PENGARUH KONSENTRASI NaCl TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum commune

)

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Jurusan MIPA Program Studi Pendidikan Biologi

OLEH :

INDRA FAUZI SABBAN 031 008 043

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAAN UNIVERSITAS KHAIRUN 2012

PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI

SKRIPSI a.n. Dengan Judul

: INDRA FAUZI SABBAN : PENGARUH KOSENTRASI NaCl TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum commune).

Telah diterima oleh Panitia Ujian Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun Ternate Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Pendidikan Biologi berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun Ternate Nomor : ……………… tanggal ….. ….. 2011 dalam sidangnya hari ……… 2011. Disahkan oleh: Dekan FKIP

Drs. Taib Latif, M.Hum. Nip. 196410211992031003

1. 2. 3. 4. 5.

Ketua Sekretaris Penguji I Penguji II Penguji III

: Drs. Taib Latif, M.Hum : Ilham Majid, S.Pd, M.Si : Nurhasanah, S.Si, M.Si : Sundari, S.Pd, M.Pd : Nurmaya Papuangan, S.Pd, M.Si

( ……………....) (……………….) (………………..) (……………..…) (.…….................)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS KHAIRUN

PERSETUJUAN PEMBIMBING JUDUL : Pengaruh Kosentrasi NaCl Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum commune) NAMA : Indra Fauzi Sabban NPM : 031008043 FAKULTAS : Keguruan dan Ilmu Pendidikan PROGRAM STUDI : Pendidikan Biologi. Setelah diperiksa dan diteliti ulang, telah memenuhi syarat untuk disidangkan dalam ujian skripsi. Ternate, 14 Febuari 2012 Pembimbing I Pembimbing II

A.R. Tolangara NIP. 197009152002121001

Darmawaty M taher, S.Pd, M.Si NIP. 197311262002122001

Mengetahui Ketua Program studi

Ilham Majid, S.Pd, M.Si NIP. 197104122001121002

KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati, penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya. Skripsi ini berjudul “Pengaruh Kosentrasi NaCl Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum commune.), diajukan sebagai tugas akhir dalam menyelesaikan studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan MIPA Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Khairun Ternate. Penulis menyadari akan keterbatasan kemampuan yang ada pada diri penulis, namun berkat adanya bimbingan, bantuan serta dorongan dari berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih selaku tanda hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada: 1. Teristimewa penulis sampaikan kepada Ayahanda (Fauzi Sabban) yang selalu menjadi motivasi pertama penulis dalam menyelesaikan studi, karena didikan yang diberikan kepadaku sehingga penulis bisa seperti ini dan ibunda (Rani Ibrahim) yang selalu memberikan dorongan, motivasi, kasih sayang, kesabaran membesarkan, mendidik, dan membiayaiku serta iringan do’a dan pengharapan sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dengan baik. 2. Nenek-nenekku (Asni Ibrahim) (Fatum Bopeng) dan Kakekku (Usman Ibrahim) yang selalu memberi nasehat, dorongan, dan motivasi serta iringan do’a sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dengan baik.

3. Bapak Dr. Gufran Ali Ibrahim selaku Rektor Universitas Khairun Ternate yang membina almamater tempat penulis menimba ilmu selama ini. 4. Bapak Drs. Taib Latif, M.Hum selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun Ternate. 5. Ilham Majid, S.Pd, M.Si selaku ketua program studi Pendidikan Biologi 6. A. R. Tolangara selaku pembimbing I, yang telah dengan ikhlas dan tulus meluangkan waktu untuk memberikan arahan dan bimbingan sejak proposal hingga skripsi kepada penulis. 7. Ibu Dharmawaty M.Taher, S.Pd, M.Si selaku pembimbing II, yang telah dengan tulus meluangkan waktu untuk membina dan memberikan arahan sejak proposal hingga skripsi ini. 8. Untuk Bpk. Jailan Sahil, S.Pd, M.Si, selaku penasehat akademik (PA) yang selalu memberikan nasehat dan motivasi kepada penulis hingga dapat menyelesaikan studi. 9. Untuk seluruh Bapak/Ibu dosen program studi Biologi yang dengan tulus memberikan ilmunya pada saat penulis masih aktif mengikuti perkuliahan. 10. Untuk, keluargaku (Nene Ua, Tete Ko, Ko Emet, Onco, Om udi, Ko Gam, Ci mini, Ko Uya, Papa Tua, Ci Any, Ko Uta, Ibu Ri, Mama Ema, dan Ko aif) yang telah memberikan dorongan, motivasi, dan nasehat serta adik-adikku (Rhiyad, Gibran, Alvian, Ewhiy, Tia, Kilan, Audhy, Anggun, dan Erijal) karena mereka adalah penyemangat bagiku dalam menyelesaikan studi. 11. Buat saudara-saudaraku (Rinto, Ningsi, Vhana, Wiwin, Lina, dan Anty), yang selalu memberi dukungan, motivasi, serta kerja samanya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

12. Buat teman-teman angkatan 2008 (Vhian, Chanox, Asti, Aldo, Meti, Fuad, Ahmad, Adam, Lukman, Amy, dan Yana ) dan teman-teman Jobak’z Gank, Fammia Fc, serta Dhiflayn, juga tidak lupa penulis mengucapkan banyak terimah kasih pada kak Mardiana yang membantu penulis dalam penelitian. 13. Buat teman-teman Zlack’Ghant, Nak The ChamZter, dan Nak Remas AlKhairat makasih atas kebersamaannya. Your Is The Bast. 14. Terspesial buat Jobak’z Gank terima kasih atas kebersamaannya, dorongan, motivasi, dan dukungan selama menempuh kuliah dan melakukan penelitian hingga terselesaikannya penulisan skripsi ini. Kalian semua takan pernah tergantikan dan selalu mendapatkan tempat di HATI ku. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena keterbatasan pengetahuan maupun referensi, sehingga kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan skripsi ini diterima dengan senang hati, semoga skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca serta Semoga ALLAH SWT senantiasa melimpahkan Rahmat dan Ridho-Nya kepada kita semua dalam menapaki kehidupan ini Amin.

Ternate,

Januari 2012

Penulis

RIWAYAT PENDIDIKAN

Penulis dilahirkan di Ternate pada tanggal 4 Januari 1991. Penulis merupakan anak pertama dari dua bersaudara, anak dari pasangan Fauzi Sabban dan Rani Ibrahim.

Jenjang pendidikan yang ditempuh penulis: Penulis mengenyam pendidikan Sekolah Dasar di SDN 2 Salero pada tahun 1996 dan lulus pada tahun 2002. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMP N I Kota Ternate dan lulus pada tahun 2005, pada tahun yang sama pula penulis melanjutkan pendidikan ke SMA N 4 Kota Ternate hingga lulus pada tahun 2008, masih pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Universitas Khairun Ternate, mengambil jurusan MIPA Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Pada bulan November-Desember 2011 penulis melakukan Penelitian dengan judul Pengaruh Kosentrasi NaCl Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum commune.) dan dituangkan ke dalam penulisan ini guna menyelesaikan studi dan memperoleh gelar ke-sarjana-an.

MOTO DAN PERSEMBAHAN MOTO Hidup hanya sekali jadi manfaatkan hidup dengan sebaik-baiknya karena waktu takan pernah bisa terulang kembali, jadi selalu menatap masa depan dengan optimis dan teruslah berkarya, jangan selalu terpuruk dalam bayangan masa lalu (Indra_1991). Sebenarnya sangatlah mudah menjadi BAHAGIA. Kebahagiaan akan datang saat kita memaafkan diri kita sendiri, memaafkan orang lain, dan hidup dengan penuh rasa syukur. Hidup ini memberi, bukan meminta (ZG_2011). Sebenarnya kegagalan kita, bukanlah karena adanya kesulitan yang menghambat langkah kita. Tetapi karena ketidak beranian untuk melawan rasa takut dalam diri (Indra_1991). Jika Kegagalan adalah hujan dan keberhasilan adalah matahari maka butuh keduanya untuk melihat pelangi (Indra_1991). PERSEMBAHAN  Kupersembahkan karya tulisku ini kepada kelauargaku terutama kedua orang tuaku, keberhasilan dan perjuangan yang kita raih selama ini tidak terlepas dari cinta, kasih saying, dukungan, serta bimbingan dari orang tua. Ayahanda yang merupakan motivatorku, karyaku ini kupersembahkan untuk mu ayahku FAUZI SABBAN, yang selalu menjadi penyemangat ku, ayah selalu memberikan aku nafkah serta memberikan motivasi pada ku sehingga aku bisah seperti ini dan Ibundaku RANI IBRAHIM, ibu yang telah mengandungku selama Sembilan bulan, ibu yang telah memperjuangkan hidupnya agar aku bisah hadir di dunia ini, ibu yang telah merawat ku dengan penuh kasih

sayang, ibu juga selalu memberiku semangat, dan dorongan, sehingga aku bisa menyelesaikan studi dengan baik, ibu yang rela bekerja banting tulang, iklas mengeluarkan keringat agar aku bisah menikmati hidup detik demi detik, hari demi hari bahkan tahun demi tahun, sebagai tanda baktiku kepada ayah dan ibu ku persembahkan karyaku ini, karena ayah dan ibu lah aku ada dan ayah dan ibu lah yang membuat aku bisa ada disini, keberhasilanku tidak lepas dari ketulusan, cinta kasih, dan dukungan dari ayah dan ibu. Terima kasih atas semua yang telah ayah dan ibu berikan kepadaku, mulai dari aku masih di dalam rahim sampai aku bisah seperti ini, aku tidak akan pernah bisa memberikan apapun untuk membalas jasa, ketulusan, waktu, biyaya, dan semua yang telah ayak dan ibu berikan selama ini, hanya iringan do’a yang bisah ku berikan kepada ayah dan ibu, semoga Allah SWT mengampuni dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan oleh kedua orang tua ku, yang disengaja maupun tidak disengaja (AMIN).  Nenek, Kakek, dan Saudara-saudaraku yang selalu memberikan motivasi, iringan do’a, dan dukungan kepada penulis hingga penulis dapat menyelesaikan studi dengan baik.  Adikku tercinta, Rhiyad Fauzi Sabban yang selalu memberikan penulis semangat, dukungan, motivasi, sehingga penulis bisa seperti ini. Aku akan memberikan yang terbaik untuk hidupmu.  Almamaterku tercinta “UNKHAIR TERNATE” terimalah persembahan karya tulisku ini sebagai bukti pengabdianku padamu.

ABSTRAK

Indra Fauzi Sabban, 2012 : Pengaruh Konsentrasi NaCl Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum commune.) Pembimbing : A.R Tolangara (1) Darmawaty M. Taher, S.Pd, M.Si (2)

Tomat adalah salah satu komoditas pertanian yang sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Permintaan akan komoditas tomat akan terus meningkat, akan tetapi dengan meningkatnya permintaan tersebut mengakibatkan para petani kesulitan dalam pembudidayaan, karena kurangnya pasokan pupuk di Indonesia. Na+ dikenal sebagai unsur tambahan untuk beberapa jenis tanaman, pengaruh Na+ akan sangat besar bila pasokan K+ bagi tanaman tidak mencukupi, unsur ini dapat mengurangi pengaruh yang ditimbulkan oleh kekurangan K+ dalam hal mempertahankan kadar air di daun tapi tidak dapat menggantikan fungsi K+ sepenuhnya. Tujuan utamanya adalah menjadikan pertumbuhan tanaman tomat menjadi lebih baik dengan menggunakan NaCl. Penggunaan NaCl dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, tetapi NaCl yang digunakan dengan kosentrasi yang rendah. Perlakuan dengan NaCl dengan konsentrasi yang tepat dapat menjadikan pertumbuhan tanaman menjadi cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kosentrasi NaCl terhadap pertumbuhan tanaman tomat serta kosentrasi NaCl yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian ini bersifat eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan dan 6 kali ulangan. Pemberian perlakuan dilakukan 1 minggu sekali dan pengamatannya dilakukan 1 minggu sekali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian NaCl berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat serta kosentrasi 100 ppm yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman tomat.

Kata kunci : Konsentrasi NaCl, pertumbuhan, tanaman tomat. (1) Dosen Pendidikan Biologi Universitas Khairun (2) Dosen Pendidikan Biologi Universitas Khairun

ABSTRACT
Indra Fauzi Sabban, 2012 : Effect of Sodium Chloride (NaCl/Na+) Concentration Plant Growth Of Tomato (Solanum lycopersicum commune.) : A.R Tolangara (1) Darmawaty M. Taher, S.Pd, M.Si (2)

Supervisor

Tomatoes were one of the agricultural commodities because they contain vitamins and minerals. Sodium Chloride (NaCl/Na+) is known as an additional element for some types of plants. By using Sodium Chloride (NaCl/Na+) in low concentration, plant can promote its growth. By this statement. Treatment with appropriate concentration Sodium Chloride (NaCl/Na+) will suggested a rapid plant growth of tomatoes. The aim of this research were to know appropriate concentration of Sodium Chloride (NaCl/Na+) to tomatoes growth and level of Sodium Chloride (NaCl/Na+) concentration which promote tomatoes growth. This is an experiment research by using Completely Randomized Design (CRD), with five treatments and six replications. The results of research showed that Sodium Chloride (NaCl/Na+) could effect on tomato plant growth and the concentration of 100 ppm which can promote the growth of tomato plants. Key words: concentration of Sodium Chloride (NaCl/Na+), growth of tomato plants. (1) Biology Education Lecturer University of Khairun (2) Biology Education Lecturer University of Khairun

DAFTAR ISI
Halaman HALAMAN JUDUL……………………………………………….……………… i LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………..……………… ii PERSETUJUAN PEMBIMBING………………………………….……………… iii KATA PENGANTAR…………………………………………………………… iv RIWAYAT PENDIDIKAN……………………………………………………... MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………….……………… vii vii

ABSTRAK……………………………………………………………………….. x DAFTAR ISI……………………………………………………………………... xii DAFTAR TABEL……………………………………………………………….. xiv

DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………... xv DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………….. xvi BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………… 1 A. B. C. Latar Belakang………………………………………………………… 1 Rumusan Masalah…………………………………………………….. 3 Tujuan Penelitian……………………………………………………… 3

D. Manfaat Penelitian…………………………………………………….. 4 E. Batasan Penelitian ……………………………………………………. 4 F. Penjelasan Istilah……………………………………………………… 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………… 6 A. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Tomat…………………………… 6 a. Klasifikasi Tanaman Tomat………………………………………. 6 b. Morfologi Tanaman Tomat……………………………………….. 7 B. Syarat Tumbuh Tanaman Tomat………………………………………. 9

a) Iklim………………………………………………………........... 9 b) Media Tanam……………………………………………………... 10 c) Ketinggian Tempat……………………………………………….. 10 C. Manfaat dan Khaisiat Dari Tomat Bagi Kesehatan……………………. 11 D. Kandungan zat gizi yang Terdapat dalam Tomat……………………… 12 E. Natrium Klorida (NaCl) ……………………………………………….. 13 F. Pasir……………………………………………………………………. 14 BAB III METODE PENELITIAN………………………………………………... 16 A. Tipe Penelitian………………………………………………………… 16 B. Tempat dan Waktu Penelitian………………………………………… 16 C. Alat dan Bahan……………………………………………………….. 16 D. Prosedur Kerja………………………………………………............. E. F. Rancangan Penelitian…………………………………...................... 17 19

Layout Penelitian……………………………………………………… 20 21

G. Teknik Pengumpulan Data………………………………..................

H. Teknik Analisis Data…………………………………………………. 22 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN…………………………………………. 23 A. Hasil Penelitian………………………………………………………. 23 B. Pembahasan…………………………………………………………… 25 BAB V PENUTUP……………………………………………………………….. 33 A. Kesimpulan……………………………………………………………. 33 B. Saran………………………………………………………................. 33 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………. 34 LAMPIRAN

DAFTAR TABEL Tabel 1. Kandungan Zat Gizi Tomat (Tiap 100 Gram) ........................................ 2. Data penelitian tinggi tanaman tomat selama 35 hari…………………….. 3. Data penelitian jumlah daun tanaman tomat selama 35 hari……………… 4. Analisis Varian (ANAVA). Tinggi Tanaman Tomat............................... 5. Hasil Uji BNJ. Rata-Rata Tinggi Tanaman Tomat Selama 35 Hari………. 6. Analisis Varian (ANAVA) Jumlah Daun Tanaman Tomat….................... 7. Hasil Uji BNJ. Rata-rata Jumlah Daun Tanaman Tomat Selama 35 Hari... 8. Pengamatan Tinggi Tanaman Tomat Selama 35 Hari…........................... 9. Pengamatan Jumlah DaunTanaman Tomat Selama 35 Hari...................... 10. Tabel persiapan analisis varian (ANAVA)….......................................... 11. Ringkasan Anava Tinggi Tanaman Tomat ……..................................... 12. Tabel persiapan analisis varian (ANAVA)….......................................... 13. Analisis Variansi Jumlah Daun Tanaman Tomat ………......................... 14. Hasil Uji BNJ. Rata-rata Tinggi Tanaman Tomat Selama 35 Hari ……… 15. Hasil Uji BNJ. Rata-rata Jumlah daun Tanaman Tomat Selama 35 Hari…. 16. Distribusi Nilai F ………….................................................................. 17. Tabel Distribusi Nilai q ………….......................................................... Halaman 12 21 22 23 24 24 25 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman 36 38 42 44 45 46 49 56

1. Rekapan Data Hasil Penelitian………………………………………............ 2. Analisis Varian (ANAVA) Tanaman Tomat ………………………………….. 3. Uji Beda Nyata Jujur (BNJ)…………………………………………............ 4. Tabel 14. Distribusi Nilai F.………………………………………………… 5. Tabel 15. Distribusi Nilai q………………………………………………… 6. Dokumentasi Penelitian…………….……………………………………… 7. LKS………………………………………………………………………… 8. Surat Izin Penelitian………………………………………………….........

DAFTAR GAMBAR

Lampiran

Halaman 6 46 46 47 47 47 48 48 48

1. Tomat yang matang…………………………………………………………. 2. Pembuatan koker sebagai wadah pesemaian………………………………… 3. Wadah pesemaian (koker)…………………………...………………............. 4. Proses Penyiraman Benih.…………………………………………………… 5. Benih yang sudah siap dipindahkan ……………………..…………………. 6. Wadah penanaman (Polybag) yang diisi pasir ……………………………… 7. Proses penanaman bibit ……………………………………………….......... 8. Pemberian perlakuan………………………………………………………… 9. Pengamatan pada minggu ke 2………………………………………………

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Tomat adalah salah satu komoditas pertanian yang sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk

pertumbuhan dan kesehatan. Buah tomat mengandung karbohidrat, protein, lemak dan kalori. Buah tomat merupakan komoditas multiguna yang berfungsi sebagai sayuran, bumbu masak, buah meja, penambah nafsu makan, bahan pewarna makanan, sampai kepada bahan kosmetik dan obat-obatan (Wiryanta, 2004). Sebagai sumber mineral, buah tomat dapat bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi (zat kapur dan fospor), sedangkan zat besi (Fe) yang terkandung di dalam buah tomat dapat berfungsi untuk pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Selain itu tomat mengandung zat potassium yang sangat bermanfaat untuk menurunkan gejala tekanan darah tinggi (Cahyono, 2005). Permintaan akan komoditas tomat akan terus meningkat seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Akan tetapi dengan meningkatnya permintaan tersebut mengakibatkan para petani kesulitan dalam pembudidayaan, karena kurangnya pasokan pupuk di Indonesia (Cahyono, 2005). Budidaya tanaman ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan untuk meningkatkan produksi dan pertumbuhan tanaman. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan laju pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di

dalam tanah. Diantaranya 105 unsur yang ada di atas permukaan bumi, ternyata baru 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk dapat menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna. Ke 16 unsur tersebut terdiri dari 9 unsur makro dan 7 unsur mikro. 9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah yang disebut sebagai unsur -unsur esensial (Pitojo, 2005). Setiap tanaman membutuhkan hara sebagai makanannya, demikian juga dengan tomat. Jika diasumsikan media tidak mengendung hara, maka kebutuhan hara tersebut mutlak diberikan mealui pemupukan. Kebutuhan hara makro tanaman bisa diperoleh dari urea, TPS, dan KCL. Sedangkan unsur mikro yang dibutuhkan adalah Mg, Co, Fe, Zn, B, dan Cl-. Selain unsur hara makro dan mikro tersebut, ada unsur tambahan yang yang menguntungkan dan untuk beberapa jenis tanaman. Seperti halnya Na+ (Rismunandar, 2001). Na dikenal sebagai unsur tambahan untuk beberapa jenis tanaman. Menurut Wild dan Jones (1988) dalam Jumberi (2006) pengaruh Na akan sangat besar bila pasokan K+ bagi tanaman tidak mencukupi. Lebih lanjut dikatakan Mills dan Jones (1996) dalam Jumberi (2006) bahwa unsur ini dapat mengurangi pengaruh yang ditimbulkan oleh kekurangan K+ tapi tidak dapat menggantikan fungsi K+ sepenuhnya. Dalam konteks fotosistesis, Na+ merupakan unsur yang esensial bagi tanaman yang tergolong C4 dan CAM. Pentingnya Na untuk kedua jenis tanaman adalah dalam hal osmoregulation, dan pemeliharaan turgor serta untuk mengontrol aktifitas stomata (Jumberi, 2006). Natrium berfungsi untuk mempertahankan kadar air di daun selain itu Natrium juga dapat menggantikan unsur Kalium (K+) apabila tanaman kekurangan unsur Kalium (Ratna, 2007).

Berdasarkan dasar pemikiran inilah, maka penulis memandang perlu mengadakan penelitian dengan judul: “Pengaruh Konsentrasi NaCl Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum commune.)”.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Adakah pengaruh kosentrasi NaCl terhadap pertumbuhan tanaman tomat. 2. Pada konsentrasi NaCl berapakah yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman tomat.

C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui pengaruh kosentrasi NaCl terhadap pertumbuhan tanaman tomat. 2. Untuk mengetahui kosentrasi NaCl yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman tomat.

D. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Sebagai bahan informasi kepada masyarakat khususnya Maluku Utara, bahwa NaCl dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat. 2. Sebagai bahan bacaan bagi para guru jenjang pendidikan SMA kelas XII untuk dijadikan sebagai bahan ajar dan dapat dijadikan panduan praktikum. Dimana pada pokok bahasan Pertumbuhan dan Perkembangan. 3. Sebagai bahan informasi pada matakuliah Ekologi Tumbuhan dan Fisiologi Tumbuhan di program studi pendidikan biologi. 4. Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya.

E. Batasan Masalah Penelitian ini hanya dikhususkan pada pengaruh kosentrasi NaCl terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah daun) tanaman tomat. NaCl yang digunakan adalah garam biasa dengan konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, dan 200 ppm. Tomat yang digunakan adalah tomat biasa (Solanum lycopersicum commune).

F. Penjelasan istilah Untuk menghindari kekeliruan serta salah penafsiran beberapa istilah pada judul penelitian ini, maka perlu dijelaskan istilah-istilah tersebut sebagai berikut: 1. pertumbuhan merupakan proses perubahan biologis pada makhluk hidup yang terjadi berupa pertambahan ukuran (volume, massa, tinggi, dan sebagainya),

yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke ukuran semula) (Sudjino. 2005). 2. Natrium klorida juga dikenal dengan garam dapur atau halit adalah senyawa kimia dengan unsur kimia NaCl. Senyawa ini adalah garam yang mempengaruhi salinitas laut dan cairan ekstrakulikuler pada banyak organisme multiseluler. Sebagai komponen utama pada garam dapur, natrium klorida sering digunakan sebagai bumbu dan pengawet makanan (Sugiyarto dan Kristian, 2003).

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

G. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Tomat a. Klasifikasi Tanaman Tomat Tomat adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, yaitu berbunga seperti trompet. Bentuk, warna, rasa, dan tekstur buah tomat sangat beragam. Ada yang bulat, bulat pipih, keriting, atau seperti bola lampu. Warna buah masak bervariasi dari kuning, orangge, sampai merah, tergantung dari jenis pigmen yang dominan. Rasanya pun bervariasi, dari asam hingga manis. Buahnya tersusun dalam tandan-tandan. Keseluruhan buahnya berdaging dan banyak mengandung air (Iwanudin, 2010).

Gambar 1. Tomat yang matang

Klasifikasi ilmiah Divisio Subdivisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledoneae : Tubiflorae : Solanaceae : Lycopersicum : Solanum lycopersicum L. (Redaksi Agromedia, 2007).

b. Morfologi Tanaman Tomat Tanaman tomat memiliki akar tunggang, akar cabang, serta akar serabut yang berwarna keputih-putihan dan berbau khas. Perakaran tanaman tidak terlalu dalam, menyebar ke semua arah hingga kedalaman rata-rata 30 - 40 cm, namun dapat mencapai kedalaman hingga 60 - 70 cm. Akar tanaman tomat berfungsi untuk menopang berdirinya tanaman serta menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah. Oleh karena itu tingkat kesuburan tanah di bagian atas sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi buah, serta benih tomat yang dihasilkan (Rismunandar, 2001). Batang tanaman tomat bentuknya bulat dan membengkak pada buku-buku. Bagian yang masih muda berambut dan biasanya dan ada yang berkelenjar, mudah patah, dapat naik bersandar pada turus atau merambat pada tali, namun harus dibantu dengan beberapa ikatan. Dibiarkan melata, cukup rimbun menutupi tanah. Bercabang banyak sehingga secara keseluruhan berbentuk perdu (Wiryanta, 2004).

Daunnya yang berwarna hijau dan berbulu memiliki panjang 20 - 30 cm dan lebar 15 - 20 cm. Daun tomat tumbuh dekat ujung dahan atau cabang sementara tangkai daunnya berbentuk bulat memanjang sekitar 7 - 10 cm dan ketebalan 0,3 0,5 cm (Rismunandar, 2001). Bunga tanaman tomat termasuk jenis bunga berkelamin dua. Bunga tanaman tomat berwarna kuning, terdiri dari lima helai daun kelopak dan lima helai mahkota. Pada serbuk sari bunga terdapat kantong yang letaknya menjadi satu dan membentuk bumbung yang mengelilingi tangkai kepala putik. Bunga tomat dapat melakukan penyerbukan sendiri karena tipe bunganya berumah satu (Wiryanta, 2004). Buah tomat adalah buah buni, selagi masih muda berwarna hijau dan berbulu serta relatif keras, setelah tua berwarna merah muda, merah atau kuning cerah dan mengkilat, serta relatif lunak. Bentuk buah tomat beragam: lonjong, oval, pipih, meruncing, dan bulat. Diameter buah tomat antara 2 - 15 cm. Jumlah ruang di dalam buah juga bervariasi, ada yang hanya dua seperti pada buah tomat cherry dan tomat roma atau lebih dari dua seperti tomat marmade yang beruang delapan. Pada buah masih terdapat tangkai bunga yang berubah fungsi menjadi sebagai tangkai buah serta kelopak bunga yang beralih fungsi kelopak bunga (Wiryanta, 2004). Biji tomat berbentuk pipih, berbulu, dan berwarna putih, putih kekuningan atau coklat muda. Panjangnya 3 - 5 mm dan lebar 2 - 4 mm. Biji saling melekat, diselimuti daging buah dan tersusun berkelompok dengan dibatasi daging buah. Jumlah biji setiap buahnya bervariasi, umumnya adalah 200 biji per buah.

Umumnya biji digunakan untuk bahan perbanyakan tanaman. Biji mulai tumbuh setelah ditanam 5 - 10 hari (Pitojo, 2005). H. Syarat Tumbuh Tanaman Tomat Tanaman tomat memiliki beberapa persyaratan untuk tumbuh diantaranya: a. Iklim 1. Curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah 750 mm1.250 mm/tahun. Keadaan ini berhubungan erat dengan ketersediaan air tanah bagi tanaman, terutama di daerah yang tidak terdapat irigasi teknis. Curah hujan yang tinggi (banyak hujan) juga dapat menghambat penyerbukan. 2. Kekurangan sinar matahari menyebabkan tanaman tomat mudah terserang penyakit, baik parasit maupun non parasit. Sinar matahari berintensitas tinggi akan menghasilkan vitamin C dan karoten (provitamin A) yang lebih tinggi. Penyerapan unsur hara yang maksimal oleh tanaman tomat akan dicapai apabila pencahayaan selama 12-14 jam/hari, sedangkan intensitas cahaya yang dikehendaki adalah 0,25 mj/m2 per jam. 3. Suhu udara rata-rata harian yang optimal untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah suhu siang hari 18-29 0C dan pada malam hari 10-20 0C. Untuk negara yang mempunyai empat musim digunakan heater (pemanas) untuk mengatur udara ketika musim dingin, udara panas dari heater disalurkan ke dalam green house melalui saluran fleksibel warna putih. 4. Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan untuk tanaman tomat yang masih muda, karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak. Tetapi, kelembaban

relatif yang tinggi juga merangsang mikro organisme pengganggu tanaman (Atani, 2008). b. Media Tanam 1. Tanaman tomat dapat ditanam di segala jenis tanah, mulai tanah pasir sampai tanah lempung berpasir yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik serta unsur hara dan mudah merembeskan air. Selain itu akar tanaman tomat rentan terhadap kekurangan oksigen, oleh karena itu air tidak boleh tergenang. 2. Tanah dengan derajat keasaman (pH) berkisar 5,5-7,0 sangat cocok untuk budidaya tomat. 3. Dalam pembudidayaan tanaman tomat, sebaiknya dipilih lokasi yang topografi tanahnya datar, sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul (Tim Penulis PS, 2009). c. Ketinggian Tempat Tanaman tomat dapat tumbuh di berbagai ketinggian tempat, baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah, tergantung varietasnya. Tanaman tomat yang sesuai untuk ditanam di dataran tinggi misalnya varietas berlian, varietas mutiara, varietas kada. Sedangkan varietas yang sesuai ditanam di dataran rendah misalnya varietas intan, varietas ratna, varietas berlian, varietas LV. Selain itu, ada varietas tanaman tomat yang cocok ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi antara lain, varietas berlian, varietas mutiara (Atani, 2008).

I. Manfaat Tomat Tomat dapat digolongkan sebagai sumber vitamin C yang sangat baik karena 100 gram tomat memenuhi 20 persen atau lebih dari kebutuhan vitamin C sehari. Vitamin C memelihara kesehatan gigi dan gusi, mempercepat sembuhnya luka-luka, mencegah penyakit scurvy (skorbut), serta menghindarkan terjadinya perdarahan pembuluh darah halus. Selain itu, tomat juga merupakan sumber vitamin A yang baik karena 100 gram tomat dapat menyumbangkan sekitar 10-20 persen dari kebutuhan vitamin A sehari. Vitamin A sangat diperlukan bagi kesehatan organ penglihatan, sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan, dan reproduksi. Vitamin A dan C pada tomat juga berkhasiat sebagai antioksidan (Iwanudin, 2010). Sari buah tomat mengandung vitamin dan mineral yang cukup lengkap. Dari 100 gram jus tomat akan diperoleh kalsium 5 mg, fosfor 2,7 mg, zat besi 0,5 mg, natrium 230 mg, dan kalium 230 mg. Vitamin yang terdapat dalam 100 gram sari buah tomat adalah vitamin A (1.500 SI), vitamin B1 (0,06 mg), vitamin B2 (0,03 mg), dan vitamin C (40 mg) (Cahyono, 2005). Tomat mengandung likopen yang tinggi. Likopen ini merupakan pigmen yang menyebabkan tomat berwarna merah. Seperti halnya betakaroten, likopen termasuk ke dalam golongan karotenoid. Telah banyak penelitian yang mengungkapkan manfaat likopen terhadap kesehatan (Iwanudin, 2010). Likopen diketahui mempunyai kemampuan sebagai antioksidan dan dapat melindungi tubuh terhadap berbagai macam penyakit, seperti kanker dan penyakit jantung. Tomat yang dihancurkan atau dimasak merupakan sumber likopen yang lebih baik dibandingkan dengan tomat mentahnya (Cahyono, 2005).

Likopen terdapat pada bagian dinding sel tomat. Oleh karena itu, pemasakan dengan sedikit minyak dapat melepaskan komponen ini. Sebagai tambahan, pemasakan tomat dengan minyak zaitun (olive oil) memudahkan tubuh menyerap likopen dengan lebih baik (Iwanudin, 2010). J. Kandungan Zat Gizi yang Terdapat dalam Tomat Kandungan zat gizi buah tomat dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1. Kandungan Zat Gizi Tomat (Tiap 100 Gram) Zat Gizi Vitamin A Vitamin Bl Vitamin B2 Vitamin C Kabohidrat Lemak Protein Kalsium Fosfor Besi Natrium kalium Sumber: Tim Penulis PS (2009). Kandungan Gizi 1500 (SI) 0,06 (mg) 0,03 (mg) 40 (mg) 4,2 (gr) 0,3 (gr) 1 (gr) 5 (mg) 2,7 (mg) 0,5 (mg) 230 (mg) 230 (mg)

K. Natrium Klorida (NaCl) Natrium klorida atau sodium klorida (NaCl) yang dikenal sebagai garam adalah zat yang memiliki tingkat osmotik yang tinggi. Zat ini pada keadaan kosentrasi tinggi berkedudukan sebagai medium inhibitor yang fungsinya menghambat proses metabolisme benih sehingga perkecambahan pada benih realsitran dapat terhambat (Sugiyarto dan Kristian, 2003). Natrium klorida juga dikenal dengan garam dapur adalah senyawa kimia dengan unsur kimia NaCl. Senyawa ini adalah garam yang mempengaruhi salinitas laut dan cairan ekstraseluller pada banyak organisme multiseluler. Sebagai komponen utama pada garam dapur, natrium klorida sering digunakan sebagai bumbu dan pengawet makanan (Anonim, 2010). NaCl dapat dikatakan mempunyai bangunan kemas rapat bangun kubus maka ion Cl- dan ion Na+ yang lebih kecil menempati rongga oktahedral. Selain itu bangun ini juga akan memperlihatkan adanya bentuk kubus pusat muka yang dibangun oleh ion-ion Na+ seperti halnya dibangun ion-ion Cl-. Oleh karena itu, kisi kristal NaCl merupakan dua kisi kubus pusat muka yang saling tertanam di dalamnya (interpenetrasi) (Sugiyarto dan Kristian, 2003). Natrium Klorida (NaCl) ini mempunyai peran dalam pertumbuhan karena NaCl ini jika terurai maka akan menghasilkan Na+ dan Cl-. Unsur Natrium (Na+) itu mempunyai fungsi yang sama seperti unsur Kalium (K+), sehingga dapat menggantikan fungsi dari Kalium (K+) dalam hal mempertahankan kadar air di daun (Bernstein dan Hayward, 1958 dalam Bintoro, 1981). Pengaruh Natrium Klorida atau garam ini pada pertumbuhan tanaman ini berhubungan dengan mempertahankan kadar air di daun dan berhubungan dengan

pompa ion Na+ dan K+. Tetapi pemberian Natrium Klorida (NaCl) dengan kosentrasi yang rendah dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan Stuiver et al., (1981) yang menyatakan Na+ dapat menggantikan peran K+ dalam tanaman (Bernstein dan Hayward, 1958 dalam Bintoro, 1981). L. Pasir Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah. Sejauh ini, pasir dianggap memadai dan sesuai jika digunakan sebagai media untuk penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek batang tanaman. Sifatnya yang cepat kering akan memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain. Sementara bobot pasir yang cukup berat akan mempermudah tegaknya setek batang. Selain itu, keunggulan media tanam pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainase media tanam. Pasir malang dan pasir bangunan merupakan Jenis pasir yang sering digunakan sebagai media tanam (Wiharyanto, 2008). Pasir merupakan media tanam yang memiliki pori-pori berukuran besar (pori-pori makro) maka pasir menjadi mudah basah dan cepat kering oleh proses penguapan. Kohesi dan konsistensi pasir sangat kecil sehingga mudah terkikis oleh air. Dengan demikian, media pasir lebih membutuhkan pengairan dan pemupukan yang lebih intensif. Hal tersebut yang menyebabkan pasir jarang digunakan sebagai media tanam secara tunggal (Wiharyanto, 2008). Penggunaan pasir sebagai media tanam sering dikombinasikan dengan campuran bahan anorganik lain, seperti kerikil, batu-batuan, atau bahan organik

yang disesuaikan dengan jenis tanaman. Pasir pantai atau semua pasir yang berasal dari daerah yang bersersalinitas tinggi merupakan jenis pasir yang harus dihindari untuk digunakan sebagai media tanam, kendati pasir tersebut sudah dicuci terlebih dahulu. Kadar garam yang tinggi pada media tanam dapat menyebabkan tanaman menjadi merana, seperti akar dan daun yang memperlihatkan gejala terbakar (Anonim, 2008).

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tipe Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen yaitu peneliti memberikan perlakuan (treatment) kepada subjek, sekelompok subjek atau partisipan atau kondisi, alat dan bahan tertentu untuk menentukan apakah perlakuan tersebut memiliki dampak atau pengaruh pada variable atau faktor hasil tertentu (Setyosari, 2010).

B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Green House LPPM Universitas Khairun Ternate, dan berlangsung pada bulan November-Desember 2011.

C. Alat dan Bahan a. Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Gelas ukur 100 ml dan 1000 ml untuk mengukur volume larutan 2. Wadah plastik untuk tempat penyamaian 3. Meteran untuk mengukur tinggi tanaman 4. Kertas label untuk memberikan lebel pada perlakuan 5. Polybag dengan ukuran 1 kg sebagai tempat penanaman 6. Kamera untuk dokumentasi. 7. Termometer untuk mengukur suhu udara.

8. Soil tester untuk mengukur pH tanah. 9. Daun pisang untuk dijadikan koker. b. Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Benih Tomat sebanyak 100 benih. 2. Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 100 gr. 3. Aquades sebanyak 25 L. 4. Tanah lempung berpasir sebagai media pesemaian 5. Pasir steril sebagai media tanam.

D. Prosedur Kerja a. Persiapan Benih Benih tomat diperoleh dari Toko Tani Satwa yang bebas dari hama dan penyakit. b. Pesemaian Benih Benih tomat disemai dengan menggunakan wadah plastik dengan ukuran 50 X 25 cm sebanyak 2 buah. Kemudian benih tomat dikecambahkan dengan menggunakan koker yang sudah terisi media tanah. Setelah itu, dilubangi pada permukaan sedalam 1 cm, dan dimasukan benih ke dalam lubang tersebut, kemudian ditutup kembali dengan tanah tipis-tipis. Setiap koker diisi satu atau tiga benih dan koker yang sudah terisi benih diletakan dalam wadah plastik. c. Persiapan Media Tanam Media yang digunakan untuk menanam benih tomat adalah pasir yang disterilkan. Pasir sebanyak 40 kg disiram dengan menggunakan Aquades untuk

menghilangkan unsure hara yang terdapat pada pasir tersebut. Pasir dicuci berulang-ulang hingga benar-benar steril, selanjutnya dimasukan dalam polybag dengan ukuran masing-masing polybag 1 kg. d. Penanaman Setelah media tanah disiapkan, maka bibit tomat yang sudah berkecambah dan memeliki 8-10 helaian daun atau sudah berumur 30-45 hari ditanam dalam polybag pada kedalam 1 cm, dan jumlah bibit dalam setiap polybag adalah 1 bibit untuk 1 polybag, dengan jarak antar polybag 50 cm. e. Pembuatan Larutan Pembuatan larutan NaCl yang digunakan dalam penelitian ini adalah NaCl dengan kosentrasi 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, dan 200 ppm. Larutan dibuat dengan cara: 1. N1 = NaCl 50 ppm = 50 mg NaCl + 1 Liter air. 2. N2 = NaCl 100 ppm = 100 mg NaCl + 1 Liter air. 3. N3 = NaCl 150 ppm = 150 mg NaCl + 1 Liter air. 4. N4 = NaCl 200 ppm = 200 mg NaCl + 1 Liter air. f. Pemberian Perlakuan Pemberian perlakuan dilakukan dengan menggunakan larutan Natrium Klorida (NaCl) dengan cara disiram pada tanaman sebanyak 200 ml untuk setiap perlakuan. Pemberian perlakuan dilakukan setelah tanaman dipindahkan ke polybag dan telah berumur 1 minggu. Pemberian perlakuan dilakukan sekali dalam seminggu.

Adapun perlakuan yang diberikan sebagai berikut: 1. C0 = Untuk control (tanpa diberikan Natrium Klorida (NaCl)) 2. N1 = Diberikan Natrium Klorida (NaCl) dengan kosentrasi 50 ppm 3. N2 = Diberikan Natrium Klorida (NaCl) dengan kosentrasi 100 ppm 4. N3 = Diberikan Natrium Klorida (NaCl) dengan kosentrasi 150 ppm 5. N4 = Diberikan Natrium Klorida (NaCl) dengan kosentrasi 200 ppm Perlakuan seluruhnya berjumlah 5 dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga terdapat 30 unit penelitian. g. Pengamatan Pengmatan yang dilakukan dalam penelitian ini sebanyak 5 kali dengan jarak waktu pengamatan 1 minggu, sedangkan parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Tinggi tanaman (cm). Pengukuran dilakukan dari leher akar, hingga ujung daun yang tertinggi. 2. Jumlah daun. Menghitung jumlah daun pada setiap tanaman yang diberi perlakuan. E. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dengan model matematik sebagai berikut (Sugandi dan Sugiarto, 1994): Yij = µ + τi + ϵij

Dimana: Yij = hasil pengamatan perlakuan ke-i dan ulangan ke-j

µ = rata-rata umum

τi = penyimpangan hasil dari nilai µ yang disebabkan oleh pengaruh
perlakuan ke-i

ϵij = pengaruh acak yang masuk ke dalam percobaan.
F. Lay Out Penelitian

G. Teknik Pengumpulan Data Data dalam penelitian ini dikumpulkan dalam tabel berikut. Tabel 2. Data penelitian tinggi tanaman tomat selama 35 hari. Perlakuan C0 Ulangan I
I II III IV V VI I II III IV V VI I II III IV V VI I II III IV V VI I II III IV V VI

Tinggi Tanaman Pengamatan Ke II III IV V

N1

N2

N3

N4

Total

Tabel 3. Data penelitian jumlah daun tanaman tomat selama 35 hari. Ulangan I C0
I II III IV V VI I II III IV V VI I II III IV V VI I II III IV V VI I II III IV V VI

Perlakuan

Jumlah Daun Pengamatan Ke II III IV

V

N1

N2

N3

N4

Total

H. Tehnik Analisis Data Hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Uji ANAVA satu jalur (One way Anova), bila perlakuan terdapat pengaruh yang nyata kemudian dianalisis lanjut dengan menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk melihat perlakuan mana yang paling berpengaruh.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh kosentrasi NaCl terhadap pertumbuhan tanaman tomat, diperoleh data hasil pengamatan berupa tinggi

tanaman yang terlampir pada lampiran 1 dan jumlah daun yang terlampir pada lampiran 1. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan analisis varian (ANAVA) yang cara analisisnya terlampir pada lampiran 2. a. Tinggi Tanaman Data hasil analisis varian untuk tinggi tanaman tomat disajikan pada tabel 4 di bawah ini: Tabel 4. Analisis Varian (ANAVA). Tinggi Tanaman Tomat F.tab SK Perlakuan Galat Total DB 4 25 29 JK 235,98 14,69 250,67
KV = 4,17 %

F.tab 1%

KT 58,99 0,59

F.hit 5%

100,38**

2.76

4.18

** = Berpengaruh sangat nyata.  = Berpengaruh nyata

Tabel 4 menunjukan bahwa data hasil penelitian berupa tinggi tanaman itu signifikan pada 5% dan 1%. Dari hasil tersebut dapat terlihat bahwa pemberian NaCl berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman tomat, dimana F.hitung 100,38 > dari F.tabel pada taraf signifikan 5% dan 1%.

Ini terbukti bahwa, konsentrasi NaCl memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman tomat maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) yang cara analisisnya terlampir pada lampiran 3, sedangkan hasilnya disajikan dalam tabel 5 berikut. Tabel 5. Hasil Uji BNJ. Rata-Rata Tinggi Tanaman Tomat Selama 35 Hari.
Perlakuan Rata-rata persentase tinggi tanaman tomat

Kontrol N1 N2 N3 N4

19 c 17,9 d 23,4 e 16,8 b 15.1 a
BNJ5% = 0,54

Ket: angka yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata.

Tabel 5 menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara tiap perlakuan dan terdapat perbedaan antara perlakuan dengan kontrol.

b.

Jumlah Daun Data hasil analisis varian untuk jumlah daun tanaman tomat disajikan pada

tabel 6 di bawah ini: Tabel 6. Analisis Varian (ANAVA) Jumlah Daun Tanaman Tomat. F.tab SK Perlakuan Galat Total DB 4 25 29 JK 656,53 74,83 731,37
KV = 10,43 %

F.tab 1%

KT 164,13 2,99

F.hit 5%

54,83**

2.76

4.18

** = Berpengaruh sangat nyata  = Berpengaruh nyata

Tabel 6 menunjukan bahwa data hasil penelitian berupa jumlah daun tanaman tomat itu signifikan pada 5% dan 1%. Dari hasil tersebut dapat terlihat bahwa pemberian NaCl berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun tanaman tomat, dimana F.hitung 54,83 > dari F.tabel pada taraf signifikan 5% dan 1%. Berdasarkan hasil analisis varian, maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) yang cara analisisnya terlampir pada lampiran 3, sedangkan hasilnya disajikan pada tabel 7 di bawah ini. Tabel 7. Hasil Uji BNJ. Rata-rata Jumlah Daun Tanaman Tomat Selama 35 Hari.
Perlakuan Rata-rata Jumlah Daun Tanaman Tomat

Kontrol N1 N2 N3 N4
Ket: angka yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata.

16 c 18 d 25 e 13 b 12 a
BNJ5% = 2,96

Tabel 7 menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara tiap perlakuan dan perbedaan antara perlakuan dengan kontrol.

B. Pembahasan a. Tinggi Tanaman Pertumbuhan tanaman sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan keberhasilan suatu tanaman ditentukan oleh faktor-faktor lingkungan. Salah satu factor yang paling berpengaruh adalah ketersediaan unsur hara dalam tanah. Dalam penelitian ini, NaCl sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tomat. Dari hasil uji Anava dan BNJ (Beda Nyata Jujur) menunjukan kosentrasi NaCl yang baik adalah 100 ppm, untuk meningkatkan tinggi tanaman tomat. Ini sejalan dengan

hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Bintoro (1981) yang menyatakan bahwa pemberian NaCl sebanyak 100 ppm sampai 500 ppm dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan bagian atas tanaman (batang dan daun) menjadi baik. Hal ini juga dibenarkan oleh Strogonov (1964) dalam Bintoro (1981) yang menyatakan dalam jumlah sedikit (kosentrasi yang rendah), NaCl dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Lebih lanjut dijelaskan oleh Medicine (2009), dalam tulisannya medicine menyatakan bahwa pertumbuhan, perkembangan, dan produksi suatu tanaman ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan,

perkembangan, dan produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah. Diantaranya 105 unsur yang ada di atas permukaan bumi, ternyata baru 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk dapat menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna. Ke 16 unsur tersebut terdiri dari 9 unsur makro dan 7 unsur mikro. 9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah yang disebut sebagai unsurunsur esensial (Amin et al., 2010). Menurut Arnon dan Stout (1999) dalam Pesqueira, J et al,. (2006) ada tiga kriteria yang harus dipenuhi sehingga suatu unsur dapat disebut sebagai unsur esensial: 1. Unsur tersebut diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus hidup tanaman secara normal.

2. Unsur tersebut memegang peran yang penting dalam proses biokimia tertentu dalam tubuh tanaman dan peranannya tidak dapat digantikan atau disubtitusi secara keseluruhan oleh unsur lain. 3. Peranan dari unsur tersebut dalam proses biokimia tanaman adalah secara langsung dan bukan secara tidak langsung. Salah satu unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam pertumbuhannya yaitu Natrium. Natrium memiliki fungsi dalam tanaman yaitu membantu dalam proses fotosintesis, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air serat meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit. Karena fungsinya dalam tanama sama dengan unsur Kalium maka Natrium dapat menggantikan Kalium dalam tanaman (Ardi, 2001 dalam Sugiyarto dan Kristian, 2003). Lebih lanjut dijelaskan oleh Isharmanto (2011), yang menyataka bahwa peran Nartium dalam tanaman itu menyangkut dengan transport aktif. Transpor aktif adalah pengangkutan lintas membran dengan menggunakan energi ATP, melibatkan pertukaran ion Na+ dan K+ (pompa ion) serta protein kontrasport yang akan mengangkut ion Na+ bersamaan molekul lain seperti asam amino dan gula. Pompa natrium kalium merupakan suatu proses transpor yang memompa ion natrium keluar melalui membran sel dan pada saat bersamaan memompa ion kalium dari luar ke dalam (Isharmanto, 2011). Sedangkan Klor (Cl) dibutuhkan sebagai unsur mikro dalam tanaman untuk membantu pertumbuhan tanaman. Lebih lanjut dijelaskan oleh Medicine (2009), bahwa Klor adalah suatu unsur esensial mikro yang mempunyai fungsi cukup penting bagi pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Walaupun demikian

kegunaan fisiologis dari unsur Klor sendiri bagi tanaman, belum banyak diketahui orang. Hal ini disebabkan karena kurangnya penelitian-penelitian tentang unsur yang satu ini, disamping kurangnya literatur yang menulis tentang Klor ini secara mendetail dan jelas. Perlu diingat bahwa Klor adalah salah satu unsur esensial mikro, sehingga walaupun diperlukan hanya dalam jumlah sedikit mutlak diperlukan oleh tanaman (Medicine, 2009). b. Jumlah Daun Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Daun biasanya berbentuk tipis melebar, dan berwarna hijau. Fungsi daun bagi tumbuhan adalah sebagai berikut: 1. Pengambil zat-zat makanan, terutama CO2. 2. Pengelolah zat-zat makanan. 3. Penguapan air. 4. Alat pernapasan tumbuhan (Tjitrosoepomo, 1990). Pertambahan jumlah daun merupakan wujud dari proses fisiologi tanaman, pertambahan sel-sel daun ini membuktikan terjadinya proses pertumbuhan yang terjadi pada tumbuhan. Tumbuhan yang tumbuh akan pertambahan ukuran selnya. Sesuai dengan teori tentang pertumbuhan yang dikemukakan oleh Sudjino (2005) bahwa pertumbuhan merupakan proses perubahan biologis pada makhluk hidup yang terjadi berupa pertambahan ukuran (volume, massa, tinggi, dan sebagainya), yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke ukuran semula) (Sudjino, 2005). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kosentrasi NaCl itu berpengaruh sangat nyata secara statistik terhadap pertumbuhan daun. Dan dari hasil analisis lanjut dengan menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukan kosentrasi

NaCl yang baik itu pada 100 ppm, sedangkan pada kosentrasi 150 ppm dan 200 ppm, tanaman sudah mulai layu dan pertumbuhan daun menjadi terganggu. Ini menunjukan bahwa kosentrasi yang lebih rendah akan meningkatkan pertumbuhan daun. Hasil ini sejalan dengan pendapat Itai, et al., (1968) dalam Bintoro (1981) yang menyatakan pada kosentrasi NaCl tinggi mengakibatkan terjadinya translokasi sitokinin dari akar ke daun terganggu, sehingga sintesis protein dalam daun pun ikut terganggu. Selanjutnya O’Leary dan Priseo (1970) dalam Bintoro (1981) menambahkan bahwa salinitas mempercepat perombakan klorofil (Bintoro, 1981). Menurut Setyamidjaja (1986) dalam Amin et al., (2010), yang menyatakan bahwa unsur esensial terdiri dari berbagai unsur yang sangat mutlak diperlukan oleh tanaman, jika unsur-unsur esensial tersebut tidak terpenuhi, maka tanaman akan menjadi kerdil dan bahkan mati. NaCl ini diserap tanaman dalam bentuk ion yaitu Na+ dan Cl-. Yang akan digunakan untuk melakukan aktivitas di dalam tubuh tanaman. Peran Natrium dalam daun yaitu berfungsi mempertahankan air pada daun, sedangkan Klor diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Cl-, ion ini mempunyai fungsi fisiologis yang sangat penting dalam proses fotosintesis tanaman terutama pada fase terang. Apabila ion Klor ini tidak tersedia maka proses fotosintesis akan terhambat, otomatis pertumbuhan dan perkembangan tanamanpun akan terhambat (Medicine, 2009). Dalam proses fotosintesis fase terang, ion Klor berperan penting dalam transfer elektron di dalam kloropil, sehingga terbentuk senyawa ATP berenergi tinggi dan senyawa inilah yang dipergunakan dalam fase gelap untuk pembentukan karbohidrat ( C6H12O6 ) (Medicine, 2009).

Apabila ATP tidak terbentuk pada fase terang, otomatis pembentukan karbohidrat pada fotosintesis fase gelap akan terhambat. Disini dapat terlihat bahwa betapa pentingnya fungsi ion Klor dalam proses fotosintesis fase terang (Medicine, 2009). Tahapan reaksi terang merupakan tahap dimana terjadi proses penguraian air, sehingga dihasilkan ion hidrogen dan molekul oksigen. Setelah itu, proses pemindahan elektron oleh rantai sitokrom akan memicu terbentuknya molekul ATP dan NADPH (Lehninger AL, 1982). Dari hasil analisa pada tanaman ternyata bahwa Klor banyak terdapat dalam abu tanaman (relatif besar) dan dari hasil penyelidikan ternyata Klor banyak terdapat pada tanaman yang mengandung serat seperti kapas. Pada tanaman tembakau dan tanaman yang meghasilkan tepung apabila Klor keadaannya lebih besar, maka produksi tembakau dan tepung akan lebih jelek, pada jenis-jenis tanaman ini Klor diperlukan dalam jumlah sedikit. Bentuk Klor yang berracun pada tanaman akan tergantung pada iklim, sifat tanah dll. Dari hasil penyelidikan bentuk Klor yang lebih dari 0,1% bagi tanaman pada umumnya akan me-nimbulkan keracunan, sedangkan pada padi timbulnya keracunan apabila terbentuk Klor sekitar 0,3%. Fungsi fisiologis lain dari unsur Klor adalah sebagai aktifitas enzim. Klor yang diserap dalam bentuk larutan kebanyakan terdapat didalam cairan sel, dengan kandungan Klor yang bervariasi, dari 1 - 5 % (Medicine, 2009). c. Media Tanam Pemilihan media tanam juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan media pasir, sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Tanaman yang ditanam dengan

menggunakan media pasir dan diberi perlakuan, akan tapkak layu. Meskipun tanaman bertambah tinggi dan jumlah daun bertambah, tetapi tampak tanaman akan layu. Ini membuktikan bahwa penggunaan media pasir sebagai media tanam juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Dari hasil penelitian ada didapatkan tanaman tomat yang layu pada konsentrasi 200 ppm, hal ini disebabkan pemberian NaCl dengan kosentrasi yang tinggi akan meracuni tanaman. Menurut Strogonov (1964) dalam Bintoro (1981) ion-ion dapat meracuni tanaman melalui berbagai cara, yaitu: 1. Bertindak sebagai anti metabolit. 2. Mengikat atau mengendapkan berbagai metabolit. 3. Bertindak sebagai katalisator dalam dekomposisi. 4. Merusak membran sel sehingga permeabilitasnya terganggu. 5. Menduduki tampat-tempat esensial tetapi tidak menggantikan perannya (Bintoro, 1981). Selain NaCl, media tanam juga dapat membuat tanaman menjadi layu. Jika media tanam yang digunakan adalah pasir yang memiliki pori-pori berukuran besar (pori-pori makro) maka pasir menjadi mudah basah dan cepat kering oleh proses penguapan. Sehingga seringkali tanaman akan kekurangan unsur hara (Wiharyanto, 2008). Lebih lanjut dijelaskan oleh Atani (2008), bahwa tomat harus ditanam ditanah yang gembur, subur, dan kaya akan unsur hara. Sehingga pasir bukan media tanam yang baik untuk tanaman tomat. Selain itu pasir merupakan media tanam yang miskin akan unsur hara dan memiliki sifat yang panas, sehingga mengakibatkan tanaman seringkali menjadi layu. Selain itu, organ-organ tanaman,

seperti akar dan daun, juga memperlihatkan gejala terbakar yang selanjutnya mengakibatkan kematian jaringan.

BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dikemukakan dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Pemberian NaCl berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat, meliputi tinggi tanaman maupun jumlah daun. 2. Pada kosentrasi 100 ppm dapat mempercepat pertumbuhan tanaman tomat, meliputi tinggi maupun jumlah daun. B. Saran Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. Dalam usaha peningkatan produksi dan budidaya tanama tomat dapat menggunakan NaCl dengan tingkat kosentrasi 100 ppm. 2. Untuk para petani tomat agar menggunakan media tanam yang subur, gembur, dan kaya akan unsur hara. Jangan gunakan media tanam yang miskin unsur hara dan memiliki sifat panas seperti pasir. 3. Karena penelitian ini hanya melihat pengaruh kosentrasi NaCl terhadap pertumbuhan tomat jenis tomat biasa, maka diharapkan agar peneliti lain dapat melanjutkan untuk melihat peroduksi buahnya. Atau peneliti lain dapat menggantikan varietas tomat yang digunakan.

DAFTAR PUSTAKA

Amin et al., 2010. The salicylic acid effect on the tomato (Lycopersicum esculentum Mill.) Sugar, Protein and Proline Content Sunder Salinity Stress (NaCl). Journal of Biophysics and Structural Biology. Vol. 2(3), pp. 35-41. ISSN 2141 2200 © 2010 Academic Journals. Available online at http://www.academicjournals.org/jbsb. (Diakses pada 26 Desember 2011). Anonim. 2008. Pertanian Tanaman Pangan. www//http/.Google unila,co/.id/com (Diakses 20 febuari 2011). Anonim. 2010. Kalium Nitrat. http://id.wikipedia.org/wiki/kalium-nitrat (Diakses 10 Maret 2011). Atani. 2008. Budi Daya Tomat (Lycopersicon esculentum http://www.nusaku.com/forum/ (Diakses 10 Maret 2011). Mill.).

Bintoro M.H. 1981. Pengaruh NaCl Terhadap Pertumbuhan Beberapa Kultivar Tomat. Bul. Agr. Vol 14. No 1. http://www.journalinternasional.com (Diakses 10 Maret 2011). Cahyono B. 2005. Tomat, Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kinisius. Yogyakarta. Isharmanto. 2011. Trasport Aktif Dan Transport Pasif. http://ruangilmu.com/index.php?action=artikel&cat=25&id=233&artlang=id (Diakses 20 Agustus 2011). Iwanudin. 2010. Khasiat dan Manfaat Tomat. http://blog.iwanudin.com/2010/khasiatdan-manfaat-tomat/ (Diakses 19 febuari 2011). Jumberi. 2006. Pemanfaatan hara air laut untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatra Utara. Lehninger AL. 1982. Dasar-Dasar Biokimia Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Hal. 31-40. Medicine. 2009. Pengaruh Unsur Hara Esensial Terhadap Tanaman. http://jogercap.blogspot.com/2009/05/pengaruh-unsur-esensial-terhadap.html (Diakses pada 16 juli 2011). Pesqueira, J et al., 2006. NaCl Effects In Zea mays L. x Tripsacum dactyloides (L.) L. Hybrid Calli and Plants. Electronic Journal of Biotechnology. ISSN: 07173458. Vol.9. No.3. © 2006 by Pontificia Universidad Católica de Valparaíso– Chile. Pitojo, S, 2005. Benih Tomat. Kanisius, Yogyakarta.

Ratna. 2007. Journal Tomat dan Pertumbuhan. http://.ui.ac.id/upload/artikel/03//.PDF (Diakses 20 febuari 2011). Redaksi Agromedia, 2007. Panduan Lengkap Budi Daya Tomat. Agromedia, Jakarta. Rismunandar, 2001. Tanaman Tomat. Sinar Baru Algensindo, Bandung. Setyosari P. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Kencana. Malang. Sudjino. 2005. Biologi. Sunda Kelapa Pustaka. Sugandi E dan Sugiarto. 1994. Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi. Andi Offset. Jogyakarta. Sugiyarto dan Kristian. H. 2003. Kimia Anorganik II. Yogyakarta : UNJ. Tim Penulis PS. 2009. Budi Daya Tomat Secara Komersial. Penebar Swajaya. Tjitrosoepomo G. 1990. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Wiharyanto. 2008. Ragam Madia Tanam. http://eprints.undip.ac.id/534/1/halaman_56-

59__Wiharyanto_.pdf (Diakses pada 16 juli 2011) Wiryanta,W.T.B, 2004. Bertanam Tomat. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Lampiran 1. Rekapan Data Hasil Penelitian Tabel 8. Pengamatan Tinggi Tanaman Tomat Selama 35 Hari Tinggi Tanaman (cm) Pengamatan ke 1 2 3 4 5 5,1 9 13 16,3 19,1 5,7 10,1 12 16,1 18,1 5,4 9,7 13 16 19 5,9 8 12 16,4 20 5 8,5 14 16,5 19 5,4 7 7 6,3 6,6 6 5,3 5,3 5,1 5 5 5,2 5,3 5,1 6 6,1 4,1 6,1 6,2 5 5,1 5 4 4 4 9 10,3 10 10,4 10,4 9,9 9 11,1 11 10,3 11,2 11 10,3 9,1 8,1 8,2 9,1 8,1 8 7,1 7,1 7,1 7,1 7,1 7,1 13 13 12,1 13,3 13,3 12,1 12 14,1 15,3 14,2 15 15,1 15 11,2 11,1 12 11,3 11,2 11 10,1 10,1 9,1 10,3 11 10,1 15 16 15 15,3 16,1 15 14,1 18,1 18 18,3 18 17 17 14 13,3 13,2 14 15,1 15,3 14,1 14,3 13 14,1 14,1 14 19 19,1 19,2 18 17 17 17 22 23,1 24 24,1 23,3 24 17,1 16 17 16 17,1 17,3 16,1 15,3 15 14 15,3 15

perlakuan ulangan co 1 2 3 4 5 6 N1 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6

N2

N3

N4

Sambungan Tabel 9 . Pengamatan Jumlah DaunTanaman Tomat Selama 35 Hari Jumlah Daun Pengamatan ke perlakuan co ulangan 1 2 3 4 5 N1 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 6 5 5 6 5 5 4 4 5 5 4 4 4 4 3 4 4 3 2 7 8 8 7 8 8 8 7 8 8 8 7 9 9 8 9 9 8 6 6 7 7 6 6 7 6 5 6 7 6 3 9 10 10 9 10 9 11 13 11 14 11 12 13 14 14 15 14 15 8 9 9 9 8 8 9 8 7 8 9 8 4 11 12 12 11 12 14 14 16 14 16 13 14 16 17 17 18 18 19 10 10 11 11 10 10 11 10 9 10 11 10 5 14 14 17 14 17 19 19 20 16 18 17 17 24 22 27 22 27 27 13 12 13 13 12 12 11 12 10 12 14 12

N2

N3

N4

Lampiran 2. Analisis Varian (ANAVA) Tanaman Tomat I. Analisis Varian (ANAVA) Tinggi Tanaman Tomat

Tabel 10. Tabel persiapan analisis varian (ANAVA) Ulangan 1 Control N1 N2 N3 N4 Total 19,1 19,1 22,0 17,1 16,1 93,4 2 18,1 19,2 23,1 16,0 15,3 91,7 3 19,0 18,0 24,0 17,0 15,0 93,0 4 20,0 17,0 24,1 16,0 14,0 91,1 5 19,0 17,0 23,3 17,1 15,3 91,7 6 19,0 17,0 24,0 17,3 15,0 92,3 114,2 107,3 140,5 100,5 90,7 553,2 Ratarata 19,0 17,9 23,4 16,8 15,1 92,2

Perlakuan

Jumlah

1) Jumlah kuadrat total (JKT) JKT = (19,1)2 + (18,1)2 + (19,0)2 + (20,0)2 + (19,0)2 + (19,0)2 + (19,1)2 + (19,2)2 + (18,0)2 + (17,0)2 + (17,0)2 + (17,0)2 + (22,0)2 + (23,1)2 + (24,0)2 + (24,1)2 + (23,3)2 + (24,0)2 + (17,1)2 + (16,0)2 + (17,0)2 + (16,0)2 + (17,1)2 + (17,3)2 + (16,1)2 + (15,3)2 + (15,0)2 + (14,0)2 + (15,3)2 + (15,0)2 - ((553,2)2/30) = 250,67 2) Jumlah kuadrat perlakuan (JKP)

(114,2)2 + (107,3)2 + (140,5)2 + (100,5)2 + (90,7)2 (553,2)2 JK p = − 6 30
= 235,98 3) Mencari JKG JKG = JKT – JKP JKG = 250,67 − 235,98 = 14,69 4) Mencari derajat kebebasan untuk masing-masing sumber variasi. DBP = banyaknya Perlakuan – 1 = 5 – 1 = 4 DBT = banyaknya subyek – 1 = 30 – 1 = 29 DBG = dkT – dbP = 29 – 4 = 25

Sambungan 5) Mencari rata-rata hitung kuadrat (RK) KTp = KTG =
JK p DB p JKG DB G

= =

235,98 4 14,69 25

= 58,99 = 0,59

6) Mencari harga F.hit F.hit = KT G =
KTp 58,99 0,59

= 100,38

Tabel 11. Ringkasan Anava Tinggi Tanaman Tomat F.tab SK DB JK KT F.hit 5% Perlakuan Galat Total Ket: ** = Berbeda sangat nyata  = Berbeda nyata KV = Koefisien varias KV =
KT G rata −rata umum

F.tab 1%

4 25 29

235,98 14,69 250,67

58,99 0,59 100,38** 2.76 4.18

x 100% =

0,59 553,2/30

x 100% = 4,17 %

Sambungan II. Analisis Varian (ANAVA) Jumlah Daun Tanaman Tomat Tabel 12. Tabel persiapan analisis varian (ANAVA) Ulangan 1 14 19 24 13 11 81 2 14 20 22 12 12 80 3 17 16 27 13 10 83 4 14 18 22 13 12 79 5 17 17 27 12 14 87 6 19 17 27 12 12 87

Perlakuan Control N1 N2 N3 N4 Total

Jumlah 95 107 149 75 71 497

Rata-rata 16 18 25 13 12 83

1) Jumlah kuadrat total (JKT) JKT = (14)2 + (14)2 + (17)2 + (14)2 + (17)2 + (19)2 + (19)2 + (20)2 + (16)2 + (18)2 + (17)2 + (17)2 + (24)2 + (22)2 + (27)2 + (22)2 + (27)2 + (27)2 + (13)2 + (12)2 + 13)2 + (13)2 + (12)2 + (12)2 + (11)2 + (12)2 + (10)2 + (12)2 + (14)2 + (12)2 - ((497)2/30) = 731,37 2) Jumlah kuadrat perlakuan (JKP) JK p = = 656,53 3) Mencari JKG JKG = JKT – JKP JKG = 731,37 - 656,53 = 74,83 4) Mencari derajat kebebasan untuk masing-masing sumber variasi. DBp = banyaknya Perlakuan – 1 = 5 – 1 = 4 DBT = banyaknya subyek – 1 = 30 – 1 = 29 DBG = dkT – dbp = 29 – 4 = 25 (95)2 + (107)2 + (149)2 + (75)2 + (71)2 (497)2 − 6 30

Sambungan 5) Mencari Kuadrat Tengah (KT) KTp = DB p = KTG = DB G =
JKG JK p 656,53 4 74,83 25

= 164,13 = 2,99

6) Mencari harga F.hit F.hit =
KTp KT G

=

164,13 2,99

= 54,83

Tabel 13. Ringkasan Anava Jumlah Daun Tanaman Tomat F.tab SK DB JK KT F.hit 5% Perlakuan Galat Total Ket: ** = Berbeda sangat nyata  = Berbeda nyata KV = Koefisien varias KV =
KT G rata −rata umum

F.tab 1%

4 25 29

656,53 74,83 731,37

164,13 2,99 54,83** 2.76 4.18

x 100% =

2,99 497/30

x 100% = 10,43 %

Lampiran 3. Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) I. Uji BNJ (Beda Nyata Jujur) Tinggi Tanaman Tomat
BNJ5% = qα(p,n 2 ) (KTG ) r

BNJ5% = q5%(5,25)

0,59 6

BNJ5% = 4,17(0,13) BNJ0,05 = 0,54

Tabel 14. Hasil Uji BNJ. Rata-rata Tinggi Tanaman Tomat Selama 35 Hari.
Perlakuan Rata-rata persentase tinggi tanaman tomat

Kontrol N1 N2 N3 N4

19 c 17,9 d 23,4 e 16,8 b 15.1 a
BNJ5% = 0,54

Ket: angka yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata.

II. Uji BNJ (Beda Nyata Jujur) Jumlah daun Tanaman Tomat
BNJ5% = qα(p,n 2 ) (KTG ) r

BNJ5% = q5%(5,25)

(2,99)
6

BNJ5% = 4,17 0,5 BNJ5% = 4,17(0,71) BNJ5% = 2,96

Sambungan Tabel 15. Hasil Uji BNJ. Rata-rata Jumlah daun Tanaman Tomat Selama 35 Hari.
Perlakuan Rata-rata Jumlah Daun Tanaman Tomat

Kontrol N1 N2 N3 N4
Ket: angka yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata.

16 c 18 d 25 e 13 b 12 a
BNJ5% = 2,96

Lampiran 4. Tabel 16. Distribusi Nilai F

Lampiran 5. Tabel 17. Distribusi Nilai q

Lampiran 6. Dokumentasi Penelitian

Gambar 2. Pembuatan koker sebagai wadah pesemaian

Gambar 3. Wadah pesemaian (koker)

Gambar 4. Proses Penyiraman Benih

Gambar 5. Benih yang sudah siap dipindahkan

Gambar 6. Wadah penanaman (Polybag) yang diisi pasir

Gambar 7. Proses penanaman bibit

Gambar 8. Pemberian perlakuan

Gambar 9. Pengamatan pada minggu ke 2

Lampiran 7.

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
SK : 1. Melakukan percobaan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. KD : 1.2 Melaksanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan. A. Judul Pengaruh Konsentrasi NaCl Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum commune.) B. Dasar Teori Tomat merupakan tanaman dari famili Solanaceae, yaitu berbunga seperti trompet. Bentuk, warna, rasa, dan tekstur buah tomat sangat beragam. Ada yang bulat, bulat pipih, keriting, atau seperti bola lampu. Warna buah masak bervariasi dari kuning, orangge, sampai merah, tergantung dari jenis pigmen yang dominan. Rasanya pun bervariasi, dari asam hingga manis. Buahnya tersusun dalam tandantandan. Keseluruhan buahnya berdaging dan banyak mengandung air (Iwanudin, 2010). Tomat sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Buah tomat mengandung karbohidrat, protein, lemak dan kalori. Buah tomat juga dapat bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi (zat kapur dan fospor), sedangkan zat besi (Fe) yang terkandung di dalam buah tomat dapat berfungsi untuk pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Selain itu tomat mengandung zat potassium yang sangat bermanfaat untuk menurunkan gejala tekanan darah tinggi (Cahyono, 2005).

Tomat merupakan tanaman yang paling banyak dibudidayakan oleh petani tomat, salah satu tehnik budidaya yang berperan dalam upaya meningkatkan produksi tanaman tomat adalah pemupukan. Untuk pertumbuhan dan hasil yang baik, tanaman ini membutuhkan hara yang lengkap, baik makro maupun mikro, dengan komposisi berimbang yang dipasok dari pupuk. Pemupukan yang dilakukan ini bertujuan agar tanaman yang di pupuk ini mendapatkan unsur hara sehingga pertumbuhannya baik (Ratna, 2007). Salah satu unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman adalah kalium (K), Kalium ini merupakan unsur hara makro, yang artinya dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang besar. Kalium berfungsi dalam tanaman adalah sebegai berikut:  Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.  Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit

(Muliawan, 2007). Tanaman yang kekurangan Kalium ini akan mengakibatkan batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun. Hal ini mengakibatkan unsur Kalium ini sangat berguna bagi tanaman (Muliawan, 2007). Kalium ini di dapatkan dari pupuk KCL, dan ZK. Akan tetapi biyaya yang sangat mahal mengakibatkan produksi tanaman menjadi menurun. Tetapi jika tanaman kekurangan unsur Kalium ini dapat digantikan dengan unsur Natrium yang mempunyai fungsi yang hampir sama dengan unsur Kalium dan dapat

menggantikan fungsi Kalium dalam tanaman jika tanaman kekurangan unsur Kalium, C. Tujuan praktikum ini bertujuan untuk: 3. Untuk mengetahui pengaruh kosentrasi NaCl terhadap pertumbuhan tanaman tomat. 4. Untuk mengetahui kosentrasi NaCl yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman tomat. D. Alat dan Bahan  Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1 2 3 4 5 6 7 8 Gelas ukur 100 ml dan 1000 ml untuk mengukur volume larutan Wadah plastik untuk tempat penyamaian Meteran untuk mengukur tinggi tanaman Kertas label untuk memberikan lebel pada perlakuan Polybag dengan ukuran 1 kg sebagai tempat penanaman Termometer untuk mengukur suhu udara. Soil tester untuk mengukur pH tanah. Daun pisang untuk dijadikan koker.

 Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Benih Tomat sebanyak 100 benih. 2. Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 100 gr. 3. Aquades sebanyak 25 L.

4. Tanah lempung berpasir sebagai media pesemaian dan media tanam E. Prosedur Kerja 1. Pilihlah benih tomat yang bebas dari hama dan penyakit. 2. Semailah benih tomat dengan menggunakan koker yang diletakan pada wadah plastik dengan ukuran 50 X 25 cm seperi pada gambar di bawah ini:

3. Buatlah larutan NaCl dengan kosentrasi 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, dan 200 ppm. Cara pembuatan dan pengencerannya sebagai berikut:     N1 = NaCl 50 ppm = 50 mg NaCl + 1 Liter air N2 = NaCl 100 ppm = 100 mg NaCl + 1 Liter air N3 = NaCl 150 ppm = 150 mg NaCl + 1 Liter air N4 = NaCl 200 ppm = 200 mg NaCl + 1 Liter air

4. Pindahkan bibit tomat yang sudah berumur 11 hari ke polybag dan biarkan selama 1 minggu. 5. Setelah 1 minggu, kemudian diberi perlakuan dengan menggunakan NaCl. 6. Lakukan pengukuran tinggi tanaman 1 minggu sekali selama 35 hari. 7. Data yang diperoleh dimasukkan ke dalam kolom input data.

F. Tempat dan Waktu Praktikum Praktikum ini akan dilaksanakan di Laboratorium, dan direncanakan berlangsung pada bulan November-Desember 2011.

G. Tabel Input Data Tabel 1. Tabel pengamatan tinggi tanaman tomat selama 35 hari (5 X pengamatan). Perlakuan Ulangan C0
I II III IV V VI I II III IV V VI I II III IV V VI I II III IV V VI I II III IV V VI

Tinggi Tanaman Pengamatan Ke I II III IV V

N1

N2

N3

N4

Total

H. Penilaian
ASPEK YANG DINILAI NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA SISWA Kerjasama Ketepatan Penguasaan Total Kedisiplinan kelompok menggunakan prosedur Kebersihan alat/bahan kerja

DAFTAR PUSTAKA
Cahyono B. 2005. Tomat, Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kinisius. Yogyakarta. Iwanudin. 2010. Khasiat dan Manfaat Tomat. http://blog..com// (Diakses 19 febuari 2011). Muliawan Mijil Aji. 2007. Unsur Hara Yang Dibutuhkan Tanaman. http://www.scribd.com/doc/41157415/Unsur-Hara-Yang-Dibutuhkan-Tanaman diakses pada tanggal 23 juli 2011. Ratna. 2007. Journal Tomat dan Pertumbuhan. http://.ui.ac.id/upload/artikel/03//.PDF (Diakses 20 febuari 2011).

Lampiran 8. Surat Izin Penelitia

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful