STRATEGI UNTUK MENGANALISA DAN MASUK KE PASAR LUAR NEGERI

MATA KULIAH: BISNIS INTERNASIONAL KODE MATA KULIAH: EKU 414

OLEH: KELOMPOK 1
MADE DEWI AYU UNTARI KADEK PRAWISANTI DIRA NI PUTU LESTARI DEWI KADEK INDAH MAHESWARI IGA.A. MAS CANDRAENI NI PUTU YANI WULANDARI NI MADE AYU LESTARI (1006305069) (1006305050) (1006305039) (1006205179) (1006305022) (1006305061) (1106355004)

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS UDAYANA 2012
1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aspek penting dalam perumusan strategi internasional adalah menentukan pasar yang akan dimasuki. Dalam membuat keputusan ini, perusahaan harus mempertimbangkan banyak faktor, yang mencakup potensi pasar, persaingan, lingkungan hukum dan politik, dan pengaruh sosiokultural. Perusahaan juga harus secara hati-hati menilai biaya, keuntungan, dan risiko yang berhubungan dengan setiap pasar yang dituju. Segera setelah perusahaan memutuskan untuk melakukan ekspansi operasi internasionalnya dan telah menilai pasar luar negeri yang potensial, perusahaan harus memutuskan cara masuk dan bersaing secara efektif di pasar-pasar yang sudah dipilih. Beberapa pilihan strategis tersedia untuk melakukan ini. Memilih satu cara masuk mengharuskan penilaian yang sangat hati-hati tentang keunggulan kepemilikan yang dimiliki perusahaan, keunggulan lokasi, dan keunggulan internalisasi.

1.2

Tujuan
1.2.1 Membahas cara perusahaan menganalisa pasar luar negeri.

1.2.2

Menggambarkan proses yang dipakai perusahaan dalam memilih cara

untuk masuk ke pasar luar negeri.
1.2.3 Menguraikan bentuk-bentuk ekspor dan jenis-jenis perantara yang

tersedia bagi perusahaan dalam mengekspor barangnya.
1.2.4 Mengidentifikasi

isu-isu dasar dalam proses perjanjian lisensi

internasional dan mengetahui keuntungan dan kekurangan lisensi.
1.2.5 Mengidentifikasi isu-isu dasar dalam proses perjanjian waralaba

internasional dan mengetahui keuntungan dan kekurangan waralaba.
1.2.6 Analisa kontrak manufaktur, kontrak manajemen, dan turnkey project

sebagai cara masuk khusus ke dalam bisnis internasional.
1.2.7 Menjelaskan karakteristik Greenfield dan bentuk-bentuk akuisisi PMA. 2

1 2. Sebagai contoh misalnya. kestabilan mata uang suatu negara sangat penting bagi suatu perusahaan yang bermaksud mengekspor atau impor dari negara tersebut atau menganalisa kesempatan berinvestasi di sana. Kemudian dari informasi yang didapat dikumpulkan data yang relevan bagi lini produk yang spesifik baru kemudian perusahaan mengambil keputusan berdasarkan pada posisi produknya terhadap pesaingannya. Informasi obyek tentang topik ini dapat dengan mudah diperoleh dari beberapa sumber penerbitan di negara asal perusahaan atau di internet. PDB. Potensi Pasar Langkah pertama dalam pemilihan pasar luar negeri adalah melalui potensi pasar. baik di masa sekarang maupun potensi di masa datang.1 Analisa Pasar Luar Negeri Melakukan Penilaian Pasar Luar Negeri Alternatif Dalam menilai pasar luar negeri alternatif.BAB II PEMBAHASAN 2. perusahaan harus mempertimbangkan berbagai macam faktor. 3 . serta infrastruktur publik dari negara tujuan.1. dan faktor sosiokultural yang mungkin mempengaruhi operasi dan kinerja perusahaan. Perusahaan juga harus mempertimbangkan potensi pertumbuhan ekonomi negara: - Ukuran pertimbangan obyektif: termasuk perubahan pendapatan per kapita. a. tingkat persaingan yang akan dihadapi. Dapat diperoleh melalui media informasi yang menyajikan mengenai data tentang populasi. tingkat PDB per kapita. konsumsi energi. dan kepemilikan konsumen atas produk tahan lama seperti mobil pribadi. lingkungan hukum dan politik. yang mencakup ukuran pasar.

Keuntungan. dan kekuatan serta kelemahan. Peraturan pemerintah tentang penetapan harga dan aktifitas promosi juga perlu dipertimbangkan. perusahaan sering memfokuskan usaha awal internasionalisasi di negara-negara yang memiliki budaya yang sama dengan negara asalnya.2 Mengevaluasi Biaya. keuntungan. c. Perusahaan kemudian harus mempertimbangkan faktor-faktor ini terhadap kondisi pasar sesungguhnya dan posisi kompetitif perusahaan. perusahaan harus mengidentifikasikan jumlah dan ukuran perusahaan yang sudah bersaing di pasar sasaran tersebut. Untuk mengurangi ketidakpastian akibat faktor ini. Lingkungan Hukum dan Politik Stabilitas pemerintah juga faktor penting dalam menilai pasar luar negeri. karena sifatnya yang subyektif dan sering sulit diukur. banyak perusahaan Barat mengabaikan data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi negatif di negara-negara kawasan ini. strategi penetapan harga dan distribusi. Perusahaan dapat memilih untuk membatalkan ekspor barangnya ke negara yang memiliki tarif tinggi atau hambatan dagang lain dan memilih ekspor ke negara yang hambatannya tidak besar. Beberapa negara kurang berkembang rentan terhadap kudeta militer atau kekacauan sejenis. dan Risiko Dalam penilaian pasar luar negeri langkah selanjutnya adalah mengevaluasi biaya. Sebaliknya perusahaan-perusahaan lebih berfokus pada prospek pertumbuhan masa depan karena negara-negara ini memakai kebijakan dan program ekonomi yang baru. pangsa pasar.1. b. 2. Pengaruh Sosiokultural Manajer yang menilai pasar luar negeri juga harus mempertimbangkan pengaruh sosiokultural. baik secara individu maupun kolektif.- Ukuran pertimbangan subyektif: misalnya menyusun runtuhnya sistem ekonomi di Eropa Tengah dan Timur. Tingkat Persaingan Untuk menilai lingkungan persaingan. risiko. d. Biaya 4 .

dan kerugian finansial langsung yang disebabkan karena penilaian yang tidak akurat tentang potensi pasar. Perusahaan harus memasukkan biaya kesempatan. dan mengirimkan alat-alat dan produk barang dagangan. Keuntungan Masuk pasar tertentu dianggap menawarkan ke perusahaan banyak potensi keuntungan bagi perusahaan. Laba yang akan diperoleh perusahaan di pasar kedua ini merupakan biaya kesempatan. Karena perusahaan memiliki sumber daya yang terbatas. keunggulan lokasi. Risiko Secara umum perusahaan yang masuk kepasar baru menghadapi risiko fluktuasi nilai tukar. keunggulan bersaing (yang membuat perusahaan tetap selangkah lebih maju atau sejajar dengan pesaingnya). Keuntungan yang lain mencangkup biaya akuisisi dan manufaktur yang lebih murah (jika biaya bahan baku atau tenaga kerja lebih murah). produksi di negara tujuan dengan pabrik yang dimiliki perusahaan (PMA dan usaha patungan). 5 . kompleksitas operasi yang meningkat. perusahaan membatalkan atau menunda kesempatannya untuk memperoleh profit dan pasar kedua karena memilih masuk pasar pertama.2 Memilih Cara Masuk (Made of Entry) Cara masuk menurut teori eklektik Dunning yang memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan antara produksi di dalam negeri (ekspor). dan kesempatan untuk mencapai sinergi dengan operasi lain. atau produksi di negara tujuan yang dilakukan oleh pihak lain (lisensi. Dalam kasus yang ekstrim perushaan juga menghadapi risiko kerugian karena pengambilalihan property oleh pemerintah akibat perang atau terorisme. menutup akses pesaing masuk ke pasar tersebut (yang membatasi pesaing untuk memperoleh profit).Dalam hal ini ada dua jenis biaya yang relevan yaitu biaya langsung dan biaya kesempatan. akses ke teknologi baru. Teori eklektik mempertimbangkan tiga faktor keunggulan: keunggulan kepemilikan. waralaba. misalnya: sewa beli (leasing) atau membeli fasilitas tertentu. dan kontrak manufaktur). Di antara potensi keuntungan yang paling jelas adalah penjualan dan profit yang diharapkan dari pasar tersebut. dan keunggulan internalisasi. memindahkan manajer untuk menjalankannya. 2. masuk ke pasar tertentu mungkin menghalangi atau menunda masuk ke pasar yang lain. Biaya langsung adalah biaya yang dikeluarkan pada saat perusahaan masuk ke pasar luar negeri yang baru dan meliputi biaya untuk mendirikan operasi perusahaan.

ketersediaan sumber daya. memonitor.Faktor yang lain harus dipertimbangkan meliputi kebutuhan terhadap pengendalian. Dalam membuat keputusan perusahaan harus mempertimbangkan sifat keunggulan kepemilikan yang dimiliki perusahaan dan kemampuannya untuk menjamin hubungan kerja yang produktif dan harmonis dengan perusahaan lokal yang menjadi rekan bisnisnya. atau kontrak manufaktur. Jika produksi di dalam negeri lebih menguntungkan. maka perusahaan asing yang berusaha masuk ke pasar baru harus memiliki keunggulan kepemilikan untuk mengatasi keunggulan informasi yang dimiliki perusahaan lokal. dan melaksanakan perjanjian) sangat penting dalam keputusan ini. Tingkat biaya transaksi (biaya bernegosiasi. Penampilan mewah champagne Dom Perignon dan parfum Christian Dior keduanya produk dari LVMH Moet hennessy Louis Vuitton dari Perancis. Keunggulan lokasi Keunggulan lokasi adalah faktor yang mempengaruhi keinginan perusahaan untuk memproduksi di Negara tujuan dibanding di Negara asal. dan strategi global perusahaan. Dengan asumsi perusahaan lokal mengetahui lebih banyak informasi penting dibandingkan pesaing asing. Jika biayanya murah. Jika biaya tersebut tinggi perusahaan akan mengandalkan PMA dan usaha patungan sebagai cara masuk ke pasar. walaupun asetnya lebih tidak nyata dibanding tambang bijih nikel. Keunggulan internalisasi Keunggulan internalisasi adalah keunggulan yang membuat perusahaan diharapkan menghasilkan produk atau jasanya sendiri bukan mengadakan kontrak dengan perusahaan lain untuk memproduksinya. atas bijih yang kaya nikel membuat perusahaan yang dulu dikenal sebagai internasional Nickel ini dapat mendominasi produksi nikel primer dan campuran logam. 6 . dengan dasar nikel. Perusahaan secara rutin membandingkan karakteristik ekonomi dan non ekonomi pasar dalam negeri dan luar negeri untuk menentukan lokasi penempatan fasilitas produksinya. Kepemilikan Inco. lisensi. juga memberi perusahaan Paris ini keunggulan bersaing atas pesaingnya di pasar internasional. perusahaan akan memakai waralaba. maka perusahaan akan memilih untuk masuk pasar luar negeri melalui ekspor.. Keunggulan kepemilikan Keunggulan kepemilikan adalah sumber daya nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) yang dimiliki perusahaan yang memberi keunggulan bersaing ke perusahaan itu dibanding pesaingnya. Toyota misalnya. Ltd. yang berbasis di Toronto.

keterpaparan finansial terbatas hanya pada biaya awal yang berhubungan dengan riset pasar. Pertama. Faktor lain yang mungkin mempengaruhi pilihan cara masuk. misalnya lisensi. Sebaliknya. Strategi global perusahaan secara umum juga mempengaruhi pilihan cara masuk. Tidak ada dari kedua asset itu yang siap dijual atau ditransfer ke perusahaan lain maka Toyota memakai PMA dan usaha patungan daripada waralaba atau lisensi untuk produksi mobilnya di luar negeri. perusahaan seperti Microsoft dan Nike. Untuk mengurangi ketidakpastian ini. Perusahaan Ford yang mengeksploitasi skala ekonominya dan melakukan sinergi antara operasi domestik dan internasional mungkin lebih suka dengn cara-cara masuk yang berorientasi kepemilikan. Ekspor memberikan beberapa keuntungan ke perusahaan. Misal perusahaan kemungkinan sangat mempertimbangkan pengendalian dan ketersediaan sumber daya. perusahaan dapat memilih untuk 7 . penempatan dan pemilihan distributor lokal. Ekspor jasa mencapai nilai $1. Alternatif lain. Akan tetapi perusahaan yang kekurangan modal atau eksekutif berbakat tidak akan mampu atau tidak ingin memberikan komitmen untuk menanamkan investasi dalam jumlah besar yang memerlukan pengendalian perusahaan lebih suka cara masuk yang ekonomis menurut kemampuan finansial dan manajerial mereka.5 triliun pada tahun 2001. beberapa perusahaan mungkin lebih suka cara masuk pertama kali yang memberikan tingkat pengendalian tinggi.3 Ekspor ke Pasar Luar Negeri Ekspor adalah proses pengiriman produk atau jasa dari satu negara ke negara lain untuk digunakan atau dijual di sana. Kurangnya pengalaman di pasar luar negeri menyebabkan ketidakpastian bagi perusahaan.memiliki dua keunggulan kepemilikan yang penting: teknik manufaktur yang efisien dan reputasinya sebagai produsen mobil berkualitas tinggi. 2. perusahaan dapat mengendalikan keterpaparan finansialnya (financial exposure) pada pasar negara tujuan yang dianggap sesuai dengan keinginan. atau 20% dari total aktivitas ekonomi dunia. Dalam kasus ini. yang kekuatan kompetitifnya terletak pada fleksibilitas dan respon yang cepat terhadap perubahan kondisi pasar mungkin akan memakai semua acara yang dijamin oleh kondisi pasar di negara tujuan. Hanya sedikit atau tidak ada investasi modal yang diperlukan jika perusahaan memilih untuk menyewa perusahaan lokal di negara tujuan itu guna mendistribusikan produknya.2 triliun pada tahun 2001. dan/atau iklan lokal ditambah nilai produk dan jasa yang termasuk ke dalam pengapalan ke luar negeri. Ekspor barang dalam perekonomian dunia mencapai nilai total $6.

dan transfer intra-korporat (intracorporate transfer). sering karena kesempatan di pasar domestik semakin menurun. Bentuk-bentuk Ekspor Ada beberapa bentuk ekspor. jika Hewlett-Packard (perusahaan Amerika Serikat) membeli microchip dari intel (juga perusahaan Amerika Serikat) untuk dipakai dalam memproduksi komputer dan kemudian mengekspor komputer yang telah lengkap tersebut ke pasar Eropa. maka chip buatan Intel tersebut sudah diekspor secara tidak langsung. ekspor memungkinkan perusahaan dapat masuk ke pasar luar negeri secara bertahap. karena perusahaan harus melengkapi dan menjalankan sendiri pusat distribusinya. Perusahaan memiliki motivasi proaktif atau reaktif dalam mengekspor. biaya investasi dan keterpaparan finansial akan meningkat secara substansial. Misalnya. terutama jika perusahaan dapat mengurangi biaya produksi dan distribusi dan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Ekspor tidak langsung Ekspor tidak langsung (indirect export) terjadi ketika perusahaan menjual produknya ke pelanggan domestik yang kemudian mengekspor produk tersebut baik dalam bentuk asli maupun dalam bentuk yang sudah mengalami modifikasi. Sebagai contoh.mendistribusikan produknya sendiri agar dapat mengendalikan pemasarannya dengan lebih baik. Sedangkan motivasi reaktif untuk mengekspor adalah motivasi yang mendorong perusahaan masuk ke pasar luar negeri. perusahaan mungkin memilih untuk mengambil alih distribusi produknya dari distributor di negara tujuan itu atau membangun pabrik untuk memasok kebutuhan pelanggan di sana. sehingga perusahaan dapat menilai kondisi lokal dan menyesuaikan produknya untuk memenuhi kebutuhan istimewa negara tersebut. 1. Atau perusahaan menjual barangnya ke pedagang grosir domestik yang kemudian menjualnya ke 8 . Kedua. merekrut pegawai. dan memasarkan produknya. yang mencakup ekspor tidak langsung (indirect exporting). Jika perusahaan memilih pendekatan ini. perusahaan dapat menaikkan biaya penjualan karena peran perantara dihilangkan. Akan tetapi. Motivasi proaktif adalah motivasi yang menarik perusahaan ke pasar luar negeri karena adanya kesempatan di sana. ekspor langsung (direct exporting). perusahaan dapat memakai pengalaman ini sebagai dasar untuk masuk ke pasar tersebut dengan lebih ekstensif. Jika ekspornya diterima dengan baik oleh konsumen negara tujuan tersebut.

transaksi ini dihitung sebagai ekspor Kuwait dan impor Australia. Perusahaan juga dapat melakukan penjualan ke anak perusahaan lokal suatu perusahaan asing yang kemudian mengirim produk tersebut ke luar negeri. perusahaan memperoleh keahlian yang sangat bernilai tentang operasi internasional dan pengetahuan khusus tentang setiap negara tempat perusahaan itu beroperasi. namun keuntungan dari transaksi ini tetap masuk ke perusahaan Inggris. Dan kesuksesan ekspor sering menghasilkan kesuksesan ekspor tambahan lainnya. Transfer intrakorporat Bentuk ketiga aktivitas ekspor adalah transfer intrakorporat yang menjadi semakin penting karena ukuran perusahaan multinasional semakin meningkat. Transfer ini menghasilkan 40% seluruh ekspor dan impor barang Amerika Serikat. Beberapa aktivitas ekspor tidak langsung mencerminkan tindakan sadar produsen domestik. ekspor langsung pertama perusahaan merupakan akibat dari pesanan yang tidak diminta. mengimpor dan mengekspor barang setengah jadi dan barang9 . Meningkatnya pengalaman dalam mengekspor sering membuat perusahaan semakin agresif dalam mengeksploitasi kesempatan ekspor internasional baru. Banyak perusahaan multinasional secara berkesinambungan melakukan transfer ini. 3. 2. Transfer interkorporat (intercorporate transfer) adalah penjualan barang oleh perusahaan tertentu dalam negara tertentu ke perusahaan afiliasinya di negara lain. Sebagai contoh. Riset menunjukkan bahwa dalam sepertiga dari kasus. Melalui aktivitas ekspor langsung. ekspor langsung yang berikutnya biasanya berasal dari usaha yang dimaksudkan untuk memperluas bisnisnya secara internasional. Pengalaman seperti itu sering terbukti bermanfaat jika kemudian perusahaan itu melakukan PMA. yang berada di luar negara asal perusahaan. Dalam kasus seperti itu. dan alat yang digunakan untuk mendistribusikan produk ke pasar tersebut.perusahaan asing. Transfer intrakorporat merupakan bagian penting dalam perdagangan internasional. Namun. Ekspor langsung Ekspor langsung (direct exporting) terjadi melalui penjualan ke pelanggan. perusahaan secara aktif memilih produk yang akan dijual. ketika British Petroleum mengirimkan minyak mentah dari fasilitas penyimpanannya di Kuwait ke anak perusahaannya di Australia. pasar luar negeri yang akan dituju. baik ke distributor maupun pemakai akhir.

dan distribusi barang-barang. negara tujuan dapat saja memberlakukan tarif dan hambatan non-tarif barang impor. Selain itu kebutuhan perusahaan untuk memperoleh umpan balik yang cepat dan berkesinambungan dari pelanggannya dapat mempengaruhi keputusan ekspor. d) Isu Distribusi Isu-isu distribusi biaya untuk mendirikan dan mengoperasikan jaringan distribusi di pasar-pasar utama memperoleh dua keuntungan yaitu perusahaan memperoleh keuntungan tambahan dari menjalankan fungsi distribusi dan perusahaan 10 . Dengan melakukan ini. dan juga biaya meyimpan persediaan dan pelanggan luar negeri. Sebaliknya. dan respon terhadap pelanggan dapat mempengaruhi keputusan ekspor. perusahaan memakai kapasitas produksi di pabrik baik di dalam negeri maupun di luar negeri dengan lebih efisien. Misalnya Hyundai memindahkan produksi computer pribadinya di Korea Selatan ke Amerika Serikat karena Hyundai perlu lebih dekat dengan pelanggan AS. pengangkutan. dan bentuk lain subsidi negara asal akan mendorong perusahaan memilih ekspor sebagai cara masuk. distribusi. sehingga mengurangi minat perusahaan untuk mengandalkan ekspor sebagai cara masuk.barang pelengkap agar menurunkan biaya produksi. c) Pertimbangan Logistik Pertimbangan logistik berupa biaya distribusi fisik dari pergudangan. pengepakan. program pembiayaan ekspor. • Pertimbangan – Pertimbangan Lain a) Kebijakan Pemerintah Kebijakan pemerintah berupa peningkatan ekspor. Misalnya dengan kebijakan ini Jepang yang memberlakukan pembatasan ekspor sukarela pada pasar mobil Jepang telah mengurangi eksport Jepang namun kebijakan ini juga mendorong produsen mobil jepang membangun pabrik perakitan di Amerika. mengkonsentrasikan produksi input di pabrik tertentu dan mengirimkan input ini ke pabrik lain ketika dibutuhkan. Ekspor merupakan lini pasokan yang lebih panjang dan meningkatnya kesulitan dalam berkomunikasi dengan pelanggan luar negeri. b) Masalah Pemasaran Masalah pemasaran seperti citra. Keputusan untuk mengekspor juga dipengaruhi oleh kebutuhan perusahaan untuk memperoleh umpan balik yang cepat dan berkesinambungan dari pelanggan.

S. jasa pengangkutan barang (mengkhususkan diri pada transportasi barang secara fisik. dokumentasi pabean. yang disebut pemilik lisensi (licensor). transportasi internasional. distribusi. Jenis-jenis perantara yang menawarkan berbagai jenis jasa meliputi: a) Perusahaan manajemen ekspor adalah perusahaan yang bertindak sebagai departemen ekspor kliennya. Perusahaan ini memberikan semua jenis jasa termasuk riset pasar. pemasaran. b) Asosiasi webb-pomerene adalah sekelompok perusahaan A. c) Perusahaan perdagangan internasional adalah perusahaan perusahaan yang ikut ambil bagian secara langsung dalam ekspor dan impor berbagai jenis barang atas kepentingannya sendiri. • Perantara Ekspor Eksportir juga dapat memasarkan dan mendistribusikan produknya di pasarpasar internasional dengan memakai satu atau lebih perantara. dan pembiayaan di negara tujuan. agen ekspor manufaktur (bertindak sebagai departemen penjualan di luar negeri bagi produsen domestik dengan menjual produk perusahaan itu di pasar luar negeri). mengatur dokumentasi pabean dan memberi jasa trasportasi bagi kliennya). 2. d) Perantara lain terdiri dari agen manufaktur (bertugas mengumpulkan pesanan domestik untuk produsen luar negeri.4 Lisensi Internasional Cara lain untuk masuk ke pasar luar negeri adalah melalui lisensi (licensing) yaitu perusahaan tertentu. broker ekspor dan impor (menghubungkan pembeli dan penjual internasional atas komoditi yang memiliki standar). biasanya atas dasar komisi). menyewakan hak 11 . yaitu pihak ketiga yang spesialisasinya mempermudahkan impor dan ekspor. Kebanyakan perusahaan ini memiliki operasi kecil yang mengandalkan jasa dari sekelompok profesional.S yang beroperasi dalam dalam industri yang sama dan diijinkan secara hukum untuk mengkoordinasikan aktivitas ekspor tanpa melanggar undang-undang antitrust A. Asosiasi ini secara langsung melakukan ekspor dengan membeli barang secara domestik dari anggotanya dan menjual barang tersebut ke pasar internasional atas nama asosiasi.mempertahankan pengendalian atas proses distribusi sehingga dapat menghindari masalah.

Menentukan jangka waktu perjanjian Lisensi merupakan cara yang popular untuk masuk pasar luar negeri karena biayanya murah. dan sebagai imbalannya penerima lisensi harus membayar fee. Memperoleh dengan rendah.untuk memakai property intelektualnya seperti teknologi. 1. (3) menyusun hak. Isu-isu Dasar dalam Lisensi Internasional Biasanya syarat perjanjian lisensi dituangkan secara khusus ke dalam kontrak hukum yang mendetail. atau investasi apapun. yang disebut penerima lisensi (licensee). (2) menentukan kompensasi. Lisensi juga membuat perusahaan memperoleh keuntungan dari keunggulan lokasi yang diperoleh dari proses produksi di luar negeri tanpa melibatkan kewajiban kepemilikan. hak paten. Menyusun batasan-batasan perjanjian 2. Membayar royalti ke pemilik lisensi PENERIMA LISENSI investasi ISU – ISU DASAR 1. metode kerja. pendapatan yang baru relative Memakai property intelektual untuk menciptakan produk yang akan dijual secara lokal. dan (4) menentukan jangka waktu kontrak. Menentukan Batasan Perjanjian 12 . yang mencakup isu-isu seperti (1) menentukan batasan perjanjian. Menentukan tingkat kompensasi 3. keistimewaan. dan batasan yang terdapat diperjanjian 4. keistimewaan. Menyetujui hak. Proses lisensi akan diilustrasikan pada gambar di bawah ini: PROSES LISENSI PEMILIK LISENSI Menyewakan hak untuk memakai property intelektualnya. manajerial. nama cap. hak cipta. atau merek dagang ke perusahaan lain. dan batasan-batasan.

dan Heineken tidak diperbolehkan meniru produk lain yang dimiliki oleh PepsiCo tanpa perjanjian terpisah. Misalnya. PepsiCo harus memberikan formula minuman ringannya ke Heineken. Keistimewaan. atau mengirimkannya ke luar Belanda. PepsiCo tidak boleh membuat perjanjian lisensi saingan dengan perusahaan lain untuk menjual Pepsi-Cola di Belanda. yakni persentase penjualan produk atau jasa yang dilisensikan. Tentu saja. Misalnya. mengemas dalam kemasan yang layak. 2. Untuk mencegah praktik tersebut. pemegang lisensi melaporkan penjualan yang jumlahnya lebih rendah dari sebenarnya sebagai cara untuk mengurangi fee lisensi yang harus dibayar. 3. Namun masing-masing juga ingin perjanjian ini menguntungkan bagi pihak lain sehingga kedua belah pihak mempunyai keinginan untuk menjalankan kewajiban kontraknya. Menentukan Kompensasi Kompensasi merupakan isu mendasar lain yang harus disebut secara spesifik dalam perjanjian lisensi. Heineken kemudian diijinkan untuk menambah air berkarbonasi untuk membuat minuman ini. Heineken secara eksklusif diberi lisensi untuk memproduksi dan menjual Pepsi-Cola di Belanda. Walaupun besarnya royalty sering ditentukan oleh kekuatan pasar.Pemilik lisensi (licensor dan penerima lisensi) harus menentukan hak dan keistimewaan yang diberikan dan juga yang tidak diberikan di dalam perjanjian. perjanjian lisensi biasanya membatasi kebebasan pemegang lisensi untuk memberitahukan informasi yang diperolehnya dari pemilik lisensi ke pihak ketiga. Dan Heineken juga tidak dapat mengubah formula PepsiCo. Menyusun hak. sementara penerima lisensi ingin membayar lisensi sedikit mungkin. Royalty biasanya dibayar ke pemilik lisensi dalam bentuk fee tetap. dan Batasan Isu mendasar lain yang harus dimasukkan ke dalam perjanjian lisensi meliputi hak dan keistimewaan yang diberikan ke penerima lisensi dan batasan yang diberlakukan oleh pemilik lisensi. pemilik lisensi ingin menerima kompensasi sebanyak mungkin. Kompensansi dalam perjanjian lisensi disebut royalty. dan mendistribusikan dan menjualnya di Belanda. memasarkan produk perusahaan itu sebagai produk miliknya. menentukan jenis dan bentuk catatan 13 . royalty sebesar 3% sampai 5% dari penjualan dianggap umum dan dipandang masuk akal dan wajar.

tuntutan hukum yang sangat mahal akan diterima oleh kedua belah pihak. Menentukan Jangka Waktu Kontrak Pemilik lisensi mungkin memandang perjanjian lisensi sebagai strategi jangka pendek yang dirancang untuk memperoleh pengetahuan tentang pasar luar negeri dengan biaya rendah dan risiko yang kecil. Untuk menghindari tuntutan hukum yang sangat mahal. pemegang lisensi. Selain itu. perusahaan memakai perjanjian jangka pendek. akan dapat mempelajari rahasia produksi dari pemilik lisensi atau 14 . jika jangka waktu kontrak terlalu pendek. Perhatian terakhir adalah implikasi strategis jangka panjang dari pemberian lisensi teknologi oleh perusahaan. penerima lisensi atau pemilik lisensi tidak memenuhi perjanjian. pemilik lisensi dan penerima lisensi saling tergantung satu sama lain untuk mempertahankan kualitas produk dan meningkatkan citra merek produk. perjanjian lisensi memiliki biaya kesempatan. Keuntungan dan Kekurangan Lisensi Internasional Lisensi mempunyai risiko financial yang relative rendah. Karena itu. Lisensi membatasi kesempatan pasar bagi kedua belah pihak.yang haus disimpan oleh penerima lisensi tentang penjualan produk atau jasa yang dilisensikan. Namun. Oleh karena itu. dan menentukan standar kualitas produk dan jasa yang harus diikuti. sehingga pemiliknya dapat sepenuhnya menginvestigasi kesempatan pasar dan kemampuan penerima lisensinya. perusahaan itu mungkin ingin masuk ke pasar itu sendiri setelah perjanjiannya berakhir. semakin panjang pula jangka waktu lisensinya. perjanjian lisensi harus mencantumkan secara mendetail cara pihak-pihak tersebut akan menyelesaikan perselisihan. jaringan distribusi dan/atau fasislitas produksi. semakin besar biaya investasi yang dikeluarkan oleh penerima lisensi. karena yakin tidak akan dapat mengamortisasi investasinya sepanjang umur kontrak. Akan tetapi. Lebih jauh. 4. Lisensi juga dapat membuat pemilik lisensi mempelajari lebih banyak tentang potensi penjualan produk dan jasanya di pasar baru tanpa komitmen sumber financial dan manajerial secara signifikan. dengan menghasilkan produk berdasarkan perjanjian lisensi. penerima lisensi mungkin tidak bersedia menanamkan investasi pada riset terhadap konsumen yang penting. produk dan jasa yang telah sukses di pasar internasional lain. dengan biaya riset dan pengembangan yang relative rendah. Jika penjualan produk dan jasanya bagus. Penerima lisensi mendapatkan manfaat dari kesempatan untuk membuat dan menjual.

disebut penerima waralaba (frachisee). Penerima lisensi juga dapat membangun reputasi independen karena menghasilkan kualitas dan keistimewaan pelayanan ketika beroperasi menurut kontrak. Waralaba akan efektif juga ketika faktorfaktor yang memberi kontribusi pada kesuksesan domestik dapat ditransfer ke lokasi di luar negeri. untuk mengoperasikan bisnis dengan nama pihak lain. dengan imbalan berupa fee. Waralaba adalah pilihan yang dapat diambil jika pemilik waralaba telah meraih kesuksesan dalam waralaba di pasar domestik. pemegang lisensi ini dapat melakukan ekspansi operasi ke wilayah teoriti pemilik lisensi. pemilik waralaba biasanya menerima pendapatan tetap dirambah royalti berdasarkan penjualan dari penerima waralaba karena telah menerima hak untuk memakai nama. Perjanjian waralaba memberi pengusaha independen dan organisasi. pemilik waralaba biasanya memperkenankan adanya beberapa perubahan untuk memenuhi kebiasaan dan selera lokal. investor asing harus tertarik untuk ikut terlibat dalam perjanjian waralaba. laporan finansial. perjanjian waralaba juga dimuat di dalam kontrak formal dengan beberapa persyaratan. namun begitu perjanjiannya selesai. Yang terakhir. Pemilik waralaba menyediakan merek dagang. serta jasa dukungan yang terus menerus antara iklan. Pertama. Misalnya. yang sebenarnya merupakan bentuk khusus lisensi. yang disebut pemilik waralaba (franchisor). Walaupun perjanjian lisensi membatasi area geografis tempat penerima lisensi memproduksi dan menjual produk. Akan tetapi. Waralaba (franchising) memungkinkan pemilik waralaba memiliki lebih banyak pengendalian terhadap penerima waralaba dan menyediakan lebih banyak dukungan dari pemilik waralaba kepada penerima waralaba daripada dalam kasus hubungan pemilik lisensi – penerima lisensi. ada ratusan restoran waralaba McDonald’s di Amerika sebelum pertama kalinya dibuka di luar negeri. Waralaba internasional merupakan salah satu bentuk aktivitas bisnis internasional yang berkembang pesat saat ini. sistem operasi dan reputasi produk yang terkenal. sistem ini akan dapat berjalan ketika pemilik waralaba telah sukses domestik karena keunikan produk dan prosedur dan sistem operasinya canggih. pelatihan.mengembangkan sendiri cara baru berproduksi. Penerima waralaba setuju untuk mengikuti persyaratan pemilik waralaba tentang penampilan. merek dagang. Misalnya. jasa reservasi (untuk operasi hotel). Pemilik waralaba 15 . dan prosedur operasi. Seperti perjanjian lisensi. 2.5 Waralaba Internasional Strategi populer lain dalam internasionalisasi bisnis adalah waralaba. formula dan standar operasi pemilik waralaba. Isu-isu dalam Waralaba Internasional Waralaba internasional akan sukses ketika beberapa kondisi pasar terpenuhi. dan program jaminan kualitas kepada penerima waralaba.

seperti pada lisensi. membekali dengan keahlian. baik besar maupun kecil. 2. Strategi ini mengurangi sumber daya finansial dan manusia yang 16 . kedua belah pihak menurut perjanjian waralaba harus membagi pendapatan yang diperoleh di setiap lokasi waralaba. • Kontrak Manufaktur Kontrak manufaktur (contract manufacturing) dipakai oleh perusahaan. kontrak manajemen (management contract) dan proyek turnkey (turnkey project). dan pemilik waralaba dapat melakukan ekspansi internasional dengan biaya dan risiko yang relatif rendah. McDonald’s pernah terpaksa mencabut waralaba yang diserahkan ke insvestor Perancis karena restoran itu tidak dapat mempertahankan standar yang diwajibkan oleh McDonald’s. Pizza Hut.hampir selalu membantu penerima waralaba membangun bisnis barunya. Perusahaan makanan cepat saji seperti McDonald’s. Cara-cara khusus itu di antaranya kontrak manufaktur (contract manufacturing). yang memakai sebagian besar atau seluruh sumber daya dari perusahaan lain (outsource) untuk memenuhi semua keburuhan manufaktur bagi perusahaan lain. pengendalian juga menjadi isu dalam waralaba internasional. Dunkin’ Donuts. Baskin Robbins. Misalnya ketika McDonald’s melakukan ekspansi ke Moscow. dapat memperoleh pelajaran berharga dari penerima waralaba yang dapat diterapkan tidak hanya dinegara tujuan itu. periklanan. penerima waralaba dapat masuk ke bisnis yang memiliki produk dan sistem operasi yang sudah mapan dan terbukti kesuksesannya. Pemilik waralaba juga dapat memperoleh informasi penting tentang kebiasaan dan budaya lokal pengusahan di negara tujuan yang mungkin akan sulit didapat jika tidak melakukan cara ini. dan KFC telah membuka restoran waralaba di seluruh dunia. Lebih dari itu. Pemilik waralaba lebih lanjut. Sisi negatifnya. Banyak perusahaan multinasional mengandalkan waralaba untuk internasionalisasi operasinya.6 Cara Masuk Terspesialisasi bagi Bisnis Internasional Perusahaan juga dapat memakai beberapa strategi terspesialisasi untuk ikut andil dalam bisnis internasional tanpa membuat investasi jangka panjang. dan citra perusahaan dan biasanya mampu bernegosiasi untuk membuat perjanjian yang menguntungkan dengan pemasok. McDonald’s harus mengajar para petani lokal cara menanam kentang yang sesuai dengan standar perusahaan. Keuntungan dan Kekurangan Waralaba Internasional Sisi baiknya. Waralaba internasional juga lebih rumit daripada waralaba domestik.

• Kontrak Manajemen Kontrak manajemen (management contract) adalah perjanjian yang mengharuskan perusahaan tertentu menyediakan bantuan manajerial. bisnis internasional dapat berfokus pada suatu bagian rantai nilai yang merupakan kompetensi unik dan juga memeroleh manfaat dari keunggulan lokasi yang dihasilkan oleh produksi diluar negeri. atau ukuran kualitas. perusahaan pertama menerima flat fee atau persentase tertentu dari penjualan. kontraktor memeroleh profit dari operasi dan kepemilikan proyek pada periode tertentu namun juga menanggung risiko finansial selama periode tersebut. Melalui pendekatan ini.dimiliki perusahaan yang harus disediakan dalam proses produksi. Kontrak manajemen juga menentukan bonus kinerja berdasarkan profitabilitas. 17 . misalnya proyek konstruksi pembangkit listrik tenaga nuklir. Kontrak manajemen memperkenalkan perusahaan untuk memeroleh tambahan pendapatan tanpa mendatangkan risiko atau kewajiban investasi. Dengan menggunakan pendekatan ini. keahlian teknis. misalnya melalui Eximbank di Amerika Serikat. Proyek putar-kunci (turnkey project) adalah kontrak di mana perusahaan setuju untuk merancang. atau jasa terspesialisasi kepada perusahaan kedua dalam jangka waktu yang telah disetujui dengan dasar kompensasi uang. yakni perusahaan memeroleh profit dari selisih antara biaya yang lebih rendah dengan harga tetap tersebut. mengoperasikannya dan kumudian mentransfer kepemilikan proyek tersebut ke beberapa pihak lain. dimana perusahaan membangun fasilitas. Jenis proyek putar-kunci yang semakin populer adalah apa yang disebut proyek B-O-T. membangun dan melengkapi fasilitas tertentu dan kemudian menyerahkan proyek tersebut ke pembeli ketika sudah siap dioperasikan. • Proyek Turnkey Strategi terspesialisasi lain untuk berpartisipasi dalam bisnis internasional adalah proyek turnkey. pertumbuhan penjualan. komplek dan dalam jangka waktu bertahun-tahun (multiyears). atau pada hubungan politik antara negara asal dan negara tempat proyek. Untuk jasanya tersebut. Namun bisnis internasional juga melepaskan pengendalian atas proses produksi yang dapat mengarah pada masalah kualitas atau kesulitan lain yang tidak terduga. Populernya proyek turnkey yang menguntungkan itu biasanya didasarkan pada ketersediaan pembiayaan dari pemerintahan negara asal. Kontrak putar-kunci internasional biasanya melibatkan proyek yang besar. Bandar udara atau kilang minyak. Kontrak putar-kunci biasanya memakai harga tetap.

atau kontrak manufaktur. atau jika perusahaan itu telah menentukan bahwa pengendalian perlu dilakukan untuk mengeksploitasi potensi ekonomi atas kepemilikan teknologi. perusahaan tersebut kemudian dapat melakukan ekspansi di pasar tersebut melalui kepemilikan atas fasilitas produksi atau distribusi. negara asal perusahaan dapat meningkatkan PMA. seperti negara tujuan dapat mengurangi PMA melalui pengendalian langsung atas modal asing. Penanaman Modal Asing memungkinkan perusahaan meningkatkan pengendalian atas operasi bisnis internasionalnya dan juga meningkatkan potensi keuntungan. Contohnya. Pengendalian merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaannya di luar negeri untuk mencapai sinergi strategis. Disisi lain PMA membuka perusahaan agar memiliki risiko ekonomi dan politik dan kompleksitas operasi yang lebih besar. hukum dan budaya yang berbeda dengan di negara aslinya. misalnya melalui jaminan risiko politik.2. Keputusan suatu perusahaan untuk melakukan PMA juga dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah. Perusahaan yang melakukan PMA juga harus memenuhi ketentuan standar menghadapi rintangan tambahan karena melakukannya di lingkungan politik. Perusahaan tersebut membeli atau melakukan sewa-beli tanah. Setelah memperoleh pengetahuan dan keahlian dalam operasi di negara tujuan. Banyak perusahaan dan pemerintah berpartisipasi dalam program yang menguntungkan produk dalam negeri. Strategi Greenfield (Membangun fasilitas baru) Kata greenfield berasal dari gambaran tentang proses pembangunan yang diawali dari lahan hijau yang masih kosong. banyak manajer bagian pembelian beranggapan bahwa produksi lokal menunjukkan pasokan yang dapat diandalkan pelayanan yang lebih cepat. PMA juga menguntungkan jika pelanggan negara tujuan lebih suka berhubungan dengan pabrik lokal. atau beberapa hak milik intlektual lainnya. dalam suatu studi di Inggris terhadap anak peusahaan multinasional yang berbasis di A. membangun 18 . dan komunikasi yang lebih baik dengan pemasok. dividen dan modal. Ada 3 metode PMA: 1. dan juga potensi erosi nilai investasinya jika nilai mata uang berubah kearah yang tidak diinginkan. Sama pentingnya. Strategi ini meliputi dimulainya operasi baru perusahaan dari tahap paling awal.S ternyata lebih efesien dan menjadi pesaing yang sukses di Inggris dibandingkan dengan perusahaan yang dimiliki inggris. lisensi. mengelola keahlian. terutama karena induk perusahaan di Amerika mampu menstransfer keahlian dalam teknologi dan manajerial ke perusahaan afiliasinya di inggris.7 Penanaman Modal Asing Perusahaan-perusahaan lain mengawali masuknya mereka ke pasar lua negeri melalui ekspor. waralaba.

teknologi. Riset menunjukkan bahwa semakin besar kecendrungan perusahaan untuk memilih membangun fasilitas baru daripada membeli perusahaan yang sudah ada. Dalam hal ini tanah yang diinginkan untuk lokasi mungkin tidak tersedia atau sangat mahal. strategi akuisisi tidak tidak perlu menambah kapasitas baru pada industri tersebut. mengurus peralatan yang sudah ketinggalan jaman. Walaupun transaksi yang tidak perlu diragukan lagi. Jika suatu saat terjadi kelebihan kapasitas ini merupakan suatu keuntungan. para karyawan.fasilitas baru. Komunitas lokal sering kali menawarkan insentif pengembangan ekonomi untuk menarik masuknya fasilitas semacam ini karena dapat menciptakan lapangan kerja baru. 2. Perusahaan ini juga memulai bekerja tanpa ada masalah apa pun. Perusahaan yang dibeli tersebut dapat terus menghasilkan pendapatan ketika pembeli mengintegrasikannya ke strategi internasional pembeli. perusahaan dapat memilih lokasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan membangun fasilitas yang modern dan terbaru. dan tenaga spesialis merjer dan akuisisi beberapa negara motivasi dasar akuisisi ini cukup sederhana. Dengan membeli perusahaan yang sedang berjalan. dengan membangun fasilitas baru. Perusahaan tersebut juga harus merekrut tenaga kerja lokal dan melatihnya supaya dapat memenuhi standar kerja perusahaan. mempekerjakan dan atau mentransfer manajer dan karyawan dan kemudian meluncurkan operasi baru. alat untuk mengimplementasikan perubahan strategis yang besar. Strategi Akuisisi atau Strategi brownfield (Membeli asset yang ada di luar negeri) Strategi ini adalah akuisisi perusahaan yang sudah ada yang menjalankan bisnis di negara tujuan. merek. dalam satu hal yaitu implementasi yang sukses membutuhkan waktu dan kesabaran. Strategi Greenfield memiliki beberapa keuntungan. Kadang-kadang beberapa bisnis internasional mengakuisisi perusahaan lokal sebagai alat untuk masuk ke pasar baru. Dan akhirnya. pengacara. Dalam membangun pabrik baru. atau berjuang memodifikasi peraturan kerja lama yang dilindungi oleh serikat pekerja yang keras. Akan tetapi strategi ini juga memiliki beberapa kekurangan. pembeli dapat langsung mengendalikan jalannya pabrik. Akan tetapi strategi akuisis juga memiliki beberapa kekurangan yaitu perusahaan yang 19 . insentif ini dapat mengurangi biaya perusahaan. Manajer-manajer tidak perlu berurusan dengan hutang yang asih berjalan. Dalam satu hal. perusahaan tersebut akan lebih dipandang sebagai perusahaan asing. perusahaan juga harus mematuhi berbagai peraturan nasional dan lokal dan juga mengawasi pembangunan pabrik. dan jaringan distribusi perusahaan. Dan tidak seperti strategi Greenfield. penyusun kebijakan. sangat kompleks melibatkan banker.

Usaha patungan dibentuk ketika dua atau lebih perusahaan sepakat untuk bekerja sama dan menciptakan sebuah perusahaan terpisah yang dimiliki bersama untuk meningkatkan kepentingan yang sifatnya saling menguntungkan. Usaha Patungan Bentuk lain dari PMA adalah usaha patungan. Kerjasama jenis ini semakin sesuai dengan perubahan yang cepat dalam bidang teknologi.mengakuisisi menanggung semua kewajiban finansialnya. 3. komunikasi dan kebijakan pemerintah yang melampaui kemampuan perusahaan-perusahaan internasional dalam mengeksploitasi kesempatan tersebut. dan lainya dari perusahaan yang diakuisisi. 20 . manajerialnya.

21 . pendapatan.BAB III PENUTUP 3. Bisnis Internasional ini sering mencapai sasaran ini dengan masuk ke pasar baru atau memperkenalkan produk baru ke pasar di mana mereka berada. Dan. cara masuk yang paling kompleks adalah PMA. dan waralaba internasional. dan profit. kontrak manajemen.1 Kesimpulan Tanpa memandang strateginya. kebanyakan bisnis internasional memiliki sasaran fundamental yaitu melakukan ekspansi pasar. Cara masuk yang paling banyak dipakai adalah ekspor. lisensi interansional. dan proyek putar kunci. Sedangkan ada tiga cara masuk terspesialisasi. Yaitu kontrak manufaktur.

W. Bisnis Internasional Edisi Keempat Jilid 2. Ricky.. 22 . W. Michael. Jakarta : Indeks. dan Pustay. 2006.DAFTAR PUSTAKA Griffin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful