BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Mortalitas dan morbidilitas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang, di negara miskin, sekitar 25%-50%, kematian wanita subur usia disebabkan hal berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitasnya. Tahun 1996, WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu pertamanya meniggal saat hamil atau bersalin. Menanggapi masalah kematian ibu yang demikian besar yaitu menurunkan angka kematian ibu menjadi separuh. MPS (Making Pregnancy Safel) meminta perhatian pemerintah dan masyarakat disetiap negara untuk : 1. Menemptkan safe mother hood sebagai periorotas utama dalam rencana pembangunan nasional dan internasional 2. Menyusun acuan nasional dan internasional 3. Menyusun acuan nasional dan standar pelayanan maternal dan neonatal 4. Mengembangkan sistem yang menjamin pelaksanaan standar yang telah disusun 5. Meningkatkan upaya kesehatan promotif dalam kesehatan maternal dan neonatal serta pengendalian fertilitas pada tingkat keluarga dan lingkungannya. 1.2. Tujuan 1.2.1. Tujuan Umum Dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dengan letak sunsang dengan cara memeriksakan kehamilannya dan penyulit serta komplikasi termasuk penatalaksanaan dan rujukan bila diperlukan dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. 1.2.2. Tujuan Khusus

1. Menjelaskan tantang kehamilan sungsang. 2. Mengerti tentang etiologi dan berusaha antisipasi sejak dini mengatasi letak sungang. 3. Melaksanakan antenatal care secara turin yang meliputi pengkajian, menentukan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

1998 : 350) 2. Letak bokong kaki sempurna 3.1. 1998 : 360) Letak sungsang adalah janin yang letaknya memanjang (membujur) dalam rahim.2. ilmu kebidanan : 606) 2. bila kaki terendah letak lutut terendah ( Manuaba. Letak bokong tak sempurna 4. Letak sungsang adalah keadaan dimana janin terletak memanjang dngan kepala di fundus seperti uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri.1. (Mochtar. Latak bokong murni Teraba bokong Kedua kaki menjungkit ke atas sampai kepala bayi Kedua kaki bertindak sebagai spalk Teraba bokong Kedua Kaki berada di samping bokong Teraba bokong Di samping bokong terata satu kaki Bila bagian terencah teraba salah satu kedua kaki atau lutut Bila di bedakan : letak kaki. dibawah. Batasan 2. kepala berada di fundus dan bokong berada 2. SO Jilid 1.1. Rusam.2.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. ( Sarwono.1. Bentuk-bentuk lesak sungsang 1. Letak kaki .

2. Auskultasi DJJ paling jelas terdengar pada tempat yang lebih tinggi dari pusat b. Palpasi Kepala berada di fundus.4. 1998 : 361) 2. Etiologi 1.2. Keadaan jalan lahir . Sudut ibu a. bagian bawah bokong. Keadaan rahim Rahim arkuatus Septum pada rahim Uterus dupleks Mioma bersama kehamilan Plasenta letak rendah Plasenta previa Kesempitan panggul Deformitas tulang panggul Terdapat tumor menghalangi jalan lahir dan perputaran posisi kepala 2. Keadaan placenta c.3. dan punggun di kiri atau kanan. Sudut Janin Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat Hidrocefalus dan anenafalus Kehamilan kembar Hidramnion / oligohidramnion Prematuritas ( Manuaba. Diagnosis 1.

mulut.2. bokong di pegang secara broch (kedua ibu jari pada kedua paha bayi dan keempat jari kedua tangan lainya memegang bokong bayi) Dilakukan hiperrlodose dengan melakukan bokong ke arah perut ibu.1. 2.5. muller dan leaset. Pemeriksaan dalam Dapat di raba OS sakrum.3. Esktraksi bokong parsial Pertolongan bokong sampai umbilikus berlangsung dengan kekuatan sendiri Terjadi kemacetan tersalinan badan dan kepala Dilakukan persalinan bantuan dengan jalan secara klasik. hidung.5. muka dan kepala bayi. Pemeriksaan foto rontgen : bayangan kepala di fundus 2. tuber ischii dan anus kadang-kadang kaki (pada letak kaki) 4. Bayi diletakkan di perut ibu untuk pemotongan tali pusat dan selanjutnya di rawat sebagaimana mestinya. Mekanisme persalinan letak sungsang sebagai berikut : Persalinan bokong Persalinan bahu Persalinan kepala 2. Lahir berturut-turut dagu.5. Sedangkan penolong membantu melakukan hiperlordose tekniknya adalah sebagai beriktu : Saat bokong tampak di suntikan aksitosis 5 unit Setelah bokong lahir. Seorang membantu melakukan tekanan kristeller pada fundus uteri saat his mengejan. Persalinan menurut metode Broch Persalinan Broch berhasil bila berlangsung dalam satu kali his dan mengejan. .

sehingga penggung Tangan lainnya menelusuri bahu dengan . Tangan lainnya (analog) menelusuri bahu belakang sampai Tangan belakang di lahirkan dengan mendorong persediaan Badan anak di pegang sedemikian rupa. menuju persedian mencapai persendian siku. bahu/ siku.2. dahi dan kepala seluruhnya. untuk mempertahankan situasi fleksi • 2 jari menekan pada OS maksilaris. gagu mulut. siku menelusuri badan bayi. untuk membantu fleksi kepala. .5. anak mendekati panggul ibu. Pertolongan ekstraksi bokong secara klasik Tangan memegang bakong dengan telunjuk pada spina Tarik curam ke bawah sampai ujung skapula tampak Badan anak di pegang sehingga perut anak di dekatkan ke ischiadika anterior superior pertu ibu. • Tangan kanan memegan leher bayi. Persalinan kepala di lakukan sebagai berikut • Badan anak seluruhnya di tunggangkan pada tangan kiri • Jari tangan di masukkan kedalam mulut bayi.2. Selanjutnya lengan atas di lahirkan dengan dorong pada persediaan siku. dengan demikian kedudukan bahu belakang menjadi lebih rendah.1. menarik curam ke bawah sehingga sub oksiput berada di bawah simfisis dengan hipomoktasi • Kepada bayi dilahirkan dengan melakukan tarikan tangan kanan sambil melakukan putran ke arah perut ibu • Berturur – turut lahir.

Persalinan ekstraksi bokong parsial menurut Muller Perbadaan dengan klasik terletak pada persalinan lengan depan dilakukan terlebih dahuludengan jalan : Punggung bayi didekatkan ke punggun ibu sehingga skapula Tangan lainnya menelurusi bahu depan menuju lengan atas Perut bayi di dekatkan ke perut ibu.• Setelah bayi diletakkan di atas perut ibu tali pusat di potong.2.5. Persalinan kepala dilakukan menurut teknik mauriceau Setelah bayi lahri tali pusat di potong dibersihkan untuk Pertolongan persalina bahu menurtu locuset dirawat sebagaimana mestinya. sampai persedian siku untuk melahirkan lengan atas. bahu belakang sampai persediaaan siku dan selanjutnya lengan belakang di lahirkan 2. Untuk melahirkan bahu berdasarkan Perbedaan panjang jalan lahri depan dan belakang Bahu depan yang berada dibawah simfisis bila diputar menjadi bahu belakang kedudukannya menjadi lebih rendah sehingga otomatis terjadi persalinan. Persalinan kepala dapat dilakukan dengan teknik Mauriceau . tangan lain menelurisi tampak.3. 2. Lendir di bersihkan dan selanjutnya dirawat sebagaimana mestinya.5.2. Bahu belakang setelah putaran 90° menjadi bahu depan kedudukannya menjadi lebih rendah sehingga secara otomatis terjadi persalinan. Pada waktu melakukan putaran di sertai tarikan sehingga dengan putaran tersebut kadua bahu di lahirkan.

dilakukan tankan keatas sehingga berturut-turut lahri dahu mulut dan hidung. 2. diikuti dauh forsep kanan. . mata. dua kaki).5. 2 lain di letakkan pada tulang pipi serta menekan ke adah badan bayi sehingg fleksi kepala dapat di pertahankan - Tangan kanan memegan bayi (leher) menarik curam ke bawah sampai sub oksiput sebagai hipomoklion. hidung. dahi. Bayi diletakkan di tas perut ibu. Ekstraksi bokong total bila proses persalinan letak sungsang seluruhnya dilakukan dengan kekuatan dari penolong sendiri.2.5. smellie - Pertolongan persalinan kepala Pertolongan persalinan kepala menurut Mauriceau veit Badan anak di tunggangkan pada tangan kiri Tali pusat di longgarkan Jari tangan di masukkan kedalam mulut bayi.2. - Persalinan kepala dengan ekstraksi farcep Seluruhnya badan bayi di bungkus dengan duk steril di angkat ke atas sehingga kepala bayi mudah di lihat untuk aplikasi forcep. dilakukan penguncian forcep Badan bayi di tunggangkan pada gagang forcep Dilakukan tarikan curam ke bawah sehingga sub oksiput berada di bawah simphisis.4.4. kepala bayi seluruhnya. Bentuk pertolongan ekstraksi bokong total mencari ekstraksi bokong dan kaki (satu kaki.4. untuk memotong tali pusat. Kepala bayi di putar ke at a sehingga berturut-turun lahir dahu. mulut. - Mata dan dahi diikuti seluruh kepala bayi.4. Daun forcep kiri di pasang terlebih dhaulu. Lendir di bersihkan dari jalan nafas Selanjutnya di lakukan perawatan sebagaimana mestinya.1.5.5. 2. Ekstraksi bokong total 2.3.

. Dengan kedau telunjuk dilakukan persalinan seperti metode Persalinan kepaa dilakukan menurut Mauriceau V. Smellie. Setelah bayi lahir dilakukan perawatan sebagaimana secara klasik. Stelah trochanter depan lahir dilakukan tarikan ke atas Setelah trochanter belakang mencapai perineum telunjuk sehingga trochanter belakang mencapai perineum. mestinya. kombinasi dengan tindakan loevset. Ekstraksi bokong dilakukan Jari telunjuk tangan kanan di masukkan agar dapat mencapai Dengan mengait pada spina ischadica anterior superior pelipatan paha depan. bila diperkirakan akan melakukan ekstraksi bokong di ubah menjadi letak kaki menurunkan kaki beradarkan profilaksis pinard yaitu pembukaan sedikitnya 7 cm ketubah telah pecah atau dipecahkan dan diturunkan kaki ke depan. tangan kiri di masukkan ke pelepatan paha dan spina ischadica anterion superior belakang.a. Ekstraksi Kaki Ekstraksi kaki lebih mudah dibandingkan dengan ekstraksi bokong. oleh karena itu. Bila terdapat indikasi dilakukan ekstraksi kaki dengan seluruh kekuatan berasal dari penolong persalinan. dilakukan tarikan curam ke bawah sehingga trochanter depan dapat dilahirkan. b.

Pahlawan 7/7 Nama Klien Umur Bangsa/ Suku Pendidikan Agama Pekerjaan Alamat : Tn. Riwayat menstruasi Klien mengatakan menarche pada umur 13 tahun. dismenorhea hasi pertama menstruasi. warna merah. Identitas : Ny. Pahlawan 7/7 Data subyektif Jam : 19. “N” : 27 tahun : WNI / Jawa : SMA : Islam : IRT : Jl. siklus menstruasi 28 hari. dan nifas yang lalu Jenis Persalinan 9 bln Spontan B Penolong Bidan Penyulit tidak ada BB/ PB L/ P 3000/50 / ♂ Umur Sekarang 3 th Meneteki 1 th KB Suntik TP : 17- Ibu mengatakan ingin memeriksa kehamilannya di BPS. Keluhan utama Riwayat kehamilan.00 WIB Pengkajian Tanggal : 20-03-2012 Nama Klien Umur Bangsa/ Suku Pendidikan Agama Pekerjaan Alamat 2. lamanya 7 hari. “S” : 28 tahun : WNI / Jawa : SMA : Islam : Wiraswasta : Jl.BAB 3 TINJAUAN KASUS Pengumpulan Data A. persalinan. 1. 4. bau amis. No Suami UK 1 1 HAMIL INI . falour albus tidak ada HPHT : 10-08-2011 dan 05-2012 3.

tidak merokok. Riwayat kehamilan ini Ibu periksa kehamilannya sebanyak 4x di Puskesmas Pasundan dan mendapatkan TT 2x dan tidak ada keluhan selama hamil. gosok gigi 3 kali. d. 7. b. hepatitis. darah tinggi. c. Riwayat kesehatan Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit jantung. Pola nutrisi. Pola istirahat / tidur Ibu mengatakan tidur siang ± 1jam dan tidur malam ± 7jam. dan tidak mempunyai keturunan kembar. . darah tinggi. asma. Pola eliminasi Buang air besar Buang air kecil c. a. lunak. suami istri 1x dalam 2 minggu. : ± 4 kali sehari. ± 7 gelas air. TBC. 6. lauk. jernih tidak ada keluhan. kencing manis. Ibu mengatakan senang dengan kehamilannya. memasak dan mencuci. 8. e.5. asma. DM. a. Pola aktivitas Ibu mengatakan selama hamil biasa melakukan pekerjaan rumah sehari-hari seperti menyapu. Perilaku kesehatan Ibu mengatakan mandi dua kali. Riwayat psikososial Riwayat kehidupan sehari-hari Ibu mengatakan makan 3x sehari dengan porsi 1 piring nasi. Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit jantung. b. ganti CD 2 kali. : ± 1 kali sehari. Riwayat penyakit keluarga / keturunan. Pola seksualitas Ibu mengatakan bisa melakukan hubungan. Riwayat penyakit yang pernah diderita.

Data Obyektif 1. tebal.gigi .B. utuh : tidak ada : tidak ada : tidak ada : : merah muda : putih chloasma gravidarium : tidak ada Rambut : bersih. Leher .Bentuk . . bersih. merata b. c.pembesaran kelenjar tiroid .pembesaran vena jugularis .stomatitis .struma e. tidak rusak.lidah pucat d.Areola . . Pemerikasaan umum Kesadaran : composmentis KU : baik TTV : TD : 110/80 mmHg.Puting susu Payudara : bulat lonjong menggantung : hiperpigmentasi : menonjol : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada pembesaran Muka conjungtiva sclera Mulut : tidak caries.bibir kering . dan .pembesaran kelenjar getah bening . S : 367 0C RR Nadi : 20 x/menit : 80x / menit BB : 54 kg TB : 159 cm LILA : 25 cm BB sebelum hamil : 47 kg Inspeksi a.

linea . i. Pada fundus teraba bagian bulat.f. kebiruan ada ada h. Leopoid IV : bagian terendah janin belum masuk PAP (devergen) Auskultasi . Palpasi Leopoid I Perut : sesuai usia kehamilan : lividae : nigra : tidak ada Vulva Warna Luka perut Keluaran Varices Kelainan Anus Hemoroid Ekstremitas atas dan bawah Varies : Tidak ada Oedema : Tidak ada : TFU 4 jari atas pusat (28 cm). Leopoid III : Bagian terendah janin teraba bagian lunak melebar kurang melenting dan mudah digoyangkan.luka perut g.pembesaran . melenting diperkirakan kepala janin : tidak ada : : tida ada : : : tida ada tida tida Leopoid II : Pada bagian kiri perut ibu teraba bagian keras memanjang seperti papan di perkirakan punggung janin. .striae . keras.

ibu mengatakan ini hamil yang pertama Dx : Ny N GII P1001 2012 A000 UK 32 . janin intra TP : 17-05-2012 uterin tunggal. letak Do : keadaan umum ibu baik sungsang. TD : 110/80 mmHg N : 80 x /mnt S Palpasi Leopoid I : TFU 4 jari atas pucat (28 cm). Leopoid II : Pada bagian kiri perut ibu teraba bagian keras memanjang seperti papan. keras. : 36 7 0 C RR : 20 x/ mnt . dan melenting. Leopoid III : Bagian terendah janin teraba bulat. hidup. Pada fundus teraba bagian bulat. Leopoid IV : bagian terendah janin belum masuk PAP (convergen) Cortenen : DJJ (+) (11-12-11) teratur : 136 x /mnt.ibu mengatakan HPHT : 10-08-2011 dan 19.00 WIB mgg. melebar sulit digoyangkan.- Cortenan Teratur : DJJ (+) (11-12-11) : 136 x/menit Perkusi Reflek patela : +/+ TBJ diperkirakan (28 – 12) x 155 : 2480 Assasment / Diagnosa Tgl/ jam Data dasar Diagnosa /masalah 20-03Ds : .

TTV normal . secara aceptik sebelum dan sesudah melakukan tindakan. Lakukan pendekatan pada Pasien dan keluarga lebih kooperatif ibu dan keluarga. 2. janin intra uterin tunggal hidup letak sungsang : Setelah dilakukan asuhan. 3. bayi lahir dengan letak kepala. perubahan letak janin dan persalinan berjalan dengan baik dan mudah. Jelaskan pada ibu dan Ibu dan keluarga lebih kooperatif dan keluarga tentang keadaan ibu mengerti keadaan ibu dan janin.4 Menentukan kebutuhan segera 3.5 Intervensi Diagnosa Tujuan Kriteria : Ny. 3.pada palpasi didapatkan janin dalam presentasi bokong . 4. KIE Tanda Bahaya Kehamilan KIE Tanda-tanda persalinan .Masalah : Tidak ada Diagnosa Masalah Potensial Potensial terjadinya persalinan dengan presentasi bokong. N GII PI00I A000 UK 32 mggu. : ibu : . dengan tindakan yang kita lakukan. dan janin setelah dilakukan pemeriksaan. Lakukan cuci tangan Mencegah infeksi.KU baik . Jelaskan pada ibu untuk Diharapkan posisi ini membantu sering bersujud. Intervensi Rasional 1.

Melakukan pendekatan pada ibu dan keluarga dengan melakukan BHSP dengan klien. Melakukan cuci tangan secara aceptik sebelum dan sesudah melakukan tindakan. janin intra uterin tunggal hidup letak sungsang. 4. 2. .6 Implementasi Tgl/Jam Diagnosa 20-03-2012 Ny. Yaitu cuci tangan 7 langkah.yaitu memberitahu ibu bahwa letak janinya saat ini sungsang. Menjelaskan pada ibu dan keluarga tentang keadaan ibu dan janin setelah dilakukan pemeriksaan. 3. Menjelaskan pada ibu untuk sering bersujud. N GII PI00I A000 UK 32 19.00 WIB mggu.3. Implementasi 1.

Kunjunagan ulang 1 bulan lagi. A : Ny. O : Kesadaran KU S BB TB : composmentis : baik : 367 0C : 54 kg : 159 cm RR Nadi : 20 x/menit : 80x / menit TTV : TD : 110/80 mmHg. S : ibu mengatakan mengerti keadaan janin dalam rahim terletak sungsang dan mengerti penjelasan yang diberikan bidan. N GII P1001 A000UK 32 mgg. . Perawatan payudara.3. Janin intra uterin tunggal hidup dengan letak sungsang. Personal hygiene.7 Evaluasi Tanggal 20-03-2012 jam 20. P :Menjelaskan hasil pemeriksaan. Beri KIE tentang : Memberitahu tanda-tanda bahaya kehamilan Memberitahu tanda-tanda persalinan Nutrisi pada ibu hamil.00 WIB. Berjalan-jalan pagi.

BAB IV PENUTUP Setelah penulis memberikan asuhan kebidanan pada kehamilan letak sungsang di BPS.1.5. Interpretasi Data data terkumpul langkah selanjutnya adalah menginterprestasikan data dari data subjektif dan data objektif. Langkah ini membutuhkan antisipasi bila memungkinkan dilakukan pencegahan. Identifikasi kebutuhan segera Dari data yang terkumpul dapat menunjukkan satu situasi yang memerlukan tindakan segera sementara yang lain harus menunggu intervenís dan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter.1. 4.1. 4.2. Maka penulis dapat mengambil suatu kesimpulan serta saran dan semoga dapat diambil manfaatnya. Pengkajian Merupakan langkah awal dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu bersalin untuk mengenali masalah dan keluhan sehingga keluhan klien dapat teratasi sesuai dengan objektif.1.1.3.1. Pelaksanaan Merupakan realisasi dari perencanaan tindakan yang diberikan sesuai dengan hasil diagnosa dan masalah yang muncul secara efektif dan efisien .1. Diagnosa potensial Permasalahan yang muncul yang sudah diidentifikasi.6. Perencanaan / intervensi Merumuskan rencana asuhan sesuai dengan hasil pembahasan rencana asuhan bersama klien kemudian membuat kesepakatan bersama sebelum melaksanakan 4.4. 4. Setelah 4.1. 4. Kesimpulan 4.

Evaluasi Secara umum masalah dapat teratasi dan tidak terdapat masalah yang sangat serius.7. .4. hanya saja masih memerlukan pengawasan dan perhatian khusus.1.

”N” GII P10001 A000 Usia Kehamilan 32 MINGGU DENGAN LETAK SUNGSANG DI BPS Oleh : Kelompok 7 Fathul Jannah Nyaminah Sri Pujiati Yuni Prilita Sari POLTEKKES KEMENKES KALTIM JURUSAN KEBIDANAN PRODI D-IV KEBIDANAN KLINIK 2012 .ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful