You are on page 1of 9

A.

Pengenalan Sensor Dalam rangkaian elektronika untuk keperluan pengukuran atau deteksi, diperlukan suatu bagian yang disebut sensor. Sensor berfungsi untuk mengubah besaran yang bersifat fisis seperti suhu, tekanan, berat, atau intensitas cahaya menjadi besaran listrik (tegangan atau arus listrik).

Sensor memiliki suatu ukuran yang disebt sensitivitas. Sensitivitas menunjukkan seberapa besar pengarh perubahan nilai besaran fisis yang diukur oleh sensor terhadap keluaran dari sensor tersebut. Misalnya sebuah sensor suhu yang tegangan keluarannya berubah 0,1V jika terjadi perubahan suhu sebesar 1°C. Maka sensor suhu tersebut dapat dikatakan memiliki sensitivitas sebesar 0,1V/1°C. Sensor yang baik memiliki ciri-ciri berikut ini: 1. Peka terhadap besaran yang akan diukur. 2. Tidak peka terhadap besaran lain yang tidak akan diukur. 3. Keberadaan sensor tidak mempengaruhi besaran yang akan diukur. Ada banyak jenis –jenis sensor yang dapat kita temukan sesuai keperluan pengukuran atau deteksi yang akan kita lakukan. Jenis-jenis sensor yang banyak dipakai akan dijelaskan di postingan selanjutnya. Klasifikasi Sensor Secara umum berdasarkan fungsi dan penggunaannya sensor dapat dikelompokan menjadi 3 bagian yaitu: a. sensor thermal (panas) b. sensor mekanis c. sensor optik (cahaya) Sensor thermal adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi gejala perubahan panas/temperature/suhu pada suatu dimensi benda atau dimensi ruang tertentu.Contohnya; bimetal, termistor, termokopel, RTD, photo transistor, photo dioda, photo multiplier, photovoltaik, infrared pyrometer, hygrometer, dsb. Sensor mekanis adalah sensor yang mendeteksi perubahan gerak mekanis, seperti perpindahan atau pergeseran atau posisi, gerak lurus dan melingkar, tekanan, aliran, level dsb. Contoh; strain gage, linear variable deferential transformer (LVDT), proximity, potensiometer, load cell, bourdon tube, dsb.

Contoh: RTD (resistance thermal detector). Sebagai contoh. photo transistor. External power transduser (transduser daya dari luar) External power transduser adalah transduser yang memerlukan sejumlah energi dari luar untuk menghasilkan suatu keluaran. Sensitivitas Sensitivitas akan menunjukan seberapa jauh kepekaan sensor terhadap kuantitas yang diukur. dkk. c. photo cell. Sensitivitas sering juga dinyatakan dengan bilangan yang menunjukan “perubahan keluaran dibandingkan unit perubahan masukan”.C. Sensor panas lainnya dapat saja memiliki kepekaan “dua volt per derajat”. sebuah sensor panas dapat menghasilkan tegangan sesuai dengan panas yang dirasakannya. LVDT (linier variable differential transformer). Self generating transduser (transduser pembangkit sendiri) Self generating transduser adalah transduser yang hanya memerlukan satu sumber energi.Contoh. pantulan cahaya ataupun bias cahaya yang mengernai benda atau ruangan. photovoltatic. b. NTC.Contoh: piezo electric. Dalam kasus seperti ini. Klasifikasi Transduser (William D. Beberepa sensor panas dapat memiliki kepekaan yang dinyatakan dengan “satu volt per derajat”.Ciri transduser ini adalah dihasilkannya suatu energi listrik dari transduser secara langsung. dsb. dsb. termocouple. photo multiplier. Peryaratan Umum Sensor dan Transduser Dalam memilih peralatan sensor dan transduser yang tepat dan sesuai dengan sistem yang akan disensor maka perlu diperhatikan persyaratan umum sensor berikut ini : (D Sharon. Apabila tanggapannya linier. biasanya dapat diketahui secara tepat bagaimana perubahan keluaran dibandingkan dengan masukannya berupa sebuah grafik. Linieritas sensor juga mempengaruhi sensitivitas dari sensor. Tanggapan Waktu . 1982) a. pyrometer optic.Sensor optic atau cahaya adalah sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dari sumber cahaya. termistor. photo diode. yang berarti perubahan satu derajat pada masukan akan menghasilkan perubahan satu volt pada keluarannya. dsb. Dalam hal ini transduser berperan sebagai sumber tegangan. yang berarti memiliki kepakaan dua kali dari sensor yang pertama. photo voltaic. Starin gauge. Linearitas Ada banyak sensor yang menghasilkan sinyal keluaran yang berubah secara kontinyu sebagai tanggapan terhadap masukan yang berubah secara kontinyu. Potensiometer. b. maka sensitivitasnya juga akan sama untuk jangkauan pengukuran keseluruhan. 1993) a.

Pesatnya perkembangan otomatisasi pada dunia ilmu pengetahuan dan teknologi perlahan tapi pasti membuat pekerjaan dengan tangan manusia banyak tergantikan oleh mesin. Misalnya “satu milivolt pada 500 hertz”. Masukannya adalah temperatur dan keluarannya adalah posisi merkuri. asap ataupun uap. misalnya suara atau sinar menjadi tenaga listrik . karena ia bersifat lamban dan hanya akan menunjukan temperatur rata-rata. Seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan oleh adanya medan magnet disekitarnya. panas. { 1 hertz berarti 1 siklus per detik. instrumen dengan tanggapan frekuensi yang jelek adalah sebuah termometer merkuri. Tetapi apabila perubahan temperatur sangat cepat maka tidak diharapkan akan melihat perubahan besar pada termometer merkuri. . Ada bermacam cara untuk menyatakan tanggapan frekuensi sebuah sensor. Transduser input listrik mengubah mengubah energi non listrik. hidung lidah dan menjadi otak mikroprosesor dari sistem otomatisasi industri. sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor adalah jenis transduser yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis. Frekuensi adalah jumlah siklus dalam satu detik dan diberikan dalam satuan hertz (Hz). Tanggapan frekuensi dapat pula dinyatakan dengan “decibel (db)”. Pada frekuensi rendah. Sensor adalah alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan sering berfungsi untuk mengukur magnitude sesuatu. Perbedaan Sensor dan Tranducer Assalamu'alaikum Wr. yaitu untuk membandingkan daya keluaran pada frekuensi tertentu dengan daya keluaran pada frekuensi referensi. Sensor memberikan ekivalen mata. pendengaran. magnetis. Misalkan perubahan temperatur terjadi sedikit demi sedikit dan kontinyu terhadap waktu. tenaga output-listrik bekerja pada urutan yang sebaliknya. dan ini sangat tergantung pada sensor dan transduser yang digunakan. termometer akan mengikuti perubahan tersebut dengan “setia”.Tranduser dapat dibagi menjadi dua klas transduser input dan transduser output. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu.Tanggapan waktu pada sensor menunjukan seberapa cepat tanggapannya terhadap perubahan masukan. Sebagai contoh.mesin otomatis. 1 kilohertz berarti 1000 siklus per detik]. Transduser tersebut mengubah energi listrik pada bentuk energi non listrik. adalah alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. yaitu pada saat temperatur berubah secara lambat. Sensor biasanya dikategorikan melalui pengukur dan memegang peranan penting dalam pengendalian proses pabrikasi modern. kelembapan. Tranduser adalah alat yang dapat mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Teori Dasar Sensor Magnet dan Sensor Sinar Sensor Magnet (reed relay) Sensor Magnet disebut relai buluh.Wb. Dalam suatu system otomatis ini diperlukan suatu system kendali yang handal.

dengan adanya penyinaran cahaya akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan.Sensor magnet terdiri dari dua plat kontak yang terproteksi penuh dalam ruang kaca yang mempunyai gas proteksi.Jenis reflektif. untuk mengukur perubahan jumlah sinar yang disebabkan oleh target yang menyerang sumbu optik Sensor fotolistrik dapat melakukan beberapa mekanisme deteksi : • • • • • • Deteksi tanpa kontak Deteksi target dari bahan sebenarnya Deteksi jarak jauh Respon kecepatan tinggi Diskriminasi warna Deteksi sangat cermat Pada kebanyakan sensor ini digunakan Light Emitting Diode (LED) untuk mentransmisikan. Sel solar silikon yang moderen merupakan sambungan PN dengan lapisan P akan menyebabkan gerakan elektron antara bagian P dan N.5 V per sel pada sinar matahari penuh Ada 2 jenis sensor fotolistrik untuk merasakan posisi. Tegangan ouput adalah 0. maka akan semakin kecil pula nilai tahannya. dan fototansistor untuk penerima sumber Salah satu aplikasi dari sensor fotolistrik yang cukup penting adalah teknologi bar code reader Sistem bar code terdiri dari simbol kode batang. Photovolaic/sel solar adalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar menjadi energi listrik PV for solar panel. Kontak akan berpindah ketika pengaruh medan magnet di lingkungan sekitarnya secara kuat menariknya.Jenis Through beam. Fotovoltaic atau sel solar adalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik. semakin tinggi intensistas cahaya yang diterima. sehingga menghasilkan tegangan dc yang kecil. Sensor Sinar Sensor Sinar terdiri dari 3 kategori.untuk mendeteksi sinar yang dipantulkan dari target . yang terdiri dari pasangan cahaya dan penerima. dan decoder . Demikian pula dengan fotokonduktif (fotoresistif) yang akan memberikan perubahan tahanan (resistensi) pada sel-selnya. Sedangkan Fotolistrik adalah sensor yang berprinsip kerja berdasarkan pantulan karena perubahan posisi/jarak suatu sumber sinar (inframerah atau laser) ataupun target pemantulnya. scanner. masing-masing memancarkan sinar (inframerah/laser): .

Contohnya untuk kode standar pengecer makanan kemasan (The Universal Product Code-UPC). kamera dan lain sebagainya. plastik dan karton kertas. Detektor foto kemudian mengumpulkan sinar pada bentuk pattern sinyal elektronik yang menyajikan simbol yang tercetak. Decoder menerima sinyal dari scanner dan mengubah data menjadi data karakter yang mewakili symbol. Mengapa digunakan sensor proximity. Jenis sensor proximity meliputi limit switch (saklar mekanik). ada beberapa hal atau kondisi digunakannya sensor ini antara lain : a). sensor jenis ini biasanya terdiri dari alat elektonis solid-state yang terbungkus rapat untuk menlindunginya dari pengaruh getaran. • Sensor proximity adalah sensor untuk mendeteksi ada atau tidaknya suatu obyek. Prinsip kerjanya adalah dengan memperhatikan perubahan amplitudo suatu lingkungan medan frekuensi tinggi. Scanner kode batang adalah mata dari sistem pengumpulan data. cairan. Objeck yg di deteksi harus di indra / check dengan adanya pembatasan non metalik (non logam) seperti kaca. Respons cepat dan kecepatan switching di perlukan Contoh : Dalam menghitung atau eject control applications. c). dan korosif yang berlebihan. proximity(infra merah). juga biasa digunakan untuk mendeteksi penghalang berupa dinding atau penghalang lain pada Robot Avoider. batang2 menyerap sinar dan spasi akan memantulkan sinar. . Sensor Proximity yaitu sensor atau saklar yang dapat mendeteksi adanya target (jenis logam) dengan tanpa adanya kontak fisik.• Ada beberapa jenis kode batang. sensor proximity seringkali digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya suatu garis pembimbing gerak robot atau lebiah dikenal dengan istilah "Line Follower Robot " atau " Line Tracer Robot". kimiawi. Dalam dunia robotika. Object yg di deteksi terlalu kecil b). Sensor ini dapat diaplikasikan pada kondisi penginderaan pada objek yang dianggap terlalu kecil/lunak untuk menggerakkan suatu mekanis saklar. Sumber cahaya didalam scanner akan menyalakan simbol kode batang. ultrasonic proximity.

1. oscillator circuit. detection circuit dan solid state output circuit. Umumnya tahanan termistor pada temperatur ruang dapat berkurang 6% untuk setiap kenaikan temperatur . Sensor kedekatan kapasitif. Kelemahannya sensor ini tidak sensitif terhadap kelembaban. Bimetal biasa dijumpai pada alat strika listrik dan lampu kelap-kelip (dimmer).jika obyeknya adalah logam . osilator. Bila dua lempeng logam saling direkatkan dan dipanaskan. dsb Sensor Suhu : Bimetal & Termistor Assalamu'alaikum Wr. debu dsb.Wb.Sensor ini dapat diaktifkan dengan bahan non konduktif seperti kayu. Bimetal Bimetal adalah sensor temperatur yang sangat populer digunakan karena kesederhanaan yang dimilikinya. yang biasanya negatif.d). Obyeknya dapat konduktif atau non konduktif. 2. Jenis sensor proximity : a). maka logam yang memiliki koefisien muai lebih tinggi akan memuai lebih panjang sedangkan yang memiliki koefisien muai lebih rendah memuai lebih pendek. Dalam aplikasinya bimetal dapat dibentuk menjadi saklar Normally Closed (NC) atau Normally Open (NO). Induktif proximity sensor terdiri dari empat elemen yaitu : Sensor coil (ferrite core). Termistor Termistor atau tahanan thermal adalah alat semikonduktor yang berkelakuan sebagai tahanan dengan koefisien tahanan temperatur yang tinggi. Bila suatu logam dipanaskan maka akan terjadi pemuaian. tepung. Bimetal adalah sensor suhu yang terbuat dari dua buah lempengan logam yang berbeda koefisien muainya (α) yang direkatkan menjadi satu. rangkaian detektor dan output elektronis. dimana lingkungan tersebut tidak di ijinkan adanya kontak mekanik.Terdiri dari kumparan. besarnya pemuaian tergantung dari jenis logam dan tingginya temperatur kerja logam tersebut. b). Oleh karena perbedaan reaksi muai tersebut maka bimetal akan melengkung kearah logam yang muainya lebih rendah. gula. Lingkungan yg berbahaya. Sensor kedekatan induktif.

sebesar 1oC. Kepekaan yang tinggi terhadap perubahan temperatur ini membuat termistor sangat sesuai untuk pengukuran. Hambatan NTC akan turun apabila suhu di sekitarnya naik.15 mm sampai 1. Ukuran paling kecil berbentuk mani-manik (beads) dengan diameter 0.5 mm sampai 25 mm. Cincin-cincin dapat ditumpukan dan di tempatkan secara seri atau paralel guna memperbesar disipasi daya. besi (Fe) dan uranium (U).Sensor Suhu Komponen Elektronika untuk keperluan pengukuran suhu yang paling mudah ditemukan adalah NTC (Negative Temperature Coefficient) dan PTC (Positive Temperature Coefficient). cobalt (Co). Termistor terbuat dari campuran oksida-oksida logam yang diendapkan seperti: mangan (Mn). nikel (Ni). sedangkan hambatan PTC akan naik apabila suhu di sekitarnya naik.25 mm. bentuk piringan (disk) atau cincin (washer) dengan ukuran 2. . Keduanya adalah resistor yang hambatannya dapat berubah sesuai dengan suhu di sekitarnya. 1. Rangkuman tahanannya adalah dari 0. pengontrolan dan kompensasi temperatur secara presisi.5 Ω sampai 75 Ω dan tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. tembaga (Cu).

Sensor cahaya yang paling mudah ditemukan dan digunakan adalah LDR (Light Dependent Resistor). pergerakan. atau tekanan pada suatu benda. nilai hambatan LDR mengecil. yakni resistor khusus yang nilai hambatannya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya. . yakni fotodioda. Selain LDR juga terdapat sensor yang lain yang dapat digunakan. bila hambatannya berubah.2. yaitu dari anoda ke katoda. Sebaliknya. bila intensitas cahayanya berkurang. kecepatan. Dengan demikian. 3. tegangan yang terbaca oleh sensor ini akan berubah sesuai besarnya tekanan yang diberikan. Namun. Sensor Cahaya atau Optik.Sensor Mekanis Sensor mekanis digunakan untuk mendeteksi posisi. tekanan yang dikenakan pada sensor akan mengubah nilai hambatannya. Pada strain gauge. Contohnya adalah strain gauge dan bourdon tube (untur mengukur tekanan) potensiometer (untuk mengukur sudut putaran). Fotodioda terbuat dari bahan semikonduktor PN seperti halnya diode atau LED (Light Emitting Diode) yang hanya dapat dilewati ars pada satu arah saja (forward bias). dan load cell (untuk mengukur gaya). Jika cahaya makin terang (intensitas cahaya naik). nilai hambatan LDR akan membesar.

fotodioda dapat dilalui arus pada arah yang berlawanan dengan araharus forward bias pada diode. . Bahkan. Fotodioda juga memiliki kelebihan lain. pada pembuatan robot line follower. fotodioda banyak digunakan sebagai sensor untuk membedakan garis hitam dan garis putih. Oleh karena itulah. bterutama jika cahaya yang digunakan adalah sinar infra merah (infra red). yakni respon yang lebih cepat terhadap perubahan intensitas cahaya. fotodioda mampu menghasilkan arus listrik yang bernilai kecil ketika dikenai cahaya.jika terkena cahaya.