BAB I PENDAHULUAN

I. 1 Latar Belakang Hutan merupakan salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Bagi manusia, hewan dan tumbuhan, hutan menjadi bagian terpenting yang tak dapat dipisahkan dan tergantikan dalam menunjang kelangsungan hidupnya. Selain sebagai sumber air tanah dan penghasil oksigen, hutan juga berfungsi untuk menyerap karbon dioksida. Karbon dioksida sangat dibutuhkan oleh tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Tak hanya itu, keberadaannya di alam ini juga berfungsi untuk mencegah banjir, longsor maupun erosi. Selain sebagai sumber kehidupan, hutan juga menyediakan banyak manfaat lain yang salah satunya yaitu mensejahterakan kehidupan masyarakat. Bagaimana caranya? Tentu saja cara mensejahterakan kehidupan

masyarakatnya dengan melimpahnya hasil hutan yang tersedia. Dalam makalah ini, kami akan membahas hasil-hasil hutan yang tersedia di hutan tersebut. I. 2 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah selain untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Kehutanan juga agar kami sebagai mahasiswa juga lebih mengerti dan mendalami hasil-hasil yang dapat dikelola dan diperoleh dari hutan selain peran-peran penting hutan dalam kehidupan itu sendiri. I. 3 Metode Penulisan Dari banyak metode yang kami–tim penyusun–ketahui, penulisan makalah ini menggunakan metode kepustakaan. Pada zaman modern ini metode
1

kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan guna mencari bahan dan materi makalah tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet). Kami menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis, efektif, efisien, murah serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data–data tentang topik ataupun materi yang kami gunakan untuk makalah ini. I. 4 Ruang Lingkup Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang kami–tim penyusun– miliki serta sesuai rujukan materi yang harus dibahasa dalam makalah ini yang diberikan oleh dosen pengasuh mata kuliah Pengantar Ilmi Kehutanan yang juga sebagai pemberi tugas, maka ruang lingkup makalah ini terbatas pada pembahasan peran penting hutan, khususnya sebagai sumber kehidupan.

2

usaha pemerintah untuk mengembangkan industri pengolahan kayu menampakkan hasil yang sangat nyata.1 Hasil Hutan Hayati II. Pada tahun 1994. perlu dikelola dengan baik agar dapat memberikan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia di masa kini dan di masa akan datang.BAB II PEMBAHASAN II. Produksi kayu bulat di Sulawesi Selatan dari tahun ke tahun berfluktuasi.74 m 3. Sulawesi Selatan merupakan suatu daerah yang memiliki potensi kayu masih perlu penanganan dan pemanfaatan secara maksimal. yakni peningkatan ekspor olahan. Potensi sumber daya hutan ini sebagian besar merupakan hutan alam yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia. 3 .a Hasil Hutan Kayu 1) Kayu Bulat Sumberdaya hutan yang luasnya diperkirakan 143 juta ha yang berpotensi sangat besar. Salah satu hasil hutan alam yang sangat besar dihasilkan adalah kayu.00 m 3 dan pada tahun 1996 produksi kayu bulat mengalami peningkatan hingga 591. produksi kayu bulat di Sulawesi Selatan sebanyak 498. Kayu merupakan salah satu komoditi non migas yang memberi pemasukan devisa yang tidak sedikit bagi negara. Pesatnya perkembangan industri pengolahan kayu bulat pada tahun 1985. yang dimaksudkan untuk mencapai tiga sasaran pokok di bidang pengolahan kayu.381.1. Melalui kebijakan pembatasan ekspor kayu bulat yang berlaku sejak tahun 1980.663.

2) Kayu Industri a.54 m3 (Kanwil Dephutbun.serta pada tahun 1998 terjadi penurunan produksi hingga 400% dari total produksi tahun 1996.680. Oleh karena itulah saat ini terdapat beberapa metode untuk mendapatkan bentuk serat kayu tertentu dan juga untuk memperoleh nilai ekonomisnya. Ketebalannya pun bervariasi tergantung dari fungsi dan pemakaiannya. Termasuk pemangkasan bagian-bagian log agar didapat rendemen yang baik. Vinir yang digunakan untuk lapisan akhir sebuah plywood (multipleks) atau papan buatan lainnya biasanya cukup tipis namun berkualitas baik terutama dari sisi estetika atau keindahan. HTI.. 1998).  Charging Batang log di masukkan ke mesin yang berfungsi untuk membuat log sebundar mungkin. Hal ini disebabkan oleh (1) semakin kurangnya produksi kayu bulat pada masing-masing HPH. dan (2) banyaknya kayu bulat yang dipasarkan ke luar Sulawesi Selatan. Dari sebatang log vinir harus melalui beberapa proses sebagai berikut:  Debarking Proses pertama untuk vinir adalah pengupasan kulit kayu hingga bersih.  Conditioning Log 'direbus' atau disteam dengan uap air panas atau air panas sehingga menjadi lunak untuk memudahkan penyayatan vinir.) Vinir Vinir merupakan lembaran tipis kayu yang dihasilkan melalui beberapa proses mesin. dan IPKTM di Sulawesi Selatan. Arah serat kayu dan jenis permukaan vinir yang diperlukan oleh konsumen mempengaruhi metode penyayatan kayu menjadi vinir. 4 . yaitu sebesar 111. IPK.

dengan cara mengambil dari hutan tanam industri kemudian disimpan dengan tujuan untuk pelapukan dan persediaan bahan baku. Kayu yang siap diolah ini disebut dengan Log. setelah itu log dicuci. Log yang sudah bersih ini kemudian di iris menjadi potongan-potongan kecil yang di sebut dengan chip.) Kertas (pulp) Proses pembuatan pulp ada dua macam yaitu secara kimia (chemical pulping) dan proses mekanikal (mechanical pulping). plain slice. Kemudian log di kupas kulitnya dengan alat yang berbentuk drum disebut Drum barker. Kayu jenis ini berserat pendek sehingga kertas menjadi rapuh. Di mesin pembuat kertas (paper machine). quarter slice. Setelah itu log melewati stone trap (alat yang berbentuk silinder berfungsi untuk membuang batu yang menempel pada log). flat slice. b. serat kayu ini dicampur dengan kayu yang berserat panjang contohnya pohon pinus. Chip kemudian dikirim ke penyaringan utama untuk memisahkan chip yang bisa dipakai (ukuran standar 5 . Lathing Proses pengupasan Log. Terdapat berbagai metode penyayatan antara lain rotary slice. Kertas yang sering kita gunakan itu terbuat umumnya terbuat dari kayu atau lebih tepatnya dari serat kayu dicampur dengan bahan-bahan kimia sebagai pengisi dan penguat kertas. Proses pembuatan pulp dimulai dari penyediaan bahan baku. Kayu yang digunakan di Indonesia umumnya jenis Akasia. half-round slice dan rift slice. Tapi di sini akan dibahas secara garis besar saja agar lebih mudah dipahami.

Bubur kertas ini kemudian dikelantang (bleacing) dengan bahan kiia di dalam proses bleacing untuk mencapai derajat keputihan sesuai standar ISO. kemudian baru dipanaskan dengan steam di steaming vessel.25x25x10mm) dengan yang tidak. Steam dimasak dengan beberapa tahap. Pulp kemudian disimpan atau dikirim ke paper machine untuk diolah menjadi kertas. 6 . chip di masak dengan cairan pemasak yang disebut dengan cooking liquor. yaitu penyaringan kasar dan penyaringan halus. Pertama di kukus (presteamed). Proses penyaringan ini ada dua tahap. Kemudian bubur kertas dicampur dengan oksigen (O2) dan sodium hidroksida (NaOH) di dalam delignification tower sebelum di cuci didalam washer. serta memutihkan pulp. Chip yang standar disimpan ditempat penampungan. Tahap selanjutnya setelah setelah bubur kertas siap kemudian dicuci dengan tujuan untuk memisahkan cairan sisa hasil pemasakan dan mengurangi dampak terhadap lingkungan. Proses selanjutnya pulp di saring (screaning) agar terbebas dari bahanbahan pengotor yang dapat mengurangi kualitas pulp. Proses akhir dari penyaringan berada pada sand removal cyclones yang berfungsi untuk memisahkan pasir dari pulp. mengurangi kandungan lignin. Tujuan dari pencampuran ini adalah untuk mengurangi pemakaian bahan-bahan kimia pada tahap pengelantangan (bleacing). Dari tempat penampungan chip dibawa dengan konveyor ke bejana pemasak (digester).

Kain ini biasanya terlihat berkilau dan tidak mudah kusut. dan kain pelapis sepatu. kaus kaki. benang ban). tirai) dan alat-alat kebutuhan industri (kain untuk perabot rumah sakit. Serat rayon memiliki unsur kimia karbon. II. Kain rayon digunakan secara luas dalam industri garmen untuk bahan pakaian dan perlengkapan busana.1. kain rayon dikenal dengan nama rayon viskosa atau sutra buatan. hidrogen. seperti daster. Kegiatan pengolahan adalah pengerjaan lanjutan dari rotan bulat (rotan asalan) menjadi barang setengah jadi dan barang jadi atau siap dipakai atau dijual. jas. jaket. sehingga disebut serat semisintesis karena tidak bisa digolongkan sebagai serat sintetis atau serat alami yang sesungguhnya.) Rayon Rayon atau kain rayon adalah kain yang dibuat dari serat hasil regenerasi selulosa. Dalam industri tekstil. dasi.c.b Hasil Hutan Bukan Kayu 1) Hasil Tumbuhan a) Rotan Rotan yang dijadikan sebagai bahan baku industri produk jadi rotan adalah rotan yang yang telah melalui pengolahan. syal. Kain jenis ini juga dipakai sebagai kain alas dan pelengkap perabot rumah tangga (seprai. dan oksigen. Di Indonesia. Serat yang dijadikan benang rayon berasal dari polimer organik. topi. selimut. kain rayon merupakan bahan baku untuk industri kain dan baju batik. pakaian dalam. serta barang kesehatan pribadi (pembalut wanita dan popok). Tahapan pengolahan rotan adalah sebagai berikut : 7 .

Penggosokan dan Pencucian Setelah rotan digoreng.) dan rotan semambu (Calamus scipionum Burr. (2005) pada rotan manau (Calamus manan Miq. kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang sudah disiapkan campuran solar dengan minyak kelapa. gunanya adalah untuk menghilangan kulit rotan tersebut.).3 hari.. Cara penggorengannya adalah potongan-potongan rotan diikat menjadi suatu bundelan.- Penggorengan Tujuan penggorengan adalah untuk menurunkan kadar air agar cepat kering dan juga untuk mencegah terjadinya serangan jamur. Hasil penelitian Basri dan Karnasudirja (1987) dalam Jasni et al. ditiriskan beberapa menit. sehingga kulit rotan menjadi bersih dan akan dihasilkan warna rotan yang bewarna cerah dan mengkilap. sehingga diameter dan warna menjadi lebih seragam dan merata. agar sisa kotoran terutama getah yang masih menempel pada kulit rotan dapat dilepaskan. Pengasapan 8 . Pengeringan Setelah rotan dicuci lalu dikeringkan dengan cara dijemur pada panas matahari sampai kering dengan kadar air berkisar 15% – 19%. kemudian digosok dengan kain perca (sabut kelapa) atau karung goni yang dicampur dengan serbuk gergaji. menunjukkan bahwa lama pengeringan secara alami dari kedua jenis rotan tersebut berkisar 22 hari sampai 65. Pengupasan dan Pemolisan Pengupasan dan pemolisan umumnya dilakukan pada rotan besar pada keadaan kering.

Waktu pengasapan sekitar 12 jam dan menghabiskan sekitar 7... tidak bersifat korosif. aman dalam pengangkutan dan penggunaan.Pengasapan dilakukan agar warna rotan menjadi kuning merata dan mengkilap. Hasil penelitian (Jasni. 2005). Kemudian bagian tersebut dibengkokkan dengan bantuan alat pembengkok pada waktu rotan masih 9 . Pembengkokan Pembengkokan atau pelengkungan rotan dilakukan pada rotan berdiameter besar sesuai dengan pengunaannya. Pengawetan Pengawetan rotan adalah proses perlakuan kimia atau fisis terhadap rotan yang bertujuan meningkatkan masa pakai rotan.8 gr/batang rotan (Rachman 1990 dalam Jasni et al. Cara pembengkokan ini dilakukan dengan cara rotan tersebut dilunakkan dengan uap air panas yang disebut steaming dengan tabung berbentuk silinder (steamer) agar jaringan rotan menjadi lunak sehingga mudah dibengkokan. tersedia dalam jumlah banyak dan murah. Pengasapan dilakukan pada rotan kering yang masih berkulit (alami) Pengasapan pada dasarnya adalah proses oksidasi rotan dengan belerang (gas SO2) agar warna kulit rotan menjadi lebih putih.5 kg belerang atau 1. permanen dalam rotan. proses pembengkokan dilakukan dengan cara memanaskan langsung bagian yang akan dibengkokkan pada api (kompor minyak tanah dan gas LPG). 2005). 1992 dalam Jasni et al. juga memperpanjang umur pakai rotan. Bahan pengawet yang digunakan harus bersifat racun terhadap organisme perusak baik pada rotan basah maupun rotan kering. menunjukkan bahwa pengrajin di industri rumah tangga. Selain berfugsi untuk mencegah atau memperkecil kerusakan rotan akibat oganisme perusak.

Ciri-ciri bagian tanaman yang telah menghasilkan gaharu adalah kulit batang menjadi lunak. Masuknya mikroba ke dalam jaringan tanaman dianggap sebagai benda asing sehingga sel tanaman akan menghasilkan suatu senyawa fitoaleksin yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyakit atau patogen. baik dalam negeri maupun luar negeri. pelekukan. atau 10 . serta terjadi pembengkakan. serta Afrika Timur. Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga Aquilaria. terutama A. Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum. Jazirah Arab. Cara ini mempunyai beberapa kelemahan yaitu prosesnya lambat dan kadang-kadang bagian yang dipanaskan dapat terbakar. Persia.panas. malaccensis. apabila mikroba yang menginfeksi tanaman dapat mengalahkan sistem pertahanan tanaman maka gaharu tidak terbentuk dan bagian tanaman yang luka dapat membusuk. Gaharu sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu) telah menjadi komoditi perdagangan dari Kepulauan Nusantara ke India. maupun secara sengaja dengan pengeboran dan penggergajian. Namun. Luka pada tanaman berkayu dapat disebabkan secara alami karena adanya cabang dahan yang patah atau kulit terkelupas. Senyawa fitoaleksin tersebut dapat berupa resin berwarna coklat dan beraroma harum. Gaharu dihasilkan tanaman sebagai respon dari masuknya mikroba yang masuk ke dalam jaringan yang terluka. b) Gaharu Gaharu merupakan komoditi elit Hasil Hutan Bukan Kayu yang saat ini banyak di minati oleh konsumen. sehingga bewarna hitam. serta menumpuk pada pembuluh xilem dan floem untuk mencegah meluasnya luka ke jaringan lain. tajuk tanaman menguning dan rontok.

Untuk kepentingan komersil. gaharu murni diperdagangkan dalam bentuk kayu. Beberapa contoh cendawan yang dapat digunakan sebagai inokulum adalah Acremonium sp. Fusarium nivale. hingga penjualannya menggunakan bobot gram. Serbuk gaharu digunakan untuk dupa/ratus. Fusarium roseum. dan eaglewood. 11 . kosmetik dan obat-obatan (farmasi). dan selina dienol.-). Harga gaharu kualitas baik di tingkat konsumen di pasar internasional. sekitar US $ 5 sd. Setiap spesies pohon penghasil gaharu memiliki mikroba spesifik untuk menginduksi penghasilan gaharu dalam jumlah yang besar. heartwood.000. Kayu gaharu bisa dijadikan bahan kerajinan bernilai sangat tinggi. Budha. Serbuk gaharu sebagai dupa akan dibakar langsung dalam ritual keagamaan. Parfum diperoleh dari hasil ekstraksi resin dan kayunya. atau untuk peralatan upacara keagamaan.. Istilah ini bukan mengacu ke Aloe vera (lidah buaya). cengkeh).Senyawa gaharu dapat menghasilkan aroma yang harum karena mengandung senyawa guia dienal. Mumi mesir. Gaharu adalah bahan parfum.. Fusarium lateritium dan Chepalosporium sp.000.penebalan pada batang dan cabang tanaman. 135. Thao. Fusarium solani. semenjak jaman Mesir Kuno. melainkan kayu gaharu. Gaharu sudah dikenal sebagai komoditas penting. Baik Hindu. 15 per gram. Cylindrocarpon sp. Fusarium fusariodes. masyarakat mengebor batang tanaman penghasil gaharu dan memasukkan inokulum cendawan ke dalamnya. (Rp 45. serbuk dan minyak (parfum). diberi Aloe. juga diberi cendana dan gaharu. Bukan ons atau kg. Dalam injil. Shinto.. Konghucu. disebutkan bahwa kain kafan Yesus (Isa Al Masih). Nama dagang lainnya adalah agarwood. Islam dan Katolik. selain diberi rempah-rempah (kayumanis. selina-dienone. Di pasar internasional. Itulah sebabnya kayu gaharu juga disebut sebagai aloeswood (kayu aloe).sd. Gaharu adalah bahan aromatik termahal di dunia. dan minyaknya merupakan parfum kelas atas. Sedemikian tingginya nilai produk gaharu.

Selain untuk ritual keagamaan. Hingga saat ini belum ada data yang pasti yang mengungkapkan kapan awal mula sagu ini dikenal. Inggris. bulu. Baik pemanfaatannya. farmasi. kresula. Pencarian gaharu di lokasi sulit. budi daya dan pengolahan sagu yang paling maju saat ini adalah di Malaysia sedangkan untuk wilayah Indonesia penggunaan sagu belum banyak dan lebih. Thailand dan Singapura. Permintaan dalam negeri mulai mengalami peningkatan. 12 . Oleh karena itu tanaman sagu masih memiliki potensi untuk dikembangkan serta keberadaannya yang relatif terbatas memunculkan potensi peluang usaha tersendiri. produk gaharu juga sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistik. Teknologi eksploitasi. harus menggunakan pesawat terbang atau helikopter. bulung. Aroma gaharu akan digunakan sebagai aromaterapi di spa-spa kelas atas. lapia atau napia di Ambon. c) Sagu Di wilayah Indonesia Bagian Timur. maupun industri lainnya. parfum dan kosmetik. Kanada.Kayu gaharu disebut sebagai kayu para dewa. atau resula di Jawa Tengah. Amerika Serikat. Beberapa kali pesawat terbang dan heli pencari gaharu. memang selalu dilakukan secara tradisional. Aroma gaharu karenanya dipercaya mampu menyucikan altar dan peralatan peribadatan lainnya. seiring dengan perkembangan industri makanan. Pengambilan gaharu dari hutan. sagu sejak lama dipergunakan sebagai makanan pokok oleh sebagian penduduknya. rembulung. dengan berbagai ritual dan kebiasaan setempat. Pasar ekspor yang potensial adalah Jepang. terlebih lagi proses pencariannya dari alam. hilang di hutan belantara di Kalimantan. Selain itu dupa gaharu juga dimanfaatkan untuk mengharumkan ruangan. rambut dan pakaian para bangsawan. hingga memperkuat kesan mistis produk gaharu. Tanaman sagu dikenal dengan nama Kirai di Jawa Barat. terutama di Maluku dan Irian Jaya.

Air ini tidak hanya semata-mata menghilangkan haus. Untuk warga dayak di pedalaman yang memang jauh dari fasilitas kesehatan maka tanaman obat ini memang sangat berguna. Tebadu atau akar\batang merah airnya digunakan untuk menyembuhkan demam. Pogalu atau tabaro di Toraja. Demam yang sering dialami anak-anak baik karena infeksi atau flu atau karena “gangguan” makhluk halus biasanya akan segera reda jika diberi air dari batang tebadu. yaitu : a. dan air yang menetes itulah yang diminum. Ternyata warga dayak di sini memanfaatkan air atau batang tersebur untuk pengobatan tradisional.tumba di Gorontalo. Selain menggunaka air yang menetes dari batangnya. d) Tanaman Obat Di hutan terdapat beberapa tanaman yang bisa di jadikan obat-obatan tradisional. TEBADU Tanaman ini adalah sumber air bagi orang-orang yang bekerja di hutan. pohon tersebut juga bisa dimanfaatkan batangnya dengan 13 . Selain itu tanaman ini dipercaya juga untuk menangkal demam pada anak yang kena “keteguran” atau saki karena gangguan makhluk halus. b. DENGKEK Batang akar kuning (dengkek) dipercaya bisa menyembuhkan hepatitis atau saki kuning di masyarakat dayak. rambiam atau rabi di kepulauan Aru. Mirip paracetamol. Jika sudah kehausan maka orang akan mencari batang tanaman ini lalu memotong batang di bagian atas baru batang bawahnya.

cara direbus batangnya lalu diminum air hasil rebusan yang dipercaya dan sudah terbukti mampu menyembuhkan penyakit hepatitis. Jika Tawon madu sudah berada dalam sarang nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan bersama tawon lain. Selain untuk menyembuhkan hepatitis. jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi. Jika tidak dilestarikan atau tidak segera diteliti manfaatnya. 2) Hasil Hewan a) Madu Madu adalah cairan yang menyerupai sirup. maka kedua tanaman itu bisa punah dan tahu-tahu nanti kedua tanaman obat tersebut akan diakui oleh negara tetangga dan dijual ke Indonesia karena memang banyak warga negara Indonesai di pedalaman\perbatasan yang menderita hepatitis dan membutuhkan obat untuk menyembuhkan penyakit itu. air rebusan ini juga bisa menyembuhkan malaria. jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel. Akar kuning (dengkek) dan akar merah (tebadu) tersedia melimpah di daerah hutan-hutan di pulau Kalimantan. madu lebih kental dan berasa manis. 14 . Manfaatnya sangat banyak dan jelas sangat berguna terutama untuk pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman atau herbal. dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya darinektar bunga. Beberapa literatur memang menyebutkan bahwa akar kuning mengandung zat yang biasa disebut hepatoprotektor. Beberapa kolega saya yang menderita penyakit hepatitis ternyata bisa sembuh setelah meminum air rebusan batang akar kuning secara rutin kurang lebih 1-3 bulan setiap hari 1 gelas.

dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengangula. Madu memiliki rasa yang berbeda daripada gula dan pemanis lainnya. Demikian pula dengan pertenunan rakyat (gedogan). b) Sutra Budidaya sutera alam dan industri sutera merupakan industri tradisional yang sudah dikembangkan sejak tahun 1950 an di masyarakat Sulawesi Selatan. Pemeliharaan ulat sutera ini disukai rakyat karena budidayanya yang relatif mudah dan dapat dikerjakan oleh segenap anggota keluarga. Lokasi pengembangan persuteraan alam di Kabupaten Enrekang tersebar di 6 kecamatan dan 16 desa. Kabupaten Enrekang sekarang merupakan penghasil kokon dan benang sutera terbesar di Sulawesi Selatan. Kabupaten Enrekang. Sejarah penggunaan madu oleh manusia sudah cukup panjang. Dari dulu manusia menggunakan madu untuk makanan dan minuman sebagai pemanis atau perasa. dengan cepat berkembang karena tradisi masyarakat yang suka menenun dan masyarakat memakai sarung sutera untuk berbagai macam upacara adat seperti perkawinan. juga oleh sumberdaya manusia yang mengerjakan pemeliharaan ulat sutera sebagai pekerjaan pokok. Di Kecamatan 15 . Budidaya alat sutera di sulawesi selatan berkembang hingga ke 12 kabupaten namun pengembangan sutera mulai dari hulu hingga hilir yaitu Kabupaten Soppeng.Rasa manis madu disebapkan oleh unsure monosakarida fruktosa dan glukosa.Budidaya sutera alam dan industri sutera dengan cepat disukai oleh masyarakat karena pengerjaannya yang mudah dikerjakan oleh segala lapisan masyarakat dan sesuai dengan budaya masyarakat. Kebanyakan mikroorganisme tidak bisa berkembang di dalam madu karena rendahnya aktivitas air yang hanya 0. pesta panen.6. Aroma madu bergantung pada sumber nektar yang diambil lebah. dan Kabupaten Wajo. Selain ditunjang oleh sumberdaya alam. Madu memiliki ciri-ciri kimia yang menarik. dioleskan jika dipakai untuk pemanggangan.

Sedangkan ulat sutera menggunakan bibit dari Perum Perhutani. Tallung Ura. Pada Kecamatan Anggeraja. Tampo. 16 . Pada Kecamatan Baraka. Masa pemeliharaan yang lama disebabkan oleh ketinggian tempat rata-rata 700 m dpl. Petani ulat sutera di Enrekang melakukan proses budidaya persuteraan alam mulai dari penanaman murbei.Alla. Namun masyarakat yang mengembangkan persuteraan alam masih sangat terbatas hanya satu kecamatan mengingat masyakat umumnya lebih menyukai tanaman padi dan kopi karena factor kebiasaan turun menurun. Petani di Kabupaten Enrekang lebih dominan dalam pemeliharaan ulat. Pebaloran. produksi kokon dan pemintalan benang. terdapat pada kelurahan Baraka dan Desa Tiro Wali. Pembinaan teknis kegiatan persuteraan alam. kelembagaan usaha persuteraan alam di Kab.Kegiatan persuteraan alam di Kab. Karena masa pemeliharaan yang lama mengakibatkan berat kokon rata-rata 1. Kondisi biofisik dan agroklimat di Tana Toraja sangat cocok dikembangkan kegiatan persuteraan alam. Sumilan. Rata-rata pemeliharaan 35 – 40 hari sampai panen. Tana Toraja. Rante Mario. Penanaman murbei pada umumnya menggunakan jenis Morus indica dan Kanva II yang mempunyai produktivitas yang tinggi. dan Bolang. Mekkala. tersebar pada Desa Saludewata. kegiatan persuteraan alam di Kabupaten Tana Toraja masih belum berkembang secara luas dan masih terbatas pada beberapa kecamatan saja. Meskipun waktu pengokonan agak lama tetapi benang yang dihasilkan lebih baik karena lebih panjang. tersebar pada Desa Buntu Barana. Tana Toraja masih sangat terbatas dilakukan oleh pemerintah daerah setempat.9 gram. terdapat pada Kelurahan Kalosi. Pada Kecamatan Malua tersebar pada Desa Tallung Tondok. Desa Mata Allo. Pada Kecamatan Curio.

Masyarakat desa Ngambarsari yang terletak di sekitar kawasan hutan pinus 17 .82 liter/detik yang terjadi pada bulan Agustus dan September. 2004). Potensi sumberdaya air di DTA Rahtawu dapat didekati dengan mengetahui debit bulanan dan volume aliran bulanan.. Dari hasil penelitian diperoleh nilai debit andalan yang dapat dipergunakan pada musim kemarau sebesar 1. sedangkan pada musim penghujan debit yang dapat dimanfaatkan sebesar 29. Hutan Pinus di DTA Rahtawu memiliki potensi yang cukup besar dalam penyediaan sumberdaya air. Ketergantungan masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar hutan terhadap keberadaan hutan sangat tinggi.II. sedangkan untuk memprediksi debit andalan yang selalu tersedia setiap saat dan dapat dipergunakan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan masyarakat sekitar didekati dengan pengolahan data sekunder dari hidrograf aliran untuk memperoleh debit minimumnya (debit andalan).82 – 67.2 Hasil Hutan Non-hayati II. Kemampuan hutan sebagai regulator air mampu memberikan kontribusi dalam penyediaan air bagi masyarakat sekitar hutan. H. Dengan demikian pemeliharaan hutan yang berupa penjarangan sangat penting dilaksanakan sesuai frekuensi yang telah ditetapkan. Bagi daerah yang hujannya rendah dan kebutuhan air dipenuhi dengan konsep water harvest maka para pengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) harus tetap memperhitungkan besarnya intersepsi karena jumlah air yang hilang sebagai air intersepsi dapat mengurangi jumlah air yang masuk ke suatu kawasan dan akhirnya mempengaruhi neraca air regional.a Air Peran hutan terhadap pengendalian daur air dimulai dari peran tajuk menyimpan air sebagai air intersepsi. Sampai saat ini intersepsi belum dianggap sebagai faktor penting dalam daur hidrologi.2.55 liter/detik (Suryatmojo.

maka dalam sebulan pekarangan anda memberikan kontribusi menyerap CO2 sebanyak 5. Hutan merupakan penghasil oksigen yang mana menjadi kebutuhan kita sebagai makhluk hidup.0014 liter/detik atau 122 liter/orang/hari. maka jumlah CO2 yang diserap menjadi 0. nampak bahwa sesungguhnya peran hutan sangat besar dalam menyokong kehidupan manusia.749 orang.2.membutuhkan air bersih rata-rata/orang/hari adalah 0. Apabila potensi sumberdaya air tersebut akan dimanfaatkan oleh masyarakat desa Ngambarsari.08 kg atau menyimpan 750 kg karbon selama tanaman itu tumbuh di sana. II. Kalau di sekitar rumah anda ada 99 KK yang memiliki jumlah pohon sama dengan di rumah anda. Hasil estimasi ilmiah menunjukkan bahwa dalam sejam satu lembar daun memperoduksi oksigen sebanyak 5 ml. Dengan mengambil contoh pekarangan rumah anda dan sekitarnya yang ditanami pepohonan tadi dan bila rata-rata 18 .5 – 1. maka potensi air dari hutan pinus seluas 101. Bila di pekarangan rumah anda terdapat 10 buah pohon. Dari hasil penelitian diatas. khususnya manusia untuk proses respirasi bersama hidrogen akan membentuk air yang merupakan cairan utama dalam struktur penyusunan tubuh.b Oksigen Hutan merupakan penghasil oksigen dan menjadikan bumi tetap bertahan sampai sekarang ini.008 ton atau karbon yang disimpan sebanyak 75 ton. Dalam satu hari sebatang pohon menyerap CO2 antara 20 dan 36 gram per hari.6 – 10.000 orang atau 19 – 42% dari jumlah penduduk Desa Ngambarsari yang berjumlah 4.79 ha mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 900 – 2. salah satu diantaranya dari kemampuan sebagai regulator air melalui berbagai proses dalam siklus hidrologi yang berlangsung di dalamnya.

Sekali lagi hutan adalah paru-paru 19 . asap industri. asap knalpot yang berasal dari mesin. maka pohon-pohon di tempat tinggal anda dan sekitarnya akan menyumbang oksegen sebanyak 10 x 100 x 200 x 5 ml = 1. kendaraan.jumlah daun per pohon 200 lembar. Penulis sendiri sangat malas ke luar rumah bila siang hari dikarenakan teriknya mentari yang sangat menyengat. dan lain sebagainya. Namun tak ada salahnya kita memulai dari diri sendiri dengan menanam pohon atau tumbuh-tumbuhan di sekitar rumah kita. bahan alat pendingin. dan perubahan tata guna lahan. Akhir-akhir ini kita sudah tak bisa lagi atau jarang menjumpai langit cerah berwarna kebiru-biruan. Jumlah ini diperkirakan tidak akan berkurang selama tumbuh-tumbuhan dan hutan semakin ramping dan semakin banyaknya CO2 (karbondioksida) yang dihasilkan oleh industri. Bahkan cuaca sangat tidak bersahabat. Maka penting bagi kita menjaga hutan. Terik mentari sangat mendidih. Memang kita tak bisa menjaganya sendirian dan membutuhkan peranan pemerintah. Angka ini setara dengan jumlah kebutuhan oksigen untuk pernapasan sebanyak 18 orang (kebutuhan oksigen untuk satu orang bernapas adalah 53 liter per jam). Terakhir kita harus menyadari bahwa betapa pentingnya peranan hutan atau tumbuh-tumbuhan dalam menyerap gas CO2 (karbondioksida). asap pembakaran kayu atau hutan. Jangan sampai kita baru tersadarkan setelah dampak nyata yang benar-benar buruk terjadi atau kita alami.000 liter per jam. Beberapa penyebab timbulnya perubahan iklim di kota Medan khususnya dan dunia umumnya disebabkan karena naiknya kadar CO2 (karbondioksida) dan CFC (chlorofluorocanbon) yang berasal dari bahan penyemprot. Konsentrasi CO2 (karbondioksida) diatmosfir telah naik dari 290 ppm menjadi 350 ppm selama seratus tahun terakhir dan diperkirakan akan mencapai 400 ppm hingga 550 ppm pada tahun 2030.

dan pantai. Sungai dan pantai 20 . Namun. Seperti. Biasanya jika hutan telah rusak hal itu telah mengusik keberadaan binatang liar yang hidup di dalamnya. Bagi masyarakat yang tinggal di areal pegunungan tentu bisa terhindar dari amukan binatang hutan – gajah.3. disebut sebagai objek utama dalam wisata alam.dunia.3 Jasa Hutan II.a Ekotusrisme Merujuk kamus KBBI menuliskan pengertian ekoturisme secara apik. Artinya. Tentu alam yang dimaksudkan ialah alam yang tidak terjamah atau tidak dieksploitasi oleh manusia. gunung atau bukit. dewasa ini sangatlah sulit menemukan alam yang kemurniannya masih terjaga. hutan. jangan sampai hutan gundul meluluhlantakkan dan bencana datang menyapa. sungai. Ekoturisme merupakan wisata yang dilaksanakan di hutan atau di mana saja dengan memanfaatkan lingkungan alam sebagai objeknya. dan kemungkinan besar binatang liar tersebut akan memasuki perkampungan setempat dan merusak tanaman warga. Dalam ekoturisme terdapat berbagai panorama alam yang bisa dinikmati. Bagi masyarakat yang tinggal di kaki bukit atau di daerah pegunungan manfaat yang diperoleh bisa berupa terpenuhinya air bersih. yang ada hanyalah alam telah dieksploitasi oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab hanya untuk memenuhi kantong pribadinya. harimau. II. ekoturisme adalah wisata alam dengan semua kondisi alam untuk memenuhi kebutuhan akan ketenangan dan keindahan alami yang bisa dinikmati semua orang. Apa sebenarnya maanfaat perlunya perlindungan terhadap wisata alam? Manfaat keberadaan wisata alam memang beragam. babi hutan – ketika kelertarian hutan masih sempurna.

21 . Ngambur. Karya Penggawa. Sebagai Kabupaten yang menyimpan potensi besar getah Damar Mata Kucing (Shorea Javanica). Pesisir Selatan. Mendirikan penginapan. getah Damar Mata Kucing bisa jadi ikon Lampung. maupun sebagai penuntun bagi para turis lokal dan mancanegara. Negara tujuan ekspor damar mata kucing meliputi : India. Ketika objek wisata bisa digunakan dengan baik.500 Ha dengan Produksi 5000 ton /tahun. kosmetik. Pakistan dan Italia. Perancis. Uni Emirat Arab. Inti dari semuanya ini menjadi berguna sebagai objek wisata. Philipina. II. Pesisir Tengah. dimana hampir 80% damar mata kucing Indonesia berasal dari Lampung Barat. Getah damar bisa menjadi komoditas unggulan Lampung dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). penyedia fasilitas kegiatan yang bisa dinikmati. Jerman.a Getah Damar Komoditas yang menjadi unggulan Kabupaten Lampung Barat hingga dikenal ke dunia Internasional adalah Damar Mata Kucing (Shorea Javanica) dengan areal luas tanaman seluas 17. Bengkunat dan Bengkunat Belimbing terdapat hutan damar. Belgia. Bangladesh. Bahkan.4 Hasil Turunan Hutan II. menjajakan makanan. Hampir diseluruh wilayah pesisir Lampung Barat yakni di Kecamatan Lemong. Pesisir Utara. maka akan menambah pemasukan daerah setempat dengan kemungkinan kesempatan kerja di daerah sendiri terbuka lebar.4. karena merupakan damar terbaik didunia dan digunakan sebagai stabilizer pada industri cat.menghasilkan indahnya pemandangan air serta tangkapan ikan yang bisa diperoleh. pharmasi. tinta.

termasuk di Indonesia. tahun 2007 mencapai 6. tinta. tahun 2008 sekitar 5.500. Damar Pinus (Shorea javanica) telah diolah di Krui sejak ratusan tahun yang lalu. Harga damar kualitas asalan mencapai Rp.503 ton. kualitas AB Rp10. Kabupaten Lampung Barat merupakan penghasil utama damar mata kucing di Lampung.500/kg. membuat Lampung Barat menjadi penghasil damar terbesar di dunia.518 ton.469 ton. petani Damar 22 .Getah Damar Mata Kucing di Krui sangat potensial untuk dikembangkan.000/kg. nuansa hijau pepohonan Damar Pinus mengisi bukit dan peternakan di wilayah pesisir.6.850 ton dan Januari sampai Mei 2009 telah mencapai 2. mengumpulkan getah damar tidak hanya pekerjaan laki-laki tetapi juga untuk perempuan. kemenyan dan kosmetik. masyarakat Krui terus melindungi warisan mereka.250 ton. tahun 2005 sebanyak 3. tahun 2006 sebanyak 6. Bagi masyarakat Lampung Barat terutama di daerah Krui.500/kg dan kualitas ekspor ABC Rp13. kualitas AC Rp8. Pohon Damar Pinus tidak boleh ditebang dan setiap orang yang melanggar hukum tersebut menerima hukuman dalam bentuk penanaman pohon Damar baru. Para penguasa Belanda pada masa penjajahan menggunakannya sebagai bahan baku untuk memproduksi berbagai produk seperti pernis. Hingga kini. cat.992 ton.000 per kg. Potensi damar yang cukup besar. Bahkan setiap orang yang akan menjadi calon pengantin harus menanam pohon sebelum menikah. Kawasan alami pohon damar telah dikenal di luar negeri sudah sejak lama. Masyarakat krui dalam mengelola perkebunan repong damar mempunyai hukum adat untuk melindungi Damar Pinus. Produksi damar Kabupaten Lampung Barat tahun 2004 mencapai 6. Budidaya damar punya dua manfaat sekaligus yaitu pelestarian hutan dan ekonomi. Sebuah survei yang dilakukan oleh Pusat Riset Kehutanan Internasional menunjukkan bahwa dengan harga jual sekitar Rp 6.

). Perkiraan tersebut tidak didengarkan. 23 . Panen repong damar dapat memberikan pendapatan yang relatif baik. 1997). yang terkesan hanya ditangani oleh pihak kepolisian dalam pemberantasanillegal loging. namun setelah terjadi kekeringan yang melanda Sahel dan daerah sekitarnya di Afrika pada tahun 1960-an dan 1970-an baru menarik perhatian pemerintah-pemerintah yang bersangkutan dan menganggap sebagai masalah yang sangat besar (Kai Curry-Lindahl dalam Nicholas Polunin (Ed. Luasan lahan kritis di Kalsel sudah mengarah pada penggurunan. terutama karena hilangnya vegetasi normal. Peringatan bahaya perusakan ekologi yang disebabkan oleh penggunaan lahan sudah banyak dinyatakan oleh para ahli. sementara kerusakan hutan yang tersisa masih terus berlangsung.5 Hindari Mengelola Hutan Secara Berlebih Pemanfaatan hutan yang berlebihan (seperti kesalahan pengelolaan dan illegal loging) bila tidak dihentikan. karena tanah dan rezim air tidak dilindungi dan dipelihara. Para ahli ekologi memperkirakan bahwa pada tahun 1960-an adalah periode kekeringan di sabuk Sahel dan Sub-Sahel (Afrika). Ke mana pemerintah daerah dalam mengupayakan dan mencarikan alternatif dalam melindungi hutan dan masyarakat yang ada di dalam dan di sekitar hutan tersebut? Pemerintah daerah hanya berupaya dalam mengejar target pendapatan asli daerah (PAD).bisa memperoleh sekitar Rp 10 juta setahun. maka dalam waktu singkat akan terjadi penggurunan (desertification). yaitu perubahan ekologi secara perlahan ke arah lahan kering yang berkarakterisitik seperti gurun. dengan mengandalkan kekayaan sumber daya alam layaknya sebagai warisan untuk dinikmati segelintir orang yang hidup saat ini. II. Jumlah itu tidak termasuk dengan hasil panen pohon-pohon lain yang tumbuh diantara perkebunan Damar tersebut.

dan 10 kali tingkat kematian bayi di negara maju. Aktivitas manusia yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan yang dianggap sebagai penyebab utama penggurunan. yang berada jauh di bawah taraf hidup dan indikator pembangunan. Setengah dari manusia yang hidup dalam kemiskinan berada pada lahan kering. manusia merupakan penyebab dan korban penggurunan.Konferensi PBB tentang Penggurunan dilaksanakan di Nairobi. Tiap wilayah memiliki daya dukung yang tidak boleh dilampaui. Kenya. dua kali lebih tinggi dari area non-dryland. Degradasi lahan di lahan kering secara jelas ditunjukkan dengan berkurangnya bahkan kehilangan produktivitas pada lahan kering tersebut secara biologi atau ekonomi. termasuk perubahan iklim dan kegiatan manusia”. sebesar 41 persen area lahan bumi merupakan lahan kering (drylands) dan merupakan tempat tinggal lebih dari 2 milyar orang. Mereka sangat tergantung pada sumber daya alam yang tersedia untuk kebutuhan dasar mereka.000 kelahiran. Di negara berkembang.org ). Hal ini berpengaruh terhadap sepertiga permukaan bumi dan lebih dari 1 milyar 24 . semi-arid and dry sub-humid yang disebabkan dari bermacam-macam faktor. pada tahun 1977 yang menyatakan “penyebab utama penggurunan ialah interaksi antara manusia dan lingkungan yang rapuh pada ekosistem lahan kering. 90 persen dari mereka ada di negara berkembang. kematian bayi di lahan kering (drylands) rata-rata sekitar 54 anak per 1. Penggurunan (desertification) didefinisikan oleh the UN Convention to Combat Desertification sebagai “degradasi lahan pada area arid. Berdasarkan Facts about Deserts and Desertification (www. praktik penggunaan lahan yang tidak layak derajatnya maupun jenisnya merupakan penyebab langsung penggurunan di wilayah-wilayah kritis”. penurunan kualitas dan penurunan produktivitas sebagai kaidah ekologi yang tidak beloh dilupakan dalam penggunaan lahan. sehingga sudah seharusnya tidak menimbulkan kerusakan.unep. Manusia yang tinggal di lahan kering (drylands).

manusia. 47 persen pada lahan pertanian tadah hujan. ekonomi dan politik dapat menciptakan konflik-konflik. ketegangan-ketegangan sosial. Pertambahan penduduk menyebabkan peningkatan tekanan terhadap lahan untuk dijadikan lahan pertanian dan sumber-sumber air. The UN General Assembly (Pertemuan Tingkat Tinggi Badan Dunia) menyatakan bahwa tahun 2006 sebagai the International Year of Deserts and Desertification. masalah yang lebih buruk terjadi di negaranegara berkembang. Lahan kering merupakan 43 persen dari lahan tanaman dunia. diperkirakan 1. setiap tahun 20 juta hektar lahan pertanianmengalami degradasi untuk tanaman produksi atau menjadi hunian urban. Degradasi lahan menyebabkan kerugian yang diperkirakan 42 milyar dolar setahun dari produksi pertanian. Kanada. negara Brasil. yang menyebabkan lebih berbahaya dan selanjutnya meningkatkan degradasi lahan. dan 73 persen pada lahan perternakan. dan Cina seluruhnya antara 8 dan 10 juta kilometer persegi). Lahan kering yang mengalami degradasi di seluruh dunia antara 10 dan 20 persen dari lahan kering yang ada. Setiap tahunnya. dan kira-kira 35 juta hektar pada lahan peternakan hilang seluruhnya atau sebagian dari produktivitasnya menurun karena degradasi lahan. Oleh karena itu. Jumlah wilayah lahan yang mengalami penggurunan diperkirakan antara 6 dan 12 juta kilometer persegi (sebagai perbandingan.5 juta hektar pada lahan irigasi. Pertambahan lahan kritis yang menuju penggurunan di seluruh dunia menyebabkan jutan orang miskin terpaksa mencari hunian baru. 3. Di samping itu. Penggurunan mempunyai konsekuensi25 . Konsekuensi terjadinya penggurunan dan kekeringan adalah kemiskinan absolut.5 – 2. yaitu: 30 persen pada lahan irigasi. Penggurunan ditemukan pada beberapa tingkatan.5 – 4 juta hektar pada lahan pertanian tadah hujan. Di samping itu.

(3) memperburuk masalah kesehatan karena debu. uang. (2) hunian di lahan kering sering kurang dalam perlengkapan pertanian. Sebelum terjadinya penggurunan. mereka tidak cukup mempunyai akses pasar dan produk mereka sering dihargai rendah karena alasan kualitas rendah. dan menurunkan kelenturan alami lahan. cenderung mengalami penurunan produktivitas. dan (6) komunitas lahan kering khususnya rentan pada kekeringan. (5) lahan sering digarap berlebihan. seperti kesehatan. penyuluhan pertanian dan pendidikan. lahan kering (drylands) sendiri sebenarnya mempunyai beberapa masalah. diantaranya: (1) mengurangi produksi makanan. air. alergi. (4) akses terhadap air dan hak terhadap sumberdaya ini sering tidak mencukupi. wanita juga mengalami diskriminasi dalam peraturan kepemilikan lahan. dan sumberdaya air sering dikelola dengan jelek. mengurangi kualitas air. (3) komunitas-komunitas lokal sering tidak mendapatkan keuntungan dari sumberdaya-sumberdaya lokal. dan mental stres. tidak mempunyai kekuatan secara politik dan sering kurang menerima pelayanan-pelayanan yang penting. sedimentasi pada sungai dan danau. dan kegiatan tourist. pupuk. (2) meningkatkan banjir di dataran rendah.konsekuensi. seperti pertambangan. 26 . khususnya wanita. pestisida dan bibit. seperti infeksi mata. antara lain: (1) orang miskin di lahan kering. mengurangi produktivitas tanah. dan (4) kehilangan penghidupan mendorong orang melakukan migrasi. mereka sering tergantung yang disediakan alam atau subsistem dan kurang persediaan makanan. wildlife. lebih mengarah pada overuse dan salinisasi. asuransi atau bentuk lainnya dari jaring pengaman sosial untuk menghadapi tahun-tahun sulit. seperti peralatan.

sudah jadi kewajiban kita untuk mengambil dan mengelola hasil-hasil hutan tersebut dengan bijaksana. Jadi. maka hutan yang memberi kita kehidupan ini akan dengan mudah lenyap dari permukaan bumi ini ( desertifikasi ) dan lenyaplah kehidupan dibumi ini.1 KESIMPULAN Hutan merupakan salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Bagi manusia. hutan menjadi bagian terpenting yang tak dapat dipisahkan dan tergantikan dalam menunjang kelangsungan hidupnya.BAB III PENUTUP III. karena jika berlebihan maka fatal masalah yang diakibatkannya. 27 . Jika hasil hutan tidak dikelola secara bijaksana. Selain itu hutan juga dapat berfungsi memajukan kesejahteraan rakyat sekitarnya dengan hasil-hasil hutan yang dia miliki. Namun. yaitu : 1 HASIL HUTAN HAYATI 2 HASIL HUTAN NON-HAYATI 3 JASA HUTAN 4 HASIL TURUNAN HUTAN III. Adapun hasil-hasil hutan yang sempat dibahas dalam makalah ini. Sungguh bijaksana bila kita menggunakan fasilitas itu seperlunya saja.2 SARAN Hutan memiliki banyak fungsi termasuk fungsi untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat disekitar dengan tersedianya hasil-hasil hutan yang melimpah. Di dunia ini Allah swt telah menyediakan fasilitas-fasilitas yang tiada batasnya. hewan dan tumbuhan. hasil-hasil itu harus dimanfaatkan dan dikelola seperlunya saja.

Yogyakarta. S.. 1996. Pemanfaatan SDA Berlebihan (http://hebenyamine.. 2004..analisadaily.com/doc/34139637/9-PHH-Hasil-Hutan-Non-Kayu. Peran Hutan Pinus Sebagai Penyedia Jasa Lingkungan Melalui Penyimpanan Karbon dan Penyediaan Sumberdaya Air.blog. diakses pada 15 September 2012) Haygreen dan Bowyer. Mengenal Jenis dan Peran Hasil Hutan (http://pengamananhutan.._____.. Penggurunan.com/news/read/2012/05/27/52737/hutan_sebagai_ penghasil_oksigen/#.com/2012/05/mengenal-jenis-dan-peranhasil-hutan. diakses pada tanggal 16 September 2012) 28 . H.scribd.html.blogspot.____.. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu..E. Hutan Sebagai Penghasil Oksigen (http://www.com/2009/11/01/hari-lingkungan-hidup-2006penggurunan-pemanfaatan-sda-berlebihan/._____. Gajah MadaUniversity Press. E. A.. Pengelolaan Hasil Hutan Non Kayu (http://www.DAFTAR PUSTAKA Nopianti.SrpMHpcXQoE. H. diakses pada 15 September 2012) Sudirman. Hasil Penelitian._____. Rahman.. diakses pada 15 September 2012) Benyamine. Suryatmojo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful