METODE ELEMEN HINGGA

Jurusan Teknik Kelautan FTK ITS
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 1
PENGANTAR PENGANTAR
M t d El Hi d l h t d • Metode Elemen Hingga adalah metode
numeris untuk penyelesaian masalah
teknik dan fisika matematis.
• Masalah tersebut meliputi: p
– Analisa struktur
– Heat transfer Heat transfer
– Aliran fluida
Perpindahan massa – Perpindahan massa
– Elektromagnetik
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 2
PENGANTAR (lanjt ) PENGANTAR (lanjt.)
U t k l h k l k d i t i • Untuk permasalahan kompleks dari geometri,
pembebanan, dan sifat material, umumnya
susah untuk menyelesaikannya secara susah untuk menyelesaikannya secara
matematis.
• Penyelesaian matematis adalah menggunakan • Penyelesaian matematis adalah menggunakan
persamaan matematis yang menghasilkan
persamaan untuk mendapatkan persamaan untuk mendapatkan
informasi/penyelesaian dari nilai yang tidak
diketahui disetiap lokasi dibagian struktur/objek. p g j
Penyelesaiannya umumnya menggunakan ODE
& PDE.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 3
PENGANTAR (Lanjt ) PENGANTAR (Lanjt.)
• Penyelesaian Metode Elemen Hingga
menghasilkan persamaan dari masalah yang
dianalisa dalam sistem persamaan serentak
yang harus diselesaikan.
• Penyelesaian ini memberikan hasil/penyelesaian
pendekatan dari nilai yang tidak diketahui pada
titik tertentu dalam sistem yang kontinyu.
• Sistem yang kontinyu adalah istilah dari kondisi Sistem yang kontinyu adalah istilah dari kondisi
struktur/objek yang sebenarnya.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 4
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
• Dikritisasi (discretization) adalah proses
pemodelan dari struktur/ objek dengan
membaginya dalam elemen-2 kecil (finite
elemen atau elemen hingga) yang terhubung
oleh titik-2 (nodes) yang digunakan oleh
elemen-2 tersebut dan sebagai batas dari
struktur/ objek.
• Dalam metode elemen hingga persamaan dari
seluruh sistem dibentuk dari penggabungan
persamaan elemen-2nya.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 5
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
U t k l h t kt l i • Untuk masalah struktur: penyelesaian yang
didapat adalah deformasi (displacement) pada
setiap titik (nodes) yang selanjutnya digunakan setiap titik (nodes) yang selanjutnya digunakan
untuk mendapatkan besaran-2 regangan (strain)
dan tegangan (stress) dan tegangan (stress).
• Untuk masalah bukan struktur:
– Heat transfer: temperatur akibat flux temperatur – Heat transfer: temperatur akibat flux temperatur.
– Fluid flow: tekanan fluida akibat flux fluida.
• Metode elemen hingga (finite elemen method) • Metode elemen hingga (finite elemen method)
telah berkembang selama 35 tahun bersamaan
dengan perkembangan teknologi komputer.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 6
de ga pe e ba ga e o og o pu e
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
P l i d i t d l hi (MEH) • Penyelesaian dari metode elemen hingga (MEH)
umumnya menggunakan metode matriks.
• Penyelesaian MEH memerlukan perhitungan • Penyelesaian MEH memerlukan perhitungan
yang sangat banyak dan berulang-ulang dari
persaamaan yang sama, sehingga diperlukan y g gg
sarana komputer dan bahasa pemrogramannya.
• Penyelesaian dari seluruh sistem umumnya
merupakan penyelesaian persamaan serentak merupakan penyelesaian persamaan serentak
yang dinyatakan dalam bentuk matriks dan
diselesaian menggunakan penyelesaian diselesaian menggunakan penyelesaian
persamaan serentak (Cholesky, Eliminasi
Gauss, Iterasi Gauss-Seidel).
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 7
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
S j h i k t • Sejarah singkat:
– Elemen satu dimensi dikembangkan oleh
Hrennikoff (1941) dan McHenry (1943)
sebagai elemen rangka (truss) dan balok
(b ) (beam).
– Courant (1943) mengembangkan definisi
t d l b t k f i ( i ti l tegangan dalam bentuk fungsi (variational
form), shg. Sebagai awal penggunaan fungsi
bentuk (shape function) yang diterapkan bentuk (shape function) yang diterapkan
dalam elemen segitiga (elemen dua dimensi).
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 8
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
L (1947) b k t d • Levy (1947) mengembangkan metode
fleksibilitas (flexibility method) atau
metode gaya (force method). Pada tahun
1953, dia mengembangkan metode
deformasi (displacement method) atau
metode kekakuan (stiffness method).
Pada masa itu usulannya sangat susah
diterima oleh umum karena memerlukan
banyak perhitungan sehingga diperlukan
komputer sebagai sarana pendukung.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 9
p g p g
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
A i d K l (1954) b k • Argyris dan Kelsey (1954) mengembangkan
analisa struktur metode matriks menggunakan
metode energi. Pengembangan ini menunjukkan metode energi. Pengembangan ini menunjukkan
pentingnya pendekatan prinsip energi dalam
penyelesaian persamaan-2 metode elemen
hingga hingga.
• Awal penggunaan elemen dua dimensi
dilakukan oleh Turner Clough Martin dan Top dilakukan oleh Turner, Clough, Martin, dan Top
(1956) dengan menurunkan persamaan untuk
elemen rangka, balok, elemen segitiga dan
persegi, pada pengembangan direct stiffness
method untuk mendapatkan kekakuan sistem.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 10
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
Istilah finite element (elemen hingga) diperkenalkan oleh • Istilah finite element (elemen hingga) diperkenalkan oleh
Clough pada th. 1960 saat menggunakan elemen
segitiga dan segi empat dalam analisa tegangan bidang
( l t l i ) (plane stress analysis).
• Melosh (1961) mengembangkan elemen pelat lentur
(plate bending). (p g)
• Grafton dan Strome (1963) mengembangkan elemen
shell dan axisymmetric shell untuk pemodelan pressure
vessel vessel.
• Martin (1961), Gallagher, Padlog, dan Bijlaard (1962),
Melosh (1963), dan Argyris (1964) mengembangkan
l ti di i t t h d l elemen tiga dimensi tetrahedral.
• Clough, Rashid, dan Wilson (1965) mengembangkan
elemen axisymmetric solid.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 11
y
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
K b k d k t d t k il • Kebanyakan pendekatan regangan dan tegangan kecil
dipakai dalam penyelesaian MEH ditahun 60-an.
• Turner Dill Martin dan Melosh (1960) mengembangkan Turner, Dill, Martin, dan Melosh (1960) mengembangkan
penyelesaian dari Large deformation and thermal
analysis.
• Gallagher, Padlog, dan Bijlaard (1962) mengembangkan
penyelesaian kasus material tidak linier (non-linear
material) material).
• Gallagher dan Padlog (1963) mengembangkan
penyelesaian dari masalah tekuk (buckling). p y ( g)
• Zienkiewicz, Watson, dan King (1968) mengembangkan
penyelesaian dari kasus visco-elasticity.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 12
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
A h (1965) b k l i • Archer (1965) mengembangkan penyelesaian
dari kasus analisa dinamis dalam
pengembangan consistent mass matriks pada pengembangan consistent mass matriks pada
rangka dan balok.
• Melosh (1963) mengembangkan pendekatan ( ) g g
persamaan variational (vaiational formulation)
dalam permulaan dari penyelesaian masalah
bukan struktur bukan struktur.
• Zienkiewicz, dan Cheung (1965), Martin (1968),
dan Wilson dan Nickel (1966) mengembangkan dan Wilson dan Nickel (1966) mengembangkan
penyelesaian dari masalah torsi dari poros,
aliran fluida, dan konduksi panas.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 13
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
P l i k i hi • Penyelesaian menggunakan weighing
residual method dikembangkan oleh
Szabo dan Lee (1969), dan diterapkan
dalam penyelesaian masalah transient
field problems oleh Zienkiewicz dan
Parekh (1970). Studi tersebut memberikan
alternatif penyelesaian bila kasus-2 yang
tidak bisa diselesaiakan dengan g
pendekatan direct formulation dan
variational formulation.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 14
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
• Belytscho (1976) mengembangkan
penyelesaian yang efisien dari perilaku large
displacement non-linear dynamic dengan
memperbaiki penyelesaian numerisnya.
• Penerapan dari metode elemen hingga telah
digunakan dalam bidang bioengineering. Kasus-
2 dalam bidang ini masih banyak masalah
dimaterial pada non-linear material, non-linear
geometry, dan banyak hal lain yang masih
menunggu penyelesaian.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 15
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
• Notasi matriks:
¹ ¦ ¹ ¦
d F
matriks gaya
dinyatakan
¦
¦
¦
¹
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¹
¦
¦
¦
¦
y
x
y
x
d
d
d
F
F
F
1
1
1
1
dinyatakan
dalam {F} = F
dan matriks
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
x
z
x
z
d
d
d
F
F
F
2
1
2
1
dan matriks
displacement
dalam {d} = d
¦
¦
¦
`
¦
¦
¦
´
=
¦
¦
¦
`
¦
¦
¦
´
=
y y
d
d
F
F
.
} { ;
.
} {
2 2
dalam {d} = d
atau
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
.
.
.
.
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
ny
nx
ny
nx
d
d
F
F
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 16
¦
)
¦
¹
¦
)
¦
¹ nz nz
d F
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
• Matriks kekakuan elemen dinyatakan dalam [k]
dan matriks kekakuan global sistem struktur
dinyatakan dalam [K] dinyatakan dalam [K].
( (
K K K k k k
1 12 11 1 12 11
(
(
(
(

= =
(
(
(
(

= =
n
n
n
n
K K K
K K K
K K
k k k
k k k
k k
...
...
] [ ;
...
...
] [
2 22 21
1 12 11
2 22 21
1 12 11
(
(
¸

¸
(
(
¸

¸ nn n n nn n n
K K K k k k ...
... ... ... ...
...
... ... ... ...
2 1 2 1
• Persamaan dari kesetimbangan sistem struktur dinyatakan dalam:
F = K d
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 17
F = K d
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
P K t d l MEH • Peran Komputer dalam MEH
• Hingga th.1950-an, metode matriks dan metode
l hi tid k i di k d l elemen hingga tidak siap digunakan dalam
penyelesaian-2 masalah kompleks karena
besarnya persamaan yang harus diselesaikan, y p y g ,
sehingga tidak praktis.
• Dengan hadirnya komputer, maka perhitungan dari
l i d i i t t kt penyelesaian persamaan dari sistem struktur
tersebut dapat diselesaikan dalam hitungan menit.
• Perkembangan komputer menyebabkan Perkembangan komputer menyebabkan
perkembangan program-2 numeris untuk masalah
struktur dan non-struktur.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 18
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
• Langkah-2 umum MEH:
– Langkah 1:Diskritisasi/meshing dan pemilihan jenis
elemen
Pemilihan jenis elemen berkait dengan idealisasi
i i dil k k t h d t kt yang ingin dilakukan terhadap struktur yang
dimodelkan. Pilihan yang ada berkait dengan jenis
elemen(1 dimensi 2 dimensi atau 3 dimensi) dan elemen(1 dimensi, 2 dimensi, atau 3 dimensi), dan
berlanjut dengan tingkat kesulitan dari jenis elemen
yang ditunjukkan oleh jumlah titik (nodes) dalam
elemen beserta jumlah derajat kebebasan (degree of
freedom atau DOF) dari masing-2 titik (node).
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 19
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
– Langkah 1 (Lanj.):
Penentuan jumlah elemen berkait dengan j g
ukuran elemen yang penentuan dan
penyebarannya berkenaan dengan y y g
konsentrasi dari deformasi, regangan, serta
tegangan yang akan terjadi pada struktur
yang dimodelkan yang disebabkan oleh
bentuk geometri dari struktur serta
penyebaran beban dan syarat batasnya.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 20
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
– Langkah 1:Jenis elemen
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 21
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
– Langkah 1:Jumlah
elemen
20-10
19-10
18-11
14-10
15-11
16-10
13-10
12-10
17-10
71
195
197
227
191
192
193
194
195
196
197
205
206
207
208
226
233
X
Y
Z
198
201
202
232
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 22
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
L k h 2 Pilih F i D f i • Langkah 2:Pilih Fungsi Deformasi
(Displacement Function)
– Penentuan fungsi deformasi adalah berkait dengan Penentuan fungsi deformasi adalah berkait dengan
jumlah titik dalam satu elemen serta DOF yang
dimodelkan pada tiap titik atau tingkat/derajat
polinomial dalam asumsi fungsi deformasi dalam polinomial dalam asumsi fungsi deformasi dalam
elemen tersebut.
• Langkah 3:Menentukan persamaan hubungan
antara regangan {c} dan deformasi {d} serta
antara tegangan {o} dan regangan {c}.
Regangan: c =du/dx ; c =dv/dy ; c =dw/dz – Regangan: c
x
=du/dx ; c
Y
=dv/dy ; c
Z
=dw/dz
– Tegangan: o
X
= E c
x ;
o
Y
= E c
Y ;
o
Z
= E c
Z
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 23
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
L k h 4 M t k M t ik P d • Langkah 4:Menentukan Matrik Persamaan dan
Kekakuan Elemen
– Ada tiga metode dalam penentuan persamaan Ada tiga metode dalam penentuan persamaan
kekakuan elemen:
• Metode Kesetimbangan Langsung (Direct Equilibrium
Method) Method)
• Metode Kerja atau Energi (Work or Energy Method)
• Metode dengan Pemberatan pada Energi Sisa (Methods of
Weighted Residual) Weighted Residual)
– Metode Kesetimbangan Langsung: Matrik persamaan
elemen yang menunjukkan hubungan antara gaya,
kekakuan dan deformasi pada elemen ditentukan kekakuan, dan deformasi pada elemen ditentukan
berdasarkan pada prinsip kesetimbangan gaya.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 24
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
Metode Kerja atau Energi:Metode ini adalah – Metode Kerja atau Energi:Metode ini adalah
pendekatan yang dapat mencakup hampir semua
tingkat kerumitan dari suatu model yang mencakup
k t i l di i b b d t komponen material, dimensi, beban, dan syarat
batas.
– Metode yang menggunakan prinsip energi/kerja y g gg p p g j
lainnya: Metode Castigliano dan Metode yang
berdasarkan Prinsip Energi Potensial Minimum.
Keduanya hanya berlaku untuk penurunan dengan edua ya a ya be a u u u pe u u a de ga
material elastis.
– Metode dengan Pemberatan pada Energi Sisa:
Metode ini yang terkenal adalah Metode Galerkin Metode ini yang terkenal adalah Metode Galerkin.
Metode ini memberikan hasil yang sama untuk semua
penyelesaian Metode Energi. Metode ini sebagai
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 25
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
– (lanj.) penyelesaian saat metode energi tidak bisa
digunakan.Metode ini dapat mengadopsi langsung
persamaan diferensial persamaan diferensial.
– Persamaan elemen yang dihasilkan secara umum
adalah sebagai berikut: adalah sebagai berikut:
¦
¹
¦
¦
(
(

¦
¹
¦
¦
n
d k k k k
f
...
1 1 13 12 11
1
¦
¦
¦
¦
`
¦
¦
¦
¦
´
(
(
(
(

=
¦
¦
¦
`
¦
¦
¦
´
n
n
d
d
k k k k
k k k k
f
f
...
...
3
2
3 33 32 31
2 23 22 21
3
2
atau {f} = [k] {d}
dimana:
¦
¦
¦
)
¦
¦
¦
¹
(
(
(
¸

¸
¦
¦
)
¦
¦
¹
n nn n n n
n
d k k k k
f
...
...
... ... ... ... ... ...
3 2 1
{f} = matrik gaya
[k] = matrik kekakuan
{d} t ik d f i
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 26
{d} = matrik deformasi
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
Langkah 5:Penggabungan Persamaan Elemen • Langkah 5:Penggabungan Persamaan Elemen
pembentuk persamaan global/ total dari sistem dan
menentukan syarat batas.
– Penggabungan persamaan elemen dilakukan dengan prinsip
superposisi dengan mempergunakan prinsip kontunyuitas dan
kompatibilitas.
Kontin itas tiap elemen saling berh b ngan sehingga dapat – Kontinyuitas: tiap elemen saling berhubungan sehingga dapat
menyalurkan beban berupa tegangan keelemen disekitarnya.
Sehingga terlihat pada bentuk deformasinya yang kontinyu.
– Kompatibilitas: tiap elemen mempunyai titik (nodes) dengan – Kompatibilitas: tiap elemen mempunyai titik (nodes) dengan
jumlah dan sifat DOF tertentu, kesamaan DOF dari titik dalam
tiap elemen yang digunakan merupakan syarat kompatibilitas
dari tiap titik dalam tiap elemen dan tiap elemen menggunakan
titik-2 tersebut sesuai dengan tingkat kesulitan dari tiap elemen
yang digunakan.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 27
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
L k h 5 (l j ) B t k l b l d i i t • Langkah 5 (lanj.):Bentuk persamaan global dari sistem
struktur secara matrik adalah sebagai berikut:
{F} = [K] {d} {F} = [K] {d}
Dimana:
{F} = adalah vektor gaya global pada titik baik yang {F} adalah vektor gaya global pada titik baik yang
diketahui maupun yang tidak diketahui
[K] = adalah matrik kekakuan global dari sistem [ ] g
struktur; sifatnya singular atau det[K] = 0
{d} = adalah vektor deformasi yang diketahui dan
yang tidak diketahui
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 28
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
• Langkah 6:Penyelesaian dari DOF yang tak
diketahui, setelah syarat batas diberikan.
Persamaan dari sistem menjadi:
Dimana:
n = jumlah DOF yang
¦
¦
¹
¦
¦
¦
(
(
(

¦
¹
¦
¦
n
d
d
K K K K
K K K K
F
...
1 1 13 12 11
1
n = jumlah DOF yang
tak diketahui.
Matrik [K] bersifat non-
¦
¦
¦
¦
`
¦
¦
¦
¦
´
(
(
(
(

=
¦
¦
¦
`
¦
¦
¦
´
n
n
d
d
K K K K
K K K K
F
F
...
...
3
2
3 33 32 31
2 23 22 21
3
2
[ ]
singular (det[K] ≠ 0).
Penyelesaiannya
umumnya
¦
¦
¦
)
¦
¦
¦
¹
(
(
(
¸

¸
¦
¦
)
¦
¦
¹
n nn n n n
n
d K K K K
F
...
...
... ... ... ... ... ...
3 2 1
umumnya
menggunakan antara
lain: metode eliminasi
Gauss Iterasi Gauss
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 29
Gauss, Iterasi Gauss-
seidel, dst.
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
• Langkah 7:Penyelesaian Regangan dan
Tegangan Elemen.
– Hasil regangan dan tegangan adalah output yang
umum digunakan untuk menentukan kualitas dari
d i t kt dil k k desain struktur yang dilakukan.
• Langkah 8:Interpretasi Hasil
– Output yang berupa: deformasi, tegangan, dan
regangan adalah sebagai acuan dalam menilai
desain yang dimodelkan Dari analisis yang desain yang dimodelkan. Dari analisis yang
dilakukan, maka dapat ditentukan perubahan-2 untuk
perbaikan desain maupun kualitas model.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 30
perbaikan desain maupun kualitas model.
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
A lik i d i M t d El Hi • Aplikasi dari Metode Elemen Hingga.
– Pada masalah struktur:
A li T d t kt k b l k d f • Analisa Tegangan: pada struktur rangka, balok dan frame;
pada struktur pelat berlubang, dst.
• Kejadian Tekuk (Buckling): pada kolom dan shell.
• Analisa Getaran.
– Pada masalah non-struktur:
• Kejadian Transfer panas (Heat Transfer) • Kejadian Transfer panas (Heat Transfer).
• Aliran Fluida (Fluid Flow), termasuk aliran dalam media
berpori (tanah).
• Distribusi dari potensi magnetik atau elektrik.
– Aplikasi pada Bioengineering.
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 31
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
K t d i M t d El Hi • Keuntungan dari Metode Elemen Hingga.
– Memodelkan bentuk yang kompleks
– Menyelesaikan kondisi pembebanan umum – Menyelesaikan kondisi pembebanan umum
– Memodelkan objek/struktur dengan jenis material
yang banyak (krn. Pers. Pada tingkat elemen)
– Memodelkan banyak macam syarat batas
– Dengan mudah menggunakan bermacam ukuran
elemen dalam meshing/diskritisasi elemen dalam meshing/diskritisasi
– Menyelesaikan model dengan mudah dan murah
– Dapat memodelkan efek dimanis
– Menyelesaikan kelakuan tidak linier dari geometri dan
material
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 32
PENGANTAR (Lanj ) PENGANTAR (Lanj.)
• Program komersial dari MEH:
– GT STRUDL
– CATIA
– StruCAD
– SAP2000
CATIA
– ABAQUS
– FLUENT
– ALGOR
– IDEAS
– CFX
– ANSYS
ADINA
– FEMAP
– MSC NASTRAN
– ADINA
– MSC PATRAN
– ROBOT (AUTODESK)
– MSC DYTRAN
– MSC MARC
ROBOT (AUTODESK)
– SACS
– MICRO SAS
Handayanu Metode Elemen Hingga (LL1206) JTK-FTK-ITS 33

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful