POTENSI BENCANA DAN PENANGGULANGAN AKIBAT LETUSAN GUNUNG MERAPI DI KABUPATEN SLEMAN

Posted: November 6, 2008 by sahrul1987 in info terkini...

10
POTENSI BENCANA DAN PENANGGULANGAN AKIBAT LETUSAN GUNUNG MERAPI DI KABUPATEN SLEMAN

I.

Pendahuluan Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu

kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Contoh bencana alam antara lain antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan dan tanah langsor. Sedangkan bencana non alam contohnya adalah konflik social, epidemi dan wabah penyakit. Dilihat dari letak geologis, cuaca dan kondisi sosial, Indonesia rentan terhadap beragam bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, badai dan angin topan, wabah penyakit, kekeringan dan gunung api. Bencana muncul ketika ancaman alam (seperti gunung api) bertemu dengan masyarakat yang rentan (perkampungan di lereng gunung api) yang mempunyai kemampuan rendah atau tidak mempunyai kemampuan untuk menanggapi ancaman itu (tidak ada pelatihan atau pemahaman tentang gunung api atau tidak siap siaga). Dampak yang muncul adalah terganggunya kehidupan masyarakat seperti kehancuran rumah, kerusakan harta benda serta korban jiwa. Karena umumnya bahaya bencana dapat terjadi di mana saja dengan sedikit atau tanpa peringatan, maka sangat penting bersiaga terhadap bahaya bencana untuk mengurangi risiko dampaknya. Melalui pendidikan masyarakat, dapat dilakukan beberapa hal untuk mengurangi risiko bencana. Selain itu, agar masyarakat mengetahui langkah-langkah penanggulangan bencana sehingga dapat mengurangi ancaman, mengurangi dampak, menyiapkan diri secara tepat bila terjadi ancaman, menyelamatkan diri, memulihkan diri, dan memperbaiki kerusakan yang terjadi agar menjadi masyarakat yang aman, mandiri dan berdaya tahan terhadap bencana.

II.

Bencana di Sleman Kabupaten Sleman secara geografis memang memiliki beberapa wilayah rawan

bencana alam, mulai dari letusan Gunung Merapi, banjir lahar dingin, tanah longsor, kekeringan dan angin puting beliung. Daerah yang rawan ancaman Gunung Merapi di antara di wilayah Cangkringan, Pakem dan Turi. Daerah tersebut rawan terhadap bahaya letusan Gunung Merapi, awan panas (wedus gembel) maupun banjir lahar dingin. Sedangkan daerah Prambanan yang memiliki kawasan pegunungan, rawan terhadap kekeringan dan tanah longsor. Selain itu, terdapat daerah yang rawan terhadap terjadinya angin puting beliung. Daerah yang rawan angina putting beliung yaitu pada wilayah yang daerah datar seperti Godean, Seyegan, Mlati, Ngaglik dan Berbah. Untuk penanganan ancaman bencana dari Gunung Merapi telah ada aturan tersendiri. Hal ini karena Gunung Merapi merupakan salah satu gunung teraktif di dunia, oleh karena itu penanganannya harus menyeluruh. Penanganan ancaman bencana Gunung Merapi seperti pemantauan perkembangan aktivitas setiap saat, evakuasi warga jika ada peningkatan aktivitas hingga tahap membahayakan serta persiapan barak dan dapur umum hingga penanganan korban. III. Ancaman Gunung Merapi Gunung berapi meletus akibat magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi atau karena gerakan lempeng bumi, tumpukan tekanan dan panas cairan magma. Letusannya membawa abu dan batu yang menyembur dengan keras, sedangkan lavanya bisa membanjiri daerah sekitarnya. Akibat letusan tersebut bisa menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang besar pada wilayah radius ribuan kilometer dan bahkan bisa mempengaruhi putaran iklim di bumi ini, seperti yang terjadi pada Gunung Pinatubo di Filipina dan Gunung Krakatau di Propinsi Banten, Indonesia. a. Dampak Letusan Gas vulkanik adalah gas-gas yang dikeluarkan saat terjadi letusan gunung api antara lain Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (H2S), Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen (N2) yang membahayakan bagi manusia. Lava adalah cairan magma bersuhu sangat tinggi yang mengalir ke permukaan melalui kawah gunung api. Lava encer mampu mengalir jauh dari sumbernya mengikuti sungai atau lembah yang ada, sedangkan lava kental mengalir tidak jauh dari sumbernya.

Lahar juga merupakan salah satu ancaman bagi masyarakat sekitar Gunung Merapi. Ancaman lahar telah terjadi pada letusan Gunung Merapi pada tahun 1994 dan 2006. Lahar adalah banjir bandang di lereng gunung yang terdiri dari campuran bahan vulkanik berukuran lempung sampai bongkah. Lahar dapat berupa lahar panas atau lahar dingin. Lahar panas berasal dari letusan gunung api yang memiliki danau kawah, dimana air danau menjadi panas kemudian bercampur dengan material letusan dan keluar dari mulut gunung. Lahar dingin atau lahar hujan terjadi karena percampuran material letusan dengan air hujan di sekitar gunung yang kemudian membuat lumpur kental dan mengalir dari lereng gunung. Lumpur ini bisa panas atau dingin. Awan panas (wedhus gembel) adalah hasil letusan gunung api yang paling berbahaya karena tidak ada cara untuk menyelamatkan diri dari awan panas tersebut kecuali melakukan evakuasi sebelum gunung meletusAwan panas hembusan adalah awan dari material letusan kecil yang panas, dihembuskan angin dengan kecepatan mencapai 90 km per jam. Awan panas jatuhan adalah awan dari material letusan panas besar dan kecil yang dilontarkan ke atas oleh kekuatan letusan yang besar. Material berukuran besar akan jatuh di sekitar puncak sedangkan yang halus akan jatuh mencapai puluhan, ratusan bahkan ribuan kilometer dari puncak karena pengaruh hembusan angin. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada bagian tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki, dan juga menyebabkan sesak napas sampai tidak bisa bernapas. Bahkan pada letusan tahun 2006, awan panas telah merenggut dua korban jiwa di Kaliadem. Abu Letusan gunung api adalah material letusan yang sangat halus. Karena hembusan angin dampaknya bisa dirasakan ratusan kilometer jauhnya. Pada letusan besar seperti pernah terjadi di Gunung Krakatau, abu yang dihasilkan bahkan menutupi sinar matahasi sampai berminggu-minggu.

b.

Tindakan Kesiapsiagaan Persiapan dalam Menghadapi Letusan Gunung Merapi

Langkah kongkrit dalam kesiapsiagaan terhadap letusan Gunung Merapi antara lain adalah : 1. 2. 3. Mengenali tanda-tanda bencana, karakter gunung dan ancaman-ancamannya Membuat peta ancaman, mengenali daerah ancaman, daerah aman Membuat sistem peringatan dini

makanan. seperti baju lengan panjang. 2. Mempersiapkan kebutuhan dasar dan dokumen penting Memantau informasi yang diberikan oleh Pos Pengamatan gunung api (dikoordinasi oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). bila ada gunakan pelindung mata seperti kacamata renang atau apapun yang bisa mencegah masuknya debu ke dalam mata Jangan memakai lensa kontak 5. 6. celana panjang. lembah. Masuk ruang lindung darurat bila terjadi awan panas Siapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh. 8. Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung Saat turunnya abu gunung usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan d.4. Jauhi wilayah yang terkena hujan abu Bersihkan atap dari timbunan abu karena beratnya bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan . topi dan lainnya 4. jamban. Pos pengamatan gunung api biasanya mengkomunikasikan perkembangan status gunung api lewat radio komunikasi c. Tindakan yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Terjadinya Letusan Setelah terjadi letusan maka yang harus dilakukan adalah : 1. Tindakan yang Sebaiknya Dilakukan Saat Terjadi Letusan Gunung Merapi Tindakan yang dilakukan ketika telah terjadi letusan adalah : 1. Mencermati dan memahami Peta Kawasan Rawan gunung api yang diterbitkan oleh instansi berwenang 6. lindungi diri dari abu letusan 2. 3. Melindungi mata dari debu. Mengembangkan Radio komunitas untuk penyebarluasan informasi status gunung api 5. Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung. Membuat perencanaan penanganan bencana Mempersiapkan jalur dan tempat pengungsian yang sudah siap dengan bahan kebutuhan dasar (air. aliran sungai kering dan daerah aliran lahar Hindari tempat terbuka. pertolongan pertama) jika diperlukan 7.

com/ pada 15 Oktober 2008 Anonim. Download dari www.ghabo.3. rem. persneling dan pengapian PUSTAKA Anonim.inspiraindonesia. Download dari http://bencana. Indonesia Adalah Derah Rawan Bencana. Anggaran Penanggulangan Bencana Sleman Rp1. Pusat Studi Manajemen Bencana UPN “Veteran” Yogyakarta.3 Miliar. Panduan Umum Penanganan Bencana Berbasis Masyarakat. Download dari http://www.org pada 15 Oktober 2008 . Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin motor.net pada 15 Oktober 2008 Anonim. Bali : Yayasan IDEP. 2008. 2007.psmbupn. Download dari www. 2008. 2008.com pada 22 Oktober 2008 Anonim.

ataupun daerah yang subur. (Sutikno. Apabila diperhatikan ternyata bencana alam terjadi pada lingkungan yang sangat bervariasi. bahkan nyawa manusia. kondisi pelayanan.Mitigasi bencana alam ialah upaya memperkecil jumlah korban jiwa dan kerugian harta benda akibat bencana alam itu. (2) status jalur transportasi dan sisem komunikasi. dan setelah terjadinya bencana alam. Kata kunci: bencana alam. dan terjadi pada masa lampau. letusan gunungapi. Dengan itu. mitigasi bencana alam 1. bahan makanan. tindakan yang perlu dilakukan meliputi tindakan sebelum. Prioritas tindakan dan kebutuhan informasi pada waktu bencana gempa bumi akan berbeda dengan bencana banjir dan seterusnya. Tsunami Tsunami (bahasa Jepang : 津波. longsor lahan. Kejadian bencana alam seperti tsunami. Secara umum tindakan mitigasi bencana alam meliputi pengumpulan informasi yang dibutuhkan pada waktu penanganan bencana seperti: (1) wilayah serta lokasi geografis bencana dan perkiraan populasi. Tenaga setiap tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. kebakaran hutan. atau hantaman meteor di laut. Gelombang tersebut bergerak pada kecepatan tinggi. daerah pantai. dan badai salju adalah bencana yang banyak melanda berbagai negara dan bangsa. fasilitas sanitasi dan tempat hunian. erosi dan korban jiwa pada kawasan pesisir pantai dan kepulauan. ketersediaan obat-obatan. (6) lokasi dan jumlah penduduk yang menjadi pengungsi dan (7) estimasi jumlah yang meninggal dan hilang. banjir. Setiap bencana memerlukan tindakan prioritas dan kebutuhan informasi yang relatif berbeda. gempa bumi. dan menimbulkan banyak kerugian baik berupa harta. apabila gelombang menghampiri pantai. peralatan medis serta tenaga di fasilitas kesehatan. badai taipon. Bencana alam itu terjadi dimana-mana. benda. ketinggiannya meningkat sementara kelajuannya menurun. Tsunami bisa menyebabkan kerusakan. hampir tidak dapat dirasakan efeknya oleh kapal laut (misalnya) saat melintasi di laut dalam. masa sekarang. 1985). tetapi meningkat ketinggian hingga mencapai 30 meter atau lebih di daerah pantai. secara harafiah berarti ―ombak besar di pelabuhan‖) adalah sebuah ombak yang terjadi setelah sebuah gempa bumi. Pengertian dan Jenis Bencana Alam Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan resiko dan bahaya terhadap kehidupan manusia. Lingkungan terjadinya bisa terjadi di dataran. gempa laut. pegunungan. (3) ketersediaan air bersih. Jenis bencana alam yang pernah melanda Indonesia antara lain: a. (5) kerusakan. (4) jumlah korban. . gunung berapi meletus. amblesan tanah. saat terjadi. dan masa yang akan datang.

Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi. kini hampir rata dengan tanah.854° E . Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi (tubrukan lempeng tektonik). dan infrastruktur lainnya hancur ditelan gelombang air pasang ini. Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam . komunikasi. tetapi dirasakan oleh segenap masyarakat dunia. seperti letusan gunung api. tahun 1883. Ratusan ribu nyawa melayang. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa centimeter hingga beberapa meter. Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami.Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Gerakan vertikal pada kerak bumi. lepas pantai barat Aceh. pencemaran air asin lahan pertanian. Provinsi Nangroe Aceh Darusallam dan Kepulauan Nias. dan disusul dengan Tsunami yang menyerang pesisir barat pulau Sumatera. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus. Namun. Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air. dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air.316° N dan bujur 95. dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Bila tsunami mencapai pantai. Bangunan. misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau. Kota yang dulunya dipadati oleh rumah-rumah penduduk dan bangunan batu. dan air bersih. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar. dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua. gempa bumi. yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami. kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi.com/journal/item) Diakses 14 Oktober 2009 jam 09. terjadi gempa bumi dahsyat di Samudra Hindia. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Bencana ini kini tidak saja dirasakan oleh mereka yang terkena langsung. dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tibatiba. Pada tanggal 26 Desember 2004. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut. Sumatera Utara adalah wilayah terparah yang diporak poranda diterjang air bah. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer. tanah. Pusat gempa terletak pada lintang 3. tumbuh-tumbuhan. Tsunami di Aceh itu terjadi karena gempa bumi pada jam 7:58:53 WIB. Banyak sarana-sarana transportasi. Dalam waktu sekejap mayat-mayat bergelimpangan disepanjang jalan dan dibiarkan membusuk tanpa ada yang merawatnya. Kerugian material yang diakibatkan bencana ini ditaksir hampir ratusan trilyun rupiah. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya.00. Akibatnya. http//:maul4n4.multiply. dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan. dapat terjadi mega-tsunami yang tingginya mencapai ratusan meter (Sumber: Maulana.

Sri Langka.3 menurut skala Richter dan dengan merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh. bahkan sampai Pantai Timur Afrika. Pantai Barat Semenanjung Malaysia. Gempa di lepas panati Aceh itu berkekuatan 9. Srilangka. Gempa yang mengakibatkan tsunami itu menyebabkan sekitar 230. Ombak tsunami setinggi 30 meter. dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.org/wiki/Gempa_bumi_Samudra_Hindia_2004).(sumber:http//:id.00. Masjid terkena gelombang laut tsunami Gambar 2.000 orang tewas di 8 negara. Inda. Hantaman gelombang laut ke daratan karena tsunami . diakses 14 Oktober 2009 jam 11. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah.10kilometer. Sumatera Utara.wikipedia. Thailand. Indonesia. Pantai Timur India. Gambar 1.

54 WIB.wikipedia. (Sumber: wikipedia bahasa Indonesia. Dalam ilmu kebumian (geologi). dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan. Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi. yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. sebagian besar daerah dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Bumi kita walaupun padat. Gempa bumi tektonik memang unik.Gambar 3. . Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik. 27 Mei 2006 pagi hari. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Contoh gempa tektonik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta. Teori dari tektonik plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Diakses 14 Oktober 2009. Lumpur sisa-sisa tsunami yang terbawa ke daratan b. Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit. Gempa Bumi Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi.org/wiki/Gempa_bumi). kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan. ensiklopedia bebas. Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Indonesia pada Sabtu. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempeng tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. pukul 05. Penyebab terjadinya gempa bumi Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempeng tektonik yang bergerak. http//: id. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. selalu bergerak.

pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Letusan Gunungapi . Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi (dikenal sebagai gempa volkanik). gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Beberapa gempa bumi juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam. c. Gambar 4. seperti Dam Karibia di Zambia (gempa seperti ini jarang terjadi). Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. Bangunan bertingkat lebih rawan hancur terkena gempa kalau konstruksinya tidak kuat. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi. Terakhir. Gedung Beton Luluh Lantak Terkena Gempa Tektonik Gambar 5.Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Afrika.

kecepatan lumpurnyapun sangat tinggi. Setiap gunung api memiliki karakteristik tersendiri jika ditinjau dari jenis muntahan atau produk yang dihasilkannya.Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah ―erupsi‖. bahkan mematikan mahluk hidup. dan CO. lapili. debu pijar). material ini akan sangat berbahaya bagi pernafasan. Awan Panas (neuu ardante). Bahaya Utama Letusan Gunungapi (Primer) 1. Jauh lontarannya sangat tergantung dari besarnya energi letusan. H2S. merupakan magma yang mencapai permukaan. ukuran materialnya pun besar dengan diameter > 10 cm sehingga mampu membakar sekaligus melukai. Lazim juga disebut sebagai ―bom vulkanik‖ 3. 5. Material yang berukuran halus (abu dan pasir halus) yang diterbangkan angin dan jatuh sebagai hujan abu dan arahnya tergantung dari arah angin. > 70 km/jam (tergantung kemiringan lereng). antara 300 – 700º Celcius. terjadi ketika letusan gunung api sedang berlangsung. maka lava umumnya mengalir mengikuti lereng dan membakar apa saja yang dilaluinya. Selain suhunya sangat tinggi. 2. Hujan Abu lebat. Lontaran Material (berupa bom. Pada batas lempeng tektonik inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). sifatnya cair/liquid (cairan kental dan bersuhu tinggi. mencemari air tanah. Bahaya letusan gunung api dibagi menjadi dua berdasarkan waktu kejadiannya. Gas Racun. Selain suhunya tinggi (>200ºC). merusak tumbuh-tumbuhan dan mengandung unsur-unsur kimia yang bersifat asam sehingga mampu mengakibatkan korosi terhadap seng dan mesin pesawat. maka wujudnya menjadi batu (batuan beku) dan daerah yang dilaluinya akan menjadi ladang batuan beku. SO2. Lava. Magma akan mengintrusi/menerobos batuan atau lapisan bahan lain di sekitarnya melalui rekahan. merupakan campuran material letusan antara gas dan bebatuan (segala ukuran) terdorong ke bawah lereng akibat densitas yang tinggi dan merupakan adonan yang jenuh menggulung secara turbulensi bagaikan gunung awan yang menyusuri lereng.rekahan mendekati permukaan bumi. Yang sering menyebabkan . Bahaya letusan gunung api memiliki resiko merusak dan mematikan. Karena ukurannya yang halus. muncul tidak selalu didahului oleh letusan gunung api sebab gas ini dapat keluar melalui rongga-rongga ataupun rekahan-rekahan yang terdapat di daerah gunung api. HCl. 4. Akan tetapi apapun jenis produk tersebut kegiatan letusan gunung api tetap membawa bencana bagi kehidupan. antara 700 – 1200ºC. yaitu: I. bisa mencapai ratusan meter jauhnya. terjadi ketika letusan berlangsung. mata. Karena cair. Gas utama yang biasanya muncul adalah CO2. Bila lava sudah dingin. Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng tektonik.

Pada saat musim hujan tiba. Gambar 6. Bahaya Ikutan Letusan Gunungapi (Sekunder) Bahaya ikutan letusan gunung api adalah bahaya yang terjadi setelah proses peletusan berlangsung. Bila suatu gunung api meletus akan terjadi penumpukan material dalam berbagai ukuran di puncak dan lereng bagian atas. Tsunami. banjir tersebut disebut lahar.kematian adalah gas CO2. umumnya dapat terjadi pada gunung api pulau. II. Makin besar volume material letusan makin besar gelombang yang terangkat ke darat. dimana saat letusan terjadi material-material akan memberikan energi yang besar untuk mendorong air laut ke arah pantai sehingga terjadi gelombang tsunami. Gunung Api Dieng. Aliran lava pijar dari gunung api . Gunung Ciremai. 6. Beberapa gunung api yang memiliki karakteristik letusan gas beracun adalah Gunung Api Tangkuban Perahu. sebagian material tersebut akan terbawa oleh air hujan dan tercipta adonan lumpur turun ke lembah sebagai banjir bebatuan. dan Gunung Api Papandayan. Sebagai contoh kasus adalah letusan Gunung Krakatau tahun 1883.

Awan pijar (neuu ardante) yang menuruni lereng gunung api 2. Prioritas tindakan dan kebutuhan informasi pada waktu bencana gempa bumi akan berbeda dengan bencana banjir. fasilitas sanitasi dan tempat hunian. . (2) status jalur transportasi dan sisem komunikasi. Erupsi gunungapi di laut Gambar 8. bahan makanan. Mitigasi Bencana Alam Setiap bencana memerlukan tindakan prioritas dan kebutuhan informasi yang relatif berbeda. (3) ketersediaan air bersih. Namun secara umum. informasi yang dibutuhkan pada waktu penanganan bencana adalah: (1) wilayah serta lokasi geografis bencana dan perkiraan populasi.Gambar 7.

kondisi pelayanan.pPada awal kejadian tsunami di Aceh. tindakan kemanusiaan dan pengumpulan informasi dilakukan secara simultan. (6) lokasi dan jumlah penduduk yang menjadi pengungsi dan (7) estimasi jumlah yang meninggal dan hilang. ketersediaan obat-obatan. ketersediaan air bersih serta bahan makanan akan memberikan masukan penting bagi koordinasi dan manajemen pada fase tanggap darurat. (5) kerusakan. Misal Peta Rupabumi untuk menentukan lokasi bencana longsor tanah. peralatan medis serta tenaga di fasilitas kesehatan. Penggunaan Global Positioning Systems (GPS) berperan penting dalam menentukan lokasi tempat pengungsi maupun fasilitas kesehatan.(4) jumlah korban. Data spatial tersebut selanjutnya digabungkan dengan informasi mengenai jumlah maupun distribusi pengungsi. Data ini bisa diperoleh misalnya dari peta ataupun citra penginderaan jauh. Data tersebut dapat digabungkan dengan data spatial dari satelit. gambar satelit dari Quick Birds sangat bermanfaat untuk mengestimasikan cakupan bencana serta perkiraan sarana transportasi yang rusak. Pada tahap awal. Pengumpulan data harus dilakukan secara cepat untuk menentukan tindakan prioritas yang harus dilakukan oleh manajemen bencana. sebagai contoh. .

. aktivitas gunung api dipantau selama 24 jam menggunakan alat pencatat gempa (seismograf). Pemantauan. melakukan pemeriksaan secara terpadu 3. Data harian hasil pemantauan dilaporkan ke kantor Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) di Bandung dengan menggunakan radio komunikasi SSB. daerah rawan bencana. 2.1.Gambar 9. arah penyelamatan diri. mengirimkan tim ke lokasi. Peta rupabumi untuk menentukan lokasi longsor tanah 2. Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung berapi dapat menjelaskan jenis dan sifat bahaya gunung berapi. membentuk tim Tanggap Darurat. Pemetaan. lokasi pengungsian. tindakan yang perlu dilakukan : 1. Tanggap Darurat. antara lain mengevaluasi laporan dan data. Petugas pos pengamatan Gunung berapi menyampaikan laporan bulanan ke pemda setempat. dan pos penanggulangan bencana. tindakan yang dilakukan oleh DVMBG ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi. Mitigasi Bencana Gunung Berapi Mitigasi bencana gunung berapi ialah upaya memperkecil jumlah korban jiwa dan kerugian harta benda akibat letusan gunung berapi.

Hasil penyelidikan ditampilkan dalam bentuk buku. * Ditempat terbuka. * Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung * Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan. dan Geokimia. * Jangan memakai lensa kontak. Sosialisasi. bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan.. * Membuat perencanaan penanganan bencana. Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi 2006. Karena beratnya. peta dan dokumen lainya.celana panjang. * Mempersiapkan kebutuhan dasar Jika Terjadi Letusan Gunung Berapi: * Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung. * Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan. topi dan lainnya. Bentuk sosialisasi dapat berupa pengiriman informasi kepada Pemda dan penyuluhan langsung kepada masyarakat.4. Setelah Terjadi Letusan Gunung Berapi * Jauhi wilayah yang terkena hujan abu * Bersihkan atap dari timbunan abu. lembah dan daerah aliran-lahar. BAKORNAS PBP dan Gunungapi. lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. 5. Geofisika. (Sumber : Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya di Indonesia. Set BAKORNAS PBP. * Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin . Penyelidikan gunung berapi menggunakan metoda Geologi. petugas melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Daerah serta masyarakat terutama yang tinggal di sekitar gunung berapi. Leaflet Set. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan. Persiapan Dalam Menghadapi Letusan Gunung Berapi   Mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi. * Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang.

Surabaya: 6. Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi 2006). Leaflet Set. and Moore. S. 1976. 2006. New York: Academic Press 4. E. 2009. 3. Yogyakarata 1985..disampaikan Dalam Acara Ceramah Ilmiah Lingkungan dalam rangka HUT MAPA GEGAMA Fakultas Geografi UGM. Dampak Bencana Alam Terhadap Lingkungan Fisik.multiply. http//:maul4n4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001. BAKORNAS PBP dan Gunungapi.00.com/journal/item) Diakses 14 Oktober 2009 jam 09. Tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air.. Makalah .. dan Suyono.. Rahardjo. Sutikno. Environmental Chemistry. 2. Maulana. Pengendalian Dampak Penerbit Airlangga Lingkungan.DAFTAR PUSTAKA 1.. . Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya di Indonesia. Moore. Tsunami Asia Tenggara.A.W. L. Dina. 5. J. 1985.

6. maka lava umumnya mengalir mengikuti lereng dan membakar apa saja yang dilaluinya. Lontaran Material (pijar). kecepatan lumpurnyapun sangat tinggi. Tsunami. muncul tidak selalu didahului oleh letusan gunung api sebab gas ini dapat keluar melalui rongga-rongga ataupun rekahan-rekahan yang terdapat di daerah gunung api. bahkan mematikan mahluk hidup. 2. > 70 km/jam (tergantung kemiringan lereng). Hujan Abu lebat. pencemaran air tanah. dimana saat letusan terjadi material-material akan memberikan energi yang besar untuk mendorong air laut ke arah pantai sehingga terjadi gelombang tsunami. Lazim juga disebut sebagai "bom vulkanik". 4. Setiap gunung api memiliki karakteristik tersendiri jika ditinjau dari jenis muntahan atau produk yang dihasilkannya. ukuran materialnya pun besar dengan diameter > 10 cm sehingga mampu membakar sekaligus melukai. yaitu : Bahaya Utama (Primer) 1. SO2. Gunung Api Dieng.terjadi ketika letusan (magmatik) berlangsung. Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui rekahanrekahan mendekati permukaan bumi. Selain suhunya tinggi (>200?C). Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng. Gunung Ciremai. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). maka wujudnya menjadi batu (batuan beku) dan daerah yang dilaluinya akan menjadi ladang batu.1200?C. material ini akan sangat berbahaya bagi pernafasan. Jauh lontarannya sangat tergantung dari besarnya energi letusan. Awan Panas. antara 700 . pengrusakan tumbuh-tumbuhan dan mengandung unsur-unsur kimia yang bersifat asam sehingga mampu mengakibatkan korosi terhadap seng dan mesin pesawat. Beberapa gunung yang memiliki karakteristik letusan gas beracun adalah Gunung Api Tangkuban Perahu. merupakan magma yang mencapai permukaan.Letusan gunung api adalah merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi".700? Celcius. Bahaya Letusan Gunung Api di bagi menjadi dua berdasarkan waktu kejadiannya. Yang kerap menyebabkan kematian adalah gas CO2. Makin besar volume material letusan makin . HCl. 3. mata. Karena cair. Karena ukurannya yang halus. Gas Racun. Bila lava sudah dingin. Gas utama yang biasanya muncul adalah CO2. antara 300 . dan CO. dan Gunung Api Papandayan. 5. merupakan campuran material letusan antara gas dan bebatuan (segala ukuran) terdorong ke bawah akibat densitas yang tinggi dan merupakan adonan yang jenuh menggulung secara turbulensi bagaikan gunung awan yang menyusuri lereng. umumnya dapat terjadi pada gunung api pulau. Akan tetapi apapun jenis produk tersebut kegiatan letusan gunung api tetap membawa bencana bagi kehidupan. Bahaya letusan gunung api memiliki resiko merusak dan mematikan. terjadi ketika letusan gunung api sedang berlangsung. sifatnya liquid (cairan kental dan bersuhu tinggi. Lava. H2S. Selain suhunya sangat tinggi. Material yang berukuran halus (abu dan pasir halus) yang diterbangkan angin dan jatuh sebagai hujan abu dan arahnya tergantung dari arah angin. bisa mencapai ratusan meter jauhnya.

Sebagai contoh kasus adalah letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Membuat perencanaan penanganan bencana. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan. celana panjang. celana panjang. Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang. Jangan memakai lensa kontak. . lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Ditempat terbuka. Persiapan Dalam Menghadapi Letusan Gunung Berapi     Mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi.besar gelombang yang terangkat ke darat. lembah dan daerah aliran lahar. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan. Bahaya Ikutan (Sekunder) Bahaya ikutan letusan gunung api adalah bahaya yang terjadi setelah proses peletusan berlangsung. Jangan memakai lensa kontak. Mempersiapkan kebutuhan dasar Jika Terjadi Letusan Gunung Berapi       Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung. topi dan lainnya. lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Setelah Terjadi Letusan Gunung Berapi    Jauhi wilayah yang terkena hujan abu Bersihkan atap dari timbunan abu. lembah dan daerah aliran lahar. Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang. Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin Jika Terjadi Letusan Gunung Berapi     Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung. Ditempat terbuka. Pada saat musim hujan tiba. topi dan lainnya. Bila suatu gunung api meletus akan terjadi penumpukan material dalam berbagai ukuran di puncak dan lereng bagian atas. Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan. bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan. banjir tersebut disebut lahar. sebagian material tersebut akan terbawa oleh air hujan dan tercipta adonan lumpur turun ke lembah sebagai banjir bebatuan. Karena beratnya. Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.

Set BAKORNAS PBP. melakukan pemeriksaan secara terpadu. 2. Setelah Terjadi Letusan Gunung Berapi    Jauhi wilayah yang terkena hujan abu Bersihkan atap dari timbunan abu. 5. BAKORNAS PBP dan Gunungapi. Tanggap Darurat. Karena beratnya. Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin MITIGASI BENCANA GUNUNG BERAPI Upaya memperkecil jumlah korban jiwa dan kerugian harta benda akibat letusan gunung berapi. 3. Geofisika. bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan. petugas melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Daerah serta masyarakat terutama yang tinggal di sekitar gunung berapi. dan pos penanggulangan bencana. lokasi pengungsian. antara lain mengevaluasi laporan dan data. Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung berapi dapat menjelaskan jenis dan sifat bahaya gunung berapi. mengirimkan tim ke lokasi. Data harian hasil pemantauan dilaporkan ke kantor Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) di Bandung dengan menggunakan radio komunikasi SSB. Hasil penyelidikan ditampilkan dalam bentuk buku. aktivitas gunung api dipantau selama 24 jam menggunakan alat pencatat gempa (seismograf). Bentuk sosialisasi dapat berupa pengiriman informasi kepada Pemda dan penyuluhan langsung kepada masyarakat. Sumber : Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya di Indonesia. daerah rawan bencana. Sosialisasi. arah penyelamatan diri. 4. membentuk tim Tanggap Darurat. Penyelidikan gunung berapi menggunakan metoda Geologi. dan Geokimia. Leaflet Set. tindakan yang perlu dilakukan : 1. Petugas pos pengamatan Gunung berapi menyampaikan laporan bulanan ke pemda setempat.  Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan. peta dan dokumen lainya. Pemetaan. Pemantauan. tindakan yang dilakukan oleh DVMBG ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi. Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi .

.

[6] Artifak- . Abu vulkanik jatuh di Kalimantan. dan kaki hingga puncak sisi timur hingga utara).[3] Letusan tersebut menjadi letusan tebesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut. Jawa dan Maluku. tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik. Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. yaitu Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut.[4] Selama penggalian arkeologi tahun 2004.000 orang terbunuh. tepatnya pada 8°15' LS dan 118° BT. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.000—12.000 km).[4] Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92. Gunung ini terletak di dua kabupaten. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71. dan Kabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut. Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perlu waktu seabad untuk mengisi kembali dapur magma tersebut.300 m[2] yang membuat gunung ini pernah menjadi salah satu puncak tertinggi di Nusantara dan mengeringkan dapur magma besar di dalam gunung ini.[4] Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2. Sulawesi.000 orang dengan 11. Gunung ini terletak baik di sisi utara dan selatan kerak oseanik. Tambora terbentuk oleh zona subduksi di bawahnya. Indonesia. letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia. tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi.[5] Lebih dari itu. Hal ini meningkatkan ketinggian Tambora sampai 4.Gunung Tambora Gunung Tambora (atau Tomboro) adalah sebuah stratovolcano aktif yang terletak di pulau Sumbawa.

Di sebelah barat laut. Di sebelah barat. gunung Tambora adalah daerah untuk riset ilmiah arkeolog dan biologi. Karena ciri-ciri yang serupa inilah. Geografi Pemandangan gunung Tambora dan sekelilingnya dari udara. Pada mulut teluk Saleh. terdapat desa Calabai. Di lereng gunung Tambora. terdapat desa Doro Peti dan desa Pesanggrahan.[7] Tambora membentuk semenanjungnya sendiri di pulau Sumbawa yang disebut semenanjung Sanggar. terdapat laut Flores. Kawah di puncak gunung Tambora. Gunung ini juga menarik turis untuk mendaki gunung dan aktivitas margasatwa.artifak tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815. Gunung ini adalah bagian dari busur Sunda.[8][9] Dompu dan Bima adalah kota yang letaknya paling dekat dengan gunung ini. Selain seismologis dan vulkanologis yang mengamati aktivitas gunung tersebut. Di sisi utara semenanjung tersebut. temuan tersebut sering disebut sebagai Pompeii dari timur. . Di sebelah timur terdapat desa Sanggar. Gunung Tambora terletak di pulau Sumbawa yang merupakan bagian dari kepulauan Nusa Tenggara. terdapat beberapa desa. tali dari kepulauan vulkanik yang membentuk rantai selatan kepulauan Indonesia. terdapat pulau kecil yang disebut Mojo. dan di sebelah selatan terdapat teluk Saleh dengan panjang 86 km dan lebar 36 km.

Rute ini berakhir di bagian selatan kaldera dengan ketinggian 1.[14] Perkiraan tanggal letusannya ialah tahun 3910 SM ± 200 tahun.950 m yang dapat dicapai oleh titik pertengahan jalur pendakian. Rute pertama dimulai dari desa Doro Mboha yang terletak di sisi tenggara gunung Tambora.[10] Lokasi ini biasanya digunakan sebagai kemah untuk mengamati aktivitas vulkanik karena hanya memerlukan waktu satu jam untuk mencapai kaldera.8 cm per tahun. maka kaldera hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki Sejarah geologis Pembentukan Tambora terbentang 340 km di sebelah utara sistem palung Jawa dan 180-190 km diatas zona subduksi. lava ditutup oleh scoria. tidak terdapat aliran piroklastik.000 BP). pada bagian paling bawah terdapat endapan lava dan material piroklastik. gunung Tambora menjadi lebih aktif. Ketiga letusan tersebut memiliki karakteristik letusan yang sama. terdapat 20 kawah. dengan jumlah semburan tefrit sebesar 1. Pada letusan ketiga. Pada tahun 1812. aliran piroklastik. Kadiendinae.[13] Scoria tipis diproduksi oleh fragmentasi aliran lava.[3] Menurut penyelidikan geologi. Kira-kira 40% dari lapisan diwakili oleh 1-4 m aliran lava tipis.[14] Besar letusan ini masuk ke dalam skala tujuh Volcanic Explosivity Index (VEI). Pada bagian atas. misalnya Tahe (877 m).Terdapat dua jalur pendakian untuk mencapai kaldera gunung Tambora. dinyatakan bahwa gunung Tambora telah meletus tiga kali sebelum letusan tahun 1815. kerusakan tanah . Rute kedua dimulai dari desa Pancasila di sisi barat laut gunung Tambora. Gunung ini terletak baik di sisi utara dan selatan kerak oseanik.150 m diatas permukaan laut. Sejak letusan tahun 1815.[12] Beberapa kawah memiliki nama. tetapi besarnya letusan tidak diketahui.Pada gunung Tambora. Jika menggunakan rute kedua.[12] Tambora diperkirakan telah berada di bumi sejak 57.000 BP (penanggalan radiokarbon standar). Kawah tersebut juga memproduksi aliran lava basal. Masing-masing letusan memiliki letusan di lubang utama.[7] Lubang utama sering kali memancarkan lava yang mengalir turun secara teratur dengan deras ke lereng yang curam. Kubah (1648 m) dan Doro Api Toi. tetapi terdapat pengecualian untuk letusan ketiga. 3050 SM dan 740 ± 150 tahun. [sunting] Sejarah letusan Dengan menggunakan teknik penanggalan radiokarbon.[13] Diameter lubang tersebut mencapai 60 km.[3] Ketika gunung ini meninggi akibat proses geologi di bawahnya. kerucut vulkanik yang tinggi sudah terbentuk sebelum letusan tahun 1815 dengan karakteristik yang sama dengan bentuk stratovolcano.6 × 1011 meter kubik. korban jiwa. dapur magma yang besar ikut terbentuk dan sekaligus mengosongkan isi magma.[11] Gunung ini memiliki laju konvergensi sebesar 7. dengan puncak letusannya terjadi pada bulan April tahun 1815.[14] Karakteristik letusannya termasuk letusan di lubang utama. Molo (602 m). Pulau Mojo pun ikut terbentuk sebagai bagian dari proses geologi ini di mana teluk Saleh pada awalnya merupakan cekungan samudera (sekitar 25. Rute ini mengikuti jalan beraspal melalui perkebunan kacang mede sampai akhirnya mencapai ketinggian 1. tuff dan bebatuan piroklastik yang mengalir ke bawah.

tsunami dan runtuhnya kaldera. larutan padat dari cairan magma bertekanan tinggi terbentuk pada saat pendinginan dan kristalisasi magma.[7] Pada tahun 1812. dikenal dengan nama gunung berapi "tidur".[14] Aktivitas selanjutnya kemudian terjadi pada bulan Agustus tahun 1819 dengan adanya letusan-letusan kecil dengan api dan bunyi gemuruh disertai gempa susulan yang dianggap sebagai bagian dari letusan tahun 1815. Sulawesi (380 km dari gunung Tambora). Tambora kembali meletus. Batavia (kini Jakarta) di pulau Jawa (1. Letusan ketiga ini memengaruhi iklim global dalam waktu yang lama. abu vulkanik mulai jatuh di Jawa Timur dengan suara guruh terdengar sampai tanggal 10 April 1815.[16] Pada pagi hari tanggal 6 April 1815. kaldera gunung Tambora mulai bergemuruh dan menghasilkan awan hitam.[4] Letusan ini masuk dalam skala kedua pada skala VEI.[14] yang disertai dengan gempa dan terukur pada skala 0 VEI.260 km dari gunung Tambora). memusnahkan desa Tambora. . yang merupakan hasil dari pendinginan hydrous magma di dalam dapur magma yang tertutup.600 km dari gunung Tambora) yang awalnya dianggap sebagai suara tembakan senapan. Tekanan di kamar makma sekitar 4-5 kbar muncul dan temperatur sebesar 700 °C-850 °C. Bau "nitrat" tercium di Batavia dan hujan besar yang disertai dengan abu tefrit jatuh.[7] Didalam dapur magma dalam kedalaman sekitar 1. letusan terjadi.[15] Gunung Tambora masih berstatus aktif. tetapi hanya di dalam kaldera. yang kemudian membentuk kawah baru bernama Doro Api Toi di dalam kaldera.[16] Batuan apung dengan diameter 20 cm mulai menghujani pada pukul 8:00 malam. Aktivitas Tambora setelah letusan tersebut baru berhenti pada tanggal 15 Juli 1815.5 km. Kubah lava kecil dan aliran lava masih terjadi pada lantai kaldera pada abad ke-19 dan abad ke-20. Abu menyebar sampai Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.[16] Seluruh pegunungan berubah menjadi aliran besar api. Suara guruh ini terdengar sampai ke pulau Sumatera pada tanggal 10-11 April 1815 (lebih dari 2. Pada pukul 7:00 malam tanggal 10 April.5-4. Ledakan besar terdengar sampai sore tanggal 11 April. Sekitar tahun 1880 ± 30 tahun. akhirnya reda antara tangal 11 dan 17 April 1815. Letusan tahun 1815 Kronologi letusan Gunung Tambora mengalami ketidakaktifan selama beberapa abad sebelum tahun 1815. diikuti dengan suara guruh yang terdengar di Makassar. yang berarti letusan terjadi tanpa disertai dengan ledakan. Aliran piroklastik panas mengalir turun menuju laut di seluruh sisi semenanjung.[14] Letusan ini membuat aliran lava kecil dan ekstrusi kubah lava. letusan gunung ini semakin kuat. dan Ternate di Maluku (1400 km dari gunung Tambora).[2] Pada tanggal 5 April 1815.[1] Letusan terakhir terjadi pada tahun 1967.dan lahan.[2] Tiga lajur api terpancar dan bergabung. diikuti dengan abu pada pukul 9:00-10:00 malam.

dan abu jatuh setidaknya sejauh 1.000 orang meninggal karena aliran piroklastik. dengan ketinggian lebih dari 43 km.Letusan tersebut masuk dalam skala tujuh pada skala Volcanic Explosivity Index. membuat terjadinya fenomena.000 dan 44. tinggi gunung ini hanya setinggi 2.Letusan gunung ini terdengar sejauh 2.300 m. Zollinger (1855) memperkirakan 10.[4] Partikel abu jatuh 1 sampai 2 minggu setelah letusan. Matahari terbenam yang berwarna dan senja terlihat di London. seperti Stothers (1984).[20] Petroeschevsky (1949) memperkirakan sekitar 48. Tinggi asap letusan mencapai stratosfer. Inggris antara tanggal 28 Juni dan 2 Juli 1815 dan 3 September dan 7 Oktober 1815.600 km. bercampur dengan abu batu apung masuk ke laut dan membentuk rakit dengan jarak lintas melebihi 5 km .000 orang terbunuh di Sumbawa dan Lombok. Pohon yang tumbang. dengan perkiraan massa 1.[2] Massa jenis abu yang jatuh di Makassar sebesar 636 kg/m². terdapat 38.[2] Pancaran cahaya langit senja muncul berwarna orange atau merah di dekat ufuk langit dan ungu atau merah muda di atas. Diperkirakan 11. Jumlah perkiraan kematian bervariasi.000 meninggal karena pengaruh gunung berapi . dan 10. Ledakan berhenti pada tanggal 15 Juli. sumber dari Zollinger.300 km.Kegelapan terlihat sejauh 600 km dari puncak gunung selama lebih dari dua hari.[2] salah satu puncak tertinggi di Indonesia.[16] Tanguy menunjukan bahwa terdapat banyak korban di Bali dan Jawa Timur karena penyakit dan kelaparan. Api dan gempa susulan dilaporkan terjadi pada bulan Agustus tahun 1819. Jawa Timur sebelum tengah malam dan tsunami setinggi 2 m terjadi di Maluku.[2] Rakit batu apung lainnya ditemukan di Samudra Hindia. gunung Tambora memiliki ketinggian kira-kira 4.[4] Awan dengan abu tebal masih menyelimuti puncak pada tanggal 23 April.[5] Tanguy merevisi jumlah kematian berdasarkan dua sumber. tetapi terdapat partikel abu yang tetap berada di atmosfer bumi selama beberapa bulan sampai beberapa tahun pada ketinggian 10-30 km. yang menghabiskan beberapa bulan di Sumbawa setelah letusan dan catatan Raffles.[2] Tsunami setinggi 1-2 m dilaporkan terjadi di Besuki. yang menyatakan jumlah kematian sebesar 88. Di pulau Sumbawa.[2] Tanguy (1998) mengklaim figur Petroeschevsky tidak dapat ditemukan dan berdasarkan referensi yang tidak dapat dilacak.[17] Letusan ini empat kali lebih kuat daripada letusan gunung Krakatau tahun 1883.[21] Beberapa pengarang menggunakan figur Petroeschevsky. walaupun emisi asab masih terlihat pada tanggal 23 Agustus. Diperkirakan 100 km³ piroklastik trakiandesit dikeluarkan.000 lainnya karena penyakit dan kelaparan di pulau Lombok. di dekat Kolkata pada tanggal 1 dan 3 Oktober 1815.000 kematian karena kelaparan.000 jiwa.[18] Sebelum letusan. Setelah letusan. dengan ketinggian di atas 4 m di Sanggar pada pukul 10:00 malam.[19] Letusan Tambora tahun 1815 adalah letusan terbesar dalam sejarah.851 m. Aliran piroklastik menyebar setidaknya 20 km dari puncak Akibat Semua tumbuh-tumbuhan di pulau hancur.[4] Hal ini meninggalkan kaldera dengan ukuran 6-7 km dan kedalaman 600-700 m. tergantung dari sumber yang ada.4×1014 kg. empat tahun setelah letusan.[2] Angin bujur menyebarkan partikel tersebut di sekeliling dunia. TSUNAMI besar menyerang pantai beberapa pulau di Indonesia pada tanggal 10 April.

"Kabut" tersebut diidentifikasikan sebagai kabut aerosol sulfat .5 −0. Perkiraan beragam tergantung dari metode. Metode berbeda telah memperkirakan banyaknya sulfur yang dikeluarkan selama letusan: metode petrologi.600 7.[4] dan Smithsonian Global Volcanism Program untuk VEI.5 −0.langsung dan 49. antara 10 Tg S hingga 120 Tg S.000 2 57 > 2. menggunakan es dari Tanah Hijau dan Antartika.000 36.[22] Pengaruh global Letusan gunung Tambora tahun 1815 mengeluarkan sulfur ke stratosfer.000 jiwa seperti yang terlihat di tabel dibawah.3 tidak terdapat perubahan −0. Kabut tersebut memerahkan dan mengurangi cahaya matahari.000 23.8 −0.[5] Oppenheimer(2003) menyatakan jumlah kematian lebih dari 71.5 Kematian tidak diketahui ? ? ≈1400 > 71. dan metode konsentrasi sulfat inti es.4 tidak terdapat perubahan ? tidak terdapat perubahan −0. Baik angin atau hujan tidak dapat menghilangkan "kabut" tersebut.[4] Pada musim semi dan musim panas tahun 1816.[4] Perbandingan letusan gunung Tambora dan letusan gunung lainnya Letusan Taupo Baekdu Kuwae Huaynaputina Tambora Krakatau Santamaría Katmai Gunung St. sebuah pengukuran berdasarkan pengamatan anatomi.000 1202 Sumber: Oppenheimer (2003). seperti bintik pada matahari yang terlihat dengan mata telanjang. menyebabkan penyimpangan iklim global.00013. sebuah kabut kering terlihat di timur laut Amerika Serikat.000 oleh penyakit epidemi dan kelaparan setelah letusan. Helens El Chichón Nevado del Ruiz Pinatubo Tahun 181 969 1452 1600 1815 1883 1902 1912 1980 1982 1985 1991 Tinggi asap (km) 51 25 ? 46 43 25 34 32 19 32 27 34 VEI 7 6–7 6 6 7 6 6 6 5 4–5 3 6 Perubahan musim panas Belahan bumi utara (°C) ? ? −0.

Krisis terjadi di Jerman. Salju setebal 30 cm terhimpun didekat Kota Quebec dari tanggal 6 sampai 10 Juni 1816. tim menyatakan bahwa orang-orang tersebut tidak miskin. Keluarga-keluarga di Wales mengungsi dan mengemis untuk makanan. dan dan pada hari berikutnya. peralatan besi dan artifak lainnya. -0. Situs tersebut terletak 25 km sebelah barat kaldera. Kanada mengalami musim panas yang sangat dingin. pembakaran rumah dan perampokan yang terjadi di banyak kota-kota di Eropa.[4] Kondisi serupa muncul untuk setidaknya tiga bulan dan menyebabkan gagal panen di Amerika Utara.[4] Pada musim panas tahun 1816. tim tersebut menggali bukti adanya kebudayaan yang hilang yang musnah karena letusan gunung Tambora. rumah dan kebudayaan dibiarkan seperti saat mereka berada tahun 1815. New York. Perubahan iklim disalahkan sebagai penyebab wabah tifus di Eropa Tenggara dan Laut Tengah bagian timur di antara tahun 1816 dan tahun 1819. negara di Belahan Utara menderita karena kondisi cuaca yang berubah. dan direktorat vulkanologi Indonesia. Akibat kenaikan harga yang tidak diketahui menyebabkan terjadinya demonstrasi di depan pasar dan toko roti yang diikuti dengan kerusuhan. kayu sepang (caesalpinia sappan).stratosfer. salju turun di Albany. dan Dennysville.[24][25] Berdasarkan artifak yang ditemukan. cuaca penuh es dilaporkan di Connecticut. 5 km dari pantai. Bukti arkeologi Pada musim panas tahun 2004.44 dan -0.29 °C.[17] dan juga musim panas yang lebih dingin. Sigurdsson menyebut kebudayaan ini sebagai Pompeii dari timur.51. dan cendana .[6] Uji coba dilakukan menggunakan teknik karbonisasi memperjelas bahwa mereka terbentuk dari pensil arang yang dibentuk oleh panas magma.[6] Setelah enam minggu. Maine. Tim tersebut harus melewati endapan batu apung vulkanik dan abu dengan tebal 3 m.[4] Banyak ternak meninggal di New England selama musim dingin tahun 1816-1817.4-0. yang mayoritas benda perunggu. disebut sebagai Tahun tanpa musim panas. harga makanan naik dengan tajam. memulai sebuah penggalian arkeologi di gunung Tambora.7 °C. 1816 adalah tahun terdingin kedua di Belahan Bumi Utara sejak tahun 1400 Masehi. Bukti sejarah menunjukan bahwa orang di pulau Sumbawa terkenal di Hindia Timur untuk madu. Semua orang. Universitas North Carolina di Wilmington. di dalam hutam. kuda. bagian dari Eropa mengalami badai salju yang lebih deras. Perubahan temperatur permukaan selama musim panas tahun 1816.[2] cukup untuk menyebabkan permasalahan pertanian di dunia. Mereka menggali kembali rumah dan mereka menemukan sisa dua orang dewasa. dan juga mangkuk perunggu. 1817 dan tahun 1818 sebesar -0. Pada tanggal 6 Juni 1816. hampir seluruh New England digenggam oleh dingin. dipimpin oleh Haraldur Sigurdsson. Tim tersebut menggunakan radar penembus tanah untuk mencari lokasi rumah kecil yang terkubur.[17] Tahun 1810-an adalah dekade terdingin dalam rekor sebagai hasil dari letusan Tambora tahun 1815 dan lainnya menduga letusan terjadi antara tahun 1809 dan tahun 1810. haver dan kentang mengalami gagal panen. tim dari Universitas Rhode Island. Pada tanggal 4 Juni 1816. Suhu udara yang dingin dan hujan besar menyebabkan gagal panen di Kepulauan Britania. setelah letusan gunung Huaynaputina di Peru tahun 1600. Kelaparan merata di Irlandia utara dan barat daya karena gandum. Temperatur normal dunia berkurang sekitar 0. memproduksi dye merah. Desain dan dekorasi artifak memiliki kesamaan dengan artifak dari Vietnam dan Kamboja. Ini adalah kelaparan terburuk yang terjadi pada abad ke-19.

kerbau. Sigurdsson bermaksud untuk kembali ke Tambora tahun 2007 untuk mencari sisa desa. di desa Pekat. Eksploitasi burung menyebabkan berkurangnya populasi burung. Beberapa penelitian ahli ilmu hewan menemukan spesies burung lainnya di gunung. Pada ketinggian 1.000 hektar (800 km²).[29] Beberapa Imperata cylindrica juga dapat ditemukan. temat rusa.yang digunakan untuk dupa dan pengobatan.[30] Penanaman tersebut mencakupi daerah seluas 80. menghasilkan ditemukannya lebih dari 90 spesies burung. Tiong Emas. kakinya tenggelam beberapa kali melalui kerak permukaan tipis menuju lapisan hangat yang seperti sulfur. 56 spesies burung ditemukan tahun 1896.550 m. rubah terbang. Heinrich Zollinger. Gosong berkaki-jingga diburu untuk dimakan. terdapat cagar alam. Hutan Casuarina dicatat pada 2. dipimpin oleh Koster dan De Voogd tahun 1933. termasuk Crested White-eye. Ayam hutan Hijau dan Perkici Pelangi diburu untuk dijual dan dipelihara oleh penduduk setempat. Penanaman kopi dimulai pada tahun 1930-an di lereng bagian barat laut gunung Tambora. Penemua arkeologi memperjelas bahwa terdapat kebudayaan yang hancur karena letusan tahun 1815. perusahaan penebangan komersial telah beroperasi di daerah ini. mereka menemukan Dodonaea viscosa yang didominasi oleh pohon Casuarina. Ketika Zollinger memanjat.[6] Daerah ini diketahui produktif dalam bidang pertanian. atau 25% dari jumlah luas daerah. Pada ketinggian 1. Murai Asia.800 m .800 m. tiba di pulau Sumbawa tahun 1847. Sebutan Kerajaan Tambora yang hilang disebut oleh media.[30] Mereka memulai perjalanan di "daerah hampir tandus. kelelawar. Beberapa tumbuh-tumbuhan kembali tumbuh dan beberapa pohon diamati di lereng yang lebih rendah. Di puncak. Hutan hujan ditemukan oleh tim Belanda.[31] Sejak tahun 1972. Yellow-crested Cockatoo hampir punah di pulau Sumbawa. dan berbagai spesies reptil dan burung dapat ditemukan. kering dan panas" dan mereka memasuki "hutam hebat" dengan "raksasa hutan yang besar dan megah". Ia adalah orang pertama yang memanjat ke puncak gunung Tambora setelah letusan gunung tersebut.200-2. mereka menemukan sedikit Anaphalis viscida dan Wahlenbergia. Gunung tersebut masih tertutup oleh asap. yang menyebabkan ancaman terhadap hutan hujan.[30] Bagian hutan hujan lainnya digunakan untuk berburu.100 m. dan berharap dapat menemukan istana.[26][27] Dengan penemuan ini. .[28] Misi Zollinger adalah untuk mempelajari letusan dan pengaruhnya terhadap ekosistem lokal.000-2. babi hutan.[30] Hutan hujan yang disebut Duabangga moluccana telah tumbuh dengan ketinggian 1. mereka memasuki hutan montane.000 hektar (200 km²). Di antara tanah berburu dan tanah penebangan.[31] 12 spesies lainnya ditemukan pada tahun 1981. Perusahaan penebangan memegang izin untuk menebang kayu di daerah seluas 20. Kakatua-kecil Jambul-kuning. Penduduk mulai tinggal di gunung Tambora pada tahun 1907. Ekosistem Tim penelitian yang dipimpin oleh ahli botani Swiss.

Kawindana Toi dan Hoddo.[35] Pengamatan terus dilakukan di dalam kaldera. tidak terdapat peningkatan aktivitas seismik. meliputi daerah seluas 58. aliran lava dan jatuhnya piroklastik lainnya.[33] Sebuah letusan gunung berapi sebesar letusan Tambora tahun 1815 akan menyebabkan kematian yang lebih besar.[32] dan 130 juta penduduk berada di pulau Jawa dan Bali. termasuk gunung Tambora. Rao. Orang dilarang tinggal di zona berbahaya. Sejak letusan tahun 1880.7 km². Pos pengamatan untuk gunung Tambora terletak di desa Doro Peti. Dua zona yang dinyatakan adalah zona bahaya dan zona waspada. terdapat di Indonesia. termasuk kaldera dan sekelilingnya. Sungai yang disebut sungai Guwu yang terletak di bagian selatan dan barat laut gunung Tambora juga dimasukan kedalam zona waspada Penanggulangan Bencana Gunung Berapi Penanggulangan Bencana Gunung Berapi Indonesia merupakan Negara dengan jumlah gunung berapi yang banyak.[34] Zona bahaya adalah daerah yang secara langsung terpengaruh oleh letusan: aliran piroklastik. maka Indonesia sangat rawan dengan letusan gunung berapi. Sekitar 13%-17% dari gunung berapi aktif yang ada di dunia. populasi Indonesia telah mencapai 222 juta jiwa. terutama di kawah Doro Api Toi.Pengamatan Populasi Indonesia meningkat dengan cepat sejak letusan tahun 1815. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menegaskan peta mitigasi bahaya gunung Tambora. Daerah ini. Labuan Kenanga.[34] Mereka memfokuskan aktivitas seismik dan tektonik dengan menggunakan seismometer. Mengingat banyaknya gunung berapi yang terdapat di Indonesia. Pada tahun 2006. Gubu Ponda. sehingga aktivitas vulkanik di Indonesia terus diamati. Aktivitas seismologi di Indonesia diamati oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia. termasuk desa Pasanggrahan. Doro Peti. Zona waspada termasuk daerah yang mungkin dapat secara langsung terpengaruh oleh letusan: aliran lahar dan batuan apung lainnya. Yang masih sangat melekat dalam ingatan kita tentunya letusan gunung Merapi di Yogyakarta yang mengeluarkan material vulkanik yang dahsyat hingga memakan korban yang tidak sedikit. Luas dari daerah waspada sebesar 185 km². .

Penanganan sebelum terjadi letusan Pemantauan dan pengamatan kegiatan pada semua gunung berapi yang aktif Pembuatan dan penyediaan Peta Kawasan Rawan Bencana dan Peta Zona Resiko Bahaya Gunung Berapi yang didukung dengan Peta Geologi gunung berapi Melaksanakan prosedur tetap penanggulangan bencana letusan gunung berapi Melakukan pembimbingan dan pemberian informasi gunung berapi Melakukan penyelidikan dan penelitian geologi. geofisika dan geokimia di gunung berapi Melakukan peningkatan sumberdaya manusia (SDM) dan pendukungnya seperti peningkatan sarana san prasarana Penanganan saat terjadi letusan Memebentuk tim gerak cepat Meningkatkan pemantauan dan pengamatan dengan didukung oleh penambahan peralatan yang memadai Meningkatkan pelaporan tingkat kegiatan alur dan frekuensi pelaporan sesuai dengan kebutuhan Memberikan rekomendasi kepada pemerintah setempat sesuai prosedur Penanganan setelah terjadi letusan menginventarisir data. Penanganan bencana letusan gunung berapi dibagi menjadi tiga bagian. tetapi juga masyarakat yang ada di sekitar kawasan gunung berapi yang kadang sulit untuk dievakuasi. saat terjadi letusan dan setelah terjadi letusan. mencakup sebaran dan volume hasil letusan Mengidentifikasi daerah yang terancam bencana Mmemberikan saran penanggulangan bencana Memberikan penataan kawasan jangka pendek dan jangka panjang Memperbaiki fasilitas pemantauan yang rusak Menurunkan status kegiatan. juga karena adanya kepercayaan terhadap gunung berapi. Penanggulangan bencana gunung berapi tidak hanya terpusat di kawasan gunung berapi. Alasannya selain keterikatan dengan tempat tinggal dan lahan pertanian. yaitu persiapan sebelum terjadi letusan. . Material vulkanik yang dikeluarkan oleh gunung berapi dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup pascabencana. Selain itu gunung berapi juga membawa sumber kemakmuran bagi kawasan disekitarnya.Sebenarnya letusan gunung berapi tidak hanya membawa bencana. bila keadaan sudah menurun Melanjutkan pemantauan secara berkesinambungan.

Untuk pemulihan kondisi perkotaan setelah kejadian banjir di Jakarta. Dari beberapa fakta dan data yang ada. Khusus dalam hal bencana yang disebabkan oleh gempa bumi. dimana setengah dari kejadian tanah longsor tersebut terjadi di Propinsi Jawa Barat dan Banten. banjir. Kerugian ini belum termasuk kerugian yang diderita oleh masyarakat secara langsung.88 Juta dan kerugian negara-negara ASEAN sedikitnya US$ 9 Milyar.BAB I BENCANA PERKOTAAN DI INDONESIA Indonesia merupakan Negara yang sangat rawan bencana. dll. dll). korban bencana lebih diakibatkan oleh kerusakan bangunan rumah sederhana seperti jatuhnya atap. pariwisata. Bencana banjir Jakarta di awal tahun 2002 menunjukkan betapa besarnya kerugaian yang ditimbulkan. misalnya. transportasi. Selain gempa bumi. Disamping bencana gempa bumi dan tanah longsor. letusan gunung api. menunjukkan bahwa selama 25 tahun kejadiangampa di Indonesia. telah banyak menimbulkan bencana banjir dan beberapa diantaranya diikuti dengan tanah longsor. . angin ribut. hancurnya dinding. maupun kerusakan lingkungan serta musnahnya hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai. Umumnya bencana yang terjadi tersebut mengakibatkan penderitaan bagi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa upaya mitigasi bencana gempa bumi melalui pengembangan disain rumah tahan gempa sampai saat ini belum sepenuhnya berhasil. Hal ini tentunya akan sangat mempengaruhi percepatan program pembangunan kota serta menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat. sejak tahun 1987 sampai sekarang telah terjadi lebih dari 800 kejadian bencana tanah longsor yang menimbulkan korban lebih dari 700 jiwa. tanah longsor. runtuhnya kolom. maupun oleh faktor non alam seperti berbagai akibat kegagalan teknologi dan ulah manusia. yang memperbanyak curah hujan. baik yang disebabkan oleh faktor alam (gempa bumi. tsunami. baik berupa korban jiwa manusia kerugian harta benda. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya berbagai bencana yang melanda berbagai wilayah secara terus menerus. Kerugian dari gejala anomali iklim tersebut meliputi bidang pertanian. Sementara itu gejala La Nina. sebagai gambaran hasil penelitian dan kajian beberapa pakar. Indonesia telah mengalami berbagai bencana yang menyebabkan kerugian jiwa dan materi yang besar. diperkirakan akanmenghabiskan dana lebih dari 15 trilyun rupiah. dan beberapa aktivitas ekonomi. gejala anomali iklim global El Nino telah menyebabkan terjadinya bencana kekeringan yang menyebabkan menurunnya hasil produksi pertanian secara signifikan dan kebakaran yang menyebabkan kerugian lebih dari US$ 0. Hal ini dapat dipahami mengingat kondisi daerah Jawa Barat dan banten merupakan daerah perbukitan yang padat penghuninya dan memiliki curah hujan yang tinggi.

peta potensi bencana tsunami. Dengan indikator diatas. . kehilangan keanekaragaman hayati. Potensi bencana yang ada di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok utama. peta potensi bencana banjir. yaitu potensi bahaya utama (main hazard) dan potensi bahaya ikutan (collateral hazard). dan degradasi lingkungan yang tidak terukur. Hal ini harus mulai menjadi perhatian dan pemikiran bagi pemerintah Indonesia. Kerugian-kerugian baik jiwa maupun materi yang timbul akibat berbagai bencana bukanlah suatu jumlah yang kecil. gunung meletus. dan lain-lain. tanah longsor. persentase bangunan yang terbuat dari kayu. persentase bangunan kayu (utamanya di daerah pemukiman kumuh perkotaan). Indonesia juga memiliki potensi bahaya ikutan (collateral hazard potency) yang sangat tinggi. Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana (hazard potency) yang sangat tinggi. peta potensi bencana letusan gunung api. dan kepadatan industri berbahaya. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator misalnya likuifaksi. Hal ini tentunya sangat tidak menguntungkan bagi negara Indonesia. Dari indikator-indikator diatas dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki potensi bahaya utama (main hazard potency) yang tinggi.dan belum termasuk biaya kesehatan. yang tinggi. dan lain-lain. peta potensi bencana tanah longsor. Disamping tingginya potensi bahaya utama. 1. banjir. perkotaan Indonesia merupakan wilayah dengan potensi bencana yang sangat tinggi. Potensi bahaya utama (main hazard potency) ini dapat dilihat antara lain pada peta potensi bencana gempa di Indonesia yang menunjukkan bahwa Indonesia adalah wilayah dengan zona-zona gempa yang rawan. kerusakan akibat kebakaran. Potensi bahaya ikutan (collateral hazard potency) ini sangat tinggi terutama di daerah perkotaan yang memiliki kepadatan.1 POTENSI BENCANA Dilihat dari potensi bencana yang ada. dan jumlah industri berbahaya. kepadatan bangunan. Beberapa potensi bencana yang ada antara lain adalah bencana alam seperti gempa bumi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful