You are on page 1of 14

Kolesistitis

Oleh: NOVI AYU PUTRI 10.2011.422

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jalan Terusan Arjuna no.6, Jakarta Barat 2011/2012

1

Walaupun demikian. 2 . bila batu empedu telah menimbulkan serangan nyeri kolik yang spesifik maka risiko untuk mengalami masalah dan penyulit akan terus meningkat.BAB I PENDAHULUAN A. Pasien-pasien yang memiliki batu empedu jarang mengalami komplikasi. Namun penyakit ini sering tidak mendapat perhatian dari penderitanya karena minimnya gejala yang tampak pada penderitanya. Latar Belakang Batu empedu di Indonesia merupakan penyakit yang sering menyerang saluran pencernaan.

Perjalanan batu empedu sekunder belum jelas benar. dan penanggulangan batu empedu. muntah. Serta dapat membedakan gejala nya dengan penyakit lainnya sebagai diagnosis banding. batu saluran empedu dapat terbentuk primer di dalam saluran empedu intra-atau-ekstrahepatik tanpa melibatkan kandung empedu. Sekitar 10-15% pasien dengan batu kandung empedu juga disertai batu saluran empedu. tetapi komplikasi akan lebih sering dan berat dibandingkan batu kandung empedu asimptomatik. tetapi batu tersebut dapat bermigrasi melalui duktus sistikus ke dalam saluran empedu menjadi batu saluran empedu dan disebut sebagai batu saluran empedu sekunder. Anamnesis Keluhan Utama Nyeri pada perut bagian kanan atas Keluhan Tambahan Mual. B. Tujuan Mengetahui penyebab. Pada beberapa keadaan. demam Riwayat Penyakit Sekarang 3 .Batu empedu umumnya ditemukan di dalam kandung empedu. patofisiologi. BAB II PEMBAHASAN 1.

Pasien mengeluh nyeri pada perut bagian kanan atas dan ulu hati sejak 1 hari yang lalu. Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum Kesadaran: Sadar penuh (compos mentis) Tanda Vital Tekanan Darah Nadi Respirasi : 130/80 mmHg : 98 x/ menit : 18 x/ menit 4 . Nyeri berlangsung sekitar 40 menit hilang timbul setelah sebelumnya ia makan soto ayam bersantan. kali ini nyeri tidak kunjung hilang. 2. Riwayat Penyakit Dahulu Tidak diketahui Riwayat penyakit keluarga Tidak diketahui . Pasien cukup sering merasakan nyeri serupa namun biasanya cepat menghilang. Pasien juga merasakan mual dan sempat muntah dua kali. Pasien sudah mencoba meminum obat sakit lambung tapi tidak membaik.

dapat terlihat batu radioopak (tidak tembus pandang) yang banyak mengandung kalsium.1 3. tidak memperlihatkan kolesistitis akut. 3.3 Kolesistografi oral .1.penebalan dinding kandung empedu. 5 . bentuk.1.4 Leukositosis Bilirubin total meningkat Alkali fosfatase meningkat SGOT/SGPT meningkat 3. pada 15% pasien.1.1 Pemeriksaan Lab darah : 3.sebaiknya dikerjakan rutin dan sangat bermanfaat untuk memperlihatkan besar.2 Foto polos abdomen.Suhu : 380C Skala ikterik : +/+ 3. Pemeriksaan Penunjang 3.3 3.4 USG .5 CT scan abdomen. batu dan saluran empedu ekstra hepatik.2 3. kurang sensitif dan mahal. Nilai kepekaan dan ketepatan USG mencapai 90-95%4. tapi mampu memperlihatkan abses perikolesistik yang masih kecil (hal ini tidak terlihat pada USG) .1. 3. tidak bermanfaat pada gambaran kandung empedu bila ada obstruksi 3.

kolesterol. Bagaimana stasis di duktus sistikus dapat menyebabkan kolesistitis akut masih belum jelas. sedangkan sebagian kecil kasus timbul tanpa adanya batu empedu (kolesistitis akut akalkulus). Sekitar 90% kasus berkaitan dengan batu empedu sedangkan 10% sisanya tidak. pankreatitisakut dan infark miokard). Diagnosis Kerja (KOLESISTITIS) Kolesistitis adalah proses inflamasi atau peradangan akut pada kandung empedu yang umumnya terjadi akibat penyumbatan pada saluran empedu. abses hepar. cedera berat. Penyebab utama kolesistitis akut adalah batu kandung empedu (90%) yang terletak di duktus sistikus yang menyebabkan stasis cairan empedu. Diperkirakan banyak faktor yang berpengaruh. sepsis (infeksi berat).4. biasanya berkaitan dengan pasca bedah umum. sumbatan usus. 5. Etiologi Faktor yang mempengaruhi timbulnya serangan kolesistitis akut adalah stasis cairan empedu. Diagnosis Banding Pada nyeri perut kanan atas yang tiba-tiba perlu dipikirkan adanya penjalaran nyeri saraf spinal. dan prostaglandin 6 . dan beberapa infeksi pada penderita AIDS. Kasus kolesistitis ditemukan pada sekitar 10% populasi. seperti kepekatan cairan empedu. infeksi kuman. puasa berkepanjangan. pankreas titis akut. 6. lisolesitin. Kasus minoritas yang disebut juga dengan istilah acalculous cholecystitis ini. dan iskemia dinding kandung empedu. atau ulkus peptikum dengan perforasi . kelainan organ dibawah diafragma (appendiks retrosekal. perforasi ulkus peptikum.

Individu yang berisiko terkena kolesistitis antara lain 4F (female. ke cairan kandung empedu empedu pada saat katup Oddi tertutup. and fertile). 7. fat. Epidemiologi Sejauh ini belum ada data epidemiologis penduduk. Cairan empedu ini adalah cairan elektrolit yang dihasilkan oleh sel hati. forty. Perubahan metabolisme yang disebabkan oleh perubahan susunan empedu. insidensi kolesistitis di negara kita relatif lebih rendah di banding negara-negara barat. cairan empedu Dalam mengalir kandung empedu. Adanya stasis akibat batu yang menyumbat duktus 7 . perubahan susunan kimia dan pengendapan unsur tersebut. 8. kelompok penderita batu empedu tentu saja lebih berisiko mengalami kolesistitis daripada yang tidak memiliki batu empedu. Selain itu. dipekatkan dengan mengabsorpsi air.yang merusak lapisan mukosa dinding kandung empedu diikuti oleh reaksi inflamasi dan supurasi. Derajat pemekatannya diperlihatkan oleh peningkatan konsentrasi zat-zat padat. Stasis empedu dalam kandung empedu dapat mengakibatkan supersaturasi progresif. Pada individu normal. stasis empedu. dapat menyebabkan infeksi kandung empedu. Patogenesis Kandung empedu memiliki fungsi sebagai tempat menyimpan cairan empedu dan memekatkan cairan empedu yang ada didalamnya dengan cara mengabsorpsi air dan elektrolit.

8 . prostaglandin yang merusak lapisan mukosa dinding kandung empedu. nyeri tekan disertai tanda-tanda peritonitis lokal (tanda Murphy). 9. lisolesitin. Apabila keluhan nyeri bertambah hebat disertai suhu tinggi dan menggigil serta leukositosis berat. mungkin akibat kepekatan cairan empedu. 10. perlu dipikirkan adanya batu saluran empedu ekstra hepatik. Kolesistografi oral tidak dapat memperlihatkan gambaran kandung empedu bila ada obstruksi sehingga pemeriksaan ini tidak bermanfaat pada kolesistitis akut. Hanya pada 15% pasien kemungkinan dapat terlihat batu tidak tembus pandang (radioopak) oleh karena mengandung kalsium cukup banyak. kemunginan terjadi empyema dan perforasi kandung empedu perlu dipertimbangkan. Apabila kadar bilirubin tinggi. Pada pemeriksaan fisik teraba massa kandung empedu.sistikus. kolesterol.Diagnosa Foto polos abdomen tidak dapat memperlihatkan gambaran adanya kolesistitis akut. umumnya derajat ringan (bilirubin < 4 mgdl). Ikterus dijumpai pada 20% kasus. Pemeriksaan laboratorim menunjukkan adanya leukositosis serta kemungkinan adanya peninggian serum transaminase dan fosfatase alkali. Kadang-kadang rasa sakit menjalar ke pundak atau skapula kanan dan dapat berlangsung selama 60 menit tanpa reda. Berat ringannya keluhan sangat bervariasi tergantung dari adanya kelainan inflamasi yang ringan sampai dengan gangren atau perforasi kandung empedu. Gejala Klinik Keluhan yang khas untuk serangan kolesistitis akut adalah kolik perut di sebelah kanan atas atau epigastrium dan nyeri tekan serta kenaikan suhu tubuh.

batu dan saluran empedu ekstra hepatik.hidrops. lapisan sonolusen di dalam dinding kandung empedu. Pemeriksaan CT-Scan abdomen kurang sensitif dan mahal tapi mampu memperlihatkan adanya abses perikolesistik yang masih kecil yang mungkin tidak terlihat pada pemeriksaan USG. Skintigrafi saluran empedu mempergunakan zat radioaktif HIDA atau 99n Tc6 Iminodiacetic acid mempunyai nilai sedikit lebih rendah daripada USG tetapi teknik ini tidak mudah. dan distensi kandung empedu.Gambaran ultrasound dari kolesistitis akut dapat dibagi dalam tanda primer dan tanda sekunder. keuntungan besar lain dari ultrasound adalah kemampuannya untuk memperlihatkan anatomi di sekitar kandung empedu. bentuk. dinding kandung empedu menebal.Pemeriksaan ultrasonografi (USG) sebaiknya dikerjakan secara rutin dan sangat bermanfaat untuk memperlihatkan besar. Nilai kepekaan dan ketepatan USG mencapai 90-95%. Tanda utamapada kolesistitis akut adalah sering ditemukan batu. Tanda primer yaitu batu kandung empedu. Sering diikuti nyeri pada penekanan dengan transduser yang dikenal sebagai Morgan sign positif atau positive tranducer sign. dan kadang-kadang terlihat eko cairan di sekelilingnya yang menandakan adanya perikolesistitis atau perforasi. Tanda sekunder adalah penebalan fokal kandung empedu. penebalan dinding kandung empedu. Ultrasonografi adalah pemeriksaan radiologi yang paling unggul pada pasien dengan nyeri akut di abdomen kanan atas. 9 . Terlihatnya gambaran duktus koledokus tanpa adanya gambaran kandung empedu pada pemeriksaan kolesistografi oral atau skintigrafi sangat menyokong kolesistitis akut. Ultrasonografi dan skintigrafi adalah nilai yang paling berharga untuk klinisi. penebalan dinding kandung empedu.

rendah lemak. CT juga berguna untuk mendemonstrasikan komplikasi kolesistitis. 11. Gambaran batu di dalam kandung empedu dapat dilihat tegas dengan CT-Scan. 11. dan elektrolit. gambaran obstruksi.analgetik : NSAID. kalori. dan koleksi perikolesistik.1 Konservatif   Tirah baring mutlak Diet : lunak.2 Medikamentosa  Simptomatik : .Ultrasonografi kandung empedu dapat memperlihatkan edema dan penebalan dindingkandung empedu.Penatalaksanaan 11. cukup cairan. visualisasi dari kandung empedu terlambat.kolesistitis gangrenosa. mudah dicerna. atropine (antikolonergik untuk relax otot halus) 10 .antipiretik (parasetamol 3 x 500mg) . kemudian harus dilakukan pemeriksaankoleskintigrafi. Komplikasi kolesisitis akut bermacam-macam termasuk empyema kandung empedu. Bila muntah hebat diberi nutrisi parenteral. perforasi. Gambaran kolesistitis akut pada skintigrafi yaitu tidak adanya aktivitas kandung empedu. tetapi ini dapat normal. petidin (opioid). Kekurangan dari uptake bahan radioaktif dalam kandung empedu sangat menyokong diagnosa klinik.

 Antibiotika : . 3 Pembedahan   Kholesististomi Kholesistektomi 12.Komplikasi Demam tinggi. Serangan yang disertai jaundice (sakit kuning) atau arus balik dari empedu ke dalam hati menunjukkan bahwa saluran empedu telah tersumbat sebagian oleh batu empedu atau oleh peradangan 11 . menggigil. gangren atau perforasi kandung empedu.Cefalosporin 2 x 1 gr -Tetrasiklin -Aminoglikosida -Metronidazole 1 1 . peningkatan jumlah leukosit dan berhentinya gerakan usus (ileus) dapat menunjukkan terjadinyaabses.Ampisilin 3 x 500mg .

Ini bisa dicegah dengan pemberian antibiotik yang adekuat pada awal serangan. Kadang kolesistitis akut berkembang cepat menjadi gangren. empiema. Tidak jarang terjadi kolesistitis rekuren. 13. dapat terjadi komplikasi pasca bedah.Prognosa Penyembuhan spontan pada 85% kasus. fisitel. mungkin telah terjadi peradangan pankreas (pankreatitis) yang disebabkan oleh penyumbatan batu empedu pada saluran pankreas (duktus pankreatikus). Tindakan bedah akut pada pasien >75 tahun mempunyai prognosis buruk.Jika pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan kadar enzimamilase. BAB III PENUTUP A. sekalipun kandung empedu masih tebal. abses hati dan peritonitis umum.fibrotik. penuh dengan batu dan tidak berfungsi lagi. Kesimpulan Perempuan 45 tahun menderita kolesistitis akut 12 . dan perforasi kandung empedu.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi IV. Ana. Nakielny R. 2007.DAFTAR PUSTAKA 1. 1988. 13 . Jakarta. 2009. Jakarta: FKUI4. Pusat PenerbitanIlmu Penyakit Dalam. London:Bailliere Tindall 2. Rasad. Chapman S. Panduan Kepaniteraan Klinik Ilmu Radiologi. FK UI.. Majdawati. 4. Aids to Radiological Differential Diagnosis. Radiologi Diagnostik Edisi Kedua. Sudoyo. Aru W. 2005. Sjahriar. Yogyakarta: UMY 3.

14 .