Oka, IBM

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2009

BAHAN AJAR PROTOZOA.( PARASITOLOGI VETERINER I)

1

PENDAHULUAN
Protozoa adalah organisme satu sel (sel tunggal), tetapi telah memiliki fungsi : metabolisme, pergerakan, digesti, respirasi, sekresi, reproduksi, pertahankan hidup dan lain-lain diselenggarakan oleh organela sel. Protozoa merupakan “eukaryotic” dimana intinya diselubungi oleh membran atau selaput, berbeda dengan “prokaryotic”, contohnya bakteri, dimana intinya tidak diselubungi oleh membran atau dengan kata lain tidak terpisah dengan sitoplasma. (lihat gambar 1)

Gambar 1. Perbedaan Sel Prokaryotic dengan Eukaryotic

STRUKTUR UMUM

BAHAN AJAR PROTOZOA.( PARASITOLOGI VETERINER I)

2

Struktur umum setiap protozoa tersusun oleh : (1) INTI dan (2) SITOPLASMA. 1. INTI. Inti adalah bagian yang paling penting, karena mengatur berbagai fungsi hidup dan berperan dalam mengaturan reproduksi. Inti ditemukan di dalam Sitoplasma (pada bagian Endoplasma). Inti sel terdiri dari berbagai struktur antara lain : selaput Inti (nuclear membrane), serabut – serabut linin, butir – butir kromatin (Chromatine granule) dan kariosum atau plastin. Umumnya protozoa hanya mempunyai satu inti, akan tetapi kelas Ciliata mempunyai dua buah inti (makronukleus dan mikronukleus) dan bahkan ada juga beberapa protozoa yang memiliki banyak inti dan bahkan ada yang mempunyai inti pelengkap seperti kinetoplas, blefaroplas dan benda parabasal

2. SITOPLASMA, dapat dibedakan menjadi : Ektoplasma dan Endoplasma. Ektoplasma adalah bagian yang paling luar dari sitoplasma yang merupakan hialin dan berfungsi untuk melindungi diri (protektif), melakukan pergerakan (lokomosi) dan mengenal lingkungannya (sensoris). Selain itu mulut, sitostom, sitofaring , dan dinding kista terbentuk oleh bagian ektoplasma Endoplasma adalah bagian dari sitoplasma di sebelah dalam, bersifat granuler dan mempunyai fungsi : dalam pencernaan makanan dan fungsi nutrisi lainnya, serta peranan dalam proses reproduksi. Pada endoplasma ditemukan bermacam – macam organela, diantaranya : reticulum endoplasma dan ribosoma, mitokondria, aparat golgi, vakuola kontraktil, vakuola vakanan, zat cadangan seperti glikogen.

STADIUM

BAHAN AJAR PROTOZOA.( PARASITOLOGI VETERINER I)

3

Selama siklus hidupnya beberapa anggota protozoa mempunyai dua macam stadium, yaitu stadium aktif dikenal dengan tropozoi dan stadium tidak aktif dikenal dengan Kista.

Giardia sp stadium tropozoit

Giardia sp stadium kista

Stadium tropozoit, protozoa bisa bergerak (menggunakan alat gerak tergantung jenisnya), tumbuh dan memperbanyak diri, tetapi tidak tahan (peka) terhadap berbagai pengaruh lingkungan dibandingkan bentuk kista. Stadium kista, protozoa mengbungkus dirinya dengan dinding yang tebal sehingga tidak dapat bergerak, tidak tumbuh dan tidak memperbanyak diri, tetapi tahan (resisten) terhadap berbagai pengaruh lingkungan seperti temperatur tinggi, kekeringan atau kelembaban tinggi, bahan – bahan kimia dan yang lainnya.

PERGERAKAN
Protozoa parasitik umumnya bergerak menggunakan : flagela, , selaput undulasi, silia, pseudopodia dan cara bergerak lainnya dengan : membengkok, memilin, meluncur, mengombak permukaan tubuh bagian luar yang memungkinkan untuk bergerak, menggelinding, melecut (meliuk)

1. Flagela (Bulu Cambuk), adalah organel yang menyerupai cambuk. Pada beberapa spesies flagela dapat berlanjut sepanjang badan kearah belakang, melekat sepanjang badan atau hanya pada beberapa tempat tertentu saja dan membentuk membran beralun (undulating membrane)

BAHAN AJAR PROTOZOA.( PARASITOLOGI VETERINER I)

4

Hanya bentuk tropozoit yang mampu memperbanyak diri.silia 2. umumnya tersusun berjajar sehingga mirip seperti bulu mata. mengatur semua fungsi penting kehidupan protozoa. sehingga pada akhirnya akan BAHAN AJAR PROTOZOA. pada awalnya inti akan membelah beberapa kali (berulang – ulang). Pseudopodia (Kaki Semu). 3.( PARASITOLOGI VETERINER I) 5 . Mula – mula inti membelah menjadi dua. Perbanyakan dengan PEMBELAHAN SEDERHANA (”simple binary fission”) atau pembelahan biner (”Binary fission). mengelilingi seluruh permukaan tubuh. kemudian baru diikuti oleh pemisahan sitoplasma. mirip dengan flagela.Silia (Rambut getar). gerakan yang dilakukan dengan menonjolkan bagian ektoplasma. sedangkan bentuk kista. selain itu juga berperan dalam reproduksi (perbanyakan diri). kemudian sitoplasma akan mengelilingi setiap inti yang membelah. Merupakan alat gerak sementara yang dapat dibentuk dan ditarik apabila dibutuhkan. REPRODUKSI ASEKSUAL.dan Perbanyakan dengan Penguncupan 1. REPRODUKSI (Perbanyakan diri) INTI. dimana tiap individu membelah menajdi dua secara (longitudinal) pada flagelata dan (transversal) pada siliata dan Amoeboid. Perbanyakan dengan PEMBELAHAN BERLIPAT GANDA (”Skizogoni”). 2. Reproduksi protozoa dapat dibedakan menjadi : Aseksual dan Seksual. protozoa dalam keadaan statis. protozoa mengadakan multiplikasi (perbanyakan) dengan cara: Pembelahan sederhana. Pembelahan Berlipat Ganda. tetapi ukurannya sangat kecil dan pendek.

SYNGAMY (Singami). Sel yang sedang membelah disebut SKIZONT atau MERONT. Makronukleusnya bergenerasi. sedangkan Mikronukleusnya membelah beberapa kali dan satu dari pronuklei haploid yang dihasilkan menyeberang dari satu konjugan ke konjugan yang lain. Jika hanya terbentuk dua sel disebut Endodiogeni dan apabila lebih disebut endopoligeni. 2. kemudian akan keluar dengan cara merusak ektoplasma. Bila terbentuk dua sel disebut ektodigeni dan apabila lebih disebut ektopoligeni Endogeni.( PARASITOLOGI VETERINER I) 6 .terbentuk beberapa individu baru. KONJUGASI. di dalam Sigot nantinya akan terbentuk Sporozoit. GAMON dan SEGMENTER dan hasil pembelahan setiap selnya disebut Merozoit. Konjugan – konjugan itu lalu berpisah dan terjadi reorganisasi inti. Perbanyakan dengan PENGUNCUPAN (”Budding”) atau pembentukan tunas : bisa dibedakan mejadi penguncupannya di luar (Ekterna) dikenal dengan Ektogeni. 3. pada protozoa parasitik hanya terjadi KONJUGASI dan SYNGAMY 1. akan terbentuk individu baru di dalam endoplasma. kemudian memisahkan diri dan tumbuh menjadi individu baru. akan terbentuk individu baru pada ektoplasma. (umumnya ditemukan pada Siliata). REPRODUKSI SEKSUAL. dua gamet (mikrogamet dan Makrogamet) bersatu untuk membentuk zigot. dua individu bertemu secara temporer (sementara) dan bersatu pada satu sisi sepanjang bagian dari tubuhnya. PHYLUM BAHAN AJAR PROTOZOA. sedangkan penguncupan di dalam (Interna = Endogen) dikenal dengan Endogeni Ektogeni.

Histomonas. Tritrichomonas. Haemoproteus). Endolimax. Babesia dan Theileria EPITELIO-APICOMPLEXA Anggotanya yang TERPENTING Eimeria. Wenyonella PYLUM SARCOMASTIGOPHORA Phylum Sarcomastigophora.Neospora.Toxoplasma. memiliki 2 Subphylum : (1) SARCODINA dan (2) MASTIGOPHORA. Subphylum SARCODINA (Amoeboid) Anggotanya yang TERPENTING Entamoeba. Eperythrozoon. Isospora Cryptosporidium. Anggotanya yang TERPENTING Malaria Unggas (Plasmodium. Iodamoeba dan Dientamoeba Subphylum MASTIGOPHORA (Flagelata) Anggotanya yang TERPENTING Trypanosoma. Leihmania.Giardia. Tetratrichomonas dan Pentatrichomonas PHYLUM CILIOPHORA (Cilia) Anggotanya yang TERPENTING : Balantidium dan Anaplasma. Sarcocystis.APICOMPLEXA Phylum Apicomplexa. Trichomitus. berdasarkan predileksinya dapat dikelompokkan menjadi : HAEMO-APICOMPLEXA yang hidup di dalam darah dan EPITELIOAPICOMPLEXA yang hidup di dalam epitel saluran cerna dan atau jaringan HAEMO-APICOMPLEXA.( PARASITOLOGI VETERINER I) 7 . Leucocytozoon. Besnoitia. Tyzzeria. Aegyptianella Levine. 1970 BAHAN AJAR PROTOZOA. Hammondia.

yang diduga sebagai alat gerak. terdiri dari (cincin kutub =”polar ring”)) berjumlah satu atau lebih. roptri. • • Pergerakan. Phylum Apicomplexa. Kadang-kadang ditemu kan sejumlah besar mikronema berbentuk tongkat yang melekat erat pada roptri dan sejumlah mikrotubulus subpelikuler yang berjalan menuju ke belakang dari cincin kutub. BAHAN AJAR PROTOZOA. secara amoeboid. meron berkembang secara aseksual dengan pembelahan sederhana (binary fission) atau pembelahan berlifat ganda (skizogoni) dan gamet berkembang secara seksual (syngami). kecuali pada mikrogamet dari beberapa jenis. Sebagai tambahan kebanyakan Apicomplexa mempunyai satu atau lebih mikropore yang nampaknya dipergunakan untuk menelan makanan. berjumlah dua atau lebih. tetapi belum diketahui secara pasti. tidak memiliki silia dan atau flagelum. tersusun dari struktur tubuler yang berjalan melalaui konoid ke ujung anterior dan melebar menjadi struktur seperti suatu kantung pada ujung yang lain. roptri diduga mensekresi sesuatu. memiliki ciri-ciri umum yang hanya terlihat dengan mikroskop elektron ditemukan: • Adanya kompleks apical. konoid. Reproduksi.Pendahuluan.( PARASITOLOGI VETERINER I) 8 .

BAHAN AJAR PROTOZOA. Sporogony ini membutuhkan waktu satu hari atau lebih tergantung. terjadi di luar tubuh penderita. Subordo : Eimeriorina memiliki 3 familia : 1. (2) Haemospororina dan (3). memiliki 3 subordo : (1) Eimeriorina. masing – masing mengandung 2 sporozoit. pada bahan ajar ini siklus hidup Eimeria tenella yang menginfeksi sekum ayam dipakai contoh untuk pembahasan lebih lanjut : Selama siklus hidupnya terjadi perkembangan SPOROGONY. ordo : Eucoccidiorida. MEROGONY dan GAMETOGONY (GAMOGONY) SPOROGONY atau Sporulasi. (3) Tyzzeria dan (4) Wenyonella. 1. tersedianya banyak oksigen. (2) LEUCOCYTOZOON dan (3) PLASMODIUM. Subordo Piroplasmorina memiliki 2 famili : (1) Babesiidae dengan genus BABESIA dan (2) Theileriidae dengan genus THEILERIA Siklus hidup dari Subordo Eimeriorina pada umumnya mirip.1 familia Cryptosporiidae dengan genus : Cryptosporidium. Subordo Haemospororina dengan famili Plasmodidae memiliki 3 genus (1) HAEMOPROTEUS. 1. suhu dan kelembaban optimum. Piroplasmorina. 1980) memiliki satu kelas : Sporozoasida dengan subkelas : Coccidiasina.2 fmilia : Eimeriidae memiliki 4 genus: (1) IMERIA.( PARASITOLOGI VETERINER I) 9 . dimulai sejak keluarnya Ookista bersama tinja sampai terbentuk Ookista infektif (yaitu di dalamnya terbentuk 4 sporokista.Phylum Apicomplexa menurut (Levine et al. (2) Isospora.3 familia Sarcocystidae memiliki 2 genus : (1) Sarcocystis dan (2) TOXOPLASMA.

sehingga terbentuk kira – kira 4 – 30 MEROZOIT generasi III. terjadi di dalam tubuh penderita. terjadi MEROGONY I. dimulai sejak merozoit generasi II dan atau III. dinding ookista akan tercerna oleh enzim pencernaan di dalam empedal. BAHAN AJAR PROTOZOA.( PARASITOLOGI VETERINER I) 10 . mengalami perbanyakan berlipat ganda (Schizogony) menghasilkan MEROZOIT generasi I berjumlah kira-kira 900 dengan panjang sekitar 2 – 4 mikron. GAMETOGONY atau gamogony. MEROGONY adalah perkembangan aseksual Sporozoit di dalam tubuh penderita sampai terbentuknya MEROZOIT. kemudian ada yang mengalami perkembangan MEROGONI III. adalah perkembangan Aseksual secara penguncupan (budding) terbentuknya gamet (makro dan mikro)-gamet oleh (makromikro)-gametosit . terjadi di dalam tubuh penderita. Sporozoit yang ada di dalam sporokista akan diaktifkan oleh cairan empedu atau tripsin jika sudah berada di dalam usus halus. Merozoit generasi I ini. selanjutnya akan membulat menjadi Makrogametosit yang akan memperbanyak diri secara penguncupan (“budding”) menghasilkan Makrogamet dan yang lain menjadi Mikrogametosit yang menghasilkan Mikrogamet yang berflagela. MEROZOIT generasi II akan memasuki sel epitel sekum yang baru. terjadi MEROGONY II. dimulai sejak Ookista infektif tertelan bersama makanan dan atau minuman. MEROGONY. Merozoit ini menyebabkan sel epitel pecah sehingga merozoit bebas. dan selanjutnya akan melaksanakan perkembangan secara Seksual.SPOROGONY adalah perkembangan aseksual Ookista di luar tubuh penderita sampai didalamnya terbentuknya SPOROZOIT. sehingga sporozoit keluar. Perkembangan selanjutnya ada : Merozoit generasi II ini akan memasuki sel epitel vili sekum baru yang utuh. sehingga terbebaslah Sporokista. GAMETOGONY. Sporozoit akan memasuki vili epitel dari sekum. selanjutnya akan masuk ke dalam sel epitel vili sekum yang baru. memasuki sel epitel seka yang baru. Merozoit generasi ke II inipun akan menyebabkan sel epitel pecah dan keluar bebas. mengalami perbanyakan berlipat ganda (Schizogony) menghasilkan kira – kira 200 – 350 MEROZOIT generasi II dengan panjang sekitar 16 mikron. kemudian mengalami perkembangan Seksual. GAMETOGONY adalah perkembangan aseksual Merozoit di dalam tubuh penderita sampai terbentuknya (MIKRO dan MAKRO)-GAMET.

dan memproduksi lebih dari 2 juta Ookista generasi III. Kadang – kadang terdapat suatu tempat terbuka atau tempat yang lunak yang disebut mikropil. seperti hati. tetapi kenyataannya faktor – faktor seperti umur induk semang. Mikrogamet akan keluar dari dalam sel epitel seka dan dengan bantuan flagelanya akan bergerak untuk melakukan perkembangan seksual secara singami dengan Makrogamet menghasilkan ZIGOT. Struktur Ookista khas. Zigot selanjutnya akan mengelilingi dirinya dengan dinding menjadi Ookista. dindingnya tersusun oleh satu atau dua lapis dan mungkin dibatasi selaput.52 juta merozoit generasi II.( PARASITOLOGI VETERINER I) 11 .Siklus lebih lanjut.000 ookista. Mikropil kadang – kadang mempunyai topi atau tanpa memiliki topi. Ookista ini kemudian terbawa keluar bersama tinja . kekebalan dan dosis infeksi membatasi jumlah ini menjadi 8 – 400. dan ginjal. tetapi beberapa ada berpredileksi di dalam sel selain epitel saluran pencernaan. Kebanyak coccidia merupakan parasit intraseluler dari epitel saluran pencernaan. Secara teoritis. Setiap jenis coccidia umumnya host spesifik pada tempat yang spesifik HAEMOAPICOMPLEXA MORFOLOGI BAHAN AJAR PROTOZOA. setiap Ookista dapat memproduksi 2.

Tropozoit akan mengalami proses ”MEROGONY” sehingga menghasilkan Merozoit. Ditemukan 24 – 26 mikrotubulus subpelikuler dan dua roptri. anopheles) akan ikut terinjeksikan dan masuk kedalam tubuh unggas saat menghisap darah. Fanerozoit akan memasuki sel endotel organ lainnya yang baru. 10 – 15 menit setelah menghisap darah mikrogamet akan membelah inti menjadi 6 – 8 mikrogamet panjang sangat mirip flagelum mengalami proses eksflagelasi (mikrogamet lepas dan berenang bebas). kemudian berkembangan lebih lanjut akan terbentuk tropozoit.Merozoit memiliki seluruh organela dari kompleks apical. terjadi proses MEROGONY eksoeritrositik II juga secara perbanyakan skizogoni dan terbentuk metakriptozoit baru. Metakriptozoit selanjutnya menginfeksi eritrosit 1 minggu sampai 10 hari setelah infeksi. Ookinet menembus dinding BAHAN AJAR PROTOZOA. kecuali konoid. Sporozoit yang ada didalam kelenjar ludah vektor nyamuk (Aedes. Plasmodium adalah heterosenosa (di dalam perkembangannya memerlukan dua hospes. Didalam sel darah merah metakriptozoit akan membulat dan membentuk vakuola besar ditengahnya dikenal dengan stadium cincin (karena dengan pewarnaan Romanowsky. MEROGONY eksoeritrositik I secara perbanyakan skizogoni terbentuklah fanerozoit. mengalami proses tidak terbatas.( PARASITOLOGI VETERINER I) 12 . invertebrata (nyamuk untuk perkembangan sporogoni) dan vertebrata (ayam untuk perkembangan merogoni dan gametogoni) Gametogoni akan menghasilkan mikrogamet yang jumlahnya tidak banyak (biasanya 8) dengan flagella tunggal Plasmodium gallinaceum SIKLUS HIDUP dan CARA PENULARAN DIDALAM TUBUH UNGGAS RENTAN. sehingga terbentuk ookista yang dapat bergerak (Ookinet). culex. kemudian masuk kedalam sel endotel (sebagian besar terjadi didalam sel-sel haemopoetik) dan sel jaringan. Merozoit akan keluar dari eritrosit dan memasuki eritrosit lainnya. Jika Mikrogamet bertemu dengan makrogamet akan terjadi pembuahan. Sporozoit berada didalam aliran darah kurang dari 1 jam. Setelah infeksi berlangsung beberapa waktu dan terjadi perkembangan aseksual yang tertentu jumlahnya. maka Merozoit yang memasuki sel darah merah mengalami GAMETOGONY sehingga terbentuk makrogamet dan Mikrogamet dan akhirnya diisap oleh vektor DIDALAM TUBUH VEKTOR. didalam perut tengah nyamuk . mirip cincin stempel dengan inti merah pada satu tepi dan cincin tipis sitoplasma berwarna biru sekeliling vakuola).

masuk kedalam rongga badan dan akhirnya bermigrasi ke kelenjar air liur SPESIES Plasmodium sangat pathogen pada manusia.perut tengah (lambung) dan berkembang menjadi Ookista. Pendahuluan. sampai saat ini sudah menyebar di seluruh Indonesia MORFOLOGI BAHAN AJAR PROTOZOA. Inti setiap Sporoblast kemudian membagi diri secara berulangulang. hanya satu yang perlu diperhatikan adalah Plasmodium gallinaceum menyebabkan malaria ayam pada ayam dan burung lain di Asia. sedangkan pada hewan diambil alih oleh Coccidia. sehingga akhirnya setiap Ookista berisi 10.000 atau lebih Sporozoit. Perkembangan lebih lanjut MEROGONY. Sporozoit keluar dari Ookista.( PARASITOLOGI VETERINER I) 13 . Leucocytozoon sp pertama kali dilaporkan oleh Prowasek (1912) menyerang ayam di Sumatera. Inti ookista akan membagi diri berulang-ulang sehingga terbentuklah sejumlah Sporoblast.

otot-otot. tidak ada konoid. thymus. bersama darah juga akan terhisap gamon (Mikro dan Makro)-gamet. usus. limpa. tetapi beberapa spesies di dalam eritrosit. dan otak. Merogoni terjadi di dalam parenkim hati. didalam tubuh lalat mikrogamet akan secara aktif mencari Makrogamet untuk kawin. hasil perkawinan terbentuklah zygot berbentuk bulat kemudian berkembang lebih lanjut bentuknya berubah memanjang dan dapat bergerak disebut ookinet. Vektornya lalat (Simolium dan Culicoides) Sporozoit dan Merozoit mempunyai tiga cincin kutub. dimulai juga saat lalat infektif menghisap darah. sporozoit akan bermigrasi menuju kelenjar air liur sehingga lalat menjadi infektif DIDALAM TUBUH HEWAN PEKA. ovarium. kelenjar adrenal.( PARASITOLOGI VETERINER I) 14 . hati dan paru-paru) serta didalam ruangan berisi darah atau didalam jaringan (jantung. dua roptri dan beberapa mikrotubulus subperikuler SIKLUS HIDUP DIDALAM TUBUH VEKTOR. ookinet bergerak menuju dinding usus tengah untuk membentuk ookista. dimulai sejak lalat menghisap darah penderita. jantung. Sporozoit mengalami proses BAHAN AJAR PROTOZOA. pankreas. tarakhea. sporozoit yang berada didalam kelenjar ludah akan ikut tersebar kedalam peredaran darah. ookista mengalami proses SPROGONY (pembentukan sporozoit) dengan menbelahan berlipat ganda (skizogoni) menghasilkan sporozoit. ginjal organ lainnya dan tidak pernah terjadi di dalam eritrosit atau lekosit . kemudian akan memasuki sel endotel (ginjal.Gamet ditemukan di dalam sel lekosit.

Gamon berbentuk bulat 15. Gamon memanjang berukuran 24 X 4 mikron dan terdapat di dalam sel darah merah dan putih yang berubah menjadi bentuk kumparan dan membesar dengan ukuran 67 X 6 mikron 3.MEROGONY (pembentukan merozoit) dengan cara pemebelahan berlipat ganda (skizogoni) sehingga dibebaskan banyak merozoit. hati dan organ lain dan menghasilkan banyak merozoit baru yang masuk ke dalam sel darah dan menjadi gamon panjang 4. simondi. Sangat mirip dengan L. Merozoit ditemukan di dalam sel endotel paru-paru serta organ lain dan tidak BAHAN AJAR PROTOZOA. kemudian akan membesar sedemikian rupa sehingga berdiameter sekitar 20 mikron. Leucocytozoon caulleryi menyerang ayam di Asia. meron hepatic berdiameter 11 – 18 mikron dan terdapat di dalam sel hati dan menghasilkan merozoit kecil yang memproduksi beberapa generasi meron hepatic. anggota dari Haemoproteus semata-mata menginfeksi burung dan reptilia. Megaloskizon yang mencapai diameter 165 mikron. Gamon ditemukan di dalam sel darah merah.( PARASITOLOGI VETERINER I) 15 . Monosit dan Limfosit dan meron di temukan di dalam hati. Gamet akan muncul didalam darah perifer 14 hari setelah infeksi baik didalam eritrosit atau eritroblast. terbagi atas banyak sitomer. gamon atau megaloskizon baru.5 X 15. Leucocytozoon sabrazesi juga menginfeksi ayam di Asia (tetapi kurang umum). Gamon memanjang berukuran panjang rata – rata 20 – 22 mikron dan terletak pada sel induk semang yang berbentuk memanjang berukuran rata – rata 45 x 14 mikron. 2. Gamet ini akan ikut terhisap saat lalat menghisap darah maka terulanglah siklus seperti diatas SPESIES 1. Pendahuluan. Gamon masak pada mulanya bulat tetapi kemudian memanjang. paru – paru. jantung. otak dan organ lain. Gamon pada infeksi dini berbentuk lingkaran dan pada yang lebih lanjut berbentuk memanjang bias sampai mencapai 14 – 22 mikron dan terletak di dalam sel induk semang mencapai panjang 45 – 55 mikron Dua tipe meron terdapat pada itik. kemudian mengalami proses GAMETOGONY (pembentukan gamet) akhirnya terbentuklah (Mikro dan Makro)-gamet. terdapat dalam otak. gamon dewasa kadang-kadang ditemukan bebas didalam plasma darah. Leucocytozoon smithi menyinfeksi kalkun di Amerika Utara dan Eropa. Leucocytozoon simondi menginfeksi itik dan angsa. Merogoni berlangsung beberapa kali.0 mikron ditemukan di dalam sel darah merah atau putih.

Vector adalah lalat : Hippobosca. Bentuk yang ditemukan di dalam eritrosit adalah gamet. Vektornya Lalat : Culicoides sp Eritrosit merpati normal Gamet Haemoproteus SIKLUS HIDUP Didalam tubuh hospes. Ookinet merayap menuju dinding usus tengah dan melindungi dirinya dengan membentuk dinding disebut Ookista. Hasil penggabungannya (Mikro + Makro)-gamet menghasilkan zygote yang bisa bergerak disebut Ookinet. mikrogamon menghasilkan 4 mikrogamet atau lebih. gametogoni terjadi 28 – 30 hari setelah infeksi. (Mikro dan Makro)gamon akhirnya ikut terhisap oleh lalat Culicoides sp pada saat menghisap darah Didalam usus tengah lalat. Sporozoit yang ada pada kelenjar ludah (air liyur) akan ikut terinjeksikan ke dalam aliran darah. Chrysop MORFOLOGI Gamet di temukan pada sel darah merah berbentuk halter (memanjang dan menikung di sekeliling inti sel). kemudian mikrogamet akan mencari makrogamet . didalam eritrosit terjadi proses GAMETOGONY (pembentukan Mikro dan Makro)-gamon ). sampai akhirnya merozoit memasuki eritrosit. merogoni di dalam sel endotel terjadi beberapa kali.pada eritrosit seperti plasmodium.( PARASITOLOGI VETERINER I) 16 . Culicoides. hati dan limpa) dan terjadi proses MEROGONY (pembentukan Merozoit). kemudian masuk ke dalam rongga badan dan akhirnya menuju kelenjar air liur SPESIES NO SPESIES HAEMOPROTEUS HOSPES MIKROGAMET BAHAN AJAR PROTOZOA. Perkembangan SPOROGONY. merpati akan terinfeksi bila digigit oleh lalat Culicoides sp. Merogoni terjadi di dalam endotel pembuluh darah terutama paru-paru (berbeda dengan plasmodium sp yang terjadi di dalam eritrosit). didalam ookista akan terbentuk sejumlah besar sporozoit. sporozoit selanjutnya akan masuk ke dalam sel endotel buluh darah (paru-paru.

Dengan pewarnaan Giemza. Kalimantan Selatan. Irian jaya. oval atau tidak teratur. Kalimantan Barat. di dalam Eritrosit sapi lebih sering ditemukan berpasangan (bi – gemina) dengan sudut lancip. Sumatera Barat. Babesia menyebabkan Babesiosis pada ternak tersebar di seluruh dunia yang ditularkan oleh caplak. Bali dan Jawa MORFOLOGI dan SPESIES Beberapa spesies Babesia yang telah teridentifikasi di Indonesia antara lain : (Babesia bigemina. berbentuk piriform. Babesia bigemina BAHAN AJAR PROTOZOA. Vektornya Boophilus. Riau. Lombok. Babesia divergens ditemukan pada tahun (1918) pada ternak yang diimpor dari Australia di Aceh. bulat (berdiameter 2 – 3 mikron). Sumatera Utara. sitoplasma berwarna biru dan dua inti yang berwarna merah. menyerang ruminansia dan Babesia caballi yang menyerang kuda Babesia bigemina. Lampung. Sulawesi Selatan. Babesia argentina. angsa Kalkun 2 flagela PENDAHULUAN. Sulawesi Tengah. Haemaphysalis. Babesia bigemina pertama kali ditemukan di Indonesia tahun 1896 menginfeksi kerbau di tegal dan tahun 1906 menginfeksi sapi di Sumatera.1 2 3 columbae nettionis meleagridis Merpati Itik. Rhipicephalus . Jambi. Halmahera.( PARASITOLOGI VETERINER I) 17 .

Merozoit yang piriform sering ditemukan berpasangan membentuk sudut runcing satu dengan yang lainnya. endopolygeny dan atau perbanyakan berlipat ganda (skizogoni). kromatinnya banyak dan salah satu ujungnya tumpul. Hyalomma. kemudian memasuki ovarium untuk menuju telur. tropozoit yang ikut masuk pada saat caplak menghisap darah akan memesuki eritrosit. Hyalomma. Rhipicephalus Haemaphysalis - BAHAN AJAR PROTOZOA. bangal. Argentina lebih lebar dibandingkan B. divergens) di dalam eritrosit sapi berbentuk piriform (berukuran kira-kira 2. Vermiform bergerak dengan cara meluncur. merozoit ikut terhisap. Rhipicephalus Rhipicephalus. zebra berbentuk piriform (panjang 2-5 mokron). merozoit ditemukan di dalam sel darah merah kuda. Dermacentor.Babesia argentina (B. selanjutkan akan mengalami proses MEROGONY (pembentukan Merozoit) melalui pembelahan ganda (biner). kucing kuda. warnanya lebih kompak (intensif) dibandingkan B.0 X 1. didalam tubuh caplak ada kemungkinan terjadi perkembangan seksual (terbukti dengan ditemukannnya parasit berpasangan dan berada dalam kontak yang erat dan kelihatan akan bersatu dan ”Mehlhorn et al (1981)” menganggap persatuan itu merupakan permulaan syngamy atau merozoit tetap berkembang dengan pembelahan sederhana (ganda) menghasilkan parasit vermiform dan masuk kedalam rongga badan. Didalam telur parasit vermiform akan berubah bentuk menjadi bulat dan memperbanyak diri dengan pembelahan ganda. Vektornya : Dermacentor. Hyalomma. Siklus hidup. singa domba VEKTOR Boophilus . bulat atau oval (diameter 1. Hae maphysalis Ixodes Dermacentor. Babesia caballi. Bigemina . penguncupan (endodyogeni). Sudut antara pasangan B. Siklus aseksual ini berlangsung tidak terbatas. Sebagai akibat terjadi perbanyakan Merozoit mengakibatkan sel endotel pecah dan merozoit akan memasuki sel endotel baru. keledai. setelah larva caplak menetas parasit tidak berkembang tetapi ketika larva menyilih (ekdisis) menjadi nimpa parasit memasuki kelenjar ludah dan berkembang secara pembelahan sederhana (ganda) menjadi Tropozoit sehingga caplak menjadi infektif SPESIES LAINNYA : Spesies yang belum pernah diidentifikasi di Indonesia diantaranya : No 1 2 3 4 5 6 SPESIES BABESIA bovis canis cati Equi felis foliata TERNAK TERINFEKSI sapi anjing. puma. Rhipicephalus. pada akhirnya akan terbentuk akan menginfeksi eritrosit Pada saat caplak menghisap darah.5 mikron) dan kadang – kadang ditemukan berpasangan.( PARASITOLOGI VETERINER I) 18 . keledai kucing. sitoplasmanya sedikit.5 – 3 mikron). di dalam endotel pembuluh darah organ sehingga dihasilkan Merozoit. Bigemina.

kambing babi Haemaphysalis. Skizon kalau diwarnai dengan pewarnaan Giemza atau Romanowsky. sedangkan yang lain ditemukan dengan bentuk piriform. Mikroskizon lebih lanjut menghasilkan Mikromerozoit yang menginfeksi Eritrosit.5 X 0. Haemaphysalis Rhipicephalus - Merozoit berukuran kecil ditemukan di dalam eritrosit mamalia berbentuk : bulat (berdiameter 1 – 2 mikron). Merogoni dengan pembelahan berlipat ganda (skizogoni) yang paling aktif berlangsung di dalam limposit. ditemukan di dalam eritrosit. srigala sapi domba. sel endotel kelenjar Limfe dan Limpa. bentuk inilah nantinya akan terhisap caplak bersama Eritrosit. tetapi tidak umum (kurang aktif) dalam Eritrosit ( kalau berkembang terbentuk 2 – 4 merozoit). Setelah infeksi berlangsung kira-kira 2 minggu akan ditemukan Skizon dengan butiran kromatin berbentuk bulat kecil disebut Mikroskizon atau gamon. histiosit. MORFOLOGI BAHAN AJAR PROTOZOA. limfosit. makroskizon akan menghasilkan Makromerozoit yang akan menyerang Limfosit baru dan akan berkembang berulang menjadi Makroskizon yang baru. nampak sitoplasmanya berwarna biru dan didalamnya ditemukan beberapa butir kromatin yang besar dan tidak teratur berwarna merah disebut Makroskizon Agamon atau ”Koch’s Blue Bodies”. Gametogony. oval (berukuran kira – kira 1.6 mikron) keduanya ditemukan hampir pada 55% kejadian. Rhipicephalus Boophilus. koma atau seperti Anaplasma sp.7 8 9 10 gibsoni major ovis perroncitoi anjing.( PARASITOLOGI VETERINER I) 19 .

terjadi syngamy isogamet dan terbentuklah Zgot.( PARASITOLOGI VETERINER I) 20 . Makroskizon akan menghasilkan makromerozoit yang nantinya akan menginfeksi Limfosit dan mengalami skizogoni lagi menghasilkan Isogamet. bersama air liurnya parasit masuk ke dalam aliran darah. di dalam saluran pencernaan caplak mikromerozoit akan membulat dan terbentuklah mikrogamet (karena bentuk dan ukurannya sama disebut isogamet). Siklus Hidup Siklus seksual terjadi di dalam tubuh caplak. Penularan ”stage to stage” terjadi pada saat caplak menghisap darah lagi. Zygot dapat ditemukan didalam usus mulai hari ke-29. kemudian hasil syngamy Isogamet menghasilkan zygot dan akhirnya terbentuklah kinet. berkembang menjadi Ookinet mulai hari ke-30 (yaitu 3 – 4 hari setelah nimfa berganti kulit menjadi dewasa). A. Tropozoit akan paling aktif meginfeksi sel endotel terutama kelenjar limfe dan limpa untuk melanjutkan proses Merogoni secara perbanyakan berlifat ganda (Skizogoni). Syngamy isogamet menghasilkan Zygot dan berkembang lebih lanjut menghasilkan Tropozoit yang menginfeksi eritrosit. didalam usus nimpa caplak (Amblyomma variegatum. cohaerens dan Haemaphysalis hebraeum). dimulai sejak caplak infektif menghisap darah maka Tropozoit juga akan ikut diinjeksikan. Mulai hari ke-34 Tropozoit ditemukan didalam kelenjar ludah Siklus aseksual terjadi di dalam tubuh hospes. BAHAN AJAR PROTOZOA.CARA PENULARAN Merozoit berukuran kecil (mikromerozoit) yang menginfeksi eritrosit penderita akan ikut terhisap ke dalam saluran pencernaan caplak saat menghisap darah. Kinet bermigrasi menuju kelenjar ludah dan memperbanyak diri. 5 – 7 hari setelah menghisap darah.

saluran empedu BAHAN AJAR PROTOZOA. tetapi ada juga yang menginfeksi sel – sel epitel hati.eritrosit Linfosit .( PARASITOLOGI VETERINER I) 21 .eritrosit VEKTOR Hyalomma Rhipicephalus Rhipicephalus EPITHELIOAPICOMPLEXA EIMERIA Eimeria menyebabkan penyakit Koksidiosis. mnginfeksi sapi. merupakan salah satu spesies yang sudah teridentifikasi di Indonesia (Jawa.SPESIES Theileria mutans. kambing dan hewan liar. umumnya menginfeksi sel epitel saluran pencernaan. kerbau. kerbau Domba. kambing PREDIELKSI Linfosit .Haemaphysalis). vektornya caplak (Amblyomma. kambing Domba.eritrosit Linfosit . 1978). biri – biri. No 1 2 3 SPESIES THEILERIA annulata lestoquardi ovis HEWAN TERINFEKSI Sapi. 1912 dan Sukabumi.

dan organ lainnya. Gamon mengalami PROSES GAMETOGONY (pembentukan Gamet) sehingga terbentuk Makrogamon menghasilkan Makrogamet dan Mikrogamon akan menghasilkan Mikrogamet. SPESIES SAPI Eimeria.( PARASITOLOGI VETERINER I) 22 . yang paling sering menimbulkan gangguan pada sapi adalah : BAHAN AJAR PROTOZOA. Ookista dari Eimeria yang telah bersporulasi ditemukan 4 sporokista. Ookinet akan melindungi diri dengan dinding sehingga terbentuklah Ookista dan keluar dari tubuh ayam bersama tinja. merozoit yang terbentuk menginfeksi sel epitel yang baru. sehingga Sporozoit terbebas. Setelah sampai di dalam lumen usus halus. masing – masing berisi 2 sporozoit SIKLUS HIDUP Setelah tertelannya Ookista bersporulasi (kista infektif) karena adanya enzim pencernaan didalam saluran pencernaan (empedal) Ookista akan tercerna. Sporozoit akan diaktifkan oleh cairan empedu dan tripsin. 24 jam atau lebih Ookista yang keluar bersama tinja di dalamnya akan terbentuk 4 Sporokista masing-masing mengandung 2 Sporozoit. sampai akhirnya terbentuklah Gamon. Mikrogamet akan bergabung (syngami) sehingga terbentuk Okinet. sehingga terbebaslah Sporokista. selanjutnya akan memasuki sel epitel saluran pencernaan untuk melakukan PROSES MEROGONY (pembentukan Merozoit) secara SCHIZOGONI (pembelahan berlifat ganda) sehingga terbentuk banyak Merozoit. Proses Merogoni terjadi beberapa kali (tergantung spesiesnya) dan setiap proses Merogoni. Di alam luar Ookista akan mengalami PROSES SPOROGONY (pembentukan Sporozoit).

( PARASITOLOGI VETERINER I) 23 .sedang subsperica illinoisensis canadensis apatogen brazilliensis bukidnonensis apatogen pellita wyomingensis PREDILEKSI EPITEL Usus halus – usus besar Meron : usus halus.NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 SPESIES EIMERIA zuernii paling patogen bovis patogen auburnensis sedang alabamensis apatogen cylindrica Agak patogen ellipsoidalis Sedikit . bawah usus halus Usus halus – sekum – kolon Belum diketaui Usus halus Belum diketahui Belum diketahui Jarang ditemukan Belum diketahui Belum diketahui Belum diketahui Belum diketahui Jarang ditemukan Belum diketahui UKURAN OOKISTA Agak bulat – bulat elips 18 X 15 27-29 X 20-21 36–41 X 22– 26 dinding halus atau berbintil 13-25 X 11-17 Elipsoid 16-34 12-19 Ovoid 12-32 X 10-29 Subsperikal 9-14 X 28-13 Elipsoid – ovoid 24-30 X 19-23 Elipsoid 28-39 X 20-29 mikropil tak jelas Elip – oval 31-49 x 21-33 ada mikropil + topi Piriform 34-64 X 26-41 ada mikropil Ovoid 32-42 X22-27 ada mikropil Ovoid 36. kebanyakan Ookistanya mempunyai mikrofil yang dilengkapi dengan sebuah topi NO SPESIES EIMERIA PREDILEKSI EPITEL UKURAN OOKISTA BAHAN AJAR PROTOZOA.46 X 26-32 Dinding berbentik Ada mikropil DOMBA Eimeria pada domba.1/3 bag. gamet : sekum dan kolon ½ .

besar 16 – 18 X 23 – 24 Elipsoid – ovoid 23 – 48 X 17 – 30 mikropil + topi Mikropil 23 – 36 X 16 – 24 Elipsoid 12-20 X 8-15 Piriform 12-13 X 10-19 ada mikropil Elipsoid – bundar 17-31 X 14-19 ada mikropil + topi Ovoid 25-37 X 18-28 ada mikropil Elipsoid – ovoid 18-28 X 16-21 ada mikropil + topi Subsperikal (agak bundar) 18-28 X 15-20 Mikropil + topi Piriform 23-27 X 17-26 mikropil + topi Elipsoid – ovoid 39-59 x 27-47 dinding berbutir Mikropil + topi BABI. Eimeria pada babi telah teridentifiaksi spesies NO SPESIES EIMERIA PREDILEKSI EPITEL UKURAN OOKISTA BAHAN AJAR PROTOZOA. belakang.( PARASITOLOGI VETERINER I) 24 .1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ninaekohlyakimovae Paling patogen Ahsata patogen Ovina kurang patogen palida apatogen parva apatogen weybridgensis apatogen faurei Agak patogen functata crandalis agak patogen granulosa intricata Agak aptogen Usus halus bag. kolon Pertengahan usus halus Vili usus halus Belum diketahui Usus halus (sekum – kolon) Belum diketahui Usus halus (usus besar) Belum diketahui Usus halus anterior Belum diketahui Usus halus . sekum.

Telah teridentifikasi beberapa Eimeria yang menginfeksi kelinci antara lain NO 1 2 3 4 5 6 7 8 SPESIES EIMERIA stiedae patoge perforans apatogen exiqua flavescens sangat patogen intestinalis apatogen irresidua patogen magna sangat patogen media Usus halus posterior. sekum dan kolon Usus halus – usus besar Usus halus Usus halus tengah .posterior Usus halus – usus besar PREDILEKSI EPITEL Saluran empedu Usus halus .1 2 3 4 5 6 7 8 Debliecki Agak patogen neodebliecki perminuta Polita Agak patogen porci scabra Spinosa Agak patogen suis Usus halus bag.ileum Usus halus posterior. anterior Jejenum. ileum Jejenum .elipsoid 26 – 40 X 16 – 25 ada mikropil Elipsoid 22 – 30 X 14 – 20 mikropil susah dilihat Agak bulat (subspherical) 12-21 x 10-18 Ovoid 25-37 X 14-24 ada mikropil Pirifirm – ovoid 21-36 X 15-21 ada mikropil Elipsoid 35-42 X 19-28 ada mikropil Ovoid 27-41 X 17-49 ada mikropil dan kerah Ovoid – elipsoid BAHAN AJAR PROTOZOA.( PARASITOLOGI VETERINER I) 25 .sekum UKURAN OOKISTA Ovoid . sekum dan kolon Jejenum dan ileum piriform 20-30 X 14–20 Elipsoid – ovoid 17-26 X 13-20 Subspherical 12-20 X 9-17 Elipsoid jarang ovoid 22-39 X 17-26 Ovoid 18-27 X 13-18 Ovoid – ellipsoid 25-45 X 18-28 ada mikropil Ovoid – elipsoid 14-26 X 12-21 Elipsoid – agak bundar 13-22 x 11-16 KELINCI.

tyzzeri) sedang Hagani Apatogen Mivati Agak patogen usus halus . Eimeria yang menginfeksi ayam NO 1 SPESIES EIMERIA Tenella (avium.sekum usus halus (seka – rektum – kloaka) ½ usus halus posterior ½ usus halus anterior usus halus anterior dan rektum KALKUN.agak patogen 9 10 neoleporis agak patogen piriformis patogen Usus halus posterior – usus besar Usus besar 19-37 x 13-22 ada mikropil Silindris – ellipsoid 33-44 X 16-23 ada mikropil Piriform 26-33 x 15-21 ada mikropil AYAM Telah teridentifikasi 8 – 9 spesies.( PARASITOLOGI VETERINER I) 26 . globosum) PREDILEKSI EPITEL sekum UKURAN OOKISTA Ovoid 14–31 X 9–25 Ovoid 12– 9 X 11–24 Ovoid 12-23 X 8-17 Ovoid 20-25 X 16-20 Agak bulat 10-21 X 9-18 Ovoid 14-34 X 12-26 Ovoid 21-42 X 16-30 Ovoid 16-21 X 14-19 Elipsoid – ovoid 11-20 X 12-17 ada mikropil 2 3 4 5 6 7 8 9 paling patogen Necatrix patogen Acervulina (diminuta) Sedikit patogen Praecox apatogen Mitis (beachi) Agak patogen Brunette nyata sekali Maxima (identata. tenellum. Telah teridentifikasi beberapa spesies Eimeria yang menginfeksi kalkun NO 1 SPESIES EIMERIA Adenoeides PREDILEKSI EPITEL Usus halus posterior (sekum dan UKURAN OOKISTA Ellipsoid – ovoid BAHAN AJAR PROTOZOA. bracheti.sekum usus halus anterior 1/3 usus halus anterior usus halus posterior .

itik. angsa. Tyzzeria dan Cryptosporidium). rektum (seka) ½ usus halus (seka. dan Famila Sarcocystidae Genus ( Toxoplasma) secara skematis seperti tabel berikut : Famili Genus Σ Sporokista Σ Sporozoit Kisaran Ukuran (Mikron) BAHAN AJAR PROTOZOA. Isospora.( PARASITOLOGI VETERINER I) 27 .Sangat patogen 2 3 4 5 Meleagrimitis sedang Dispersa Sedikit patogen Gallopavonis sedang Meleagridis apatogen rectum) Usus halus atau sepanjang usus Usus halus Ileum. merpati dan parkit. Ookista bersporulasi Famili Eimeriidae Genus (Eimeria. Setiap jenis induk semang terinfeksi oleh jenis tertentu dan tidak dapat ditularkan ke jenis lainnya. rektum) 19-31 X 13-21 mikropil (kadang-kadang) Hampir bulat (subspherical) 16-27 X 13-22 Ovoid 22-31 X 18-24 Elipsoid 22-23 X 15-19 Elipsoid 19-31 x 14-23 ANGSA SPESIES EIMERIA Truncate Sangat patogen PREDILEKSI EPITEL Lebih banyak tubulus ginjal dibandingkan usus halus UKURAN OOKISTA Ovoid dgn ujung kecil 14-27 x 12-22 mikropil + topi Jenis Eimeria lain juga ditemukan menginfeksi burung merak.

Hoare). tetapi kistanya bisa ditemukan didalam intraseluler dari berbagai tipe sel termasuk neuron. endozoit (Vivier. babi. selaput fetus dan lekosit dari : ayam. tetapi sesudah sporulasi (selama 2 – 3 hari pada suhu 24oC) berukuran 11 – 14 X 9 – 11) mikron dan berisi 2 sporokista berbentuk elips berukuran 8. Mempunyai organela kompleks apical dengan 22 – 30 mikrotubulus subpelikuler. sedangkan bradizoit adalah bentuk kista yang perbanyakannya secara lambat pada infeksi kronis. Pada infeksi akut bisa ditemukan di dalam darah atau eksudat peritoneum. PREDILEKSI. tropozoit. parenkim hati. Kelompok merozoit (endozoit atau takizoit) dapat ditemukan pada sel parenteral dan disebut pseudokista.Eimeridae Sarcocystidae Eimeria Isospora Tyzzeria Cryptosporidium Toxoplasma 4 2 tidak ada tidak ada 2 2 4 8 4 4 9-25 X 12-30 17-29 X 15-43 10-16 X 9-14 1. SPESIES Toxoplasma gondii. Gamon kemudian memperoduksi makrogamet dan mikrogamet yang bersatu untuk membentuk Ookista yang keluar bersama tinja. endotel. sedangkan stadium parenteral terjadi pada berbagai varitas hewan Merozoit bentuknya seperti bulan sabit atau bentuk pisang dengan satu ujung runcing dan lainnya membulat berukuran 4 – 8 X 2 – 4 mikron. dan manusia BAHAN AJAR PROTOZOA. domba. mikronemanya tidak lebih dari 50 dan roptrinya 5 – lebih dari 20. Pada infeksi kronis. Ookista. mikroglia. takizoit (Frenkel).5 11-14 X 9-11 MORFOLOGI. merozoit. endotel. intraseluler dari berbagai tipe sel termasuk neuron. masing – masing dengan 4 sporozoit berukuran 8 X 2 mikron dan sebuah residu. otot jantung dan otot kerangka. kambing. zoit adalah bentuk perlipat gandaan yang cepat dari infeksi akut Toxoplasma.5 . jantung dan epitel kelenjar. parenkim hati. mikroglia. kista yang berisi kistozoit (bradizoit) dan berubah menjadi gamon juga pada sel epitel usus. hospes definitifnya hanya kucing dan felidae lainnya.5 X 6 mikron. Sampai saat ini Ookista hanya dibentuk pada sel usus dari kucing. reticulum.( PARASITOLOGI VETERINER I) 28 . otot jantung dan otot kerangka. reticulum. yang baru keluar bersama tinja berbentuk bola. selaput fetus dan lekosit. jantung dan epitel kelenjar.

di luar tubuh penderita ookista mengalami Sporogony (pembentukan sporozoit). Sporozoit selanjutnya akan memasuki jaringan serta organ. babi). atau hospes selain felidae seperti (ayam. seperti (ayam. kambing. Zygot akhirnya berkembang lebih lanjut akhirnya terbentuk ookista dan keluar dari dalam tubuh hospes. kambing. sehingga di dalam setiap ookista akan terbentuk 2 sporokista.SIKLUS HIDUP Ookista kelaur bersama tinja kucing atau felidae lainnya. domba. BAHAN AJAR PROTOZOA. disebut Takizoit jika memperbanyak diri dengan cepat dan bradizoit jika perbanyakan dirinya sudah lambat). di dalam saluran pencernaannya akan terbebas sporozoit. domba. masing-masing mengandung 4 sporozoit (ookista bersporulasi atau ookista infektif ). Merogony berlangsung beberapa kali sampai akhirnya mengalami Gametogony (pembentukan gamet) (makro-mikro)-gamet terjadi perkawinan sexual secara nyngamy terbentuk zygot. Pada hospes selain felidae. Sporozoit dan memasuki sel epitel usus (felidae). selanjutnya melindungi diri dengan membentuk dinding pelindung sehingga disebut kista bradizoit.( PARASITOLOGI VETERINER I) 29 . selanjutnya mengalami Merogony dan akhirnya terbentuk Merozoit. babi) di dalam saluran pencernaan akan terbebas sporozoit. Bradizoit akan tertahan di dalam jaringan atau organ. Ookista infektif jika tertelan bersama makanan atau minuman oleh felidae. selanjutnya mengalami Merogony (pembentukan merozoit.

anggota bergerak menggunakan kaki semu (pseudopodia). Famili : Sarcocystidae dan Genus : Neospora (Uniprot. kambing. 1999). dan hanya kadang-kadang menggunakan flagella dalam lingkungan BAHAN AJAR PROTOZOA. Consortium. (Honigberg and Balamuth. 1963) Pendahuluan.Neospora caninum pertama kali ditetapkan sebagai penyebab abortus pada sapi sejak 1984 (Dubey. Phylum Sarcomastigophora. 2009). Neospora caninum hospes definitifnya Anjing tetapi Toxoplasma gondii hospes definitifnya Kucing dan felidae lainnya. kuda) dan pada sapi bisa menimbulkan keguguran. Kista bradizoit berpredileksi di dalam jaringan dan organ (domba. Ordo : Eucoccidiorida. Subordo : Eimeriorina. hanya saja hospes difinitifnya yang berbeda.( PARASITOLOGI VETERINER I) 30 . Sistimatikanya sebagai berikut : Phylum : Apicomplexa. Secara morfologi dan siklus hidup Neospora caninum mirip dengan Toxoplasma gondii. Subkelas : Coccidiasina. Kelas : Coccidiasida.

memiliki 2 buah inti dengan kariosom (endosome) yang terdiri atas 6 butir kromatin BAHAN AJAR PROTOZOA. Cara mendapatkan makanan secara holozoic. Perbanyakan secara aseksual dengan pembelahan ganda. Famili : Endamoebidae (Amoeba). Kebanyakan membentuk kista. 1871) Subfilum Sarcodina memiliki ordo Amoebida (Ehrenberg. Klasifikasi. dengan memakan bakteri. Anggotanya yang terpenting : (1) Entamoeba. 1830). Vahlkampfiidae dan Hartmanellidae . Famili Endamoebidae terkenal dengan Amoeba yang berpredileksi di dalam saluran pencernaan vertebrata dan invertebrata. protozoa dan metazoa kecil. (Schmarda. (2) Endolimax. memiliki Subfilum Sarcodina dan Mastigophora. (3) Iodamoeba dan (4) Dientamoeba (3) AMOEBA GENUS IDENTIFIKASI BERDASARKAN STRUKTUR INTI Selaput intinya dibatasi oleh butir-butir kromatin. Hanya beberapa yang bersifat parasitik.khusus. sedangkan kariosum (endosome) tampak padat dan terletak di tengah atau di tepi inti Entamoeba Endolimax Iodamoeba Dientamoeba Kariosum (endosome) bentuknya tidak teratur dan terletak di tepi inti Kariosum (endosome) bentuknya khas karena berukuran besar dan dikelilingi oleh bulatan – bulatan (di = dua).( PARASITOLOGI VETERINER I) 31 .

anjing. coli pada (manusia. dan mungkin babi). primata.( PARASITOLOGI VETERINER I) 32 . Spesies : ENTAMOEBA HISTOLITICA menginfeksi (manusia. gallinarum pada ayam. anatis. E. E. Spesies : E. equi. menginfeksi (bebek) Kelompok Coli : jumlah inti pada kista ada 8 buah. E. primata. Jenisnya dapat dibedakan berdasarkan susunan inti kistanya Kelompok histolitica : jumlah inti pada kista 4 inti. wenyoni pada kambing. menginfeksi (kuda) E. hartmanni. intinya vesikuler dengan sebuah endosoma. anjing) E. kucing dan jarang pada babi). kalkun dan unggas lain Kelompok bovis : kista ditemukan dengan 1 inti. BAHAN AJAR PROTOZOA. anjing.Predileksi : Morfologi Spesies Sal cerna Vertebrata dan Invertebrata Bentuknya berubah-ubah. menginfeksi (manusia. primata lain.

suigingivalis pada babi. ovis pada domba dan kambing. kucing. yaitu Tropozoit. primate lain. dapat berkembangbiak dan aktif mencari makanan menggunakan pseudopodinya sehingga bentuknya tidak tetap berdiameter 12 – 30 mikron. sel lekosit dan sisa jaringan yang membuktikan protozoa dalam stadium aktif BAHAN AJAR PROTOZOA. E. binatang pengerat dan babi. Di dalam endoplasma sering ditemukan sel-sel darah merah.5 mikron. bovis pada sapi. Tanda menciri (karakteristik) aktif bergerak dengan pseudopodia.Spesies : E. E. gingivalis pada manusia. Secara eksperimental bisa menginfeksi binatang pengerat. E. Selain itu. ektoplasmanya jernih. tikus dan kelinci MORFOLOGI Selama hidupnya bisa ditemukan dalam 2 bentuk. suis pada babi dan mungkin manusia. dengan satu inti berbentuk lonjong berukuran 4 – 7 mikron (tidak nampak kalau tanpa pewarnaan). sedangkan endoplasmanya berbutir – butir (granuler). Umumnya bersifat komensal di dalam lumen usus halus kera. Spesies : E. Selaput inti yang tipis dan dibatasi oleh butir-butir kromatin yang halus dan rata. anjing. dibagian tengah (central) inti ditemukan kariosum (endosome) tampak berupa titik kecil dan dikelilingi oleh bagian terang disebut ”halo” dengan diameter kira-kira 0. chattoni pada kera dan mungkin manusia Kelompok gingivalis : tidak pernah membentuk kista. dan Kista Trofozoit merupakan bentuk yang aktif. 10 – 60 mikron. equibuccalis pada kuda tertelannya kista atau bentuk tropozoit Penularan Scaudinn. kucing.( PARASITOLOGI VETERINER I) 33 . E. E. 1903 Merupakan satu – satunya spesies entamoeba yang menyebabkan disentri pada manusia. anjing.

kera di seluruh dunia. berinti 1 – 4 tidak mengandung glikogen maupun badan kromatid. genus Endolimax berpredileksi di dalam usus besar manusia dan beberapa binatang dan sering ditemukan pada tinja penderita diare atau disentri. Dobell. 1917 Pendahuluan. sitoplasmanya berbutir-butir (2). berukuran 10 – 20 mikron dengan rata – rata 12 mikron. Kista berbentuk lonjong berukuran 8 – 9 mikron. Endolimax ratti. merupakan ameba kecil dengan inti vesikuler dan bentuknya berubah-ubah (tidak tetap) (4).( PARASITOLOGI VETERINER I) 34 . manusia. Pada awal kista. menginfeksi sekum marmot. Spesies : Endolimax nana. dan yang sudah matang berjumlah antara 1 – 4 buah. bentuknya umumnya bulat dengan dinding kista dari hialin. menginfeksi sekum dan kolon tikus dan Endolimax caviae. Inti kista muda berjumlah 1 – 2. kesemuanya tidak patogen. Pada kista matang kedua bentuk tersebut tidak dijumpai lagi. sitoplasma mengandung 1 – 4 buah badan kromatoid. Ada yang berukuran kecil disebut (minutaform) berukuran antara 6 – 9 mikron dan bentuk besar disebut (magnaform) berukuran antara 10 – 15 mikron. menginfeksi di dalam sekum dan kolon. Tropozoit berukuran 8 – 9 mikron (3) 6 – 15 mikron (2).Kista. 1919 BAHAN AJAR PROTOZOA. kariosum (endosom) besar dengan bentuk tidak teratur terletak di tepi inti menempel pada selaput inti. 5 – 20 mikron . juga dapat dijumpai adanya masa glikogen yang pada pewarnaan Iodine berwarna coklat. babi. Kuenen dan Swellengrebel.

1963 BAHAN AJAR PROTOZOA. Ordo Amoebidae. Ektoplasmanya terang tidak terpisah jelas dengan endoplasma yang berbutir-butir. Trofozoit panjangnya 9 – 4 mikron dan kista 8 – 10 mikron. Tropozoit : berukuran 9-14 mikron. SPESIES. hidup bebas dan tidak parasitik pada hewan. monyet dan kera dan induk semang asli kemungkinan babi. Zulueta. 1917. SPESIES Iodamoeba buetschlii (tidak pathogen) berpredileksi di dalam usus besar manusia.4). 1931). Kista. dikelilingi oleh suatu ruangan berbentuk gelembung berisi satu lapisan butir-butir periendosomial kirakira di pertengahan antara endosoma dan selaput inti. merupakan amoeba berukuran kecil dan sering terlihat memiliki 2 inti (ganda) (2.( PARASITOLOGI VETERINER I) 35 . 1917) hidup bebas di dalam air mengalir dan air tergenang. Intinya relatif bulat besar dan biasanya berisi kariosum (endosome) sentral besar. Famili lainnya adalah Hartmannellidae (Volkonsky. entoplasmanya berbeda dengan Endoplasma.Pendahuluan. genus Iodamoeba intinya vesikuler dengan kariosum (endosum) sentral berukuran besar. berinti tunggal di dalamnya ditemukan butir – butir periendosomal yang biasanya telah berkumpul menjadi kelompok yang berbentuk bulan sabit (2) atau bulatan – bulatan (3) pada sisi endosoma. memiliki kariosum (endosoma) yang terdiri dari 4 – 8 butir kromatin dihubungkan dengan selaput inti oleh untaian yang halus Hanya ditemukan dalam bentuk tropozoit. Salah satu genusnya Naegleria pernah dilaporkan menyebabkan meningoencephalitis pada manusia. berukuran 2-33 mikron. tetapi dapat berukuran 4 – 20 mikron. selain memiliki ordo Amoebida. Jepps dan Dobell. Dientamoeba fragilis. PHYLUM SARCOMASTIGOPHORA Hinigberg dan Balamuth. berpredileksi di dalam sekum dan kolon manusia dan kera dan tidak patogen. 1918 PENDAHULUAN. juga Vahlkampfiidae (Follos. Predileksi : genus Iodamoeba berpredileksi di dalam saluran pencernaan manusia dan binatang.

1905 BAHAN AJAR PROTOZOA. stadium tropozoit bergerak menggunakan satu atau lebih flagela. anggotanya yang terpenting Trypanosoma. Famili Hexamitidae dengan genus terpenting (Giardia) dan Hexamita. Leishmania (5). Leptomonas. Crithidia. Famili Monocercomonadidae dengan genus terpenting (Histomonas) dan Monocercomonas. tetapi ada juga yang berinti lebih dari satu. Subphylum Mastigophora memiliki satu Kelas: Zoomastigophorea dan memiliki 2 Ordo : Kinetoplastida. dan Trichomonadida Ordo Kinetoplastida memiliki Famili : Trypanosomatidae dan Genus : Trypanosoma. Trichomonas) Trichomitus. anggotanya Tritrichomonas. Dari sekian genus yang ada. Ordo Trichomonadida. HAEMOFLAGELATA FAMILIA TRYPANOSOMATIDAE Doflein. Phylum Sarcomastigophora dapat dibedakan menjadi 2 Subphylum Mastigophora (flagelata) dan Sarcodina (pseudopodia) SUBPHYLUM MASTIGOPHORA Diesing. Tetratrichomonas dan Pentatrichomonas. familia Trypanosomatidae dapat dibedakan menjadi 2 kelompok : a. b.Pendahuluan. pergerakannya menggunakan flagella atau pseudopodia.( PARASITOLOGI VETERINER I) 36 . 1901. Famili Cochlosomatidae dengan genus Cochlosoma Berdasarkan Predileksinya. Giardia. Familia yang sampai saat ini belum menimbulkan gangguan dan tidak dibahas lebih lanjut antara lain Famili Retortamonadidae dengan genus Retortamonas dan Chilomastix. Trichomonas. Emend. reproduksi secara aseksual (pembelahan ganda longitudinal) dan seksual (singami) KLASIFIKASI. Phytomonas. Hemoflagelata : hidup di dalam darah. limfe dan jaringan. Grobben. hanya genus Trypanosoma yang terpenting di Indonesia dan yang akan dibahas lebih lanjut. hidup di dalam usus dan rongga – rongga badan atau lokasi lain. Flagela lainnya. Herpetomonas. memiliki Famili Trichomonadiae dengan genus : terpenting (Tritrichomonas. 1866 Subphylum Mastigophora (Flagelata). protozoa yang termasuk ke dalam filum Sarcomastigophora anggotanya umumnya berinti tunggal.

1843 BAHAN AJAR PROTOZOA. berbentuk memanjang mempunyai satu inti (Nu) yang terletak sentral dan satu fagela (Fg) panjang yang keluar dari bagian anterior tubuh dimana terletak Kinetoplas (kt). 2. Epimastigote (Kritidia). bentuk tubuhnya memenjang dengan Kinetoplas (kt) yang terletak di depan inti (Nu) yang letaknya sentral. ditemukan pada serangga penular (3) GENUS TRYPANOSOMA Gruby. mempunyai Undulating membrane (um) yang pendek dan menghubungkan Flagela (Fg) dengan tubuh parasit (3). bentuk ini tidak mempunyai flagela (3) Promastigote (Leptomonad). morfologinya mirip dengan bentuk tripanosoma. memanjang dan melengkung. adalah stadium berbentuk bulat atau lonjong. mempunyai inti (Nu) yang terletak sentral dengan Kinetoplas (Kt) terletak dekat ujung posterior dan dengan Flagel yang membentuk dua sampai empat kurva undulating Membrane(um) (3). satu kinetoplas (kt). Amastigote (Leishmania) Promastigote (Leptomonad) Epimastigote (Kritidia) Trypomastigote (Trypanosoma) dan Trypanosoma Metasiklik (3) AMASTIGOTE (Leishamnia). Trypomastigote (Trypanosoma). 3. familia trypanosomatidae mempunyai bentuk yang berbeda – beda. Trypanosoma Metasiklik.MORFOLOGI. 4. tubuhnya langsing.( PARASITOLOGI VETERINER I) 37 . akan tetapi mempunyai ukuran yang lebih kecil. Bentuk ini tidak mempunyai Undulating membrane (3). dan satu basal body (benda para basal) (bb). antara lain : 1. mempunyai satu inti (Nu).

T. venezuelense BAHAN AJAR PROTOZOA. T. Lewisi. hanya beberapa bisa hidup dengan masuk (menginvasi) sel. Hippicum.5). Perkembangan Trypanosoma dimulai di mid-gut. T. Brucei) (3. Kritidia dan Trypanosoma Metasiklik. TRYPANOSOMA EVANSI Stell. T. Congolense. Trypanosoma evansi. rangeli dan T. Salivari (Gerup Anterior station. Dimorphon. Penularan terjadi secara langsung dimana saat artropoda menghisap darah penderita yang mengandung Tripanosoma. T. Lewisi Gerup.( PARASITOLOGI VETERINER I) 38 . Setelah terbentuk Trypanosoma metasiklik. Penularan terjadi dengan melalui mulut. Cara penularan Posterior stasiun gerup juga untuk : T. Uniforme. 1888 Sinonim : T. Trypanosoma penyebab penyakit yang mirip Surra di Indonesia diidentifikasi oleh Penning (1897) menginfeksi kuda di Semarang. T. pertama kali ditemukan oleh Griffiths Evans (1980) menginfeksi Kuda di India. T. Rhodesiense dan T. kurang dari (10 – 15 menit) menghisap darah hewan lainnya. T. Brucei. lalu berlangsung di daerah proventrikulus untuk kemudian terjadi di kelenjar ludah. Vivax. Penularan ke vertebrata terjadi melalui gigitan untuk (T. Stercoraria (Posterior station Gerup. Avium. Cameli. tetapi ada pula secara biologi Penularan secara mekanik. nabiasi. dimana tripanosoma yang terisap oleh artropoda penghisap darah. Suis. annamense. T. Ditularkan oleh artropoda penghisap darah. T. dimana Trypanosoma yang diisap oleh artropoda penghisap darah tidak mengalami perkembangan apapun di dalam tubuh artropoda dan daya tahan hidupnya di dalam proboscis tidak terlalu lama kira-kira 10 – 15 menit. theileri. sehingga tripanosoma yang terdapat didalam proboscis pada saat menghisap darah akan terlepas mengikuti aliran darah dan terjadi penularan Penularan secara biologi.5). Leptomonad.Genus Trypanosoma umumnya hidup di dalam plasma darah dan cairan jaringan vertebrata. T. perbanyakan atau penggandaan (Siklo-propagatif) dan perkembangbiakan (propagatif). Gerup A). Pada setiap stadium tersebut dapat terjadi (pendewasaan. sehingga diberi nama Trypanosoma evansi. T. gambiense. Spesies Trypanosoma yang menginfeksi hewan yang telah teridentifikasi di Indonesia adalah Trypanosoma evansi. T. sedangkan dari laporan sebelumnya juga pernah dilaporkan. karena termakannya tinja serangga (T. 2. Simiae. perbanyakan atau penggandaan dan perkembangbiakan). T. Balbiani. akan ditemukan stadium Leishmania. di dalam tubuh artropoda mungkin hanya akan terjadi pendewasaan (siklo developmental). melaphagium. Di dalam tubuh artropoda penghisap darah. berberum.5) atau luka gigitan serangga yang tercemar dengan tinja serangga penular pada (Trypanosoma cruzi) (3. T. ada 2 tipe cara pembentukan dan penularannya antara lain : 1. Trypanosoma mula – mula berkembang di usus. T. Gerup B). Saudanense. T. kemudian akan mencapai hind-gut yang terletak di belakang. 1885. menyebabkan penyakit Surra. duttoni. beberapa spesies secara mekanik (langsung).

ruminansia kurang rentan. Kira.7 – 33. Predileksi : di dalam plasma darah dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya menggunakan glukosa sebagai sumber energi (1. Di dekat ujung tumpul ditemukan 2 buah benda yaitu Blepharoplast atau benda basal dan benda parabasal. kemudian onta.4). secara mekanik murni (trypanosoma sp) tidak mengalami perkembangan di dalam tubuh lalat (4) dan tidak tahan hidup lebih dari 10 – 15 menit didalam proboscis vektor (5) REPRODUKSI Trypanosoma memperbanyak diri dengan cara binary longitudinal fission. Bagian tubuh yang tidak mendapat flagel dan undulating membrane asal.2.( PARASITOLOGI VETERINER I) 39 . Bentuk tanpa kinetoplast mungkin ditemukan terutama sesudah dilakukan pengobatan. Lalat (Musca) Pinjal. kemudian diikuti oleh pembelahan inti. akan membentuk flagel dan undulating membrane yang baru.5 mikron). Haematobia) (1.5 mikron (rata – rata 1. anjing paling rentan. Stomoxys. Cara penularan : secara mekanik hampir semuanya ditularkan oleh lalat penghisap darah (Tabanus. kuda (hewan berkuku satu). Lyperosia. Haematopota.3 mikron (rata-rata 24 mikron) (4) 15 – 34 mikron (rata-rata 24 mikron) (5) dan lebar antara 1. Dari benda basal muncul serabut yang disebut axonema yag melanjutkan diri sebagai benang cambuk (flagelum). selain itu artropoda lain seperti nyamuk (anopheles). kedua benda tersebut dihubungkan dengan serabut halus sehingga terjadi bentuk yang sering disebut kinetoplast.4). Benda cambuk ini terikat dengan tubuh oleh selaput beralun (membarana undulans) dan akan melanjutkan diri kedepan sebagai flagellum bebas (4) Hewan peka.kira di pertengahan tubuh ditemukan inti yang bulat atau sedikit oval.2. sedangkan unggas dan manusia kebal terhadap sura (4).0 – 2. Kutu dan sengkenit (Caplak) dapat sebagai vektor. Mula – muka Kinetoplas membelah diri.MORFOLOGI Trypanosoma evansi berukuran panjang 11. Chrysops. Kemudian sitoplasma juga akan membelah diri dari ujung anterior secara longitudinal (3) SPESIES LAIN DI DUNIA NO SUB GENUS SPESIES TRYPANOSOMA HEWAN TERSERANG BAHAN AJAR PROTOZOA.

domba.( PARASITOLOGI VETERINER I) 40 . kuda.J. (1982) 1 sapi domba tikus mencit kelinci Manusia. anjing. salah satunya barangkali bertaut dengan tubuh membentuk membrana BAHAN AJAR PROTOZOA. kambing Sapi.Megatrypanum theileri (siklus biologi) 2 Megatrypanum melophagium (siklus biologi) 3 Herpetosoma lewisi (siklus biologi) 4 Herpetosoma duttoni (siklus biologi) 5 Herpetosoma nabiasi (siklus biologi) 6 Schizotrypanum cruzi (siklus biologi) 7 Schizotrypanum rangeli (siklus biologi) 8 Schizotrypanum avium (siklus biologi) 9 Duttonella vivax (siklus biologi) 10 Duttonella uniforme (siklus biologi) 11 Nannomonas congolense (siklus biologi) 12 Nannomonas dimorphon (siklus biologi) 13 Nannomonas simiae (siklus biologi) 14 Pyctomonas suis (siklus biologi) 15 Trypanozoon brucei (siklus biologi) 16 Trypanozoon rhodesiense (siklus biologi) 17 Trypanozoon gambiense (siklus biologi) 18 Trypanozoon equinum (silkus mekanis) 19 Trypanozoon equiverdum (siklus mekanis) Sumber : Soulsby. sapi. domba.L.kuda. domba. kucing Anjing burung Sapi. babi Babi. Ordo Trichomonadida tanda karakteristik (menciri) memiliki 3 – 6 flagela. E. kambing Sapi. kuda babi Ternak peliharaan Utamanya pada manusia dan juga pada antelop Utamanya pada manusia Bangsa kuda Bangsa kuda ORDO TRICHOMONADIDAE PENDAHULUAN. domba. babi Sapi. kambing.

( PARASITOLOGI VETERINER I) 41 . berkembangbiak secara aseksual biasanya pembelahan biner. babi. maka dapat dibedakan menjadi beberapa genus yang terpenting : NO 1 2 3 FAMILI GENUS Tritrichomonas Trichomonas Giardia Histomonas JUMLAH FLAGELA 3 buah 4 buah 6 buah 3 – 5 buah GENUS TRITRICHOMONAS Kofoid. cara bergerak karakteristik yaitu teramati bergerak dengan tersendat-sendat (5). kuda dan keledai (5). Berdasarkan jumlah flagela. kemudian Mazzanti (1900) di Italia (4) Morfologi. 1920 PENDAHULUAN. yang terpenting Tritrichomonas foetus (Reidmuller. dengan panjang 10 – 25 mikron dan lebar 3 – 15 mikron. juga pada zebu. lalu keluar dengan bebas di bagian tubuh posterior yang meruncing. Memiliki 3 flagela anterior dan tidak mempunyai pelta (2).undulasi. Memiliki satu atau dua inti. menginfeksi saluran kelamin sapi di Paris. Hanya ditemukan satu inti yang bentuknya oval terletak di anterior. Bentuknya piriform dengan ujung anterior bundar sedangkan posteriornya meruncing. FAMILI TRICHOMONADIDAE PENDAHULUAN. Famili Trichomonadidae umumnya predileksi di dalam saluran pencernaan (sekum dan kolon) tetapi ada juga di dalam saluran reproduksi dan tempat lain. Sebuah flagela yang paling tebal berjalan ke arah belakang sepanjang tepi tubuh dan membentuk selaput beralun (undulating membrane). Stadium aktif (trofozoit) dan bisa berbentuk kista pada beberapa bentuk (5). BAHAN AJAR PROTOZOA. 1928)(Weinrich and Emmerson (1933). Infeksi parasit tritrichomonas pertama kali dilaporkan oleh Kunstler (1888). tropozoit berbentuk buah pir. menyebabkan ”venereal bovine trichomonosis” pada sapi. Memiliki satu inti dibagian anterior tubuh dan di bagian anterior dari blepharoplast yang menyatu dengan granula basal (5).

5) GENUS TRICHOMONAS Morfologi hampir sama dengan Tritrichomonas. hati sekum sekum sekum mulut mulut Mulut. itik. vitulae. lambung. 1921) Eberthi (Martin & Robertson. sekitar gigi Vagina.7 13-27 X 8-18 6-9 x 4-8 6-11 X 3-4 BAHAN AJAR PROTOZOA. kolon dan usus halus Sekum. Reproduksi. bovis.5) dan tidak memiliki flagela bebas (5) NO SPESIES TRICHOMONAS gallinae gallinarum anseris anatis ovis felistome canistomae equibuccalis vaginalis HEWAN TERSERANG Burung merpati.( PARASITOLOGI VETERINER I) 42 . prostat. sekum. tetapi juga bisa terjadi melalui Inseminasi Buatan. mungkin babi. uterovaginalis. caballi rotunda Equi (Fantham.Aksostil nampak di pertengahan tubuh dan berakhir di ujung posterior yang mirip ekor (3. genetalis. rusa babi kuda babi kuda Ayam. uretra UKURAN Panjang X Lebar 6-19 X 2 -9 9-15 X 5-9 8 X 4. bovinus. unggas lain angsa itik domba kucing anjing kuda manusia PREDILEKSI Saluran pencernaan anterior Saluran pencernaan posterior. ayam dan kalkun Kalkun. yang membedakan dditemukan 4 flagela anterior (1.4. mazannti Suis (Gruby & Delafond. kolon Sekum . kalkun PREDILEKSI Saluran kelamin Hidung. secara aseksual dengan pembelahan sederhana ”binary fission longitudinal” dan tidak terjadi perkembangan secara seksual (5) SPESIES TRITRICHOMONAS Fetus. 1911) Sumber : (2. kuda. kolon Sekum. kolon sekum UKURAN 10 – 25 mikron 9-16 X 2-6 mikron (11 x 3 mikron) 11 X 16 Mikron 7-11 X 5 – 7 mikron 11 X 6 mikron 8 – 14 – 4 – 7 mikron Equi.5) Cara penularan : pada kondisis alam penularan terjadi melalui perkawinan. 1843) HOSPES DEFINITIF Sapi.2.3.

1880) dengan genus Hexamita dan Giardia. buah per yang dibelah (5). Infeksi terjadi karena termakannya kista bersama makanan atau minuman. Jika lingkungan usus halus (duodenum) tidak sesuai dengan kondisi optimal. Tropozoit.3) Predileksi : berpredileksi di dalan duodenum dan bagian lain dari usus halus dan mungkin di dalam kolom manusia. Ditemukan 2 buah aksostil (batang median).3) Kista berbentuk lonjong. Subphylum Mastigophora salah satu famili lainnya adalah Hexamitidae (Kent. maka parasit akan berubah menjadi bentuk kista (biasanya pembentukan kista terjadi pada usus besar). 30 menit setelah infeksi kista berkembang menjadi bentuk tropozoit (3) SPESIES BAHAN AJAR PROTOZOA.2. Permukaan tubuh bagian dorsal cembung. berukuran panjang 12 mikron dan lebar 7 mikron (1. 1915) MORFOLOGI Selama siklus hidupnya terdapat dua bentuk yaitu bentuk tropozoit dan kista. 2 buah inti dan 4 pasang (8 buah) flagel . sedangkan bagian posteriornya tubuh meruncing (1. dan babi dan secara eksperimen dapat menginfeksi tikus (Rattus norvegicus). mempunyai 2 . piriform sampai elipsoid (1.GENUS GIARDIA PENDAHULUAN. semua alat – alat tubunya berpasang . Hanya Giardia dengan spesies Giardia lamblia yang akan dibahas lebih lanjut (5) GIARDIA LAMBLIA Kofoid and Christiansen. pada keadaan mendatar berbentuk bilateral simetris seperti raket badminton (3).pasangan.2). Ujung bagian anterior melebar serta membulat. kera.4 buah inti (1. parasit memperbanyak diri di dalam usus.3).( PARASITOLOGI VETERINER I) 43 . sedangkan bagian ventral cekung.2.2. tetapi Rattus rattus dan mencit tidak bisa diinfeksi (5) Reproduksi (perbanyakan diri) secara aseksual dengan pembelahan ganda (5) SIKLUS HIDUP Dalam bentuk tropozoit. 8 -14 mikron dan 6 – 10 mikron (5).

1922) Cati / felis Deschiens. hanya Histomonas meleagridis (Smith. Morfologinya juga pleomorfic berukuran lebih besar 12 – 21 X 21 – 15 mikron tetapi pergerakannya kurang aktif dibandingkan stadium invasif. 17-21 X9-12 mikron Kista12-6 X 8-9.Stadium vegetatif. 12 – 17 X 7 – 10 mikron Kista 9 – 13 X 7 – 9 mikron Trop. infeksi enterohepatitis atau ”black head”. 1895) yang terpenting dan akan dibahas lebih lanjut (5) Histomonas meleagridis.5 X 7 mikron Trop. di dekat inti ditemukan benda basal atau kinetosom tempat munculnya flagela. 10-18 X 5-9 mikron Kista 10. di dalam sekum dan hati kalkun menyebabkan penyakit Hsitomonosis. burung mutiara. dan terlihat terbungkus oleh membran yang padat. Intinya vesikuler (seperti gelembung).SPESIES GIARDIA Bovis (Fantham.1921) equi Caprae/ovis/ quadrii Canis (Hegner. 1947) dengan genus Monocercomonas dan Histomonas.2. Stadium invasif (menyerang) ditemukan pada ektra seluler luka-luka awal di dalam sekum dan hati dan pada batas luar luka lama. bentuknya pleomorfic berukuran 8 – 17 mikron dan aktif bergerak secara amoeboid (2. Bentuk berflagela. ditemukan tunggal atau berkelompok sehingga garis tepinya kelihatan agak bersudut (anguler) (2. bentuknya pleomorfic tergantung pada lokasi dan stadium penyakitnya. Bentuknya pleomorfic berdiameter 5 – 30 mikron. Bentuk vegetatif sering berkelompok secara padat sehingga menyebabkan robeknya jaringan (2.5) 4.5) 2.5mikron Trop. Famili lainnya dari Phylum Sarcomastigophora subphylum mastigophora adalah Monocercomonadidae (Kirby. ditemukan di dekat bagian tengah luka dan merupakan kelanjutan stadium invasif . Flagelum khas (karakteristik) tunggal dan pendek (2) Predileksi. 1920 UKURAN Trop. Berasarkan stadiumnya dapat dibedakan menjadi : 1. ditemukan di dalam lumen sekum dan juga di dalam biakan-biakan.( PARASITOLOGI VETERINER I) 44 . 11-19 X 7-10 mikron Kista 7-16 X 4-10 mikron Trop.5) BAHAN AJAR PROTOZOA.1925) duodenalis Sumber : (1. Stadium resisten. 13-19 X 8-11 mikron PENDAHULUAN. berdiameter 4 – 11 mikron. kurang patogen pada burung merak.5) HOSPES DEFINITIF Sapi Kuda Kambing dan domba Anjing Kucing kelinci PREDILEKSI Usus halus Usus besar Usus halus Usus halus bagian atas Usus halus dan usus besar Usus halus HISTOMONAS Tyzzer. burung puyuh dan burung lainnya yang menyerupai ayam (2.5) 3.

Di dalam sitoplasma ditemukan vacuola kontraktil. Balantidium coli aktif bergerak dan berpindah jika BAHAN AJAR PROTOZOA. 1862)(3) MORFOLOGI Tropozoit berbentuk oval sampai lonjong (3). Histomonas sp mula-mula menyerang zona germinal dari varium dan berkembang secara ektra-seluler. Mempunyai 2 inti. umumnya memiliki 2 inti. Trichostomatorida. Pendahuluan. hidup di dalam usus besar (sekum dan kolon). Makronukleus berbentuk seperti ginjal (sosis) dan mikronukleus berbentuk bintik-bintik kecil yang letaknya pada cekungan makronukleus.Siklus hidup. Suctoriorida. Dalam Levine (1990) Phylum ciliophora memiliki ordo (Prostomatorida. Cara lain penularan Histomonas sp adalah melalui cacing tanah. Stein. Cara penularan yang lebih penting adalah tertular melalui telur cacing sekum Hetarakis gallinarum. kera (1. dimana jika cacing tanah menelah telur cacing heterakis gallinarum yang telah terinfeksi Histomonas sp. kecuali pada bagian anterior ditemukan cekungan yang disebut (”peristom”) tempat bermuaranya mulut (”sitostom”) silianya agak lebih panjang (disebut aural silia). anggota dari filum Ciliophora bergerak dengan menggunakan cilia. Makronukleus berhubungan dengan fungsi fisiologis dan Mikronukleus berperan dalam reproduksi (perbanyakan) (2. Entodiniomorphidorida) dengan beberapa genus yang kesemuanya sampai saat ini belum penting dipelajari. (mikronukleus dan makronukleus). jarang pada anjing dan tikus (2) (Malmstem. babi. bersifat zoonosis. ellipsoid (2). bentuk lonjong dengan panjang 60 – 70 mikron dan lebar 40 – 50 mikron (1) ovoid (30-150 X 25-120 mikron). Tubuhnya tertutup oleh deretan silia longitudinal agak miring (2). 1857. reproduksi dengan pembelahan menjadi dua. manusia.( PARASITOLOGI VETERINER I) 45 . Cara penularan : tertelannya tropozoit (tetapi tropozoit tidak dapat hidup lebih dari beberapa jam setelah keluar bersama tinja). selanjutnya menembus oositoosit yang sedang berkembang dan akhirnya ditemukan di dalam telur dan sebagai sumber penular. Balantidium dan spesiesnya Balantidium coli tersebar di seluruh dunia.3). karena belum menimbulkan gangguan kesehatan ternak (2) Hanya dari kelas Kinetofragminophorea dengan genus Balantidium dan dari Ordo Rickettsiales dengan genus Anaplasma yang menimbulkan penyakit pada hewan dan akan dibahas lebih lanjut. vakuola makanan.3). Perbanyakan aseksual secara pembelahan sederhana (biner ) secara tranversal dan perbanyakan seksual secara konyugasi (3).

dilihat secara mikroskopis dan jika lingkungan tidak optimum akan berubah membentuk kista (1. maka Neuraminidase yang dihasilkan oleh Balantidium coli akan berdampak memperparah terjadinya kerusakan (terbentuk ulkus dengan Balantidium coli ada di dalamnya) (2). sitoplasmanya berbutirbutir (granuler). 40 – 60 mikron (2. kerbau. Balantidium coli. ANAPLASMA PENDAHULUAN Anaplasma menyebabkan anaplasmosis pada hampir semua hewan berdarah panas seperti . unta. kambing. sapi. Bila kista tertelan bersama makanan atau minuman. hidup komensal dan tidak bisa merusak selaput lendir usus besar. sedangkan manusia adalah hospes isidental (1) SIKLUS HIDUP Penularan melalui kista. Bentuk bulat berukuran : 50 – 60 mikron (1). tetapi jika ada penyebab lain yang mendahului merusak mukosa.3) Kista berbentuk bulat sampai lonjong. rusa. di dalam usus besar akan berkembang menjadi bentuk tropozoit. keledai.3). domba. berwarna hijau kekuning-kuningan (3). Spesies anaplasma yang telah diidentifikasi di Indonesia antara lain : BAHAN AJAR PROTOZOA.( PARASITOLOGI VETERINER I) 46 . anjing dan hewan liar lainnya. babi. ditemukan juga makronukleus berbentuk seperti ginjal (sosis) dan mikronukleus (1) Stadium kista dan tropozoit bisa ditemukan dalam hospes alaminya adalah babi. kuda. Di dalam mukosa usus atau lumen usus besar akan memperbanyak diri dengan pembelahan ganda tranversal atau konjugasi dan jika lingkungan usus besar tidak menguntungkan akan segera berubah menjadi bentuk kista (1).

Anaplasma marginale. sampai saat ini Anaplasma sp sudah teridentifikasi menginfeksi hampir semua ternak berdarah panas seperti (1) MORFOLOGI Dengan mikroskop cahaya. dengan pewarnaan Romanowsky nampak berwarna merah gelap di dalam eritrosit. domba. Anaplasma sp berbentuk sperikal kecil dengan ukuran 0. Pada tahun 1918 menyerang sapi di Sumatera Utara dan tahun 1934 juga menyerang sapi di daerah Bojonegoro dan Madiun. anjing dan hewan liar lainnya (3) CARA PENULARAN Anaplasmosis ditularkan oleh caplak. BAHAN AJAR PROTOZOA. unta. Chilodonella. kastrasi menggunakan alat yang sama tanpa pembersihan terlebih dahulu. kambing. Tidak mempunyai sitoplasma. kerbau. Ehrlichia (3) tidak parasitik sehingga tidak dibahas lebih lanjut. tetapi secara samar-samar terlihat adanya halo (suatu ruangan halus yang menge lilinginya) (3) HEWAN TERINFEKSI Menginfeksi sapi.( PARASITOLOGI VETERINER I) 47 .5 mikron. Ambiphyra. Grahamella. Haemobartonella.2 – 0. Selain itu penularan Anaplasma secara mekanik juga terjadi pada saat pemotongan tanduk. Aegyptianella. kuda. Eperythrozoon. sedangkan Anaplasma centrale kurang pathogen. Epistylis. Paranaplasma caudate dan Paranaplasma discoides yang bersifat pathogen. lalat penghisap darah seperti Tabanus. keledai. kemudian pada tahu (1912) di daerah Cileungsi (Bogor) menyerang kerbau. babi. Juga penggunaan jarum suntik yang terus menerus pada saat vaksinasi dan pengambilan darah dapat menularkan Anaplasma. Anaplasmosis pertama kali dilaporkan menyerang sapi dan kerbau (1897). rusa. Stomoxys dan nyamuk. Anggota lainnya dari phylum Ciliophora antara lain : Ichthyophthirius. Trichodina.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful