You are on page 1of 3

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang ASI atau Air Susu Ibu merupakan makanan utama dan terbaik bagi bayi, karena mempunyai kandungan zat gizi yang sempurna, ASI juga mengandung zat kekebalan yang sangat diperlukan untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infksi. Bertambahnya umur bayi menjadikan bayi memerlukan energi dan zat-zat bergizi yang melebihi jumlah yang didapati dari ASI, oleh karena itu pada Usia 4 bulan kepada bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI. Makanan pendamping ASI adalah makanan tambahan yang diberikan kepada bayi pada usia 6-24 bulan, untuk memenui kebutuhan bayi. Pemberian makanan pendamping ASI harus dimulai setelah bayi berusia 6 bulan , karena pencernaan bayi sudah mulai kuat. Ini merupakan saat dimana kebutuhan makanan tumbuh dengan cepat melebihi kemampuan fisiknya untuk menghadapi berbagai macam konsitensi makanan. Tujuan pemberian Makanan Pendamping ASI adalah untuk menambah energi dan zat-zat menerus. Kekurangan pada zat-zat gizi pemberiannya terlalu dini atau terlambat. Kerugian dan resiko apabila makanan pendamping ASI diberikan terlalu dini, termasuk pengaruh-pengaruhnya yang dapat mengganggu prilaku dalam pemberian makanan pada bayi, pengurangan produksi ASI , penurunan absorsi besi dari ASI, meningkatkan resiko infeksi dan alergi pada bayi serta meningkat pula resiko terjadinya kehamilan baru. (Akre,1993). Di beberapa tempat, kebiasan yang ada adalah memberikan makanan tambahan yang terlalu dini, khususnya bila bayi menangis. Pada saat memberikan makanan tambahan, air susu harus tetap diberikan, beberapa akibat buruk pemberian makanan tamabahan dini merupakan penyebab penting terjadinya diare dan kegagalan menyusui. (Savage, 1993). Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 1997 menunjukan konsumsi makanan pendamping ASI secara dini cukup besar, sebanyak 35% pada usia kurang dari 2 bulan dan sebanyak 37% pada bayi usis 2-3 bulan. gizi yang diperlukan bayi karena ASI tidak dapat memenuhi kebutuhan bayi secara terus pada bayi sering disebabkan oleh

1

Sebab lainya yaitu pendidikan menurut Astrid (1995) pendidikan akan membentuk dan menambah pengetahuan seseorang untuk mengerjakan sesuatu yang lebih cepat dan tepat. gizi dan perawatan anak (Suhardjo.2006). B. Kebanyakan ibu bekerja di luar rumah cenderung akan menurunkan frekuensi ASI.Pemberian makana padat yang terlalu dini pada bayi baru lahir sebagian besar berupa pisang ataupun nasi. Ibu yang mempunyai pengetahuan gizi dan berkesadaran gizi yang tinggi akan melatih kebiasan makan yang sehat sedini mungkin pada anaknya. 2 . dengan begitu pemberian makanan pendamping ASI akan diberikan lebih awal. Tujuan Umum Mengetahui hubungan karakteristik ibu ( Pendidikan.1989). Akibatnya para ibu memberikan makanan pendamping ASI sebelum bayinya mencapai usia 6 bulan (Sehatgroup. disamping karena factor kemiskinan juga sangat dipengaruhi oleh kekerabatan social dan kultur kebiasan masyarakat. Kebiasan pemberian makan yang yang telah terjadi.tahyul dan adanya kepercayaan yang salah. Hasil penelitian Irawati (1999) bahwa tingkat pendidikan ibu yang rendah. Ibu-ibu bekerja dan meninggalkan bayinya lebih awal. merupakan factor yang mendukung timbulnya anggapan bahwa ASI saja tidak cukup sebagai makanan bayi. juga disebabkan karena kekurangtahuan. Tujuan Melaksanakan Survey 1. Faktor pekerjaan merupakan salah satu yang mempengaruhi dalam pemberian makanan. Maka dari itu peneliti merasa tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai “Karakteristik Ibu Dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Bayi Umur 6-12 Bulan di Kampung Cihaji Desa Purbaratu Kelurahan Purbaratu”. Pengetahuan dan Pekerjaan ) dengan umur pemberian makanan tambahan pendamping ASI pada bayi usia 6-12 bulan di kampung Cihaji Desa Purbaratu Kelurahan Purbaratu Kota Tasikmalaya tahun 2012. biasanya pada waktu bayi berumur kurang satu bulan mereka sudah bekerja.

Bagi Masyarakat Memberikan informasi tentang pemberian makanan pendamping ASI terutama umur pemberian makanan pendamping ASI yang tepat. b. Pengetahuan dan Pekerjaan) di kampung Cihaji Desa Purbaratu Kelurahan Purbaratu Kota Tasikmalaya tahun 2012. Bagi Fakultas Ilmu Kesehatan Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan Khususnya Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat dan memberikan masukan bagi keseragaman Literatur Di Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Siliwangi. Tujuan Khusus a.2. c. b. Menganalisis hubungan pekerjaan ibu dengan umur pemberian makanan pendamping ASI di kampung Cihaji Desa Purbaratu Kelurahan Purbaratu kota tasikmalaya tahun 2012. c. d. Manfaat Melaksanakan Survey Beberapa manfaat yang bisa diambil oleh pembaca diantaranya : 3 . Bagi Peneliti Menambah pengetahuan dan wawasan kajian Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang di dapat selama di bangku kuliah. C. Mengidentifikasi karakteristik ibu ( Pendidikan. Menganalisis hubungan pendidikan ibu dengan umur pemberian makanan pendamping ASI di kampung Cihaji Desa Purbaratu Kelurahan Purbaratu Kota Tasikmalaya tahun 2012. Menganalisis hubungan pekerjaan ibu dengan umur pemberian makanan pendamping ASI di kampung Cihaji Desa Purbaratu Kelurahan Purbaratu Kota Tasikmalaya tahun 2012. a.