh kawasan krus posterior. Bangunan itu dikenal sebagai piramis dan merupakan bagian ventral medulla oblongata. n. n. yang berjalan di funikulus posterolateralis kontralateralis. Sepanjang batang otak. Sebagai berkas saraf yang kompak mereka turun dari korteks motorik dan di tingkat talamus dan ganglia basalis mereka terdapat diantara kedua bangunan tersebut. dan n. untuk menyilang garis tengah dan berakhir secara langsung di motoneuron saraf kranial motorik (n. Melalui aksonnya neuron korteks motorik menghubungkan motoneuron yang membentuk inti motorik saraf kranial dan motoneuron di kornu anterius medulla spinalis. Pada bagian servical disampaikan 55 % jumlah serabut kortikospinal. Itulah yang dikenal sebagai kapsula interna.kawasan gerakan tangkas umum.III. Akson-akson tersebut menyusun jaras kortikobulbar – kortikospinal. Di tingkat mesencephalon. . kawasan gerakan otot-otot jari/tangan adalah jauh lebih luas ketimbang kawasan gerakan otot jari/kali. n. lalu di dalam pes pontis dan akhirnya di piramis).V. Seperti diperlihatkan oleh homenkulus motorik.IX.

Fungsi motorik saraf Peranan utama dari sistem saraf adalah mengatur akivitas tubuh. Patomekanisme terjadinya kelemahan ekstremitas Paresis (kelemahan otot pada lengan dan tungkai) adalah kerusakan yang menyeluruh.Adapun seluruh serabut motorik yang tidak melalui piramid dinamakan sistem ekstrapiramidalis. Aktivitas ini disebut fungsi motorik dari sistem saraf. . Ganglia basalis 2. yang fungsinya mengatur secara kasar otot-otot voluntar. Serabut-serabut motorik keluar melalui radiks anterior atau motorik. Substansia retikularis dari medulla oblongata. Medulla spinalis Serebellum Korteks motorik Daerah pada sistem saraf pusat tersebu yang terletak di bagian bawah mengatur respon tubuh yang bersifat otomatis dan segera terhadap rangsang sensoris sedangkan bagian yang tinggi mengatur gerakan-gerakan yang dikontrol oleh proses berpikir dari serebrum. Otot dan kelenjar sebagai efektor. Otot skelet dikontrol oleh berbagai tingkat (level) dari sistem saraf pusat. yaitu: a. tetapi belum menruntuhkan semua neuron korteks piramidalis. e. Hal ini dapat dicapai dengan mengontrol kontraksi otot skelet. dan mesensephalon d. b. kontraksi otot halus. c.  Lower Motor Neuron (LMN) Lower motor neuron mencakup sel-sel motorik nuklei saraf kranial dan aksonnya serta sel-sel kornu anterior medulla spinalis dan aksonnya. serta sekresi kelenjar eksokrin dan endokrin. pos.

Hal tersebut selanjutnya akan mengakibatkan adanya gangguan pada tractus kortikospinalis yang bertanggung jawab pada otot-otot anggota gerak atas dan bawah. Hubungan kelemahan ekstremitas. Pada kasus ini kemungkinan besar penyebab terjadinya manifestasi klinis adalah arteri dan vena saling berikatan sehingga membentuk suatu massa yang mirip tumor.Hemiparase yang terjadi memberikan gambaran bahwa adanya kelainan atau lesi sepanjang traktus piramidalis. nyeri bagian belakang kepala dan sakit gigi. kerusakan jaringan oleh trauma atau infeksi. Lesi ini dapat disebabkan oleh berkurangnya suplai darah.1 detik bila terjadi stimulasi sedangkan nyeri lambat terjadi beberapa detik atau lebih setelah terjadi stimulus dan nyeri akan menghilang dalam beberapa detik. abses. Adanya lesi pada perjalanan traktus piramidalis yang disebabkanberkurangnya suplai darah. Jenis-jenis nyeri. dan tumor menyebakan terjadinya berbagai manifestasi klinis yang berbeda. abses. Hal tersebut dapat menekan tractus kortikospinalis yang bertanggung jawab pada otot-otot anggota gerak atas dan bawah. kerusakan jaringan oleh trauma atau infeksi. dan tumor. ataupun penekanan langsung dan tidak langsung oleh massa hematoma. . 4. ataupun penekanan langsung dan tidak langsung oleh massa hematoma. 3. Sakit gigi dalam kasus tersebut sebenarnya tidak ada hubungan dengan penyakit yang dialami pasien. Hal tersebut menyebabkan timbulnya manifestasi klinis berupa kelemahan ekstremitas. Nyeri umumnya dibagi dalam dua bagian yaitu nyeri cepat (fast pain) dan nyeri lambat (slow pain). Nyeri cepat terjadi dalam waktu 0.

Nyeri yang dalam. nyeri kronik dan sebagainya. nyeri akut. Jenis-jenis paresis. Slow pain juga memiliki beberapa nama lain seperti nyei membakar (buning pain). yaitu: a. Nyeri ini terjadi misalnya pada kerusakan jaringan pada kulit atau pada jaringan dalam dan dapa berlangsung lama. Hemiparesis . Nyeri yang menusuk. dirasakan bila kulit ditusuk dengan jarum atau dipotong dengan pisau. Pengertian paresis dan jenis-jenisnya. Paresis disebabkan oleh kerusakan yang menyeluruh. nyeri elektrik dan sebagainya. menimbulkan kelumpuhan pada belahan tubuh kontralateral yang ringan sampai berat. Fast pain dihantar melalui serabut saraf A-delta. b.Fast pain memiliki beberapa nama lain seperti nyeri tajam. Slow paindihantarkan oleh serabut saraf tipe C. tidak dirasakan pada permukaan tubuh tetapi di dalam tubuh. Nyeri yang membakar. c. tetapi belum menruntuhkan semua neuron korteks piramidalis sesisi. Monoparesis Monoparesis adalah kelemahan pada salah satu ekstremitas atas atau salah satu ekstermitas b. Nyeri ini misalnya terjadi bila kulit terluka oleh pisau. Paresis (kelemahan) adalah hilangnya tenaga otot sehingga gerak voluntar sukar tapi masih bisa dilakukan walaupun dengan gerakan yang terbatas. dirasakan bila kulit dibakar 5. bawah. Dengan demikian rasa nyeri dapat pula diklasifikasikan sebagai berikut: a.

Menanyakan kapan pasien berobat ke dokter gigi. Chatdot. Pemeriksaan fisis neurologi a. Hoffmann-Tromne. g. d. Oppenheim. Pemeriksaan fungsi kortikal luhur d. trisep. Anamnesis tambahan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis. f. Menanyakan gejala lain yang menyertai. Menanyakan apakah gejala tersebut pernah dirasakan sebelumnya. c. d.Hemiparesis adalah kelemahan otot pada lengan dan tungkai pada satu sisi. Pemeriksaan fungsi kesadaran Pemeriksaan tanda rangsang menings Pemeriksaan fungsi sensorik : sensasi taktil dan nyeri superfisial Pemeriksaan fungsi motorik : bentuk otot. Menanyakan bagaimana sifat nyeri yang dirasakan pada bagian kepala belakang. Tetraparesis/Quadraparesis Tetraparesis adalah kelemahan pada kedua ekstremitas atas dan kedua ekstemitas bawah. e. Pemeriksaan fungsi koordinasi g. dan tonus otot b. c. Gordon. a. Pemeriksaan nervus kranialis : Nervus kranialis I-nervus kranialis XII Pemeriksaan penunjang neurologi Pungsi Lumbal EEG b. Paraparesis Paraparesis adalah kelemahan pada kedua ekstremitas bawah. i. e. c. Menanyakan apakah pasien sudah minum obat sebelumnya. c. kekuatan otot. Pemeriksaan refleks fifiologis : refleks bisep. f. b. brachioradialis. 7. a. EMG dan ENG . Menanyakan riwayat penakit keluarga. patella dan achilles h. Skifer. Pemeriksaan fisis neurologis dan penunjang yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis. 6. Menanyakan riwayat penyakit sebelumnya. Pemeriksaan refleks patologis : Babinski.

Encephalitis d. a. Penatalaksanan secara farmokologi Physioterapi b. Meningitis Guilaain-Barre sindrom Cerebral abses b. Penyakit-penyakit yang menyebabkan paresis. f. Penatalaksanaan .d. PET 8. SSEP BAEP g. e. Penatalaksanan secara non-farmokologi 9. Neuralgia Tigeminus Encephalitis Guilaain-Barre sindrom Multipel sklerosis E. Mengetahui penatalaksanaan penyakit-penyakit yang menyebabkan paresis b. f. Multipel sklerosis 2. Differential Diagnosis dalam kasus ini a. Mengetahui lebih dalam tentang penyakit-penyakit yang menyebabkan paresis 2. c. TCD e. e. Meningitis d. Penatalaksanaan yang diperlukan. c. yaitu: a. c. Cerebral abses F. Nyeri fasialis atipikal g. yaitu: 1. Tujuan pembelajaran Selanjutnya Tujuan pembelajaran selanjutnya. Informasi Baru 1.

Meningitis Guilaain-Barre sindrom Penatalaksanaan secara symptomatic digunakan produk Interferon beta Penatalaksanaan untuk durasi yang pendek digunakan steroid. yaitu ACTH Peatlaksanaan untuk komplikasi pskiatri. Informasi yang tertera pada modul merupakan informasi yang sangat umum. c. Cerebral abses Berdasarkan gejala-gejala yang dialami oleh penderita dalam pasien. gejala-gejala yang muncul merupakan gejala umum pada penyakit neurologis. Nyeri fasialis atipikal g. Multipel sklerosis a. hanya diketahui bahwa sebelumnya gadis remaja ini pernah ke dokter gigi karena sakit gigi. Meningitis d. Diagnosa banding itu antara lain: b. Analisis Informasi Pada kasus. Oleh karena itu dengan berdasar kepada gejala-gejala tersebut. Encephalitis d. yaitu psychothreapy Cerebral abses G. maka dapat dianalisis sebagai berikut: . dapat dimunculkan beberapa diagnosa banding yang masih memerlukan tahap-tahap tertentu seperti anamnesis dan pemeriksaan penunjang lainnya yang memungkinkan munculnya kausa penyakit dan penegakan diagnosa yang tepat. Neuralgia Tigeminus Encephalitis Guilaain-Barre sindrom Multipel sklerosis b. f. e.    e. Tidak ada riwayat cedera kepala. seorang gadis berumur 15 tahun menemui dokter keluarganya karena tibatiba merasakan lemah pada lengan dan tungkainya. Sehingga pengambilan diagnosa yang pasti merupakan hal yang kurang bijak dan tidak tepat.a. Ia juga merasakan nyeri pada kepala bagian belakang. c.

jumlahnya dan ada atau tidaknya sel-sel radang. . Namun. yakni arteri dan vena saling berikatan sehingga membentuk suatu massa yang mirip tumor. kita juga tidak boleh menyingkirkan kemungkinan terjadinya arteriovenous malformation (AVM). dalam penetapan diagnosis tetap harus dilakukan pemeriksaan penunjang karena manifestasi klinis yang diberikan skenario sangatlah umum. dilakukan pemeriksaan radiologi. Pengambilan liqour cerebrospinal dilakukan dengan punksi lumbal pada L3-L4.Gejala DD Neuralgia Tigeminus Meningitis Encephalitis Nyeri fasialis atipikal Guilaain-Barre sindrom Multipel sklerosis Cerebral abses + + + + + + + Tibatiba + + + + + + lemah ekstremitas + + + + + Nyeri kepala bagian belakang + + + + Tidak ada cedera kepala + + + + + + + Sakit gigi + + + Berdasarkan gejala yang dialami oleh pasien. Untuk mengetahui apakah pasien tersebut menderita cerebral abses atau tidak. Pada kasus ini. maka dapat ditetapkan bahwaDifferensial Diagnosis utama adalah cerebral abses. Kita juga perlu melakukan pemeriksaan laboratorium sebagai pemeriksaan penunjang untuk memeriksa keadaan liqour cerebrospinal (LCS) baik warnanya. Pemeriksaan radiologi dapat dilakukan dengan CT-csan untuk melihat adanya abses dalam otak dan melihat lokasinya serta seberapa luas daerah absesnya Selain itu perlu dilakukan anamnesis lebih lanjut untuk mencari lebih banyak informasi tentang penyaki pasien agar kita benar-benar yakin dengan diagnosis yang dipilih.