http://www.citragamasakti.com/artikel_detail.php?

id=16&m_id=49 Metode kualitatif berupa pengolahan citra digital yang dilanjutkan dengan interpretasi secara visual. Data citra yang digunakan adalah citra digital Landsat ETM+ path 120 row 65 saluran pankromatik dan saluran multispektral. Citra satelit direkam pada tanggal 21 Agustus 2002. Pengolahan citra yang utama dalam penelitian ini ialah penggabungan citra menggunakan algoritma PCA, Brovey, Wavelet danGram-Schmidt Spectral Sharpening. Dari beberapa algoritma tersebut kemudian dianalisis untuk memilih satu algoritma terbaik yaitu algoritma yang dapat menyajikan informasi kenampakan bentuklahan dengan baik. Interpretasi dilakukan untuk mendapatkan peta bentuklahan tentatif. Kerja lapangan menggunakan metode stratified sampling dilakukan untuk mencocokkan hasil interpretasi dan mendapatkan data lapangan. Hasil kerja lapangan digunakan untuk melakukan reinterpretasi sehingga diperoleh peta bentuklahan. Penggambaran peta dilakukan dengan mendesain peta sesuai dengan kaidah kartografis. Metode kuantitatif yang digunakan berupa uji ketelitian menggunakan metode Short (1982) terhadap peta bentuklahan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan citra Landsat ETM+ saluran Multispektral dan Pankromatik dapat meningkatkan kemudahan citra untuk diinterpretasi (interpretabilitas) dalam interpretasi bentuklahan yaitu dapat menyajikan informasi relief, drainase berupa pola aliran, sikap bidang lapisan (attitude), sesar, sumbu antiklinal atau sinklinal, batas litologi, dan warna dengan lebih baik. Berdasarkan analisis visual disimpulkan bahwa algoritma terbaik untuk menggabungkan data multispektral dan pankromatik citra Landsat ETM+ untuk pemetaan bentuklahan ialah algoritma Brovey. Tingkat ketelitian interpretasi bentuklahan pada penelitian ini ialah 84%. Bentuklahan daerah penelitian secara umum dapat dibedakan menjadi tiga bentukan asal yaitu bentuklahan asal volkanik, bentuklahan asal struktural, dan bentuklahan asal fluvial. Zona Utara  Peg. Lipatan bukit-bukit rendah  Ada Selingan Gunungapi yang berbatasan dengan dataran aluvial  Inti Geosinklinal muda  Lipatan pada Miosen atas jalur KendengRembang  Pengendapan hingga Pleistosen  Kendeng batugamping  Pantai landai dengan endapan dari Pegunungan dapat membentuk Delta

Bentuklahan Denudasional

G.1. Badland Proses denudasi merupakan proses yang cenderung mengubah bentuk permukaan bumi yang disebut dengan proses penelanjangan. Proses yang utama adalah degradasi berupa pelapukan yang memproduksi regolit dan saprolit serta proses erosi, pengangkutan dan gerakan massa. Proses ini lebih sering terjadi pada satuan perbukitan dengan material mudah lapuk dan tak berstruktur. Proses degradasi menyebabkan agradasi pada lerengkaki perbukitan menghasilkan endapan koluvial dengan material tercampur. Kadang proses denudasional terjadi pula pada perbukitan struktur dengan tingkat pelapukan tinggi, sehingga disebut satuan struktural denudasional. Proses denudasional sangat dipengaruhi oleh tipe material (mudah lapuk), kemiringan lereng, curah hujan dan suhu udara serta sinar matahari, dan aliran-aliran yang relatif tidak kontinyu. Karakteristik yang terlihat di foto udara, umumnya topografi agak kasar sampai kasar tergantung tingkat dedudasinya, relief agak miring sampai miring, pola tidak teratur, banyak lembah-lembah kering dan erosi lereng/back erosion, penggunaan lahan tegalan atau kebun campuran dan proses geomorfologi selalu meninggalkan bekas di lereng-lereng bukit dan terjadi akumulasi di kaki lereng, serta kenampakan longsor lahan lebih sering dijumpai.

Subyek: BENTUK LAHAN BERDASARKAN PROSES PEMBENTUKANNYA Wed Jul 07, 2010 3:50 am Hasil pengerjaan dan proses utama pada lapisan utama kerak bumi akan meninggalkan kenampakan bentuk lahan tertentu disetiap roman muka bumi ini . Kedua proses ini adalah proses endogen (berasal dari dalam) dan proses eksogen (berasal dari luar). Perbedaan intensitas , kecepatan jenis dan lamanya salah satu atau kedua proses tersebut yang bekerja pada suatu daerah menyebabkan kenmapakan bentuk lahan disuatu daerah dengan daerah lain umumnya berbeda. Dilihat dari genesisnya (kontrol utama pembentuknya ), bentuk lahan dapat dibedakan menjadi : • Bentuk asal struktural • Bentuk asal vulkanik • Bentuk asal fluvial • Bnetuk asal marine • Bnetuk asal pelarutan karst • Bnetuk asal Aeolen / Glasial • Bentuk asal denudasional BENTUK LAHAN ASAL STRUKTURAL Bentuk lahan struktural terbentuk karena adanya proses endogen atau proses tektonik, yang berupa pengangkatan, perlipatan, dan pensesaran. Gaya (tektonik) ini bersifat konstruktif

Akibat dari proses ini terjadi berbagai bentuk lahan yang secara umum disebut bentuk lahan vulkanik. pasang-surut. dan structural horizontal nampak datar. berukuran halus sampai kasar. BENTUK LAHAN ASAL VULKANIK Volkanisme adalah berbagai fenomena yang berkaitan dengan gerakan magma yang bergerak naik ke permukaan bumi. maka kenampakan suatu bentuk lahan fluvial lebih ditekankan pada genesis yang berkaitan dengan kegiatan utama sungai yakni erosi. ledok. berupa gunung api. karst adalah suatu kawasan yang mempunyai karekteristik relief dan drainase yang khas. dan penimbunan. tetapi terkadang hanya beberapa ratus meter saja. slock. Tetapi ada juga beberapa bentukan yang berada terpisah dari kompleks gunung api misalnya dikes. dan pertumbuhan terumbu pada pesisir ini. BENTUK LAHAN ASAL GLASIAL Bentukan ini tidak berkembang di Indonesia yangb beriklim tropis ini. BENTUK LAHAN ASAL PELARUTAN (KARST) Bentuk lahan karst dihasilkan oleh proses pelarutan pada batuan yang mudah larut. BENTUK LAHAN ASAL MARINE Aktifitas marine yang utama adalah abrasi. pengangkutan. Dengan demikian Karst tidak selalu pada Batugamping. Pengaruh marine dapat mencapai puluhan kilometer kearah darat. pengangkutan. meskipun hampir semua topografi karst tersusu oleh batugamping. perubahan muka air laut (transgresi/regresi) dan litologi penyusun. kecuali sedikit di Puncak Gunung Jaya Wijaya. medan-medan lahar. Proses lain yang sering mempengaruhi kawasan pesisir lainnya. Pada awalnya struktural antiklin akan memberikan kenampakan cekung. Bentuk lahan asal glacial dihasilkan oleh aktifitas es/gletser yang menghasilkan suatu bentang alam. Proses penimbunan bersifat meratakan pada daerah-daerah ledok. Sejauh mana efektifitas proses abrasi. Material penyusun satuan betuk lahan fluvial berupa hasil rombakan dan daerah perbukitan denudasional disekitarnya. dan dataran alluvial. yang disebabkan keterlarutan batuannya yang tinggi. sehingga umumnya bentuk lahan asal fluvial mempunyai relief yang rata atau datar.(membangun). Bentuk lahan yang dihasilkan oleh aktifitas marine berada di kawasan pesisir yang terhampar sejajar garis pantai. misalnya : tektonik masa lalu. dan jenis buangan pada daerah dataran rendah seperi lembah. tergantung dari kondisi pesisirnya. kerucut semburan. yang lazim disebut sebagai alluvial. dan sebagainya. dan pertemuan terumbu karang. BENTUK LAHAN ASAL FLUVIAL Bentukan asal fluvial berkaitan erat dengan aktifitas sungai dan air permukaan yang berupa pengikisan. suatu bentuk lahan structural masih dapat dikenali. Karena umumnya reliefnya datar dan litologi alluvial. Umumnya. Irian. dan sebagainya. dan pada awalnya hampir semua bentuk lahan muka bumi ini dibentuk oleh control struktural. seperti : kepundan. sedimentasi. jika penyebaran structural geologinya dapat dicerminkan dari penyebaran reliefnya. sedimentasi. Menurut Jennings (1971). BENTUK LAHAN ASAL AEOLEAN (ANGIN) . Umumnya suatu bentuk lahan volkanik pada suatu wilayah kompleks gunung api lebih ditekankan pada aspek yang menyangkut aktifitas kegunungapian.

Skistositas akan berpengaruh pada bentuklahan pada daerah dengan batuan metamorfik. Semua proses pada batuan baik secara fisik maupun kimia dan biologi sehingga batuan menjadi desintegrasi dan dekomposisi. lebih lanjut patahan dan retakan mempunyai pengaruh juga pada perkembangan landform. bentuk-bentuk struktural dipengaruhi oleh proses-proses eksogenitas dari berbagai tipe. BENTUK LAHAN ASAL DENUDASIONAL Proses denudasional (penelanjangan) merupakan kesatuan dari proses pelapukan gerakan tanah erosi dan kemudian diakhiri proses pengendapan. BENTUK LAHAN ASAL STRUKTURAL Bentuk lahan struktural terjadi oleh karena adanya proses endogen yang disebut tektonisme atau diastrofisme. Endapan angin terbentuk oleh pengikisan. Dari struktur pokok tersebut. Struktur-struktur geologi seperti lipatan. Dalam berbagai hal. kemudian oleh aktifitas erosi soil dan abrasi. Medan aeolean dapat terbentuk jika memenuhi syarat-syarat: • Tersedia material berukuran pasir halus-halus sampai debu dalam jumlah banyak • Adanya periode kering yang panjang disertai angin yang mampu mengangkut dan mengendapkan bahan tersebut. patahan. Bentuk lahan structural di cirikan oleh adanya pola aliran Trellis yang tersusun dari sungai-sungai konsekuen. Proses ini meliputi pengangkatan. dan patahan. dan pelipatan kerak bumi sehingga terbentuk struktur geologi: lipatan dan patahan. selanjutnya dapat di rinci menjadi berbagai bentuk berdasarkan sikap lapisan batuan dan kemiringannya. Bentuk lahan ini di tentukan oleh tenaga endogen yang menyebabkan terjadinya deformasi perlapisan batuan dengan menghasilkan struktur lipatan. Pada bentuk lahan asal denudasional. Akibat adanya tenaga endogen tersebut terjadi deformasi sikap (attitude) perlapisan batuan yang semula horizontal menjadi miring atau bahkan tegak dan membentuk lipatan. Derajat erosi ditentukan oleh : jenis batuannya. Batuan yang lapuk menjadi soil yang berupa fragmen. pengangkatan. dan obsekuen. Bentuklahan lahan struktural pada dasarnya dibedakan menjadi 2 kelompok besar. Dalam beberapa kasus. kekar maupun lineaman (kelurusan) yang dapat diinterpretasi dari foto udara dan peta geologi merupakan bukti kunci satuan struktural. serta perkembangannya. Pola aliran sungai yang ada akan mengikuti pola struktur utama. sedang cuesta dan pegunungan monoklinal terdapat dip geologis yang nyata. dengan anak-anak sungai akan relatif sejajar dan tegak lurus dengan sungai induk. resekuen. bentuk lahan struktural berhubungan dengan perlapisan batuan sedimen yang berbeda ketahanannya terhadap erosi. subsekuen. Kadangkadang pola aliran mempunyai nilai untuk struktur geologis yang dapat dilihat dari citra. Bentuk lahan di cirikan oleh adanya perlapisan batuan yang mempunyai perbedaan ketahanan terhadap erosi. dan pengendapan material lepas oleh angin. maka parameter utamanya adalah erosi atau tingkat. . • Gerakan angin tidak terhalang oleh vegetasi atau obyek lainnya. Selain itu terdapat pula struktur horizontal yang merupakan struktur asli sebelum mengalami perubahan. tersangkut ke daerah yang lebih landai menuju lereng yang kemudian terendapkan. Plateau struktural terbentuk pada suatu daerah yang berbatuan berlapis horisontal. perlapisan. Penentuan nama suatu bentuk lahan structural pada dasarnya di dasarkan pada sikap perlapisan batuan (dip dan strike). sehingga terbentuklah satuan strukturaldenudasional. Endapan angin secara umum dibedakan menjadi gumuk pasir dan endapan debu (LOESS).Gerakan udara atau angin dapat membentuk medan yang khas dan berbeda dari bentukan proses lainnya. yaitu struktur patahan dan lipatan. Batuan berlapis yang terlipat selalu tercermin secara baik pada bentuklahannya. dan relief. penurunan. vegetasi.

besar sudut > 30° (dip). kelurusan vegetasi atau igir/punggungan. dimana topografinya mengikuti lengkungan lipatan. Horison Kunci Jelas Merupakan tanda yang terdapat pada bekas permukaan daerah yang mengalami patahan. Hogbacks (Shb) berbentuk punggungan lebar yang miring ke arah lapisan dan gawir yang terjal miring ke arah berlawanan dengan arah kemiringan lapisan. pegunungan lipatan. cuesta. Pegunungan lipatan (Spl) mempunyai morfologi yang spesifik dengan adanya punggungan antiklinal memanjang dan lembah sinklinal yang harmonis. pola tidak teratur. vegetasi jarang dan penggunaan lahan untuk lahan tegalan atau hutan reboisasi/konservasi. kelurusan dan pola aliran yang menyudutpatah (regtangular). Flatiron (Sfi) merupakan morfologi pegunungan / perbukitan dan dibentuk oleh lapisan dengan kemiringan relatif tegak. topografi kasar. 2. sedangkan stike adalah arah garis perpotongan yang di bentuk oleh perpotongan antara bidang perlapisan dengan bidang horizontal. Adanya Sesar. ujung atasnya meruncing dan bentuk seperti seterika. a. kemudian disusul anak-anak sungai yang menuruni lereng punggungan tegak lurus sungai utama yang disebut subsekwen. Beberapa fenomena bentukan struktural antara lain : flatiron. Kenampakan pada foto udara untuk masing-masing struktur akan terlihat jelas dan spesifik. Pecahan Sesar . Pegunungan patahan (Spp) merupakan struktur patahan yang umumnya dibatasi oleh adanya gawir sesar (bidang patahan) yang terjal. Asosiasi antara struktur lipatan dengan patahan umumnya lebih terjadi membentuk struktur pegunungan kompleks (Spk) dengan konfigurasi permukaan yang unik dan tidak teratur. pegunungan patahan dan pegunungan kompleks. dengan didukung oleh fenomena tertentu seperti gawir patahan yang lurus dan terjal. Dome atau pegunungan kubah (Spk) merupakan struktur lipatan pendek regional. dome/kubah. CIRI-CIRI BENTUK LAHAN ASAL STRUKTURAL Dip Dan Strike Dip merupakan sudut perlapisan batuan yang di ukur terhadap bidang horizontal dan tegak lurus terhadap salah satu jurus (stike).1. Pola aliran umumnya melingkar (annular). Antiklinal pendek yang menunjam ke kiri-kanannya cenderung membentuk kubah dengan ukuran bervariasi. Pola aliran sungai akan mengikuti struktur utama (konsekwen longitudinal). yang akhirnya membentuk pola trellis. Kekar. Jika kemiringan punggungan melandai sesuai dengan dip lapisan sebesar ± 15° disebut cuesta (Scu). dengan sudut kemiringan kecil melingkar ke segala arah (radier) membentuk bulat atau oval. hogbacks. pola aliran yang saling tegak lurus dengan anakanak sungai yang relatif sejajar kemudian menyebar keluar. 3.

Dataran tinggi (pletau). yang satu lagi jadi lebih rendah. merupakan dinding patahan yang terjal dan memanjang 11. Sesar geser (strike-slip or transform. terdapat pola permukaan yang lurus karena patahan pada sesar 10. dimana pada posisi hangingwall terdorong ke atas dari sisi footwallnya. Karena letaknya di daerah lembang. suatu lembah yang letaknya diatas lembah yang sekarang ada. kemiringan antara kedua sisi lerengnya tidak simetri denag sudut lereng yang searah perlapisan batuan kurang dari 300 (Tjia. Hanging valey. Sesar ada bermacam-macam tipenya.Rasanya tidak ada yang istimewa dari tebing batu seperti itu. 4. Cermin sesar. KUBAH. 3. adalah daerah yang menempati eleevasi diatas 500 kaki diatas permukaan air laut. sesar ini hasil dari gaya ekstensi kerak bumi. Perbedaan topografi yang menyolok pada daerah yang patah 12. Trapezoidal facet. GRANIT MACAM-MACAM BENTUK LAHAN STRUKTURAL 1. diantaranya: 1. 1987). breksi besar. sesar tersebut termasuk fault scrap (sesar gawir/tebing). Sesar tersebut membentang sepanjang 22 km dari timur ke barat. Dataran rendah. Jalur mata air pada tebing sesar sebagai akibat butiran permeable tersingkap 7. dimana blok yang menjulang ke atas disebut hanging wall (atap sesar) dan blok yang lebih rendah disebut foot wall (alas sesar). yang satu seakan habis naik menjulang ke atas. tergantung dari gerakan relatif blok di satu sisi sesar terhadap yang lain. adalah daerah yang memiliki elevasi antara 0-500 kaki dari permukaan air laut. Kelurusan. dimana pada posisi hangingwall turun ke bawah dari sisi footwallnya. 2. 4. Slicken side. Sesar Naik (thrust fault) hasil pergerakan kerak bumi sisi satu dengan sisi lainya. sesar ini hasil dari gaya kompresi kerak bumi. Namun jika kita amati lagi dari puncak Gunung Batu tersebut. Bentang alam dengan struktur miring. Triangle facet. Lapisan batuan tidak continue(omisi) karena adanya patahan 4. Dalam istilah geologi. maka disebut sesar lembang. Milovit. merupakan lapisan butiran batuan runcing-runcing pada dinding permukaan sesar. Berikut dijelaskan mengenai ciri-ciri sesar yaitu: 1. Bentang alam dengan struktur mendatar (lapisan horizontal) 2. hancuran batuan-batuan seperti tepung sebagai akibat gesekan pada sesar 6. or wrench fault) sesar permukaan dimana footwall bergerak ke kiri atau kekanan atau pegerakan lateral dengan sedikit pergerakan vertikal. permukaan alur yang licin pada permukaan sesarr karena gesekan 8. permukaan mengkilap pada permukaan batuan akibat gesekan 9. sistem lembah berbentuk segitiga 3. berlereng sangat landai atau datar berkedudukan lebih tinggi daripada bentang alam di sekitarnya. Cuesta. Bidang kontak antara 2 blok tersebut disebut sesar. . 3. akan terlihat 2 blok tanah. gawai sesar. 5. dibagi menjadi 2 : a. ADANYA MATERI INTERUSIF: DIKE. bentuk daerah yang menyerupai trapezium 2. Sesar Normal hasil pergeseran kerak bumi sisi satu dengan sisi lainya.

triangle facet. Hotback memiliki kelerengan scarp slope dan dip slope yang hamper sama sehingga terlihat simetri. terjadi atas unit-unit punggung lipatan.b.sembul. Hogback. lembah yang terdapat dipuncak antiklin setelah tererosi adalah combe. Pegunungan Blok Sesar Pegunungan blok sesar adalah pegunungan yang tersusun dari batuan klastik. terjadi karena adanya dislokasi. 1987). sudut antara kedua sisinya relative sama. ditandai oleh berbagai bentuk patahan.dan sebagainya Gambar 1.3 3. Pegunungan Dan Perbukitan Antiklinal Pegunungan /perbukitan antiklinal adalah pegunungan yang tersusun dari batuan plastis. Gambar 1. Gawir Sesar Gawir sesar yaitu tebing patahan memanjang. 2.2 2. misalnya: graben. dengan sudut lereng yang searah perlapisan batuan lebih dari 300 (Yjia.4 SATUAN BENTUK ASAL STRUKTURAL 1.4 . Gambar 1.

Pegunungan Monoklinal Pegunungan/perbukitan monoklinal adalah pegunungan lipatan yang terjadi karena adanya tekanan pada satu titik saja yang tingginya >500m disebutpegunungan monoklinal. contohnya lembah. <500m disebut perbukitan monoklinal. soliter (terpisah). contohnya pegunungan atau perbukitan. Lipatan antiklinal akan membentuk bumi menjadi cembung. kubah yang berstadia dewasa dipuncaknya terdapat sistem lembah berbentuk segitiga (triangle facet) yang disebut flat iron. Pegunungan Atau Perbukitan Plato Pegunungan/perbukitan plato. 4. 7. disusun oleh material batuan beku intrusi yang memilikiciri khas membentuk pola aliran sentripetal. terdiri atas lembah-lembah lipatan. Lipatan sinklinal akan membentuk permukaan bumi menjadi cekung. monoklinal(homoklinal yang lerengnya ≥11⁰disebut cuesta. merupakan tanah datar dengan struktur horizontal. Pegunungan/perbukitan sinklinal tersusun dari batuan plastis. Teras Struktural. Gambar 1. pada umumnya dikelilingi oleh klompok volkan atau rangkaian pegunungan. dengan ketinggian >500 m untuk pegunungan dan<500m untuk perbukitan.5 Perbukitan Atau Pegunungan Sinklinal Sinklinal merupakan bagian lipatan yang memiliki bagian yang lebih rendah dari bagian lipatan lainnya. biasanya terbentuk pada daerah yang dipengaruhi oleh sesar dan tersebar tidak beraturan. Perbukitan kubah intrusi. Pegunungan Atau Perbukitan Kubah Pegunungan/perbukitan kuba (dome) adalah pegunungan/perbukitan tunggal yang lerengnya landai. 8.Antiklinal merupakan bagian lipatan yang memiliki posisi lebih tinggi dari bagian lipatan lainnya. Gambar 1.6 6. . 5. trjadi karena proses updoming.

maupun kimia yang mengakibatkan adanya perubahan bentuk permukaan bumi. misalnya step fault. 9. Sungai 1.Merupakan permukaan bertingkat yang terjadi oleh pengangkatan yang berulang-ulang pada suatu tempat. Perbukitan Mesa Perbukitan yang puncaknya dengan struktur horizontal sebagai akibat proses erosi. Proses fluviatil adalah semua proses yang terjadi di alam baik fisika. Proses fluviatil akan menghasilkan suatu bentang alam yang khas sebagai akibat tingkah laku air yang mengalir di permukaan. Pengertian sungai . Graben (Slenk) Tanah patahan yang turun sehingga permukaannya lebih rendah dari daerah sekitar. kenampakan dominan pada bentuk lahan asal structural adalah adanya sesar yang disebabkan oleh pergeseran posisi lapisan (dislokasi) batuan disuatu tempat Pengertian Geomorfologi Fluvial Satuan geomorfologi yang pembentukannya erat hubungannya dengan proses fluviatil. terjadi karena daerah ttersebut mengalami penurunan/penenggelaman. Sembul (Horst) Tanah patah yang lebih tinggi dari daerah sekitar. 11. perbukitan yang mirip mesa tetapi puncaknya lebih sempit disebut butte. maupun air yang tidak terkonsentrasi ( sheet water). B. baik yang merupakan air yang mengalir secara terpadu (sungai). messa dan bute berasal dari plato yang tererosi. terjadi karena pengangkatan (up lift). yang disebabkan oleh aksi air permukaan. 10. Bentang alam yang dibentuk dapat terjadi karena proses erosi maupun karena proses sedimentasi yang dilakukan oleh air permukaan.

seperti lapisan batupasir. Perbedaanya adalah sungai resekuen berkembang belakangan. Lobeck (1939) mendefinisikan sungai resekuen sebagai sungai yang mengalir searah dengan arah kemiringan lapisan batuan sama seperti tipe sungai konsekuen. bahwa asal dari pembentukan sungai konsekuen adalah didasarkan atas lereng topografinya bukan pada kemiringan lapisan batuannya. · Sungai obsekuen adalah sungai yang mengalir berlawanan arah dengan kemirigan dip batuan atau berlawanan dengan aliran sungai konsekuen. Dengan kata lain sungai superposed adalah sungai yang . sungai ini umumnya dijumpai mengalir disepanjang jurus perlapisan batuan yang resisten terhadap erosi. Klasifikasi lembah sungai 2. Sungai resekuen biasanya merupakan cabang sungai subsekuen · Sungai Insekuen adalah sungai yang arah alirannya tidak teratur. · Sungai Superposed atau sungai Superimposed adalah sungai yang terbentuk diatas permukaan bidang struktur dan dalam perkembangannya erosi vertikal sungai memotong ke bagian bawah hingga mencapai permukaan bidang struktur agar supaya sungai dapat mengalir ke bagian yang lebih rendah. Mengenal dan memahami genetika sungai subsekuen seringkali dapat membantu dalam penafsiran geomorfologi. 2. Sungai konsekuen sering diasosiasikan dengan kemiringan asli dan struktur lapisan batuan yang ada dibawahnya.Sungai adalah permukaan air yang mengalir mengikuti bentuk salurannya.Klasifikasi lembah pembentukan) sungai berdasarkan atas genetic (asal mula · Sungai Konsekuen adalah sungai yang berkembang dan mengalir searah lereng topografi aslinya. sungai ini mencari batuan yang lebih lunak untuk diterobos seperti daerah yang berstadia tua dan mengalami erosi kuat. Sungai Resekuen.1. · Sungai Subsekuen adalah sungai yang berkembang disepanjang suatu garis atau zona yang resisten. · Sungai Resekuen adalah sungai yang alirannya searah dengan sungai konsekuen tetapi terbentuknya kemudian setelah pengangkatan. Sungai ini biasanya merupakan cabang sungai subsekuen. Selama tidak dipakai sebagi pedoman.

Pengikisan ini dapat terjadi karena erosi arah vertikal lebih intensif dibandingkan arah lateral. . Hal initerjadi kare na kekuatan arusnya. adalah sungai yang melintang. dengan anak-anak sungai dan cabang-cabangnya mempunyai arah yang tidak beraturan.2. · Sungai Antecedent adalah sungai yang lebih dulu ada dibandingkan dengan keberadaan struktur batuanya dan dalam perkembangannya air sungai mengikis hingga ke bagian struktur yang ada dibawahnya. atau hampir datar. namun biasanya pola aliran ini akan terdapat pada daerah punggungan suatu antiklin. · Radial. Umumnya terbentuk pada batuan sedimen berselang-seling antara yang mempunyai resistensi rendah dan tinggi. sehingga mampu menembus batuan yang merintanginya. SungaiSuperposed. daerah metamorf yang kompleks. daerah lipatan. strukturdan prosesnya dibimbing oleh lapisan batuan yang menutupinya. Umumnya berkembang pada batuan yang resistensinya seragam. adalah bentuk seperti daun dengan anak-anak sungai sejajar. daerah batuan beku masif.berkembang belakangan dibandingkan pembentukan struktur batuannya. · Trellis. umumnya pada daerah patahan yang bersistem (teratur). 2. · Rectanguler : pola pengaliran dimana anak-anak sungainya membentuk sudut tegak lurus dengan sungai utamanya.Klasifikasi lembah sungai berdasarkan atas bentuk lembah · Dendritik : pola pengaliran dengan bentuk seperti pohon. Sungai utamanya biasanya memanjang searah dengan jurus perlapisan batuan. adalah pola pengaliran yang mempunyai pola memusat atau menyebar dengan 1 titik pusat yang dikontrol oleh kemiringan lerengnya.Klasifikasi lembah sungai berdasarkan atas struktur pengontrol Sungai Anteseden adalah sungai yang tetap mempertahankan arah aliran airnya walaupun adastruktur geologi (batuan) yang melintang.3. Kontrol struktur tidak dominan di pola ini. Anak-anak sungai akan dominan terbentuk dari erosi pada batuan sedimen yang mempunyai resistensi rendah. batuan sedimen datar. 2.

· Korosi.5. 2.2. erosi dapat dibedakan menjadi : . Contoh : Sungai permanen di Indonesia.Klasifikasi lembah sungai berdasarkan atas sifat aliran Sungai dapat dibedakan menjadi 3 macam tipe. Karena sumber airnya berasal dari curah hujan maka pada waktu tidak hujan sungai tersebut tidak mengalirkan air. · Sungai Tidak Permanen/Ephemeral : yaitu sungai tadah hujan yang mengalirkan airnya sesaat setelah terjadi hujan. Dengan demikian antara musim penghujan dan musim kemarau tidak terdapat perbedaan aliran yang mencolok. yaitu terjadinya reaksi terhadap batuan yang dilaluinya. yaitu penggerusan terhadap batuan yang dilewatinya. Di Indonesia tipe sungai ini berkembang apabila kondisi lahannya dapat mendukung. Berdasarkan arahnya. yaitu : · Sungai Permanen/Perennial : yaitu sungai yang mengalirkan air sepanjang tahun dengan debit yang relatif tetap. Pada musim penghujan ada alirannya dan musim kemarau sungai kering. misalnya pada daerah cut off slope pada Meander. Erosi yang dilakukan oleh air dapat dilakukan dengan berbagai cara. · Abrasi.Tiga aktivitas utama sungai a. yaitu pendongkelan batuan yang dilaluinya. daerah kutub. dan subkutub. Tipe sungai ini biasanya terdapat didaerah yang beriklim basah. · Scouring. Erosi Erosi adalah lepasnya material dasar dari tebing sungai. yaitu penggerusan dasar sungai akibat adanya ulakan sungai. · Sungai Musiman/Periodik/Intermitten : yaitu sungai yang aliran airnya tergantung pada musim. yaitu · Quarrying.4. Berdasarkan sumber airnya sungai intermitten dibedakan : a) Spring fed intermitten river yaitu sungai intermitten yang sumber airnya berasal dari air tanah dan b) Surface fed intermitten river yaitu sungai intermitten yang sumber airnya berasal dari curah hujan atau penciran es.

b. dibedakan menjadi beberapa cara. rawa. menggelinding.Sungai mengangkut material hasil erosinya secara umum melalui 2 mekanisme. v Erosion base level ini dapat dibagi menjadi ultimate base level yang base levelnya berupa permukaan air laut dan temporary base level yang base levelnya lokal seperti permukaan air danau. yaitu erosi yang arahnya mendatar dan dominan terjadi pada bagian hilir sungai. Erosi memiliki tujuan akhir meratakan sehingga mendekati ultimate base level. dengan cara terbawa dalam larutan. antara lain : v Traction : material yang diangkut terseret di dasar sungai. Transportasi mengangkut material oleh suatu tubuh air yang dinamis yang diakibatkan oleh tenaga kinetis yang ada pada sungai sebagai efek dari gaya gravitasi Dalam membahas transportasi sungai dikenal istilah : · stream capacity : jumlah beban maksimum yang mampu diangkat oleh aliran sungai · stream competance : ukuran maksimum beban yang mampu diangkut oleh aliran sungai. Transportasi Transportasi adalah terangkutnya material hasil erosi. Intensitas erosi pada suatu sungai berbanding lurus dengan kecepatan aliran sungai tersebut.v Erosi vertikal. erosi yang arahnya tegak dan cenderung terjadi pada daerah bagian hulu dari sungai menyebabkan terjadinya pendalaman lembah sungai. . v Erosi lateral. dan sejenisnya. yaitu mekanisme bed load dan suspended load . Mekanisme bed load : pada proses material-material tersebut terangkut sepanjang dasar sungai. melompat. v Erosi yang berlangsung terus hingga suatu saat akan mencapai batas dimana air sungai sudah tidak mampu mengerosi lagi dikarenakan sudah mencapai erosion base level. Erosi akan lebih efektif bila media yang bersangkutan mengangkut bermacam-macam material. menyebabkan sungai bertambah lebar .

dan dataran lembah sungai. Hasil erosi diendapkan oleh air ke tempat yang lebih rendah atau mengikuti aliran sungai. jenis batuan. c. 2. daerah antar gunung. suhu. Dataran banjir . Dataran alluvial menempati daerah pantai. sehingga semakin ke arah hillir ukuran butir material yang diendapkan semakin halus. v Saltation : material terangkut dengan cara menggelinding pada dasar sungai. Mekanisme suspended load : material-material terangkut dengan cara melayang dalam tubuh sungai.v Rolling : material terangkut dengan cara menggelinding di dasar sungai. curah hujan. Potensi air tanah daerah ini ditentukan oleh jenis dan tekstur batuan. Apabila tenaga angkut semakin berkurang. yang semuanya akan mempercepat proses pelapukan dan erosi. larut dalam air dan membentuk larutan kimia. Ukuran material yang diendapkan berbanding lurus dengan besarnya energi pengangkut. Bentuklahan Bentukan Asal Fluvial 1. dibedakan menjadi : v Suspension : material diangkut secara melayang dan bercampur dengan air sehingga menyebabkan sungai menjadi keruh. maka material yang berukuran kasar akan diendapkan terlebih dahulu baru kemudian diendapkan material yang lebih halus. C. Deposisi Proses sedimentasi yang terjadi ketika sungai tidak mampu lagi mengangkut material yang dibawanya. v Solution : material terangkut. daerah hulu ataupun dari daerah yang lebih tinggi letaknya. Dataran aluvial Dataran alluvial merupakan dataran yang terbentuk akibat proses-proses geomorfologi yang lebih didominasi oleh tenaga eksogen antara lain iklim. daerah alluvial ini tertutup oleh bahan hasil rombakan dari daerah sekitarnya. angin. topografi.

Biasanya pada daerah kipas aluvial terdapat air tanah yang melimpah. Tanggul alam sungai (natural levee) Tanggul yang terbentuk akibat banjir sungai di wilayah dataran rendah yang berperan menahan air hasil limpasan banjir sehingga terbentuk genangan yang dapat kembali lagi ke sungai. sehingga terjadi pengendapan material yang cepat.Dataran banjir berupa dataran yang luas yang berada pada kiri kanan sungai yang terbentuk oleh sedimen akibat limpasan banjir sungai tersebut. berupa suatu onggokan material lepas. mengetahui teras sungai . 3. maka akan terjadi perubahan gradien kecepatan yang drastis. dan lumpur. selalu tergenang. biasanya terdapat pada suatu dataran di depan suatu gawir. Hal ini dikarenakan umumnya kipas aluvial terdiri dari perselingan pasir dan lempung sehingga merupakan lapisan pembawa air yang baik.datar. Kemudian kembali rawa-rawa yang terletak agak jauh dari saluran sungai di dataran banjir tersebut. 5. dan masuk ke dataran rendah. tidak kompak Proses :Sedimentasi Karakteristik :Relief cekung . yang dikenal sebagai kipas aluvial. Ketika air tumpah ke dataran banjir. Seiring dengan proses yang berlangsung kontinyu akan terbentuk akumulasi sedimen yang tebal sehingga akhirnya membentuk tanggul alam. berbentuk seperti kipas. Teras sungai teras sungai proses-proses yang dapat telah dimanfaatkan terjadi di masa untuk lalu. \ 4. proses sedimentassi. Rawa belakang (backswamps) Backswamp atau Rawa belakang adalah bagian daridataran banjir dimana simpanan tanah liat menetap setelahbanjir. lanau. material terberat tetes keluar pertama dan materi terbaik dilakukan jarak yang lebih besar Relief : Cekung – datar Batuan/struktur :Berlapis. Backswamps biasanya terletak di belakang sungai alam sebuah tanggul. Kipas aluvial Bila suatu sungai dengan muatan sedimen yang besar mengalir dari bukit atau pegunungan. 6. Umumnya berupa pasir.

Gosong sungai (point bar) Relief : Datar – berombak Batuan/struktur : Berlapis. tidak kompak Proses :Sedimentasi Karakteristik : Terbentuk pada tubuh sungai bagian hilir. aliran sungai melintasinya dengan tidak teratur sebab adanya pembelokan aliran Pembelokan ini terjadi karena ada batuan yang menghalangi sehingga alirannya membelok dan terus melakukan penggerusan ke batuan yang lebih lemah.merupakan satu morfologi yang sering dijumpai pada sungai. maka alirannya memberikan kesan teranyam. Karena adanya endapan gosong tengah yang banyak. Meander ini terbentuk apabila pada suatu sungai yang berstadia dewasa/tua mempunyai dataran banjir yang cukup luas. terbentuk karena adanya erosi yang berlebihan pada bagian hulu sungai sehingga terjadi pengendapan pada bagian alurnya dan membentuk endapan gosong tengah. Akibatnya. Faktor yang mempengaruhi proses pembentukan dan perkembangan teras sungai adalah perubahan base level of erosion dan perubahan iklim 7. Pada saataliran air mendekati muara. bagian hulu gosong tumpul dan bagian hilir menyudut. alurnya luas dan dangkal. proses migrasi saluran. Proses deposisi. Sungai teranyam (braided stream) Terbentuk pada bagian hilir sungai yang memiliki slope hampir datar – datar. 9. Pasir akan diendapkan sedangkan tanah liat dan lumpur akan tetapterangkut oleh . 10. Delta dan macamnya Delta adalah bentang alam hasil sedimentasi sungai pada bagian hilir setelah masuk pada daerah base level. seperti danau atau laut makakecepatan aliranya menjadi lambat. terjadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Sungai meander dan enteranched meander Bentukan pada dataran banjir sungai yang berbentuk kelokan karena pengikisan tebing sungai. daerah alirannya disebut sebagai Meander Belt. proses erosi sungai meander dan aliran overbank sangat berperan dalam pembentukan dan perkembangan dataran banjir. Keadaan ini disebut juga anastomosis( Fairbridge. 8. 1968).

Pertama.org/wiki/Sungai http://lingkunganhijau08007.nilim. Akhirnya lapian lapisan sedimen membentuk dataran yang luas padabagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk delta. Contoh bentang alam ini adalah delta Sungai Musi.html http://geologi.php?mod=browse&op=read&id=tglugm-msitocahyo-90 http://id.id/gdl42/gdl.com/2009/02/bentang-alam-fluvial.ugm. Setelah sekian lama .blogspot. arus panjang di sepanjang pantai tidak terlalu kuat.com/2010/01/hidrologi-dataran-alluvialpernah-ada.blogspot.ac. Daftar Pustaka http://adityamulawardhani.jp/ge/SEMI2/Presentation/1Sampurno/Seminar. D.lapisan sedimen. Ketiga .sedimen yang dibawa oleh sungai harus banyak ketika akan masuk laut atau danau.doc . pantai harus dangkal.go.html http://sim. Kedua. dan Kali Brantas. akan terbentuk lapisan .aliran air. Kapuas.wikipedia. Pembetukan delta memenuhi beberapa syarat.

lapies. facets.Bentuklahan Asal Proses Solusional (Karst) Bentuklahan solusional mempunyai karakteristik relief dan drainase alami yang spesifik karena proses solusi/pelarutan pada batuan yang mudah larut seperti batugamping. flutes dan runnels berupa aliranaliran bawah tanah atau gua-gua kapur dengan stalagtit dan stalagmit. Beberapa ciri kenampakan solusional antara lain : alur-alur dan igir pelarutan yang banyak mengandung kapur (CaCO3). Kasrt Tower di China Sebagai bentukan Eksokarst hasil proses solusional. solusional pits. Profil Bentuklahan Karst .

dan terbentuk lubang-lubang drainase atau porositas berupa doline atau polye yang menyatu dengan aliran bawah tanah. banyak bulatan-bulatan kubah sisa pelarutan yang mempunyai pola teratur. Retakan yang intensif akan mengakibatkan konsentrasi infiltrasi dan kelurusan dari sinkhole sepanjang retakan. Kenampakan bentuklahan Karst dilihat dari Citra Google Earth . Proses pelarutan akan meninggalkan bekas berupa kubahkubah gamping yang membulat teratur dan seragam. Karakteristik yang dapat dilihat dari foto udara umumnya berupa bentukan dengan topografi kasar. aliran-aliran sungai tidak teratur dan terpotong/menghilang akibat masuk dalam ponor infiltrasi menuju sungai bawah tanah. Sistem retakan dan patahan sering banyak dijumpai akibat pengangkatan material dari dasar laut ke permukaan membentuk perbukitan/ pegunungan (berdasar genesanya). vegetasi jarang dan lahan belum banyak dimanfaatkan.Bentuklahan yang berkembang pada satuan ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik litologi dan kondisi iklimnya. rona cerah dan banyak bercak-bercak kehitaman.

Contoh Peta Geomorfologi Untuk Bentuklahan Karst bentuk lahan asal marine .

Struktur. karakteristik garis pantai dapat dibedakan menjadi beberapa pengertian. yaitu: 1. misalnya yang disebabkan oleh angin. Sedangkan coastline adalah garis batas laut yang tetap dari pesisir. pantai yang ada pada umumnya dialih fungsikan sebagai tempat wisata yang notabene dapat membantu tingkat pendapatan suatu wilayah. 2. gelombang. . misalnya di pantai selatan Pulau Jawa. dan arus laut. Selain dipengaruhi oleh kedalaman laut. Apabila masyarakat mengetahui bahwa garis pantai bisa mengalami perubahan. patahan. Dengan demikian daerah ini akan kering apabila tidak terjadi gelombang pasang yang intensitasnya besar. A. Semakin dangkal laut maka akan semakin mempermudah terjadinya bentang alam daerah pantai. Daerah pesisir ini mempunyai kemiringan lereng yang landai dengan luas yang tidak begitu besar pada daerah tepi pantai yang sebagian besar merupakan daerah pantai terjal. Pantai (Shore) Shore adalah daerah peralihan antara permukaan air tertinggi dan terendah. 4. tekstur. Pantai Depan (Foreshore) Foreshore adalah daerah sempit yang terdapat pada pantai yang terletak di antara garis pasang naik tertinggi dengan garis pasang surut terendah. Keterangan: a = permukaan air tertinggi b = permukaan air terendah c = shore (pantai) 2. 4. Keadaan bentang alam atau relief dari daerah pantai atau daerah di daerah sekitar pantai tersebut. Proses geologi yang berasal dari dalam bumi yang mempengaruhi keadaan bentang alam di permukaan bumi daerah pantai. 5. pelipatan. diastrofisme. Proses geomorfologi yang terjadi di daerah pantai tersebut yang disebabkan oleh tenaga dari luar. pasang naik dan pasang surut. 5. Garis Pantai (Shoreline) Shoreline adalah garis yang membatasi permukaan daratan dan permukaan air. dan semakin dalam laut maka akan memperlambat proses terjadinya bentang alam di daerah pantai. Daerah ini hanya akan tergenang air apabila terjadi gelombang pasang yang besar. Pesisir (Coast) dan Garis Pesisir (Coastline) Coast adalah daerah pantai yang tidak menentu dan cenderung meluas ke daratan. Pantai Belakang (Backshore) Backshore adalah bagian dari pantai yang terletak di antara pantai depan (foreshore) dengan garis batas laut tetap (coastline). Di Indonesia. Proses perkembangan daerah pantai itu sendiri sangat dipengaruhi oleh kedalaman laut.Geomorfologi asal marin merupakan bentuk lahan yang terdapat di sepanjang pantai. 3. Bentang alam seperti ini biasanya terdapat pada daerah pantai yang terjal. Garis pantai tertinggi terjadi pada saat terjadi pasang naik setinggi-tingginya. serta kegiatan organisme yang ada di laut. Kegiatan gelombang. 3. es. Garis batas ini selalu berubah-ubah sesuai dengan permukaan air laut. dan komposisi batuan. perkembangan bentang lahan daerah pantai juga dipengaruhi oleh: 1. arus laut. maka akan muncul pemikiran-pemikiran agar pantai tersebut tetap bisa dinikmati keindahannya meskipun sudah mengalami perubahan. dan sebagainya. misalnya tenaga vulkanisme. air. sedangkan garis pantai terendah terjadi pada saat terjadi pasang surut serendah-rendahnya. PENGERTIAN DAERAH PANTAI Berdasarkan tahap-tahap perkembangannya.

serta aliran sungai yang membawa material batuan ke pantai belakang tersebut. b. pantai yang tenggelam dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Pantai fjords ini terbentuk apabila daratan mengalami penurunan secara perlahan-lahan. yaitu: (1) Delta. yaitu: 1. Hal ini dapat dilihat dari bentuk pantai yang berbeda sebagai akibat dari pengaruh gelombang dan arus laut. Bentuk pengendapan sungai Bentuk pengendapan sungai dibedakan menjadi beberapa macam. sempit. b. Endapan bawah pantai depan (lower forest beach). Jenis-jenis pantai tersebut antara lain: a. Untuk mengetahui apakah laut mengalami penenggelaman atau tidak dapat dilihat dari keadaan pantainya. beaches ini dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Menurut Johnson. Naik turunnya permukaan air laut selama periode glasial pada jaman pleistosin menyebabkan maju mundurnya permukaan air laut yang sangat besar. Endapan pantai ini merupakan gabungan dari hasil kegiatan gelombang yang besar. dan kadang-kadang memiliki sisi yang landai. Endapan atas pantai depan (upper foresher beach).6. yaitu . c. tebingnya terjal dan bertingkat-tingkat. Menurut tempat terjadinya. Norwegia. Alaska. Pantai yang Tenggelam (Shoreline of submergence) Shoreline of submergence merupakan jenis pantai yang terjadi apabila permukaan air mencapai atau menggenangi permukaan daratan yang mengalami penenggelaman. Misalnya di Chili. Lembah sungai yang tenggelam Pada umumnya lembah sungai yang tenggelam ini disebut estuarium. Endapan Pantai (Beaches) Beaches merupakan endapan hasil kegiatan laut yang terdapat di pantai. Selain itu. Pada bentang lahan yang disebabkan oleh proses geomorfologi. Pengaruh ini sangat terlihat di daerah pantai dan pesisir. merupakan jenis endapan yang terdapat di bagian bawah pantai depan. Hal ini terjadi karena permukaan bumi pada daerah tertentu dapat mengalami pengangkatan atau penurunan yang juga dapat mempengaruhi keadaan permukaan air laut. Ciri khas dari bagian pantai yang tenggelam ini yaitu panjang. c. yaitu: a. merupakan jenis endapan pantai yang terdapat pada pantai belakang yang sempit. dimana daerahnya mengalami pembekuan di musim dingin. pantai dapat dibedakan menjadi empat macam. Disebut pantai tenggelam karena permukaan air berada jauh di bawah permukaan air yang sekarang. Fjords atau lembah glasial yang tenggelam Fjords merupakan pantai curam yang berbentuk segitiga atau berbentuk corong. Endapan ini juga merupakan hasil dari kegiatan gelombang dan arus litoral. lautnya dalam. Perbedaan dari masing-masing jenis pantai tersebut umumnya disebabkan oleh kegiatan gelombang dan arus laut. Fjords atau lembah glasial yang tenggelam ini terjadi akibat pengikisan es. B. sedangkan pantainya disebut pantai ria. dan sebagainya. Lembah sungai ini dapat mengalami penenggelaman yang disebabkan oleh pola aliran sungai serta komposisi dan struktur batuannya. aliran air dari gelombang pasang naik setinggi-tingginya. Endapan pantai ini terbentuk karena hasil kegiatan gelombang. Bentang lahan ini banyak terdapat di pantai laut di daerah lintang tinggi. penenggelaman pantai juga bisa terjadi akibat penenggelaman daratan. angin. Endapan pantai belakang (backshore beach). Tanah Hijau. KLASIFIKASI PANTAI Antara pantai yang satu dengan garis pantai yang lainnya mempunyai perbedaan. merupakan jenis endapan pantai yang terdapat pada bagian atas pantai depan.

f. Apabila dasar laut yang dangkal tersebut sekarang mengalami pengangkatan. e. dan hocgbacks. gumuk-gumuk pasir. pengendapan. (3) Kipas alluvial. Bentuk permukaan hasil diastrofisme Bentuk kenampakan ini dapat diilustrasikan sebagai fault scraps (bidang patahan). yang menyebabkan terbentuknya pantai yang cembung ke luar. e. serta sungainya tidak bercabang-cabang. Setelah mengalami penenggelaman. Pantai yang Terangkat (Shoreline of emergence) Pantai ini terjadi akibat adanya pengangkatan daratan atau adanya penurunan permukaan air laut. 4. maka garis pantai yang terbentuk akan kelihatan lurus. . Terdapatnya bagian atau lubang dataran gelombang yang terangkat Di daerah ini banyak dijumpai teras-teras pantai (stacks). Pantai Majemuk (Compound shorelines) Jenis pantai ini terjadi sebagai gabungan dua atau lebih proses di atas. Bentuk permukaan hasil kegiatan gunung api Jenis pantai yang disebabkan oleh kegiatan gunung api ini dapat dibedakan menjadi dua macam. biasanya terdapat di daerah pedalaman. d. yang menyebabkan terbentuknya pantai yang cekung ke luar. d. dan dinding graben akan langsung menjadi pantai. Bentuk pengendapan glasial Bentuk pengendapan ini disebabkan oleh proses pencairan es. Garis pantai yang lurus (straight shoreline) Erosi gelombang dan pengendapannya pada laut dangkal cenderung menurunkan bentang lahan dan menyebabkan dasar laut dasar laut yang dangkal menjadi datar. fault line scraps. Teras-teras ini merupakan batas permukaan air. fault line scraps (bidang patahan yang sudah tidak asli). dan sebagainya. dan ukurannya lebih kecil bila dibandingkan dengan delta. misalnya pantai yang terjadi pada delta. gunung api. Terdapatnya laut terbuka Laut terbuka ini terjadi karena adanya dasar laut yang terangkat. 3. graben (terban). dan jenis pantai yang merupakan hasil dari sesar (patahan). yaitu sungai yang terdapat di kanan dan kiri sungai yang terjadi setelah sungai mengalami banjir. 2. yaitu bentuk pengendapan sungai seperti segitiga. Terdapatnya gisik (beaches) Gisik yaitu tepian laut yang terdapat di atas permukaan air laut yang terjadi karena adanya pengangkatan dasar laut. fault scraps. c. yaitu: (1) Merupakan hasil kegiatan kerucut vulkanis (mound). Pengangkatan pantai ini dapat diketahui dari gejala-gejala yang terdapat di lapangan dengan sifat yang khas. Berarti dalam suatu daerah bisa terjadi proses penenggelaman. terumbu karang. serta gua-gua pantai (caves). (2) Merupakan hasil kegiatan aliran lava (lava flow). b. lengkungan tapak (arches). (2) Dataran banjir. pengangkatan. pantai terjal (cliffs). Terdapatnya teras-teras gelombang Teras gelombang ini terbentuk pada saat permukaan air mencapai tempat-tempat di mana teras tersebut berada. yaitu: a.endapan sungai di pantai yang berbentuk segitiga dan cembung ke arah laut. Pantai yang Netral (Neutral shoreline) Jenis pantai ini terjadi di luar proses penenggelaman dan pengangkatan. plain hanyutan.

kedalaman airnya. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya erosi gelombang. Pantai curam (kliff) dan teras-teras pantai Apabila dinding pantai kliff yang tersusun dari jenis batuan yang tidak tahan erosi dihantam gelombang yang cukup tinggi. Gisik (beach) Gisik merupakan suatu bentuk pengendapan yang terjadi di pantai. Penampang gisik yang seimbang Apabila dalam perkembangannya pantai yang tenggelam mencapai tingkatan gisik yang lebar dan memencarpada pantai depan. Apabila tumpukan material tersebut mengalami pengikisan. Inilah penampang melintang pantai yang mengalami keseimbangan. 2. Semakin kuat gelombangnya. kerikil yang kasar (gravel). Pada sisi yang mengarah ke laut dari . Sebagian material batuan akan menumpuk di bagian bawah dan dapat mempengaruhi kerja dari gelombang. maka akan terjadi keseimbangan antara tenaga erosi dan pengangkutan yang berasal dari gelombang dari proses pengendapan arus bawah serta arus pantai yang lain. maka sebagian besar air akan membalik kembali ke laut dan mengerosi lereng kliff tersebut dan naik dari permukaan air yang dangkal. maka teras-teras gelombangnya akan bertambah lebar. Ada beberapa kenampakan bentang lahan hasil kegiatan gelombang. maka tanah pantai kliff tersebut akan mengalami longsor (landslide) secara vertikal sehingga terbentuk terasteras gelombang. 1. Kenampakan Hasil Kerja Gelombang Seperti halnya tenaga pengikis yang lain. serta lamanya proses tersebut berlangsung. misalnya ukuran dan kekuatan gelombang. Kekuatan Gelombang Gelombang pasang yang menghempas pantai merupakan penyebab pengikisan gelombang secara langsung. Bekas-bekas pengikisan gelombang tersebut menyebabkan semakin besarnya kekuatan gelombang. Apabila gelombang di laut dalam menghempas pantai yang curam. Apabila proses penyeimbangan ini terjadi. TOPOGRAFI PANTAI Erosi gelombang sangat mempengaruhi terjadinya garis pantai. yaitu: a. dan pasir. Lebar teras gelombang itu sendiri tergantung pada faktor-faktor penyebab erosi gelombangnya. Material pada gisik ini terdiri dari kerikil yang bulat-bulat. Goresan gelombang pantai Bekas dari gelomang di pantai akan terlihat jelas apabila struktur batuan yang menyusun pantai tersebut tidak seragam. tenaga gelombang juga dapat menyebabkan pengendapan selain menyebabkan pengikisan. Kenampakan Hasil Pengendapan Gelombang Kenampakan bentang lahan hasil pengendapan gelombang ada beberapa macam. Kadang-kadang gisik ini terlihat seperti jembatan yang bertingkat-tingkat turun ke arah laut. b. c. Gisik puncak (cusped beaches) Gisik puncak ini terbentuk akibat kegiatan gelombang. b. Kenampakan ini banyak dijumpai pada pantai yang berusia tua. 3. Jenis pantai ini biasanya berbentuk cembung ke atas dan bertingkat-tingkat ke arah daratan. sehingga di satu sisi menebabkan kerusakan pantai dan di sisi yang lain akan menyebabkan berkembang atau terbentuknya garis pantai. maka batuan tersebut tidak hancur sekaligus. kemiringan lereng dan ketinggian garis pantainya.C. yaitu: a. Gisik terletak tinggi di atas pantai belakang atau pada posisi lainnya pada pantai depan. Batuan yang mudah tererosi akan lebih cepat terkikis bila dibandingkan dengan batuan yang resisten. komposisi batuannya. maka lereng akan terlihat bertingkat-tingkat sesuai dengan arah arus ke laut.

Teluk-teluknya dalam . Ujung atau semenanjung (spits) Arus litoral yang mencapai permukaan air yang dalam akan kehilangan tenaga angkutnya sehingga hasil pengikisan yang dibawa akan diendapkan. D. DAUR PERKEMBANGAN GARIS PANTAI 1. atau gosong pasir (offshore bars). Ambang yang bersambungan (connecting bars) Ambang yang bersambung (connecting bars) ini terbentuk apabila terdapat semenanjung yang terbentuk pada air yang bergerak cepat yang menghubungkan pulau-pulau atau tanjungtanjung. maka material di sepanjang lerengnya akan hanyut dan akan membentuk endapan di atas permukaan air. atau batu-batu besar yang seragam. terutama pada tanah atau batuan yang lunak dan tidak kompak akan menjadi tenaga pengikis yang sangat hebat. Pengendapan material batuan di laut dalam yang berasal dari pulau atau permukaan tanah atau daratan yang tinggi ini disebut semenanjung (spits). ambang (bar). serta tingkat perkembangan atau stadium pantainya. Apabila arus litoral yang membentuk semenanjung bengkok menyebabkan bentukan yang mengarah atau menjorok ke laut. Stadium atau tingkatan perkembangan garis pantai yang tenggelam itu sendiri dapat dibedakan menjadi empat macam. maka akan membentuk semenanjung yang membengkok (hook atau recurved spits). lebar. seperti kelihatan menjadi lebih atau kurang tetap. Gangguan yang terjadi di kulit bumi dan topografi di sekitar garis pantai dapat mengalami perkembangan besar. dan tinggi. Sedangkan tombolo menunjukkan ambang yang terangkat bersamaan dengan pulau-pulau yang mengalami pengangkatan. maka gelombang badai yang cukup besar mampu memecah daratan dan akan membentuk semacam jembatan yang arahnya sejajar dengan garis pantainya. Kadang-kadang juga digunakan istilah ambang teluk (baybars). c. keadaan garis pantai sangat tidak teratur.beberapa gisik terdapat endapan pasir. maka akan terbentuk kenampakan putaran (loops). Hal ini tergantung dari keadaan batuannya. Adapun beberapa bentukan hasil kegiatan arus litoral yaitu: a. d. Dan apabila pertumbuhan tersebut mengarah ke daratan. Endapan yang terlihat seperti jembatan ini disebut penghalang (barrier). yaitu: a. Daur Perkembangan Garis Pantai yang Tenggelam Daur perkembangan garis pantai yang tenggelam ini dapat dipengaruhi oleh erosi sungai. kerikil. yaitu ambang yang terdapat pada tanjung dan melintang di mulut teluk tersebut. bentuk pantainya. kekuatan gelombang dan arus lautnya. maka pertumbuhan tanggul ini akan mengarah ke laut dalam. Apabila bagian luar tanggul ini tererosi oleh gelombang. b. Stadium dini atau awal (initial stage) Pada tingkatan permulaan ini. Kenampakan Hasil Arus Litoral Arus litoral bekerja secara langsung pada permukaan tanah. maka tanggulnya (embankment) akan tumbuh semakin panjang. Semenanjung yang membengkok (hook atau recuryed spits) Apabila di laut sering terjadi gelombang badai. Gosong pasir (offshore bars) atau penghalang (barrier) Apabila dataran hasil kegiatan gelombang terbentuk cukup luas dan di daerah ini terjadi proses sedimentasi yang juga luas. Putaran (loops) Kondisi yang berlawanan dengan terbentuknya semenanjung bengkok. Di bagian bawah terdapat semacam bukit kecil yang merupakan puncak gisik yang berbentuk agak cembung. Hasil dari pengikisan ini akan diendapkan pada dasar air yang dalam dan hanya sebagian saja yang ikut terbawa oleh arus. Apabila material yang dibawa arus laut semakin banyak. Apabila material yang diendapkan jumlahnya cukup banyak. d. 4. naka bentukan kenampakan putaran ini menjorok ke arah daratan. maka akan terjadi endapan baru. Bentukan yang normal dari semenanjung ini sedikit cembung ke arah laut.

sungai tersebut mulai melakukan pengerosian pada lembah baru yang terbentuk di sepanjang dataran yang terangkat tersebut. Lagoon atau launa atau tasik itu sendiri yaitu laut kecil yang umumnya terdapat di tepi pantai dan bentuknya memanjang di sepanjang pantai tersebut dan terpisah dari laut oleh daratan yang sempit. Stadium dini atau awal (initial stage) Bentuk garis pantai yang asli ini seolah-olah merupakan dataran pantai laut yang terangkat secara langsung. c. sehingga material yang dibawa oleh gelombang dan arus laut banyak diendapkan di sepanjang garis pantai tersebut. teras-teras gelombang yang sempit di kaki pantai cliff tersebut. Gelombang akan menjalar dari suatu tempat ke tempat lain di sepanjang garis pantainya dan mengikuti keadaan litologis atau struktur batuannya. d. Bentang lahan di daerah ini kelihatan sangat landai sekali dan merupakan dataran pantai dengan sudut kemiringan lerengnya sangat rendah atau kecil. Demikian juga dengan ketinggian dinding pantai di sekitar teluk yang menjadi semakin rendah karena pengaruh angin dan sungai.dan dipisahkan oleh daratan. Selain itu. Pantai yang terangkat ini dapat dibedakan lagi menjadi beberapa stadium atau tingkatan. Kadang-kadang daerah ini merupakan daerah pasang surut yang tergenang sewaktu terjadi pasang naik dan menjadi kering kembali setelah berlangsungnya pasang surut. ambang yang bersambung. Pulau kecil. Arus litoral pada stadium ini dapat menyapu hasil-hasil endapan pantai pada jarak yang sangat jauh. Beberapa kenampakan yang terdapat pada pantai pada stadium ini diantaranya adalah: . Daur Perkembangan Garis Pantai yang Terangkat Perkembangan garis pantai yang terangkat dapat dipengaruhi oleh kegiatan gelombang. sungai dapat mengerosi daratan hingga cukup dalam dan menyebabkan terbentuknya lembah dalam stadium muda hingga stadium dewasa. erosi sungai juga dapat mempengaruhi perkembangan garis pantai yang terangkat tersebut. Stadium tua (old stage) Karena pengaruh waktu. Selama dan sepanjang pengangkatan. b. Selain itu pada stadium ini. Stadium dewasa (mature stage) Pada stadium ini perkembangan pantai yang tenggelam dengan kenampakan topografinya yang khas sudah banyak yang hilang. Gejala lain dari stadium ini yaitu terbentuknya lagoon yang terbentuk di belakang dari ambang yang bersambungan dan gosong pasir. Pada stadium muda awal (early youth) ditandai dengan terdapatnya pantai curam (cliff) yang sangat terjal. pantai cliff akan mengalami pelapukan yang hebat karena pengaruh cuaca dan kemiringan lerengnya semakin landai. lembah sungai yang tua sampai yang muda dapat terdapat bersama-sama di dekat laut. yaitu: a. semenanjung. Sebelum terangkat. Sedangkan pada stadium muda akhir (late youth) ditandai dengan terdapatnya gisik yang makin mengecil ke arah pantai dan jenis endapan berada di tempat yang dalam airnya. dan sebagainya dapat hilang atau berpindah tempat karena pengaruh erosi gelombang. teratur. Hal ini ditandai oleh semakin melemahnya tenaga erosi yang berasal dari daratan mendekati permukaan air laut. dan arus pasang surut. Stadium muda (youthful stage) Keadaan pantai pada stadium ini sama tidak teraturnya dengan keadaan pantai pada stadium dini. kemiringannya ke arah laut sangat kecil sekali atau landai. Oleh karena itu. serta endapan pasir. perkembangan garis pantai akhirnay mencapai usia tua. dan berjalan secara perlahan-lahan. 2. arus litoral. Dengan demikian. Di belakang daerah ini pada umumnya terdapat dataran pantai yang datar dan rata.

Sekembalinya ke laut. Sebagian lagi dihanyutkan oleh gelombang ke arah pantai. Demikian juga dengan tasik. Aliran air akibat pasangsurut tersebut akan melalui tempat-tempat yang rendah. maka tempat-tempat yang lebih rendah akan terbuka. Nip Nip merupakan pantai kliff yang tidak seberapa curam. Proses ini kemudian membentuk gosong lepas pantai yang agak kasar dan sejajar dengan garis pantai. Selain itu proses ini dapat juga dibantu oleh angin yang membawa endapan gumuk-gumuk pasir sehingga dapat menutupi tasik tersebut. ketinggiannya sangat bervariasi. kenampakan pantai yang terangkat pada stadium ini sama dengan stadium . Di Indonesia gejala-gejala seperti ini banyak dijumpai di pantai selatan Parangtritis Yogyakarta. Stadium dewasa ( mature stage) Pada stadium ini. Pada saat terbentuknya gosong lepas pantai. Stadium muda (youthful stage) Pada stadium ini. tasik. 2. perkembangan garis pantai yang mengalami pengangkatan. Apabila ambang berpindah-pindah ke arah daratan akan semakin kecil dan beberapa bagian yang masih asliakan terangkut oleh arus bawah. Proses ini dibantu oleh kegiatan pasang-surut dan gelombang. Tasik (lagoon) Tasik merupakan laut kecil yang terdapat di antara garis pantai dan gosong lepas pantai. pantai kliff yang tidak terlalu curam. Gosong lepas pantai (offshore bar) Apabila permukaan pantai yang datar ini agak jauh tenggelam ke arah laut. teluk pasang-surut. lereng yang landai serta dataran rendah yang lembek dapat tererosi ke bawah hingga ke dasar gelombang dan pada air dalam merupakan tenaga perusak yang sangat kuat ke arah pantai atau pantai kliff yang landai. Erosi pada sisi luar dari ambang kemungkinannya membawa dasar laut ke dasar gelombang (wave base).1. Apabila aliran air pasang-surut tersebut sama atau melebihi kekuatan gelombang. rawarawa. c. 3. Stadium tua (old stage) Secara teoritis. Hal ini disebabkan karena adanya kegiatan gelombang pada pantai yang sedang mengalami pengangkatan. Dalam keadaan asli. gelombang ini akan pecah dan mengangkut material lepas yang terdapat di dasar air laut tersebut. serta gosong pantai telah banyak mengalami pengrusakan. maka tasik tersebut akan tertutup oleh material endapan tersebut. Dasar gelombang atau wave base merupakan kedalaman air dimana pengaruh atau kekuatan gelombang sudah tidak terjadi lagi. Pada mulanya akan terbentuk pengendapan baik ke daerah laut maupun ke arah daratan dari datangnya gelombang. maka akan menjadi sasaran yang baik dalam pengikisan gelombang yang cukup kuat. 2. d. b. tasik yang terdapat di belakang ambang semakin menyempit karena tergali dari dalam dan dihapuskan. Apabila sungai yang bermuara di laut banyak mengangkut material batuan dari daratan. maka apabila terjadi gelombang yang cukup kuat akan memecah agak jauh dari pantai. Gosong lepas pantai yang berpindah-pindah Jika gosong lepas pantai ini telah mencapai ukuran tertentu. Kadang-kadang pengangkutan material lepas tersebut dapat berasal dari arah daratan karena naiknya gelombang yang cukup kuat. Teluk pasang-surut (tidal inlet) Tidal inlet merupakan teluk kecil yang terbentuk akibat kegiatan pasang-surut. gosong lepas pantai dan pantai nip atau pantai rusak yang asli terdiri dari bagian dalam dan luar yang keduanya merupakan hasil pengikisan air. Beberapa kenampakan yang dijumpai dalam stadium ini adalah: 1. sehingga akhirnya akan bersatu dengan pantai. Bekas-bekas atau tempat-tempat yang terbuka inilah yang disebut teluk pasangsurut atau tidal inlet.

Apabila terjadi perubahan iklim. yaitu gelombang laut. Pasang Naik dan Pasang Surut Pengaruh pasang-surut yang terpenting terhadap pembentukan pantai adalah naik-turunnya permukaan air laut dan kekuatan gelombangnya. E. Arus air yang ditimbulkan oleh pasang naik dan pasang surut akan bergerak melalui permukaan terbuka dan sempit serta merupakan tenaga pengangkut endapan daratan yang sangat intensif. 4. Jenis makhluk hidup lain yang berpengaruh pada perkembangan pantai ialah tumbuhtumbuhan ganggang (algae). . Arus Litoral Selain gelombang air laut. Hasil pembuangan atau pengikisan dari daratan akan segera diangkut oleh arus air dan diendapkan pada dasar laut yang dalam. Pengaruh arus litoral terhadap perkembangan garis pantai dipengaruhi oleh beberapa faktor. PROSES TERBENTUKNYA PANTAI Tenaga yang mempengaruhi proses pembentukan pantai. misalnya longsoran tanah laut. kekuatan gelombang laut. dan lain sebagainya. Air yang berasal dari bawah akan naik dan mengisi celah-celah dan akhirnya akan membeku. maka arus litoral mempunyai pengaruh yang sangat penting sebagai tenaga pengangkut. 2. Apabila gelombang besar terjadi pada saat pasang naik akan merupakan tenaga perusak yang sangat hebat di pantai. Organisme Jenis binatang laut yang sangat penting dalam proses pembentukan garis pantai beserta perubahannya salah satunya yaitu binatang karang. Karena tekanan yang tidak sama di permukaan air itulah yang menyebabkan permukaan air berombak. Diantaranya adalah gelombang yang disebabkan oleh angin. perahu atau kapal yang sedang lewat. maka es akan mencair sehingga permukaan airnya akan bertambah besar. Adanya gelombang ini sangat penting dalam perkembangan garis pantai. dan bentuk pantainya. batu yang jatuh dari pantai curam. proses erosi akan bekerja sangat intensif. arus litoral juga merupakan tenaga air yang sangat penting pengaruhnya dalam pembentuka garis pantai. kedalaman air. Binatang karang yang paling banyak membentuk batuan karang ialah golongan polyps.dewasa. Ganggang merupakan jenis mikro flora yang dapat membantu pengendapan dari larutan yang mengandung kalsium karbonat menjadi endapan kapur. Jika hasil pengendapan terangkut dari permukaan air yang dangkal menuju permukaan air yang lebih dalam. yaitu tekanan atau kekuatan angin. Tenaga Es Pengaruh tenaga es yang terpenting yaitu adanya pengkerutan es dan pemecahan atau pencairan es. Polyps merupakan jenis binatang karang yang sangat kecil yang hidup dengan subur pada air laut yang memiliki kedalaman antara 3545 meter. Pada daerah pantai yang tersusun dari batuan yang tidak kompak. gempa bumi di dasar laut. Gelombang Air Laut Gelombang dapat terjadi dengan beberapa cara. arus litoral. Angin akan berhembus dengan kencang apabila terjadi ketidakseimbangan tekanan udara. Apabila bentuk pantainya landai dan proses pengendapannya cukup besar. tenaga es. dan kegiatan organisme laut. pasang naik dan pasang surut. 3. 5. 1. Garis pantai akan selalu terus mundur sebelum pengikisan gelombang. maka arus litoral merupakan tenaga yang sangat efektif dalam proses pengendapan di pantai. baik secara langsung maupun tidak langsung ada beberapa macam.

dan akan muncul pada saat air sungai menurun yang disebut gosong sungai. yang akhirnya arah aliran membelok begitu seterusnya membentuk kelokan-kelokan tertentu. Hal ini umumnya dijumpai pada sungaisungai besar dan meanders. Sungai yang mengalami peremajaan akan membentuk undakundakan di kanan-kiri sungai yang mempunyai struktur sama membentuk teras sungai (rivers terraces). Berkurangnya kecepatan atau daya angkut material menyebabkan banyak material terakumulasi di bagian hilir. . Bentukan-bentukan ini terutama berhubungan dengan daerah-daerah penimbunan seperti lembah-lembah sungai besar dan dataran aluvial. tanggul alam (Fta). Pada suatu mulut lembah di daerah pegunungan yang penyebarannya memasuki wilayah dataran. tersusun oleh material sedimen berbutir halus. Pola ini terbentuk akibat proses penimbunan pada bagian luar kelokan dan erosi secara bergantian. Fraksi kasar akan terakumulasi di mulut lembah dan fraksi halus akan tersebar semakin menjauhi mulut lembah di wilayah dataran. Pola aliran sungai pada daerah datar yang penuh beban endapan pasir. Asosiasi antara proses fluvial dengan marin kadang membentuk delta (Fdt) di muara sungai yang relatif tenang. teras sungai (Fts). kadang terbentuk suatu bentukan kipas akibat aliran sungai yang menuruni lereng yang disebut kipas aluvial. dataran berawa (Fbs). Pengendapan ini yang membentuk dataran banjir di kanan-kiri sungai yang disebabkan karena air sungai semasa banjir melimpah tebing dan tidak lagi tersalurkan karena terhambat dan dangkal. pengangkutan dan pengendapan (sedimentasi) membentuk bentukan-bentukan deposisional yang berupa bentangan dataran aluvial (Fda) dan bentukan lain dengan struktur horisontal. Dari mulut lembah kemudian menyebar dan meluas dengan sudut kemiringan makin melandai. sementara kecepatan aliran berkurang akibat menurunnya kemiringan lereng.Satuan Bentuklahan Asal Proses Fluvial/Aliran Sungai (F) Bentuklahan asal proses fluvial terbentuk akibat aktivitas aliran sungai yang berupa pengikisan. Sungai-sungai yang terdapat pada satuan ini umumnya dikelompokkan dalam stadia dewasa. yaitu sungai yang telah mengalami gradasi dan berada dalam keadaan seimbang sehingga energinya hanya cukup untuk membawa dan memindahkan bebannya saja. Pengendapan cukup besar. Ciri khusus dataran aluvial di bagian bawah adalah adanya pola saluran yang berkelok-kelok (meanders). Jika pengendapan beban bertumpuk dan terakumulasi di kanan kiri sungai akan terbentuk tanggul alam (natural levees) yang lebih tinggi dari dataran banjir di sekitarnya. kerikil dan bongkah-bongkah. gosong sungai (Fgs) dan kipas aluvial (Fka). Beberapa hal proses-proses fluvial seperti pengikisan vertikal maupun lateral dan berbagai macam bentuk sedimentasi sangat jelas dapat dilihat pada citra atau foto udara. dimana alirannya saling menyilang dan sering berpindah dan dipisahkan oleh igir lembah (levee ridge) membentuk pola sungai teranyam (braided stream). Bentukan-bentukan kecil yang mungkin terjadi antara lain dataran banjir (Fdb). Sungai peringkat dewasa membentuk dataran banjir dengan pengendapan sebagian bebannya. sehingga aliran kadang tidak mampu lagi mengangkut material endapan. Erosi dan pengendapan seimbang yang membentuk hamparan dataran yang luas ke arah pantai.

rona agak gelap sampai gelap. menyebar dan meluas di kanan kiri sungai dengan tekstur halus dan seragam. kenampakan bentuklahan hasil proses fluvial mempunyai struktur horisontal. ada cirikhas aliran meanders dan braided di bagian hilir. pola aliran dendritik kompleks.Secara umum apabila dilihat dari foto udara. penggunaan lahan untuk sawah irigasi dan permukiman padat . material berupa endapan pasir dan kerikil yang relatif halus.