Analisis gravimetri

Analisis gravimetri merupakan metode penetuan kuantitatif terhadap kadar analit dalam suatu sampel atas dasar penimbangan terhadap endapan senyawa yang mengandung analit tersebut. Secara umum tahapan dalam analisis kuantitatif dengan metode gravimetri adalah sebagai berikut: 1. Sampel yang diduga mengandung analit tertentu ditimbang untuk mengetahui massa sampel. Massa sampel dicatat. 2. Sampel dilarutkan ke dalam air secukupnya di dalam gelas beker. 3. Ke dalam gelas beker ditambahkan pereaksi secara berlebih, agar unsur dalam analit berekasi menjadi senyawa yang dapat terendapkan. 4. Endapan yang terbentuk kemudian disaring, menggunakan kertas saring. 5. Endapan dikeringkan dan ditimbang. Massa unsur analit selanjutnya dihitung dengan perhitungan kimia (stoikiometri). 6. Dapat juga analit yang terbentuk dibakar untuk mendapatkan senyawa dalam bentuk oksidanya. Kadar analit dihitung secara stoikiometri.

Hukum Perbandingan Tetap
Hukum Perbandingan Tetap, menyatakan bahwa dalam suatu senyawa munri perbandingan unsurunsur penyusunnya adalah tetap. Hukum ini dapat digunakan dalam analisis secara gravimetri. Misalnya dalam senyawa perak klorida (AgCl), massa atom relatif klor , Ar Cl = 35,5; dan massa atom relatif perak, Ar Ag = 108; sehingga massa molekul relatif perak klorida, Mr AgCl -= 143,5. Makna dari hal ini adalah sebagai berikut: 1. Setiap 1 molekul AgCl, tersusun atas 1 atom Ag dan 1 atom Cl. 2. Setiap 1 mol AgCl, tersusun atas 1 mol Ag dan 1 mol Cl. 3. Setiap 143,5 g AgCl, tersusun atas 108 g Ag dan 35,5 g Cl. Contoh penggunaan pengertian ini: Suatu sampel padatan mengandung natrium klorida (NaCl) tidak murni. Sampel kemudian dilarutkan ke dalam akuades, dan unsur klor diendapkan dalam bentuk perak klorida (AgCl). Jika pada akhirnya didapatkan endapan kering AgCl sebanyak 1,o g, hitung k banyaknya klor dalam sampel awal! Penyelesaian: Sesuai makna nomor 3 dari pengertian Hukum Perbandingan Tetap di atas maka dapat dimengerti bahwa, Setiap 143,5 g AgCl tersusun atas 35,5 g Cl Secara matematis pengertian ini dapat dituliskan sebagai berikut

114 g MgCl2 x 2 x 35.1 mol AgNO3 = 0.= mol Cl = 0.massa Cl dalam sampel massa Cl = 0.0024 mol Sesuai dengan reaksi pengendapan di atas maka banyaknya AgNO3 yang diperlukan = 0.38 % (tanda negatif menunjukkan bahwa hasil analisis kurang dari yang seharusnya).3 g Cl 95.3 g MgCl2 = 0.5 mg AgCl = 6.3 .0024 mol AgNO3 x 1 L 0.38 mg AgCl Kesalahan dalam analisis = x 100 % = ─0.+ AgNO3 → AgCl + NO3.024 L = 0. (tanda =.4 mL Tugas Kelompok 9 Soal : Berapakah massa sampel yang diambil.0024 mol Cl.x 1 mol AgNO3 1 mol Cl.0024 mol Cl Mol ion Cl. jika pada pengolahan didapatkan endapan perak klorida AgCl sebanyak 1. x 35. Ar N = 14 . menyatakan kesetaraan). Ar O= 16 .969 x 10 -3 mmol AgCl AgCl = Ag + + Cl – Mol AgCl ≈ mol Cl – Mol Cl – = mol AgCl x 1 mol Cl.12 g akan diendapkan dalam bentuk AgCl.38 % Jadi kesalahan dalam analisi gravimetri adalah ─0. 969 x . sehingga volume kelabihannya adalah = 24 mL x 10/100 = 2. dengan demikian dalam 200 mL larutan masih ada perak klorida yang tidak terendapkan sebanyak : Massa AgCl = x x Massa AgCl = 0.143.35 mol/L. Berapa volume larutan perak nitrat (AgNO3) 0.1 M yang diperlukan untuk mengendapkan klor jika kemurnian garam 95% dan kelebihan larutan AgNO3 sebanyak 10%? Diketahui Ar Mg= 24. Jika sampel dilarutkan ke dalam akuades sedemikian rupa sehingga volume larutan adalah 200 mL.0 g AgCl massa Cl = 0.12 g sampel x 95 g MgCl2 100 g sampel = 0.024 L x 1000 mL 1 L = 24 mL Kelabihan larutan AgNO3 adalah 10%. Jawab: Kelarutan perak klorida adalah 1./ 1 mol AgCl = 6.25 g.085 g Cl x 1 mol Cl 35.12 g massa MgCl2 = 0.5 Penyelesaian : Mol AgCl = 1.5 .0 mg AgCl x 1mmol AgCl / 143. Tugas Kelompok 1 Soal : Sampel garam MgCl2 tidak murni sebanyak 0.5 g Ag Cl Contoh soal 1: Suatu analisis dilakukan terhadap sampel padatan yang mengandung klor.4mL Jadi volume total larutan AgNO3 yang ditambahkan adalah = 24 mL + 2. hitung persentase kesalahan dalam analisis tersebut.085 g Cl mol Cl = 0. sehingga dari pengertian ini banyaknya klor dalam sampel awal dapat dihitung. massa Cl = 1.= 0.0024 mol AgNO3 Volume larutan AgNO3 yang diperlukan = 0.5 g Cl / 143.3 g Cl.4 mL = 26. dan pada tahap akhir analisis didapatkan endapan perak klorida (AgCl) sebanyak 100 mg.5 g AgCl = 35.Ag = 108 Penyelesaian massa sampel zat tidak murni = 0.114 g MgCl2 Reaksi pengendapan Cl. Ar Cl = 35.1% ? Diketahui : Ar Ag = 08 Ar Cl = 35.3 g Cl = 0.0 mg dan tenyata hal ini menunjukkan kadar klor ( Cl) 0. 25 g Cl Jadi massa klor dalam sampel awal adalah 0.

10 -3 mmol AgCl x 1mol Cl. Klor akan dianalisis dengan metode gravimetri dalam bentuk endapan perak klorida (AgCl).5 gram Cl.1 gram Cl.x 35./ 1 mol Cl.247 mg Cl.247 gram sampel = 0. Kemudian analit diubah menjadi bentuk endapan yang dapat dipisahkan dan ditimbang. Sebagai contoh dalam analisis kadar klor dalam suatu sampel padatan./ 1 mol AgCl = 6.969 x 10-3 mmol Cl.48 mg/L karena dalam larutan [Ag+] = [Cl−] maka. Analisis gravimetri merupakan analisis dimana sampel dilarutkan ke dalam akuades.= 6. . Harga konstanta hasil kali kelarutan perak klorida. Endapan terbentuk terutama untuk analit-analit yang dalam bentuk garamnya adalah garam sukar larut.27 mg Cl. Ksp AgCl = 1.Massa Cl.25 gram Gravimetri Kesalahan (error) dalam metode analisis gravimetri.x 100 gram sampel / 0.0.8 x 10−10.1 gram Cl.34 x 10−5 mol/L Cl = 1.8 x 10−10 = [Cl−]2 [Cl−] = 1. Dengan demikian sebagian besar garam analit tersebut akan mengendap.25 gram sampel Jadi massa sampel yang diambil sebesar 0.34 x 10−5 mol/L x 35. Namun demikian ada sejumlah sedikit analit yang tidak terendapkan dan masih dalam bentuk ionnya yang terlarut dalam larutan akuades.Cl.969 x 10-3 mmol Cl. 1.= 247 mgram sampel = 0.8 x 10−4 g/L = 0.1 % maksudnya adalah dalam 100 gram sampel terdapat 0.5 g / mol Cl = 4.Bamyaknya ion yang terlarut dalam larutan tergantung dari besarnya konstanta hasil kali kelarutan (Ksp).Massa sampel = 0. Maka banyaknya klor yang tidak terendapkan dalam satu liter larutan adalah: Reaksi pelarutan AgCl adalah Ag Cl (s) Ag+ (aq) + Cl− (aq) Kelarutan AgCl dihitung adalah Ksp AgCl = [Ag+] x [Cl−].= 0.

Jadi. dan pada tahap akhir analisis didapatkan endapan perak klorida (AgCl) sebanyak 100 mg. hitung persentase kesalahan dalam analisis tersebut. Contoh soal gravimetri: Soal 1.35 mol/L. Larutan kemudian dioksidasi dengan pereaksi sehingga besi terendapkan.38 mg AgCl Kesalahan dalam analisis = x 100 % = ─0. dengan demikian dalam 200 mL larutan masih ada perak klorida yang tidak terendapkan sebanyak : Massa AgCl = x x Massa AgCl = 0. Jawab: Kelarutan perak klorida adalah 1. Suatu sampel mengandugn senyawa besi karbonat (FeCO3) dan senyawa inert dilarutkan ke dalam akuades.0 g. Untuk meminimalkan kesalahan ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan ion perak (Ag+) secara berlebih di dalam larutan. Massa besi karbonat dalam sampel adalah. Jika sampel dilarutkan ke dalam akuades sedemikian rupa sehingga volume larutan adalah 200 mL.38 % Jadi kesalahan dalam analisi gravimetri adalah ─0.48 mg yang tidak terendapkan. Berapakah kandungan besi karbonat dalam sampel? Jawab Soal 1. dalam satu liter larutan akan ada klor sebanyak 0. Massa FeCO3 = massa Fe2O3 x 2 x Ar Fe Mr Fe2O3 x Mr FeCO3 1 x Ar Fe .38 % (tanda negatif menunjukkan bahwa hasil analisis kurang dari yang seharusnya). Contoh soal 1: Suatu analisis dilakukan terhadap sampel padatan yang mengandung klor. Sesuai dengan hukum ion sejenis maka reaksi keseimbangan akan bergeser ke arah pembentukan endapan. Endapan kemudian disaring dan dibakar sehingga didapatkan senyawa besi (III) oksida (Fe2O3) sebanyak 1.

6 g ? Penyelesaian: Reaksi yang terjadi dalam hal ini adalah 2 Fe3O4 + ½ O2 → 3 Fe2O3 Reaksi di atas menunjukkan bahwa untuk setiap 2 mol Fe3O4 akan menghasilkan 3 mol Fe2O3. Contoh soal 2. . Berapakah massa Fe3O4 murni yang dibutuhkan untuk dioalah agar didapatkan besi (III) oksida.0 g Fe2O3 x 2 x 56 g Fe x 160 g Fe2O3 116 g FeCO3 1 x 56 g Fe = 1.= 1.58 g. dengan demikian massa Fe3O4 murni yang dibutuhkan adalah : = 0.60 g Fe2O3 x 1 mol Fe2O3 x 2 mol Fe3O4 x 232 g Fe3O4 160 g Fe2O3 3 mol Fe2O3 1 mol Fe3O4 = 0.45 g. Fe2O3.45 g FeCO3 Jadi kadungan besi karbonat dalam sampel awal adalah 1. sebanyak 0.58 g Fe3O4 Jadi dibutuhkan senyawa Fe3O4 sebanyak 0.