Laporan Kimia Analitik KI-3121

SPEKTROFOTOMETRI INFRAMERAH DAN RAMAN

Nama : Ansori Muchtar NIM : 10510071 Kelompok : 07 Tanggal Praktikum : 21 September Tanggal Laporan : 28 September Asisten: Nungky Aprilia

Laboratorium Kimia Analitik Program Studi Kimia Fakultas Matematika Dan IPA Institut Teknologi Bandung 2012

Keberhasilan pembuatan KBr pelet bergantung pada: 1. puncak lebar sekitar 3313 cm-1 – 1600 cm-1. Intensitas sedang pada 1460 – 1375 cm-1 3. Akibat tekanan tinggi dapat terbentuk sistem pellet yang getas. Hasil dalam teknik ini adalah pasta yang akan dioleskan dan ditekan 2 sel window membentuk lapisan tipis berupa film dan partikel-partikel kecil yang tersuspensi dalam minyak. Tingkat kekeringan KBr . Serbuk KBr yang digunakan dicampur dengan contoh dan derajat kehalusan yang sama. dicampur matriks KBr. sebelum dipakai harus dikeringkan dalam oven. KBr bersifat higroskopis.SPEKTROFOTOMETRI INFRAMERAH DAN RAMAN I. Teori Dasar Fasa padat berupa serbuk halus dapat dibuat sebagai pasta minyak (oil mull) yang disebut Nujol Mull.   Tujuan Menentukan spektrum inframerah fasa padat tartazin dengan contoh cara Nujol Mull dan contoh cara pellet KBr. II. Jumlah zat yang terdapat dalam campuran 2. di dalamnya terdapat contoh fasa padat yang terdistribusi secara homogen. Nujol punya pita absorpsi: 1. Intensitas tinggi pada 3000 – 2800 cm-1 2. lalu disuspensikan dalam minyak mineral yang sangat murni yang mengandung C20-C30 hidrokarbon alkana. Besar dan lamanya penekanan 3. dan tembus sinar. Intensitas rendah pada 720 cm-1 Fasa padat berupa serbuk halus yang dapat dibuat peletnya dengan alkali halida yang ditekan. Teknik Mull : penggerusan serbuk sampai halus sekali. Menentukan spektrum raman tartazin dan membandingkannya dengan sperktrum inframerah .

Susunan / rancangan 6.42 .99 1562. III.64 1641. Data Pengamatan 105 %T 90 75 45 769.17 2358. Karena adanya deformasi periodik.43 1126.85 1598.60 835.23 0 3504. Sinar laser dapat dianggap sebagai gelombang EM berosilasi dengan vektor listrik E.4.51 1153.08 567.26 1226.43 1037.87 3450. Penggerusan 5.65 -15 -30 4500 4000 3500 3000 KI3121_KEL7SIANG_KBr+tartrazin 2500 2000 1750 1500 1250 1000 750 500 1/cm 648.38 698.70 1006.42 1629.66 3471.18 30 1350.07 530.84 721.73 1178. molekul mulai bergetar dengan karakteristik frekuensi νm. Ketika terdapat interaksi dengan sample.65 3423. maka akan terbentuk momen dipole magnet P = αE.34 1483. Kondisi dari peralatan penekanan Spektrofotometri Raman berdasarkan deformasi molekular pada medan listrik E yang ditentukan oleh kemampuan polarisasi molekular α.94 60 15 1689.

72 -15 -30 4500 4000 3500 KI3121_KEL7SIANG_Nujol 3000 2500 2000 1750 1500 1250 1000 750 500 1/cm 105 %T 90 75 723.02 2924.11 30 1377.23 30 15 1375.86 60 45 1712.19 .87 1172.31 60 3425.93 2360.19 401.72 1035.19 3390.105 %T 90 75 4330.17 15 1462.25 0 2953.04 0 2953.09 2852.72 -15 -30 4500 4000 3500 3000 KI3121_KEL7SIANG_Nujol+tartazin 2500 2000 1750 1500 1250 1000 750 500 1/cm 401.02 2924.77 45 1460.09 2852.79 725.58 1708.

. eter. Spektrofotometri IR menggunakan instrumen spektrofotometer IR. ester alkuna alkohol. 675-870 3000-3100. fenol (ikatan H) asam karboksilat amina asam Daerah Serapan (cm-1) 2850-2960.75 – 1000 μm atau pada bilangan gelombang 13000 – 10 cm-1. keton. asam karboksilat. 1350-1470 3020-3080. Pembahasan Spektrofotometri IR merupakan metode analisis kualitatif yang melakukan pengamatan interaksi molekul terhadap radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah panjang gelombang 0. ester aldehida. karboksilat. 675-870 3300 1640-1680 1500-1600 C-O 1080-1300 C=O 1690-1760 C-H O-H O-H O-H N-H 3300 3610-3640 2000-3600 (lebar) 3000-3600 (lebar) 3310-3500 IV. fenol(monomer) alkohol.Serapan Khas Beberapa Gugus fungsi Gugus C-H C-H C-H C-H C=C C=C Jenis Senyawa alkana alkena aromatik alkuna Alkena aromatik (cincin) alkohol.

Molekul tereksitasi pada tingkat energi tertentu berdasarkan panjang gelombang yang diserapnya. Spektrofotometri IR digunakan karena metodenya mudah dan sederhana. maka cara vibrasi yang didapatkan adalah vibrasi ulur dan tekuk. bukan dengan cara ditumbuk. Spektrofotometri IR Panjang gelombang IR lebih panjang jika dibandingkan dengan panjang gelombang UV Vis. dan penggerusan harus seperti diaduk. Gerak translasi. Serapan khas merupakan informasi sidik jari untuk masing-masing senyawa. karena mortar agate tidak mempunyai pori-pori.Gambar 1. dan spektrumnya tidak mudah terpengaruh oleh kondisi pengukuran. oleh karena itu tidak boleh dipakai dengan sekuat tenaga. yaitu: 1. Penggerusan sampel menggunakan mortar agate bukan dengan mortar porselein. tergantung pada energi yang diserap untuk berpindah ke tingkat energi yang lebih besar. Gambar 2. Energi sinar inframerah memiliki energi yang rendah dan berkaitan dengan energi vibrasi molekul. jika molekul menyerap sinar dengan bilangan gelombang dalam rentang 1200-4000 cm-1. Mortar agate yang berukuran kecil mudah patah. . Mortar Agate Setiap senyawa pada keadaan tertentu memiliki tiga macam gerak. namun pengukuran IR tidak dapat digunakan untuk analisis kuantitatif. Penggunaan utama mortar agate ini supaya sampel tidak menempel pada pestel (bagian lonjong untuk penggerus) atau mortar (wadah penggerusan).

yaitu: 1) Scan sampel dilakukan 30 kali untuk memperoleh kurva yang halus. Vibrasi yang dimiliki setiap molekul sangat spesifik dan mempunyai khas tertentu. yaitu: a. . Vibrasi Kibasan (wagging). Vibrasi Pelentingan (twisting). Vibrasi Goyang (rocking). 2. 3) Penggunaan Polistiren sebagai ‘blanko’ dalam pengkalibrasian instrumen sebelum digunakan untuk menganalisis sampel. b. atom-atom dalam senyawa bergerak putar mengelilingi ikatan yang menghubungkan dengan molekul induk dan berada di dalam bidang datar. semakin halus kurva yang dihasilkan. atom-atom dalam senyawa bergerak mengayun simetri tetapi masih dalam bidang datar. 3. maka kemungkinan besar menimbulkan vibrasi bengkokan dan mempengaruhi osilasi atom secara keseluruhan. Vibrasi Guntingan (scissoring). yaitu: 1. Gerak vibrasi yang diikuti dengan perubahan energi rotasi dimiliki oleh molekul yang menyerap sinar inframerah. semakin banyak scan sampel yang dilakukan. atom-atom dalam senyawa bergerak asimetri tetapi masih dalam bidang datar. Vibrasi bengkok terbagi menjadi 4 jenis. Vibrasi Bengkokan (Bending). Gerak vibrasi. Vibrasi Regangan (stretching). Vibrasi ini dibagi menjadi: vibrasi simetri (atom dalam molekul bergerak bersamaan dan searah dalam satu bidang datar) dan vibrasi asimetri (atom dalam molekul bergerak bersamaan dan tidak searah dalam satu bidang datar). Gerak rotasi. sistem tiga atom dengan molekul yang lebih besar. Vibrasi molekul dapat dibagi menjadi dua bagian utama. sehingga disebut sebagai vibrasi sidik jari. d. 2) Proses smoothing untuk memperoleh kurva dengan noise yang tidak terlalu besar. Pengkalibrasian instrumen dalam menganalisis sampel asam salisilat dilakukan beberapa hal.2. c. atom-atom dalam senyawa bergerak mengibas keluar dari bidang datar. atom bergerak sepanjang ikatan tetapi tidak terjadi perubahan sudut antar atom.

Jika fasa berupa padatan.Modern Analytical Chemistry 1st edition. Ini menunjukkan bahwa pada struktur tartrazin terdapat gugus alkohol..Fundamental of Analytical Chemistry.Singapore:Mc Graw-Hill. D. Kesimpulan Sampel tartrazine mengandung gugus alkohol. maka teknik analisis dapat digunakan adalah teknik nujol mul dan teknik KBr Disk. Namun kelemahannya adalah pembuatan pelet yang cenderung sukar dilakukan. F. David. V.M.. Analisis spektrofotometri IR menggunakan metode yang berbeda-beda tergantung dari fasa sampel yang dianalisis. .Pada sampel tartrazin terdapat serapan ir di sekitar bilangan gelombang 3500. namun penghindaran penetesan terlalu banyak nujol mul harus dilakukan karena dapat mengganggu analisis sampel. Sedangkan jika analisis menggunakan nujol mul. Jika sampel berupa gas.1996.Saunders College Publishing.2000. Penggunaan golongan alkali halida dengan tujuan ikatan dari alkali halida tidak mengganggu pengukuran karena menyerap pada panjang gelombang di luar panjang gelombang IR. penyiapan sampel jauh lebih mudah.hlm: 590 Skoog. West. maka dapat disediakan penempelan cairan dengan dua senyawa alkali halida. 7th ed. Daftar Pustaka Harvey. VI.A. Jika fasa sampel adalah cairan. maka gas dapat diinjeksikan ke dalam senyawa alkali halida untuk dapat dianalisis pada spektrofotometer. D.. kemudian dianalisis. kemudian window cell yang dipakai dalam analisis nujol mul tidak bisa terkontak dengan air karena akan melarutkan window cell yang terbuat dari garam. Holler.J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful