TUGAS

MENINGIOMA & ABSES CEREBRI

OLEH : KHARISMA ANDI AKHMAD RAGIL SEKARINDRA C 111 08 124 C 111 07

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU PENYAKIT SARAF FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

sedangkan pada kanalis spinalis lebih tinggi lagi (4 : 1). Zuich tetap menggolongkan meningioma ke dalam tumor mesodermal. dan frekuensinya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tumor lain yang tumbuh di regio ini. Tumbuhnva meningioma kebanvakan di tempat ditemukan banyak villi arachnoid. Namun istilah meningioma yang diajukan Cushing (1922) ternyata dapat diterima dan didukung oleh Bailey dan Bucy (1931). Meningioma juga bisa timbul di sepanjang kanalis spinalis. meningioma banyak ditemukan pada wanita dibanding pria (2 : 1). Meningioma intrakranial merupakan tumor kedua yang . Meningioma berasal dari leptomening yang biasanya berkembang jinak. Dari observasi yang dilakukan Mallary (1920) dan didukung Penfield (1923) didapatkan suatu konsep bahwa sel yang membentuk tumor ini ialah fibroblast sehingga mereka menyebutnya arachnoid fibroblast atau meningeal Fibroblastoma. Cushing (1922) menamakannya meningioma karena tumor ini yang berdekatan dengan meningen. Di intracranial. Meningioma intrakranial merupakan 15-20% dari semua tumor primer di regio ini. INSIDENSI Meningioma dapat dijumpai pada semua umur. Meningioma pada bayi lebih banyak pada pria.MENINGIOMA DEFINISI Meningioma adala tumor otak jinak yang berasal dari sel-sel yang terdapat pada lapisan meningen serta derivat-derivatnya. Di antara sel-sel meningen itu belum dapat dipastikan sel mana yang membentuk tumor tetapi terdapat hubungan erat antara tumor ini dengan villi arachnoid. Orville Bailey (1940) mengemukakan bahwa sel-sel arachnoid berasal dari neural crest. namun paling banyak dijumpai pada usia pertengahan. Ahli patologi pada umumnya lcbih menyukai label histologi dari pada label anatomi untuk suatu tumor. pendapat ini didukung Harstadius (1950). selsel arachnoid disebut Cap cells. bermula dari unsur ectoderm.

Tetapi penyelidikan ini kemudian dibantah bahwa pemeriksaan electron misroscope inclusion bodies ini adalah proyeksi cytoplasma yang berada dalam membran inti.44% dari seluruh otopsi sebagian besar tidak menunjukkan gejala-gejala dan didapatkan secara kebetulan. merupakan 13–20% dari tumor susunan saraf pusat. Teori lain menyatakan bahwa virus dapat juga sebagai penyebabnya. Dari permulaan sampai timbulnya gejala-gejala rata-rata . Meningioma dapat terjadi pada semua usia namun jarang didapatkan pada bayi dan anak-anak. Pada penyelidikan dilaporkan 1/3 dari meningioma mengalami trauma. kehamilan. Meningioma ini lebih banyak didapatkan pada wanita dari pada laki-laki. Pada penyelidikan dengan light microscope ditemukan virus like inclusion bodies dalam nuclei dari meningioma. dan virus.tersering disamping Glioma. sedangkan JACOBSON dkk mendapatkan perbandingan wanita dan laki-laki adalah 7 : 4. Sehingga disimpulkan bahwa penyebab timbulnya meningioma adalah trauma. Angka tertinggi penderita meningioma adalah pada usia 50-60 tahun. Diperkirakan meningioma intrakranial yang merupakan 1. KOOS dan MULLER menyatakan mulai usia 12 tahun insidens meningioma meningkat secara progressif. Dilaporkan juga bahwa meningioma ini sering timbul pada akhir kehamilan. Meskipun demikian dilaporkan juga dua kasus meningioma kongenital pada bayi. bahkan sampai bertahun-tahun. Pada beberapa kasus ada hubungan langsung antara tempat terjadinya trauma dengan tempat timbulnya tumor. Perbandingan antara wanita dan laki-laki adalah 3 : 2. mungkin hal ini dapat dijelaskan atas dasar adanya hidrasi otak yang meningkat pada saat itu. Ini khas untuk meningioma tetapi tidak pathognomonis. MANIFESTASI KLINIK Meningioma tumbuhnya perlahan-lahan dan tanpa memberikan gejala-gejala dalam waktu yang lama. ETIOLOGI Faktor-faktor terpenting sebagai penyebab meningioma adalah trauma. Beberapa penyelidikan berpendapat hanya sedikit bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara meningioma dengan trauma.

Gejala klinis lain yang paling sering adalah berturut-turut sebagai berikut :     kejang-kejang (±48%) gangguan visus (± 29%) gangguan mental (± 13%) gangguan fokal (± 10%) Tetapi timbulnya tanda-tanda dan gejala-gejala ini tergantung pada letak tumor dan tingginya tekanan intrakranial. Gejala umum ini sering sudah ada sejak lama bahkan ada yang bertahun-tahun sebelum penderita mendapat perawatan dan sebelum diagnosa ditegakkan. sakit kepala ini tidak khas. Gejala-gejala yang paling sering didapatkan adalah sakit kepala. antara hemisfer atau dari otak kedalam tumor. . gejala-gejala bermacam-macam sesuai dengan fungsi jaringan otak yang ditekan atau dirusak. atau hemiplegia. dapat umum atau terlokalisir ada daerah yang berlainan. Walaupun demikian gejala-gejala yang cepat tidak menyingkir kan adanya meningoma.± 26 bulan. Sakit Kepala Merupakan gejala yang paling sering. seperti juga pada tumor intracranial yang lain misalnya sakit kepala. karena meningioma di tempat tersebut dapat bergerak dan dapat mengadakan penyumbatan pada aliran cairan serebrospinalis. Selain sakit kepala juga disertai mual dan muntahmuntah. dilaporkan juga gejala-gejala yang lama timbulnya yaitu antara 20 — 30 tahun. Sakit kepala tersebut bersifat unilateral dan gejalagejala ini mungkin hilang timbul. perubahan mental atau gejala-gejala fokal seperti kejang-kejang. Meningioma Intra Ventrikuler seringkali mengalami sakit kepala dan peningkatan tekanan intrakranial. muntah-muntah. Menurut LEAVEN gangguan fungsi otak ini penting untuk diagnosa dini. Gejala-gejala umum. Gejala-gejala ini timbul akibat hemodynamic steal dalam satu hemisfer otak. dapat perlahan-lahan atau cepat. kelumpuhan. Hal ini sudah lazim walaupun tidak dikaitkan dengan meningkatnya tekanan intracranial. Tanda-tanda fokal sangat tergantung dari letak tumor.

Gangguan Mata Gangguan mata yang terjadi pada meningioma dapat berupa :      penurunan visus papil oedema nystagmus gangguan gerakan bola mata exophthalmus. Gejala yang menarik adalah adanya Intermittent cerebral symptoms. Adanya kejang-kejang ini akan memperkuat diagnosa. Gejala mental seperti: dullness. hemi plegia. Gejala-gejala dapat berupa afasia. IXdan X. VI. V. vertigo. Crose dkk mendapatkan tiga dari 13 kasusnya dengan hemi parese disertai gangguan sensoris dari N V. Pada 219 penderita dengan meningioma supra tentorial didapatkan ganggnan fungsi serebral yang mendadak intermitten dan sementara dapat beberapa menit atau lebih dari sehari. kelumpuhan dari muka dan lidah. 10% dari kasus meningiomadidapati kelumpuhan fokal.Kejang Didapati 48% dari kasus meningioma mengalami kejang-kejang terutama pada meningioma parasagittal dan lobus temporalis. Gangguan mental Sering juga didapatkan gangguan mental. ataxia. confusion stupor merupakan gejala-gejala yang paling sering. tentunya berhubungan pula dengan lokalisasi dari tumor. Disamping gejala-gejala tersebut di atas juga sering didapatkan gangguan saraf otak (nervus cranialis) terutama yang paling sering dari kasus-kasus Crouse yaitu N II. hallusinasi (olfaktoris) dan kejang- . buta. Hemiparese Lebih sering didapatkan pada meningioma dibandingkan dengan tumor-tumor intrakranial yang lain.

Pada umumnya C.kejang.E. Bermacam-macam gejala eurologis yang paling sering menimbulkan kesalahan diagnose.G. migrain. Tissue Culture .V. dapat dibedakan dengan tumor intrakranial dengan adanya gejala-gejala yang mendadak dan perlahan-lahan diikuti dengan kemajuan dari gejalagejala neurologis. karena terjadi pada usia lanjut maka seringkali diagnosa membingungkan dengan suatu infark otak atau insuffuiensia serebrovaskuler.). Angiografi Pneumoensefalografi atau Ventrikulografi. Histopatologik. X ray foto tengkorak. Brain Scan. Computerized Tomography Scan (CT scan). PROSEDUR DIAGNOSTIK Diagnosa meningioma dapat ditentukan atas beberapa pemeriksaan sebagai berikut :         Elektroensefalografi (E. dan multiple sclerosis.A. Setengah dari kasus-kasus ini gangguan fungsi serebral berulang-ulang.

otitis media ataupun riwayat infeksi lainnya. dan protozoa. 1. Proses pembentukan abses otak oleh bakteri Sreptococcus alpha hemolyticus secara histologist dibagi dalam 4 fase dan waktu 2 minggu untuk terbentuknya kapsul abses. astroglia. Tahap lanjut berupa fibrosis yang progresif sehingga terbentuk kapsul dengan dinding yang konsentris. fibroblast. ada pula yang multiple. Penyebarannya ini dapat melalui darah. Setelah itu beberapa hari kemudian terjadi nekrosis dan pencairan pada pusat lesi sehingga terbentuk rongga abses. ada yang soliter. Insiden paling banyak adanya penyebaran melalui hematogen atau aliran darah yang mengenai substantia alba dan grisea atau perkontinuatum yakni dari daerah yang dekat dengan otak. edema otak. Early cerebritis (hari 1-3) .ABSES CEREBRI Definisi Abses cerebri adalah suatu proses infeksi dengan pernanahan yang terlokalisir di antara jaringan otak yang disebabkan oleh berbagai macam variasi bakteri. Etiologi dan patomekanisme Adanya penyebaran bakteri karena adanya infeksi ditempat lain. makrofag mengelilingi jaringan yang nekrotik dan terbentuk abses yang tak berbatas tegas.coli. streptococcus anaerob. adanya meningitis piogenik. Sifat dari abses serebri terbagi dua. trauma tembus kepala. Bakteri yang biasanya menginfeksi seperti staphylococcus aureus. E. Untuk itu perlu juga diketahui apakah pasien sebelumnya pernah mengalami sinusitis. perlunakan dan kongesti kadang disertai bintik-bintik perdarahan. Tahap-tahap abses serebri Awalnya terjadi reaksi peradangan yang difus pada jaringan otak yang ditandai oleh adanya infiltrasi leukosit. ataupun berasal dari infeksi pada katup jantung. Selain itu juga bisa jamur dan parasit. fungus.

Peradangan perivaskuler ini disebut cerebritis. pembentukan dinding sangat lambat oleh karena kurangnya vaskularisasi di daerah substansi alba dibandingkan substansi grisea. Early capsule formation Pusat nekrosis mulai mengecil. limfosit dan plasma sel dengan pergeseran aliran darah tepi.2. Late cerebritis 3. Di tepi pusat nekrosis didapati daerah sel radang. dapat robek ke dalam ventrikel lateralis. Late cerebritis Saat ini terjadi perubahan histologis yang sangat berarti. Daerah pusat nekrosis membesar oleh peningkatan ―acellular debris‖ dan pembentukan nanah karena pelepasan enzim-enzim dari sel radang. . Pada fase ini edema otak menyebar maksimal sehingga lesi menjadi sangat besar. makrofag-makrofag besar dan gambaran fibroblast yang terpencar. Late capsule formation (hari 4-9) (hari 10-13) (hari 14 atau lebih) Early cerebritis Terjadi reaksi radang local dengan infiltrasi polymorphonuclear leukosit. terlihat daerah anyaman reticulum yang tersebar membentuk kapsul kolagen. Early capsule formation 4. Saat ini terjadi edema di sekitar otak dan peningkatan efek massa karena pembesaran abses. Alpisan fibroblast membentuk anyaman reticulum mengelilingi pusat nekrosis. makrofag-makrofag menelan ―acellular debris‖ dan fibroblast meningkat dalam pembentukan kapsul. yang dimulai pada hari pertama dan meningkat pada hari ke-3. Sel-sel radang terdapat pada tunika adventisia dari pembuluh darah dan mengelilingi daerah nekrosis infeksi. Pada pembentukan kapsul. Di daerah ventrikel. Pembentukan kapsul yang terlambat di permukaan tengah memungkinkan abses membesar ke dalam substansi grisea. Reaksi astrosit di sekitar otak mulai meningkat. Fibroblast mulai menjadi reticulum yang akan membentuk kapsul kolagen. Bila abses cukup besar.

Lapisan neovaskular sehubungan dengan cerebritis yang berlanjut. kejang-kejang karena adanya peningkatan tekanan intracranial. Reaksi astrosit. gliosis dan edema otak di luar kapsul. ataxia. muntah-muntah. Daerah tepi dari sel radang. CT-scan kepala tanpa kontras dan pakai kontras bila abses berdiameter >10 mm. Pemeriksaan penunjang 1. Gejala-gejal pusing. vertigo. Gejala Gejala klinik dari abses serebri berupa gejala infeksi yang tidak khas berupa demam/febris disertai sakit kepala yang hebat. LED meningkat = 45 mm/jam 3. biasanya tampak ring-enchancment 5.000-20.Late capsule formation Terjadi perkembangan lengkap abses dengan gambaran histologist sebagai berikut : bentuk pusat nekrosis diisi oleh ―acellular debris‖ dan sel-sel radang. Darah rutin : leukositosis 10. dan fibroblast. Dapat juga disertai tanda neurologi fokal. Kapsul kolagen yang tebal. Space Occupying Lession (SOL) 2. makrofag. Meningitis Terapi Kausal:    Ampisilin 2gr/6jam iv (200-400 mg/kgBB/hari selama 2 minggu) Kloramfenicol 1 gr/6jam iv selama 2 minggu Metronidazole 500mg/8jam iv selama 2 minggu . Radiologi: Foto polos kepala biasanya normal 4. Angiografi Diagnosis Banding 1.000/cm3 2.

Edema otak. .Antiedema: Dexamethason/manitol Ketorolac untuk meringankan nyeri kepala Operasi bila tindakan konservatif gagal atau abses berdiameter 2 cm Komplikasi     Robeknya kapsul abses ke dalam ventrikel atau ke ruangan subarachnoidal. Herniasi tentorial oleh massa abses otak. Penyumbatan cairan serebrospinal yang menyebabkan hidrosefalus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful