BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Usaha asuransi merupakan suatu mekanisme yang memberikan

perlindungan pada tertanggung apabila terjadi risiko di masa mendatang. Apabila risiko tersebut benar-benar terjadi, pihak tertanggung akan mendapatkan ganti rugi sebesar nilai yang diperjanjikan antara penanggung dan tertanggung. Mekanisme perlindungan ini sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis yang penuh dengan risiko. Secara rasional, para pelaku bisnis akan mempertimbangkan untuk mengurangi risiko yang dihadapi. Pada tingkat kehidupan keluarga atau rumah tangga, asuransi juga dibutuhkan untuk mengurangi permasalahan ekonomi yang akan dihadapi apabila ada salah satu anggota keluarga yang menghadapi risiko cacat atau meninggal dunia. Perkembangan asuransi di Indonesia saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Berbagai perusahaan asuransi berlomba-lomba menawarkan program asuransi baik bagi masyarakat maupun perusahaan. Seiring dengan perkembangan berbagai program syariah yang telah diusung oleh lembaga keuangan lain, banyak perusahaan asuransi yang saat ini juga menawarkan program asuransi syariah.

B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dari asuransi? 2. Apa saja manfaat asuransi? 3. Apa yang dimaksud dengan risiko dan ketidakpastian? 4. Apa saja prinsip dalam asuransi? 5. Apa yang dimaksud dengan polis dan premi asuransi? 6. Bagaimana penggolongan asuransi? 7. Bagaimana pengaturan perasuransian di Indonesia? 8. Bagaimana mengurus perizinan pendirian perusahaan asuransi? 9. Apa yang dimaksud dengan asuransi kredit? 10. Apa pengertian dari asuransi syariah?

1

11. Apa keuntungan/ kelebihan dalam mengikuti asuransi syariah? 12. Apa perbedaan antara asuransi konvensional dan asuransi syariah?

C. Tujuan Makalah ini bertujuan agar mahasiswa dapat : 1. Mengetahui pengertian dan manfaat asuransi. 2. Mengetahui tentang risiko dan ketidakpastian. 3. Mengetahui prinsip-prinsip asuransi. 4. Mengetahui tentang polis dan premi asuransi. 5. Mengetahui pengaturan perasuransian di Indonesia. 6. Mengetahui cara mengurus perizinan pendirian perusahaan asuransi. 7. Mengetahui tentang asuransi kredit. 8. Mengetahui tentang asuransi syariah beserta keuntungan/ kelebihannya. 9. Mengetahui perbedaan antara asuransi konvensional dan asuransi syariah.

D. Manfaat Makalah ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada para pembaca berupa : 1. Pengetahuan mengenai seluk beluk asuransi. 2. Pemahaman mengenai asuransi syariah.

2

Berikut adalah beberapa definisi asuransi menurut beberapa sumber : 1. disamping bermanfaat bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam bisnis asuransi. 1992 tentang Usaha Perasuransian Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih. Pengertian Asuransi Pada prinsipnya. atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. dengan menerima premi asuransi. 3. 2. atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. kerusakan.BAB II PEMBAHASAN A. dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian. 2 Th. asuransi kerugian adalah mekanisme proteksi atau perlindungan dari risiko kerugian keuangan dengan cara mengalihkan risiko kepada pihak lain. untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian. yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Menurut Kitab Undang-undang Hukum Dagang pasal 246 Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana sesorang penanggung mengikatkan diri kepada seseorang tertanggung. yang mungkin terjadi karena suatu peristiwa tak tentu. atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung. yang ditimbulkan oleh peristiwa yang tidak diduga sebelumnya (fortuitious event). 3 . serta asuransi bertujuan memberikan perlindungan atau proteksi atas kerugian keuangan (financial loss). yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan. dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung. Menurut Undang-undang No. kerusakan. Menurut Paham Ekonomi Asuransi merupakan suatu lembaga keuangan karena melalui asuransi dapat dihimpun dana besar. atau kehilangan keuntungan yang diharapkan.

Untuk mendapatkan nilai pertanggungan. pihak penanggung sudah membuat kalkulasi yang tidak merugikan kedua belah pihak. 4. Manfaat Asuransi Pada dasarnya asuransi memberikan manfaat bagi pihak tertanggung. 5. Membantu meningkatkan kegiatan usaha Investasi yang dilakukan oleh para investor dibebani dengan risikokerugian yang bisa diakibatkan oleh berbagai macam sebab (pencurian. 6. kebakaran. Pihak penanggung juga memperhitungkan bunga atas premi yang dibayarkan dan juga bonus (sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak). kecelakaan. antara lain: 1. semakin besar pula premi periodik yang harus dibayar oleh tertanggung. 3. dan lain-lain).B. Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil Prinsip keadilan diperhitungkan dengan matang untuk menentukannilai pertanggungan dan premi yang harus ditanggung oleh pemegang polis secara periodik dengan memperhatikan secara cermat faktor-faktor yang berpengaruh besar dalam asuransi tersebut. Semakin besar nilai pertangguangan. Polis asuransi dapat dijadikan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit. 2. Berfungsi sebagai tabungan dan sumber pendapatan Premi yang dibayarkan setiap periode memiliki substansi yang sama dengan tabungan. 4 . Alat penyebaran risiko Risiko yang seharusnya ditanggung oleh tertanggung ikut dibebankan juga pada penanggung dengan imbalan sejumlah premi tertentu yang didasarkan atas nilai pertanggungan. pihak tertanggung (insured) berhak atas nilai kerugian sebesar nilai polis atau ditentukan berdasarkan perjanjian antara tertanggung dan penanggung. Kalau risiko atau kerugian tersebut benar-benar terjadi. Rasa aman dan perlindungan Polis asuransi yang dimiliki oleh tertanggung akan memberikan rasa aman dari risiko atau kerugian yang mungkin timbul.

yaitu kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dam kemungkinan untuk mendapat kerugian.C. pemilik akan kehilangan kesempatan ekonomi yang diperoleh dari harta yang dimilikinya. akan memberikan kerugian dan apabila tidak terjadi. pemberian asuransi oleh mandor bangunan kepada para pekerjanya. Risiko tanggung gugat (liability risk) Risiko yang mungkin kita alami atau derita sebagai tanggung jawab akibat kerugian atau lukanya pihak lain. risiko adalah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang menimbulkan kerugian. tidak akan menimbulkan kerugian dan tidak juga memberikan keuntungan. Risiko spekulatif Adalah risiko yang berkaitang dengan terjadinya dua kemungkinan. antara lain: 5 . Risiko harta (property risk) Adalah risiko yang ditanggungkan atas harta yang dimilikinya rusak. Dalam menangani risiko tersebut minimal ada lima cara yang dapat dilakukan. 3. b. Misalkan. Dengan kerusakan atau kehilangan tersebut. Berikut ini adalah jenis-jenis risiko: 1. hilang atau dicuri. 2. c. Risiko dan Ketidakpastian Secara umum. Risiko individu Adalah risiko yang kemungkinan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Risiko individu ini masih dipilah menjadi 3 jenis : a. Risiko murni Adalah risiko yang apabila benar-benar terjadi. Risiko pribadi (personal risk) Adalah risiko yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memperoleh manfaat ekonomi. Risiko dalam industri perasuransian diartikan sebagai ketidakpastian dari kerugian finansial atau kemungkinan terjadinya kerugian. Atau dengan kata lain risiko ini berfungsi untuk menanggung dirinya sendiri atau orang yang ia asuransikan. Risiko yang dihadapi perlu ditangani dengan baik untuk mempertimbangkan kehidupan perekonomian di masa mendatang.

3. Prinsip Asuransi 1. Mentransfer risiko (risk transferring) Berarti memindahkan risiko kerugian kepada pihak lain yang bersedia serta mampu memikul beban risiko. Risiko yang dipertanggungkan dalam asuransi adalah benda atau harta yang memiliki nilai material baik bagi tertanggung maupun bagi penanggung. Risiko yang mungkin terjadi haruslah tidak akan menimbulkan suaatu kemungkinan rugi yang sangat besar. 5. 4. yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dengan sesuatu yang dipertanggungkan. D. Mengurangi risiko (risk reduction) Tindakan ini hanya bersifat meminimalisasi risiko yang mungkin terjadi. Kemungkian tersebut tidak dapat diperkirakan terjadinya. b. yaitu jika sebagian besar 6 . 2. Setelah mengetahui risiko yang mungkin timbul kit bisa menetukan apakah aktivitas tersebut bisa kita lanjutkan atau kita hentikan. Menahan risiko (risk retention) Berarti kita tidak melakukan aktivitas apa-apa terhadap risiko tersebut. Risiko yang bisa diasuransikan berkaitan dengan kemungkinan terjadinya kerugian. Bahkan kadang-kadang orang tidak sadar akan usaha menahan risiko ini. Risiko tersebut dapat ditahan karena secara ekonomis biasanya melibatkan jumlah yang kecil. Menghindari risiko (risk avoidance) Dapat dilaksanakan dengan cara mempertimbangkan risiko yang mungkin timbul sebelum kita melakukan aktivitas-aktivitas. Kewajaran. Kerugiaan tidak dapat diperkirakan. Syarat yang perlu dipenuhi agar memenuhi kriteria insurable interest: a. c. Catastrophic. Insurable interest (kepentingan yang dipertanggungkan) Pada prinsipnya merupakan hak berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan suatu risiko yang berkaitan dengan keuangan. Membagi risiko (risk sharing) Tindakan ini melibatkan orang lain untuk sama-sama menghadapi risiko.1.

Konsep ini tidak dapat mengganti nyawa yang hilang atau anggota tubuh yang rusak atau cacat karena indemnity berkaitan dengan ganti rugi finansial.pertanggungan kemungkinan akan mengalami kerugian pada waktu yang bersamaan. Subrogation Pada prinsipnya merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransinya mengalami suatu peristiwa kerugian. Indemnity Konsep indemnity adalah mekanisme penanggung untuk mengompensasi risiko yang menimpa tertanggung dengan ganti rugi finansial. 6. Antar pihak tertanggung dan penanggung harus saling mengungkapkan keterbukaan. barang atau harta yang akan dipertanggungkan harus homogen. Dengan adanya polis asuransi perjanjian 7 . yang berarti banyak barang yang serupa atau sejenis. 4. Kewajiban dari kedua belah pihak untuk mengungkapkan fakta disebut duty of disclosure. diawali dan bekerja dengan aktif dari suatu sumber baru dan independent. Contribution Bahwa penanggung berhak mengajak penanggung-penanggung yang lain yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada seorang tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing belum tentu sama besar. Proximate Cause Adalah suatu sebab aktif. d. E. kedua belah pihak dilandasi oleh itikad baik. 3. 5. Utmost Good Faith (itikad baik) Dalam melakukan kontrak asuransi. 2. efisien yang mengakibatkan terjadinya suatu persitiwa secara berantai atau berurutan tanpa intervensi suatu ketentuan lain. Homogen. Untuk memenuhi syarat dapat diasuransikan. Polis Asuransi Polis asuransi adalah bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak-pihak yang mengadakan perjanjian asuransi.

Nomor polis 2. 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian jenis usaha perasuransian dibagi menjadi beberapa jenis : 8 . Jangka waktu pertanggungan 6. Jumlah pertanggungan 5. b. Asuransi wajib Merupakan asuransi yang sifatnya wajib dilakukan oleh pihak-pihak terkait yang pelakasanaannya dilakukan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ditetapkan oleh pemerintah. 2. nomor rangka. Nama dan alamat tertanggung 3. Jangka waktu pembayaran premi sangat tergantung pada perjanjian yang sudah dituangkan dalam polis asuransi. Menurut Jenis Usaha Perasuransian Menurut UU No. Khusus untuk polis pertanggungan kendaraan bermotor ditambah dengan nomor polisi. dan lain-lain 7.antara edua belah pihak mendapatkan kekuatan secara hukum. Asuransi sukarela Pada prinsipnya pertanggungan dilakukan dengan cara sukarela. Bahaya-bahaya yang dijaminkan 8. Polis asuransi memuat hal-hal sebagai berikut: 1. Menurut Sifat Pelaksanaannya a. Jumlah premi tergantung pada faktor-faktor yang menyebabkan tinggi rendahnya tingkaat risiko dan jumlah nilai pertanggungan. bea materai. dan sematamata dilakukan atas kesadaran seseorang akan kemungkinan terjadinya risiko kerugian atas sesuatu yang dipertanggungkan. F. Besar premi. Penggolongan Asuransi 1. Premi Asuransi Premi asuransi adalah kewajiban pihak tertanggung kepada pihak penanggung yang berupa pembayaran uang dalam jumlah tertentu secara periodik. G. Uraian risiko 4. dan nomor mesin kendaraan.

Usaha asuransi kerugian ini dapat dipilah sebagai berikut: a) Asuransi kebakaran adalah asuransi yang menutup risiko kebakaran. semesteran. b) Asuransi pengangkutan adalah asuransi pengangkutan penanggung atau perusahaan asuransi akan menjamin kerugian yang dialami tertanggung akibat terjadinya kehilangan atau kerusakan saat pelayaran. kehilangan manfaat dn tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwa yag tidak pasti. dan lain sebagainya. b) Asuransi jiwa kelompok (group life insurance) Asuransi jiwa ini biasanya dikeluarkan tanpa ada pemeriksaan medis atas suatu kelompok orang di bawah satu polis induk di mana masingmasing anggota kelompok menerima sertifikat partisipasi. c) Asuransi jiwa industrial (industrial life insurance) 9 . missal : asuransi kendaraan bermotor. Asuransi jiwa memberikan: a) Dukungan bagi pihak yang selamat dari suatu kecelakaan. asuransi kecelakaan diri. triwulanan. 2) Asuransi jiwa (life insurance) Adalah suatu jasa yang diberikan oleh perusahaan asuransi dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. yaitu : a) Asuransi jiwa biasa (ordinary life insurance) Biasanya polis asuransi jiwa ini diterbitkan dalam suatu nilai tertentu dengan premi yang dibayar secara periodik (bulanan. c) Asuransi aneka adalah jenis asuransi kerugian yang tidak dapat digolongkan kedala kedua asuransi diatas. dan tahunan).a. Usaha Asuransi 1) Asuransi kerugian Yaitu usaha yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian. b) Santunan bagi tertanggung yang meninggal c) Bantuan untuk menghindari kerugian yang disebabkan oleh meninggalnya orang kunci d) Penghimpunan dana untuk persiapan pension Ruang lingkup usaha asuransi jiwa dapat digolongkan menjadi 3.

Reasuransi adalah suatu system penyebaran risiko dimana penanggung menyebarkan seluruh atau sebagian dari pertanggungan yang ditutupnya kepada penanggung yang lain. Penyebaran risiko tersebut dapat dilakukan dengan dua mekanisme. b) Reasuransi proporsional Pembagian risiko antara ceding company dengan reasuradur dilakukan secara proporsional berdasarkan jumlah retensi yang telah ditetapkan. Fungsi reasuransi adalah : a) Meningkatkan kapasitas akseptasi. c) Reasuransi nonproporsional Bentuk ini memberikan kemungkinan bagi reasuradur untuk tidak membayar klaim atau membayar klaim terbatas jumlah yang ada di treaty. reasuradur memberikan sejumlah pertanggungan yang diinginkan dengan perjanjian kontrak dan reasuradur harus menerima jumlah yang ditawarkan.Dalam jenis asuransi ini dibuat dengan jumlah nominal tertentu. Treaty dalam mekanisme reasuransi adalah pertanggungan yang dilakukan berdasarkan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang 10 . 3) Reasuransi (reinsurance) Adalah pertanggungan ulang atau pertanggungan yang dipertanggungkan atau asuransi dari asuransi. yaitu koasuransi dan reasuransi. c) Meningkatkan stabilitas usaha. Sedangkan reasuransi adalah proses untuk untuk mengasuransikan kembali pertanggung jawaban pada pihak tertanggung. Mekanisme untuk reasuransi antara lain: a) Treaty dan facultative reinsurance Dalam model ini. Retensi adalah jumlah maksimum risiko yang ditahan atau ditanggung oleh ceding company. Koasuransi adalah pertanggungan yang dilakukan secara bersama atas suatu objek asuransi. b) Alat penyebaran risiko. Premi umumnya dibayar mingguan yang dibayarkan di rumah pemilik polis kepada agen yang disebut debit agent. d) Meningkatkan kepercayaan.

b. 5) Agen asuransi adalah pihak yang memberikan jasa keperantaraan dalam rangka pemasaran jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung. Asuransi tanggung gugat (liability insurance) Adalah asuransi untuk melindungi tertanggung terhadap kerugian yang timbul dari gugatan pihak ketiga karena kelalaian tertanggung. Asuransi jiwa (life insurance) Asuransi jiwa terdiri atas : 1) Asuransi kecelakaan 2) Asuransi jiwa 3) Anuitas 4) Asuransi industri 11 . 2) Pialang reasuransi adalah usaha yang memberikan jasa keperantaraan dalam penetapan reasuransi dan penanganan ganti rugi reasuransi dewan bertindak untuk kepentingan perusahaan asuransi. Menurut The Chartered Insurance Institute London a. 4) Konsultan aktuaria adalah usaha yang memberikan jasa konsultan aktuaria. Usaha Penunjang 1) Pialang asuransi adalah usaha yang memberikan jasa keperantaraan dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi asuransi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung. c.dituangkan dalam suatu perjanjian antara ceding company dan reasuradur yang mana reasuradur mengikatkan diri untuk menerima setiap penutupan yang diberikan oleh ceding company. 3. 3) Penilai kerugian asuransi adalah usaha yang memberikan jasa penilaian terhadap kerugian pada objek asuransi yang dipertanggungkan. Jenisnya ada : 1) Asuransi kebakaran (fire insurance) 2) Asuransi pengangkutan (marine insurance) 3) Asuransi penerbangan (flight insurance) 4) Asuransi kecelakaan (accident insurance) b. Asuransi kerugian (property insurance) Merupakan pertanggungan untuk semua milik yang berupa harta benda yang memiliki risiko.

Reasuransi (reinsurance) H.225/KMK. antara lain: a. Persetujuan Prinsip Adalah persetujuan yang diberikan untuk melakukan persiapan pendirian suatu perusahaan yang bergerak di bidang perasuransian.2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian 2. Nomor 223/KMK.73 tahun 1002 tentang usaha perasuransian 3. 2. yaitu: 1.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perusahaan Penunjang Usaha Asuransi I. UU no. No.224/KNE.d.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi b. Asuransi kerugian (general insurance) e. Keputusan menteri keuangan.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi c. No. dimana izin usaha diberikan setelah persyaratan izin usaha telah dipenuhi. No. Izin usaha Adalah izin yang diberikan untuk melakukan usaha setelah perisiapan pendirian selesai.226/CMK. dimana batas waktu persetujuan prinsip dibatasi selama-lamanya satu tahun. Perizinan Pendirian Perusahaan Asuransi Pemberian izin oleh Menteri Keuangan bagi perusahaan perasuransian menurut PP Nomor 73 Tahun 1992 dilakukan dalam dua tahap.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Asurasni dan Reasuransi d. 12 . Pengaturan Perasuransian di Indonesia Berikut merupakan peraturan perundangan yang digunakan sebagai dasar acuan pembinaan dan pengawasan atas usaha perasuransian di Indonesia saat ini : 1. PP no.

pengarahan. bank membayar premi atas kredit yang ditanggung. Asuransi kredit bertujuan : 1. dan lembaga-lembaga keuangan lainnya. bankbank swasta. Asuransi Kredit Asuransi kredit mempunyai kaitan erat dengan jasa perbankan terutama di bidang perkreditan yang selalu dikaitkan dengan jaminan kredit berupa barang bergerak dan tidak bergerak yang sewaktu-waktu dapat tertimpa risiko yang dapat mengakibatkan kerugian bagi pemilik barang dan bank sebagai pemberi kredit. pemberi kredit menutup asuransi atas kredit tersebut. di mana yang menjadi tertanggung adalah bank-bank pemerintah.J. K. yang menjadi tertanggung bukan nasabahnya. Pengertian Asuransi Syariah Definisi asuransi syari'ah menurut Dewan Syariah Nasional adalah usaha untuk saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang melalui 13 . Walaupun begitu. 2. Untuk melindungi diri dari kemungkinan nasabah yang tidak dapat mengembalikan kredit. Sebagai imbalan atas jaminan yang diberikan oleh PT Askrindo. tetapi dalam praktik. Premi tersebut menjadi beban bank. Dalam asuransi kredit. ada juga bank yang membebankan premi tersebut kepada nasabahnya yang memperoleh kredit. Pengelolaan asuransi kredit di Indonesia dipercayakan oleh pemerintah kepada PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo) yang berkantor pusat di Jakarta. Dengan adanya asuransi kredit ini bank terdorong untuk lebih giat membantu para nasabahnya dalam menyediakan modal untuk mengembangkan usahanya. Membantu kegiatan. Kredit adalah pinjaman uang yang diberikan oleh pemberi kepada nasabahnya. Melindungi pemberi kredit dari kemungkinan tidak diperolehnya kembali kredit yang diberikan kepada para nasabahnya. yang menjadi pihak tertanggung adalah pemberi kredit (bank dan/atau lembaga keuangan) dan yang ditanggung oleh penanggung adalah risiko kredit di mana tidak diperolehnya kembali kredit kepada para nasabahnya (yang umumnya terdiri atas para pengusaha). dan keamanan perkreditan baik kredit perbankan maupun kredit lainnya diluar perbankan. tetapi bank pemberi kredit.

Peranan perusahaan disini hanya sebatas pengelolaan operasional perusahaan asuransi serta investasi dari dana-dana/ kontribusi yang diterima/ dilimpahkan kepada perusahaan. Asuransi syariat tidak bersifat mu’awadhoh.dan janganlah kalian memakan harta di antara kamu sekalian dengan jalan yang bathil. Al Hasyr:18 Artinya :”Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (masa depan) dan bertaqwalah kamu kepada Alloh. 2. 14 . jika terjadi musibah yang dialami oleh sebagian partisipan/ anggota/ peserta. Surat Al-Baqarah :188 Firman Allah “.. Dibangun atas dasar kerjasama (taawun). Prinsip Asuransi Syariah 1. padahal kamu tahu (al:Baqarah:188) 3. dan janganlah kalian bawa urusan harta itu kepada hakim yang dengan maksud kalian hendak memakan sebagian harta orang lain dengan jalan dosa. yang artinya : "Dan saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan dan jangan saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan" L. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang engkau kerjakan”. Asuransi Syariah adalah sebuah sistem dimana para partisipan/ anggota/ peserta mendonasikan/ menghibahkan sebagian atau seluruh kontribusi yang akan digunakan untuk membayar klaim. M. Dasar Hukum Islam terkait Asuransi Syariah 1.. Surat Yusuf :43-49 “Allah menggambarkan contoh usaha manusia membentuk sistem proteksi menghadapi kemungkinan yang buruk di masa depan.investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru' yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko/ bahaya tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah. Asuransi syari'ah disebut juga dengan asuransi ta'awun yang artinya tolong menolong atau saling membantu. Prinsip ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 2. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa Asuransi ta'awun prinsip dasarnya adalah dasar syariat yang saling toleran terhadap sesama manusia untuk menjalin kebersamaan dalam meringankan bencana yang dialami peserta. 2. tetapi tabarru’ atau mudhorobah.

maka diselesaikan menurut syariat. Sumbangan (tabarru’) sama dengan hibah (pemberian) oleh karena itu haram hukumnya ditarik kembali. Syarat sahnya suatu perjanjian jual beli didasarkan atas adanya penjual. Akad (Perjanjian) Setiap melakukannya perjanjian harus transaksi secara bisnis hukum di antara ataupun pihak-pihak non-hukum yang untuk jelas mempermudah jalannya kegiatan bisnis tersebut saat ini dan masa mendatang. 6. Sementara 15 . 5. harga. Tidak dibenarkan seseorang menyetorkan sejumlah kecil uangnya dengan tujuan supaya ia mendapat imbalan yang berlipat bila terkena suatu musibah. Akad antara perusahaan dengan peserta harus jelas. Beberapa perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional. N. dan barang yang diperjual-belikan. asuransi merupakan transfer of risk yaitu pemindahan risiko dari peserta/tertanggung ke perusahaan/ penanggung sehingga terjadi pula transfer of fund yaitu pemindahan dana dari tertanggung kepada penanggung.3. pembeli. menggunakan akad jual beli (tadabuli) atau tolong menolong (takaful). Perbedaan Asuransi Konvensional dengan Asuransi Syariah Dalam asuransi konvensional. di antaranya adalah sebagai berikut: 1. Akad dalam praktek muamalah menjadi dasar yang menentukan sah atau tidaknya suatu kegiatan transaksi secara syariah. Setiap anggota yang menyetor uangnya menurut jumlah yang telah ditentukan harus disertai dengan niat membantu demi menegakkan prinsip ukhuwah. Kalau terjadi peritiwa. dana peserta menjadi milik perusahaan ausransi. Apabila uang itu akan dikembangkan maka harus dijalankan menurut aturan syar’i. 4. Hal tersebut menjadi sangat menentukan di dalam praktek asuransi syariah. Akan tetapi ia diberi uang jamaah sebagai ganti atas kerugian itu menurut ijin yang diberikan oleh jamaah. Sebagai konsekuensi maka kepemilikan dana pun berpindah. Akad pada asuransi konvensional didasarkan pada akad tadabuli atau perjanjian jual beli.

itu di dalam perjanjian yang diterapkan dalam asuransi konvensional hanya memenuhi persyaratan adanya penjual. Harta seorang muslim yang lain tidak halal. dan jika berhutang harus dilunasi. surat al-Baqarah ayat 282). I% Adanya saksi dari kedua belah pihak. Sedangkan untuk harga tidak dapat dijelaskan secara kuantitas. I% Bentuk perjanjian harus jelas dimengerti oleh pihak-pihak yang bertransaksi (akad tadabuli atau akad takafuli). Perusahaan akan membayarkan uang pertanggunggan sesuai dengan perjanjian. (Penulis simpulkan dari firman Allah SWT. I% Para saksi harus cakap dan bersedia secara hukum jika suatu saat diminta kewajibannya. 2. berapa besar premi yang harus dibayarkan oleh peserta asuransi utnuk mendapatkan sejumlah uang pertanggungan. seperti pembeli wajib menyatakan harganya dan penjual menyerahkan barang jualannya kepada pembeli. akan tetapi jumlah premi yang akan disetorkan oleh peserta tidak jelas tergantung usia. seorang ulama salaf ternama dalam kitabnya "Majmu Fatwa" menyatakan bahwa akad dalam Islam dibangun atas dasar mewujudkan keadilan dan menjauhkan penganiayaan. Jika peserta dipanjangkan usia maka perusahaan akan untung namun apabila peserta baru sekali membayar ditakdirkan meninggal maka perusahaan akan rugi. pembeli dan barang yang diperjualbelikan. Karena hanya Allah yang tahu kapan kita meninggal. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. dikarenakan tidak adanya batas waktu pembayaran premi yang didasarkan atas 16 . kecuali dipindahkan haknya kepada yang disukainya. Dilarang menipu. Jika kita mengadakan suatu perjanjian dalam suatu transaksi bisnis secara tidak tunai maka kita wajib melakukan hal-hal berikut: I% Menuliskan bentuk perjanjian (seperti adanya SP dan polis). berkhianat. Gharar (Ketidakjelasan) Definisi gharar menurut Madzhab Syafii adalah apa-apa yang akibatnya tersembunyi dalam pandangan kita dan akibat yang paling kita takuti. Dengan demikian menurut pandangan syariah terjadi cacat karena ketidakjelasan (gharar) dalam hal berapa besar yang akan dibayarkan oleh pemegang polis (pada produk saving) atau berapa besar yang akan diterima pemegang polis (pada produk non-saving). Keadilan dapat diketahui dengan akalnya. Gharar/ketidakjelasan itu terjadi pada asuransi konvensional.

Mekanisme ini oleh para ulama dianggap paling selamat. dana yang terkumpul adalah milik peserta (shahibul mal) dan perusahaan asuransi syariah (mudharib) tidak bisa mengklaim menjadi milik perusahaan. ketika di antaranya ada yang mendapat musibah. sebagaimana digambarkan dalam hadist Nabi SAW. yaitu suatu niat tolong-menolong sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat musibah. Para ulama berpendapat bahwa perjanjian jual beli/akad tadabuli tersebut cacat secara hukum. Oleh karena itu dana tabarru disimpan dalam rekening khusus. Niat bertabbaru bermaksud memberikan dana kebajikan secara ikhlas untuk tujuan saling membantu satu sama lain sesama peserta asuransi syariah. dana klaim yang diberikan adalah dari rekening tabarru yang sudah diniatkan oleh sesama peserta untuk saling menolong. yang kita kenal sebagai gharar. perusahaan akan untung dan tertanggung merasa rugi secara financial. Pada akad asuransi konvensional dana peserta menjadi milik perusahaan asuransi (transfer of fund). Tabarru dan Tabungan Tabarru berasal dari kata tabarraa-yatabarra-tabarrawan. Jika tertanggung dipanjangkan usianya. Jika baru sekali seorang tertanggung membayar premi ditakdirkan meninggal. Pada asuransi syariah akad tadabuli diganti dengan akad takafuli. Dengan kata lain kedua belah pihak tidak mengetahui seberapa lama masing-masing pihak menjalankan transaksi tersebut. Apabila ada yang tertimpa musibah. Ketidakjelasan jangka waktu pembayaran dan jumlah pembayaran mengakibatkan ketidaklengkapan suatu rukun akad."(HR Bukhari Muslim dan Abu Daud). dan akan mendapat balasan yang sangat besar di hadapan Allah."Barang siapa memenuhi hajat saudaranya maka Allah akan memenuhi hajatnya. Menyisihkan harta untuk tujuan membantu orang yang terkena musibah sangat dianjurkan dalam agama Islam. Orang yang menyumbang disebut mutabarri (dermawan). 3. perusahaan akan rugi sementara pihak tertanggung merasa untung secara materi. 17 .usia tertanggung. sementara kita sepakat bahwa usia seseorang berada di tangan Yang Mahakuasa. Sedangkan dalam asuransi syariah. yang artinya sumbangan atau derma. karena kita menghindari larangan Allah dalam praktik muamalah yang gharar.

Sebab keuntungan perusahaan asuransi sangat dipengaruhi oleh banyak /sedikitnya klaim yang dibayarkannya. yang berarti selalu melibatkan diri dalam riba. Sementara investasi pada asuransi kerugian syariah menggunakan dana tabarru karena tidak ada unsur saving. Hasil dari investasi akan dibagikan kepada peserta sesuai dengan akad awal." Prof. Riba Dalam hal riba. Mustafa Ahmad Zarqa berkata bahwa dalam asuransi konvensional terdapat unsur gharar yang pada gilirannya menimbulkan qimar. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan. Maisir (Judi) Allah SWT berfirman dalam surat al-Maidah ayat 90. Apabila pemegang polis asuransi jiwa meninggal dunia sebelum periode akhir polis asuransinya dan telah membayar preminya sebagian."Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya khamar. berhala. 5. Jika peserta mengundurkan diri maka dana tabungan beserta hasilnya akan dikembalikan kepada peserta secara penuh. mengundi nasib dengan panah. Muhammad Fadli Yusuf menjelaskan unsur maisir dalam asuransi konvensional karena adanya unsur gharar. Pemegang polistidak mengetahui dari mana dan bagaimana cara perusahaan asuransi konvensional membayarkan uang pertanggungannya. Muhammad Fadli Yusuf mengatakan. dilakukan dengan menghitung 18 . Hal demikian juga dilakukan saat perhitungan kepada peserta. Sedangkan al qimar sama dengan al maisir.Untuk produk asuransi jiwa syariah yang mengandung unsur saving maka dana yang dititipkan oleh peserta (premi) selain terdiri dari unsur dana tabarru terdapat pula unsur dana tabungan yang digunakan sebagai dana investasi oleh perusahaan. termasuk perbuatan syaitan. maka ahliwaris akan menerima sejumlah uang tertentu. terutama dalam kasus asuransi jiwa. tetapi apabila pemegang polis mengambil asuransi itu tidak dapat disebut judi. adalah perbuatan keji. Yang boleh disebut judi jika perusahaan asuransi mengandalkan banyak/sedikitnya klaim yang dibayar. semua asuransi konvensional menginvestasikan dananya dengan bunga. 4. maisir. Hal ini dipandang karena keuntungan yang diperoleh berasal dari keberanian mengambil risiko oleh perusahaan yang bersangkutan.

"(HR Muslim) 6. Begitu pula dengan Keputusan Menteri Keuangan No.keuntungan di depan. Untuk berbagai bentuk investasi lainnya didasarkan atas petunjuk Dewan Pengawas Syariah. Demikian juga pada asuransi non-saving atau asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim. "Rasulullah mengutuk pemakaian riba. Asuransi syariah menyimpan dananya di bnak yang berdasarkan syariat Islam dengan sistem mudharabah. sedangkan jika ia tidak melanjutkan dana yang sudah masuk akan hangus. maka premi yang dibayarkan akan hangus dan menjadi milik perusahaan. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imron ayat 130. Prinsip muamalah melarang kita saling menzalimi. Investasi asuransi konvensional mengacu pada peraturan pemerintah yaitu investasi wajib dilakukan pada jenis investasi yang aman dan menguntungkan serta memiliki likuiditas yang sesuai dengan kewajiban yang harus dipenuhi. Kondisi ini mengakibatkan posisi yang dizalimi. Asuransi syariah dalam mekanismenya tidak mengenal dana hangus."Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu memakan riba yang memang riba itu bersifat berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapatkan keberuntungan. Di satu sisi peserta tidak punya dana untuk melanjutkan. 424/KMK. karena nilai tunai telah diberlakukan sejak awal peserta masuk asuransi. penulisnya dan saksinya seraya bersabda kepada mereka semua sama. Semua jenis investasi yang diatur dalam peraturan pemerintah dan KMK dilakukan berdasarkan sistem bunga. Kebijakan dana hangus yang diterapkan oleh asuransi konvensional akan menimbulkan ketidakadilan dan merugikan peserta asuransi terutama bagi mereka yang tidak mampu melanjutkan karena suatu hal.6/2003 Tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. laa dharaa wala dhirara ( tidak ada yang merugikan dan dirugikan). pemberi makan riba. Karena kondisi tersebut maka dana yang telah dibayarkan tersebut menjadi hangus. Bagi 19 ." Hadist. Dana Hangus Ketidakadilan yang terjadi pada asuransi konvensional ketika seorang peserta karena suatu sebab tertentu terpaksa mengundurkan diri sebelum masa reversing period. Sementara ia telah beberapa kali membayar premi atau telah membayar sejumlah uang premi.

peserta yang baru masuk karena satu dan lain hal mengundurkan diri maka dana/premi yang sebelumnya dimasukkan dapat diambil kembali kecuali sebagian kecil dana yang dniatkan sebagai dana tabarru (dana kebajikan). Jadi premi yang dibayarkan pada awal tahun masih dapat dikembalikan sebagian ke peserta (tidak hangus). Untuk kepentingan itu masing-masing anggota membayar iuran berkala (premi). Konsep Taawun Dalam Asuransi Syariah Sebagian para ahli syariah meyamakan sistem asuransi syariah dengan sistem aqilah pada zaman Rasulullah SAW. Disini sifat yang paling menonjol adalah tolong-menolong seperti yang diajarkan Islam. Dengan demikian badan tersebut tidak dengan sengaja mengeruk keuntungan untuk dirinya sendiri. maka asuransi syariah akan membagikan sebagian dana/premi tersebut dengan pola bagi hasil 60:40 atau 70:30 sesuai kesepakatan si awal perjanjian (akad). sehingga hasilnya dapat dipergunakan untuk kepentingan di atas. dan terjadi kesepakatan dari anggota untuk bersama -sama memikul suatu kerugian atau penderitaan yang mungkin terjadi pada anggotanya. at taawun atau at takaful (asuransi bersifat tolong menolong). investasi maupun SDM. Dr. Kedudukan DPS dalam struktur organisasi perusahaan setara dengan dewan komisaris. baik dari segi operasional perusahaan. 7. Satria Effendi M. Hal yang sama berlaku pula pada asuransi kerugian. Dewan Pengawas Syariah Pada asuransi syariah seluruh aktivitas kegiatannya diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang merupakan bagian dari Dewan Syariah Nasional (DSN). Jumlahnya sangat tergantung dari hasil investasinya. 8. 20 . bukan untuk kepentingan badan pengelola (asuransi syariah).Zein dalam makalahnya mendefinisikan takaful dengan at takmin. Dana yang terkumpul akan terus dikembangkan. Jika selama dan selesai masa kontrak tidak terjadi klaim. yang dikelola oleh suatu badan.

sebagai alat penyebaran risiko. asuransi syariah dapat dijadikan alternatif pilihan proteksi yang menawarkan program asuransi sesuai syariat Islam. asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih. sebagai tabungan dan sumber pendapatan. antara lain dapat memberikan rasa aman dan perlindungan. serta dapat membantu meningkatkan kegiatan usaha. atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. karena program ini memiliki banyak manfaat bagi pihak tertanggung. dengan menerima premi asuransi. seperti yang telah kami uraikan dalam materi makalah ini. Saran 1. atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. jika terjadi musibah yang dialami oleh sebagian partisipan/ anggota/ peserta. 21 . Peranan perusahaan disini hanya sebatas pengelolaan operasional perusahaan asuransi serta investasi dari dana-dana/ kontribusi yang diterima/ dilimpahkan kepada perusahaan. sebagai pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil.BAB III PENUTUP A. Sebaiknya masyarakat mengikuti program asuransi. B.2 tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian. Bagi masyarakat muslim. atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung. yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti. 2. polis asuransi dapat dijadikan jaminan untuk memperoleh kredit. kerusakan. dengan mana pihak penanggung mengikatkn diri kepada tertanggung. untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian. Seiring perkembangan program syariah di berbagai lembaga keuangan. Asuransi syariah merupakan sebuah sistem dimana para partisipan/ anggota/ peserta mendonasikan/ menghibahkan sebagian atau seluruh kontribusi yang akan digunakan untuk membayar klaim. asuransi dapat memberikan manfaat bagi pihak tertanggung. dalam usaha perasuransian pun juga terdapat asuransi syariah. Pada dasarnya. Kesimpulan Menurut UU no.

com/News/DisplayNews.DAFTAR PUSTAKA http://www. Bank dan Lembaga Keuangan Lain.net/ Triandaru. Jakarta : Salemba Empat. 22 . Sigit dan Totok Budisantoso.aspx?id=1626 http://asuransisyariah. 2009.wikimu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful