Teori dasar jembatan wheatstone

Article Add comments Hambatan listrik suatu penghantar merupakan karakteristik dari suatu bahan penghantar tersebut yang mana adalah kemampuan dari penghantar itu untuk mengalirkan arus listrik, yang secara matematis dapat dituliskan: r=p. (L/A) Dimana: R : Hambatan listrik suatu penghantar (Ω) ρ : Resitivitas atau hambatan jenis (Ω. m) L : Panjang penghantar (m) A : Luas penghantar ( m²) Menurut hukum Ohm, hambatan listrik juga merupakan hasil perbandingan dari besarnya beda potensial pada ke-2 ujung penghantar terhadap besarnya arus listrik yang mengalir melalui hambatan tersebut. Secara matematis dapat dituliskan: R=V/I Dimana: R : Hambatan (Ω) V : Beda potensial (V) I : Arus Listrik (A) Cara menentukan besar suatu hambatan biasanya dapat dilakukan dengan cara: 1. 1. Menggunakan teori hubungan antara resitivitas terhadap besar hambatan ( jika hambatan berupa suatu penghantar), yang mana harus diketahui luas dari lebar penghantar dan panjang penghantar serta harus diketahui juga hambatan jenis dari bahan penghantar. Namun bila besar hambatan merupakan suatu komponen listrik ( R ), dapat diketahui dengan cara mengukur besar arus yang mengalir dan besar beda potensial pada ke-2 ujung penghantar, lalu gunakan hukum Ohm yang mana didapat besar hambatan berbanding lurus dengan besar beda potensial dan berbanding terbalik terhadap besar arus listrik yang mengalir.

Ohm menemukan sebuah persamaan yang simple. dl Terlihat bahwa faKtor yang berupa integrasi hanya tergantung dari konduktornya dan merupakan sifat khusus konduktornya dan biasa disebut sebagai tahanan (R) atau resistansinya. sehingga sesuai dengan hukum Ohm berlaku persamaan : Rangkaian jembatan wheatstone juga dapat disederhanakan dengan menggunakan kawat geser bila besarnya hambatan bergantung pada panjang penghantar. disimbolkan E dan V. Rangkaian jembatan wheatstone adalah susunan dari 4 buah hambatan.” .Tegangan dinyatakan dengan nilai volt. R Pengertian Hukum Kirchoff Hukum kirchoff terbagi menjadi dua. Ditemukan oleh George Simon Ohm dan dipublikasikan pada sebuah paper pada tahun 1827. Hukum Kirchoff berbunyi “Jumlah kuat arus yang masuk dalam titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan. arus dan hambatan yang salaing berhubungan. Dapat dituliskan V = I . yaitu: Hukum Kirchoff I Dipertengahan abad 19. R resistansinya. Hubungan antara tegangan. rapat arus I berbanding lurus dengan medan listrik.Hambatan dinyatakan dengan Ohm. maka J dapat dianggap sama pada seluruh bagian penampang hingga I = J . Dapat dituliskan V = I . dalam keadaan ini jembatan disebut seimbang.Arus dinyatakan dengan Ampere. dan hambatan disebut “Hukum Ohm”. Hukum Ohm : .Dapat juga dengan menggunakan metode jembatan Wheatstone. Jika luas penampang A yang diperhatikan cukup kecil dan tegak lurus kearah J (misalnya panjang konduktor besar sekali dibanding dengan luas penampangnya). disimbolkan R. yaitu menggunakan rangkaian jembatan Wheatstone dan melakukan perbandingan antara besar hambatan yang telah diketahui dengan besar hambatan yang belum diketahui yang tentunya dalam keadaan jembatan disebut seimbang ( G=0 ). dl dan juga integrasi diambil sepanjang suatu garis gaya ΔV = ∫E . prinsip ohm adalah besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar metal pada rangkaian. menjelaskan bagaimana hubungan antar tegangan. Pengertian Hukum Ohm Didalam logam pada keadaan suhu tetap. Gustav Robert Kichoff (1824-1887) menemukan cara untuk menentukan arus listrik pada rangkaian bercabang yang kemudian dikenal dengan hukum Kirchoff. yang mana 2 dari hambatan tersebut adalah hambatan variable dan hambatan yang belum diketahui besarnya yang disusun secara seri satu sama lain dan pada 2 titik diagonalnya dipasang sebuah galvanometer dan pada 2 titik diagonal lainnya diberikan sumber tegangan. A maka untuk beda potensial berlaku ΔV = ∫E . disimbolkan I . . the galvanic Circuit Investigated Mathematically. arus. Dengan mengatur sedemikian rupa besar hambatan variable sehingga arus yang mengalir pada Galvanometer = 0.

Dan juga menentukan hambatan sebagai fungsi dari perubahan suhu 2.Jumlah I masuk = I keluar Hukum Kirchoff II Hukum Kirchoff II berbunyi. . Bentuk mula-mula dari galvanometer adalah seperti alat yang dipakai Oersted yaitu jarum kompas yang diletakkan dibawah kawat yang dialiri arus yang akan diukur. Hukum Kirchoff 1 dan 2. Kepekaan galvanometer semacam ini bertambah apabila kawat itu dililitkan menjadi kumparan dalam bidang vertical dengan jarum kompas ditengahnya. Hubungan antara resitivitas dan hambatan. yang berarti setiap penghantar memiliki besar hambatan tertentu. Pengertian Galvanometer Galvanometer adalah alat yang digunakan untuk deteksi dan pengukuran arus. Yang mana besar arus yang mengalir pada galvanometer diakibatkan oleh adanya suatu hambatan. Dan instrument semacam ini dibuat oleh Lord Kelvin pada tahun 1890. jumlah aljabar GGL (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol …” Maksud dari jumlah penurunan potensial sama dengan nol adalah tidak adanya energi listrik yang hilang dalam rangkaian tersebut atau dalam arti semua energi bisa digunakan atau diserap. yang tingkat kepekaanya jarang sekali dilampaui oleh alat-alat yang ada pada waktu ini. 3. Kawat dan jarum diantara keduanya mengarah utara-selatan apabila tidak ada arus di dalam kawat. Prinsip dari metode jembatan wheatstone adalah 1. Kebanyakan alat itu kerjanya tergantung pada momen yang berlaku pada kumparan di dalam medan magnet. tegangan dan arus listrik. “Dalam rangkaian tertutup. yang mana sesuai dari hukum ini menjelaskan jembatan dalam keadaan seimbang karena besar arus pada ke-2 ujung galvanometer sama besar sehingga saling meniadakan. Hukum Ohm yang menjelaskan tentang hubungan antara hambatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful