You are on page 1of 7

BAB IV Penggunaan Turunan

IV.

PENGGUNAAN TURUNAN

Tujuan pembelajaran : 1. Mencari titik-titik kritis dari suatu fungsi dengan menggunakan turunan pertama sesuai definisi titik kritis. 2. Menghitung nialai ekstrim (maksimum dan minimum) dari suatu fungsi dengan menggunakan turunan pertama. 3. Menentukan kemonotonan (naik dan turun) grafik dari suatu fungsi dengan menggunakan turunan pertama. 4. Menentukan kecekungan (kebawah dan keatas) dan titik balik grafik dari suatu fungsi dengan menggunakan turunan kedua. 5. Menggambarkan grafik suatu fungsi dimana dari grafik tersebut dapat diketahui nilai ekstrim, kemonotonan, kecekungan dan titik balik serta sifat fungsinya. 6. Menyelesaikan persoalan lain (soal cerita) untuk masalah maksimum dan minimum dengan menggunakan turunan. IV.1. Maksimum dan Minimum.

Definisi 4.1.1. (nilai maksimum dan minimum) Misalkan S daerah asal f dan S memuat titik c, kita katakan bahwa : 1. f (c) adalah nilai maksimum f pada S jika f (c) > f (x), untuk setiap x S. 2. f (c) adalah nilai minimum f pada S jika f (c) < f (x), untuk setiap x S. 3. f (c) adalah nilai ekstrim f pada S jika f (c) adalah nilai maksimum atau nilai minimum. Tidak semua fungsi mempunyai nilai maksimum atau minimum, fungsi yang tidak mempunyai nilai maksimum atau minimum dapat mempunyai maksimum atau minimum dengan membatasi daerah asalnya.

48

Matematika I

BAB IV Penggunaan Turunan

Teorema 4.1. (eksistensi ekstrim) Jika f kontinu pada interval tertutup [a, b] maka f mempunyai maksimum dan minimum. Biasanya fungsi yang ingin kita maksimum dan minimumkan akan mempunyai suatu interval I sebagai daerah aslnya. Beberapa dari interval ini mempunyai titik ujung. Jika sebuah titik dimana f (c) = 0, maka c disebut titik stasioner. Jika c adalah titik dalam dari I dimana f (c) tidak ada, maka c disebut titik singular. Sebarang titik dalam daerah asal f yang termasuk salah satu dari ketiga titik yang dikemukakan diatas disebut tittik kritis dari f. Definisi 4.1.2. (titik kritis) Misalkan fungsi f kontinu pada interval terbuka I yang memuat c, titik (c, f (c)) dinamakan titik kritis dari f jika f (c) = 0 atau f (c) tidak ada. Catatan : titik kritis tidak selalu merupakan tittik ekstrim. Teorema 4.1.2. (titik kritis terhadap nilai ekstrim) Misalkan f punya tururnan pada interval I yang memuat titik c . Jika f (c) adalah nilai ekstrim maka c haruslah suatu titik kritis yaitu c berupa salah satu dari : 1. Titik ujung dari I 2. Titik stasioner dari f atau titik c dimana f (c) = 0. 3. Titik singular dari f atau titik c dimana f (c) tidak ada. Contoh 4.1. Carilah nilai ekstrim dari fungsi f (x) = - 2x3 + 3x2, pada I = [- , 2] Penyelesaian. f (x) = - 2x3 + 3x2, pada [- , 2]. Sebelum mencari nilai ekstrim maka akan di cari titiktitik kritis yaitu : 1. Titik ujung : karena I merupakan interval tertutup maka x = - dan x = 2 merupakan titik-titik ujung dari f pada I.

49

Matematika I

BAB IV Penggunaan Turunan

.2

Titik stasioner : f (x) = - 2x3 + 3x2 f (x) = - 6x2 + 6x, untuk

menentukan titik stasioner, misalkan f (x) = 0 sehingga 6x2 + 6x = 0 atau -6x (x 1) = 0 sehingga x = 0 atau x = 1 merupakan titik stasioner dari f pada I. .3 Titik singular : karena f (x) terdefinisi pada seluruh bilangan riil maka titik singular tidak ada. Jadi titik kritis dari funsi f adalah : x = - , x = 0, x = 1 dan x = 2. Untuk menentukan nilai ekstrim dari f, gantilah nilai x pada f (x) = - 2x3 + 3x2 dengan titik-titik kritis, maka f (- ) = - 2 (- )3 + 3 (- )2 = 1, f ( 0 ) = - 2 ( 0 )3 + 3 ( 0 )2 = 0, f ( 1 ) = -2 ( 1 )3 + 3 ( 1 )2 = 1, dan f ( 2 ) = - 2 ( 2 )3 + 3 ( 2 )2 = - 4. Dari nilai-nilai tersebut maka nilai ekstrim dari f adalah : nilai maksimum (f maks) = 1 dicapai pada x = - dan x = 1, dan nilai minimum (fmin) = - 4 dicapai pada x = 2. Grafik fungsinya dapat dilihat pada gambar berikut.
3 2

5 4 3 2

gambar 4.1. grafik f(x) = -2x

+ 3x

IV.2.

Definisi 4.2. (kemonotonan) Misalkan f terdefinisi pada interval I (terbuka, tertutup, atau tak satupun), kita katakan bahwa :

50

su mb uy

1 0

maks

maks

-1 -2 -3 -4 -1 0 1

min
-0.5 0.5 sumbu x 1.5 2

Uji Turunan Pertama.

Matematika I

BAB IV Penggunaan Turunan

1. f naik pada I jika untuk setiap pasangan bilangan x1 dan x2 dalam I dimana x1 < x2, maka f (x1) < f (x2). 2. f turun pada I jika untuk setiap pasangan bilangan x1 dan x2 dalam I dimana x1 < x2, maka f (x1) > f (x2). 3. f monoton pada I jika ia naik atau turun pada I. Teorema 4.2. (uji turunan pertama untuk kemonotonan) Misalkan f kontinu pada I dan punya turunan pada setiap titik dalam dari I, 1. Jika f (x) > 0 untuk setiap x I, maka f naik pada I. 2. Jika f (x) < 0 untuk setiap x I, maka f turun pada I. Contoh. 4.2. Jika f (x) = 2x3 3x2 12x + 7, tentukanlah dimana grafik f (x) naik dan dimana grafik f (x) tururn. Penyelesaian. berdasarkan teorema 4.2, maka kita perlu mencari f (x) untuk menentukan kemonotonan. Jika f (x) = 2x3 3x2 12x + 7 f (x) = 6x2 6x 12. untuk menentukan dimana f (x) > 0 dan dimana f (x) < 0, misalkan f (x) = 0 6x2 6x 12 = 0 atau 6 (x + 1) (x 2) = 0 dengan demikian diperoleh titik pemecah x = -1 dan x = 2 yang akan membagi garis bilangan riil menjadi tiga bagian yaitu x < -1, -1 < x < 2 dan x > 2. Dan dengan mengambil titik-titik uji : -2, 0, dan 3, maka kita dapatkan kesimpulan seperti yang dinyatakan dalam tabel berikut : Interval Titik uji -2 (- , -1) (- 1, 2) 0 3 ( 2, ) atau dengan garis bilangan riil : (+) -1 (-) 2 Hasil uji f (x) = 6x2 6x 12 24 - 12 24 (+)
uji terhadap f (x)

Tanda + +

jadi dapat di simpulkan bahwa grafik fungsi f (x) naik pada I = I = ( 2, ), dan grafik fungsi f (x) turun pada I = (- 1, 2) Grafik fungsinya dapat dilihat pada gambar berikut

(- , -1) dan

51

Matematika I

BAB IV Penggunaan Turunan

gambar 4.2. grafik f(x) =2x + 3x -12x+7 20

10

0 sumbu y

f naik f turun

-10

f naik
-20

-30

-40 -3

-2

-1

0 sumbu x

IV.3.

Uji Turunan Kedua

Definisi 4.3.1. Misalkan f (x) punya turunan pada interval terbuka, I = (a, b), jika f (x) naik pada I maka f dan grafiknya cekung keatas disana, dan jika f (x) turun pada I maka f dan grafiknya cekung kebawah pada I. Teorema 4.3. (uji turunan kedua untuk kecekungan) Misalkan f terdiferensialkan dua kali (punya turunan kedua) pada interval terbuka I = (a, b), oleh karenanya : 1. Jika f (x) > 0 untuk semua x I, maka grafik f (x) cekung ke atas pada I 2. Jika f (x) < 0 untuk semua x I, maka grafik f (x) cekung ke bawah pada I

Definisi 4.3.2. (titik belok / titik balik)

52

Matematika I

BAB IV Penggunaan Turunan

Andaikan fungsi f (x) kontinu di titik c, kita sebut (c, f(c)) suatu titik balik dari grafik fungsi f (x) jika f (x) cekung keatas pada suatu sisi dan cekung ke bawah pada sisi lainnya dari titik c. Dalam pencarian titik-titik balik, kita mulai dengan mengenali titik-titik x dimana merupakan titik balik. Contoh 4.3.1. Jika diberikan fungsi f (x) = 1 3 x x2 3x + 4, tentukan lah dimana kah grafik fungsi f 3 f

(x) = 0 dan dimana f (x) tidak ada, kemudian kita periksa apakah ianya benar-benar

(x) naik, tururn, cekung keatas dan cekung ke bawah. Penyelesaian. f (x) = Menentukan kemonotonan (dengan uji turunan pertama) 1 3 x x2 3x + 4 f (x) = x2 2x 3 = (x + 1) (x 3), misalkan f (x) = 0 3

(x + 1) (x 3) = 0 diperoleh titik pemecah x = - 1 atau x = 3 yang mebagi grais bilangan riil menjadi tiga bagian, sehingga dengan mengambil titik uji di dapat kesimpulan yang dinyatakan dalam tabel berikut : Interval (- , -1) (- 1, 3) ( 3, ) Titik uji -2 0 4 Hasil uji f (x) = x2 2x 3 5 -3 5 Tanda + +

dengan garis bilangan riil (+) -1 (-) 3 (+)


uji terhadap f (x)

f naik pada (- , - 1) dan (3, ), turun pada (- 1, 3). Menentukan kecekungan f (x) = x2 2x 3, maka f (x) = 2x 2. berdasarkan teorema 4.3, maka kita menguji turunan kedua. misal f (x) = 0 2x 2 = 0 x = 1, sehingga

53

Matematika I

BAB IV Penggunaan Turunan

(-) 1

(+)
uji terhadap f (x)

maka f cekung kebawah pada (- , 1) dan cekung keatas pada (1, ). Grafik fungsinya dapat dilihat pada gambar berikut 6 gambar 4.3. grafik f(x) =1/3x3-x2-3x+4

2 su mb uy 0 -2 -4 -6 -3

-2

-1

1 sumbu x

54

Matematika I