I. Nama Umur J.

Kel RM MRS Status Ruangan

IDENTITAS PASIEN : By. Herlina : 9 hari : Perempuan : 569965 : 22/9/2012 : Jamkesda/Jampersal : NICU kmr IIIA

II.

ANEMNESIS

Keluhan Utama : Muntah tiap kali minum Muntah tiap kali minum dialami sejak lahir berisi susu dan lendir, tidak menyemprot, demam tidak ada, sesak (+). Anak tidak kuat minum . BAK : Kesan cukup BAB : biasa Riwayat kehamilan : ANC teratur di puskesmas, mendapat vitamin dan tablet tampon darah dan injeksi TT 2x, ibu tidak mengkonsumsi obat selain dari puskesmas. Riwayat persalinan :  BBL: 2100, PB: 48 cm

III.

PEMERIKSAAN FISIS

Status generalis Keadaan umum Kesadaran Vital sign : Sakit Sedang : Compos Mentis : HR : 128x/menit Suhu : 36,7 °C Pernafasan : 70 x/ menit

Kepala Mata

: Normocephal :Conjunctiva tak anemis, sclera tidak ikterik, pupil bulat isokor, refleks cahaya (+/+)

Thoraks Cor : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Pulmo : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : pergerakan hemitoraks kanan dan kiri simetris : fremitus vocal dan taktil hemitoraks kanan dan kiri simetris : sonor di seluruh lapang paru : vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/: ictus cordis : ictus cordis teraba : batas jantung : BJ I-II reguler,murmur & gallop (–)

Abdomen Auskultasi Inspeksi Palpasi Perkusi : Peristaltik (+) kesan normal : Datar, ikut gerak napas, tali pusat kering, tanda radang (-) : Massa tumor(-), nyeri tekan (-) H/L : Tympani (+) kesan normal : sianosis (-/-)

Ekstremitas atas

Ekstremitas bawah : sianosis (-/-)

. Bagian ini meluas sampai bagian atas diafragma).ATRESIA ESOFAGUS PADA BEDAH ANAK I. PENDAHULUAN Esofagus normal Atresia esophagus Atresia esofagus termasuk kelompok kelainan kongenital yang terdiri atas gangguan kontinuitas esofagus dengan atau tanpa hubungan persisten dengan trakea. Bagian distal esofagus merupakan bagian yang mengalami atresia dengan diameter yang kecil dan dinding muskuler yang tipis. Pada penyakit ini. terdapat suatu keadaan dimana bagian proksimal dan distal esofagus tidak berhubungan. Pada bagian atas esofagus mengalami dilatasi yang kemudian berakhir sebagai kantung dengan dinding muskuler yang mengalami hipertrofi yang khas memanjang sampai pada tingkat vertebra torakal segmen 2-4.

Sekitar 50% bayi dengan atresia esofagus juga mengalami beberapa anomali terkait. malformasi anorektal. malformasi rangka termasuk hemivertebra. dan diafragma. terjadi 1 dari 2500 kelahiran hidup. nervus vagus dan truncus simpaticus. dan vena hemiazigos. pericardium. Disebelah dorsal esophagus terdapat dataran ventral columna vertebralis. Anatomi Esophagus adalah sebuah saluran yang terdiri atas otot yang menghubungkan faring dengan gaster. defek trakeoesofagus. arteri intercostale desktra. Terdapat suatu penyakit yang sering menyertai penyakit ini yakni fistula trakeoesofagus. ketika masuk kedalam kavum thoraks tergeser sedikit ke sebelah kiri linea mediana. Lebih jarang atresia esofagus atau fistula trakeoesofagus terjadi sendiri-sendiri atau dengan kombinasi yang aneh. dan defek pada anggota tubuh). Sedangkan innervasinya diperoleh dari cabang-cabang nervus recurrens. Sementara pada 4% kasus terdapat fistula trakeo esofagus tanpa atresia. aorta descendens. Fistula trakeoesofagus adalah suatu kelainan hubungan antara trakea dan esofagus. semua kelainan itu disebut sindrom vacterl (vertebral defect. kelainan ginjal . pada 7% kasus tanpa fistula. bronkus kiri. arteria bronchialis. dan perkembangan abnormal radius serta malformasi ginjal dan urogenital sering terjadi. defek kardiovaskuler. . arteri gastrica sinistra. Pada pangkalnya esophagus terletak pada linea mediana. serta arteri pherenica inferior sisnistra. Adapun vascularisasi esophagus diperoleh dari percabangan arteri thyroidea inferior. II. Pada 86% kasus terdapat fistula trakeo esofagus di distal. Jika berhubungan dengan atresia esofagus biasanya fistula terdapat antara bagian distal segmen esofagus dan bagian trakea yang letaknya di atas karina. duktus torakikus. Malformasi kardiovaskuler. Meskipun begitu. fistula trakeosofagus dapat juga berjalan oblik pada bagian akhir proksimal trakea atau pada tingkat vertebra torakal segmen kedua. Disebelah ventral esophagus terdapat trakea. kedua kelainan ini dapat pula muncul pada beberapa tingkat antara kartilago krikoid dan karina.

III. Di Amerika Utara insiden dari Atresia Esofagus berkisar 1:3000-4500 dari kelahiran hidup. Kecenderungan peningkatan jumlah kasus atresia esophagus tidak berhubungan dengan ras tertentu. Atresia Esofagus 2-3 kali lebih sering pada janin yang kembar. Gambar : Bentuk pada atresia esofagus III. Meskipun sejarah penyakit atresia esofagus dan fistula trakeoesofagus telah dimulai pada abad ke 17. Secara internasional angka kejadian paling tinggi terdapat di Finlandia yaitu 1:2500 kelahiran hidup.000 kelahiran. Insiden Secara internasional penemuan penyakit ini jarang tergantung pada kawasan yang berbeda di seluruh dunia.6 kasus per-10. Namun dari suatu penelitian didapatkan bahwa insiden atresia esophagus paling . dimana diperkirakan sekitar 0. Lalu di tahun 1941 seorang ahli bedah Cameron Haigjit dad Michigan telah berhasil melakukan operasi pada atresia esofagus dan sejak itu pulalah bahwa Atresia Esofagus sudah termasuk kelainan kongenital yang bisa diperbaiki. dimana sepertiganya merupakan kelahiran prematur. Angka ini makin lama makin menurun dengan sebab yang belum diketahui. Kelainan ini sudah diduga sebagai suatu malformasi dari traktus gastrointestinal. namun penanganan bedah terhadap anomali tersebut tidak berubah sampai tahun 1869. Leven dan Ladd telah berhasil menyelesaikan penanganan terhadap atresia esophagus. Baru pada tahun 1939.4-3. Epidemiologi Atresia esofagus pertama kali dikemukakan oleh Hirschprung seorang ahli anak dan Copenhagen pada abad 17 tepatnya pada tahun 1862 dengan adanya lebih kurang 14 kasus atresia esophagus.

Atresia esophagus lebih berhubungan dengan sindroma trisomi 21. IV. dimana beberapa penelitian lainnya juga mengemukakan peningkatan resiko atresia esophagus terhadap peningkatan umur ibu.000 kelahiran) dibanding dengan populasi non-kulit putih (0. dan patent ductus arteriosus). hanya dilaporkan angka rekuren sekitar 2 % jika salah satu dari saudara kandung yang terkena. dan anus imperforata).tinggi ditemukan pada populasi kulit putih (1 kasus per10. teori tentang terjadinya atresia esophagus menurut sebagian besar ahli tidak lagi berhubungan dengan kelainan genetik. tetralogifallot. Perdebatan tentang proses embriopatologi masih terus berlanjut. Jika pemisahan trekeoesofageal tidak lengkap maka fistula trakeoesofagus akan terbentuk. Atresia esophagus dan fistula trakeoesofagus sering ditemukan ketika bayi memiliki kelainan kelahiran seperti :   Trisomi Gangguan saluran pencernaan lain (seperti hernia diafragmatika. yaitu sel bagian depan dan belakang jaringan maka trakea akan membentuk atresia esophagus.26:1.55 kasus per 10.000 kelahiran). Selama embryogenesis proses elongasi dan pemisahan trakea dan esophagus dapat terganggu. Rasio kemungkinan untuk mendapatkan kelainan esophagus antara laki-laki dan perempuan adalah sebesar 1. Beberapa penelitian menemukan insiden atresia esophagus lebih tinggi pada ibu yang usianya lebih muda dari 19 tahun dan usianya lebih tua dari 30 tahun. . atresia duodenal.  Gangguan jantung (seperti ventricular septal defect. Jika elongasi melebihi proliferasi sel sebelumnya. Atresia esophagus dan fistula trakeoesofagus adalah kelainan kongenital pada neonatus yang dapat didiagnosis pada waktuwaktu awal kehidupan. Etiologi Sampai saat ini belum diketahui zat teratogen apa yang bisa menyebabkan terjadinya kelainan atresia esophagus. Jenis kelamin laki-laki memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan pada perempuan untuk mendapatkan kelainan atresia esophagus.13 dan 18 dengan dugaan penyebab genetik. Namun saat ini.

jantung. defisiensi vitamin. dengan masing-masing subtype yang dilaksanakan . ginjal. Patofisologi Beberapa teori menjelaskan bahwa masalah pada kelainan ini terletak pada proses perkembangan esophagus. keterlibatan sel neural. Pembelahan galur ini pada bagian tengah memisahkan esophagus dari trakea pada hari ke. anus. beberapa fektor muncul menginduksi laju dan waktu pertumbuhan dan froliferasi sel pada proses embrionik sebelumnya. candiac. Gross pada tahun 1953 memodifikasi klasifikasi tersebut. bagian mesodermal lateral pada esophagus proksimal berkembang. Trakea dan esophagus berasal dari embrio yang sama. Kejadian ini biasa terjadi sebelum 34 hari masa gestasi. Kelainan notochord. Sebagai tambahan bahwa insufisiensi vaskuler. serta pemisahan yang tidak sempurna dari septum trakeosofageal dihasilkan dari gangguan proses apoptosis yang merupakan salah satu teori penyebab embryogenesis atresia esophagus. dan abnormalitas saluran getah bening). tracheosofagealfistula. VI. obat-obatan dan penggunaan alkohol serta paparan virus dan bahan kimia juga berkontribusi pada perkembangan atresia esophagus. disinkronisasi mesenkim esophagus dan laju pertumbuhan epitel.dan hipospadia). juga berkembang pada waktu ini. Organ lainnya seperti traktus intestinal. Berdasarkan pada teori-teori tersebut. ginjal. faktor genetik. ureter dan sistem masculoskeletal. sementara Kluth 1976 menerbitkan ―Atlas Atresia Esofagus‖ yang terdiri dari 10 tipe utama. Klasifikasi Atresia Esofagus Klasifikasi asli oleh Vogt tahun 1912 masih digunakan sampai saat ini. Gangguan ginjal dan saluran kencing (seperti ginjal polisistik atau horseshoe kidney.   Gangguan Muskuloskeletal Sindrom VACTERL (yang termasuk vertebr. Selama minggu keempat kehamilan. tidak adanya ginjal.  Lebih dari setengah bayi dengan fistula atau atresia esophagus memiliki kelainan lahir lain.26 masa gestasi. dan organ-organ tersebut tidak berkembang secara teratur dengan baik.

dilatasi dan dinding menebal dan biasanya berakhir setinggi mediastinum posterior sekitar vetebra thorakalis II. Fistula bukan pada ujung distal esofagus tapi berlokasi 1-2 cm diatas dinding depan esofagus. Esofagus distal (Fistel). 5. Sebagai akibatnya infeksi saluran pernapasan berulang. Atresia esophagus terisolasi tanpa fistula Esofagus distal dan proksimal benar-benar berakhir tanpa hubungan dengan segmen esophagus proksimal. 3. Traktus yang seperti fistula ini biasa sangat tipis dengan diameter 3-5 mm dan umumnya berlokasi pada daerah servikal paling bawah. . Adapun kasifikasi atresia esophagus menurut Voght adalah sebagai berikut: 1.pada klasifikasi asli dan Vogt. Atresia esofagus dengan fistula trakeoesofagus proksimal Gambar kelainan yang jarang ditemukan namun perlu dibedakan dari jenis terisolasi.Hl ini terlihat lebih mudah intuk menggabarkan kelainan anatomi dibandingkan memberi label yang sulit untuk dikenali. memasuki dinding posterior trakea setinggi carina atau 1-2 cm diatasnya. kelainan ini sering terlewati (misdiagnosa) dan diterapi sebagai atresia proksimal dan fistula distal. Atresia esofagus dengan fistula trakeoesofagus distal dan proksimal Pada kebanyakan bayi. Biasanya satu tapi pernah ditemukan dua atau tiga fistula. pemeriksaan yang dilakukan memperlihatkan suatu fistula dapat dilakukan dan diperbaiki keseluruhan. terjadi dilatasi dan penebalan dinding otot berujung pada mediastinum superior setinggi vetebra thoracal III/IV. seharusnya sudah dicurigai dari kebocoran gas banyak keluar dari kantong atas selama membuat/merancang anastomase.(6) 2. 4. Fistula trakeosofagus tanpa atresia Terdapat hubungan seperti fistula antara esophagus yang secara anatomi cukup intak dengan trachea. yang mana lebih tipis dan sempit. Atresia esophagus dengan fistula trakeoesofagus distal Merupakan gambar yang paling sering pada proksimal esophagus. Esofagus distal pendek dan berakhir pada jarak yang berbeda diatas diagframa. Jarak antara esophagus proksimal yang buntu dan fistula trakheaesofagus distal bervariasi mulai dari bagian yang overlap hingga yang berjarak jauh.

Saliva tidak bisa terletak secara mengisi mulut dan nostril kemudian mengalami regurgitasi. Kateter biasanya berhenti mendadak pada 10-11 cm dari garis gusi atas. karena aspirasi paru adalah faktor yang menentukan prognosis. saliva yang banyak dan regurgitasi muncul bersamaan dengan sianosis dan pneumonia sekunder yang terjadi akibat refluks dari isi lambung. Selain itu. diagnosis biasanya dibuat setelah kelahiran. (3). Selain itu. Jika tersendak. Jika kateter yang digunakan untuk resusitasi pada waktu lahir tidak bisa dimasukkan ke dalam lambung. Kesulitan memasukkan kateter kedalam lambung biasanya memperkuat kecurigaan. sionosis. distress. Salah satu tanda awal dari atresia esofagus diketahui dari pemeriksaan USG prenatal yaitu polihidramnion. Diagnosis Diagnosis dari atresia esofagus/fistula trakeoesofagus bisa ditegakkan sebelum bayi lahir. Pada bayi dengan atresia dan fistula distula. Pada bayi yang dengan hanya atresia. Jika bayi mengeluarkan sekresi mulut yang berlebihan. Gejala Klinik Secara umum atresia esofagus harus dicurigai pada pasien dengan : (1). (2). (4). udara biasanya masuk keperut. Bayi dengan fistula pada bagian proksimal menghambat pernafasan. Akan tetapi untuk penentuan diagnosis yang terbaik akan dijelaskan secara sistematik sebagai berikut:   Memasukkan selang nasogastrik Rontgen esofagus menunjukkan adanya kantong udara dan adanya udara di lambung serta usus. sehingga perut menjadi timpani dan mungkin menjadi begitu kembung sehingga mengganggu pernapasan. Jika kedua fistula proksimal dan distal ada. Tanda ini bukanlah diagnosa pasti tetapi jika ditemukan harus dipikirkan kemungkinan atresia esofagus. dimana terdapat jumlah cairan amnion yang sangat banyak.VII. VIII. atau batu pada waktu berupaya menelan makanan. Kasus polihidramnion ibu. dan sianosis selama makan. diagnosa esofagus juga bisa ditentukan pada waktu diruang persalinan. . Gejala-gejala kelainan ini bervariasi tergantung dari tipe kelainan trakeoesofagus yang ada.

bolus cairan atau makanan berjalan sepanjang esofagus oleh karena tekanan peristaltik dan gravitasi. Tipe yang berikutnya merupakan tipe fistula trakeoesofagus tanpa atresia atau fistula tipe-H.8. dan aspirasi. Trahceaomalacia dapat menyebabkan ―barking cough‖. Dimana jika didapatkan penebalan difus pada mediastium dengan air fluid level dapat disuspek dengan akalasia. akan menimbulkan gejala batuk dan tersedak sewaktu makan.9) Pada neonatus dengan atresia esofagus atau tracheasofageal fistual. Trhaceomalacia berarti trakea menjadi lebih lunak dan rigiditasi lebih rendah dibanding normal. Dimana akan didapatkan gamabaran gulungan nasogastrik tube . seperti pemeriksaan barium atau endoskopi. refluks. pneumonia berulang dan distensi abdomen intermitten. kelainan dapat diagnosis pada masa kanak-kanak. Tracheomalacia ini mungkin bervariasi pada beberapa anak. Diagnosis atresia esofagus dapat dilakukan dengan pemeriksaan foto pada posisi postreroanterior (PA) dan lateral.biasanya fistula proksimal yang memberikan gejala. trachea juga akan mengalami gangguan yang dikenali sebagai tracheomalacia. Terdapat beberapa pemeriksaan radiologi yang dapat menunjang diagnosis atresia esofagus. kalau perlu kateter diisi kontras nonionik. Biasanya pasien dengan disfagi memiliki beberapa pemeriksaan konvensional. Pemeriksaan radiologi yang dilakukan adalah foto thoraks termasuk abdomen atas dengan memasukkan sonde lambung kedalam esofagus. Proses ini dikenal sebagai esofagus transit yang berbeda dengan esofagus clearance yang merupakan suatu proses pengosongan esofagus dari refluks bahan-bahan makanan yang berasal dari usus. Pada beberapa kasus yang jarang. Kesemua pemeriksaan tersebut akan dijelaskan sebagai berikut : a) Foto Thoraks Gambaran penebalan pada dinding posterior trakea merupakan suatu petunjuk adanya kelainan pada esofagus. Sedangkan pada pasien dewasa biasanya muncul dengan pneumonia rekuren dan bronkiektasis. Untuk massa pada esofagus cukup jarang dideteksi dengan kunci untuk mengevaluasi motilitas. Gambaran Radiologi Pemeriksaan radiologi biasanya digunakan sebagai screening non-invasif untuk mendiagnosis penyakit motilitasi esofagus. Terkadang tracheomalacia lebih berat dan butuh penanganan tambahan.(7. Hal ini berpengaruh pada pertumbuhan. Pada pelaksanaannya.

• Dilatasi dari kantong proksimal esofagus yang berisi udara. • Abdomen yang berisi gas dapat terlihat. Selain itu. tanda-tandanya sama dengan yang didapatkan pada atresia esofagus tanpa fistula. Pneumonia asprisai (khususnya pada bagian lobus kanan atas) dan atelektasis juga sering didapatkan. . akan menyebabkan trakea maju ke bagian depan. 3. • Pemeriksaan dengan menggunakan barium mungkin akan mengalami kegagalan dalam pemeriksaan ini. • Abdomen yang berisi gas mungkin terlihat. • Foto akan memperlihatkan gambaran udara yang sedikit jika fistula okolusi. • Distensi gas pada bagian perut dan usus halus (disebabkan udara melewati fistula kemungkinan akan ditemukan. Atresia esofagus dengan fistula proksimal. Pada gangguan motilitas esofagus gambaran yang didapatkan adalah penyempitan esofagus. • Pada gamabaran radiografi. Atresia esofagus dengan fistula distal. • Kantung esofagus bagian bawah dapat dilihat dengan menggunakan barium atau pemasukan dengan gastrostonomi. 2. Selain itu. Berikut gambaran foto thorak yang didapatkan sesuai dengan tipe atresia esofagus yang ada: 1. transit esofagus yang melambat. • Sejumlah udara akan terlihat pada esofagus. lokasi arkus aorta juga dapat terlihat. meskipun biasanya udara dalam esofagus pada neonatus dan anak-anak normal. gangguan motilitas akan ditemukan pada anak dengan atresia esofagus dana dapat dilihat videofluoroskopi. dan disorganisasi transit esofagus. Udara normalnya terlihat di dalam perut 15 menit setelah setelah kelahiran. Atresia esofagus tanpa fistula.pada bagian proksimal kantung esofagus.

4. Pemeriksaan ini jika . Gambar CT-scan penampakan aksial sulit untuk diindefikasi. Biasanya pemeriksaan ini digunakan pada pasien yang lebih dewasa. maka esofagram sebaiknya dilakukan. Fistula tanpa atresia. fistula kemungkinan hanya terlihat sebagian. Pemeriksaan ini merupakan periksaan 3 dimensi esofagus dalam hubungannya dengan struktur yang berdekatan. Jika pasien diintubasi atau dengan foto kontas menunjukkan trakea tanpa gambaran fistula.• Gambaran fistula membutuhkan pemeriksaan videofluoroskopi selama pengisian pada kantung proksimal. • Sejumlah udara akan terlihat pada esophagus. dengan bentuk pneumonia secara umum. X-rays dengan kontras pada bagian atas esophagus diatas atresia. Kontrak nonionik merupakan pilihan kontras. • Pneumonia rekuren mungkin akan terlihat. Metode ini dapat memperlihatkan gambar panjang esofagus. • Penggambaran fistula sulit dilakukan. lengkap dengan atresia. • Pemeriksaan dengan kontras merupakan pemeriksaan pilihan untuk diagnosis. Pemeriksaan CT penampakan sagital selalu digunakan untuk diagnosis atresia esofagus pada neonatus secara akurat. dilusi barium dapat digunakan sebagai kontras alternatif. b) Computed Tomography (CT) Pemeriksaan CT-scan jarang dilakukan untuk mendiagnosa atresia esofagus. fistula dan batas-batasnya. X-ray dari thorax dan abdomen menunjukkan feeding tube tidak dapat bergerak disekitar bagian atas esophagus diatas kantong atresia.

MRI tidak disarankan untuk diagnosa atresia esofagus pada bayi setelah kelahiran. tetapi sering digunakan untuk diagnosa molformasi congenital. Kemungkinan hubungan antara peningkatan tranlusens nuchal didapatkan pada trimester pertama dan atresia esofagus telah ditemukan. Diagnosa akurat meningkat jika terdapat area anehoik pada bagian tengah leher fetus. MRI memberikan gambar esofagus dan sekitarnya pada posisi sgital dan karonal.dikombinasikan dengan endoskopi akan lebih memberi keuntungan. d) Magnetic Resonance Imaging (MRI) Seperti pemeriksaan USG. tanda kantung ini telah didapatkan secara langsung pada usia 26 minggu masa gestasi. Tidak seperti USG. tanda ini membedakan atresia esofagus dengan penyakit-penyakit gangguan menelan. pemeriksaan MRI sulit untuk dilakukan pada kasus polihidramnion karena kualitas gambar jelek. sebagai tambahan untuk memfasilitasi pemahaman hubungan anatomi yang kompleks. Meskipun begitu. Akan tetapi. akan tetapi dapat digunakan sebelum kelahiran. MRI pada fetus memberikan bukti akurtat untuk diagnosis atresia esofagus pada anak dengan resiko tinggi berdasarkan penemuan USG. c) Ultrasonografi (USG) USG merupakan pemeriksaan yang tidak rutin dilakukan untuk diagnosis atresia esofagus setelah kelahiran. Terdapatnya dilatasi kantung esofagus yang buntu pada pemeriksaan ini dapat merujuk ke atresia esofagus. tetapi onsetnya diperkirakan paling cepat 22 minggu. Pada pemeriksaan ini ditemukan adanya gelembung udara pada perut fetus yang dikombinasikan dengan polihidramnion pada ibu yang mengarah ke diagnosis atresia esofagos. pemeriksaan MRI pada prenatal memberikan ganbar lesi sekitar esofagus dan hubungan dan hubungan anatomi. . MRI sangat jarang digunakan untuk menjelaskan lokasi arkus aorta. dan resolusi kontrasnya lebih baik dibandingkan CT-scan.

Foto abdomen bertujuan mengevaluasi abnormalitas skeletal. Pemeriksaan scintigraph dan radionuclide dapat mendeteksi dan menghitung esofagus transit. Atresia intestinal 2. Diferensial Diagnosis Tanda awal dari atresia esofagus pada bayi yang berupa polihidramnion menyebabkan atresia esofagus memiliki banyak diferensial diagnosis. penggunaan kontraks tidak terlaku sering dibutuhkan untuk mengevaluasi atresia esofagus. Kantong esofagus harus secara teratur dikosongkan dengan pompa untuk mencegah aspirasi sekret. fungsi respirasi. esofagus clearance dan GER. Foto thoraks dan abdomen biasanya sudah mencukupi. Echocardiogram dan renal ultrasonogram mungkin dapat membantu. . Cacat batang otak 4. antara lain : 1. Hernia difragmatika 5. Perhatikan yang cermat harus diberikan terhadap pengendalian suhu. penderita seharusnya ditengkurapkan untuk mengurangi kemungkinan isi lambung masuk ke paru-paru. malformasi kordiovaskular. obstruksi intestinal dan malrotasi. jika hal itu menjadi penanganan yang dipilih. Penatalaksanaan Atresia merupakan kasus gawat darurat. Hidrofetalis 3. IX. dan pengelolaan anomaly penyerta. f) Angiografi Angiografi umumya tidak digunakan untuk diagnosis anak dengan atresia esofagus. Meskipun demikian pemeriksaan ini digunakan pada beberapa keluhan motilitas setelah perbaikan. Tetapi pemeriksaan biasa digunakan untuk perencanaan penggantian atau perbaikan organ esofagus. Lesi intrathorakal X. Sebelum dilaksanakan tindakan bedah. maka anomali kogenital lain pada bayi terlebih dahulu dievaluasi. Foto thoraks dapat mengevaluasi abnormalitas skeletal.e) Nuclear Imaging Biasanya pemeriksaan ini tidak digunakan untuk mrngevaluasi atresia esofogus. Prabedah. pneumonia dan lengkung aorta kanan.

tahap pertama biasanya adalah pengikatan fistula dan pemasukan pipa gastrotomi untuk memasukkan makanan. 2. Dismotilitas terjadi karena kelemahan otot dinding esofagus. 6. Adapun komplikasi-komplikasi yang bisa timbul setelah operasi perbaikan pada atresia esofagus dan fistula trakeoesofagus adalah sebagai berikut: 1. Komplikasi ini terlihat saat bayi sudah mulai makan dan minum. terhadap makanan dan aspirasi makanan kedalam trakea. maka operasi dilakukan secara bertahap. Disfagia adalah tertahannya makanan pada tempat esofagus yang diperbaiki. .Terkadang karena keadaan penderita. Gastrosofagus refluks. 4. Meningkatkan infeksi saluran pernafasan. Disfagia atau kesulitan menelan. Pembedahan ulang adalah terapi untuk keadaan seperti ini. Esofagografi pada hari kesepuluh akan menolong keberhasilan anastomosis. Berbagai tingkat dismotilitas bisa terjadi setelah operasi ini. Kira-kira 50% bayi yang menjadi operasi ini akan mengalami gastroesofagus refluks pada saat kanak-kanak atau dewasa.keadaan ini dapat diatasi dengan menelan air mutu tertelannya makanan dan mencegah terjadinya ulkus. Konplikasi ini berhubungan dengan proses menalar makanan. Hal ini disebabkan oleh kelemahan dari trakea. 5.pencegahan keadaan ini adalah dengan mencegah kontak dengan orang yang menderita Flu. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan obat (medikal) atau pembedahan 3. makanan lewat mulut biasanya dapat diterima. Dismotilitas Esofagus. dimana asam lambung naik atau refluks ke esofagus. 7. Batuk kronis batuk merupakan gejala yang umum setelah operasi perbaikan atresia esophagus. dan langkah kedua adalah anastomosis primer. Fistula trakeosofagus berulang. dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen. Kesulitan bernafas dan tersendak.

29 selamat (68%) sementara hanya 2 bayi dari 32 yang selamat di grup C. Prognosis Gambaran skematis dari operasi. 72 dari 36 selamat (95%) Grup C. 2. Menurut Berat Badan Lahir Grup A : > 2500 gr dan baik Grup B : BB lahir <> tinggi & Pneumonia moderat dan kelainan kongenital Grup C : BB lahir <> timggi & pneumonia berat dan kelainan kongenital berat. hampir semua selamat (95%) hanya 2 yang tidak. Klasifikasi Menurut Kelainan Lain Yang Menyertai Klasifikasi menurut Spitz terhadap keselamatan pada atresia esofagus : Grup I : BB lahir > 1500 gr tanpa kelainan jantung mayor (utama) Grup II : BB lahir < 1500 gr atau dengan kelainan jantung mayor Grup III : BB lahir < 1500 gr + kelainan jantung mayor . Kemajuan di bidang teknik anestesi dan intensive care bagi neonatus cukup memuaskan.101 dari 142 selamat (72%) Jelaslah bahwa sistem klasifikasi berdasarkan resiko baru diperlukan sesuai era yang sudah modern. 153 dari 154 selamat (99%) Grup B. Waterson dkk membuat klasifikasi bayi yang lahir dengan Atresia Esofagus menjadi 3 grup ―Dengan harapan hidup yang berbeda‖. Klasifikasi waterson berdasarkan 357 bayi dengan atresia esofagus yang dirawat di rumah sakit dari 1980-1992 : Grup A. Klasifikasi berdasarkan resiko.Tindakan operasi pada atresia esofagus XI. Klasifikasi ini merujuk pada 113 kasus yang ditangani dari RS Great Ormond Street dari 1951-1959. baru meliputi berat badan lahir dan malfomasi jantung yang bertanggung jawab pada sebagian besar kematian. Selama 40 tahun telah terjadi peningkatan angka survival rate berkaitan dengan diagnosa dan terapi pada kelainan lain yang berhubungan. Tahun 1962. Dari 43 bayi di grup B. Klasifikasi menurut BB lahir dan kelainan lain yang berhubungan : 1. 38 bayi grup A.

Berdasarkan klasifikasi scheme. . grup II 59 % dan grup III 22 % pada tahun 1980. angka keselamatan di grup I 96 %. tetapi sudah meningkat menjadi 98 %. 82% dan 58 % pada saat ini.Kelainan jantung mayor didefinisikan sebagai kelainan jantung kongenital sianotik yang memerlukan terapi paliatif atau lebih atau kelainan jantung kongenital cyanotic yang memerlukan bedah untuk gagal jantung. Penelitian dari montreal mengidentifikasikan hanya preoperative yang tergantung ventilator dan kelainan penyerta yang berat dengan prognasis signifikan.

Ilmu Kesehatan anak (Nelson textbook of pediatrics) Ed. Warwick AS. Kronemer KA. Lucile Packard Children’s Hospital. Available from:URL: http://www. 3.lpch. Osborn GA. 2nd Ed.pedsurg. Jakarta. [cited on 2012 juni 18]. URL:http://www.1. Shienfield N. Yamada T. Available from:URL: http://www. Esophageal atresia. Availablefrom:URL:http://www. [online]. Vol.org/kids/index/html 5. EGC : 2005 2. Rasad S. Nuclear medicine and PET technology and techniques 5th Ed. Esophageal atresia/tracheosophageal fistula. Esophageal atresia.emedicine/medscape/com/article/414368/multimedia . Depertament of Surgery University . Amyrisis : 2007 12.html 6. Blog HKS. Kronemer KA.edu/pediactric/clinical. Warwick AS. Tracheosophageal fistula and esophagealatresia. [online]. Pocket radiologist chest top 100 diagnoses. [online]. Utah. Atresia esofagus.umich. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Esophageal atresia/tracheosophageal fistula.com/2008/07/ateresia-esofagus/html 8.ucsf. Clarck PB. Bernier D. [online]. Langan JK. Available from:URL: http://www.2.ksuheimi. [cited on 21 Agustus 2008].edu/index. Gastroenterology 4th Ed.DAFTAR PUSTAKA 1. Warwick AS.html 7. [cited on 13 juli 2012]. [online].15 Vol. et al. Philadelphia.emedicine/medscape/com/article/414368/overview 4. URL:http://www. Available from:URL: http://www. Diagnostic imaging nuclear medicine. Mosby : 2004 10.emedicine/medscape/com/article/414368/imaging 13. USA. Harnsberger HR. Morton KA.2006. Kronemer KA. [cited on 11 Desember 2008].blogspot. Lippincott William & Wilkins : 2003. [cited on 9 juni 2012]. Amyrisis : 2003 11. Christian PE. Esophageal atresia/tracheosophageal fistula. Nelson EW. 9. Radiologi diagnostik. Utah.

.

c) H-type tracheoesophageal fistula (4%). It causes the esophagus to end in a blind-ended pouch rather than connecting normally to the stomach. The infant may become cyanotic (turn bluish due to lack of oxygen) and . it ends as a blind pouch. Congenital esophageal atresia (EA) represents a failure of the esophagus to develop as a continuous passage. b) Isolated esophageal atresia without tracheoesophageal fistula (7%).Esophageal atresia Classification and external resources Common anatomical types of esophageal atresia a) Esophageal atresia with distal tracheoesophageal fistula (86%). The presence of EA is suspected in an infant with excessive salivation (drooling) and in a newborn with drooling that is frequently accompanied by choking. these infants swallow normally but begin to cough and struggle as the fluid returns through the nose and mouth. Tracheoesophageal fistula (TEF) represents an abnormal opening between the trachea and esophagus. EA and TEF can occur separately or together. It comprises a variety of congenital anatomic defects that are caused by an abnormal embryological development of the esophagus.[clarification needed]  Incidence It occurs in approximately 1 in 4425 live births. Instead. EA and TEF are diagnosed in the ICU at birth and treated immediately. It is characterized anatomically by a congenital obstruction of the esophagus with interruption of the continuity of the esophageal wall. Esophageal atresia (or Oesophageal atresia) is a congenital medical condition (birth defect) which affects the alimentary tract. coughing and sneezing. When fed.

Treatment of EA and TEF is surgery to repair the defect. Types This condition takes several different forms. Following surgery. If resistance is noted. The lower esophageal pouch ends blindly. Type Esophageal Atresia with distal TEF C (tracheoesophageal fistula) . The cyanosis is a result of laryngospasm (a protective mechanism that the body has to prevent aspiration into the trachea). “Pure” or “Isolated” A Esophageal Atresia Type Esophageal Atresia with proximal B TEF (tracheoesophageal fistula) Type A Esophageal Atresia is characterized by the presence of a ―gap‖ between the two esophageal blind pouches. Its very commonly seen in a newborn with imperforate anus. The esophagus can usually be sewn together. Approximately 85% of affected babies will have a 'lower fistula'. If any of the above signs/symptoms are noticed. Studies will be done to look at the heart and spine. Surgery to fix EA is rarely an emergency. Babies with EA may sometimes have other problems. other studies will be done to confirm the diagnosis. The infant will be positioned to help drain secretions and decrease the likelihood of aspiration. an incision is made on the side of the chest. If EA or TEF is suspected. a catheter is gently passed into the esophagus to check for resistance. A catheter can be inserted and will show up as white on a regular x-ray film to demonstrate the blind pouch ending. This abnormal connection is called a fistula. Sometimes a small amount of barium (chalk-like liquid) is placed through the mouth to diagnose the problems. Esophageal Atresia where the lower esophageal pouch makes an abnormal connection with the trachea.may stop breathing as the overflow of fluid from the blind pouch is aspirated (sucked into) the trachea. often involving one or more fistulas connecting the trachea to the esophagus (tracheoesophageal fistula). Type Name(s) Description Esophageal Atresia without fistula. Esophageal Atresia where the upper esophageal pouch connects abnormally to the trachea. Care for each infant is individualized. Once the baby is in condition for surgery. Type "Long Gap". all oral feedings are stopped and intravenous fluids are started. Over time respiratory distress will develop. Sometimes studies are done to look at the kidneys. the baby may be hospitalized for a variable length of time.

Also known as an Esophageal Stricture. isolated places.This abnormal connection is called a fistula. On occasion. however. causing food and saliva to become ―caught‖ in the esophagus. there is an abnormal connection between the esophagus and the trachea. This rare form also finds the esophagus fully intact and connected to the stomach. The upper esophageal atresia also still ends in a blind pouch. TEF (tracheoesophageal fistula) ONLY with no Esophageal Atresia Type E and there is a blind pouch over Esophageal Atresia with both Type proximal and distal TEFs (two D tracheoesophageal fistulas) there hageal Atresia This rare form finds the esophagus fully intact and capable of its normal functions. This abnormal connection is called a fistula. Type Esophageal Stenosis F Presentation . Type F can go undiagnosed until adulthood. The upper esophageal pouch ends blindly. the esophagus gradually narrows. however. Esophageal Atresia where the upper and lower esophageal pouches make and abnormal connection with the trachea in two separate.

Plain x-ray with contrast in the upper esophagus above the atresia.Plain X-ray of the chest and abdomen showing a feeding tube unable to move beyond an upper esophageal pouch. .

or kidneys. Cardiac.[1] Associations Other birth defects may co-exist. This birth defect arises in the fourth fetal week. and Limbs. It is associated with polyhydramnios in the third trimester. Anorectal. It can be associated with disorders of the tracheoesophageal septum. Schematic representation. Tracheal. but sometimes also in the anus. spinal column. Renal.Surgical treatment of the condition. . This is known as VACTERL association because of the involvement of Vertebral column. Esophageal. when the trachea and esophagus should begin to separate from each other. particularly in the heart.

This is not possible in all cases. though. to allow the saliva which is swallowed to drain out a hole in the neck. usually above the carina (carina of trachea). since the gap between upper and lower esophageal segments may be too long to bridge. most children with this disorder will have some trouble with either swallowing or heartburn or both. The result is a normally functioning esophagus. In many of these so-called long gap cases. Sometimes a stricture. on an ultrasound. MD[2]. Often a cervical esophagostomy will also be done. Traditional surgical approaches include gastrostomy. and cyanosis. a fistula between the lower esophagus and trachea may allow stomach acid to flow into the lungs and cause damage. Treatment Treatments for the condition vary depending on its severity. these findings have a low positive predictive value. Months or years later. interposing between the upper and lower segments of esophagus. or tight spot. the finding of an absent or small stomach in the setting of polyhydramnios used to be considered suspicious of esophageal atresia. or G-tube. surgeons place traction sutures in the tiny esophageal ends and increase the tension on these sutures daily until the ends are close enough to be sewn together. However. a feeding tube will not pass through the esophagus. Complications Any attempt at feeding could cause aspiration pneumonia as the milk collects in the blind pouch and overflows into the trachea and lungs. an advanced surgical treatment developed by John Foker. cough. Because of these dangers. colonic transposition and jejunum transposition. although these carry some disadvantages[3]. the newborn can present with gastric distention.Diagnosis This condition is visible. sometimes by using a segment of bowel brought up into the chest. may be utilized to elongate and then join together the short esophageal segments. Using the Foker technique. virtually indistinguishable from one congenitally well formed. Tracheomalacia -. Furthermore. gastric pull-up. In many types of esophageal atresia. the esophagus may be repaired. The upper neck pouch sign is another sign that helps in the antenatal diagnosis of esophageal atresia and it may be detected soon after birth as the affected infant will be unable to swallow its own saliva. including a leak at the site of closure of the esophagus. The most immediate and effective treatment in the majority of cases is a surgical repair to close the fistula/s and reconnect the two ends of the esophagus to each other. This can usually be dilated using medical instruments.a softening of the trachea. Even after esophageal repair (anastomosis) the relative flaccidity of former . tachypnea. but sometimes extensive in the lower bronchial tree as well—is another possible serious complication. On antenatal USG. will develop in the esophagus. allows for tube feedings into the stomach through the abdominal wall. Gastrostomy. Post operative complications sometimes arise. Also. In later life. the condition must be treated as soon as possible after birth. making it difficult to swallow. after about 26 weeks. apnea.

G. thereby mechanically relieving pressure from the softened trachea. epithelial cell proliferation and potential incorporation of the stent into the trachea can make subsequent removal dangerous. "Esophageal atresia . Severe hypoxia ("dying spells") follows and medical intervention can often be required. However.proximal pouch (blind pouch. When only the trachea above the carina is compromised. PMID 10068713. Foker treatment". "Esophageal atresia and tracheoesophageal fistula". pouch ballooning can cause tracheal occlusion. An even simpler intervention is stenting. Coran A. Retrieved 1 June 2012. St Louis.M.  Harmon C. ‖Atresia Esofagus merupakan kelompok kelainan kongenital terdiri dari gangguan kontuinitas esofagus dengan atau tanpa hubungan persisten dengan trakhea‖ (Nelson 1999) . the condition can be managed expectantly since the trachea will usually stiffen as the infant matures into the first year of life. Clark DC (February 1999). 2. 919–20. one of the "simplest" interventions is aortopexy wherein the aortic loop is attached to the rear of the sternum. Children’s Hospital Boston. A variety of treatments for tracheomalacia associated with esophageal atresia are available. 3. tests. In: Pediatric Surgery. Owing to proximity. KY: Elsevier Science Health Science Division. 5th edn. Am Fam Physician 59 (4): 910–6.symptoms. (1998). References 1.. above) along with esophageal dysmotility can cause fluid buildup during feeding. Congenital anomalies of the esophagus. Children’s Hospital Boston. If not severe.. ISBN 0-8151-6518-8. Retrieved 1 June 2012. "Esophageal Atresia Treatment Program".

Kebanyakan bayi yang menderita atresia esofagus juga memiliki fistula trakeoesofageal (suatu hubungan abnormal antara kerongkongan dan trakea/pipa udara)‖ (K. Pada atresi esofagus. Suhaemi.‖ Atresia Esofagus adalah esofagus (kerongkongan) yang tidak terbentuk secara sempurna.2008) . tidak tersambung dengan lambung sebagaimana mestinya. kerongkongan menyempit atau buntu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful