BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Fenomena yang terjadi pada masyarakat (nelayan) di beberapa kecamatan yang berada dipinggiran Danau Laut Tawar Takengon adalah kondisi kehidupan perekonomian masyarakatnya masi tergolong rendah, selain dapat memenuhi kebutuhan hidupnya kadang pula tidak, karena pendapatan yang mereka terima tidak seimbang dengan kebutuhan sehari-hari, sebab pendapatan nelayan sangat bergantung pada situasi dan kondisi alam, fasilitas alat tangkap tidak memadai, harga BBM dan harga barang tinggi, serta adanya kerusakan mesin dan perahu bocor sehingga menyebabkan pendapatan para nelayan menurun. Akibatnya pendapatan masyarakat minim dan mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik. Danau Laut Tawar adalah sebuah danau dan kawasan wisata yang terletak di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Disisi barat danau ini terdapat sebuah kota kabupaten yaitu kota Takengon, yang juga merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Tengah. Suku Gayo menyebut danau ini dengan sebutan Danau Lut Tawar. Luasnya kira-kira 5.472 hektar dengan panjang 17 km dan lebar 3,219 km.Volume airnya kira-kira 2.537.483.884 m³ (2,5 triliun liter) (http://id.wikipedia.org/, 2012). Nelayan yang ada di Kabupaten Aceh Tengah ini terdapat di Kecamatan Bintang, Lut Tawar dan Kebayakan. Nelayan di daerah ini umumnya menangkap beberapa jenis ikan mujahir, depik, relo, eyas, nila, tawes(peres) dan mas(bawal).

Hal ini dicirikan dengan bertambahnya jumlah nelayan dan alat tangkap yang beroperasi. Terkadang disertai hujan atau gerimis-gerimis kecil (bahasa Gayo: kuyu ni depik). yaitu angin yang berhembus terasa berbeda. 1984):Rasbora tawerensis termasuk dalam kelas pisces. karena tingginya permintaan terhadap Ikan Depik telah mengakibatkan meningkatnya tingkat eksploitasi terhadap Ikan Depik.Ikan depik (Rosbora tawarensis) adalah ikan endemik yang terdapat di Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Ikan tersebut termasuk family cyprinidae. sp (Saanin. terutama pada musim penghujan Biasanya pada waktu pertengahan tahun yaitu sekitar bulan Agustus hingga di akhir tahun pada musim kemarau musim panen ikan depik tiba. Ikan kecil yang panjangnya sekitar 8 cm serta lebarnya 2cm ikan Depik ini berbentuk kecil memanjang hampir Menyerupai ikan teri dapat ditangkap sepanjang tahun. pertambahan jumlah nelayan dan semakin moderennya metode dan alat penangkapan yang digunakan apakah akan mempengaruhi pendapatan nelayan karena produksi berhubungan dengan pendapatan. ditandai dengan terjadi perubahan iklim. Peningkatan jumlah nelayan juga ditandai dengan harga ikan yang . Berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN) 2001. ordo ostariophysi. Taksonomi Ikan Depik Rasbora tawerensis n. Ikan Depik masuk ke dalam status vulnerable (rawan). dan apabila produksi atau populasi ikan depik semakin menurun maka akan berdampak terhadap pendapatan nelayan itu sendiri. agak lebih dingin. apabila produksi meningkat tentunya pendapatan juga akan meningkat. subklas teleostei.

baik langsung ke konsumen maupun melalui agen pengumpul ataupun pasar.tinggi yaitu Rp. dari 557 unit pada tahun 2005 menjadi 2.891 unit pada tahun 2010. Meskipun jumlah perahu tanpa motor dan perahu motor menurun. jumlah alat tangkap mengalami peningkatan.2 ton pada . Pemasaran ikan tersebut biasanya langsung di tempat penangkapan. Penurunan jumlah nelayan ini diikuti oleh penurunan jumlah perahu tanpa motor. semakin tinggi harga ikan depik maka semakin tinggi pendapatan nelayan tersebut.000/kg. Jumlah nelayan ini tidak mengalami peningkatan hingga tahun 2010. hal ini berbanding lurus dengan pendapatan. Jaring misalnya. 60. Jumlah nelayan pada tahun 2005 sebanyak 596 jiwa berkurang menjadi 225 jiwa pada tahun 2007. Jika jumlah perahu pada tahun 2005 sebanyak 427 unit menurun menjadi 181 unit di tahun 2010 meskipun mengalami peningkatan pada tahun 2006 (474 unit). Peningkatan alat tangkap tidak diiringi oleh jumlah produksi. Jumlah nelayan di daerah ini relatif mengalami penurunan dari tahun 2005 hingga tahun 2010. Jumlah produksi pada tahun 2005 sebanyak 302.6 ton menurun menjadi 25. Keadaan yang relatif sama juga dialami oleh perahu motor yang turun dari 108 unit pada tahun 2005 menjadi 60 unit pada tahun 2010. Hal yang sama diperlihatkan oleh alat tangkap bubu. Tingginya harga ikan depik dipengaruhi oleh tinggi rendahnya produksi dan permintaan ikan tersebut. Permintaan atau pemasaran ikan depik hanya dilakukan di daerah Aceh Tengah saja.

150 Didi sen 5 5 Jer mal 2 2 Produksi (Ton) 302. dan Produksi Ikan di Danau Lut TawarTahun 2006– 2011 Tahun 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Total Jumlah Nelayan 596 596 225 225 225 225 Jumlah Perahu Tanpa Motor Motor 427 108 474 125 181 60 181 60 181 60 181 60 Jaring Ingsang 577 577 2. Meskipun produksi meningkat lagi pada tahun 2007 sebesar 74.6 25.Jumlah Nelayan.891 2.891 Jumlah Alat Tangkap Jala pancing Bubu Pucuk 744 863 91 744 863 91 1. Keberadaan ikan depik benar-benar anugerah bagi masyarakat sekitar Danau Laut Tawar.891 2. Untuk itu. Perahu.5 Sumber : Dinas Perikanan Aceh Tengah.5 ton.pada awal tahun 1900. perlu di lakukan kajian tentang jumlah ikan yang optimal ditangkap agar kelestarian ikan terjaga. sehingga dapat berpengaruh terhadap kelestarian ikan di Kabupaten Aceh Tengah. karena kawanan ikan ini sudah tertangkap sebelum sempat memijah (proses bertelur) telurnya.5 74.tahun 2006.150 1.5 10. masyarakat di sekitar Danau Laut Tawar menggunakan jaring yang mereka sebut doran untuk menangkap ikan depik.5 74.131 1. Dewasa ini. Tabel 1. Alat Tangkap. Saat kawanan depik melintas dari Selatan ke Utara untuk memijah telurnya akan tersangkut di jaring tadi.2 74. Pola penangkapan dengan jaring ini sangat mengkhawatirkan populasi ikan depik.2 561. Alat yang digunakan untuk menangkap ikan depik bernama cangkul.1). Pembudidayaan ikan depik belum dilakukan pemerintah setempat karena ikan . sejenis jaring dengan bagian pinggirnya selebar 5 mata disebut kejer yang terbuat dari benang keri.791 2. Jaring yang lebarnya sekitar 2 meter dan panjangnya mencapai 100 meter itu dibentangkan dari Barat ke Timur. 2011 (diolah). Banyak cara menangkap ikan depik.150 1. tetapi menurun drastis lagi pada tahun 2010 menjadi 10. karena ikan kecil ini menjadi sumber protein utama.1.2 ton (Lihat tabel 1.

maka peneliti ingin mnegetahui lebih jauh tentang permasalahan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan ikan depik (Rosbora tawarensis) di Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Untuk tetap menjaga kelestarian ikan pemerintah setempat telah menetapkan beberapa peraturan bagi nelayan untuk membatasi penangkapan yaitu menentukan kawasan tangkap.tempat ikan berkembang biak. Karena pertimbangan latar belakang masalah diatas. pemerintah menentukan alat tangkap bagi para nelayan. dan juga pemerintah melakukan penyuluhan kepada nelayan untuk tetap menjaga kelestarian ikan tersebut. jadi tidak semua kawasan bisa ditangkap karena ada tempat . 1. . sehingga tidak semua ikan khususnya yang di bawah ukuran bisa ditangkap.2 Rumusan Masalah Dengan memperhatikan latar belakang dan uraian yang telah diungkapkan makapermasalahan yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan nelayan ikan depik di danau laut tawar Aceh Tengah? 1.khas yang hanya terdapat di Danau Laut Tawar itu berkembang biak secara alami.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan nelayan Ikan Depik di Danau Laut Tawar Aceh Tengah. kawasan tangkap yang ditentukan pemerintah akan dijaga langsung oleh masyarakat tersebut.

cendrung lebih padat populasi ikannya. cendrung lebih sedikit populasinya. 2000). Jadi bila ada . Masyarakat nelayan yang sampai saat ini masih merupakan tema yang sangat menarik untuk didiskusikan. miskin dan menjadi sasaran eksploitasi penguasa baik secara ekonomi maupun secara politik. Memijah (proses bertelur) setiap hari sepanjang tahun dengan puncaknya pada musim hujan. Telur ikan yang akan dibuahi menetas setelah 24-30 jam dan akan menempel pada tumbuhan air. Setelah menetas anak ikan dapat berenang bebas setelah tiga sampai lima hari. karena ikan jantan dan betina terdapat dalam induvidu yang berbeda. Penelitian ini juga diharapkan dapat berguna bagi individu sebagai referensi dasar dalam penelitian selanjutnya. 1. seperti tempat dangkal berarus kuat atau tempat dalam tidak dihuni oleh tanaman air.4 Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan berguna sebagai aplikasi ilmu-ilmu yang telah diperoleh sebelumnya dan memperdalam pengetahuan dibidang ilmu Sosial Ekonomi Pertanian serta memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Sebaliknya ditempat yang sedikit bahan makanan.1. Nelayan adalah orang yang melakukan penangkapan (budidaya) di laut dan di tempat yang masih dipengaruhi pasang surut (Tarigan. Membicarakan nelayan hampir pasti isu yang selalu muncul adalah masyarakat yang marjinal. Pada suatu habitat yang kaya bahan makanan seperti tempat dangkal yang berarus lemah serta banyak tanaman air.5 KerangkaPemikiran Ikan Depik bersifat heterosekssual.

c. Rendahnya kualitas sumber daya manusia masyarakat nelayan yang terefleksi dalam bentuk kemiskinan sangat erat kaitannya dengan faktor internal dan eksternal masyarakat. Nelayan sambil utama. 2003).yang menangkap ikan di tempat budidaya ikan seperti tambak. Nelayan tetap atau nelayan penuh. Selain itu kelemahan modal usaha dari nelayan sangat dipengaruhi oleh pola pikir nelayan itu sendiri. kolamikan. danau. Faktor internal misalnya pertumbuhan penduduk yang cepat. . sungai tidak termasuk nelayan. kurang berani mengambil resiko. nelayan dapat dibagi menjadi : a. d. cepat puas dan kebiasaan lain yang tidak mengandung modernisasi. yakni orang yang dalam musim-musim tertentu saja aktif sebagai nelayan. berdasarkan pendapatnya. Selanjutnya menurut Tarigan(2000). yakni nelayan yang pendapatan seluruhnya berasal dari perikanan. b. yakni nelayan yang sebagian besar pendapatannya berasal dari perikanan. Faktor eksternal yang mengakibatkan kemiskinan rumah tangga nelayan lapisan bawah antara lain proses produksi di dominasi oleh toke pemilik perahu atau modal dan sifat pemasaran produksi hanya dikuasai kelompok dalam bentuk pasar monopsoni (Kusnadi. yakni nelayan yang sebagian kecil pendapatannya berasal dari perikanan. Nelayan musiman. Nelayan sambilan tambahan.

Teknologi Peralatan yang digunakan oleh nelayan dalam penangkapan ikan (produksi) adalah perahutan pamesin atau perahu dengan mesin yang kecil (motorisasi). . di bawah umur tersebut walaupun ia turut melaut tidak disebut sebagai nelayan. Bahan makanan yang dibawa melaut dan yang ditinggalkan di rumah. pancing. Tenaga kerja. Ini semua adalah merupakan input bagi nelayan dalam melaut (menangkapikan). atau keluarga misalnya istri. Teknologi yang termasuk didalam biaya operasional adalah seluruh alat-alat yang digunakan dalam proses penangkapan ikan depik.1. seseorang yang telah berumur 15 tahun keatas baru disebut nelayan.1 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Ada 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi peningkatan pendapatan nelayan dan diuraikan sebagai berikut : 1. Semakin tinggi penggunaan teknologi maka akan berpengaruh terhadap biaya operasional yang dikeluarkan. jaring dan pancing. Sosial Ekonomi Umur. digaji atau tidak tenaga tersebut atau bagi hasil. 2. apakah mempergunakan mesin atau tidak yang dimiliki nelayan. anak (keluarga) sehingga tidak dibayargajinya.5. Peralatan/modal nelayan adalah nilai dari pada peralatan yang digunakan seperti: Harga perahu. Harga dari peralatan penangkapan ikan misalnya jaring. dan lain-lain. banyak atau sedikit tenaga kerja yang digunakan dalam melaut (menangkapikan).

SMP. tidak ada yang membahas bahwa pengalaman merupakan fungsi dari pendapatan atau keuntungan.Pendidikan. demikian juga nilai gizinya. diatas 30 tahun telah dianggap sebagai nelayan yang berpengalaman (pawing). dalam aktivitas nelayan dengan semakin berpengalamannya nelayan. jadi penyampaiannya dari produsen (nelayan) kepada konsumen harus cepat agar kualitasnya atau kondisinya tidak rusak atau bsuk kalau ikan itu tidak diolah. Pengalaman. Namun.Apabila banyak mengakibatkan panjangnya (jauhnya) jarak antara produsen dan konsumen sedangkan kalau . Banyak atau sedikit dari jumlah pos-pos yang terdapat pada saluran distribusi tersebut. misalnya sampai tingkat SMA. apa bila seseorang yang dianggap nelayan yang telah berumur 15 tahun sampai 30 tahun. 3. SD atau tidak menempuh pendidikan sama sekali. Faktor ini secara teoritis dalam buku. maka makin berpengalaman dalam menangkap ikan sehingga bisa meningkatan pendapatan atau keuntungan. Tata Niaga Ikan adalah komoditi yang mudah rusak dan busuk.Kondisi atau keadaan ikan ini sangat berpengaruh kepada harga ikan. Jadi dalam hal ini dilihat nilai efisiensi dari penggunaan tata niaga perikanan tersebut. dari produsen ke konsumen berarti semakin baik dan semakin efisien tata niaganya dan kriterianya adalah sebagai berikut : Panjang atau pendek saluran distribusi yang dilalui oleh hasil produksi dalam hal ini ikan (karena tangkapan) dari nelayan (produsen/ sampai ke konsumen akhir agar jangan sampai rusak). biasanya sebelum menjadi nelayan pada umumnya mereka telah menempuh pendidikan.

dan pemasaran berpengaruh nyata terhadap pendapatan nelayan ikan Depik di Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. sosial ekonomi. Selanjutnya besarnya pendapatan yang diterima dari semua usaha tersebut dapat menggambarkan tingkat kehiduapan nelayan yang bersangkutan.pendek (dekat) jarak antara produsen dan konsumen akhir yang artinya makin efisien. Pendapatan yang diterima nelayan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.4 Pengertian Pendapatan Pendapatan merupakan tujuan akhir dari pelaksanaan setiap kegiatan produksi. Besar pendapatan yang diterima oleh masing-masing nelayan tidak sama. . Pitomo (1992) mengatakan bahwa pendapatan merupakan seluruh penerimaan baik berupa uang maupun berupa barang. Pemenuhan kebutuhan tersebut sangat tergantung tingkat pendapatan yang diterima. maka dapatdibuat hipotesis dari penelitian iniadalah :Faktor-faktor Teknologi. dengan jalan dinilai dengan uang atas dasar harga yang berlaku saat itu. 1.6 Hipotesis Penelitian Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka pemikiran diatas. karena itu besarnya pendapatan yang diterima dapat menggambarkan tingkat keberhasilan nelayan dalam mengelola usahanya.5. baik dari pihak lain maupun dari hasil sendiri. Hal ini disebabkan oleh sumber pendapatan yang berbeda diantara nelayan. 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful