alkaloid

BAB 1 PENDAHULUAN senyawa bahan alam adalah hasil metabolisme suatu organisme hidup (tumbuhan, hewan, sel) berupa metabolit primer dan sekunder. Sedangkan pengertian dari kimia bahan alam merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang membahas tentang senyawa-senyawa kimia yang terdapat dalam bahan alam baik dari tanaman atau hewan. Sebenarnya senyawa kimia yang biasa kita jumpai seperti karbohidrat, lipid, vitamin dan asam nukleat termasuk dalam bahan alam, namun ahli kimia memberikan arti yang lebih sempit tentang istilah bahan alam yakni senyawa kimia yang berkaitan dengan metabolit sekunder saja seperti alkaloid, terpenoid, golongan fenol, feromon dan sebagainya. Senyawa metaboilt sekunder adalah produk alami /senyawa alam yang eksistensinya tidak begitu penting dalam tubuh tapi berperan penting pada kelangsungan hidup suatu makhluk hidup Senyawa-senyawa metabolit sekunder yang telah berhasil diisolasi, oleh manusia selanjutnya didayagunakan sebagai bahan obat seperti morfin sebagai obat nyeri, kuinin sebagai obat malaria, reserpin sebagai obat penyakit tekanan darah tinggi dan vinkristin serta vinblastin sebagai obat kanker. Selain sebagai bahan obat, senyawa metabolit sekunder juga didayagunakan oleh manusia untuk menunjang kepentingan industri seperti industri kosmetik dan industri pembuatan pestisida dan insektisida. Untuk di Indonesia, pemanfaatan senyawa bahan alam yang ditemukan para peneliti Indonesia sebagai bahan baku obat antara lain Itebein sebagai anti tumor, Artoindonesianin sebagai anti malaria, Diptoindonesin, Indonesiol serta banyak lagi. Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa yang berasal dari hewan). Alkaloid dihasilkan oleh banyak organisme, mulai dari bakteria, fungi (jamur), tumbuhan, dan hewan. Ekstraksi secara kasar biasanya dengan mudah dapat dilakukan melalui teknik ekstraksi asam-basa. Rasa pahit atau getir yang dirasakan lidah dapat disebabkan oleh alkaloid. Awal alkaloida diketahui hanya terdapat dalam tumbuhan, terutama tumbuhan berbunga, Angiospermae. Selanjutnya ternyata terdapat dalam hewan, serangga, biota laut, mikroorganisme dan tumbuhan rendah. Contoh : Sebangsa rusa (muskopiridina), sejenis musang Kanada (kastoramina).

Diantara alkaloid yang diperoleh dalam waktu singkat tersebut adalah Stikhnin. Sejarah alkaloid hampir setua peradaban manusia. Dan dengan prinsip yang sama. tahun 1826. Satu Keluarga beberapa Marga mengandung alkaloida dan lainnya tidak. hanya 8. Alkaloid tersebut tidak hanya yang bertanggung jawab atas kematian Socrates akibat dari hisapan udara yang beracun. protein. kedokteran. tuan atau tapal. tetapi karena struktur molekulnya yang sederhana. gula amino dan antibiotik biasanya tidak digolongkan sebagai alkaloid. Kelompok alkaloida tertentu dapat dihubungkan dengan Keluarga (Famili) atau Marga (Genus). Kompleksitas alkaloid merupakan penghalang elusidasi struktur molekul selama abad ke sembilan belas bahkan pada awal abad ke dua puluh. ada Marga sama mengandung alkaloida sama juga dari Keluarga lain. the. asam nukleik. peptida. Piperin. Opium telah digunakan dalam obatobatan selama berabad-abad dan sifat-sifatnya sebagai analgesik maupun narkotik telah diketahui. Quinin. melanjutkan penelitian di bidang kimia alkaloid yang menakjubkan. dan racun selama 4000 tahun. Tidak ada usaha untuk mengisolasi komponen aktif dari ramuan obat-obatan hingga permulaan abad ke sembilan belas. Pada tahun 1803. Contoh : hiosiamin terdapat dalam 7 Marga yang berbeda dari Keluarga Solanaceae. Seturner pada tahun 1805 mengadakan penelitian lebih lanjut terhadap opium dapat berhasil mengisolasi morfin. Emetin. getah kering Apium Papaver somniferum. 4% semua Keluarga mengandung sedikitnya satu alkaloida.000 Marga. Keluarga mengandung alkaloida: Liliaceae. Obat-obatan pertama yang diketemukan secara kimia adalah opium. Sinkhonin. Brusin. Sistem Engeler tumbuhan tinggi ada 60 Bangsa (Ordo) dan ± 34 mengandung alkaloida. Koniin merupakan alkaloid pertama yang ditentukan sifat-sifatnya (1870) dan yang pertama disintesis (1886). dan Kolkhisin. senyawa netral yang secara biogenetik berhubungan dengan alkaloid termasuk digolongan ini. Sebagai contoh adalah Stikhnin yang ditemukan pertama kali oleh Pelletier dan Caventon pada tahun 1819 dan struktur akhirnya dapat ditentukan oleh Robinson dan kawan- . Asam amino. Pelletier dan Caventon juga memperoleh Koniin suatu alkaloid yang memiliki sejarah cukup terkenal. Manusia telah menggunakan obat-obatan yang mengandung alkaloid dalam minuman. sedang vindolin dan morfin terda-pat terbatas hanya beberapa jenis tumbuhan dari Marga yang sama.Alkaloida sebagian besar dalam tumbuhan ber-bunga. Solanaceae dan Rubiaceae. kaffein. Derosne mengisolasi alkaloid semi murni dari opium dan diberi nama narkotin.7% pada sekitar 10. tahun 1817-1820 di Laboratorium Pelletier dan Caventon di Fakultas Farmasi di Paris. Selama tahun 1884 telah ditemukan paling sedikit 25 alkaloid hanya dari Chinchona. nukleotid.

Ø Dalam Meyer’s Conversation Lexicons tahun 1896 dinyatakan bahwa alkaloid terjadi secara karakteristik di dalam tumbuh.Dikenalnya teknik sistem analisis kromatografi preparatif dan instrumen canggih maka penemuan alkaloida meningkat cepatnya.Garam alkaloid dan alkaloid bebas biasanya berupa senyawa padat. Dalam seri Alkaloida yang diterbitkan pertama oleh Manske pada 1950 memuat lebih 1000 alkaloida. Kesulitan mendefinisikan alkaloid sudah berjalan bertahun-tahun. dan nitrogen.000 senyawa yang tergolong alkaloid dengan struktur sangat beragam. Ada juga alkaloid yang berbentuk cair. meskipun dalam beberapa kasus dikenal campuran rasemat. sebagian besar diantaranya mengandung oksigen. seperti konina. Sebagai contoh. Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan di alam. 1969). nikotina. Hampir seluruh alkaloid berasal dari tumbuhtumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan tingkat tinggi. Tahun 1939 hampir 300 alkaloida telah diisolasi dan ± 200 telah ditentukan struktur. berbentuk kristal tidak berwarna (berberina dan serpentina berwarna kuning). istilah yang beragam senyawa alkaloid akhirnya harus ditinggalkan (Hesse. Alkaloid juga mempunyai sifat farmakologi. dan strisina sebagai stimulan syaraf (Ikan. Sesuai dengan namanya yang mirip dengan alkali (bersifat basa) dikarenakan adanya sepasang elektron bebas yang dimiliki oleh nitrogen sehingga dapat mendonorkan sepasang elektronnya. 1981). Definisi tunggal untuk alkaloid belum juga ditentukan. dan biasanya hanya satu dari isomer optik yang dijumpai di alam.tumbuhan. atrofina berfungsi sebagai antispamodia. hidrogen. Sebagian besar alkaloid mempunyai rasa yang pahit. sehingga hingga sekarang tidak ada batasan yang jelas untuknya. dan sering dibedakan berdasarkan kereaktifan fisiologi yang khas. Alkaloid telah dikenal selama bertahun-tahun dan telah menarik perhatian terutama karena pengaruh fisiologinya terhadap mamalia dan pemakaiannya di bidang . Senyawa ini terdiri atas karbon. morfina sebagai pereda rasa sakit. Buku terbitan 1973 mencatat 4959 alkaloida dapat diisolasi dan 3293 ditentukan strukturnya. Perkembang Ilmu Pengetahuan dengan penemuan berbagai macam kromatografi dan instrumen spektroskopii dengan sistem komputerisasi maka isolasi dan penentuan struktur alkaloida sudah tidak terbilang lagi Hingga sekarang dikenal sekitar 10. 1995).kawan pada tahun 1946 setelah melakukan pekerjaan kimia yang ekstra sukar selama hampir 140 tahun. Alkaloid sering kali optik aktif. dan pada kasus lain satu tumbuhan mengandung satu isomer sementara tumbuhan lain mengandung enantiomernya (Padmawinata. reserfina sebagai obat penenang. kokain sebagai anestetik lokal. Sebagian besar alkaloid terdapat pada tumbuhan dikotil sedangkan untuk tumbuhan monokotil dan pteridofita mengandung alkaloid dengan kadar yang sedikit. dan higrina. Trier menyatakan bahwa sebagai hasil kemajuan ilmu pengetahuan.

Meskipun dalam beberapa peristiwa bukti yang mendukung fungsi ini tidak dikemukakan. 1995): 1. mungkin merupakan konsep yang direka-reka dan bersifat „manusia sentris‟. karena itu dapat larut dalam asam-asam serta membentuk garamnya. alkaloid dapat melindungi tumbuhan dari serangan parasit atau pemangsa tumbuhan. 2. dan umumnya mempunyai aktifitas fisiologis baik terhadap manusia ataupun hewan. Alkaloid dapat berlaku sebagai pengatur tumbuh. karena sebagian besar bersifat basa. sekarang tidak dianut lagi). menjadi ilmu pengetahuan yang rumit pada saat ini. Beberapa pendapat mengenai kemungkinan perannya dalam tumbuhan sebagai berikut (Padmawinata. 4. banyak reaksi yang sekarang merupakan reaksi klasik dalam kimia organik adalah hasil penemuan pertama dari studi yang cermat degradasi senyawa bahan alam. BAB 2 ALKALOID 1. Perlu dicatat bahwa selama kimia organik berkembang pesat selama periode tersebut. Alkaloid merupakan senyawa yang mengandung atom nitrogen yang tersebar secara terbatas pada tumbuhan. Beberapa alkaloid mungkin bertindak sebagai tandon penyimpanan nitrogen meskipun banyak alkaloid ditimbun dan tidak mengalami metabolisme lebih lanjut meskipun sangat kekurangan nitrogen. Semula disarankan oleh Liebig bahwa alkaloid.Alkaloid berfungsi sebagai hasil buangan nitrogen seperti urea dan asam urat dalam hewan (salah satu pendapat yang dikemukan pertama kali. tetapi fungsinya dalam tumbuhan hampir sama sekali kabur. Beberapa alkaloid merangasang perkecambahan yang lainnya menghambat. beberapa alkaloid menyerupai pengatur tumbuh. karena dari segi struktur.Alkaloid kebanyakan ditemukan pada Angiospermae dan jarang pada Gymnospermae dan . Pengertian Alkaloid Alkaloida adalah senyawa yang mempunyai struktur heterosiklik yang mengandung atom N didalam intinya dan bersifat basa. Pada beberapa kasus. dapat mengganti basa mineral dalam mempertahankan kesetimbangan ion dalam tumbuhan. 3. 5. usaha pengembangan dalam kimia bahan alam tumbuh sejalan.farmasi.

Struktur alkaloid beraneka ragam. paku-pakuan. lumut dan tumbuhan rendah. kanker paru-paru. serta solanina). morfina. sering beracun. Harborne dan Turner (1984) mengungkapkan bahwa tidak satupun definisi alkaloid yang memuaskan. kebanyakan berbentuk kristal tapi hanya sedikit yang berupa cairan pada suhu kamarPada umumnya. 3. Alkaloid biasanya tanwarna. Alkaloid biasanya beracun. kanker mulut. striknina. 2. Dalam tumbuhan berada dalam bentuk bebas. seorang apoteker dari Halle (Jerman) untuk menyebut berbagai senyawa yang diperoleh dari ekstraksi tumbuhan yang bersifat basa (pada waktu itu sudah dikenal. tekanan darah tinggi. Pada umumnya. Sifat – Sifat Alkaloid Ø Beberapa sifat dari alkaloid yaitu : 1.Cryptogamae. dalam bentuk N-oksida atau dalam bentuk garamnya. meskipun berada dalam satu kelompok. jadi banyak digunakan dalam bidang pengobatan. Mengandung atom nitrogen yang umumnya berasal dari asam amino dan golongan heterogen. Senyawa ini cukup banyak jenisnya dan terkadang memiliki struktur kimia yang sangat berbeda satu sama lain. 6. dari yang sederhana sampai rumit. dan gangguan terhadap kehamilan dan janin 2. dan bersifat aktif biologis menonjol. Alkaloid yang berbentuk cair yaitu konini. biasanya dalam cincin heterosiklik. mengandung atom nitrogen berasal dari tumbuan dan hewan.Suatu Alkaloid merupakan senyawa organik bahan alam yang terbesar jumlahnya. Nikotin dapat menyebabkan penyakit jantung. biasanya dalam gabungan sebagai bagian dari sistem siklik. nikotin dan spartein. misalnya. tetapi umumnya alkaloid adalah senyawa metabolid sekunder yang bersifat basa. alkaloid mencakup senyawa bersifat basah yang mengandung 1/ lebih atom nitrogen. bersifat optis aktif dan berupa sistim siklik . karena dianggap bersifat basa) pertama kali dipakai oleh Carl Friedrich Wilhelm Meissner (1819). yan mengandung satu atau lebih atom nitrogen. Alkaloid adalah Kelompok senyawa yang mengandung nitrogen dalam bentuk gugus fungsi amin. alkaloid tidak sering terdapat dalam gymospermae. 7.Satu contoh yang sederhana adalah nikotina. baik dari segi jumlahnya maupun sebarannya. Istilah "alkaloid" (berarti "mirip alkali". dari efek biologisnya yang menyegarkan tubuh sampai toksik.Berikut berbagai definisi menurut:   Alkaloid menurut Winterstein dan Trier didefinisikan sebagai senyawa senyawa yang bersifat basa. 4. sering kali bersifat optis aktif. Umumnya mempunyai rasa yang pahit. Umumnya berupa Kristal atau serbuk amorf. 5.

umunya bersifat basa. umum digolong-kan berdasarkan pada : v Menurut kesamaan sumber asal molekulnya (precursors) Didasari dengan metabolisme pathway (metabolic pathway) yang dipakai untuk membentuk molekul itu. kebanyakan padatan kristal dengan titik lebur tertentu. karena itu dinyatakan dengan nama trivial. klasifikasi alkaloida rumit dan belum ada klasifikasi seragam. Misalnya senyawa yang mengandung amida 3. Umum tidak berwarna. (C2H5)3 N . maka ketersediaan pasangan elektron berkurang dan pengaruh ditimbulkan alkaloida dapat bersifat netral atau bahkan sedikit bersifat asam. sampel yang mengandung alkaloid setelah drx akan berwarna merah. Kalau biosintesis dari sebuah alkaloid tidak diketahui. betanina (merah) bentuk garamnya dan alkaloida kuaterner larut dalam air. bila gugus fungsional berdekatan bersifat menarik elektron (gugus karbonil). 11. sifat ini ter-gantung pada adanya pasangan elektron dari nitro-gen. sebagai contoh: alkaloid opium kadang disebut "phenanthrenes"). beberapa terdapat dalam bentuk rasemat. alkaloid digolongkan menurut nama senyawanya. atau menurut nama . Dibanding steroid dan flavonoid punya struktur dasar. misal : kuinina. strikh-nina. Alkaloida seringkali optik aktif dan biasanya hanya satu dari isomer optik dijumpai di alam. tetapi larut dalam kloroform. Sifat Fisika. berakhiran –ina seperti pada karbohidrat dengan akhira . Alkaloid bebas bersifat basa karena adanya pasangan elektron bebas pada atom N-nya. 10. betanina (merah). Kelarutan alkaloida bebas hanya larut dalam pelarut organik. pseudo dan protoalkaloida larut dalam air. eter dan pelarut organik lainnya yang bersifat relative nonpolar. termasuk nama senyawa yang tidak mengandung nitrogen (karena struktur molekulnya terdapat dalam produk akhir.(C2H5) N Sebaliknya. alkaloida struktur beragam. Jika gugus fungsional berdekatan nitrogen ber-sifat melepaskan elektron (misalnya gugus alkil) maka kesediaan elektron nitrogen naik dan senyawa bersi-fat basa. Alkaloid dalam bentuk garamnya mudah larut dalam air. Klasifikasi Alkaloid Alkaloida. 12. senyawa organik bahan alam tidak punya tatanama sistematik. sedikit berbentuk amorf dan hanya ada beberapa berbentuk cair (nikotina dan koniina). hanya beberapa berwarna.8.(C2H5)2 N . kadang juga satu tumbuhan mengandung satu isomer dan tumbuhan lain mengandung enantiomernya Sifat kimia.osa. Sebagai contoh trietilamin lebih basa dari dietilamin dan dietilamin lebih basa dari etilamin. biasanya banyak digunakan dibidang farmasi. morfina. misalnya berberina dan serpentins (kuning). Alkaloid dalam bentuk bebas tidak larut dalam air. 9.

Cara ini mempunyai kelemahan. tirosin dan 3. yaitu : beberapa alkaloida yang berasal dari tumbuhan tertentu dapat mempunyai struktur yang berbeda-beda. Alkaloida alisiklik yang berasal dari asam amino ornitin dan lisin 2. isokuinolina. ada alkaloida tidak hanya terdapat pada satu tumbuhan. Kesulitan. kuinolina dan sebagainya. Alkaloida aromatik jenis indol. piperidina. menurut Hegnauer. Biosintesis menunjukkan bahwa alkaloida berasal dari beberapa asam amino tertentu saja. beberapa alkaloida berasal dari satu tumbuhan tertentu dapat mempunyai struktur yang sangat berbeda-beda. v Menurut asal – usul biogenetinya Cara ini dapat menjelaskan hubungan antara satu alkaloida dengan alkaloida lainnya yang diklasifikasi berdasarkan cincin heterosillik. selain dalam temba-kau dari Keluarga Solanaceae. v Menurut Jenis cincin heterosiklik nitrogennya Menurut klasifikasi ini dikenal. alkaloida dibedakan atas 3 golongan utama. misal : nikotina. Berdasarkan ini. asal – usul asam aminonya dan sifat kebasa-annya alkaloid dikelompokkan sebagai 1) Alkaloid sesungguhnya . indol. v Meneurut Asal tumbuhan terdapatnya Dasar awal alkaloida ditemukan pada tumbuh-an. alkaloida Erythrina dan sebagainya. alkaloida Ama-ryllidaceae. Jika setelah alkaloid itu dikaji. yang berasal dari triptofan v Menurut sistem klasifikasi yang diterima.4 – dihidroksifenil-alanin 3. Kelemahan lain.tumbuhan atau binatang dimana senyawa itu diisolasi. misalnya alka-loida pirolidina. Alkaloida aromatik jenis fenilalanin yang berasal fenilalanin. Aktivitas. misal : alkaloida tembakau. juga terdapat dalam tumbuhan lain yang tidak ada hubungan sama sekali dengan tembakau. penggolongan sebuah alkaloid dirubah menurut hasil pengkajian itu. biasanya mengambil nama amine penting-secara-biologi yang mencolok dalam proses sintesisnya. yaitu : 1. merupakan perluasan sistem berdasarkan cincin heterosikliknya.

diturunkan dari asam amino. Alkaloid jenis ini memiliki ciri-ciri.Ndimetiltriptamin. adalah meskalin. tidak diturunkan dari asam amino dan umumnya bersifat basa. basa. Alkaloid dengan atom nitrogen heterosiklik. Alkaloid Piridin-Piperidin . Alkaloid jenis ini memiliki ciri-ciri. tidak mempunyai cincin heterosiklis dan termasuk alkaloid kuartener yang lebih condong bersifat asam. yang bersifat agak asam daripada bersifat basa. biosintesis berasal dari asam amino dan basa. ephedin dan N. istilah biologycal amine sering digunakan untuk alkaloid ini. di mana atom nitrogen dari asam aminonya tidak berada di dalam cincin heterosiklis. . toksik. Senyawa biasanya bersifat basa. senyawa tersebut menunjukkan aktivitas phisiologi yang luas. yaitu alkaloid steroidal (contoh: konessin dan purin (kaffein). v Berdasarkan atom nitrogennya. Tetapi ada beberapa alkaloid ini yang tidak bersifat basa. Protoalkaloid diperoleh berdasarkan biosintesis dari asam amino yang bersifat basa. Koridin Serotonin 2) Protoalkaloid Protoalkaloid merupakan amin yang relatif sederhana dimana nitrogen dan asam amino tidak terdapat dalam cincin heterosiklik. hampir tanpa terkecuali bersifat basa. Dimana atom nitrogen terletak pada cincin karbonnya. alkaloid dibedakan atas: a.Alkaloid sesungguhnya adalah racun. turunan asam amino. Alkaloid jenis ini memiliki ciri-ciri. contohnya adalah kafeina . Ada dua seri alkaloid yang penting dalam khas ini. Yang termasuk pada golongan ini adalah : 1. perbedaan keaktifanfisiologis yang besar. distribusinya terbatas dan biasanya terbentuk di dalam tumbuhan sebagai garam dari asam organik. Contoh dari alkaloid ini adalah koridin dan serotonin. lazim mengandung Nitrogen dalam cincin heterosiklik. Pengertian ”amin biologis” sering digunakan untuk kelompok ini. Contoh dari alkaloid ini adalah meskalina dan efedrina. biasanya mengandung atom nitrogen di dalamcincin heterosiklis. 3) Pseudoalkaloid Pseudoalkaloid tidak diturunkan dari prekursor asam amino atau alkalois semu. Contoh. biasanya terdapat “aturan” tersebut adalah kolkhisin dan asam aristolokhat yang bersifat bukan basa dan tidak memiliki cincin heterosiklik dan alkaloid quartener. mempunyai struktur amina yang sederhana.

6. Jaborandi paragua. Alkaloid Steroid Mengandung 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen dan 1 rangka steroid yang mengandung 4 cincin karbon. Alkaloid Quinolin Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen. alkaloid reserpin dari Rauvolfia serpentine. Yang termasuk dalam kelas ini adalah : Conium maculatum dari famili Apiaceae dan Nicotiana tabacum dari famili Solanaceae. . Banyak ditemukan pada famili Solanaceae. Alkaloid Isoquinolin Mempunyai 2 cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Datura dan Brugmansia spp. Spartium junceum. 7. Cinchona ledgeriana dari famili Rubiaceae. berasal dari famili Solanaceae.Mempunyai satu cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Alkaloid Kokain dari Erythroxylum coca (Famili Erythroxylaceae) 3. Cytisus scoparius dan Sophora secondiflora 5. Dubuisia hopwoodii. Banyak ditemukan pada famili Fabaceae termasuk Lupines (Lupinus spp). Alkaloid ini dapat mempengaruhi sistem saraf pusat termasuk yang ada pada otak maupun sun-sum tulang belakang. Yang termasuk dalam kelas ini adalah Atropa belladona yang digunakan sebagai tetes mata untuk melebarkan pupil mata. Mandragora officinarum. Alkaloid Indol Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 cincin indol . Alkaloid Lupinan Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom N. Hyoscyamus niger. 2. alkaloid vinblastin dan vinkristin dari Catharanthus roseus famili Apocynaceae yang sangat efektif pada pengobatan kemoterapy untuk penyakit Leukimia dan Hodgkin‟s. Alkaloid Tropan Mengandung satu atom nitrogen dengan gugus metilnya (N-CH3). Alkaloid Imidazol Berupa cincin karbon mengandung 2 atom nitrogen. alkaloid quinin yang toxic terhadap Plasmodium vivax 4. alkaloid ini ditemukan pada Lunpinus luteus (fam : Leguminocaea). 8. Alkaloid ini ditemukan pada famili Rutaceae. Contohnya. Ditemukan pada alkaloid ergine dan psilocybin. Zigadenus venenosus. Yang termasuk disini adalah .

disaring. alkaloid ini ditemukan pada tumbuhan Ephedra sinica (fam Gnetaceae) 10.9. maka larutan asam dibasakan kembali dan diekstraksi dengan pelarut organik. Capsicum baccatum. diuapkan. ampas dicuci etanol 80%. tam-bah pereaksi endap seperti Mayer. Alkaloid Amina Golongan ini tidak mengandung N heterosiklik. Prosedur Kiang – Douglas. Alkaloid tanpa atom nitrogen yang heterosilik Dimana. Capsicum pubescens. Banyak yang merupakan tutrunan sederhana dari feniletilamin dan senyawa-senyawa turunan dari asam amino fenilalanin atau tirosin. Alkaloid Efedrin (alkaloid amine) Mengandung 1 atau lebih cincin karbon dengan atom Nitrogen pada salah satu atom karbon pada rantai samping. v DETEKSI Prosedur Wall. Lapisan organik basa perlu juga dites untuk menen-tukan adanya alkaloida quaterner. Capsicum annuum. atom nitrogen tidak terletak pada cincin karbon tetapi pada salah satu atom karbon pada rantai samping. Capsicum frutescens. Cholchicum autumnale. Ekstrak kloroform dipekatkan dan alkaloida diubah menjadi garam hidroklori dengan penambahan HCl 2 N. genus Capsicum. 2. Agave atrovirens. Ilex paraguaricasis dari famili Aquifoliaceae. Lapisan organik asam-kan kembali dan lapisan air asam dites dengan pereaksi warna. ekstraksi ±20 g sampel kering secara refluks dengan etanol 80%.ekstraksi dengan pelarut organik (kloroform). Residu larutkan dengan air sua-sana asam (asam klorida 1%). Yaitu . siklotungstat atau pereaksi lain. b. Bila positif. Alkaloid Purin Mempunyai 2 cincin karbon dengan 4 atom nitrogen. Dingin saring. Cola nitida dari famili Sterculiaceae dan Theobroma cacao. Termasuk Mescalin dari Lophophora williamsii. Filtrat larutan berair kemudian diuji dengan pereaksi alkaloida. Trichocereus pachanoi. Alkaloid Capsaicin Dari Chile peppers. dan Teh (Camellia sinensis) dari famili Theaceae. jika positif maka dapat diyakini bahwa sampel mengandung alkaloida. sampel kering dibasakan dengan larutan amonia encer. Sophora secundiflora. Paullunia cupana dari famili Sapindaceae. Agave americana. filtrat dikum-pul. Capsicum chinense. 1. Ephedra sinica. . Banyak ditemukan pada kopi (Coffea arabica) famili Rubiaceae.

nitroprussida = biru-ungu. Gugus Metoksi Larutan dalam Asam Sulfat + Kalium Permanganat = terjadi formaldehid. lauran pikrat dalam air. 4.Kekurangan metode Kiang – Douglas adalah senyawa amonium kuaterner tidak dapat diubah menjadi ben-tuk basa bebasnya dengan cara penambahan amonia dan tetap tinggal dalam sampel sehingga tidak terde-teksi. Kinidin. Wagner. Sebaiknya pelarut yang digunakan adalah pelarut organik : eter dan kloroform. larutan asam sublimat. . kadangkadang digunakan natrium karbonat dan kalsium hidroksida. amonia pekat. Heroin. Colchisin dan Physostigmin.Sebelum pengocokan. Mayer.3% Vanilin dalam HCl pekat. 3. 10 dan 14. Tebain. Pereaksi warna. b. Gugus Alkohol Sekunder Reaksi SANCHES : Alkaloida + Larutan 0. biasanya menggunakan natrium hidroksida. dinyatakan dengan reaksi SCHIFF. Pronin. 2. Beta eucain. Hasil cepat ditunjukkan oleh Conilin. Kelebihan Kalium Permanganat dihilangkan dengan Asam Oksalat. dipanaskan diatas tangas air = merah-ungu. dan lain-lain. pereaksi Marquis. Chiksin. Narkotin. Emetin. c. larutan asam siliko-wolframat dan larutan emas klorida. Sedang prosedur Wall alkaloida quaterner mun-cul sebagai false – positive karena senyawa tersebut tidak dapat terekstraksi ke dalam pelarut organik da-lam suasana asam – basa. Berdasarkan bentuk basa dan garam-nya / Pengocokan Alkaloid sebagai basanya tidak larut dalam air. sebagai garamnya larut baik dalam air. Protein juga memberikan endapan. Pelletierin dan Cystisin. tetapi tidak larut dalam dalam alcohol berlebih. larutan harus dibasakan dulu. perekasi Frohde. pereaksi Edman. 7. Berdasarkan sifat spesifik. Hasil lambat ditunjukkan oleh Efedrin. larutan asam pikrolonat. Bouchardat. Emetin. Pengocokan dilakukan pada pH : 2. larutan tannin. pereaksi Mandelin. asam sulfat bebas NO. Alkaloid dalam larutan HCl dengan pereaksi Mayer dan Bouchardhat membentuk endapan yang larut dalam alkohol berlebih. Dionin. Kodein. Kotarnin. dan Parakonidin. Veratrin. Reaksi Gugus Fungsionil a. koden.Hasil positif untuk Morfin. Papaverin. Beberapa pereaksi endap. Hasil positif untuk Brucin. Identifikasi Senyawa Alkaloid 1. Dragendorff. Gugus Amin Sekunder Reaksi SIMON : larutan alkaloida + 1% asetaldehid + larutan na.

Kotarnin. Pereaksi Meyer (Larutan kalium Tetraiodomerkurat) Merupakan pereaksi pengendap untuk alkaloid. Kinin. Pantokain. alipin. Beta eukain. Kegunaan Alkaloida Alkaloida telah dikenal selama bertahun-tahun dan telah menarik perhatian terutama karena pengaruh fisiologisnya terhadap binatangmenyusui dan pemakainnya di bidang . h. . · Reaksi SANCHEZ : Alkaloida + p-nitrodiazobenzol (p-nitroanilin + Natrium Nitrit + Natrium Hidrolsida) = ungu kemudian jingga. Iodoplatinat Pereaksi untuk alkaloid. Hidrastin. Hasil positif untuk kokain. g. Tropakain. b. Reduksi Semu Alkaloida klorida + kalomel + sedikit air = hitam Tereduksi menjadi logam raksa. dan lain-lain. 4. dan lain-lain. Hasil positif untuk Morfin. kinidin setelah dimasak dengan Asam Sulfat 75%. Gugus Benzoil Reaksi bau : Esterifikasi dengan alcohol + Asam Sulfat pekat = bau ester. dan Piperin. panaskan = merah. Gugus Formilen · Reaksi WEBER & TOLLENS : Alkaloida + larutan Floroglusin 1% dalam Asam Sulfat (1:1). Hidrastinin. Pilokarpin. juga sebagai pereaksi penyemprot pada lempeng KLT dimana hasilnya alkaloid akan tampak sebagai noda ungu sampai biru-kelabu. Alipin. c. dan lain-lain. Stovakain. Stivakain. Beta eukain. Atropin. 5. Hasil positif untuk Kokain. Pereaksi untuk analisa lainnya a. Hasil positif untuk kokain. · Reaksi LABAT : Alkaloida + Asam Gallat + asam Sulfat pekat. Raksa (II) klorida yang terbentuk terikat dengan alkaloid sebagai kompleks. Hasil positif untuk Berberin. Digunakan untuk pereaksi penyemprot pada lempeng KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dimana akan memberikan hasil dengan noda ungu-biru sampai coklat merah. Hasil positif untuk alkaloida opium kecuali Tebain. Iodium-asam hidroklorida Merupakan pereaksi untuk golongan Xanthin.d. f. Tropakain. e. Narsein. Novokain. Gugus Kromofor · Reaksi KING : Alkaloida + 4 volume Diazo A + 1 volume Diazo B + natrium Hidroksida = merah intensif. dipanaskan diatas tangas air = hijau-biru. Reaksi GUERRT Alkaloida didiazotasikan lalu + Beta Naftol = merah-ungu. tropakain. Tebain dan lain-lain. Alipin. Efedrin. Emetin. narkotin. Kodein.

Klasifikasi alkaloida didasarkan atas : 1. karena itu dapat larut dalam asam-asam serta membentuk garamnya. Meskipun dalam beberapa peristiwa bukti yang mendukung fungsi ini tidak dikemukakan. Alkaloid dapat pula berfungsi dengan cara pertukaran dengan kation tanah. ini barangkali merupakan konsep yang direka-reka dan bersifat “manusia sentries”. 3. Beberapa alkaloid merangsang perkecambahan. pengamatan menunjukkan bahwa pelolohan nikotina ke dalam biakan akar tembakau meningkatkan ambilan nitrat.Berdasarkan jenis tumbuhan asal alkaloida tersebut. tetapi fungsinya dalam tumbuhan hampir sama sekali kabur.Berdasarkan klasifikasi Hegnauer yang membagi alkaloida menjadi alkaloida sejati. 3. Beberapa mendapat mengenai kemungkinan perannya ialah sebagai berikut : 1. Beberapa alkaloid mungkin bertindak sebagai tendon penyimpanan nitrogen meskipun banyak alkaloid ditimbun dan tidak mengalami metabolisme lebih lanjut meskipun sangat kekurangan nitrogen. Sejalan dengan saran ini. 4. Salah satu pendapat yang dikemukakan pertama kali. 2. BAB 3 PENUTUP  Alkaloida adalah senyawa yang mempunyai struktur heterosiklik yang mengandung atom N didalam intinya dan bersifat basa. dapat mengganti basa mineral dalam mempertahankan kesetimbangan ion dalam tumbuhan. protoalkaloida dan pseudoalkaloida. dan umumnya mempunyai aktifitas fisiologis baik terhadap manusia ataupun hewan.Unsur jenis cincin heterosiklik nitrogen 2. alkaloid dapat melindungi tumbuhan dariserangan parasit atau pemangsa tumbuhan. ialah bahwa alkaloid berfungsi sebagai hasil buangan nitrogen seperti urea dan asam urat hewan.  . karena sebagian bersifat basa. 5. Semula disarankan oleh Liebig bahwa alkaloid. beberapa alkaloid menyerupai pengatur tumbuh. sekarang tidak dianut lagi.Berdasarkan asal usul biogenetiknya 4. yang lainnya menghambat. Pada beberapa kasus.farmasi. Alkaloid dapat berlaku sebagai pengatur tumbuh karena segi struktur.

2004.html.wordpress. Bandung. Identifikasi alkaloida juga didasarkan pada kemampuannya membentuk kompleks dengan logam-logam berat. Jakarta:swadaya.chem-is-try.com diakses 25 mei 2010. Penerbit ITB.usu.Gadjah mada university press. Anonm.2007.Jogjakarta Salisbury. Referensi: Anonym. diakses 25 mei 2010 Linda Sutriani.H.Departemen Kesehatan replubik Indonesia .id/2010/03/senyawa-alkaloid..dan Ros. Anonim.(1996). Fenil Propanoida dan Alkaloida.N.pdf diakses 25 mei 2010.Jakarta:swadaya. Analisis obat Secara Kromatografi dan Mikroskopi. Wahyu.Jurnal Kimia.Srirahayu.H.blogspot.id/download/fmipa/06003489. Bandung.Ilmu obat alam. HMF ARS-PRAEPARANDI.1995. http://library. www. Borgiani.1995. Anonim. http://id.Fisiologi Tumbuhan Jilid 3.ac. Sovia Lenny. Sastrohamidjojo. didik. Alkaloid. Bandung GUNAWAN .Edisi 4. Card System dan Reaksi Warna.dieno.Matra Medika Indonesia Jilid V. diakses 25 mei 2010 anonym . 2009. diakses 25 mei 2010 Anonim..com/2009/01/berawal-dari-persamaan-tujuanuntuk. Penerbit ITB.membuatblog.Sintesis bahan alam. Alkaloid : Senyawa Organik Terbanyak di Alam.wikipedia. 2006.org diakses 25 mei 2010. Galenika I-II.org/wiki/Alkaloid. 1982. www.web. Egon Stahl.1989.Isolasi Senyawa Sitotoksik dari Daun Andong.ITB . Trevor Robinson.Ked. 2000.Bandung Helmi. Bandung. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Anonim. 1985.html. 1970. http://www. http://medicafarma.Alkaloida dari fraksi fenolik.W. S. Metode Isolasi dan Identifikasi alkaloida didasarkan berdasarkan sifat basanya dengan menggunakan ekstraksi berdasarkan azas Keller dan pemurnian dengan menggunakan kromatografi penukar ion maupun kromatografi partisi. ARS-PRAEPARANDI Institut Teknologi Bandung. Senyawa Flavonoid.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful