LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS PASIEN
Nama Jenis Kelamin Umur Alamat Rumah Agama Pekerjaan Masuk Rumah Sakit Tanggal : Ny T : Perempuan : 44 tahun : Jl Bulaksari, Cijantung, : Islam : Ibu Rumah Tangga : 30 November 2005

II. ANAMNESIS
Keluhan Utama : Ada benjolan di payudara kanan sebesar telur ayam kampung sejak kurang lebih I tahun yang lalu. Keluhan Tambahan : Jika kelelahan demam +, menggigil +, mual -, nyeri tekan pada benjolan -. Riwayat Penyakit Sekarang : Os mengeluh ada benjolan di payudara kanan sebesar telur ayam kampung kurang lebih sejak 1 tahun yang lalu. Mula – mula benjolan itu sebesar biji kacang tanah, makin lama makin membesar sebesar telur ayam kampung. Jika kelelahan dan sedang haid, demam +, menggigil +, mual -. Puting susu kanan tertarik ke dalam, nafsu makan seperti biasa.

1

Os jarang menyusui ketiga anaknya terutama payudara sebelah kanan. : : Nyeri tekan pada benjolan negatif. Riwayat Penyakit Dahulu Di sangkal Riwayat Penyakit lainnya DM ( - ) Hipertensi ( - ) Asma (-) Penyakit Jantung ( - ) Penyakit Paru ( - ) Penyakit Hepar ( - ) :

Riwayat Penyakit Keluarga

Kakak Os ( almarhum ) menderita kanker otak

III.

PEMERIKSAAN FISIK
: Tampak sakit sedang : Compos mentis : 130 / 80 : 24 : 92 : 36,5 : 45 : : Normocephal : Lurus, tidak mudah di cabut. : : Oedem ( - ) Kg. mmHg x / menit. x / menit.
0

A. Status Generalis - Keadaan Umum - Kesadaran - Tanda Vital TD RR N S Berat Badan - Kepala Bentuk Rambut - Mata Palpebra

C

2

Konjungtiva Sklera Arkus Senilis Pupil Refleks Cahaya Katarak - Telinga Bentuk Liang Mukosa Serumen - Hidung Bentuk Deviasi Septum Sekret Concha - Mulut Bibir Lidah Tonsil Mukosa Faring - Gigi Amalgam Gangren Pulpa Gangren Radiks Protesa :(-) :(-) :(-)

: Anemis ( - ) : Ikterik ( - ) : Bulat Isokor :+/+ :(-) : : Normal : Lapang : Hiperemis ( - ) : Sedikit : : Simetris

Membran Tympani : Tidak di periksa

: Tidak membesar : : Mukosa basah : Coated Tongue ( - ) : T1 – T1 tidak hiperemis : Tidak Hiperemis : : Tidak di periksa : Tidak di periksa : Tidak di periksa : Tidak di periksa 87654321 12345678 87654321 12345678

3

Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : : Datar : Supel. : : Ictus cordis tidak tampak : Ictus cordis tidak kuat angkat : Jantung dalam batas normal : BJ I – II murni regular.Thoraks Paru Inspeksi statis : : : Tidak ada pembesaran : Tidak ada pembesaran kelenjar : Tidak di periksa : : Pergerakan nafas simetris dalam dan dinamis Palpasi Perkusi : Vokal fremitus taktil kanan sama dengan kiri : Sonor pada kedua lapang paru ronkhi . Thyroid JVP ./ - Auskultasi : Suara nafas vesikuler ( Normal ).Leher KGB kelenjar Kel.). murmur gallop ( – ). NT ( .). .. H / L tidak teraba : Timpani : BU ( + ) Normal 4 . whezing ./ -. Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi ( .

Ekstremitas Atas Akral Sianosis Perfusi Bawah Akral Sianosis Perfusi .Regio dextra . Retraksi papilla mamae dextra ( + ) Tampak sekitar kulit pada benjolan seperti kulit jeruk. . terfiksir ke dasar 5 . kanan > kiri.Inspeksi : : : Hangat :(-) : Baik : : Hangat :(-) : Baik : :+/+ :+/+ :+/+ :+/+ : Perempuan.. tidak ada Refleks Patologis : - : Mamae : lateral superior Asimetris.Neurologi Refleks Fisiologis : Biseps Triceps Patella Achilles .5 x 4 cm Puting susu di pencet keluar cairan putih KBG aksila ( .Palpasi Ukuran 1.Genitalia kelainan B.).) : Konsistensi keras. pada payudara. Status Lokalis . mobile ( .

PROGNOSIS Dubia ad bonam 6 . SGOT. PEMERIKSAAN PENUNJANG . TERAPI keluarga penyakit - Memberi tentang penjelasan penyakitnya. kepada pasien dan resiko pengobatan.USG / Mammografi .. VI.Auskultasi : : Tidak dilakukan pemeriksaan Tidak dilakukan pemeriksaan IV. Alkali Fosfatase. SGPT V.Darah . LED. Konsul dokter spesialis bedah VIII. DIAGNOSIS KERJA Tumor mammae dextra suspek ganas DIAGNOSIS BANDING Mamary displasia Fibroadenoma mamae Mastitis - VII.Foto Thorax AP : Leukosit.Perkusi .

Adanya kecenderungan pada keluarga tertentu lebih banyak kanker payudara daripada keluarga lain. Adanya distribusi predileksi antar bangsa atau suku bangsa. terdapat kanker yang sama. disamping kanker mulut rahim. antara lain : 1. 7 .2 1. Dapat dicatat bahwa faktor etiologinya sampai saat ini belum diketahui pasti. Pada kembar monozigot. b. Konstitusi genetika : a. c. namun dapat dicatat pula bahwa penyebab itu sangat mungkin multifaktorial yang saling mempengaruhi satu sama lain.ANALISA KASUS Analisa Kausa Kanker payudara merupakan kanker yang sangat menakutkan kaum wanita.

Ternyata pengobatan hormonal banyak yang memberikan hasil pada kanker payudara lanjut. c. Orang sakit jarang menyusui ketiga anaknya terutama payudara sebelah kanan. Puting susu kanan tertarik ke dalam. 2. ini berdasarkan bahwa : a. Radiasi daerah dada : Analisa Diagnosis Diagnosis utamanya ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. demam +. Makanan 5. 8 . Kanker payudara umumnya pada wanita. 3. Mula – mula benjolan itu sebesar biji kacang tanah. Seorang dengan klinefelter akan mendapat kemungkinan 66 kali pria normal. Pada usia diatas 35 tahun insidensnya jauh lebih tinggi. Terdapat persamaan lateralitas kanker buah dada pada keluarga dekat dari penderita kanker buah dada. makin lama makin membesar sebesar telur ayam kampung. pada laki – laki kemungkinan ini sangat rendah. Dimana pada anamnesis didapatkan adanya keluhan benjolan di payudara kanan sebesar telur ayam kampung kurang lebih sejak 1 tahun yang lalu. e. Pengaruh hormon. b. Jika kelelahan dan sedang haid. Virogen 4.d. Nyeri tekan pada benjolan negatif. nafsu makan seperti biasa. mual -. menggigil +.

status generalis tidak didapatkan kelainan. II. Untuk stadium I. sifat pengobatan adalah kuratif. dengan atau tanpa radiasi dan sitostatika adjuvant. Retraksi papilla mamae dextra ( + ) Tampak sekitar kulit pada benjolan seperti kulit jeruk. Pengobatan pada stadium dini akan memberi harapan kesembuhan dan harapan hidup yang baik. Pada pemeriksaan status lokalis regio mammae lateral superior dextra didapatkan hasil : . Berdasarkan protocol di 9 . tetapi lainnya hanya bersifat adjuvant. 2.5 x 4 cm Puting susu di pencet keluar cairan putih KBG aksila ( . II pengobatan adalah radikal mastektomi atau modified radical mastectomy. pada payudara. dan III awal ( stadium operable ). Pengobatan pada stadium I. .).) . II dan IIIa adalah operasi yang primer. Jenis – jenis pengobatan Pada stadium I.Auskultasi : : Tidak dilakukan pemeriksaan Tidak dilakukan pemeriksaan Analisa Penatalaksanaan Dalam hal penatalaksanaan yang perlu diketahui antara lain : 1.Pada pemeriksaan fisik.Palpasi : Konsistensi keras.Inspeksi : Asimetris. kanan > kiri. Semakin dini semakin tinggi kurasinya.Perkusi . terfiksir ke dasar Ukuran 1. mobile ( .

Stadium IIIa adalah simple mastektomi dengan radiasi dan sitostatika adjuvant. Stadium IV pengobatan yang primer adalah yang bersifat sistemik yaitu hormonal dn kemoterapi. adalah Stadium IIIb dan IV sifat untuk pengobatannya paliatif yaitu terutama mengurangi penderitan penderita dan memperbaiki kualitas hidup. Jika kelenjar getah bening aksila tidak mengandung metastase. Hormonal terapi merupakan terapi utama pada stadium IV disamping kemoterapi. karena kedua – duanya merupakan terapi simptomatik. diberikan terapi radiasi pasca operasi radikal mastektomi atau modified radical mastectomy. maka terapi radiasi dan sitostatika adjuvant tidak diberikan. Untuk stadium IIIb atau yang dinamakan locally advanced pengobatan utama adalah radiasi dan dapat diikuti oleh modalitas lain yaitu hormonal terapi dan sitostatika ( kemoterapi ). 10 . Terapi Hormonal 1.RSCM / FKUI. Dari pemberian terapi hormonal ini adalah kenyataan bahwa 30 – 40 % kanker payudara adalah hormone dependen. terapi ini semakin berkembang dengan ditemukannya estrogen dan progesteron reseptor. Pada kanker payudara dengan estrogen dan progesteron reseptor yang positif respon terapi hormonal sampai 77 %. tergantung dari kelenjar getah bening aksila. 2. Radiasi terkadang diperlukan untuk paliasi pada daerah – daerah tulang weight bearing yang mengandung metastase pada tumor bed yang berdarah difus dan berbau yng mengganggu sekitarnya.

Untuk post menopause terapi hormonal berupa pemberian obat anti estrogen. jenis terapi hormonal tergantung dari aktivitas efek estrogen. Namun sebelumnya perlui dilakukan pemeriksaan histologis dan biopsi untuk menentukan diagnosis pastinya.3. ( Cyclophosphamide. 11 .5 tahun menopause. Oleh karena itu pada pasien Ny. Terutama diberikan pada kanker payudara yang sudah lanjut. Dibedakan tiga golongan penderita menurut status menstruasi yaitu : – premenopause . T ini dilakukan terapi operasional. efek estrogen negatif Kemoterapi Terapi ini bersifat sistemik. Kesimpulan Dengan dasar analisa kausa analisa diagnosis. dan analisa penatalaksanaan diatas. bekerja pada tingkat sel. maka dapat disimpulkan bahwa pasien ini menderita tumor mammae dekstra suspek ganas.post menopause Untuk premenopause terapi hormonal berupa terapi ablasi yaitu bilateral oophorektomi. Untuk 1. Biasanya kombinasi dilakukan pemberian obat – obatan anti estrogen. Efek estrogen positif dilakukan terapi ablasi. bersifat paliatif. tapi dapat pula diberikan pada kanker payudara yang sudah dilakukan operasi diberikan mastektomi.5 tahun menopause . Methotrexate dan 5 – Fluorourasil ). terapi bersifat terapi CMF adjuvant.

Apabila ditemukan dalam stadium dini dan mendapat terapi yang tepat dan adekuat maka bukan tidak mungkin kanker payudara itu dapat disembuhkan. radiasi. yang didasarkan pada ketepatan penentuan staging dan 12 . Masalah etiologi yang belum diketahui. disamping kanker mulut rahim. masalah usaha – usaha pencegahan yang sukar untuk dilaksanakan serta perjalanan penyakit yang sukar diduga dan apbila sudah dalam keadaan lanjut penderita akan masuk dalam era penderitaan nyeri dan disability yang menakutkan menjelang akhir dari suatu kehidupannya. baik tehnik operasi. hormonal terapi dan kemoterapi serta imunoterapi ataupun pelaksanaan kombinasi terapi dari modalitas terapi diatas.1 Namun demikian usaha – usaha untuk penemuan dini ( early detection ) dapat dilakukan dengan baik dengan mengikutsertakan masyarakat melalui penyuluhan – penyuluhan ( health education ).TINJAUAN PUSTAKA PENDAHULUAN Kanker payudara merupakan kanker yang sangat menakutkan kaum wanita. Kemajuan – kemajuan dalam penemuan dini yang dilengkapi dengan kemajuan terapi pada dekade – dekade akhir.

kemudian sentral ( subareolar ).8 % ) dari 10 kanker terbanyak setelah kanker mulut rahim di tempat pertama. Diperkirakan pula insidens kanker payudara ini di Indonesia semakin meningkat di masa yang akan datang. Insidens karsinoma mammae pada laki – laki hanya 1 % dari kejadian pada perempuan. namun suatu data pathological base registration mencatat bahwa kanker payudara ini menduduki tempat kedua ( 15. semakin tingginya keadaan status sosial ekonomi yang mempunyai dampak pula terhadap perubahan pola hidup ( life style ). semakin membawa harapan baru untuk penderita kanker payudara ini. 1 EPIDEMIOLOGI Insidens disebabkan kanker payudara baiknya pada dekade dan terakhir ini memperlihatkan kecenderungan meningkat. 1 13 . Kanker ini jarang sekali ditemukan pada wanita usia dibawah 20 tahun.000 penduduk wanita dengan mortalitasnya 27 per 100. Payudara sebelah kiri lebih sering terkena dibandingkan dengan sebelah kanan.pengenalan sifat – sifat biologis kanker yang baik. Angka tertinggi terdapat pada usia 45 – 66 tahun. Hal ini diperkirakan semakin edukasi tehnologi yang mempunyai dampak luas dalam penemuan penyakit.000 yaitu ± 18 % dari angka kematian pada wanita. 2 Distribusi Menurut Lokasi Tumor Berdasarkan penelitian ( Haagensen ) kanker payudara lebih sering terjadi di kuadran lateral atas. 1 Kurva insidens – usia bergerak naik terus sejak usia 30 tahun. Di Indonesia insidens kanker payudara ini belum ada datanya. 1 Di Amerika Serikat ( 1983 ) insidens kanker payudara 92 kasus baru per 100.

Pada kembar monozigot. 14 . 1981 ). di Jepang pun demikian yaitu 40. b.2 1. c.Distribusi Menurut Umur Berdasarkan umur. terdapat kanker yang sama.6 % kanker payudara ditemukan pada usia 40 – 49 tahun ( dekade V ) ( Goi Sakamoto. Kemungkinan ini lebih besar bila ibu atau saudara kandung itu menderita kanker bilateral atau premenopausal. antara lain : 1. kanker payudara lebih sering ditemukan pada umur 40 – 49 tahun ( dekade V ) yaitu 30. Adanya distribusi predileksi antar bangsa atau suku bangsa. 1 ETIOLOGI Dapat dicatat bahwa faktor etiologinya sampai saat ini belum diketahui pasti. Konstitusi genetika : Dari epidemiologi tampak bahwa kemungkinan untuk menderita kanker payudara dua sampai tiga kali lebih besar pada wanita yang ibunya atau saudara kandungnya menderita kanker payudara.35 % untuk kasus – kasus di Indonesia. namun dapat dicatat pula bahwa penyebab itu sangat mungkin multifaktorial yang saling mempengaruhi satu sama lain. Adanya kecenderungan pada keluarga tertentu lebih banyak kanker payudara daripada keluarga lain. hal ini berdasarkan : a.

jauh lebih tinggi. Resiko terhadap karsinoma mammae lebih rendah pada wanita yang melahirkan anak pertama pada usia lebih muda. Kanker payudara umumnya pada wanita. Misalnya pada wanita yang diangkat ovariumnya pada usia muda lebih jarang ditemukan kanker payudara. pil KB dapat disangkal berdasarkan penelitian yang dilakukan selama puluhan tahun.d. 15 . Terdapat persamaan lateralitas kanker buah dada pada keluarga dekat dari penderita kanker buah dada. Namun menarche yang cepat dan menopause yang lambat ternyata disertai dengan peninggian resiko. Kemungkinan resiko meninggi terhadap adanya kanker payudara pada wanita yang menelamn a. yang Perubahan atau atau pertumbuhan pengurangan menghambat setelah penambahan merangsang pertumbuhan karsinoma mammae. 2. Pengaruh hormon. Pada usia diatas 35 tahun insidensnya pada laki – laki kemungkinan ini sangat rendah. Tetapi hal itu tidak membuktikan bahwa hormone seperti estrogen dapat menyebabkan karsinoma mammae pada manusia. Laktasi tidak mempengaruhi resiko. Hal ini terbukti pada hewan coba dan pada penderita karsinoma tampak hormone mammae. ini berdasarkan bahwa : Pertumbuhan kanker payudara sering dipengaruhi oleh perubahan keseimbangan hormon. e. Seorang dengan klinefelter akan mendapat kemungkinan 66 kali pria normal. b.

4. lemak. pada manusia belum terbukti. Radiasi daerah dada : Ini sudah lama diketahui. ANATOMI Untuk dapat mengenal perjalanan penyakit kanker payudara dengan baik dan memahami dasar – dasar tindakan 16 . Sampai sekarang tidak terbukti bahwa diet lemak berlebihan dapat memperbesar atau memperkecil resiko kanker payudara. Makanan : Terutama makanan yang mengandung banyak Karsinogen : terdapat lebih dari 2000 karsinogen dalam lingkungan hidup kita.c. Ternyata pengobatan hormonal banyak yang memberikan hasil pada kanker payudara Virogen : Terbukti pada penelitian pada kera. Dari penelitian epidemiologi setelah ledakan bom atom atau penelitian pada orang setelah pajanan sinar roentgen peran sinar ionisasi sebagai faktor penyebab pada manusia lebih jelas. lanjut. Pada air susu ibu ditemukan ( partikel virus ) yang sama dengan yang terdapat pada air susu tikus yang menderita karsinoma mammae. Tetapi perannya sebagai faktor penyebab pada manusia tidak dapat dipastikan. 5. karena radiasi dapat menyebabkan mutagen. Pada hewan coba terbukti adanya peran sinar ionisasi sebagai faktor penyebab kanker payudara. 3.

dan bermuara pada puting susu.Superior . Lobulus – lobulus ini merupakan struktur dasar dari glandula mammae. Tiap lobus dibentuk oleh lobulus – lobulus yang masing – masing terdiri dari 10 – 100 asini grup. Parenkim epithelial dibentuk oleh ± 15 – 20 lobus. yang masing – masing mempunyai saluran tersendiri untuk mengalirkan produknya. Batas – batas payudara yang tampak dari luar : Superior Inferior Medial Lateral : iga 2 atau 3 : iga 6 atau 7 : pinggir sternum : garis aksilaris anterior 2.Lateral : hampir sampai ke klavikula : garis tengah : M. Latissimus dorsi Struktur Payudara Payudara terdiri dari berbagai struktur : 1 Parenkim epithelial. Batas – batas payudara yang sesungguhnya : . Otot dan fascia. saraf dan saluran getah bening. 1 Payudara dibungkus oleh fascia pektoralis superfisialis dimana permukaan anterior dan posterior dihubungkan oleh ligamentum Cooper yang berfungsi sebagai penyangga. Lemak. 1 Vaskularisasi Payudara 17 . pembuluh darah.operasi pada kanker payudara maka sangat penting mengetahui anatomi payudara itu sendiri. 1 Payudara terletak pada hemitoraks kanan dan kiri dengan batas – batas sebagai berikut : 1 1.Medial .

Mammaria eksterna ). Pektoralis payudara. Cabang – cabang perforantes a. b. Mammaria interna.terdapat 3 grup vena : 1 a. Thorako – akromialis. Mammaria interna. mayor untuk mendarahi bagian lateral 18 . Karena pada tindakan radikal mastektomi. Pembuluh darah ini merupakan cabang dari a.Arteri  payudara mendapat pendarahan dari : 1 a. Vena ini merupakan vena terbesar yang mengalirkan darah dari payudara. Cabang – cabang perforantes v. II. Vena ini bermuara pada v. sehingga daerah ini dinamakan “ The bloody angle “ Vena  pada daerah payudara. Walaupun arteri ini tidak memberikan pendarahan pada glandula mammae. Serratus magnus. arteri ini akan mendarahi glandula mammae bagian dalam ( deep surface ). A. Pembuluh ini merupakan pembuluh utama m. Mammaria interna menembus dinding dada dekat pinggir sternum pada interkostal yang sesuai. Latissimus dorsi dan m. menembus m. Subskapularis yang mendarahi m. Pektoralis mayor. Setelah menembus m. Cabang – cabang I. c. perdarahan yang terjadi akibat putusnya arteri ini sulit dikontrol. d. Pembuluh darah ini jalan turun menyusuri tepi lateral m. tetapi sangat penting artinya. Arteri ini berjalan turun diantara m. Thorakalis lateralis ( a. Rami pektoralis a. Thorako – dorsalis. Pektoralis mayor dan memberi pendarahan tepi medial glandula mammae. Pektoralis minor dan m. III dan IV dari a. Pektoralis mayor. A. Pektoralis mayor.

c. Interkostalis. Sebagian akan bermuara pada v. Vena interkostalis bermuara pada v. c. innominata. b. Thorako – akromialis. Vena – vena kecil yang bermuara pada v. kuadran 19 . Vertebralis. Dari kelenjar mamaria interna. Pembuluh getah bening mammaria interna mengalirkan getah bening dari bagian dalam dan medial payudara. kemudian bermuara pada v. Pembuluh ini berjalan diatas fascia pektoralis lalu menembus fascia tersebut dan masuk ke dalam m. Thorakalis lateralis dan v. b. Cabang – cabang v. Lalu jalan ke medial bersama – sama dengan sistem perforantes menembus m. Pembuluh getah bening didaerah tepi medial kuadran medial bawah payudara. Azygos ( melalui vena – vena ini metastase dapat langsung terjadi di paru ) Sistem Limfatik Payudara 1. trunkus limfatikus mammaria interna. Thorako dorsalis. Aksilaris yang terdiri dari v. Pektoralis mayor. v. sebagian akan berwarna keduktus torasikus ( untuk sisi kiri ) dan duktus limfatikus dekstra ( untuk sisi kanan ).Mammaria interna yang kemudian bermuara pada v. Pembuluh getah bening 1 a. Interkostalis dan getah bermuara bening kedalam mengalir kelenjar melalui getah bening mammaria interna. Kava. Pembuluh ini berjalan bersama getah lateral bening bawah aksila dan mengalirkan lateral getah atas bening dari daerah – daerah sekitar areola mammae. Pembuluh kuadran payudara.

kira – kira pada pertengahan lipat ketiak depan dan belakang. Kelenjar getah bening ini adalah kelenjar yang relatif 20 . Dari kelenjar ini. dibawah kulit dan fasia pada pusat ketiak. sampai ketempat masuknya v. Kelenjar getah bening terletak sepanjang vasa subskapularis dan torako – dorsalis. Saluran ini bermuara kedalam kelenjar getah bening preperikardial anterior yang terletak ditepi atas diafragma diatas ligamentum falsiformi. terletak didalam jaringan lemak dipusat ketiak. b. Untaian kelenjar ini terletak dibawah tepi lateral m. menembus fasia rektus dan masuk kedalam m. c. Torako – doraslis kedalam m. ligamentum falsiformi dan bagian antero superior hepar. Pektoralis mayor. sepanjang tepi medial aksila. Kelenjar getah bening sentral. Grup ini dibagi dalam 2 kelompok :  Kelompok superior  kelompok kelenjar getah bening ini terletak setinggi interkostal II – III. mulai dari percabangan v.  Kelompok inferior  kelompok kelenjar getah bening ini terletak setinggi interkostal IV . limfe mengalir melalui trunkus limfatikus mammaria interna. Kelenjar getah bening scapula. Aksilaris menjadi v. Kadang – kadang beberapa diantaranya terletak sangat superfisial. Rektus abdominis.– sama vasa pigatrika superior.V – VI. Kelenjar getah bening mammaria eksternal.Subskapularis. Kelenjar – kelenjar getah bening 1 a. Kelenjar getah bening ini juga menampung getah bening dari diafragma. Latissimus dorsi. 2.

merupakan kelenjar tunggal yang kadang – kadang terletak dibawah kulit atau di dalam jaringan payudara kuadran lateral atas disebut prepektoral karena terletak diatas fasia pektoralis. Kelenjar ini merupakan kelenjar aksila yang tertinggi dan termedial letaknya. Pektoralis mayor dan sepanjang akromialis. Torako akromialis sampai dimana v. terletak diantara m. Kelenjar getah bening mammaria interna. g. Diperkirakan jumlahnya ada 6 – 8 buah. Aksilaris – v. Latissimus dorsi sampai ke sedikit medial dari percabangan v. KLASIFIKASI 21 . Kelenjar minor. Seluruh kelenjar getah bening aksila ini terletak dibawah fasia kostokorakoid. Aksilaris menghilang dibawah tendo m.Aksilaris bagian lateral. Kelenjar getah bening prepektoral. Semua getah bening yang berasal dari kelenjar – kelenjar getah bening aksila masuk kedalam kelenjar ini. Subklavius. terletak sepanjang v. Jumlah 1 sampai 4. Kelenjar getah bening v. Aksilaris. pada sela iga. ( Rotter’s Torako – Nodes ). Terletak didalam lemak diatas fasia endotorasika. f. tersebar sepanjang trunkus limfatikus mammaria interna. d.paling mudah diraba. kira – kira 3 cm dari pinggir sternum. e. mulai dari white tendon m. getah bening rami interpektoral pektoralis v. Dan merupakan kelenjar aksila yang terbesar dan terbanyak jumlahnya.

pembagian histomorfologis 2 postoperatif.4 Klasifikasi penyebaran TNM T TX TIS TO TI T2 T3 T4 ke kulit dengan tanda udem. Regio Asia Tenggara.3.R ( besar ) untuk residif misalnya RT 1a.1. peau atau d’orange * N : tumor primer tidak dapatditentukan : karsinoma in situ dan penyakit Paget pada papilla tanpa teraba tumor : tidak ada bukti adanya tumor primer : tumor < 2 cm : tumor 2 – 5 cm : tumor > 5 cm : tumor dengan penyebaran langsung ke dinding toraks atau 22 . System TNM adalah standart internasional untuk penyakit tumor yang dipakai diseluruh dunia.Klasifikasi yang dipergunakan untuk karsinoma mammae adalah klasifikasi sistem TNM.1. dan setiap tahun diperbaharui atau ditetapkan oleh badan internasional yang bernama UICC ( Union Internationalist Contra Cancrum ) yang berkedudukan di Paris Perancis. atau ditambah dengan huruf p kecil .3.4 Biasanya didalam zona negara dimana disebut misalnya section Indonesia. Secara singkat TNM adalah singkatan dari kata – kata : T N M Dasar berarti = Tumor = Nodi lymphatici = Metastase jauh besaran tumor didapat dari klinis + ukuran pada mamografi. Zona Asia. misalnya pT1N0M0. tukak. terutama oleh dokter – dokter yang menangani kasus – kasus kanker jenis apa saja. Dibagi lagi. Setiap dokter boleh menjadi anggota.

T2. Anamnesis yang lengkap • • • • • Mengenai keluhan – keluhan Perjalanan penyakit Keluhan tambahan Faktor – faktor resiko tinggi Tanda – tanda umum keganasan yang berhubungan dengan berat badan dan nafsu makan 23 . otot interkostal. serratus anterior.NX NO N1 N2 N3 M MX MO M1 : kelenjar regional tidak dapat dtentukan : tidak teraba kelenjar aksila : teraba kelenjar aksila hemolateral yang tidak melekat : teraba kelenjar aksila homolateral yang melekat satu sama lain atau melekat pada jaringan sekitarnya : terdapat kelenjar mammaria interna homolateral : tidak dapat ditentukan metastasis jauh : tidak ada metastasis jauh : terdapat metastasis jauh termasuk ke kelenjar suprakavikuler Keterangan : Lekukan pada kulit. Pemeriksaan fisik yang baik i. Dinding toraks adalah iga. PROSEDUR MENEGAKAN DIAGNOSIS Untuk sampai kepada diagnosis kanker payudara diperlukan : 1. retraksi palila. kecuali yang terdapat pada T4. bisa terdapat pada T1. atau T3 tanpa mengubah klasifikasi.2.3 1. dan m. atau perubahan lain pada kulit. tanpa otot pektoralis.

Adanya tumor ditentukan sejak beberapa lama. Pemeriksaan penunjang 3.2. cairan dari puting susu.ii. Pemeriksaan histopatologi Pemeriksaan Fisik 1. cepat atau tidak membesar.4 Didahului dengan pencatatan identitas penderita secara lengkap. rasa sakit. retraksi puting susu. disertai sakit atau tidak. adanya eczema sekitar areola. sebagai berikut : Terdapat edema luas pada kulit payudara ( lebih dari sepertiga luas kulit payudara ). Pemeriksaan fisik yang sistematis / legeartis dan etis 2. mempunyai ciri dengan batas yang ireguler. ulserasi atau adanya peau d’orange. Anamnesis 1. Ulserasi kulit 24 . Biasanya tumor pada proses keganasan atau kanker payudara . tumbuh progresif cepat membesar dan jika sudah lanjut akan ditemukan tanda – tanda yang tercantum dalam kriteria operabilitas Haagensen. umumnya tanpa ada rasa nyeri. kemerahan. atau keluhan berupa pembesaran kelenjar getah bening aksila atau tanda metastasis jauh. Adanya nodul satelit pada kulit payudara Kanker payudara jenis mastitis karsinomatosa Terdapat nodul parasternal Terdapat nodul supra klavikula Adanya edema lengan Adanya metastasis jauh Terdapat dua dari tanda – tanda locally advanced : a.3. Keluhan utama penderita dapat berupa massa tumor di payudara. keluhan kulit berupa dimpling.

Kelenjar getah bening aksila. riwayat penyakit kanker dalam keluarga. disusukan atau tidak. Kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.5 – 5 x ) Pernah operasi tumor jinak payudara ( 3 – 5 x ) Mendapat terapi hormonal yang lama ( 2. obat – obat yang pernah dipakai terutama yang bersifat hormonal. Kulit terfiksir pada dinding toraks c. apakah pernah operasi payudara dan obstetri – ginekologi. baik dengan rutin melakukan SADARI maupun secara periodik memeriksakan keadaan payudara. Pengaruh siklus menstruasi terhadap keluhan tumor dan perubahan ukuran tumor.4 x ) Menopause terlambat > 55 tahun ( 2.7 – 3. Dan bagi dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik 25 .b.5 cm. Hal berikut ini tergolong dalam faktor resiko tinggi kanker payudara yaitu keadaan – keaadan dimana kemungkinan seorang wanita mendapat kanker payudara lebih tinggi dari yang tidak mempunyai faktor tersebut yaitu : Umur > 30 tahun Anak pertama lahir pada usia ibu > 35 tahun ( 2x ) Tidak kawin ( 2 – 4 x ) Menarche < 12 tahun ( 1.5 x ) Adanya kanker payudara kontralateral ( 3 – 9 x ) Operasi ginekologi ( 3 – 4 x ) Radiasi dada ( 2 – 3 x ) Riwayat keluarga ( 2 – 3 x ) Dengan mengetahui adanya faktor resiko pada seseorang diharapkan agar ia dapat lebih waspada terhadap kelainan – kelainan yang ada pada payudara. d. diameternya lebih dari 2. jumlah anak. kawin atau tidak.

yang baik dan legeartis serta melakukan pemeriksaan momografi pada penderita dengan high risk faktor tersebut. Disamping itu ada pula mempunyai kelainan mammary displasia. 26 . tumor ganas. Jadi maksudnya hanya untuk lebih waspada. kanker ( tanda khas ) pada kanker atau inflamasi non – infektif. berbenjol atau melekat Perubahan kulit : bercawak benjolan kelihatan kulit jeruk sangat mencurigakan karsinoma kista. Gejala Dan Tanda Penyakit Payudara Nyeri : berubah dengan daur tidak tergantung daur Benjolan di payudara : yang keras kenyal lunak permukaan licin pada fibroadenoma atau kista permukaan kasar. atau infeksi. tidak untuk menakut beberapa nakuti dan menimbulkan kegelisahan pada orang – faktor resiko yang terutama bagi orang yang orang yang mempunyai faktor ini. fibroadenoma besar di atas benjolan. karsinoma. kelainan fibrokistik lipoma menstruasi penyebab fisiologis seperti pada tegangan pramenstruasi atau penyakit fibrokistik tumor jinak. Dalam hal ini tidak dianjurkan untuk memakai obat – obat pil KB pada wanita – wanita dengan mammary displasia atau pada wanita diatas 35 tahun. tidak kawin dan sebagainya.

Tampak benjolan F. Cawak kulit dengan retraksi puting dan areola kearah kranial C. papiloma intraduktus Gambar gejala pada mammae : A. Kulit jeruk dan inversi puting D. Cekungan di kulit karena retraksi E. Eksema areola 27 . Tukak J. Cawak kulit B. Kemerahan local H. Pengeluaran cairan hemorargik L. kelainan fibrokistik karsinoma. penyakit Paget ( tanda khas kanker ) Keluarnya cairan : seperti susu jernih hijau hemorargik kehamilan atau laktasi normal perimenopause. pelebaran duktus. Inversi puting karena retraksi K.- kemerahan tukak - infeksi ( jika panas ) kanker lama ( terutama orang tua ) Kelainan puting / areola : retraksi inversi baru fibrosis karena kanker retraksi fibrosis karena kanker ( eksema kadang fibrosis karena pelebaran duktus ) unilateral. Pengerutan / pengecilan I. Kulit jeruk G.

Penderita diperiksa dengan badan bagian atas terbuka : Posisi tegak ( duduk ) Penderita duduk dengan tangan bebas kesamping. Retraksi areola 2. Pemeriksaan Fisik 1. yaitu setelah menstruasi lebih kurang satu minggu dari hari pertama menstruasi. ketepatan pemeriksaan untuk kanker payudara secara klinis cukup tinggi. dan jangan 1. 28 . jika perlu bahu / punggung diganjal dengan bantal kecil pada penderita yang payudaranya besar. Posisi berbaring Penderita berbaring dan diusahakan agar payudara jatuh dan tersebar rata diats lapangan dada . Dengan pemeriksaan fisik yang baik dan teliti. III.2.3. kelainan papilla.M. adakah retraksi puting susu. IV dan dikerjakan secara sistematis mulai dari kranial setinggi iga kedua sampai distal setinggi iga ke enam . 2. Palpasi ini dilakukan dengan mempergunakan falang distal dan falang medial jari II. dimpling. letak dan bentuknya.4 Karena organ payudara dipengaruhi oleh faktor hormonal antara lai estrogen dan progesteron maka sebaiknya pemeriksaan payudara dilakukan disaat pengaruh hormonal ini seminimal mungkin. ulserasi dan lain – lain. Pada inspeksi dilihat simetrisitas payudara kiri – kanan. tanda – tanda radang. peau d’orange. pemeriksa berdiri didepan dalam posisi yang lebih kurang sama tinggi. kelainan kulit.

 Menetapkan keadaan tumor Lokasi tumor menurut kuadran di payudara atau terletak didaerah sentral ( subareola dan dibawah papil ). ada cairan ( sentrifugal ) Terakhir keluar diadakan dengan pemeriksaan menekan daerah sekitar papil. Pektoralis diperiksa dengan menekankan tangan pada krista iliaka . Rabaan halus akan dapat membedakan kepadatan massa payudara. Apabila lengket pada kulit akan kelihatan adanya cekungan pada posisi diam dalam posisi mengkontraksikan m.  Mobilitas tumor terhadap kulit dan m. batas – batas tumor tegas atau tidak tegas. Tumor adalah kepadatan massa dalam payudara yang berbentuk dan mempunyai ukuran tiga dimensi. 29 .  Ukuran tumor. medial atas dan bawah serta ditambah satu daerah sentral. Dengan pemeriksaan rabaan yang halus akan lebih teliti dengan rabaan tekanan keras. Payudara dibagi atas empat kuadran yaitu kuadran lateral atas. berarti tumor ini melekat pada m. konsistensi. Pektoralis atau pada fasia m. lateral bawah.dilupakan berakhir pemeriksaan kesentral didaerah kalau papil. 3. Pektoralis. jika tumor itu terfiksasi pada pektoral yang berkontraksi akan kelihatan bergerak dengan gerakan pektoral. Pektoralis atau dinding dada.

apakah berfiksasi satu sama lain atau tidak. Organ lain yang ikut diperiksa adalah hepar.2. Adanya proses keganasan akan membrikan tanda – tanda primer dan sekunder. regional  Memeriksa kelenjar getah bening Aksila  Sebaiknya dalam posisi duduk. yang umumnya hanya dapat dilakukan dirumah sakit yang besar yaitu : 1. Mammografi Suatu tehnik pemeriksaan jaringan lunak. lien untuk mencari metastase jauh. bagian bawah dipalpasi dengan cermat dan teliti  5.3. konsistensi. juga tulang – tulang utama. comet sign. 30 . Pada perabaan ditentukan besar. Pemeriksaan Penunjang Ada beberapa pemeriksaan penunjang untuk diagnostik . Tanda – tanda sekunder berupa retraksi. Tanda primer berupa fibrosis reaktif. tulang belakang. jumlah. karena dalam posisi ini fossa aksila jatu kebawah sehingga mudah untuk diperiksa dan lebih banyak dapat dicapai. Supra dan infra klavikuler serta leher utama. Pemeriksaan aksila kanan. adanya perbedaan yang nyata ukuran klinik dan rontgenologik dan adanya mikrokalsifikasi.4.4 1. tangan kanan penderita diletakan / jatuh lemas di tangan kanan / bahu pemeriksa dan aksila diperiksa dengan tangan kiri pemeriksa.

2.penebalan kulit. Pemeriksaan laboratorium untuk melihat toleransi penderita. bone scanning / bone survey. bertambahnya vaskularisasi. Pemeriksaan lain dapat juga dilakukan misalnya. perubahan posisi papilla dan areola. atau USG abdomen / liver. adanya bridge of tumor. atau xerografi. dianjurkan digunakan secara selektif misalnya pada wanita dengan adanya faktor resiko tadi. Dilakukan untuk mencari jauhnya ekstensi tumor atau mencari metastasis jauh. 1. Ketepatan 83 – 95 %. juga dapat melihat kemungkinan adanya metastasis misalnya alkali fosfatase. tergantung dari tehnisi dan ahli radiologinya. infiltrasi dalam jaringan lunak dibelakang mammae dan adanya metastasis di kelenjar. Mammografi ini dapat mendeteksi tumor – tumor yang secara palpasi tidak teraba.4 DIAGNOSIS BANDING Fibroadenoma 31 . keadaan daerah tumor dan jaringan fibroglanduler tidak teratur. Ultrasonografi Dengan pemeriksaan dini dapat dibedakan lesi solid dan kistik. pemeriksaan foto toraks. Hanya saja untuk mass screening cara ini adalah cara yang mahal dan untuk itu saja. jadi sangat baik untuk diagnosis dini dan screening. Pemeriksaan ini umumnya hanya dilakukan apabila diperlukan ( atas indikasi ). Pemeriksaan lain dapat berupa termografi.3.2.

Dan sebagai tumor jinak tidak ada metastase jauh ataupun metastase regioner ( pembesaran kelenjar getah bening ketiak ). bentuk bulat lonjong dan berbatas tegas. dengan konsistensi padat kenyal.4 Tumor pada jenis ini tidak berbatas tegas umumnya. 1. dapat digerakan dari jaringan sekitarnya.4 Fibroadenoma mammae ini secara klinis diketahui sebagai tumor di payudara. Konsistensi padat kenyal dan dapat pula kistik. Pertumbuhannya lambat. permukaan granuler. 1. Dapat dijumpai bilateral atau multiple ( 15 % ). yaitu apabila : 1. Pengobatannya cukup dengan eksisi tumor. jeis yang padat kadang – kadang sukar dibedakan dengan kanker payudara dini. Terdapat pada usia muda ( 15 – 30 tahun ).28 – 50 % dari semua kasus payudara yang berobat di RS. namun pada beberapa keadaan diperlukan operasi.Ini adalah suatu kelainan tumor jinak dan merupakan golongan terbesar dari tumor payudara yaitu 45. kecuali kista soliter. Soetomo ( Sukardja. dan setelah haid sakit hilang / berkurang dan tumor mengecil. Pengobatannya dengan medika mentosa simptomatis. Surabaya ). disertai rasa nyeri terutama menjelang haid. hingga jaringan payudara teraba padat.4 Kelainan Fibrokistik Biasanya multiple dan bilateral. Dr. 1. tidak disertai rasa nyeri.4 Medika mentosa tidak menghilangkan keluhan nyerinya Ditemukan pada usia pertengahan sampai tua Kistosarkoma Filoides 32 . Ukuran dapat berubah yaitu menjelang haid terasa lebih besar dan penuh serta rasa sakit bertambah. tidak ada perubahan pada kulit. Kelainan ini dapat juga dijumpai tanpa massa tumor yang nyata. Kelainan ini dipengaruhi oleh faktor hormonal / keseimbangan hormonal.

Namun demikian dalam jumlah kecil ditemukan dalam bentuk ganas. 1. Galaktokel Ini bukanlah suatu kelainan neoplasma atau pertumbuhan baru tapi suatu massa tumor kistik yang timbul akibat tersumbatnya saluran / duktus laktiferus pada ibu – ibu yang sedang atau baru selesai massa laktasi.Gambaran klinis dapat seperti fibroadenoma mammae yang besar. Pengobatan : 1.4 Simple mastectomy untuk mengobati residif Pada orang muda / belum berkeluarga dapat dipertimbangkan untuk mastektomi subkutan. Kulit payudara tegang dan berkilat dan venektasi melebar. batas tegas.4 Mastitis Ini adalah suatu infeksi pada kelenjar payudra. Konsistensi dapat padat kenyal tapi ada bagian yang kisteus.4 1. Tidak bermetastase karena ini adalah kelainan jinak. Sering ditemukan sudah menjadi abses. yang disebut malignant cystosarcoma philloides yaitu 27 % dari semua kisto sarkoma. Walaupun besar tidak ada perlengketan kedasar atau kulit.4 Kanker Payudara Gambaran lain yang mungkin dijumpai : 1. lonjong permukaan berbenjol. ukuran dapat mencapai 20 – 30 cm. Paget’s disease Dikenali dengan adanya gambaran ulserasi ringan seperti dermatitis di derah papilla dan areola ( berkrusta ). Klinis tumor berbatas tegas. yang biasanya terdapat pada wanita yang sedang menyusui. Bentuk bulat. Tumor ini berisi air susu yang mengental. Tanda rdang lengkap ditemukan. bulat dan kisteus. 1. Jika tidak ditemukan massa tumor dibawahnya ini termasuk 33 .

Nipple discharge Discharge ini dapat berwarna kemerahan atau seperti darah atau tanpa teraba tumor di payudara. Suatu pemeriksaan sitopatologi. Eksisional biopsi. Baker ( J. dan jika ada massa tumor ini termasuk karsinoma duktal invasif yang perlu dibuat staging berdasarkan system TNM. 2. stadium II adalah 70 % dan 60 %.karsinoma insitu. Pengobatan pada stadium dini akan memberi harapan kesembuhan dan harapan hidup yang baik. Insisional biopsi. Ketepatan hasil FNAB cukup tinggi di tangan ahli dan tepat cara pengambilannya. 1.4 1. 2.3. 1977 mengatakan harapan hidup 5 dan 10 tahun untuk stadium I adalah 90 % dan 80 %. Cara lain yaitu dengan FNAB ( Fine Neddle Aspiration Biopsy ). dimana bahan pemeriksaan diambil dengan cara : 1. hal ini diperuntukan bagi kasus – kasus yang diperkirakan masih operable / stadium dini.4 1. kemudian diperiksa potong beku atau PA. untuk kasus – kasus ganas yang sudah inoperable. 34 . sementara 20 % nya adalah karsinoma intraduktal. Cara ini memerlukan keahlian khusus dalam pembacaan dan ketepatan di dalam mengambil aspiratnya. 80 % ini adalah papiloma intraduktal. DIAGNOSIS PASTI Dilakukan pemeriksaan histologi. Hopkins ).2.4 PENATALAKSANAAN Dalam hal pengobatan yang perlu diketahui : 1.

Untuk stadium I. sifat pengobatan adalah kuratif. Pengobatan pada stadium I.2. maka terapi radiasi dan sitostatika adjuvant tidak diberikan. II pengobatan adalah radikal mastektomi atau modified radical mastectomy. Jika kelenjar getah bening aksila tidak mengandung metastase. Stadium IIIa adalah simple mastektomi dengan radiasi dan sitostatika adjuvant. Radiasi terkadang diperlukan untuk paliasi pada daerah – daerah tulang weight bearing yang mengandung metastase pada tumor bed yang berdarah difuse dan berbau yng mengganggu sekitarnya. dengan atau tanpa radiasi dan sitostatika adjuvant. dan III awal ( stadium operable ). Berdasarkan protocol di RSCM / FKUI. Untuk stadium IIIb atau yang dinamakan locally advanced pengobatan utama adalah radiasi dan dapat diikuti oleh modalitas lain yaitu hormonal terapi dan sitostatika ( kemoterapi ). tetapi lainnya hanya bersifat adjuvant. Stadium IV pengobatan yang primer adalah yang bersifat sistemik yaitu hormonal dn kemoterapi. tergantung dari kelenjar getah bening aksila. 35 . Jenis – jenis pengobatan Pada stadium I. II dan IIIa adalah operasi yang primer. diberikan terapi radiasi pasca operasi radikal mastektomi atau modified radical mastectomy. II. adalah Stadium IIIb dan IV sifat untuk pengobatannya paliatif yaitu terutama mengurangi penderitan penderita dan memperbaiki kualitas hidup. Semakin dini semakin tinggi kurasinya.

5 tahun menopause.5 tahun menopause . Hormonal terapi merupakan terapi utama pada stadium IV disamping kemoterapi. efek estrogen negatif Kemoterapi Terapi ini bersifat sistemik. Terutama diberikan pada kanker payudara yang sudah lanjut. 1. Efek estrogen positif dilakukan terapi ablasi. jenis terapi hormonal tergantung dari aktivitas efek estrogen. bersifat paliatif. Dari pemberian terapi hormonal ini adalah kenyataan bahwa 30 – 40 % kanker payudara adalah hormone dependen. karena kedua – duanya merupakan terapi simptomatik. Untuk 1. Untuk post menopause terapi hormonal berupa pemberian obat anti estrogen.4 36 .Terapi Hormonal 1.2.post menopause Untuk premenopause terapi hormonal berupa terapi ablasi yaitu bilateral oophorektomi.2.2.3. bekerja pada tingkat sel.4 3.1.4 2. Pada kanker payudara dengan estrogen dan progesteron reseptor yang positif respon terapi hormonal sampai 77 %. Dibedakan tiga golongan penderita menurut status menstruasi yaitu : – premenopause .3. bersifat terapi dilakukan pemberian obat – obatan anti estrogen.3. terapi ini semakin berkembang dengan ditemukannya estrogen dan progesteron reseptor. tapi dapat pula diberikan pada kanker payudara yang sudah dilakukan operasi mastektomi. 1.

2 % 2. Stadium I  5 – 10 tahun 90 – 80 % Stadium II  5 – 10 tahun 70 – 50 % Stadium III  5 – 10 tahun 20 – 11 % Stadium IV  5 – 10 tahun 0 % Stadium 0 insitu  96.2. Jenis histopatologi keganasan Karsinoma insitu  mempunyai prognosis yang baik dibandingkan dengan karsinoma yang sudah invasif. 1. Methotrexate dan 5 – Fluorourasil ).3.3. Biasanya diberikan terapi kombinasi CMF ( Cyclophosphamide. Staging TNM Semakin dini semakin baik prognosisnya.adjuvant.4 1. DAFTAR PUSTAKA 37 .2.4 PROGNOSIS Prognosis kanker payudara ditentukan oleh : 1.

Patologi Anatomi Universitas Indonesia. : Buku Ajar Patologi II. Buku Ajar Ilmu Bedah. 1997. PP. Robin & Kumar. 542 . H. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 329 – 335. : Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. 81 . PP. Edisi Revisi. 3. R. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1995. 38 .57. Sjamsuhidayat. 408 – 12. PP.1. 2. Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. : Tumor Ganas Payudara . 4.. PP. Muchlis Ramli. Wim de Jong.87. Penerbit Binarupa Aksara. Payudara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful