HUTAN HUJAN TROPIS (HUTAN HUJAN BASAH

)

A. Karakteristik Hutan Hujan Tropis Hutan hujan tropika terbentuk di wilayah-wilayah beriklim tropis, dengan curah hujan tahunan minimum berkisar antara 1,750 millimetre (69 in) dan 2,000 millimetre (79 in). Sedangkan rata-rata temperatur bulanan berada di atas 18 °C (64 °F) di sepanjang tahun. Hutan tumbuh hingga di basah dataran ini rendah sekitar

ketinggian

1.200 m dpl., di atas tanahtanah yang subur atau relatif subur, kering (tidak tergenang air dalam waktu lama), dan tidak memiliki musim kemarau yang nyata (jumlah bulan

kering < 2). Hutan hujan tropika

merupakan vegetasi yang paling kaya, baik dalam arti jumlah jenis makhluk hidup yang membentuknya, maupun dalam tingginya nilai sumberdaya lahan (tanah, air, cahaya matahari) yang dimilikinya. Hutan dataran rendah ini didominasi oleh pepohonan besar yang membentuk tajuk berlapis-lapis (layering), sekurang-kurangnya tinggi tajuk teratas rata-rata adalah 45 m (paling tinggi dibandingkan rata-rata hutan lainnya), rapat, dan hijau sepanjang tahun. Ada tiga lapisan tajuk atas di hutan ini:  Lapisan pohon-pohon yang lebih tinggi, muncul di sana-sini dan menonjol di atas atap tajuk (kanopi hutan) sehingga dikenal sebagai “sembulan” (emergent). Sembulan ini bisa sendirisendiri atau kadang-kadang menggerombol, namun tak banyak. Pohon-pohon tertinggi ini bisa memiliki batang bebas cabang lebih dari 30 m, dan dengan lingkar batang hingga 4,5 m.   Lapisan kanopi hutan rata-rata, yang tingginya antara 24–36 m. Lapisan tajuk bawah, yang tidak selalu menyambung. Lapisan ini tersusun oleh pohonpohon muda, pohon-pohon yang tertekan pertumbuhannya, atau jenis-jenis pohon yang tahan naungan.  Kanopi hutan banyak mendukung kehidupan lainnya, semisal berbagai jenis epifit (termasuk anggrek), bromeliad, lumut, serta lumut kerak, yang hidup melekat di cabang dan

sehingga orang dan hewan cukup leluasa berjalan di dasar hutan. dan bahkan batang kayu yang rebah. segera menjadi busuk diuraikan oleh aneka organisme tadi. Ada dua lapisan tajuk lagi di aras lantai hutan. Tetumbuhan di lapis bawah umumnya terbatas keberadaannya oleh sebab kurangnya cahaya matahari yang bisa mencapai lantai hutan.rerantingan. membawa konsekuensi bagi kehidupan di lapis bawahnya. Curah hujan: hutan hujan memperoleh curah hujan sebesar paling tidak 80 inci setiap tahunnya. seperti halnya aneka kapang dan organisme pengurai (dekomposer) lainnya tumbuh berlimpah ruah. Para peneliti percaya bahwa sekitar separuh dari tumbuhan dan hewan yang ditemukan di muka bumi hidup di hutan hujan. gula untuk struktur semut tempat menjaga tinggal tumbuhan dari serangga-serangga yang mungkin ingin memakan daun dari tumbuhan tersebut . dan adalah jamur ditemukan suatu ekosistem. saling tumbuhan Sebagai Hubungan simbiotik adalah hubungan dimana dua spesies berbeda beberapa semut. Pada saat-saat tertentu ketika tajuk tersibak atau terbuka karena sesuatu sebab (pohon yang tumbang. Akan tetapi kehidupan yang tidak begitu memerlukan cahaya. misalnya). lantai hutan yang kini kaya sinar matahari segera diinvasi oleh berbagai jenis terna. Tajuk atas ini demikian padat dan rapat. Dedaunan. dengan saling membantu. Biodiversity hewan. membentuk sejenis rimba yang rapat. 3. kecil dan Contohnya. ranting. di samping jenis-jenis pemanjat (liana) yang melilit batang atau mengait cabang untuk mencapai atap tajuk. tumbuhan. Hubungan simbiotik antar spesies: spesies di hutan hujan seringkali bekerja bersama. yakni lapisan semak dan lapisan vegetasi penutup tanah. Lokasi: hutan hujan berada di daerah tropis. Kanopi: hutan hujan memiliki kanopi. 4. buah-buahan. Pemakan semut raksasa juga hidup di sini. B. lain menguntungkan membuat balasannya. Keanekaragaman tinggi seperti biota: hutan hujan memiliki sebutan yang tingkan untuk keragaman seluruh di biota benda yang hidup (biodiversity). Ciri-ciri Umum Hutan Hujan Tropis 1. semak dan anakan pohon. 2. yaitu lapisan-lapisan cabang pohon beserta daunnya yang terbentuk oleh rapatnya pohon-pohon hutan hujan. 5. Lantai hutan sangat kurang cahaya. sehingga hanya jenis-jenis tumbuhan yang toleran terhadap naungan yang bertahan hidup di sini.

adalah sumber dari obat-obatan dan makanan. PetaPersebaran Huan hujan tropis di dunia C. Asia Tenggara (Indonesia dan Malaysia). tanah kering sampai lembab dan bermacam-macam jenis tanah.3000 mdpl). Maluku dan Irian.1000 mdpl). Hutan Hujan Tengah (1000 . Mayoritas hidup tumbuhan berkayu (perpohonan. dan Australia. melindungi dari banjir.6. menyokong kehidupan manusia suku pedalaman. Terdapat di pedalaman. Madagaskar Timur. Terdapat terutama di Sumatera. Kalimantan.4000 mdpl). Afrika Barat. dan erosi. liana). curah hujan tinggi. dan adalah tempat menarik untuk dikunjungi . 1. Ciri-ciri : Iklim selalu basah. pada tanah rendah sampai berbukit (1000 mdpl) sampai pada dataran tinggi (s/d 4000 mdpi). Sulawesi. dan merata. Hutan hujan:      menyediakan rumah bagi banyak tumbuhan dan hewan. membantu menstabilkan iklim dunia. kekeringan. tumbuhan berbatang kurus (tidak banyak cabang. Dapat dibedakan menjadi 3 zone menurut ketinggiannya : Hutan Hujan Bawah (2 . kulit tipis). Persebaran bioma hutan hujan tropis di daerah antara 10º LU dan 10º LS. Hutan Hujan Atas (3000 . termasuk di dalamnya Hutan Amazon (Amerika Tengah). Fungsi Hutan Hujan Tropis Hutan hujan berfungsi bagi ekosistem global.

Pohon-pohon Hutan Pohon-pohon ini merupakan komponen struktural utama. biasanya terdiri atas tujuh kelompok utama. mengatasi hujan dioksida membantu dari menstabilkan iklim dunia karbon dengan dioksida melalui cara ke menyerap atmosfer pemanasan dalam cuaca atmosfer. dan masing-masing tingkatan ditandai dengan jenis pohon yang berbeda. mempunyai hujan juga peran yang penting kondisi Hutan mempengaruhi lokal dengan membuat hujan dan mengatur suhu. serta memiliki tajuk yang sempit meruncing. dengan ketinggian lebih dari 30 meter. kadang-kadang untuk mudahnya dinamakan atap atau tajuk (canopy). Tingkatan-tingkatan kanopi hutan hujan tropis sebenarnya sukar sekali ditentukan secara pasti. banyak spesies yang harus menghadapi kepunahan. Beberapa spesies di hutan hujan hanya dapat bertahan hidup di habitat asli mereka. Tingkatan A merupakan tingakatan tumbuhan yang menjulang tinggi. Tumbuhan Penyusun Hutan Hujan Tropis Tumbuhan utama penyusun hutan hujan tropis yang basah (lembab). Tingkatan ini dicirikan dengan bentuk pohon yang kecil dan langsing. D. Pohonpohonnya dicirikan dengan jarak antar pohon yang agak berjauhan dan jarang merupakan suatu lapisan kanopi yang bersambung. Hutan hujan merupakan termasuk rumah diantaranya bagi banyak spesies tumbuhan punah. dan Saat hewan hutan di dunia. . pengaruh hujan Pembuangan bagi memberikan Karenanya pemanasan perubahan iklim hutan global.  Hutan karbon dipercaya global. Kebun binatang tidak dapat menyelamatkan seluruh hewan. yaitu: 1. Sedangkan tingkatan C merupakan tumbuhan dengan ketinggian antara 5-15 meter. spesies yang terancam ditebangi. Hal ini disebabkan oleh ketinggian pohon yang tidak seragam seperti telah disebutkan dalam pembagian tingkatan di atas. Hutan hujan menyediakan rumah bagi tumbuhan dan hewan liar. Pengamatan tingkatan kanopi di atas hanyalah bersifat kausal saja. Kanopi ini terdiri dari tiga tingkatan. Tingkatan B merupakan tumbuhan dengan ketinggian antara 15-30 meter. Kanopi pada tingkatan ini merupakan tajuk-tajuk pohon yang bersifat kontinu (bersambung) dan membentuk sebuah massa yang dapat disebut sebagai sebuah atap (kanopi).

. besar dan banyak. Pada bagian ini banyak tumbuh dan berkembang vegetasi tanah yang berwarna hijau yang tidak bergantung pada bantuan dari luar.2. dimana sinar matahari leluasa mencapai lantai hutan. dan liana. 4. yaitu lapisan semaksemak (D). Meskipun kondisi iklim mikronya panas dan lembab. Tumbuhan pemanjat ini lebih dikenal dengan sebutanLiana. namun perkembangan terna dalam wilayah hutan hujan tropis kurang baik. Sering pula tumbuhan ini tumbuh di percabangan pohon-pohon besar. Terna dapat membentuk lapisan tersendiri. Persebaran terna yang baik terdapat pada wilayah terbuka dengan air yang cukup melimpah atau pada tebing-tebing terjal. Tumbuhan ini hidup diakibatkan oleh kebutuhan akan cahaya matahari yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan kurangnya pencahayaan matahari untuk membantu proses fotosintesisnya. Tumbuhan ini pada umumnya tidak menimbulkan pengaruh buruk terhadap inang yang menunjangnya. Tumbuhan Pemanjat Tumbuhan ini bergantung dan menunjang pada tumbuhan utama dan memberikan hiasan utama pada hutan hujan tropis.) yang tingginya dapat melebihi 5 meter. Tumbuhan ini dapat berbentuk tipis seperti kawat atau berbentuk besar sebesar paha orang dewasa. Beberapa diantaranya dapat mencapai panjang sampai 200 meter. the Adventure).pohon yang telah mati. Terna Pada bagian hutan yang kanopinya tidak begitu rapat. jahe. 3. Lapisan semak-semak sering mencakup beberapa terna besar sepertiScitamineae (pisang. semak. Epifita Tumbuhan ini tumbuh melekat pada batang. Tumbuhan ini pun hanya memainkan peran yang kurang berarti dalam ekonomi hutan. Lapisan kedua yaitu semai-semai pohon (E) yang dapat mencapai ketinggian 2 meter. Tumbuhan ini seperti menghilang di dalam kerimbunan dedaunan atau bergantungan dalam bentuk simpul-simpul tali raksasa (ingat dalam film Tarzan. Tumbuhan ini dapat tumbuh baik. cabang atau pada daun-daun pohon.) dengan bagian dindingnya sebagian besar terdiri dari tumbuhan berkayu. Beberapa dari tipe ini hidup di atas tanah pada pohon. sehingga mampu memberikan salah satu sifat yang paling mengesankan dari hutan hujan tropis. dll. terdiri dari tumbuhan berkayu agak tinggi. memungkinkan sinar matahari dapat tembus hingga ke lantai hutan. Tumbuhan yang demikian hidup dalah iklim yang lembab dan cenderung bersifat terna seperti pakupakuan dan paku lumut (Selagenella spp.

baik dari golongan yang rendah maupun paku-pakuan dan tumbuhan berbunga termasuk diantaranya semak-semak. adalahFircus spp. biasanya melibatkan kekayaan jenis-jenis tumbuhan spora. Tumbuhan pencekik yang paling banyak dikenal dan melimpah jumlahnya. Tumpukan dedaunan tersebut dapat dijumpai pada rongga-rongga atau sudut-sudut diantara akar-akar banir pohon-pohon. suku Burmanniaceae dan Gentianaceae. namun akar-akarnya bercabang-cabang dan menujam ke bawah melalui batang. . Sementara itu tajuk tumbuhan pencekik menjadi besar dan lebat. Jumlah jenisnya lebih beraneka ragam. Tumbuhan ini sering membunuh pohon yang semula membantu menjadi inangnya.batang inangnya hingga mencapai tanah. Pada stadium ini tumbuhan pencekik masih berupa epifit. Biji-biji dari tumbuhan pencekik ini berkecambah diantara dahan-dahan pohon besar yang tinggi atau semak yang merupakan inangnya. Saprofita Tipe tumbuhan ini mendapatkan zat haranya dari bahan organik yang telah mati bersama-sama denganparasit-parasit. terutama yang hidup di dekat permukaan lantai hutan. 5. Kehadiran epifit dalam ukuran yang luas lagi digunakan untuk membedakan antara hutan hujan tropis dengan komunitas hutan di daerah iklim sedang. jenis-jenis Triuridaceae dan Balanophoraceae yang sedikit mengandung klorofil dapat hidup dengan cara saprofit yang sama. yang memainkan peranan penting baik dalam ekonomi maupun fisiognomi hutan hujan tropis. Namun beberapa jenis anggrek tertentu. Kemudian batang-batang pohon itu tertutup dan terjalin oleh akar-akar tumbuhan pencekik dengan sangat kuat. tetapi kemudian akarakarnya menancap ke tanah dan tidak menggantung lagi pada inangnya. Jenis tumbuhan ini terdiri atas cendawan atau jamur (fungi). Setelah beberapa waktu tertentu inang pohon pun akan mati dan membusuk meninggalkan pencekiknya. Tumbuhan ini merupakan komponen heterotrof yang tidak berwarna hijau di hutan hujan tropis. Tumbuhan ini banyak ditemukan pada lantai hutan yang memiliki rontokkan daundaun yang cukup tebal dan terjadi pembusukkan yang nyata. Pencekik Pohon Tumbuhan pencekik memulai kehidupannya sebagai epifita. Epifit pun memainkan peranan penting dan sangat menarik untuk menunjukkan adaptasi struktural terhadap habitatnya. dan bakteri.Namun demikian. 6. epfita memainkan peranan penting dalam ekosistem sebagai habitat bagi hewan. Tumbuhan ini dapat membantu terjadinya penguraian organik. baik dari segi jenis ataupun populasinya.

. Neon Tetras. Kebanyakan hemiparasit adalah dari suku benalu (Loranthaceae). burung. Hemiparasit yang bersifat seperti epifit jenisnya sangat banyak sekali dan jumlahnyanya pun melimpah ruah serta banyak dijumpai di seluruh hutan hujan tropis. maka hewan yang banyak hidup di daerah hutan basah ini adalah hewan-hewan pemanjat sejenis primata. dan primata lainnya. Tumbuhan ini hidupnya hanya untuk merugikan tumbuhan inangnya. dan lele pemakan ganggang berasal dari hutan hujan tropis di Amerika Selatan. Siamese Fighting Fish (atau Betta). amphibi.000 jenis kumbang diketahui ada. sehingga hutan hujan tropis di jadikan rumah bagi berbagai jenis hewan di antarnya mamalia. dan Clown Loach berasal dari Asia. Lembah sungai Amazon sendiri memiliki 3000 spesies yang diketahui dan kemungkinan spesies yang tidak teridentifikasi dalam jumlah yang sama. anak sungai. Gurameh. Perairan hutan hujan tropis termasuk sungai. Komponen Penyusun Hutan Hujan Selain Tumbuhan 1. serangga dan ikan yang hidup di perairan hutan hujan tropis. Parasit akar jumlahnya sangat sedikit dan tidak seberapa penting artinya.7. monyet. Tumbuhan ini dapat berupa cendawan dan bakteria yang digolongkan dalam 2 sinusia penting. Sekitar seperempat dari seluruh spesies hewan yang telah diberi nama dan dideskripsikan oleh ilmuwan adalah kumbang. namun bila dikaji secara mendalam akan sangat menarik sekali. sedangkan Danios. siamang. Parasit Jenis tumbuhan ini biasanya mengambil unsur hara dari pohon inangnya untuk kelangsungan hidupnya. simpanse. reptile. Kebanyakan dari hewan yang ditemukan di hutan hujan adalah serangga. Hampir 500. E. seperti. gorilla. Discus. Ikan seperti Angelfish. Banyak ikan tropis yang dipelihara di akuarium air tawar berasal dari hutan hujan. Karena pohon-pohon yang terdapat di hutan tropis rata-rata tinggi dan permukaan tanahnya relatif sering tergenang oleh air. dan rawa-rawa adalah rumah bagi mayoritas spesies ikan air tawar. Pertama adalah parasit akar yang tumbuh di atas tanah dan yang kedua adalah setengah parasit (hemiparasit) yang tumbuh seperti epifita di atas pohon. Hewan Hutan hujan menyediakan makanan untuk hewan. danau.

Dari sisa-sisa manusia hutan yang ada. Manusia Hutan Hujan Hutan hujan tropis merupakan rumah bagi manusia pedalaman yang bergantung pada sekitar mereka untuk makanan. Saat ini hanya sedikit manusia hutan yang hidup dengan cara tradisional. Walau begitu. . kebanyakan Ameridian. juga dikenal sebagai Mbuti. Ukuran tertinggi dari orang-orang ini. kebanyakan telah digantikan dengan para penetap dari luar atau telah dipaksa oleh pemerintah untuk menyerahkan gaya hidup mereka. menggunakan barang-barang dari Barat (seperti panci. panggilan yang biasa ditujukan pada mereka. Ukuran mereka yang kecil membuat mereka dapat bergerak di dalam hutan dengan lebih efisien bila dibandingkan dengan orang yang lebih tinggi. walau orang-orang tersebut juga telah dipengaruhi oleh dunia modern. Pengetahuan mereka tentang tanaman-tanaman obat yang digunakan untuk merawat orang sakit tidak ada tandingannya dan mereka memiliki pemahaman yang luar biasa mengenai ekologi dari hutan hujan Amazon. dan perkakas metal). dan obat-obatan. dan beras). tempat berlindung.2. Di Afrika terdapat penghuni hutan asli yang kadang dikenal dengan nama pygmies. Sementara mereka masih menggunakan hutan sebagai tempat untuk berburu dan mengumpulkan makanan. manioc. penggorengan. menanam hasil bumi (seperti pisang. jarang yang tingginya lebih dari 5 kaki. dan melakukan kunjungan reguler ke kota-kota untuk membawa makanan dan barang ke pasar. manusia-manusia hutan ini dapat mengajarkan banyak tentang hutan hujan pada kita. Amazon memiliki jumlah populasi yang terbesar.

antara lain adalah: a. G. Jika produktivitas pada suatu ekosistem hanya berubah sedikit dalam jangka waktu yang lama maka hal ini menandakan kondisi lingkungan yang stabil. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Hutan Hujan Tropis Produktivitas merupakan parameter ekologi yang sangat penting. maka menunjukkan telah terjaDI perubahan lingkungan yang nyata atau terjadi perubahan yang penting dalam interaksi di antara organisme-organisme yang menyusun ekosistem. Beberapa dari ini termasuk gajah. Lantai hutan adalah dimana terjadinya pembusukan (decomposation). Bagaimanapun. terlepas dari bayang-bayang konstanya. Suhu dan cahaya matahari Wilayah hutan hujan tropis menerima lebih banyak sinar matahari tahunan yang tersedia bagi fotosintesis dibanding dengan wilayah iklim sedang. (2) Lewatnya sinar matahari pada atmosfer yang lebih tipis (karena sudut yang lebih tegak lurus di daerah tropika). (3) Masa tumbuh. Produktivitas ekosistem adalah suatu indeks yang mengintegrasikan pengaruh kumulatif dari banyak proses dan interaksi yang berlangsung simultan di dalam ekosistem. yang terbatas oleh keadaan suhu adalah lebih panjang di daerah hutan hujan tropis (kecuali di tempat-tempat yang sangat tinggi) . Dekomposasi atau pembusukan adalah proses ketika makhluk-makhluk pembusuk seperti jamur dan mikro organism mengurai tumbuhan dan hewan yang mati dan mendaur ulang material-material serta nutrisi-nutrisi yang berguna. tetapi jika terjadi perubahan yang dramatis. mengurangi jumlah sinaran yang diserap oleh atmosfer. Permukaan Tanah Hutan Hujan Dedaunan di kanopi membuat lapisan dasar dari hutan hujan umumnya gelap dan lembab. dan macan kumbang. permukaan tanah dari hutan hujan adalah bagian yang penting dari ekosistem hutan.F. Banyak dari hewan-hewan terbesar hutan hujan ditemukan di lantai hutan. 56% sampai dengan 59 % sinar matahari pada batas atmosfer dapat sampai di permukaan tanah. Produktivitas khususnya di wilayah tropis dipengaruhi oleh beberapa faktor. tapir. Hal ini disebabkan oleh 3 faktor: (1) Kemiringan poros bumi menyebabkan wilayah tropika menerima lebih banyak sinar matahari dibanding pada atmosfer luarnya dibanding dengan wilayah iklim sedang. Di wilayah hutan hujan tropis.

Warsito (1999) menjelaskan bahwa kelembapan atmosfer merupakan fungsi dari lamanya hari hujan. yang mengakibatkan terlepas unsur-unsur hara . Hara yang mudah sekali tercuci terutama adalah Ca dan K. Sumber utama air dalam atmosfer adalah hasil dari penguapan dari sungai. Interaksi Antara Suhu dan Curah Hujan Interaksi antara suhu yang tinggi dan curah hujan yang banyak yang berlangsung sepanjang tahun menghasilkan kondisi kelembapan yang sangat ideal bagi vegetasi hutan hujan tropis untuk meningkatkan produktivitas.. proses lain yang sangat dipengaruhi oleh proses ini adalah pelapukan tanah yang berlangsung cepat. Hara-hara ini ada yang dapat dengan segera diserap oleh tumbuhan d. . terdapatnya air yang tergenang. c. Menurut Jordan (1995) tingginya kelembapan pada gilirannya akan meningkatkan laju aktivitas mikroorganisme. Selain itu. (1987) mengatakan bahwa sebagai salah satu faktor siklus hara dalam sistem. Barbour et al. Pelapukan terjadi ketika hidrogen dalam larutan tanah bereaksi dengan mineral-mineral dalam tanah atau lapisan batuan. (1986) curah hujan yang tinggi akan menyebabkan tanah. Curah Hujan Di daerah hutan hujan tropis jumlah curah hujan per tahun berkisar antara 1600 sampai dengan 4000 mm dengan sebaran bulan basah 9.5-12 bulan basah. air laut. pencucian adalah penyebab utama hilangnya hara dari suatu ekosistem.tanah yang tidak tertutupi oleh vegetasi rentan sekali terhadap pencucian yang akan mengurangi kesuburan tanah dengan cepat. yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas tumbuhan. Oleh karena produktivitas serasah yang tinggi maka akan memberikan keuntungan bagi vegetasi untuk meningkatkan produktivitas karena tersedianya sumber hara yang banyak.Suhu yang tinggi dan konstan hampir sepanjang tahun dapat bermakna musim tumbuh bagi tumbuh-tumbuhan akan berlangsung lama. dan suhu. b. Produktivitas Serasah Produktivitas serasah di hutan hujan tropis adalah juga yang tertinggi di banding dengan wilayah-wilayah lain sebagaimana yang terlihat pada Table 2. Walaupun memberi dampak positif bagi produktivitas vegetasi menurut Resosoedarmo et al. Kondisi ini menjadikan wilayah ini memiliki curah hujan yang merata hampir sepanjang tahun yang akan sangat mendukung produktivitas. dan genangan air tanah lainnya serta transpirasi dari tumbuhan.

Sekitar 10 % dari produktivitas vegetasi darat dunia dikonsumsi oleh herbivora biofag. Oleh karena produktivitas yang tinggi. . Tanah di hutan hujan tropis adalah tanah yang berumur sangat tua. maka dapat di antisipasi adanya potensi yang tinggi untuk terjadi serangan insekta. dan kemungkinan besar tanah disini berasal dari periode Tertiary. Persentase ini bervariasi menurut tipe ekosistem darat (Barbour at al. Tanah Tanah adalah faktor di daerah tropis yang tidak mendukung tingginya produktivitas yang tinggi. pohon adanya serangan insekta alat areal berskala mengembangkan pelindung terhadap herbivora melalui produksi bahan kimia tertentu yang jika dikonsumsi oleh herbivora memberi efek yang kurang baik bagi herbivora. kecuali tanah vulkanik. sedikit bukti yang ada sekurangkurangnya pada di hutan yang tumbuh luas.. Periode Pleistocene tidak berpengaruh sama sekali pada tanah disini. Namun. Herbivora Herbivora adalah faktor biotik yang mempengaruhi produktivitas vegetasi.e. 1987). f. secara Banyak alami.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful