You are on page 1of 13

Operasi Pada Himpunan dan Hukum-Hukum Aljabar

(Himpunan)
Yayuk Nur Khotimah 1, Saropah 2, Lailin Nurul Hidayah3
1,2)Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Malang
Jl. Gajayana no 50, Malang
Email: Lailin_enha@yahoo.com, Ocy_cute09@yahoo.com
Email: Haforas@rocketmail.com
ABSTRAK
Himpunan merupakan kumpulan dari objek-objek tertentu yang tercakup dalam satu kesatuan
dengan keterangannya yang jelas. Dalam kehidupan ini, disadari ataupun tidak, kita tidak bisa
menghilangkan istilah himpunan dari kehidupan ini. Oleh karenanya, penulis mengkaji istilah
kecil namun memiliki arti sangat besar yakni himpunan. Dalam Al-Qur’an pun juga sangat jelas
adanya himpunan atau kumpulan-kumpulan yang memiliki keterangan yang jelas. Tidak hanya
satu atau dua ayat, di dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang menjelaskan tentang
himpunan. Banyak ilmu yang membahas tentang konsep maupun aplikasi dari himpunan. Dalam
ilmu matematika, dibahas sangat jelas masalah yang berkaitan tentang himpunan maupun hal-hal
tentang himpunan. Baik hukum-hukum yang ada maupun adanya hukum yang perlu pembuktian
serta tentang opersi yang ada dikumpas jelas dalam setiap materi yang berkaitan tentang
himpunan. Aplikasi dari himpunan sendiri sangatlah kompleks dalam kehidupan ini jika kita mau
menganalisisnya lebih mendalam, namun kadang kita tidak menyadari bahwa itu merupakan
bagian dari himpunan. Seperti halnya dalam kehidupan adanya hukum-hukum yang mengikat,
dalam himpunan juga terdapat hukum-hukum yang berkenaan dengan himpunan serta operasi
yang ada dalam himpunan. Dan hukum-hukum tersebut dalam himpunan disebut sebagai hukum
aljabar himpunan, dan jika operasi antar hinmpunan di dalam himpunan disebut sebagai operasi
himpunan. Himpunan sangatlah indah jika kita mau mempelajarinya lebih dalam.
Kata kunci: Himpunan, Hukum Aljabar, Operasi Himpunan
ABSTRACT
Set is a collection of certain objects which are included in one unit with a clear statement. In this
life, consciously or not, we can not eliminate term set this life. Therefore, the authors examine
the meaning of the term small but has a very large: the set. In the Qur’an is also very clearly the
existence of sets or groups who have a clear explanation. Not just one or two verses, the Qur’an
there are many verses that describe the set. A lot of science related to the concept and application
of the set. In mathematics, a very clear discussion about a set of related issues and matters
concerning sets. No law or the laws that need to be verified and dikumpas opersi about which
there is clear in all materials related to regulate. The application itself is very complex set of life
if we want to learn to.
Keywords: Set, Algebra Law, Set Operations
Pendahuluan
Disadari ataupun tidak, himpunan selalu kita temui dalam berbagai bidang kehidupan. Tidak
hanya ada di bidang ilmu matematika, himpunan menyeluruh ada dalam semua bidang ilmu.
Konsep himpunan juga ada dalam Al-Qur’an, seperti pada surat Al-Fatir ayat 1 :
¹(0tt.:-# ÷! ce·-o( eN÷uu~¢0TT9-# ·v|u{-#uµ ~e©°¢
eto3_×+~v=¢0.9-# ÷繩 )_<÷µ& 7t¢oeZ(¸µ& 4o+|ç•B ¢|~v=\Ouµ
¢¦~t/©uµ 4 ¹ct e¸ ,(=o.:-# -tB ©'!-t±o 4 •|e) v!-# 4v?t© c~'.
&'(©ç÷ \eo° ·_
Artinya :segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai
utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing
(ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-
Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dalam surat ini telah dijelaskan sekelompok, segolongan atau sekumpulan makhluk yang disebut
malaikat. Dalam kelompok malaikat tersebut terdapat kelompok malaikat yang mempunyai dua
sayap, tiga sayap atau empat sayap. Bahkan sangat dimungkinkan terdapat kelompok malaikat
yang mempunyai lebih dari empat sayap jika Allah menghendaki. Jadi dalam ayat tersebut
terdapat tiga kelompok, yaitu :
Kelompok malaikat bersayap dua,
Kelompok malaikat bersayap tiga, dan
Kelompok malaikat bersayap empat.
Tiga kelompok malaikat tersebut syaratnya sangat jelas, meskipun malaikat sesuatu yang yang
abstrak (obajek ghaib). Seandainya kita dapat melihat malaikat, maka dengan melihat jumlah
sayapnya, kita dapat menentukan malaikat mana yang masuk kelompok malaikat bersayap dua,
tiga atau empat.
Dalam firmana Allah surat An-Nuur ayat 45 :
+!-#uµ t,v=¢{ •~'. 7t|/!#¢ eiB &'!-•B ( N¿k||e0o( •B ©©×(0t 4v?t©
÷eµeZ(:t/ N¿k||eBuµ •B ©©×(0t 4v?t© ¸|,o#(¸_ N¿k||eBuµ •B
©©×(0t #v?t© 8¦t/|µ& 4 ¹,\=.o +!-# -tB ©'!-t±o 4 •|e) v!-# 4v?t© c~^2
&'(©ç÷ \eo° ·_e
Artinya :
Dalam dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu
ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang
lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, Sesungguhnya
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dalam surat An-Nuur ayat 45 ini, telah dijelaskan sekimpulan, sekelompok atau segolongan
makhluk yang disebut hewan. Hewan merupakan objek yang nyata (jelas). Dalam kelompok
hewan tersebut ada sekelompok yang berjalan, tanpa kaki, dengan dua kaki, empat atau bahkan
lebih sesuai yang dikehendaki oleh Allah. Jadi hewn dapat dibagi menjadi beberapa kelompok,
yaitu :
Kelompok hewan tak berkaki,
Kelompok hewan berkaki dua,
Kelompok hewan berkaki empat, dan
Kelompok hewan berkaki lebih dari empat.
Dalam dua surat tersebut, terdapat konsep matematika yaitu kimpulan objek-objek yang
memiliki ciri-ciri yang sangat jelas. Inilah dalam matematika yang dikatakan himpunan (set).
Sebagaimana manusia hidup di bumi yang memiliki aturan dan etika, himpunan pun juga
memiliki aturan tersendiri dalam mengkombinasikan dengan himpunan lain, atau jika dalam
dunia himpunan disebut sebagai hukum aljabar himpunan. Dan cara mengkombinasikan atau
mengoperasikan himpunan juga memiliki istilah tersendiri yang disebut operasi dalam
himpunan.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian library research atau
kajian pustaka, yakni melakukan penelitian untuk memperoleh data-data dan informasi-informasi
serta objek-objek yang digunakan dalam pembahasan masalah tersebut. Studi kepustakaan
merupakan penampilan argumentasi penalaran keilmuan untuk memaparkan hasil oleh pikir
mengenai suatu permasalahan atau topik kajian kepustakaan yang dibahas dalam penelitian ini.
Adapun langkah-langkah yang akan digunakan oleh peneliti ini adalah sebagai berikut:
Mencari literatur utama yang di jadikan acuan dalam pembahasn ini. Literatur yang dimaksud
adalah buku tentang himpunan.
Mengumpulkan sebagai literatur pendukung, baik yang bersumber dari buku, internet, jurnal dan
lainnya yang berhubungan dengan permasalahan dengan permasalahan yang akan dibahas dalam
penelitian.
Memahami dan mempelajari operasi terhadap himpunan dan hukum-hukum aljabar himpunan.
Mengetahui hukum-hukum aljabar himpunan dengan membuktikan sifat-sifatnya dan memberi
contoh.
Hasil dan Pembahasan
Himpunan (set) didefinisikan sebagai kumpulan atau seleksi objek-objek yang terdefinisi dengan
jelas (well defined). Makna “objek” dalam definisi tersebut sangat luas. Objek dapat berupa
objek nyata dan dapat juga berupa objek abstrak. Objek dapat berbentuk orang, nama orang,
hewan, benda, bilangan, planet, nama hari, atau lainnya. Makna ”terdefinisi dengan jelas” adalah
ciri, sifat, atau syarat objek yang dimaksud sangat jelas dan dapat ditentukan. [3] Dalam arti yang
sederhana, dapat dikatakan bahwa jika kita diminta menunjukkan salah satu anggotanya, maka
kita dapat menyebutkannya. Objek-objek yang termasuk dalam suatu himpunan disebut unsur
atau anggota himpunan.
Untuk mempermudah pemahaman, berikut ini merupakan contoh himpunan:
kumpulan nama-nama hari dalam satu minggu
kumpulan huruf hijriyah
kumpulan hewan berkaki empat.
Sedangkan berikut ini bukan merupakan himpunan, meskipun menggunakan kata himpunan.
himpunan orang berambut pendek.
himpunan orang cantik.
himpunan buku tipis.
Pada contoh (1) sampai (3) ini, definisi pendek, cantik, tipis, gemuk, dan kecil tidak
terdefinisikan dengan jelas atau tidak ada kriteria umum yang disepakati bersama.
Operasi terhadap himpunan
Operasi adalah aturan untuk mendapatkan unsur tunggal dari satu atau beberapa unsure tertentu.
Dalam operasi himpunana tedapat beberapa operasi diantaranya operasi uner, yaitu operasi yang
dikenakan pada satu himpunan, seperti komplemen. Sedangkan operasi biner adalah operasi
yang dikenakan pada dua himpunan, seperti gabungan, irisan, selisih, dan hasil kali cartesius.[4]
Gabungan (union)
Definisi : Gabungan himpunan A dan B adalah himpunan yang memuat kedua anggota
himpunan A dan B.
Notasi : A∪B={x│x∈A atau x∈B} (1)
Gambar 1. Diagram ven untuk A∪B (daerah A∪B diarsir)
Contoh:
A = {1,3,5,7,9} ; B = {2,3,5,7} ; A∪B={1,2,3,5,7,9}
Dari definisi tersebut dapat diturunkan bebrapa sifat berikut:
A∪A=A
A∪∅=A
A∪S=S
A∪B=B∪A
(A∪B)∪C=A∪(B∪C)
Irisan (intersection)
Definisi: Irisan himpunan A dan himpunan B adalah himpunan yang anggotnya ada di A dan ada
di B dengan kata lain himpunan yang anggotanya menjadi anggota himpunan A dan juga
menjadi anggota himpunan B [1].
Notasi : A∩B={x│x∈A dan x∈B} (2)
Gambar 2. Diagram ven untuk A∩B (daerah A∩B diarsir)
Contoh:
A = {2,4,6,8,10} ; B = {2,3,4,5,6} ; A∩B = {2,4,6}
Dari definisi dapat diturunkan sifat-sifat berikut:
A∩A=A
A∩∅=∅
A∩S=A
A∩B=B∩A
(A∩B)∩C=A∩(B∩C)
Selisih (difference)
Definisi : Selisih himpunan A dari himpunan B adalah himpunan yang memuat semua anggota
himpunan A yang bukan menjadi anggota B .[1]
Notasi : A-B={x│x∈A ,x∈B}
Dan sebaliknya: B-A={x│x∈B,x∈A}
(3)
Contoh :
A = {1,3,5,7,9} ; B = {2,3,5,7} ; A-B = {1,9} dan B-A = {2}
Gambar 3.Diagram ven untuk A-B (daerah A-B diarsir)
Dari selisih diatas dapat diturunkan sifat-sifat:
A-B=∅ jika dan hanya jika A⊂B(A proper subset dari B)
A-B=B-A jika dan hanya jika A=B
jika A∩B=∅ maka A-B=A dan B-A=B
A-B= A∩B^c
Hasil kali (Cartesian product)
Definisi :Hasil kali kartesius dari nhimpunan A dan B adalah himpunan semua kemungkinan
pasangan terurut 〈x,y〉 dengan x adalah anggota himpunan A dan y adalah anggota himpunan
B [1].
Notasi : AxB={(a,b)│a⊂A ,dan b⊂B}
AxB={(a,b)│b∈A ,dan a∈A} (4)
catatan: pasangan terurut tidak berlaku terbalik
Contoh:
A={1,2,3} dan B = {p,q} maka
AxB={(1,p),(1,q),(2,p),(2,q),(3,p),(3,q)} & BxA={(p,1),(q,1),(p,2),(q,2),(p,3),(q,3)}
Catatan: (1,p)≠(p,1) begitu seterusnya
Dari definisi hasil kali maka diperoleh sifat-sifat sebagai berikut:
Jika A=∅ dan B=∅ maka AxB=∅
AxB=BxA jika dan hanya jika A=B
Ax(B∪C)=(AxB)∪(AxC)
Ax(B∩C)=(AxB)∩(AxC)
Ax(B-C)=(AxB)-(AxC)
Komplemen (complement)
Definisi: Komplemen dari himpunan A adalah himpunan semua anggota dari S yang tidak
memuat anggota A atau yang bukan anggota A. komplemen dari himpunan A dilambangkan
dengan A^c.[1]
Notasi: A^c={x│x∈S ,x∉A}
(5)
Gambar 4. Diagram ven untuk A^c(daerah A^cdiarsir)
Contoh:
S={1,2,3,…,10} dan A={2,3,5,7} maka A^c={1,4,6,8,9,10}
Dari definisi tersebut dapat diturunkan sifat-sifat :
〖(A^c)〗^c=A
∅^c=S
S^c=∅
〖(A∪B)〗^c=A^c∩B^c
〖(A∩B)〗^c=A^c∪B^c
Hukum-hukum aljabar Himpunan:
Beberapa sifat berlaku pada operasi antar dua himpunan atau lebih. Sifat-sifat tersebut
dinyatakan dalam kesamaan himpunan. Kesamaan tersebut dinamakan hukum yang menyatakan
bahwa bila dua himpunan atau lebih dioperasikan, maka hukum-hukum yang mengatur operasi
tersebut berlaku. Hukum-hukum aljabar himpunan diantaranya : [2]
Hukum Idempoten
A∪A=A ,A∩A=A
(6)
Hukum Komutatif
A∪B=B∪A,A∩B=B∩A
(7)
Hukum Assosiatif
(A∪B)∪C=A∪(B∪C)
(A∩B)∩C=A∩(B∩C) (8)
Hukum Distributif
A∩(B∪C)=(A∩B)∪(A∩C)
A∪(B∩C)=(A∪B)∩(A∪C) (9)
Hukum De Morgan
C-(A∪B)=(C-A)∩(C-B)
C-(A∩B)=(C-A)∪(C-B) (10)
Hukum Identitas
A∪∅=A,A∩∅=∅,A∩(C-A)=∅
(11)
Bukti dari hukum-hukum aljabar Himpunan di atas:
Hukum Idempoten
A∪A=A ,A∩A=A
Bukti: A∪A=A
A∪A⊆A
Misal x∈A∪A
x∈A atau x∈A
Jadi, x∈A
A⊆A∪A
Misal x∈A
x∈A atau x∈A
Jadi x∈ A∪A
karena A∪A⊆A dan A⊆A∪A, maka A∪A=A
Untuk bukti A∩A=A analog dengan pembuktian A∪A=A.
Hukum Komutatif
A∪B=B∪A,A∩B=B∩A
Bukti: A∪B=B∪A
A∪B⊆B∪A
Misal X∈(A∪B)
X∈A atau X∈B
X∈B atau X∈A
Jadi, X∈ B∪A
B∪A ⊆ A∪B
Misal X∈ B∪A
X∈B atau X∈A
X∈A atau X∈B
Jadi, X∈ A∪B
karena A∪B⊆B∪A dan B∪A ⊆ A∪B, maka A∪B=B∪A
Untuk bukti A∩B=B∩A analog dengan pembuktian A∪B=B∪A.
Hukum Assosiatif
(A∪B)∪C=A∪(B∪C) , (A∩B)∩C=A∩(B∩C)
Bukti: (A∪B)∪C=A∪(B∪C)
(A∪B)∪C⊆A∪(B∪C)
Misal X∈(A∪B)∪C
X∈(A∪B) atau X∈C
X∈A atau X∈B atau X∈C
X∈A atau X∈(B∪C)
Jadi, X∈ A∪(B∪C)
A∪(B∪C)⊆(A∪B)∪C
Misal X∈A∪(B∪C)
X∈A atau X∈(B∪C)
X∈A atau X∈B atau X∈C
X∈(A∪B) atau X∈C
Jadi, X∈(A∪B)∪C
karena (A∪B)∪C⊆A∪(B∪C) dan A∪(B∪C)⊆(A∪B)∪C maka (A∪B)∪C=A∪(B∪C)
Untuk bukti (A∩B)∩C=A∩(B∩C) analog dengan pembuktian (A∪B)∪C=A∪(B∪C).
Hukum Distributif
A∩(B∪C)=(A∩B)∪(A∩C)
A∪(B∩C)=(A∪B)∩(A∪C)
Bukti:
A∩(B∪C)=(A∩B)∪(A∩C)
A∩(B∪C)⊆(A∩B)∪(A∩C)
Misal x∈A∩(B∪C)
x∈A dan x∈(B∪C)
x∈A dan(x∈B atau x∈C)
x∈A dan x∈B atau x∈A dan x∈C
x∈(A∩B) atau x∈(A∩C)
jadi, x∈(A∩B)∪(A∩C)
(A∩B)∪(A∩C)⊆A∩(B∪C)
Misal x∈(A∩B)∪(A∩C)
x∈(A∩B) atau x∈(A∩C)
x∈A dan x∈B atau x∈A dan x∈C
x∈A dan x∈B atau x∈C
x∈A dan x∈(B∪C)
jadi, x∈A∩(B∪C)
karena A∩(B∪C)⊆(A∩B)∪(A∩C) dan (A∩B)∪(A∩C)⊆A∩(B∪C) maka
A∩(B∪C)=(A∩B)∪(A∩C)
Untuk bukti A∪(B∩C)=(A∪B)∩(A∪C) analog dengan pembuktian
A∩(B∪C)=(A∩B)∪(A∩C)
Hukum De Morgan
S-(A∪B)=(S-A)∩(S-B)
S-(A∩B)=(S-A)∪(S-B)
Bukti: S-(A∪B)=(S-A)∩(S-B)
S-(A∪B)⊆(S-A)∩(S-B)
Misal x∈(S-(A∪B))
Maka x∈S dan x∉(A∪B)
x∈S dan(x∉A dan x∉B)
x∈S dan x∉A dan x∈S dan x∉B
x∈(S-A) dan x∈(S-B)
jadi, x∈(S-A)∩(S-B)
(S-A)∩(S-B)⊆S-(A∪B)
Misal x∈(S-A)∩(S-B)
Maka x∈S dan x∉A dan x∈S dan x∉B
x∈S dan(x∉A dan x∉B)
x∈S dan x∉(A∪B)
jadi, x∈(S-(A∪B))
karena S-(A∪B)⊆(S-A)∩(S-B) dan (S-A)∩(S-B)⊆S-(A∪B) maka: S-(A∪B)=(S-A)∩(S-B)
Untuk bukti S-(A∩B)=(S-A)∪(S-B) analog dengan pembuktian
S-(A∪B)=(S-A)∩(S-B)
Hukum Identitas
A∪∅=A,A∩∅=∅,A∩(S-A)=∅
Bukti: A∩∅=∅
A∩∅⊆∅
Misal x∈(A∩∅)
berarti x∈A dan x∈∅
karena ∅ tidak mempunyai anggota, maka x=∅
jadi, x∈∅
∅⊆A∩∅
Karena setiap himpunan memiliki subset ∅ dan himpunan ∅ tidak memiliki anggota, dengan kata
lain ∄x∈∅, maka anggota himpunan ∅=∅
sehingga ∅∈A dan ∅∈∅
akan tetapi misal ∅=x
maka x∈A dan x∈∅
jadi, x∈ A∩∅
Karena A∩∅⊆∅ dan ∅⊆A∩∅ maka A∪∅=A
Kesimpulan
Operasi merupakan suatu cara untuk memperoleh suatu himpunan baru dari beberapa himpunan
tertentu. Operasi himpunan yang terdiri dari satu unsur dinamakan unsur uner, yakni seperti
komplemen, begitu juga dengan operasi yang terdiri dari dua unsur dinamakan biner, yakni
seperti pada gabungan, irisan selisih dan hasil kali.masing-masing operasi-operasi tersebut
memiliki definisi-definisi yang akan menimbulkan beberapa sifat-sifat yang memperkuat dan
dapat digunakan umtuk membuktikan teorema-teorema yang berhubungan.
Sedangkan dalam hukum aljabar himpunan membahas tentang beberapa sifat-sifat dan teorema-
teorema yang dijadikan dasar untuk menyelesaikan permasalahan, maka dari itu untuk menguji
kevalidan dari teorema-teorema dan sifat-sifat tersebut diperlukan pembuktian yang terbukti
kebenarannya sehingga dapat digunakan dalam menyelesaikan masalh yang berkaitan dengan
himpunan.
Daftar Pustaka
Irawan, Wahyu Hengki, 2003, Aljabar Abstrak, Universitas Islam Indonesia – Sudan (UIIS)
Malang.
Munir, Rinaldi, 2005, Matematika Diskrit, Bandung : Informatika Bandung
Sukirman, 2005, Pengantar Aljabar Abstrak, Malang : Universitas Negeri Malang (UM Press)
Turmudzi , 2011, Pengantar Topologi, Universitas Islam Negeri Malang.
Pernyataan
Dengan ini saya menyatakan bahwa makalah yang saya tulis ini adalah tulisan saya sendiri,
bukan saduran, atau terjemahan dari makalah orang lain, dan bukan plagiasi.
Malang, 20 April 2011
Yayuk Nur Khotimah (08610011)
Saropah (08610012)
Lailin Nurul Hidayah (08610036)