LATIHAN KONDISI FISIK

Unsur-Unsur Kondisi Fisik: Latihan kondisi fisik memegang peranan yang sangat penting dalam program latihan seorang atlet. Program latihan kondisi fisik haruslah direncanakan secara baik dan sistematis dan ditujukan untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan kemampuan fungsional dari system yubuh sehingga dengan dengan demikian memungkinkan atlet untuk yang lebih baik. Kalau kondisi fisik baik maka aka nada : 1. Peningkatan dalam kemampuan system sirkulasi dan kerja jantung. 2. Peningkatan dalam kekuatan, kelentukan, stamina, kecepatan, dan lain-lain komponen kondisis fisik. 3. Ekonomi gerak yang lebih baik pada waktu latihan 4. Ekonomi gerak yang lebih cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan 5. Responden cepat dari organisme tubuh kita apabila sewaktu-waktu responden demikian diperlukan. A. KELENTUKAN Dalam olahraga, kalau kita bicara mengenai kelentukan atau fleksibilitas (flexibility), kita biasanya mengacau kepada ruang gerak sendi atau sendi-sendi tubuh. Lentuk-tidaknya seseorang ditentukan oleh luas-sempitnya ruang gerak sendi-sendi. Dengan demikian orang yang fleksibel adalah orang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastic. Fleksibilitas penting sekali dalam semua cabang olahraga, terutama cabang-cabang olahrga yang banyak menuntut gerak sendi-sendi sepeti senam, loncat indah, beberapa nomor atletik, permainan-permainan dengan bola, anggar, gulat dan sebagainya. Beberapa metode latihan yang dapat dipakai untuk mengembangkan kelentukan atau fleksibilitas yaitu sebagai berikut : 1. Peregangan Dinamis Metode latihan yang tradisional untuk melatih fleksibilitas adalah metode peregamgan dinamis (dinamis stretch) atau juga sering disebut peregangan balastik (balastic stretch). Peragangan dinamis biasanya dilakukan dengan menggerak-gerakkan memutar atau memantul-mantulkan anggota-anggota tubuh, demikian rupa sehingga otot-otot terasa teregangkan, dan yang maksudnya ialah untuk secara bertahap meningkatkan secara progresif ruang gerak sendi-sendi. 2. Peregangan statis Cara lain untuk mengembangkan kelentukan adalah dengan latihan peragangan statis (statis stretching). Dalam latihan statis stretch, pelaku mengambil sikap sedemikian rupa sehingga meregangkan suatu kelompok otot tertentu. Misalnya : sikap berdiri dengan tungkai lurus, badan dibungkukkan, tangan menyentuh atau mencoba menyentuh lantai. Sikap demikian meregangkan kelompo otot belakang paha. 3. Peregangan pasif Dalam metoda ini, pelaku me-rileks-kan suatu kelompok tertentu., kemudian temannya membantu meregangkan otot tersebut secara perlahan-lahan sampai fleksibilitas maksimum tercapai, tanpa keikutsertaan secara aktif dari pelaku. B. KELINCAHAN

sekitar 4-5 m cukup. dan volecity dengan speed. Seperti dikatan oleh Harsono (1988). demikian pula dapat membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi. akan tetapi seseorang dapat mengangkatnya lebih cepat daripada yang lain.Apakah kelincahan atau agilitas itu? Orang yang lincah itu adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk mengubah arah dan posisi tubuh dengan cepat dan tepat pada waktu sedang bergerak. .” (Fixx : 1985). melempar atau menendang jauh lebih efisien. Beberapa bentuk latihan untuk agalitas adalah : 1. Oleh karena itu. “power adalah hasil dari force x velocity. dan/atau membalikkan badannya dengan cepat disebabkan karena factor kelelahan. Power lebih diperlukan dan boleh dikatakan semua cabang olahraga. dimana vorce adalah sama (equivalent) dengan strength. Lari zig-zag Lari ini hampir sama dengan lari bolak-balik. Kekuatan otot adalah komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara kese luruhan. Selain itu. POWER Power adalah kemampuan otot untuk mengarahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat. jarak antara dua titik jangna terlalu jauh. akan tetapi kekuatan tersebut haruslah ditingkatkan menjadi apa yang disesbut sebagai power. Kalau jaraknya terlalu jauh. maka orang itu dikatakan mempunyai power yang lebih daripada orang yang mengangkatnya lebih lambat. C. Mengapa? Pertama. misalnya 10 m atau lebih. maka latihan tersebut sudah tidak sahih (valid) lagi untuk digunakan sebagai latihan agilitas. Dan kalau kelelahan sudah mempengaruhi kecepatan larinya. kecuali ada kekuatan terdapat pula kecepatan. atlet tidak cukup sekedar berlatih untuk meningkatkan kekuatannya saja. oleh karena didalam power. kecuali atlet harus lari melalui beberapa titik. Orang yang bisa mengangkat suatu beban yang beratnya 50 kg adalah orang yang mempunyai kelkuatan dua kali lebih besar daripada orang yang hanya bisa mengangkat beban 25 kg. dia harus berusaha untuk secepatnya untuk membalikkan diri untuk lari menuju ketitik yang lain. Ketiga. Oleh karena itu. oleh karena dengan kekuatan. Lari bolak-balik (shuttel run) Melakukan lari bolak-balik secepatnya dari titik yang satu ke titik yang lain sebanyak kira-kira 10 kali. sebelum latihan untuk power. D. atlet akan dapat lebih cepat. Kedua. “agility is not. Jadi kelincahan bukan hanya menuntut kecepatan. 2. oleh karena kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktivitas fisisk. Yang perlu diperhatikan adalah. misalnya 10 titik. Kalau dua orang individu masing-masing dapat mengangkat beban yang beratnya 50 kg. tanpa kehilangan keseimbangan dan kesadaran akan posisi tubuhnya. memukul lebih keras. Tanpa memiliki fleksibilitas orang tidak akan bias bergerak lincah. Setiap kali sampai suatu titik. orang harus sudah memiliki tingkat kekuatan otot yang baik. maka ada kemungkinan bahwa setelah lari berapa kali bolak-balik dia tidak mampu lagi melanjutkan larinya.” Kekuatan tetap merupakan dasar (basis) untuk pembentukan power. KEKUATAN (STRENGTH) Kekuatan adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan tehadap suatu tegangan. It also depends on flexibility. oleh karena kekuatan memegang peranan penting dalam melindungi otot dari kemungkinan cederah. akan tetapi fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. a matter of quickness alone. factor keseimbangan juga penting dalam agalitas. of course.

 Endurance (daya tahan) baik belum tentu stamina baik. . 4. yang diistilakannya dengan strength endurance adalah kemampuan seluruh organisme tubuh untuk mengatasi lelah pada waktu melakukan aktivitas yang melakukan strengthdalam waktu yang lama. Dick (1979) mengatakan bahwa daya tahan otot. fleksibilitas. 1. yaitu kekuatan. Fartlek d. beberapa cabang olahraga permainan dan sebagainya. Sprinting endurance adalah kemampuan daya tahan lama organisme atlet untuk melawan kelelahan yang timbul akibat beban latihan dimana intensitasnya maksimal. Berbagai Metode Latihan untuk mengembangkan Daya Tahan Ada beberapa metode latihan untuk mengembangkan daya tahan . olahraga permainan. Yang dimaksud dengan metode tersebut ialah : a. tetapi stamina baik sudah pasti endurancenya baik.the rapidity with wich successive movement of the same kind can be made. Weight – Training c. berenagng. tinju. 3. atau kemampuan untuk menempuh sesuatu jarak dalam waktu yang sesingkatsingkatnya. dimana aktivitas tersebut harus menggunakan power untuk se-efektif mungkin dalam menghasilkan prestasi. Speed adalah”…. Panggunaannya untuk : lari jarak menengah. Kecepatan tergantung dari beberapa factor yang mempengaruhinya. 2. KECEPATAN (SPEED) Dalam banyak cabang olahraga kecepatan merupakan komponen fisik yang esensial. jadi stamina jelas lebih penting nilainya daripada daya tahan. F. Circuit – Training b. anggar. DAYA TAHAN OTOT Daya tahan otot adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi berturut-turut untuk waktu yang lama.E. lakukan 8 – 10 repetisi dan lari ekselerasi diselingi oleh lari deselarasi : contohnya. Stamina ialah kemampuan daya tahan lamanya organisme atlet dalam tempo yang tertentu. akselerasi 50 m – deselerasi 30 m – akselerasi 40 m – deselerasi 30 m dan seterusnya. permainan. dan tidak hanya sematamata berlatih kecepatan saja. Speed endurance (local muculus endurance) adalah kemampuan tahan lamanya organism atlet untuk melawan kelelahan yang timbul akibat beban latihan submaksimal intensitasnya.” (Oxindine 1968). dan kecepatan reaksinya. dll. Contohnya : lari jarak ajuh. Interval sprints : jarak yang dilarikan adalah demikian rupa sehingga factor yang tahan tidak boleh berpengaruh terlalu besar terhadap kecepatan lari. dan fleksibilitas (Wilmore : 1977). gulat. dll. Cross – Country Bentuk-bentuk Utama Daya Tahan 1. Kecepatan menjadi factor penentu dicabang-cabang olahraga sepeti nomor-nomor sprint. Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis secara berturur-turut dalam waktu yang sesingkatsingkatnya. Beralatih untuk mdngembangkan kecepatan. mulai lambat makin cepat sejauh kira-kira 75 m. 2. tinju. Lari ekselerasi. Basic endurance (general endurance) adalah kemampuan daya tahan lamanya organisme atlet untuk melawan kelelahan yang timbul akibat beban latihan medium intensitasnya. waktu reaksi (reaction time). Gunanya dalam lari jarak pendek antara 10 s/d 30 detik. atlet harus pula dilatih kekuatan.

3. Itulah artikel tentang Latihan Kondisi Fisik. semoga artikel bermanfaat bagi atlet dan pelatih! Unsur-unsur Latihan Kondisi Fisik 2 . Latihan kecepatan juga penting untuk anggota-anggota tubuh yang lain. mensmes bola. Latihan dengan usaha maksimal : latihan ini baik sekali untuk membangun energy anaerobic. Misalnya melempar bola softball. dan sebagain dilakukan dengan menggerakkan anggota-anggota tubuh tersebut secara berulang-ulang dengan kecepatan yang semakin tinggi. menendang bola.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful