You are on page 1of 22

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Anatomi dan Fisiologi Kehamilan

2.1.1 Anatomi Kehamilan

2.1.2 Fisiologi Kehamilan 0-4 Minggu

Pada minggu-minggu awal ini, janin Anda memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm. Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sumsum tulang belakang yang masih sederhana, dan tanda-tanda wajah yang akan terbentuk.

4-8 Minggu

Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 6 minggu, jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan 8-12 Minggu

Saat memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut. Organorgan tubuh utama janin kini telah terbentuk. 12-16 Minggu

dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna. Akar-akar gigi tetap telah muncul di belakang gigi susu. Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu dan mulai tumbuh alis dan bulu mata. ternyata besar tubuh si kecil sudah sebanding dengan badannya. 20-24 Minggu Pada saat ini.Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. cuping hidungnya terbuka. 16-20 Minggu Ia mulai dapat bereaksi terhadap suara ibunya. Alat kelaminnya mulai terbentuk. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. 24-28 Minggu . Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung-ujung indera pengecap mulai berkembang dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jarinya mulai nampak. Selain itu.

lemak sudah mulai menumpuk. namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. 36 Minggu .Di bawah kulit. Paru-parunya belum sempurna. sedangkan di kulit kepalanya rambut mulai bertumbuhan. dan otaknya mulai aktif. namun jika saat ini ia terlahir ke dunia. Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup. kelopak matanya membuka. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat ini merupakan masamasa bagi sang janin mulai mempersiapkan diri menghadapi hari kelahirannya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. 28-32 Minggu Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah. baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mendengar sekarang.

Elective abortion: pengguguran yang dilakukan untuk alasan-alasan lain. Dalam ilmu kedokteran. Apabila janin lahir selamat (hidup) sebelum 38 minggu namun setelah 20 minggu. Induced abortion atau procured abortion: pengguguran kandungan yang disengaja. 32 tahun 1992 tentang Kesehatan pasal 16 ayat 1 dan 2 serta UU No. memiliki reproduksi yang sehat dalam pengertian memiliki kesuburan yang siap dibuahi atau membuahi. Untuk mengatasi hal tersebut sebagian besar PUS memilih untuk mendapatkan anak melalui konsepsi buatan. .1 Pengertian Aborsi Abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum berusia 22 minggu yang mengakibatkan kematian janin.Kepalanya telah berada pada rongga panggul. mengisap. kadang-kadang dilakukan sesudah pemerkosaan. Termasuk di dalamnya adalah: Therapeutic abortion: pengguguran yang dilakukan karena kehamilan tersebut mengancam kesehatan jasmani atau rohani sang ibu. yaitu UU No. maka istilahnya adalah kelahiran prematur. miscarriage) dapat merupakan suatu mekanisme alamiah untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang abnormal. 2.2 Reproduksi Pasangan Usia Subur (PUS) Tidak semua pasangan usia subur (PUS). 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi manusia pasal 10 ayat 1. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang. Ususnya terisi mekonium (tinja pada bayi baru lahir) yang biasanya akan dikeluarkan dua hari setelah ia lahir. Sehingga cara-cara konsepsi buatan melalui donor sperma orang lain yang bukan suami isteri yang sah adalah perbuatan melawan hukum dan bertentangan dengan HAM yang berlaku di Indonesia. hanya membolehkan cara konsepsi buatan melalui suatu perkawinan yang sah. 2. Ia kerap berlatih bernaPas.3 Pengakhiran Kehamilan (aborsi/abortus) 2. dan menelan. Abortus spontan (keguguran. istilah-istilah ini digunakan untuk membedakan aborsi :      Spontaneous abortion: gugur kandungan yang disebabkan oleh trauma kecelakaan atau sebab-sebab alami. Berdasarkan aturan yang berlaku di Indonesia. Saat ini persalinan sudah amat dekat dan bisa terjadi kapan saja.3. Abortus dapat terjadi secara spontan atau secara buatan. Eugenic abortion: pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang cacat. seolah-olah “mempersiapkan diri” bagi kelahirannya ke dunia.

mengenai abortus buatan legal terdapat ketentuan-ketentuan sebagai berikut:  Abortus buatan legal hanya dilakukan sebagai suatu tindakan terapeutik yang keputusannya disetujui secara tertulis oleh 2 orang dokter yang dipilih berkat kompetensi profesional mereka dan prosedur operasionalnya dilakukan oleh seorang dokter yang kompeten diinstalasi yang diakui suatu otoritas yang sah. atau risiko yang sangat jelas bahwa anak yang akan dilahirkan menderita cacat mental. memasukkan benda asing atau jenis tumbuh-tumbuhan/rumput-rumputan ke dalam leher rahim.  Jika dokter yang melaksanakan tindakan tersebut mnerasa bahwa hati nuraninya tidak membenarkan ia melakukan pengguguran itu. atau cacat fisik yang berat.2. namun pada keadaan tidak sadar atau tidak dapat memberikan persetujuannya dapat diminta pada suaminya/wali yang sah. suami. Aborsi yang dilakukan oleh tenaga yang tidak kompeten biasanya dengan cara-cara seperti memijit-mijit perut bagian bawah. ia berhak mengundurkan diri dan menyerahkan pelaksanaan tindakan medik itu kepada teman sejawat lain yang kompeten. Abortus ini dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten atau tenaga yang tidak kompeten. aspirasi vakum) atau dengan cara medikal. . mental dan psikososial jika kehamilan dilanjutkan. abortus provocatus) adalah abortus yang terjadi akibat intervensi tertentu yang bertujuan mengakhiri proses kehamilan.3. 2.  Hak utama untuk memberikan persetujuan tindakan medik adalah pada ibu hamil yang bersangkutan.  Yang dimaksud dengan indikasi medis dalam abortus buatan legal adalah suatu kondisi yang benar-benar menghaniskan diambil tindakan tersebut sebab tanpa tindakan tersebut dapat membahayakan jiwa ibu atau adanya ancaman gangguan fisik. Berlandaskan Lafal Sumpah Hippokrates. aborsi. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. atau keluarga. dan pemakaian bahanbahan kimia yang dimasukkan ke dalam jalan lahir sehingga sering terjadi perdarahan dan infeksi yang berat. dengan syarat tindakan tersebut disetujui oleh ibu hamil bersangkutan. Karena itu.3 Abortus Buatan Legal Abortus buatan legal dilakukan dengan cara tindakan operatif (paling sering dengan cara kuretase. aborsi berdasarkan indikasi nonmedik adalah tidak etis. Dalam Deklarasi Oslo (1970) dan UU No. Lafal Sumpah Dokter Indonesia dan International Code of Medical Ethics maupun KODEKI. bahkan dapat berakibat fatal.2 Abortus Buatan Abortus buatan (pengguguran.3. Abortus buatan ilegal (abortus provocatus criminalis) adalah abortus yang dilakukan berdasarkan indikasi nonmedik. Abortus buatan dapat bersifat legal (abortus provocatus medianalis/therapeuticus) yang dilakukan berdasarkan indikasi medik. setiap dokter wajib menghormati dan melindungi makhluk hidup insani.

hukuman maksimum 5 tahun 6 bulan dan bila wanita tersebut meninggal. 2. tekanan pasangan. 3. . Barang siapa menganjurkan/merawat/memberi obat kepada seorang wanita dengan memberi harapan agar gugur kandungannya. maksimum 7 tahun (KUHP pasal 348). Suatu masalah yang sulit dihadapi adalah kehamilan tidak diinginkan (KTD) seperti pada kasus kegagalan kontrasepsi. hukuman ditambah dengan sepertiganya dan pencabutan hak pekerjaannya (KUHP pasal 349). hukuman maksimum 4 tahun (KUHP pasal 299). Setiap wanita memiliki hak reproduksi. penjarakan. Seseorang yang menggugurkan kandungan wanita dengan seizin wanita tersebut. Oleh karena aborsi atas alasan nonmedik dianggap tindakan melanggar hukum (tindakan kriminal) dan aborsi bukan salah satu cara KB di Indonesia. banyak wanita dengan KTD mencari pelayanan aborsi pada tenaga tidak terlatih dan memakan sendiri bermacam-macam obat untuk menggugurkan kandungannya. hukuman maksimal 4 tahun (KUHP pasal 336). 5. Barang siapa mempertunjukkan alat/cara menggugurkan kandungan kepada anak di bawah usia 17 tahun/di bawah umur. Ada negara yang melegalkan abortus sebagai salah satu cara keluarga berencana. bidan atau juru obat yang melakukan kejahatan di atas. dapat dilakukan tindakan medis tertentu”. 4.4 Aspek Legal Aborsi Dalam Undang-Undang Menurut Sumapraja dalam Simposium Masalah Aborsi di Indonesia yang diadakan di Jakarta 1 April 2000 menyatakan adanya kontradiksi dari isi Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 pasal 15 ayat 1 sebagai berikut: “Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelematkan jiwa ibu hamil dan janinnya. yaitu hak menentukan jumlah. Akibatnya. kehamilan di luar nikah. tidak adanya akses untuk pelayanan KB. kehamilan karena perkosaan.Pernyataan Oslo didukung oleh General Assembly dari WMA. dan faktor ekonomi. 2.3. 1. Dokter. hukuman maksimum 9 bulan (KUHP pasal 383). namun tidak mengikat para anggotanya. Secara rinci KUHP mengancam pelaku-pelaku abortus buatan ilegal sebagai berikut: Wanita yang sengaja menggugurkan kandungan atau menyuruh orang lain melakukannya. dan waktu kelahiran anak. angka kesakitan dan kematian ibu di Indonesia akibat aborsi tidak aman menjadi tinggi. Seseorang yang menggugurkan kandungan tanpa seizinnya. hukuman maksimum 15 tahun (KUHP pasal 347). hukuman maksimal 12 tahun dan bila wanita tersebut meninggal.

dilarang karena bertentangan dengan norma hukum. Jelas disini bahwa UU Kesehatan telah memberikan pengertian yang membingungkan tentang aborsi. 343. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) melarang keras dilakukannya aborsi dengan alasan apapun sebagaimana diatur dalam pasal 283. Namun pasal 15 UU Kesehatan juga tidak menjelaskan apa yang dimaksud tindakan medis tertentu dan kondisi bagaimana yang dikategorikan sebagai keadaan darurat. 342. 341. Sementara dalam pasal 15 (1) UU Kesehatan Nomor 23/1992 disebutkan bahwa dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya. Bahkan pasal 299 intinya mengancam hukuman pidana penjara maksimal empat tahun kepada seseorang yang memberi harapan kepada seorang perempuan bahwa kandungannya dapat digugurkan. Serta dapat diambil kesimpulan bahwa dasar hukum tindakan aborsi yang cacat hukum dan tidak jelas menjadikan tenaga kesehatan yang memberi pelayanan rentan di mata hukum. Sebagaimana ditentukan dalam pasal 15 ayat 1 UU Kesehatan tersebut di atas.5 Aborsi dan UU Kesehatan Aturan KUHP yang keras tersebut telah dilunakkan dengan memberikan peluang dilakukannya aborsi. 347. dapat dilakukan tindakan medis tertentu. norma kesusilaan. 346. norma agama. Lalu apakah tindakan medis tertentu bisa selalu diartikan sebagai aborsi yang artinya menggugurkan janin. Sedangkan pada ayat 2 tidak disebutkan bentuk dari tindakan medis tertentu itu. dan 349 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). 2. Namun dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat diambil tindakan medis tertentu. . hanya disebutkan syarat untuk melakukan tindakan medis tertentu. 348.Selengkapnya dapat dibaca pada pasal 229. Dengan demikian pengertian aborsi yang didefinisikan sebagai tindakan tertentu untuk menyelamatkan ibu dan atau bayinya (pasal 15 UU Kesehatan) adalah pengertian yang sangat rancu dan membingungkan masyarakat dan kalangan medis. 299 serta pasal 346 349. dan norma kesopanan.3. Dalam penjelasannya bahkan dikatakan bahwa tindakan media dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun. sementara dalam pasal tersebut aborsi digunakan sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin.

6 Aborsi Menurut Hukum Islam Dr. mantan Rektor Universitas Al Azhar Mesir berpendapat bahwa sejak bertemunya sel sperma dengan ovum (sel telur) maka aborsi adalah haram. Abu Dawud. Mahjuddin. Abdullah bin Mas‟ud berkata bahwa Rasulullah Saw telah bersabda: “Sesungguhnya setiap kamu terkumpul kejadiannya dalam perut ibumu selama 40 hari dalam bentuk ‘nuthfah’. Ahmad. halaman 91-93. 1567 M) dalam kitabnya At Tuhfah dan Al Ghazali dalam kitabnya Ihya` Ulumiddin. 1995. dengan alasan karena janin sedang mengalami pertumbuhan. maka semua ulama ahli fiqih (fuqoha) sepakat akan keharamannya. Jika dilakukan setelah setelah ditiupkannya ruh. yaitu setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan. Bahkan Mahmud Syaltut. Ali Hasan. Cholil Uman. halaman 81. Abdurrahman Al Baghdadi (1998) dalam bukunya Emansipasi Adakah Dalam Islam halaman 127-128 menyebutkan bahwa aborsi dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruh (nyawa) ditiupkan. halaman 57. jika aborsi dilakukan setelah janin bernyawa. Akan makin jahat dan besar dosanya. Sebagian memperbolehkan dan sebagiannya mengharamkannya. M. 1596 M) dalam kitabnya An Nihayah dengan alasan karena belum ada makhluk yang bernyawa. Masail Fiqhiyah Al Haditsah Pada MasalahMasalah Kontemporer Hukum Islam. kemudian ditiupkan ruh kepadanya. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. dan akan lebih besar lagi dosanya kalau bayi yang baru lahir dari kandungan sampai dibuang atau dibunuh (Masjfuk Zuhdi. Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Yang Dihadapi Hukum Islam Masa Kini. Yang memperbolehkan aborsi sebelum peniupan ruh. 1990. Pendapat yang disepakati fuqoha. Muslim. Bukhari. . Yang mengharamkan aborsi sebelum peniupan ruh antara lain Ibnu Hajar (w. kemudian dalam bentuk ‘mudghah’ selama itu pula. dan Tirmidzi]. Ada pula yang memandangnya makruh. kemudian dalam bentuk ‘alaqah’ selama itu pula. Tetapi para ulama fiqih berbeda pendapat jika aborsi dilakukan sebelum ditiupkannya ruh. sebab sudah ada kehidupan pada kandungan yang sedang mengalami pertumbuhan dan persiapan untuk menjadi makhluk baru yang bernyawa yang bernama manusia yang harus dihormati dan dilindungi eksistensinya. 1994. halaman 77-79). antara lain Muhammad Ramli (w.3. yaitu bahwa haram hukumnya melakukan aborsi setelah ditiupkannya ruh didasarkan pada kenyataan bahwa peniupan ruh terjadi setelah 40 hari masa kehamilan. 1993.2.” [HR. Agama Menjawab Tentang Berbagai Masalah Abad Modern.

“Dan apabila bayi-bayi yang dikubur hidup-hidup itu ditanya karena dosa apakah ia dibunuh. Dalam hal ini hukumnya sama dengan hukum keharaman aborsi setelah peniupan ruh ke dalam janin. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu. 1998. Bayi Tabung.Maka dari itu. Abdurrahman Al Baghdadi (1998). Adapun aborsi sebelum kandungan berumur 40 hari. kulitnya. Definisi Hidup dan Mati. (Abdul Qadim Zallum. atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentukan janin. halaman 45-56. karena berarti membunuh makhluk yang sudah bernyawa.” (Qs. Dr. halaman 129 ). al-Isra` [17]: 31). at-Takwiir [81]: 8-9) Berdasarkan dalil-dalil ini maka aborsi adalah haram pada kandungan yang bernyawa atau telah berumur 40 hari. dia membuat pendengarannya.” (Qs. Transplantasi Organ. al-An’aam [6]: 151). penglihatannya. Jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu. Penggunaan Organ Tubuh Buatan. maka hukumnya boleh (ja’iz) dan tidak apa-apa. 1998. Dan ini termasuk dalam kategori pembunuhan yang keharamannya antara lain didasarkan pada dalil-dalil syar‟i berikut. Akan tetapi menurut pendapat Syaikh Abdul Qadim Zallum (1998) dan Dr. Abdurrahman Al Baghdadi.” (Qs. maka Allah mengutus seorang malaikat padanya. dan tulang . Firman Allah SWT: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan. dagingnya. Emansipasi Adakah Dalam Islam. “Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin. al-Isra` [17]: 33). sebab dalam keadaan demikian berarti aborsi itu adalah suatu tindak kejahatan pembunuhan yang diharamkan Islam.” (Qs. Dalil syar’i yang menunjukkan bahwa aborsi haram bila usia janin 40 hari atau 40 malam adalah hadits Nabi Saw berikut: “Jika nutfah (gumpalan darah) telah lewat empat puluh dua malam. aborsi setelah kandungan berumur 40 hari adalah haram. Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari. seperti telah diuraikan di atas. lalu dia membentuk nutfah tersebut. hukum syara‟ yang lebih rajih (kuat) adalah sebagai berikut. Abortus. para fuqoha berbeda pendapat dalam masalah ini. Beberapa Problem Kontemporer Dalam Pandangan Islam: Kloning. maka hukumnya haram. “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan (alasan) yang benar (menurut syara’).

‘Ya Tuhanku. Muslim dari Ibnu Mas‟ud r. maka hukumnya boleh (ja’iz) dan tidak apa-apa. ataupun setelah peniupan ruh padanya. adalah setelah melewati 40 atau 42 malam. Berdasarkan uraian di atas.].belulangnya. diharamkan menggugurkan kandungan ibu tersebut bila kandungannya telah berumur 40 hari. dibolehkan melakukan aborsi dan . Bukhari dan Muslim. jika dokter yang terpercaya menetapkan bahwa keberadaan janin dalam perut ibu akan mengakibatkan kematian ibu dan janinnya sekaligus.] (Abdul Qadim Zallum. Tindakan penganiayaan tersebut merupakan pembunuhan terhadapnya. belum sampai pada fase penciptaan yang menunjukkan ciri-ciri minimal sebagai manusia. dari Abu Hurairah r. ataupun dokter. Dalam kondisi seperti ini. berarti telah berbuat dosa dan telah melakukan tindak kriminal yang mewajibkan pembayaran diyat bagi janin yang gugur. apakah dia (akan Engkau tetapkan) menjadi laki-laki atau perempuan?’ Maka Allah kemudian memberi keputusan…” [HR. yaitu seorang budak laki-laki atau perempuan…” [HR. 1998). Rasulullah Saw bersabda : “Rasulullah Saw memberi keputusan dalam masalah janin dari seorang perempuan Bani Lihyan yang gugur dalam keadaan mati. Ini disebabkan bahwa apa yang ada dalam rahim belum menjadi janin karena dia masih berada dalam tahapan sebagai nutfah (gumpalan darah). Siapa saja dari mereka yang melakukan pengguguran kandungan. Lalu malaikat itu bertanya (kepada Allah). penganiayaan terhadapnya adalah suatu penganiayaan terhadap janin yang sudah mempunyai tanda-tanda sebagai manusia yang terpelihara darahnya (ma’shumud dam). Namun demikian. Sedangkan aborsi pada janin yang usianya belum mencapai 40 hari. atau sepersepuluh diyat manusia sempurna (10 ekor onta). Dengan demikian. yaitu seorang budak laki-laki atau perempuan. sebagaimana telah diterangkan dalam hadits shahih dalam masalah tersebut.a.a. maka pihak ibu si janin. Dalam riwayat lain. dibolehkan melakukan aborsi baik pada tahap penciptaan janin. bapaknya. dengan satu ghurrah. Rasulullah Saw bersabda: “(jika nutfah telah lewat) empat puluh malam…” Hadits di atas menunjukkan bahwa permulaan penciptaan janin dan penampakan anggota-anggota tubuhnya.

c. al-Maa’idah [5]: 32) .mengupayakan penyelamatan kehidupan jiwa ibu. Hak untuk ikut berpartisipasi dalam membuat keputusan 9. tepat. Pelayanan yang diharapkan dalam aborsi 2. termasuk pula didalamnya hak untuk membuat keputusan mengenai reproduksi yang bebas dari diskriminasi. Hak untuk terbebas dari perlakuan diskriminatif. Maka berobatlah kalian!” [HR. Hak memperoleh pelayanan kesehatan yang mendasar. Sebuah Lokakarya tentang Kesehatan Perempuan. artinya tidak ada pembedaan perlakuan berdasarkan jenis kelamin. Waktu dan biaya yang diperlukan 5. Hak untuk mengajukan keluhan 10. maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. warna kulit. dijaga privasi dan kerahasiaan 8. 2. yang diselenggarakan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia dan The Ford Foundation. agama.” (Qs. Dia ciptakan pula obatnya. efek samping dan kemungkinan keberhasilan dari tindakan yang dilakukan 6. sesuai firman Allah SWT: “Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia. (1997) merumuskan hak-hak pasien sebagai berikut: a. Hak untuk dihargai. Resiko. Menyelamatkan kehidupan adalah sesuatu yang diserukan oleh ajaran Islam. Hak memperoleh informasi dan pengetahuan mengenai : 1. Sedangkan Rasulullah Saw telah memerintahkan umatnya untuk berobat. paksaan dan kekerasan seperti dinyatakan dalam dokumen-dokumen hak-hak asasi manusia (Rekomendasi bab 7 Konferensi Kependudukan dan Pembangunan Internasional di Kairo 1994). Ahmad]. Di samping itu aborsi dalam kondisi seperti ini termasuk pula upaya pengobatan. suku bangsa. Perlakuan medis yang diberikan 4. Hak memilih tempat dan dokter yang menangani 7. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla setiap kali menciptakan penyakit.5 Kasus Etika Reproduksi Dalam Contoh Kasus Aborsi Analisis Kasus . terjangkau b.4 Hak atas pelayanan kesehatan dan Hak-hak pasien Dalam hal Hak Reproduksi. Kondisi kesehatan 2. mudah diakses. Berbagai pilihan penanganan 3.

H dapat diambil melalui teknik Testicular Sperm Extraction (TESE) yaitu sperma diambil langsung dari testis. Penyebab infertilitas pada pria ada 2 macam yaitu tidak mampu melakukan hubungan seksual secara benar. A untuk merencanakan inseminasi buatan dengan menggunakkan sperma donor. Dalam kaitannya dengan kasus Tn. maka Dr. hukum dan hak asasi manusia ? Berkaitan dengan kasus tersebut diatas. H. maka dapat dianalisis sebagai berikut : a. Bantuan dan nasehat apa yang seharusnya Dr. Kemudian dilakukan teknik Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI) yaitu satu sperma Tn. H. dengan menggunakkan sebuah pipet khusus. b.sperma Tn. H tetap bersikeras untuk memiliki anak dari darah dagingnya sendiri. Mereka memohon pendapat dan kemungkinan bantuan dari Dr. Komisi Etik dari berbagai Negara memberi pandangan dan pegangan terhadap hak reproduksi dan etika dalam rana reproduksi manusia dengan memperhatikan beberapa asas yaitu : 1. karena mereka masih dapat melakukan inseminasi buatan dengan menggunakan sperma Tn. Selanjutnya dalam kondisi ini. atau sebaliknya pria yang mampu berhubungan seksual dengan baik tetapi semennya berisi spermatozoa yang abnormal. terkait dengan pertimbangan aspek medis. meskipun memiliki kualitas dan kuantitas sperma yang baik.Tuan dan Nyonya H telah menikah selama 10 tahun dan hingga kini belum memiliki seorang anak. mereka tetap khawatir tentang hak anak mereka nanti untuk memiliki ayah alami (sebagai anak dari Tn. Niat untuk berbuat baik (beneficence) 2.H memiliki hubungan pernikahan yang harmonis. H sub fertile. dimana terdapat sebagian sperma yang masih baik dari aspek kualitas dan kuantitas. A sampaikan kepada pasangan suami isteri tersebut. tetapi Ny. Setelah terjadi pembuahan maka hasil pembuahan (embrio) tersebut akan ditanamkan ke rahim Ny. Walaupun begitu. Dari segi etis (ethical). dan sedang mempertimbangkan untuk memperoleh anak melalui inseminasi buatan dengan menggunakan sperma donor. H) atau hak untuk tidak memberitahukan siapa ayah biologisnya.H yang terbaik disuntikan ke satu sel telur Ny. dimana sperma yang diproduksi oleh testisnya tidak dapat bergerak dengan baik. etika. Bukan untuk kejahatan (non – maleficence) .A sebaiknya menyarankan agar pasangan suami-isteri tersebut tidak melakukan inseminasi buatan dengan menggunakan sperma donor. pasangan suami – isteri yang dapat melakukan IVP adalah pasangan yang mengalami masalah infertilitas. Mereka telah memutuskan untuk tidak melakukan adopsi. H sendiri.H dan Ny.H dan Ny. H masih dalam status subfertil. H. Tn. Ditinjau dari aspek medis (medical) Bila ditinjau dari aspek medis. karena kondisi sperma Tn. Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Tn.

yang secara phisikologis memiliki hubungan kasih sayang timbal balik yang sempurna antara anak dan orang tua (ayah). A. Karena hal tersebut tidak melanggar etika. Oleh karena itu saran yang sebaiknya disampaikan oleh Dr. Dari pada anak yang dilahirkan dari sperma donor akan menimbulkan hubungan kasih sayang semu antara anak dan Tn. dan secara biologis anak yang nanti lahir dari hasil bayi tabung merupakan anak kandung. c. 23 tahun 1992. H. H sendiri. Undang-Undang Kesehatan No. kepada keluarga Tn. Etika dan Hukum Teknik Reproduksi Buatan. Pada sarana kesehatan tertentu. c. Tidak bertentangan dengan kaidah hukum yang berlaku (Justus). Inseminasi buatan pada manusia sebagai suatu teknologi reproduksi berupa teknik menempatkan sperma di dalam vagina wanita. (F. Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan. 2. 2) Upaya kehamilan di luar cara alami sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan: a. 3) Ketentuan mengenai persyaratan penyelenggaraan kehamilan di luar caraalami sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan denganPeraturan Pemerintah. pertama . Menghargai kebebasan individu untuk mengatasi takdir (autonomy) 4. b.6.1 Pengertian Bayi Tabung Pelayanan terhadap bayi tabung dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah fertilisasi-in-vitro yang memiliki pengertian sebagai berikut : Fertilisasi-in-vitro adalah pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam tabung petri yang dilakukan oleh petugas medis.3.6 Bayi Tabung Dari Hukum Perdata Di Indonesia 2. Dari aspek Legal/Hukum. A harus berdasarkan empat butir asas tersebut diatas. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) Berkaitan dengan kasus diatas. ditanamkan dalam rahim istri dari mana ovum berasal. H adalah melakukan bayi tabung melalui sperma Tn. A Moeloek. pasal 16 ayat 1 dan 2 mengamanatkan : 1) Kehamilan di luar cara alami dapat dilaksanakan sebagai upaya terakhir untuk membantu suami istri mendapat keturunan. maka saran yang perlu diberikan oleh Dr. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.

2 Proses Inseminasi Buatan (Bayi Tabung) Dalam melakukan fertilisasi-in-virto transfer embrio dilakukan dalam tujuh tingkatan dasar yang dilakukan oleh petugas medis.H. Muhammad Djumhana. Pengambilan sel telur dilakukan dengan penusukan jarum (pungsi) melalui vagina dengan tuntunan ultrasonografi.kali berhasil dipraktekkan pada tahun 1970. S. 2. Ia dapat membantu pasangan suami istri yang subur tetapi karena suatu gangguan pada organ reproduksi. Dalam kasus ini. 2. dengan tambahan dan keterangan dari Drs. Pemantauan dilakukan 18-20 jam kemudian dan keesokan harinya diharapkan sudah terjadi pembuahan sel. Awal berkembangnya inseminasi buatan bermula dari ditemukannya teknik pengawetan sperma. mereka tidak dapat mempunyai anak.. Pihak yang pro dengan program ini sebagian besar berasal dari dunia kedokteran dan mereka yang kontra berasal dari kalangan alim ulama. . Pada mulanya program pelayanan ini bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mungkin memiliki keturunan secara alamiah disebabkan tuba falopii istrinya mengalami kerusakan yang permanen. Dalam hal ini kiranya tidak ada pendapat pro dan kontra terhadap bayi yang lahir karena merupakan keturunan genetik suami dan istri. mulai timbul persoalan dimana semula program ini dapat diterima oleh semua pihak karena tujuannya yang “mulia” menjadi pertentangan. Banyak pihak yang kontra dan pihak yang pro.6. Setelah dikeluarkan beberapa sel telur. Akan tetapi seiring perkembangannya. Sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan di dalam tabung petri kemudian dibiakkan di dalam lemari pengeram. 4. menyatakan bahwa bayi tabung pada satu pihak merupakan hikmah. 5. Otto Soemarwoto dalam bukunya “Indonesia Dalam Kancah Isu Lingkungan Global”. yaitu : 1. Namun kemudian mulai ada perkembangan dimana kemudian program ini diterapkan pula pada pasutri yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang menyebabkan tidak dimungkinkan untuk memperoleh keturunan. Pematangan sel-sel telur sipantau setiap hari melalui pemeriksaan darah Istri dan pemeriksaan ultrasonografi. Sperma bisa bertahan hidup lama bila dibungkus dalam gliserol yang dibenamkan dalam cairan nitrogen pada temperatur -321 derajat Fahrenheit. 3. kemudian sel telur tersebut dibuahi dengan sel sperma suaminya yang telah diproses sebelumnya dan dipilih yang terbaik. sel telur istri dan sperma suami dipertemukan di luar tubuh dan zigot yang terjadi ditanam dalam kandungan istri. Istri diberi obat pemicu ovulasi yang berfungsi untuk merangsang indung telur mengeluarkan sel telur yang diberikan setiap hari sejak permulaan haid dan baru dihentikan setelah sel-sel telurnya matang.

Pada periode ini tinggal menunggu terjadinya kehamilan. 42 UU No. Embrio yang berada dalam tingkat pembelahan sel ini.)  Jika salah satu benihnya berasal dari donor Jika Suami mandul dan Istrinya subur. (Biasanya dilakukan perjanjian antara kedua pasangan tersebut dan perjanjian semacam itu dinilai sah secara perdata barat. 1/1974 dan ps. Dasar hukum ps. Sel telur Istri akan dibuahi dengan Sperma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan diimplantasikan ke dalam rahim Istri.3 Tinjauan dari Segi Hukum Perdata Terhadap Inseminasi Buatan (Bayi Tabung) Jika benihnya berasal dari Suami Istri  Jika benihnya berasal dari Suami Istri. 250 KUHPer. 255 KUHPer. dilakukan pemeriksaan air kemih untuk kehamilan.6. Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami maka anak yang dilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut.  Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami. Dasar hukum ps. 1320 dan 1338 KUHPer. dilakukan proses fertilisasi-in-vitro transfer embrio dan diimplantasikan ke dalam rahim Istri maka anak tersebut baik secara biologis ataupun yuridis mempunyai satus sebagai anak sah (keturunan genetik) dari pasangan tersebut. sesuai dengan ps. Namun jika dilahirkan setelah masa 300 hari. Kemudian diimplantasikan ke dalam rahim istri. Jika semua benihnya dari donor  . 250 KUHPer. 42 UU No. Akibatnya memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya. bukan pasangan yang mempunyai benih. maka anak itu bukan anak sah bekas suami ibunya dan tidak memiliki hubungan keperdataan apapun dengan bekas suami ibunya. Jika dalam waktu 14 hari setelah embrio diimplantasikan tidak terjadi menstruasi. dan seminggu kemudian dipastikan dengan pemeriksaan ultrasonografi. Anak yang dilahirkan memiliki status anak sah dan memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya sepanjang si Suami tidak menyangkalnya dengan melakukan tes golongan darah atau tes DNA. 1/1974 dan ps.  Jika ketika embrio diimplantasikan ke dalam rahim ibunya di saat ibunya telah bercerai dari suaminya maka jika anak itu lahir sebelum 300 hari perceraian mempunyai status sebagai anak sah dari pasangan tersebut. 2. maka dapat dilakukan fertilisasi-invitro transfer embrio dengan persetujuan pasangan tersebut. maka secara yuridis status anak itu adalah anak sah dari pasangan penghamil. Dasar hukum ps. 250 KUHPer.6. 7. Dasar hukum ps. Dalam hal ini Suami dari Istri penghamil dapat menyangkal anak tersebut sebagai anak sah-nya melalui tes golongan darah atau dengan jalan tes DNA.

dan setelah terjadi pembuahan. Allah telah menjanjikan setiap kesulitan ada solusi (QS. Demikian halnya di ntara pancamaslahat yang diayomi oleh maqashid asysyari‟ah (tujuan filosofis syariah Islam) adalah hifdz an-nasl (memelihara fungsi dan kesucian reproduksi) bagi kelangsungan dan kesinambungan generasi umat manusia. dan setelah dicampur terjadi pembuahan. tapi embrio diimplantasikan ke dalam rahim seorang wanita yang terikat dalam perkawinan maka anak yang lahir mempunyai status anak sah dari pasangan Suami Istri tersebut karena dilahirkan oleh seorang perempuan yang terikat dalam perkawinan yang sah. Gamet Intra Felopian Tuba (GIFT) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri. Teknologi bayi tabung dan inseminasi buatan merupakan hasil terapan sains modern yang pada prinsipnya bersifat netral sebagai bentuk kemajuan ilmu kedokteran dan biologi.6. Inseminasi buatan ialah pembuahan pada hewan atau manusia tanpa melalui senggama (sexual intercourse). Dari tinjauan yuridis menurut hukum perdata barat di Indonesia terhadap kemungkinan yang terjadi dalam program fertilisasi-in-vitro transfer embrio ditemukan beberapa kaidah hukum yang sudah tidak relevan dan tidak dapat meng-cover kebutuhan yang ada serta sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan yang ada khususnya mengenai status sahnya anak yang lahir dan pemusnahan kelebihan embrio yang diimplantasikan ke dalam rahim ibunya. 2. Jika diimplantasikan ke dalam rahim seorang gadis maka anak tersebut memiliki status sebagai anak luar kawin karena gadis tersebut tidak terikat perkawinan secara sah dan pada hakekatnya anak tersebut bukan pula anaknya secara biologis kecuali sel telur berasal darinya. lalu ditransfer di rahim istri. . Kedua. Perlu segera dibentuk peraturan perundangundangan yang secara khusus mengatur penerapan teknologi fertilisasi-in-vitro transfer embrio ini pada manusia mengenai hal-hal apakah yang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang dilarang. permasalahan mengenai inseminasi buatan dengan bahan inseminasi berasal dari orang yang sudah meninggal dunia. Secara khusus. antara lain adalah: Pertama. Jika sel telur berasal darinya maka anak tersebut sah secara yuridis dan biologis sebagai anaknya.4 Bayi tabung menurut agama Ajaran syariat Islam mengajarkan kita untuk tidak boleh berputus asa dan menganjurkan untuk senantiasa berikhtiar (usaha) dalam menggapai karunia Allah SWT. Ada beberapa teknik inseminasi buatan yang telah dikembangkan dalam dunia kedokteran. Fertilazation in Vitro (FIV) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri kemudian diproses di vitro (tabung). hingga saat ini belum ada penyelesaiannya di Indonesia.Al-Insyirah:5-6) termasuk kesulitan reproduksi manusia dengan adanya kemajuan teknologi kedokteran dan ilmu biologi modern yang Allah karuniakan kepada umat manusia agar mereka bersyukur dengan menggunakannya sesuai kaedah ajaran-Nya.  Jika sel sperma maupun sel telurnya berasal dari orang yang tidak terikat pada perkawinan.

Bertentangan dengan sunnatullah atau hukum alam. karena tidak terdapat hukumnya seara spesifik di dalam AlQur‟an dan As-Sunnah bahkan dalam kajian fiqih klasik sekalipun. antara lain berupa: 1.maka segera ditanam di saluran telur (tuba palupi) Teknik kedua ini terlihat lebih alamiah. baik keduanya maupun salah satunya. Namun mudharat dan mafsadahnya jauh lebih besar. Maslahah yang dibawa inseminasi buatan ialah membantu suami-isteri yang mandul.” (HR. Abu Daud. Kedua ayat tersebuti menunjukkan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan/keistimewaan sehingga melebihi makhluk-makhluk Tuhan lainnya. karena kata maa‟ dalam bahasa Arab bisa berarti air hujan atau air secara umum. seperti dalam Thaha:53. maka diharamkan dan hukumnya sama dengan zina. Juga bisa berarti benda cair atau sperma seperti dalam An-Nur:45 dan Al-Thariq:6. sebab sperma hanya bisa membuahi ovum di tuba palupi setelah terjadi ejakulasi melalui hubungan seksual. firman Allah SWT dalam surat al-Isra:70 dan At-Tin:4. Berdasarkan hadits tersebut para ulama sepakat mengharamkan seseorang melakukan hubungan seksual dengan wanita hamil dari istri orang lain. karena nasab itu ada kaitannya dengan kemahraman dan kewarisan. Sebagaimana kita ketahui bahwa inseminasi buatan pada manusia dengan donor sperma dan/atau ovum lebih banyak mendatangkan mudharat daripada maslahah. Sebagai akibat hukumnya. Tirmidzi dan dipandang Shahih oleh Ibnu Hibban). 2. dalil-dalil syar‟i yang dapat dijadikan landasan menetapkan hukum haram inseminasi buatan dengan donor ialah: Pertama. untuk mendapatkan keturunan atau yang mengalami gangguan pembuahan normal. . Hadits ini juga dapat dijadikan dalil untuk mengharamkan inseminasi buatan pada manusia dengan donor sperma dan/atau ovum. padahal Islam sangat menjada kesucian/kehormatan kelamin dan kemurnian nasab. hadits Nabi Saw yang mengatakan. Apabila inseminasi buatan itu dilakukan dengan bantuan donor sperma dan ovum. “tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir menyiramkan airnya (sperma) pada tanaman orang lain (istri orang lain). Percampuran nasab. Dalil lain untuk syarat kehalalan inseminasi buatan bagi manusia harus berasal dari ssperma dan ovum pasangan yang sah menurut syariah adalah kaidah hukum fiqih yang mengatakan “dar‟ul mafsadah muqaddam „ala jalbil mashlahah” (menghindari mafsadah atau mudharat) harus didahulukan daripada mencari atau menarik maslahah/kebaikan. Kedua. Menurut hemat penulis. Masalah inseminasi buatan ini menurut pandangan Islam termasuk masalah kontemporer ijtihadiah. anak hasil inseminasi itu tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya.

Mary Beth Whitehead (ibu pengganti) diberi hak untuk mengunjungi anak tersebut. dll. Luqman:14 dan Al-Ahqaf:14).7. Timbul sengketa diantara mereka yang kemudian oleh Pengadilan New Jersey. 2. Kehadiran anak hasil inseminasi bisa menjadi sumber konflik dalam rumah tanggal.1 Negara Lain Negara yang memberlakukan hukum islam sebagai hukum negaranya. terlihat bagaimana peranan agama yang cukup dominan dalam pengesahan sesuatu yang berkaitan dengan perkawinan. maka berarti hukumnya mubah. ditetapkan bahwa anak itu diserahkan dalam perlindungan ayah biologisnya. Inseminasi pada hakikatnya sama dengan prostitusi. Sedangkan Lybia dalam perubahan hukum pidananya tanggal 7 Desember 1972 melarang semua bentuk inseminasi buatan. sementara Mrs. sampai ada dalil yang jelas melarangnya).3. 4. Namun. Dan kalau kita bandingkan dengan bunyi pasal 42 UU Perkawinan No. (QS. Negara Swiss melarang pula dilakukannya inseminasi buatan dengan donor.7 Kasus Inseminasi Buatan di Amerika Serikat Mary Beth Whitehead sebagai ibu pengganti (surrogate mother) yang berprofesi sebagai pekerja kehamilan dari pasangan William dan Elizabeth Stern pada akhir tugasnya memutuskan untuk mempertahankan anak yang dilahirkannya itu. Misalnya pasal 2 ayat 1 (sahnya perkawinan). Karena tidak dijumpai ayat dan hadits yang secara eksplisit melarang inseminasi buatan pada hewan. pasal 8 (f) tentang larangan perkawinan antara dua orang karena agama melarangnya. kalau kita perhatikan pasal dan ayat lain dalam UU Perkawinan ini. karena tidak sesuai dengan konstitusi dan hukum yang berlaku. tidak terjalin hubungan keibuan secara alami. 6. “anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah” maka tampaknya memberi pengertian bahwa anak hasil inseminasi buatan dengan donor itu dapat dipandang sebagai anak yang sah. Anak hasil inseminasi lebih banyak unsur negatifnya daripada anak adopsi. kaidah hukum fiqih Islam “al-ashlu fil asya‟ al-ibahah hatta yadulla dalil „ala tahrimihi” (pada dasarnya segala sesuatu itu boleh. Larangan terhadap inseminasi buatan . karena terjadi percampuran sperma pria dengan ovum wanita tanpa perkawinan yang sah. tidak diperbolehkan dilakukannya inseminasi buatan dengan donor dan dan sewa rahim. terutama bagi bayi tabung lewat ibu titipan yang menyerahkan bayinya kepada pasangan suami-isteri yang punya benihnya sesuai dengan kontrak. 2. 1 tahun 1974. lagi pula negara kita tidak mengizinkan inseminasi buatan dengan donor sperma dan/atau ovum. Bayi tabung lahir tanpa melalui proses kasih sayang yang alami. 5. Adapun mengenai status anak hasil inseminasi buatan dengan donor sperma dan/atau ovum menurut hukum Islam adalah tidak sah dan statusnya sama dengan anak hasil prostitusi atau hubungan perzinaan. Kedua.

Sayyid Sabiq mengatakan bahwa Malikiyah. kaidah usul : ‫ارت كاب اخف ان ضرري ن واجة‬ Mengambil yang lebih ringan dari suatu kemudharatan adalah wajib Kalau tidak ada alasan yang senada dengan itu maka onani hukumnya haram. hasan dan sebagian besar Tabi`in menghukumi Mubah. yang perlu dinyatakan untuk menentukan hukum ini pertama pada tahap pertama yaitu cara pengamabilan atau mengeluarkan sperma dari dari si pe-donor dengan cara masturbasi (onani). Ada yang mengharamkan secara mutlak dan ada yang mengharamkan pada suatu hal-hal tertentu. dan Zaidiyah menghukumi haram. Al-Imam Taqiyuddin Abi Bakar Ibnu Muhammad Al-Husainy juga mengemukakan kebolehan onani yang dilakukan oleh isteri atau ammahnya karena itu memang tempat kesenangannya: ‫ن ىا س تم ني ان رجم ت يد امرأم ته جاز ألن هامحم ا س تم تاعه‬ Seorang laki-laki dibolehkan mencari kenikmatan melalui tangan isteri atau hamba sahayanya karena di sanalah (salah satu) dari tempat kesenangannya. Mengenai masalah hukum onani fuqaha berbeda pendapat. Syafi`iyah. Agaknya Yusuf Al-Qardhawy juga sependapat dengan Hanabilah mengenai hal ini. kecuali kalau karena kuatnya syahwat dan tidak sampai menimbulkan zina. . Al-Hasan justru mengatakan bahwa orang-orang islam dahulu melakukan onani pada masa peperangan.? Secara umum islam memandang melakukan onani merupakan tergolong perbuatan yang tidak etis. Telah menjelaskan kemadharatan onani mengharamkan perbuatan ini. Diantara yang memakruhkan onani itu juga Ibnu Umar dan Atha` bertolak belakang dengan pendapat Ibnu Abbas.8 Hukum Bank Sperma Menurut Agama Berdasarkan pengalaman yang kita tahu yang namanya bank adalah mengumpulkan dan di tabung apabila berupa uang tetapi dalam hal ini berbeda yang di kumpulakan bukan lagi uang tetapi sperma dari pe-donor sebanyak mungkin. dan ada pula yang menghukumi makruh. Ali Ahmad Al-Jurjawy dalam kitabnya Hikmat Al-Tasyri` Wa Falsafatuhu. Alasan yang dikemukakan adalah bahwa Allah SWT memerintah kan menjaga kemaluan dalam segala keadaan kecuali kepada isteri dan budak yang dimilikinya. maka hukumnya menjadi wajib. Hanabilah berpendapat bahwa onani memang haram. baik buat laki-laki maupun perempuan. Hukumnya adalah mubah. tetapi kalau karena takut zina. tidak berdosa tetapi tidak etis.dengan sperma suami didasarkan pada premis bahwa hal itu sama dengan usaha untuk mengubah rancangan ciptaan Tuhan. 2. Ibnu hazim berpendapat bahwa onani hukumnya makruh. Mujahid juga mengatakan bahwa orang islam dahulu memberikan toleransi kepada para pemudanya melakukan onani. ada yang mewajibkan juga pada hal-hal tertentu. Persoalan dalam hukum islam adalah bagaimana hukum onani tersebut dalam kaitan dengan pelaksanaan pengumpulan sperma di bank sperma dan inseminasi buatan.

Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangna suami isteri yang sah hukumnya haram. al-Ribashy dan zakaria ahmad al-Barry dengan pertimbangan dikhawatirkan adanya percampuran nasab dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya. 4. Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia memutuskan. suami isteri tidak berhasil memperoleh anak. memfatwakan : 1. dan sebaliknya). Hal ini sesuai dengan keputusan Majelis Ulama Indonesia tentang masalah bayi tabung atau enseminasi buatan. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd a z-zari‟ah. Untuk dari suami-isteri dan ditanamkan pada orang lain atau lain sebagainya selain hal yang diatas demi kehati-hatiannya maka ulama dalam kasus ini mengharamkannya. baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan hal kewarisan. sebab hak ini termasuk ikhiar berdasarkan kaidahkaidah agama. Mahmud Syaltut. sebab hal ini akan menimbulkan masala~ yang pelik.Hukum dan penadapat inseminasi buatan menurut pendapat ulama apabila sperma dari suami sendiri dan ovum dari istri sendiri kemudian disuntukkan kedalam vagina atau uterus istri. Padahal keadaan darurat/terpaksa itu membolehkan melakukkan hal-hal yang terlarang. Bayi tabung dengan sperma clan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh). 2. yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya. sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya. asal keadaan kondisi suami isteri yang bersangkutan benar-benar memerlukan cara inseminasi buatan untuk memperoleh anak. Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram beraasarkan kaidah Sadd az-zari‟ah. Diantaranya adalah Lembaga fiqih islam OKI. Yusuf alQardhawy. dan berdasarkan kaidah Sadd az-zari‟ah. Hal ini sesuai dengan kaidh hukum fiqh islam : ‫ان حاجح ت نسل م نسن ح ان ضرورج وان ضرورج ت ث يح ان محظىراخ‬ Hajat (kebutuhan yang sangat penting itu) diperlakukan seperti dalam keadaan terpaksa (emergency). karena dengan cara pembuahan alami. karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina). Majelis Ulama DKI Jakarta. 3. .

or.mitrainti.org/wiki/Gugur_kandungan http://pkbi.html http://www.com/2009/12/31/9/ http://id.wordpress.id/index.wikipedia.org/?q=node/202 .com/abortus-dan-undang-undangnya-201012304.php?option=com_content&task=view&id=23&Itemid=39 http://requestartikel.DAFTAR PUSTAKA http://bafrawijaya.