Oleh: I Made Sandy

*)

Sulawesi adalah pulau yang luasnya cukup besar. Sedikit lebih luas dari Pulau Jawa, tetapi datarannya sempit. Pulau ini terdiri dari sebuah masif, dengan lipatan dan patahan-patahan, terutama di wilayah Sulawesi Tengah di mana Lembah Palu, adalah sebuah graben yang paling jelas. Dari masif itu, nampak keluar empat cabang ke empat jurusan. Kegiatan gunung api nampak di ujung Sulawesi Utara sampai ke Kepulauan Sangir-Talaud, dengan gunung-gunung api yang masih giat.seperti Soputan, Mahawu, Lokon, Klabat, Tengkoko, Gunung Api (Siau), Gunung Karakitang dan beberapa pulau kecil lainnya yang sebenarnya merupakan puncak-puncak gunung api. Beberapa pulau kecil di Teluk Tomini juga merupakan gunung api seperti Unauna. Bagian-bagian lain dari Sulawesi terdiri dari batu gamping dengan permukaan yang “kasar” dan sulit diusahakan sebagai tanah pertanian. Pegunungan kapur Maros, Bone dan juga di Tana Toraja memperlihatkan bentuk-bentuk yang khas, dengan ujungnya (puncak) runcing-runcing, seperti juga nampak pada pegunungan batu gamping di Kalimantan Timur. Sulawesi Utara nampak seperti daratan yang “terpelintir”. Maksudnya, di sebelah barat dataran Dumoga, tata air menuju ke pantai selatan, seperti nampak pada Sungai Paguyaman, sedangkan di timur Dumoga justru pantai Selatan – Timur yang terjal, sehingga sungai-sungai mengalir ke Utara. Tidak banyak terdapat daerah-daerah yang datar. Kalaupun ada, biasanya luasnya terbatas. Daerah yang agak datar di Sulawesi Utara terdapat misalnya di mana sekarang terletak Kota Manado. Dataran Manado adalah sebuah slenk (graben) yang membentang antara Gunung Klabat dengan G. Lokon. Dataran Dumoga di balaang Mongondow adalah sebuah dataran sempit di lembah Sungai Dumoga. Dataran rendah yang agak luas terdapat di Sulawesi Selatan, yaitu di Kabupaten-Kabupaten Wajo, Sidenreng-Rappang, Pinrang dengan bagianbagiannya yang terendah pada Danau-danau Sidenreng dan Tempe. Para ahli _____________________________
*)

GEOGRAFI – FMIPA

I Made Sandy, 1985: REPUBLIK INDONESIA: GEOGRAFI – Universitas Indonesia.

REGIONAL, Jakarta,

Jurusan

111

Sungai Saddang diduga bermuara di dalam laut ini. yaitu wilayah Dataran Rendah Barat di mana 112 . dahulunya adalah laut yang memisahkan Sulawesi bagian selatan dengan Sulawesi bagian Utaranya. sebelum sungai itu bermuara di Selat Makassar. Di sebelah selatan dataran Sawitto terdapat sebuah sinklinorium atau jajaran sinklinal dan antiklinal. 1.Gbr. yang disebut juga Dataran Sawitto. PETA WILAYAH FISIOGRAFI SULAWESI SELATAN KETERANGAN A = Wilayah Pegunungan B = Lipatan Terter B1 = Wilayah Lipatan Selatan B2 = Wilayah massif Sulawesi C = Wilayah Dataran Rendah C1 = Wilayah aluvial timur C2 = Wilayah aluvial barat C3 = Wilayah aluvial selatan C4 = Wilayah Depresi Tempe C5 = Wilayah dataran rendah utara Mamuju berpendapat (Bemmelen) bahwa dataran rendah Wajo-Pinrang itu.

Gunung Lompobattang merupakan simpul dari sinklinorium tersebut di atas. KETERANGAN A = Wilayah Pegunungan Banggai B = Wilayah Pegunungan Poso B1 = Wilayah Patahan Turun Poso B2 = Wilayah Pegunungan Poso C = Wilayah Pegunungan Tenggara D = Wilayah Pegunungan Palu D1 = Wilayah Pegunungan Pantai Barat D2 = Wilayah Patahan Turun Poso D3 = Wilayah Pegunungan Parigi D4 = Wilayah Patahan Turun Watutau E = Wilayah Pegunungan Buol-Tolitoli F = Wilayah Dataran Rendah F1 = Wilayah Dataran Rendah Batui F2 = Wilayah Dataran Rendah TiworoMorowali F3 = Wilayah Dataran Rendah MoutongSantigi F4 = Wilayah Dataran Rendah BokatPaleleh Di Sulawesi Tenggara terdapat sebuah dataran rendah yang cukup luas terletak di antara Kendari dan Kolaka.salah satu bagian daripadanya terletak sekarang Kota Ujungpandang. Gbr. Diapit oleh dua antiklinal yang terdapat di daerah itu sekarang mengalir Sungai Walanae. 113 . yaitu dataran rendah Wawotobi. yang bermuara di Danau Tempe. yang karena rendahnya permukaannya di beberapa tempat sulit pembuangan airnya (membentuk Rawa Aopa). Kemudian ada wilayah Dataran Rendah Timur dengan Kota Watampone. 2. Dataran Rendah Wawotobi ini nampaknya adalah sebuah cekungan struktural.

sehingga daerah ini sulit untuk dimanfaatkan untuk pertanian. KETERANGAN A B C D = Wilayah terlipat utara = Cekungan Lahumbuti = Wilayah dataran Selatan = Wilayah aluvial Kolaka E = Kepulauan Karang Wakatobi E 114 . Gbr. sebagai lembah Sungai Poso. 3. Graben. Lanjutan dari Pegunungan Verbeek yang menjadi bagian administratif dari Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan meliputi dua buah danau besar. yaitu Danau matana dan danau towuti serta sebuah danau yang lebih kecil yaitu Danau Mahalona. Danau-danau itu adalah danau tektonik. di atas mana danau-danau itu terletak berlanjut ke Danau Poso untuk kemudian berlanjut ke arah Teluk Tomini.Pegunungan Verbeek yang merupakan bagian utara dari Sulawesi Tenggara tidak ada bagiannya yang datar.

WILAYAH FISIOGRAFI SULAWESI UTARA KETERANGAN A = B1 = B2 = B2a = Wilayah Barat Wilayah Tengah Wilayah Timur Wilayah Slenk Klabat 115 .Gbr. 4.

Di antara Sulawesi dan kepulauan Filipina terdapat basin Sulawesi sedalam ± 5.000 – 2. BENTUK & BATAS: Kerangkanya khas seperti huruf K besar.Oleh: R. Kecuali beberapa jalur sempit dari tanah rendah pantai dan dataran-dataran antar pegunungan. sedangkan ophiolit-ophiolit basis dan ultra basis sebagian besar tersebar pada bagian timurnya yang menyebabkan beberapa analogi geologis. Sulawesi dihubungkan dengan Filipina oleh rangkaian Sangihe-Wawio-Sarangani. Di antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara terbentang Laut Maluku yang dalamnya lebih dari 4. perkembangan orogenetiknya seluruhnya berbeda.250 m). sedalam ± 4.500 m)dan laut-laut dalam Flores (Flores Deep. Dalam bab mengenai perkembangan geologis akan ditunjukkan bahwa sesungguhnya orogin Sulawesi dapat dipandang sebagai LUAS: 116 .000 m. rangkaian-rangkaian pegunungan dari Sulawesi mencapat tinggi lebih dari 3. bahwa sekarang ada relief yang banyak di sulawesi dengan perbedaan tinggi (antara dasar laut terdalam dengan puncak-puncak gunung) dari 7. sehingga merupakan daerah yang palin berpegunungan di antara pulau-pulau yang lebih besar dari kepulauan Indonesia.500 m (kedalaman maksimum 6.000 km2 dan bersama-sama dengan pulau-pulau di sekelilingnya. beberapa persamaan dengan kepulauan Filipina. Sulawesi seluruhnya terdiri dari tanah pegunungan. Dalam hal ini daerah Sulawesi menunjukkan. Penyebaran batuan vulkanis jenis Pasifis terdapat pada bagian barat dan utara dari kedua pulau itu.140 m). telah menyebabkan banyaknya perhatian para geograf dan geolog.717 m). maksimum 5. analisis geologis dari kedua satuan itu dalam Bab V akan menunjukkan.500 – 5. Kerangka ini hampir mirip dengan Halmahera. Di antara Sulawesi selatan dan Maluku Selatan terdapat basin Banda Utara.000 km2 dan merupakan daerah yang ketiga dari pulau-pulau Sunda Besar.000 – 5. Walaupun demikian. luas itu menjadi ± 188.W.000 m. Akhirnya di antara Sulawesi selatan dan Kepulauan Nusa Tenggara kami mendapatkan bagian barat dari basin Banda Selatan (± 4. van Bemmelen *) Pulau ini luasnya kira-kira 172.000 – 8. Pulau itu terdiri dari empat cabang yang sempit atau lengan yang dipisahkan oleh teluk-teluk yang dalam dan dipersatukan pada bagian tengahnya. Sebaliknya.750 m).000 m (kedalaman maksimum 5.500 m (kedalaman maksimum 2.000 m (tertinggi Gunung Rantemario 3. Sulawesi dan Kalimantan dipisahkan oleh palung Makassar yang dalamnya ± 2.440 m pada rangkaian pegunungan Latimojong). bahwa persamaan ini hanya kebetulan. Hal ini menunjukkan.

Puncaknya yang tertinggi ialah gunung Ogoamas (2. Bagan tengah dari lengan utara arahnya timur-barat.207 m. Selanjutnya tiba-tiba menyempit menjadi 30 km di antara teluk Dondo pada pantai Utara dan Tinombo pada pantai Selatan. adalah daerah vulkanis yang tinggi dari Minahasa.707 m). 1. Randangan. Di sini arah-arah yang utama berubah dari timur-barat melalui arah timurlaut-baratdaya menjadi utara-selatan. Di antara patahan ini dan sungai Ongkang Dumara kerangka yang utama melengkung dari timurlaut – baratdaya ke arah timurbarat. Tetapi bila depresi menengah itu terdapat di Minahasa. Zona Lomboto itu dapat dilanjutkan sampai ke Minahasa. Pada bagian peralihan ini masih terdapat beberapa vulkan muda yang terpencil dan aktivitas solfatara (Gunung Lolonbulan dan Gunung Ambang). Tanah genting yang membujur di antara Tinombo dan Parigi disebut “Leher” (Neck) dari lengan Utara. Bone dan Ongkang dumoga. sebahagian besar akan tertutup puncak-puncak vulkan muda. Munculnya punggungan di bawah laut dari punggungan Sangihe ke arah Minahasa mungkin disertai oleh patahan melintang. Patahan yang terakhir itu arahnya baratlaut-tenggara merupakan batas antara daerah vulkanis muda Minahasa dengan bagian Gorontalo dari lengan Utara. yang lain dari teluk Manado sampai ke Kema (dengan mata air panas Airmadidi) dan yang satu lagi dari teluk Amurang ke Belang. Bagian Gorontalo itu dilintasi oleh sebuah depresi menengah yang memanjang.606 m). Lengan utara dipisahkan dari lengan timur oleh teluk Tomini atau teluk Gorontalo yang lebarnya ± 100 km pada sisi timurnya serta melabar sampai 200 117 . pegunungan Dapi. Maling 2. muncul pada G. Lebar bagian tengah atau bagian Gorontalo dari lengan utara ini berkisar dari 35 km di bagian tengahnya sampai 110 km pada ujung baratnya yang merupakan tempat yang tertinggi pula (G. Ujung timur dengan arah timurlaut-baratdaya. 1. LENGAN UTARA Lengan Utara Sulawesi mempunyai kerangka yang berbelok-belok. 2. Hanya pada bagian selatan dan lengan selatan serta tenggara dari Sulawesi terjadi pertemuan dari elemen-elemen dari Sistem Pegunungan Sunda. Jalur-jalur di antara rangkaian pegunungan dari pantai utara ini (pegunungan U (Peg. Depresi menengah itu dibentuk oleh lembah-lembah dari sungai Paguat. Nunuka. Leher ini lebarnya kira-kira 20 – 40 km. Pegunungan selatan di sebelah timur Gorontalo. Bagian ini menghubungkan punggungan Sangihe yang vulkanis yang menghubungkan Sulawesi dengan Mindanao.960 m) dan pantai selatan (pegunungan W. Pegunungan T 1. Tentolomatinan. Paguyaman.199 m) pada ujung selatannya.565 m) pada ujung utaranya dan gunung Sidole (2. Danau Limboto. yang satu sepanjang timurlaut. Di sini vulkanisme seluruhnya telah padam. Paleleh) dengan puncaknya G. Kami akan menyebut depresi memanjang ini “Zona Limboto”.ujung selatan dari Filipina. yang adanya tempat itu ditunjukkan oleh Danau Tondano pada kaki barat rangkaian pegunungan Lembean.

Di antara bagian yang lebar di bagian barat teluk Gorontalo dan Palung Gorontalo di bagian timur terdapat suatu punggungan menengah di bawah permukaan laut yang terdiri dari pulau-pulau Togian atau Sahildpat.628).000 m pada bagian baratnya. Punggungan Togian itu bercabang dari semenanjung Bualemo dari lengan timur Sulawesi. LENGAN TIMUR Lengan timur Sulawesi arahnya timurlaut-baratdaya. Di luar punggungan Togian terletak vulkan aktif Unauna. dan dapat dibedakan menjadi tiga bagian: (1) Semenanjung Bualemo pada ujung timurnya (dengan G. yang dipisahkan dari yang terakhir itu dari Teluk Poh. dan dipisahkan dari bagian itu oleh teluk Peleng (920 m dalamnya. KEPULAUAN BANGGAI Kepulauan Banggai terletak di luar bagian timur dari lengan timur. Bukit-bukit yang lebih tinggi di bagian tengah dari pulau-pulau ini agaknya merupakan vulkan-vulkan yang telah padam. 118 . yang muncul dengan terjal dari dasar laut pada 2. Geologis kepulauan ini termasuk ke dalam jalur yang mantap (stabil) yang membentang ke arah timur melalui pulau-pulau Sula sampai ke bagian tenggara Kepala burung dari Irian. 3. Punggungan ini sekarang menurun. Sumbu tengah itu dibentuk oleh pegunungan Batui dengan G.400 m) yang melintasi bagian ini secara diagonal dengan arah timurlaut-baratdaya.280 m.Pulau yang terbesar dari kepulauan ini ilah Peleng.180 m). Teluk ini adalah perluasan barat dari palung Gorontalo yang terletak di depan bagian peralihan dengan lengan utara antara Minahasa dan bagian Gorontalo (titik terdalam 4. serta merupakan sebuah batas antara Maluku Utara dan Selatan. (2) Bagian tengah lengan timur itu berangsur-angsur bertambah lebar dari ± 20 km di bagian timur sampai 80 km di sebelah utara Bungku.km di bagian barat antara Tomini dan Poso. Balantak 1. Puncaknya yang tertinggi terletak pada pegunungan Tokala dekat pantai selatan (2.590 m) dipisahkan dari bagian tengaholeh tanah genting yang menyempit di antara Teluk Poh dengan Teluk Besama. 1939). 2.000 m di atas muka (dasar?) laut. sehingga menyebabkan terbentuknya atol dan terumbu karang pada puncaknya (Umbgrove.000 m sampai 5. Bulutumpu (2. 15 – 30 km lebarnya). Gunung Lumut di bagian utara mencapai puncak 2. (3) Bagian barat lengan timur membujur antara garis Ujung Api – Teluk Kolokolo di bagian timur dan garis Lemoro – Teluk Tomori di bagian barat. Bagian itu adalah daerah pegunungan yang tinggi. Tanah pegunungan ini dilintasi oleh aliran (sungai) yang sistemnya ruwet dari sungai Bongka yang bermata air pada pantai timurlaut. Lebarnya antara 75 – 100 km. Dasar laut itu berangsur-angsur bertambah dangkal ke arah barat di teluk gorontalo dan menjadi kurang dari 2.

782 m) dan sumbunya berangsur-angsur tenggelam (menghilang) ke arah tenggara sampai ke Kendari.102 m. Pada bagian baratnya muncullah schist kristalin dari rangkaian Pegunungan Mekongga atau Mekongka sampai setinggi 2. Mendoke. 1. 981 m). Bagiannya yang tertinggi terdapat pada sisi baratlautnya (G. Batas di antara kedua bagian itu dibentuk oleh Rangkaian Pegunungan Tangeasinua yang arahnya baratlaut-tenggara. (3) Bagian selatan dari lengan tenggara dipisahkan dari bagian tengah oleh depresi yang membujur arah timur-barat serta membentang di antara Kendari dan Kolaka dan diikuti oleh dataran-dataran aluvial yang berawarawa. Kabaena. GUGUSAN KEPULAUAN BUTON DAN PULAU-PULAU WAKATOBI Lengan tenggara Sulawesi pada ujungnya pecah-pecah menjadi pulau yang merupakan gugusan Kepulauan Buton. Lengan tenggara itu dapat dibedakan menjadi tiga bagian: (1) Bagian utara berada antara teluk Palopo (ujung utara dari teluk Bone) dan Teluk tolo dan Tomaiki. Bagian itu disertai oleh massif peridotit-peridotit yang luas dari Pegunungan Verbeek (dengan gunung Salura. arahnya baratlaut-tenggara. Buton. merupakan sejumlah teluk-teluk dan pulau-pulau kecil. dalamnya 590 m) dan danau Towuti (permukaan airnya 293 m di atas permukaan laut. dan Wowoni (Wawoni’i) adalah pulau-pulau dari kelompok ini yang termasuk pulau-pulau besar. (2) Bagian tengah dari lengan tenggara itu jauh lebih lebar (maksimum 170 km). Tangkeleboke. Di bagian tengahnya terdapat dua graben danau Matano (permukaan airnya 382 m di atas muka laut. Jalur ini berangsur tenggelam. Basin yang lebar di antara kedua rangkaian pegunungan ini dan rangkaian Mekongga dialiri oleh sungai Konaweha yang mengalir melalui sebuah dataran aluvial yang luas pada alirannya yang lebih rendah (dengan Rawa Aopa) sebelum bermuara di sebelah utara Kendari. LENGAN TENGGARA BATAS: Lengan tenggara Sulawesi di antara teluk Usu dan Teluk Tomori lebarnya ± 100 km. 1. yang ke arah tenggara merupakan rangkaian yang hilang (tenggelam). Basin di antara Rangkaian Tangeasinua dan pegunungan pantai timur dialiri oleh Sungai Lasolo. dan kelanjutannya dapat dijumpai jauh ke tenggara pada relief dasar laut melalui pulau-pulau Salabangka sampai ke pulau Menui. sebagai puncak tertinggi). Pantai timur dari bagian tengah dibentuk oleh (sistem) aliran-aliran lain. dalamnya 203 m). 5.000 m (G. Muna.790 m. Pulau-pulau tersebut dipisahkan 119 . Tanah genting ini merupakan penghubung dengan bagian tengah (sentral Sulawesi) dari pulau itu. Bagian selatan itu diikuti oleh tanah pegunungan dengan bukit-bukit yang tak teratur yang membujur lebih ke arah timur-barat. tingginya kurang dari 1. sedangkan pada bagian timurnya terdapat sedimen-sedimen peridotit dan Mesozoikum.4.

sedangkan blok-blok antaranya ditenggelamkan sampai sedalam ribuan meter. Kemudian dalamnya mencapai 5. dan baratdaya.100 m. Blok yang terakhir itu mencapai puncaknya di luar titik yang paling selatan dari Buton. Hetzel dan Kuenen. Rutten. akan dibahas dalam Bab V). Di Batuata muncul rangkaian-rangkaian karang yang mencapai ketinggian 193 m di atas permukaan laut. Arti orogin dari aturan gaya tarik yang aneh terhadap lapisan-lapisan kulit bumi itu (beberapa muncul pada saat sekarang. LENGAN SELATAN BATAS: Lengan selatan Sulawesi dihubungkan dengan bagian tengah sepanjang garis timurlaut-baratdaya dari Palopo sampai ke teluk Mandar. Karena itu. terdiri dari pulau Batuata (Hagelis) dan pulau Selayar (Kabia). dan depresi Tempe pada sisi lainnya. Molengraaff. Lipatan-lipatan neogin yang memepat pada beberapa tempat tertutup oleh rangkaian-rangkaian karang Pleistosen yang muncul. Daerah ini dalamnya ± 2000 m. dan dasarnya membatasi ujung barat dari Basin Banda Selatan. tenggara. Selanjutnya sampailah kita pada kelompok Wakatobi (dahulu: Tukang Besi) *) yang mulai dari Buton ke arah tenggara. kami memandang bagian utara dari lengan selatan itu sebagai daerah yang terletak antara garis tenggara-baratlaut dari Palopo sampai ke muara sungai Karama pada pantai barat dari bagian tengah pada satu sisi. Dari sebelah baratdaya Buton beberapa punggungan tenggelam ke arah baratdaya melalui pulau-pulau kecil Kadatuang dan Siompu ke arah palung Bone. Bagian utara dari lengan selatan ini adalah satu-satunya daerah yang paling berpegunungan di Sulawesi. Yang terakhir itu membentang sepanjang garis tenggara-baratlaut dari muara sungai Cenrana melalui Danau Tempe sampai ke muara sungai Sa’dang. Keadaan pulau-pulau yang menarik perhatian ini telah dibahas oleh Escher. Tanjung di antara Majene dan Mamuju menampakkan petunjuk adanya pegunungan-pegunungan dari arah selatan ke utara dari lapisan Tertier dengan sebuah penutup dari rangkaian pulau karang dekat Majene. bagian baratdaya dari bagian tengah dengan pegunungan Quarles dapat dibahas lebih baik dalam hubungannya dengan lengan selatan. Lebih jauh hal itu ditandai oleh batuan-batuan vulkanis yang mempunyai kandungan leucit (Cape William). Dari gugusan Kepulauan Buton ini. Lebih jauh ke timur massif granit Pegunungan Quarles muncul 120 . Palung Buton membujur sejajar dengan blok-blok Wakatobi yang memisahkannya dari sebuah blok yang ± berbentuk segitiga. selatan. misalnya di sebelah selatan Buton dengan 14 teras dengan ketinggian 703 m di atas permukaan laut sekarang (gunung Kontu).dari lengan tenggara Sulawesi oleh selat-selat yang sempit dan merupakan sebuah antiklinorium yang cekung ke arah barat laut. Tetapi dari pandangan (struktural) geologis. Dari Wawoni’i sebuah punggungan di bawah laut tenggelam ke arah timur sampai ke dasar basin Banda Utara. 6. blok-blok kulit bumi memencar dengan arah ke timur.

di sebelah selatan gunung Bontorilni (± 800 m) bertemu (bersatu) dengan Gunung Bohong Langieng (± 1.963 m).871 m) yang mempunyai sisa kawah yang masih dapat dikenal. Di antara Lembah Sa’dang dan Teluk Bone.sampai setinggi 3. Cabangcabang yang meluas dari pegunungan Quarles yaitu G. Latimojong ± 3. Rangkaian Pegunungan Latimojong muncul arah utara-selatan sampai setinggi lebih dari 3000 m (G. dengan gunung Kalando (2. Jalur dari rangkaian pembagi pegunungan di bagian timur (East Divide Range) atau rangkaian Bone membentang ke arah selatan dan kemudian ke arah timur melalui Selayar sampai ke Tanah Jampea dan Kalao. Bulu Laposo ± 1. Kedua rangkaian pegunungan itu.107 m. Di lepas pantai Makassar terletaklah dangkalan Spermode dengan sejumlah rangkaian karang (Kepulauan Sangkarang).440 m. Laut-laut dangkal ini akhirnya menurun sampai ke Palung Makassar di bagian barat dan Palung Bone di bagian timur. Bagian selatan dari lengan selatan Sulawesi mempunyai ketinggian ratarata yang lebih rendah daripada bagian utara. Jalur dan rangkaian pembagi (atau pemisah daerah aliran sungai) pegunungan bagian barat (Western Divide Range) dapat diikuti lebih jauh ke arah baratdaya dan ke barat sepanjang rangkaian Karang Pastiljon dan Paternoster sampai ke rangkaian Karang Maria Riegersbergen. Danaudanau ini dialiri sungai Cenrana. Di antara dua jalur yang 121 . sebagian besar terdiri dari batuan vulkanis tertier dari susunan andesitis yang diterobos oleh intrusi-intrusi diorit dan granodiorit. yaitu Lembah Walanae.377 m. Permukaan danau ini 9 m di atas permukaan laut dan dalamnya hanya 2 m. Masupu dan G. Di situ dapat dibedakan dua rangkaian pegunungan yaitu bagian barat dan timur dengan sebuah lembah di antara keduanya. Rangkaian Pembagi bagian timur (Eastern Divide Range) atau Rangkaian Bone hanya 800 m tingginya. Rangkaian pembagi bagian barat (Western Divide Range) muncul sampai setinggi lebih dari 1000 m (Puncak Maros (Bulusaraung) ± 1. Tonrong Krambu ± 1. Massif (gunung) Karua tingginya lebih dari 2. yang mengisi lembah-lembah canyon yang dalam-dalam. Bagian utara dari lengan selatan Sulawesi dipisahkan dari bagian selatannya oleh sebuah depresi yang aneh arah baratlaut-tenggara. Depresi Tempe ini sebelumnya telah merupakan sebuah selat-laut seperti terbukti oleh adanya lempung muda dengan karang-karang laut di sekeliling Danau Tempe pada waktu sekarang.500 m pada sisi selatannya adalah sebuah pusat erupsi dari aliran tuff dasuto-liparitis yang luas. Kompleks pegunungan selatan yang merupakan tempat (hulu) sungai Walanae mengalir ke arah utara dikuasai oleh puncak vulkan yang besar dari Lompobattang atau puncak dari Bantaeng (2. Mamasa. dan di lepas pantai Watampone kami mendapat dangkalan lain dengan rangkaian-rangkaian karang. Bagian timur dari Pegunungan Quarles itu.973 m). Pegunungan Quarles dipisahkan dari Rangkaian Latimojong oleh lembah Sa’dang. Di sebelah baratlautnya terletak Danau Sidenreng dan di sebelah utaranya danau Buaya (danau kecil).300 m). yang adalah sebuah puncak vulkan Tertier muda.270 m). Rantemario 3. G.660 m.

yang boleh disebut “zona Palu” terletak di antara pantai barat dan garis Tengah Brouwer. 7. Dasarnya lebih dalam dari 5000 m. yang memisahkannya dari lengan utara dan lengan timur. mempunyai palung Flores yang membujur arah timur-barat. Dari barat ke timur dapat dibedakan satuan-satuan fisiografis sebagai berikut: 1a. Depresi Walanae pada lengan selatan agaknya merupakan lanjutan ke utara dari Basin Flores yang dipisahkan dari padanya oleh penutup massif vulkan Lompobattang. 1934. TENGAH SULAWESI (Sentral Sulawesi) Keempat cabang dari Sulawesi bersatu (berpangkal) pada bagian tengah. Dalam Bab V arti tektonik dari arah-arah fisiografis ini akan dibicarakan. 1941) membedakan tiga jalur struktural dengan arah utara – selatan: 1. Dalam hubungannya dengan analisis tektonis biasa dalam Bab V akan diberikan perbedaan penggolongan yang lebih jelas. GARIS BATAS: Bagian itu dihubungkan ke arah timur laut oleh sebuah garis baratlaut – tenggara dari Donggala lewat Parigi dan Lemoro ke Teluk Tomori. Brouwer (1930. dari Majene melalui Palopo ke Dongi sampai ke Teluk Tomori. 2. Kami telah menunjukkan bahwa bagian baratdaya dari Sulawesi tengah (sentaral Sulawesi) (dengan Pegunungan Quarles) boleh dianggap sebagai sebuah bagian dari lengan selatan. Jalur timur dihubungkan dengan garis-garis Lemoro – Peleru.menyebar itu. Jalur pantai barat dan kaki bukit-bukit dari pegunungan Molengraaff. yang akan disebut “zona Poso” dalam pembahasan ini. yang disebut terakhir ini adalah sebuah batas struktural yang membentang dari Masamba di selatan sampai ke Malakosa pada Teluk Tomini. membujur antara garis Tengah dengan garis utara – selatan dari Lemoro di Teluk Poso lewat Peleru sampai ke Pegunungan Verbeek di lengan Tenggara. Daerah yang ketiga ini akan kami sebut “zona Kolonadale” sesuai dengan nama tempat di Teluk Tomori. Garis ini memisahkan bagian pokok itu dari lengan selatan dan tenggara. Jalur barat. Ke arah tenggara dibatasi oleh garis baratdaya – timurlaut. terdiri dari lapisan lipatan tertier (ambang Mamuju – Doda). 122 . sepanjang sisi barat dari depresi atau graben Tawaelia. Basin Flores berjalinan dan mempunyai bagan berbentuk segitiga. Jalur tengah. Lemoro – Teluk Tomori dan Pegunungan Verbeek. 3. Ke arah utara hal tersebut bertambah dangkal sampai pada puncaknya yang terletak pada pantai selatan dan lengan selatan Sulawesi. Bagian tengah ini mempunyai bentuk seperti baji dengan dasarnya pada pantai barat dan memuncak pada Teluk Tomori dan Teluk Tolo di bagian timur.

Kambuno 2.311 m) di antara Fossa Sarasina dan Garis Tengah. 2b.400 m 2e. 3a. 2a. Tanah tinggi berbukit-bukit di antara depresi Era dan teluk Tomori yang terdiri dari pegunungan Peleru dan Towi sebagian besar terdiri dari sedimen-sedimen mesozoikum serta jalur peridotit dan serpentine dari sungai-sungai Makaleke dan tiu sampai ke Mandowe. Depresi Poso yang cekung ke arah timur. 3c.950 m). Rangkaian Pegunungan Fennema di antara depresi Tawaelia dan depresi Poso. dalamnya sekurang-kurangnya 440 m) dan lembah sungai Kodina. dibentuk oleh lembah sungai Poso.637 m) adalah bagian yang relatif tinggi dari struktur depresi ini. Pegunungan X dengan G. membentang dari dataran Malino ke arah selatan sepanjang lembah sungai Ban sampai ke Era dan dari sana ke Kolaka (di Sulawesi Tengah. Depresi ini ditandai oleh lapisan-lapisan sedimen mesozoikum yang kuat. Rangkaian pegunungan Pampangeo. Depresi Era. Rangkaian pegunungan Molengraaff. 1d. pegunungan-pegunungan ini bersambung dengan Leher (Neck) dari lengan utara. “subzona Peleru” ini membentang antara Lemoro dan Peleru. Waukara 3. Pegunungan Takolekaju (1. Nokilalaki (3. G. yang membentang dari Teluk Palu di bagian utara dengan arah tenggara sampai ke dataran antar pegunungan dari Leboni dan di situ bertemu dengan Garis Tengah (The Median Line). 1c. Depresi yang memisahkan bagian tengah dari lengan-lengan timur dibentuk oleh lembah sungai Sumara dan Teluk Tomori. G. 2d. Kajaga 2.300 – 1.1b.503 m) di antara Lemoro dan Mayumba. yang membujur dari Donggala dengan arah tenggara sampai ke Masamba (puncak-puncaknya yang tertinggi G. 123 . Danau Poso (permukaan airnya 510 m di atas permukaan laut.855 m. 2c. sebuah puncak struktural (G. Kasenturu 2. “Fossa Sarasina” sebuah graben yang sempit sepanjang sisi timur dari Pegunungan Molengraaff. Pegunungan Kruyt dan Pegunungan Manaripalu di sebelah timur depresi Poso tingginya 1. 3d. atau Tenggara?).122 m. Di sebelah utara Parigi. 3b. Elemen-elemen struktural ini dapat digolong-golongkan ke dalam satuansatuan yang luas dalam tabel berikut ini. Depresi Tawaelia atau graben dengan patahan sedang (menengah) sepanjang sisi baratnya membujur utara – selatan dari Malakosa sampai ke Masamba. Kaki timur rangkaian Pegunungan Pompangeo dibentuk oleh sebuah jalur yang kompleks dalam batuan-batuan zona Poso (2) dan zona Kolonadale (3) secara tektonis bercampur (struktur pegunungan kompleks).

1a. 1d. 3c. Elemen-elemen Struktural Kaki bukit-bukit tertier Rangkaian Molengraaff Fossa Sarasina Pegunungan X Garis Patahan Tengah dan Graben Tawaelia Interpretasi Struktural Sisis Barat Bagian Puncak Rangkaian Palu (busur telah padam) dalam vulkanis yang Pembagian Brouwer (satuan-satuan pokok) Zona Barat (Zona Palu) Sisi Timur 2b. Sisi barat Bagian Puncak Tepi Timur Jalur Kompleks dari Peleru Depresi Era Pegunungan-pegunungan Peleru. 3d. 1b. 2a. 3b. 3a. Rangkaian Fennema Zona Tengah (Zona Poso) 2c. Elemen-elemen struktural dari Sulawesi Tengah (Fisiografis Sentral Sulawesi) No. 2d. Towi dan Massif Tiu Depresi Tomori – Sumara Rangkaian Pompangeo (sensu largo) busur luar yang tidak vulkanis Depresi Poso Pegunungan-pegunungan Kruyt dan Wanaripalu Rangkaian Pompangeo (sensu stricto) Palung-antara (Inter deep) Daerah palung depan (fore deep) denganpunggungan Sedang yang embrionik Zona Timur (Zona Kolonadale) 124 . 1c. 2e.Tabel 1.

125 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful