BAB I PENDAHULUAN

1.1 IDENTIFIKASI MASALAH
1

Minahasa (dahulu disebut Tanah Malesung) adalah kawasan semenanjung

yang berada di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Kawasan ini terletak di bagian timur laut pulau Sulawesi, yang mencakup luas 27.515 km persegi, dan terdiri dari empat daerah, yaitu : Bolaang Mongondow, Gorontalo, Minahasa dan kepulauan Sangihe dan Talaud. Minahasa juga terkenal akan tanahnya yang subur yang menjadi rumah tinggal untuk berbagai variasi tanaman dan binatang, darat maupun laut. Terdapat berbagai tumbuhan seperti kelapa dan kebun-kebun cengkeh, dan juga berbagai variasi buah-buahan dan sayuran. Fauna Sulawesi Utara mencakup antara lain binatang langka seperti burung Maleo, Kuskus, Babirusa, Anoa dan Tangkasi (Tarsius Spectrum). Nama dari tanah Minahasa telah diubah beberapa kali: Batacina-MalesungMinaesa dan akhirnya nama saat Minahasa yang artinya "menjadi satu kesatuan". Nama ini berasal dari perang melawan Kerajaan Bolaang Mangondow selatan. Minahasa secara etimologi berasal dari kata Mina-Esa (Minaesa) atau Maesa yang berarti jadi satu atau menyatukan, maksudnya harapan untuk menyatukan berbagai kelompok sub-etnik Minahasa. Nama "Minahasa" sendiri baru digunakan belakangan. "Minahasa" umumnya diartikan "telah menjadi satu". Palar mencatat, berdasarkan beberapa dokumen sejarah disebut bahwa pertama kali yang menggunakan kata "minahasa" itu adalah J.D. Schierstein, Residen Manado, dalam laporannya kepada Gubernur Maluku pada 8 Oktober 1789. "Minahasa" dalam laporan itu diartikan sebagai Landraad atau "Dewan Negeri" (Dewan Negara) atau juga "Dewan Daerah".

Hal | 1

Nama Minaesa pertama kali muncul pada perkumpulan para "Tonaas" di Watu Pinawetengan (Batu Pinabetengan). Nama Minahasa yang dipopulerkan oleh orang Belanda pertama kali muncul dalam laporan Residen J.D. Schierstein, tanggal 8 Oktober 1789, yaitu tentang perdamaian yang telah dilakukan oleh kelompok sub-etnik Bantik dan Tombulu (Tateli), peristiwa tersebut dikenang sebagai "Perang Tateli".

1.2 SUB-SUKU MINAHASA
2

Suku Minahasa adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Sulawesi

Utara, Indonesia. Suku Minahasa merupakan suku bangsa terbesar di provinsi Sulawesi Utara. Suku Minahasa terbagi atas sembilan sub-suku: 1. Babontehu 2. Bantik 3. Pasan Ratahan (Tounpakewa) 4. Ponosakan 5. Tonsea 6. Tontemboan 7. Toulour 8. Tonsawang 9. Tombulu Di antara sembilan sub-suku di atas, yang termasuk sub-suku terbesar adalah Tontemboan, Tonsea, Tombulu, Toulour, dan Bantik.

1.3 ASAL USUL SUKU MINAHASA

Daerah Minahasa di Sulawesi Utara diperkirakan pertama kali telah dihuni oleh manusia sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Para peneliti memperkirakan suku bangsa Minahasa berasal dari Formosa Taiwan, keturunan suku bangsa Austronesia dari Formosa Taiwan, yang melakukan perjalanan panjang melalui

Hal | 2

Persamaan dengan Mongol dalam sistem kepercayaan dapat dilihat pada agama asli Minahasa Shamanisme sama seperti Mongol. wilayah selatan Minahasa kemudian berkembang dan berpindah ke Nieutakan (daerah sekitar tompaso baru saat ini). Karema.C Baekman dan M. 1. dimengerti sebagai "manusia langit". Toar dan Karema. Kelompok-kelompok awal ini kemudian berkembangan biak dan bermigrasi ke beberapa wilayah di tanah Minahasa. orang Minahasa berasal dari ras Mongolscheplooi yang sama dengan pertalian Jepang dan Mongol ialah memiki lipit Mongoloid dan kesamaan warna kulit. lalu berpindah ke pegununggan Wulur Mahatus. tempat semula dari Lumimuut dan Toar serta keturunannya disebut Wulur Mahatus. Hal | 3 .L.Terdapat tiga tokoh sentral terkait dengan leluhur orang Minahasa. Pada masa ini pemerintahan menggunakan sistem kerajaan.B Van Der Jack. Banyak terdapat kemiripan bahasa dari bahasa Minahasa dengan bahasa-bahasa di Formosa Taiwan. Ketika hadir pemimpin yang semakin lama pemerintahan semakin korup dan sewenangwenang. dan Lumimuut dan Toar adalah leluhur dan cikal bakal dari orang-orang Minahasa.4 LEGENDA SUKU MINAHASA 3 Orang Minahasa yang dikenal dengan keturunan Toar Lumimuut sekitar abad 1 (pertama) pemukiman leluhur terlebih dulu berdiam di sekitar pesisir Likupang.Seorang raja bertahta berdasarkan garis keturunan. maka terjadilah revolusi rakyat yang menggulingkan pemerintahan monarki.Orang Minahasa pada waktu itu dibagi dalam 3 (tiga) golongan yaitu : Makarua Siow (2x9) : para pengatur Ibadah dan Adat Makatelu Pitu (3x7) : yang mengatur pemerintahan Pasiowan Telu (9x7) : RakyatPembagian golongan berdasarkan keturunan darah. yaitu kuning langsat.Manusia awal di Minahasa yang berasal dari Lumimuut dan Toar. Berdasarkan pendapat para ahli A.Filipina dan terus ke Sulawesi. yaitu Lumimuut.

istilah Awu dipakai dalam keluarga batih (rumah tangga) dan di pergunakan banyaknya penduduk di satu kampung. Sampai sekarang di Minahasa masih banyak di dapati tempat masak terbuat dari kayu atau bambu di isi dengan tanah atau abu.BAB II PEMBAHASAN 2.Anggota Awu terdiri dari ayah. Sebagai kepala dari Awu bertindak si Ama (ayah) dan bila ia meninggal dunia maka si Ina (ibu) yang menggantikannya. Dalam hubungan masyarakat. bila seorang anggota keluarga yang sudah dewasa membentuk rumah tangga baru. Hal | 4 . maka rumah tangga baru itu mendapat ruangan tersendiri di keluarga pria atau wanita. Kepala di sini lebih dititik beratkan pada arti adanya rumah tangga dan kewajiban membela rumah tangga terhadap serangan dari luar.Awu akhirnya di artikan sebagai rumah tangga. Istilah itu sebenarnya berarti abu. juga di pakai dalam arti dapur.Ruangan terpisah itu dilengkapi dengan satu tempat masak sendiri. Karena itu pulalah orang yang sudah menikah saling menyebut Ka Awu (Ka = teman. dan anak-anak. yang berarti yang menempatinya telah berdiri sendiri. kakak).Dalam masyarakat Minahasa kuno sedapatnya seluruh keluarga baik yang sudah menikah atau belum tinggal di satu rumah besar berbentuk bangsal yang di dirikan di atas tiang tiang tinggi.1 KEKERABATAN Masyarakat Minahasa Kuno 4 Keluarga batih sebagai kelompok terkecil dalam masyarakat Minahasa di sebut Awu.Bangunan di atas tiang tinggi itu erat hubungannya dengan keamanan. ibu. Beradanya fungsi kepala di sini dalam tangan sang ayah bukan berarti kekuasaan mutlak pengaturan rumah tangga berada di tangannya.Dalam ketentuan adat untuk pengurusan rumah tangga si Ama dan Ina wajib bermusyawarah untuk mengambil keputusan dan menentukan kebijakan.Ruangan tempat masak itulah yang di sebut awu. Menurut ketentuan adat.

Akibat proses ini terciptalah kompleks bangsal-bangsal dalam satu kesatuan yang di sebut Ro'ong atau Wanua. pembangunan bangsal baru harus berdekatan dengan bangsal lama.Pada mulanya Lukar ini dititik Hal | 5 . Walak Perkawinan perkawinan antara anggota Taranak membentuk Taranak-Taranak baru.Pimpinan Taranak di pegang oleh Ama dari keluarga cikal bakal yang di sebut Tu'ur. hubungan antar Awu dan Taranak sampai dengan mengadili dan menghukum anggota anggota yang bersalah. membentuk kompleks yang semakin luas .Hal ini menyangkut pengurusan kepentingan bersama. pada tingkat Taranak peranan si Ina tidak terlalu menonjol.Dari perkawinan terbentuklah keluarga besar yang meliputi beberapa bangsal. dan masalah lahan pertanian bersama. Tugas utama Tu'ur adalah melestarikan ketentuan ketentuan adat. dan arti Taranak sebagai satu kesatuan menjadi lebih abstrak. Menurut kebiasaan. keamanan.Untuk pengurusan wilayah. mengatur perkawinan anggota-anggota Taranak. karena hal itu juga menjadi ketentuan adat. dipakailah kesatuan teritorial. mengatur cara cara mengerjakan lahan pertanian yang di miliki bersama.Kompleks bangsal bangsal ini yang di huni oleh penduduk yang berhubungan kekeluargaan di namakan Taranak. Tetapi apapun yang dikerjakannya bila hal itu menyangkut keamanan dan prestise Taranak. meliputi hubungan antar Awu. Dengan kata lain fungsi identifikasi mulai bergeser dari bentuk hubungan darah ke bentuk pemukiman. Wilayah hukum Wanua meliputi kompleks bangsal itu sendiri dan wilayah pertanian dan perburuan sekitarnya yang merupakan milik bersama para penghuni Ro'ong atau Wanua itu.Untuk itu sebagai alat identifikasi para penghuni kompleks bangsal. Berlainan dengan di tingkat Awu yang mana pengurus berada dalam tangan Ama dan Ina bersama sama. Taranak.Pemimpin Ro'ong atau Wanua disebut Ukung yang berarti kepala atau pimpinan.Batas penentuan sesuatu Taranak sebagai satu masyarakat hukum mulai menjadi kabur. Roong / Wanua. Bangsal bangsal mulai bertumbuh berkelompok. ia senantiasa minta pendapat dari para anggota Taranak. Ro'ong atau Wanua di bagi dalam beberapa bagian yang disebut Lukar.

Dari nama itu jelas terlihat bahwa seluruh keputusan yang diambil merupakan hasil dari musyawarah. Hukuman ini sangat berat sebab tidak seorang pun dari Taranak yang menghiraukan nasib dari terhukum.Pembagian ini sesuai dengan yang sudah disepakati bersama. Sanksi atas penolakan dari Paesa in Deken ini sangat berat.Penasihat penasihat seperti ini adalah para tetua yang dihormati dan disegani yang dianggap bijaksana. Telah menjadi suatu kelaziman bahwa pada setiap akhir pengutaraan pendapatnya.Namun. yaitu : pengucilan dari masyarakat . Ketentuan inilah yang merupakan kewibawaan dari pada para kepala/tu'a di Minahasa pada zaman dulu. Para pemimpin Minahasa sejak berabad yang lalu mendasarkan keputusannya pada apa musyawarah atau Paesa in Deken (tempat mempersatukan pendapat).beratkan pada keamanan sehingga akhirnya Lukar di ganti menjadi Jaga. tidak mempunyai cacat dan dapat dijadikan contoh di dalam Wanua. terutama dalam hal hal yang sulit dalam masalah adat. Para Ukung juga mempunyai pembantu yang di sebut Meweteng.Selain itu pula ada pembantu Ukung yang berfungsi sebagai penasihat. sang pemimpin senantiasa selalu mengatakan: "Dai Kua?" (bukankah begitu?) dan hampir selalu jawaban dari anggota adalah: "Taintu" (memang begitu). Bila ia menjadi incaran musuh. Sudah menjadi ketentuan bahwa semua ketentuan yang di putuskan harus di ikuti walau pun tidak di setujui oleh sebagian anggota. Ro'ong / Wanua bertambah dari waktu ke waktu menjadi beberapa Wanua tertentu yang akhirnya disebut Walak.Sekalipun demikian faktor dominan yang sering menentukan dalam pengambilan keputusan adalah pendapat dari sang pemimpin. bila pemimpin bertindak tidak sesuai dengan ketentuan adat atau meresahkan masyarakat maka para anggota masyarakat Hal | 6 .Tugas mereka mulanya membantu Ukung untuk mengatur pembagian kerja dan pembagian hasil dari Ro'ong / Wanua. yang di namakan Pa Tu'usan (yang dapat dijadikan contoh).Sampai kini di sebagian tempat di Minahasa masih di pakai kata Lukar dalam arti orang orang yang melakukan keamanan di kampung atau di rumah dari lurah. Hal tersebut di dasarkan pada pemikiran bahwa pendapat dari pemimpin adalah pendapat dari sebagian besar dari para anggota. ia tidak dapat mengharapkan untuk mendapatkan pertolongan dari siapapun juga.

Sumber kekerasan hati mereka untuk mempertahankan keputusan musyawarah adalah keyakinan. dan tidak ada satu kekuatan apapun didunia yang dapat menggeser mereka setapak saja. dan memberi kesempatan pada seorang pemimpin untuk itu. Inilah unsur demokrasi yang pernah ada di Minahasa.Dalam hal demikian para Ukung telah di anggap telah melanggar peraturan para dewa.Keputusan yang mereka ambil. Dengan demikian sekalipun Paesaan in Deken mengandung benih otoriterisme." Yang di maksud adalah musyawarah yang diadakan di luar para Ukung. Dalam pemilihan yang menjadi sorotan adalah kualitas. bila keputusan atau kebijaksanaan para Ukung yang di anggap oleh bagian terbesar anggota masyarakat bertentangan dengan ketentuan ketentuan. tanpa memperhitungkan perbedaan dan pengecualian para peserta. Bila ada dua orang yang kualitasnya sama dan sebagai ucapan terima kasih kepada pemimpin itu Hal | 7 . akan mengadakan musyawarah untuk memilih seorang pemimpin baru. kompeni dengan segala kekuasaannya tunduk dan memberikan persetujuan penggantian kedudukan.dengan sekuat tenaga akan menjatuhkan mereka. di artikan bahwa sesuatu yang telah diserahkan kepada dewa yang selalu disebut dalam sumpah itu. musyawarah seperti ini (yang di adakan di luar otoritas para Ukung) merupakan peringatan kepada para Ukung untuk tidak menyalahi ketentuan ketentuan adat. bila seorang Tu'ur in Taranak meninggal dunia para anggota Taranak baik wanita maupun pria yang sudah dewasa. Hal ini telah di demonstrasikan oleh rakyat Minahasa sewaktu menghadapi para kepala Walak. Selain itu di Minahasa tidak pernah ada pewarisan kedudukan seorang kepala. biarpun hal itu akan merugikan dan membawa kehancuran bagi mereka. Pada tahun 1679 Padtbrugge menulis: Diluar musyawarah resmi yang dipimpin oleh para Ukung adapulamusyawarah lain orang orang Minahasa. dalam hal ini mereka tidak akan berubah. Dan keputusan keputusan hanya dapat di ambil berdasarkan suara terbanyak.Atas tekanan rakyat. dan yang telah dimeteraikan dengan sumpah. bahwa para dewa ada di pihak mereka. bukan sekedar memohon pertolongan. adat istiadat yang berlaku.

Buat orang Minahasa. Niatean Mempunyai hati. tempat tinggal.Mempunyai otak. Hal | 8 . Dr. Buat orang Tondano. para Paendon Tua. fam dari laki-laki akan menjadi nama keluarga. Dengan demikian.semasa kepemimpinannya. Setelah menikah. sifat. keluarga wajib menjunjung tinggi martabat dari fam yang disandangnya. seorang yang secara fisik dapat mengatasi keadaan apapun. jelas tidak mudah untuk diakui dan dipilih sebagai pemimpin dalam masyarakat Minahasa di masa lampau. Seorang istri wajib menyandang fam dari suaminya didepan fam-nya sendiri. atau usaha dari pemilik nama pertama itu. keuletan menghadapi segala persoalan. Fam diturunkan berdasarkan garis keturunan orang tua laki-laki (patrilinial) dan wajib digunakan sebagai harkat serta lambang sebagai generasi penerus keluarga. di pilih oleh para Awu”. hal mana dia mempunyai keahlian mengurus Taranakatau Ro'ong. fam (family-name) mewakili jati diri. 3. dan bahkan martabat serta harga diri. mempunyai keberanian.Juga jelas bahwa fungsi pemimpin di Minahasa tidak pernah terjadi karena warisan. Kriteria Kualitas yang di perlukan itu ada tiga ( Pa'eren Telu): 1. dalam hal ini suku besar Minahasa. Nama-nama itu biasanya mencerminkan pekerjaan.Fam yang dipakai turun temurun saat ini berasal dari nama nenek moyang orang Minahasa. sanggup merasakan apa yang dirasakan oleh angota lain. citra. setiap orang dapat di panggil (dipilih) untuk menjalankan pemerintahan. fam sangat dijunjung tinggi. Itu berarti sang ayah dalam masa kepemimpinannya semasa hidupnya adalah pemimpin yang baik. Sesuai dengan adat istiadat di daerah ini. Dan sekali lagi. Mawai . ketekunan.Mempunyai kekuatan dan dapat di andalkan . Anak-anakpun wajib menyandang fam dari ayah. 2. sanggup menghadapi peperangan . Ngaasan . Riedel menulis: “Di Minahasa.

prinsip yang sama kelihatan yang mana para wanita memikul cangkul. Pada waktu pembentukan pimpinan (dalam bahasa tontemboan Kumeter). dimana milik perorangan telah tercipta dan menonjol. Seperti sekarang setiap anggota Mapalus berhak untuk mendapat bantuan dari anggota anggota lain sebagai jasa karena dia sudah membantu anggota lain dalam melakukan pekerjaan baik di sawah. Mapalus masih mempunyai arti yang sama dengan gotong royong karena tanah pertanian masih milik bersama. Akan tetapi karena perkembangan masyarakat selanjutnya. Ketentuan ini bukan berarti wanita mempunyai kedudukan lebih rendah akan tetapi kaum pria mempunyai kewajiban untuk menjaga keamanan rombongan Mapalus itu.2 Budaya Mapalus (tolong menolong) Dalam Mapalus. dan mereka di haruskan membawa parang. tombak dan alat perang lainnya. sesudah teripilih. rumah dll.Dan ketentuan ini masih berlangsung sampai sekarang di beberapa daerah di Minahasa. maka arti Mapalus berubah menjadi tolong menolong.3 KEPERCAYAAN Orang Minahasa dahulu kala mempunyai sistem kepercayaan tradisional yang bersifat monotheisme. ladang. Agama asli Minahasa oleh orang eropa disebut Alifuru yang memiliki ciri animisme. Arti Mapalus telah mengalami perubahan seiring dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan. Agama suku minahasa adalah agama yang memuja adanya satu pencipta yang superior yang disebut Opo Wailan Wangko. Orang Minahasa juga mengenal adanya kekuatan semacam dewa yaitu orang-orang tua yang memiliki kekuatan spiritual maupun yang dihormati dan disegani (para dotu) Hal | 9 . sekop dll. Empung. sambil mengucapkan "sebagaimana kerasnya aku mencambukmu begitu juga kerasnya kau harus mencambuk anggota yang malas dan pelanggar peraturan". walaupun hal ini ditolak oleh sejumlah ahli.2. Ketentuan organisasi Mapalus ini di jalankan dengan ketat sama dengan ketentuan adat lainnya. pemimpin harus di cambuk oleh salah satu pimpinan di kampung dengan rotan. 2. Pada mulanya dalam masyarakat kuno.

kematian maupun dalam bentuk-bentuk pemberian kekuatan gaib dalam menghadapai berbagai jenis bahaya. benda berkekuatan gaib. dewa tertinggi. Pada saat belanda masuk di minahasa pemeluk katolik di alihkan menjadi protestan. Sang esa dikenal dengan nama empung atau Opo Wailan Wangko. Pada saat bangsa Eropa tiba di Minahasa.yang telah meninggal. jiwa manusia. dan dunia akhirat). Pada mulanya agama Kristen Katolik disebarkan oleh misionaris bangsa spanyol dan portugis abad ke 16 dan 17 dan dilanjutkan abad ke 19. Katolik maupun Islam merupakan peninggalan sistem religi zaman dahulu sebelum berkembangnya agama Kristen. Para dotu ini menjadi medium manusia di bumi dengan empung di dunia atas. makhluk dan kekuatan adikodrati (yang dianggap “baik” dan “jahat” serta manipulasinya. penduduk percaya ada dunia tengah (kalahwakan) yang didiami para dotu. serta yang berhubungan dengan pekerjaan atau mata pencaharian. Disamping dunia manusia di bumi. Unsur-unsur ini mencakup : konsep-konsep dunia gaib. Hal | 10 . Unsur-unsur ini tentu juga tampak dalam wujud sebagai kedukunan (sistem medis makatana) yang sampai sekarang masih hidup. tempat keramat. Opo Menambo-nembo. Opo renga-rengan yang bermukim di kasendukan serta dilayani para Opo (dewa). perkawinan. tapi pergi ke tempat tinggal leluhurnya. Kedudukan kolonial belanda yang bertahan selama 3 abad di Minahasa menyebabkan orang Minahasa lebih banyak memeluk aliran protestan. Unsur-unsur religi pribumi terdapat dalam beberapa upacara adat yang dilakukan orang yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa lingkaran hidup individu. agama Kristen diterima dengan tangan terbuka. Leluhur awal mempercayai jiwa manusia tidak mati. Penyebaran protestan dilakukan oleh Zendeling (pekabar injil belanda) berkebangsaan jerman dan belanda. Unsur-unsur kepercayaan pribumi yang dapat disaksikan pada orang Minahasa yang sekarang secara resmi telah memeluk agama-agama Protestan. Mereka ini kemudian disebut sebagai Opo (suku Tontemboan menyebutnya Apo). orang berkekuatan gaib. seperti kelahiran.

Karema yang mewujudkan diri sebagai manusia adalah sebagai penunjuk jalan bagi lumimuut (wanita sebagai manusia pertama) untuk mendapatkan keturunan seorang pria yang bernama to’ar. atau sering disebut dotu yang pada masa hidupnya adalah seorang yang dianggap sakti dan juga sebagai pahlawan seperti pemimpin-pemimpin komunitas besar ( kepala walak dan komunitas desa. pok. Ada kepercayaan bahwa opo-opo yang baik akan senantiasa menolong manusia yang dianggap sebagai cucu mereka (puyun) apabila mengikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan. ataupun kekuatan sakti yang diberikan akan hilang. lulu.Dalam mitologi orang Minahasa rupanya sistem kepercayaan dahulu mengenal banyak dewa. puntianak. Disamping itu. berjudi dsb. ada juga opo-opo yang memberikan kekuatan sakti untuk hal-hal yangtidak baik. seperti untuk mencuri. Untuk menghadapi halhal tersebut sangat dirasakan peranan dari opo-opo yang dapat menghadapi atau mengalahkan mereka atau mengatasi gangguan dari mereka. yang juga dianggap sebagai pembawa adat khususnya cara-cara pertanian yaitu sebagai cultural hero (dewa pembawa adat). hantu-hantu dan kekuatan gaib lainnya. Usaha manusia untuk mengadakan hubungan dengan makhluk-makhluk tersebut bertujuan supaya hidupmereka tidak diganggu sebaliknya dapat dibantu dan dilindungi. Mereka juga dalam hidupnya memiliki keahlian dan prestasi seperti dalam perang. salah satunya adalah dewa tertinggi. dengan mengembangkan suatu kompleks sistem upacara pemujaan yang dahulu dikenal sebagai na’amkungan atau ma’ambo atau masambo. tona’as).pok dsb yang dianggap berada di tempat tertentu dan pada saat dan keadaan tertentu dapat mengganggu manusia. Pelanggaran yang terjadi dapat mangakibatkan yang bersangkutan akan mengalami bencana atau kesulitan hidup akibat murka opo-opo. Opo wailan wangko dianggap sebagai pencipta seluruh alam dan isinya yang dikenal oleh manusia yang memujanya. Dewa yang penting sesudah dewa tertinggi ialah karema. Roh (mukur) orangtua sendiri ataupun roh-roh kerabat yang sudah meninggal dianggap selalu berada di sekitar keluarganya yang masih hidup. Roh leluhur juga disebut opo. yang sewaktu-waktu datang menunjukkan Hal | 11 .Dunia gaib sekitar manusia dianggap didiami oleh makhluk-makhluk halus seperti rohroh leluhur baik maupun jahat. Dewa oleh penduduk disebut empung atau opo. Konsepsi makhluk halus lainnya seperti hantu ialah panunggu. keagamaan dan kepemimpinan. dan untuk sewa yang tertinggi disebut opo wailan wangko.

Mukur yang demikian tidak dianggap berbahaya malahan bisa menolong kerabatnya. Terlepas dari tingkat Hal | 12 . Agama-agama resmi yang umum diatur oleh orang Minahasa antara lain Protestan (yang terdiri dari berbagai sekte). Tokoh tradisional yang melakukan dan memimpin upacara keagamaan pribumi dikenal dengan nama walian. dan keketer (kekuatan). sesuai dengan aturan-aturan agama Kristen. Konsepsi jiwa dan roh ini disebut katotouan. rupanya memiliki konsepsi yang sama dengan jiwa sesudah meninggalkan tubuh karena mati atau roh. Ucapan berupa sumpah dan kutukan juga dikenal sebagai kata-kata yang dianggap dapat mengakibatkan malapetaka. maka konsepsi dunia akhirat (sekalipun untuk mereka yang masih melakukan upacaraupacara kepercayaan pribumi untuk mendapatkan kekuatan sakti dari makhluk-makhluk halus) ialah surga bagi yang selamat. misalnya pada malam bulan purnama. apalagi kalau yang mengatakannya orangtua. Gegenang adalah unsur yang utama dalam jiwa. pemendam (perasaan). Pada saat sekarang.dirinya dalam bentuk bayangan atau mimpi atau dapat pula melalui seseorang sebagai media yang dimasuki oleh mukur sehingga bisa bercakap-cakap dengan kerabatnya. batubatu besar dan di bawah pohon besar.Jiwa yang dianggap sebagai kekuatan yang ada dalam tubuh manusia yang menyebabkan adanya hidup. serta neraka bagi yang berdosa dan tidak percaya. Gejala alam seperti gunung meletus dan hujan lebat bersama petir secara terusmenerus dianggap sebagai amarah para dewa. Upacara dilakukan pada saat tertentu. pemimpin upacara dapat dipegang oleh wanita atau pria. katolik dan Islam. Upacara-upacara keagamaan pribumi masih banyak dilakukan oleh orang Minahasa sebagai perwujudan untuk mengadakan hubungan dengan dunia gaib atau sebagaikelakuanreligi atas dasar suatu emosi keagamaan. Unsur kejiwaan dalam kehidupan manusia adalah : gegenang (ingatan). bisa juga di tempat-tempat keramat seperti kuburan opo-opo. kata-katanya dianggap memiliki kekuatan sakti. upacara-upacara itu diantaranya adalah yang biasa dilakukan pada malam hari di rumah tona’as atau di rumah orang lain. Pada saat tertentu yang dianggap penting upacara dapat dilakukan di Watu Pinabetengan. tempat dimana secara mitologis paling keramat di Minahasa.

raja Sanger) yang mereka dengar dan temui disaat barter bahan bahan keperluan rumah tangga. peraturan tidak diindahkan Adat istiadat rusak. dimana kekuasaan dijalankan dengan sewenang-wenang. Hal ini membuat beberapa dari golongan Walian Makaruwa Siyow (eksekutif ingin diperlakukan sebagairaja. Sebelum membuka perkebunan. bukanlah adat pemerintahan yang diturunkan OpoToar Lumimuut. berpikir.kepercayaan perseorangan. Di Minahasa tidak dikenal sistim perbudakan. Alasannya karena. tatanan kehidupan di Minahasa menjadi tidak menentu. Perebutan tanah pertanian antar keluarga. seperti di kerajaan Bolaang. Sangir.Ukung artinya kungkung = lindung = jaga. sebagaimana lazimnya di daerah lain pada zaman itu. unsur-unsur religi pribumi tidak dapat dilepaskan dari kehidupan keagamaan. 2. serta didalam mengambil Kehidupan demokrasi dan kerakyatan terjamin Ukung Tua tidak boleh memerintah rakyat dengan sewenang-wenang karena rakyat itu adalah anak-anak dan cucu-cucunya. Kepala pemerintah adalah kepala keluarga yang gelarnya adalah Paedon Tu’a atau Patu’an yang sekarang kita kenal dengan sebutan Hukum Tua. Misalnya komponen pribumi terpadu bersama komponen Kristen yang diluar upacara-upacara formal Gerejawi seperti yang terlihat dalam upacara-upacara dari masa hamil sampai masa meninggal maupun pada perilaku keagamaan sehari-hari. Kata ini berasal dari Ukung Tua yang berarti Orang tua yang melindungi.4 PEMERINTAHAN Sejak awal bangsa Minahasa tidak pernah terbentuk kerajaan atau mengangkat seorang raja sebagai kepala pemerintahan.Akibat pemberontakkan itu. Tua : dewasa dalam usia. berunding dahulu dan setelah itu dilakukan harus dengan mapalus. keluarganya sendiri. raja Ternate. Hal ini membuat golongan makarua/makadua siow (tonaas) merasa perlu mengambil tindakan pencegahan Hal | 13 . seperti raja Bolaang. Setelah cara tersebut dicoba diterapkan dimasyarakat Minahasa oleh beberapa walian/hukum tua timbul perlawanan yang memicu terjadinya pemberontakan serentak di seluruh Minahasa oleh golongan rakyat/Pasiyowan Telu. di Tolour disebut Sumesuweng. Tidore dll. Didalam bekerja terdapat pengatur atau pengawas yang di Tonsea disebut Mopongkol atau Rumarantong. Tobelo.

seperti Tountemboan. Pelaksanaan Hal | 14 . Monondeaga Upacara adat ini merupakan sebuah upacara adat yang biasa dilakukan oleh sukuMinahasa terutama yang berdiam di daerah Bolaang Mongondow. Selain bahasa percakapan di atas. 7)Ponosakan. ada juga masyarakat di Minahasa dan Kota Tomohon khususnya para orang tua yang menguasai Bahasa Belanda karena pengaruh jajahan dari Belanda serta sekolah-sekolah zaman dahulu yang menggunakan Bahasa Belanda. dll. 8)Bantik 2. Bahasa daerah yang paling sering digunakan di Kota Tomohon adalah bahasa Tombulu.dengan mengupayakan musyawarah raya yang dimotori olehTonaas-tonaas senior dari seluruh Minahasa di Watu Pinabetengan. 4)Tonsawang. Toulour. Bitung sampai ke muarasungai Ranoyapo ke gunung Soputan. sampai kira-kira abad ke-14. 2) Tombulu Tonsea. Tonsawang.Luas Minahasa pada jaman ini adalah dari pantai Likupang. 6)Pasan.5 BAHASA Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Kota Tomohon selain menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa percakapan juga menggunakan bahasa daerah Minahasa. karena memang wilayah Tomohon termasuk dalam etnis Tombulu. Ponosakan adalah termasuk wilayah kerajaan Bolaang Mongondow. gunung Kawatak dan sungai Rumbia Wilayah setelah sungai Ranoyapo dan Poigar. Dalam musyawarah yang dihadiri oleh seluruh keturunan Toar Lumimuut. 2. Seperti diketahui di Minahasa terdiri dari delapan macam jenis bahasa daerah yang dipergunakan oleh delapan etnis yang ada. memilih Tonaas Kopero dari Tompakewa sebagai ketua yang dibantu anggota Tonaas Muntuuntu dari Tombulu dan Tonaas Mandey dari Tonsea mereka bertugas untuk konsolidasi ketiga golongan Minahasa tsb. Ratahan. Tombulu. 5) Ratahan. Bahasa daerah Minahasa terdiri dari: 1) Tountemboan.6 UPACARA ADAT 1. 3)Toulour (Tondano).

Kemudian selepas acara mendoakan hasil bumi ini selesai maka dilanjutkan dengan makan-makan bersama aneka jenis makanan yang sebelumnya telah disiapkan oleh ibu-ibu tiap rumah. Secara garis besar. Prosesi dari upacara adat ini adalah secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut: Masyarakat yang hendak melaksanakan upacara Mupuk Im Bene ini membawa sekarung padi bersama beberapa hasil bumi lainnya ke suatu tempat dimana upacara ini akan dilakanakan (biasanya di lapangan atau gereja) untuk didoakan. Metipu Metipu merupakan sebuah upacara adat dari daerah Sangihe Talaud berupa penyembahan kepada Sang Pencipta alam semesta yang disebut Benggona Langi Duatan Saluran. Hal | 15 . esensi dari ritual ini sendiri adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas segala rizki yang mereka dapat. atau yang dalam bahasa setempat disebut dengan Pallen Pactio.upacara adat ini sendiri adalah untuk memperingati atau mengukuhkan seorang anak perempuan ketika memasuki masa pubertas yang ditandai dengan datangnya haid pertama. sebagai bentuk permuliaan penduduk setempat terhadap pencipta-Nya. 3. Mupuk Im Bene Sebenarnya upacara Mupuk Im Bene itu hakikatnya mirip dengan upacara syukuran selepas melaksanakan panen raya. agar kecantikan dan kedewasaan sang anak gadis lebih mencorong. upacara adat ini dilakukan sebagai bentuk syukur dan sekaligus semacam uwar-uwar bahwa anak gadis dari orang yang melaksanakan upacara adat ini telah menginjak masa pubertas. seperti halnya yang lazim kita saksikan di pulau Jawa ketika menggelar acara mapag sri dan atau munjungan. Dan memang. 2. kemudian gigi diratakan (dikedawung) sebagai pelengkap kecantikan dan tanda bahwa yang bersangkutan sudah dewasa. Prosesi dari upacara adat ini adalah dengan membakar daun-daun dan akar-akar yang mewangi dan menimbulkan asap membumbung ke hadirat-Nya. Untuk itu. maka dalam upacara adat ini sang gadis kecil pun daun telinganya ditindik dan dipasangi anting-anting layaknya gadis yang mulai bersolek.

4. Watu Pinawetengan Suku Minahasa memiliki satu upacara adat yang memang dilaksanakan untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan anatar penduduknya. tapi sehari sebelum perkawinan pada saat "Malam Gagaren" atau malam muda-mudi. Konon berdasarkan cerita rakyat yang dipegang secara turun temurun. Setelah tekad disampaikan mereka menghentakkan kaki ke tanah tiga kali. Sementara inti dari upacara yang diselenggarakan di depan batu besar itu adalah wata’ esa ene yakni pernyataan tekad persatuan. Diiringi musik instrumentalia kolintang. Pada penghujung acara para pelaku upacara bergandengan tangan membentuk lingkaran sembari menyanyikan Reranian: Royorz endo. Semua perwakilan kelompok etnis yang ada di Tanah Toar Lumimut mengantarkan bagian peta tanah Minahasa tempat tinggalnya dan meletakkan di bagian tengah panggung perhelatan. Acara mandi di pancuran air saat ini jelas tidak dapat dilaksanakan lagi. ketika Johann Gerard Friederich Riedel pada tahun 1888 melakukan penggalian di bukit Tonderukan.7 Pernikahan Suku Minahasa Proses pernikahan adat yang selama ini dilakukan di tanah Minahasa telah mengalami penyesuaian seiring dengan perkembangan jaman. Misalnya ketika proses perawatan calon pengantin serta acara "Posanan" (Pingitan) tidak lagi dilakukan sebulan sebelum perkawinan. Dan konon lagi kegunaan dari batu tersebut merupakan batu tempat duduk para leluhur melakukan perundingan atau orang setempat menyebutnya Watu Rerumeran ne Empung. siapa yang harus bicara. 2. ternyata penggalian berhasil menemukan batu besar yang membujur dari timur ke barat. penegasan tekad itu disampaikan satu persatu perwakilan menggunakan pelbagai bahasa di Minahasa. serta cara beribadat. Dan memang. pada zaman dahulu terdapatlah sebuah batu besar yang disebut tumotowa yakni batu yang menjadi altar ritual sekaligus menandai berdirinya permukiman suatu komunitas. Hal | 16 . Batu tersebut merupakan tempat bagi para pemimpin upacara adat memberikan keputusan (dalam bentuk garis dan gambar yang dipahat pada batu) dalam hal membagi pokok pembicaraan. Upacara adat itu dalam sukuMinahasa disebut dengan upacara Watu Pinawetengan.

Dalam pelaksanaan upacara adat perkawinan sekarang ini. sedangkan di upacara di dilakukan rumah dirumah pihak pihak pengantin wanita.Setelah kedua pengantin duduk di Hal | 17 . Siang hari kedua pengantin pergi ke catatan sipil atau Departemen Agama dan melaksanakan pengesahan/pemberkatan nikah (di Gereja). seperti di desa Tombuluan.Hal pria. upacara Tawa’ang dan minum dari mangkuk bambu (kower). Tondano mengenal upacara membelah setengah tiang jengkal kayu Lawang dan TonseaMaumbi mengenal upacara membelah Kelapa.Yang dapat dilakukan saat ini adalah mandi adat "Lumelek" (menginjak batu) dan "Bacoho" karena dilakukan di kamar mandi di rumah calon pengantin.Misalnya pengantin pria ke rumah pengantin wanita lalu ke Gereja dan kemudian ke tempat acara resepsi. makan malam dan sebagai acara terakhir (penutup) ialah dansa bebas yang dimulai dengan Polineis. semua acara/ upacara perkawinan dipadatkan dan dilaksanakan dalam satu hari saja. Upacara perkawinan adat Minahasa dapat dilakukan di salah satu rumah pengantin pria ataupun wanita. melempar bunga tangan. Prosesi upacara adat berlangsung tidak lebih dari sekitar 15 menit. diikuti dengan acara melempar bunga tangan dan acara bebas tari-tarian dengan iringan musik tradisional. ini Tomohon-Tombulu pengantin mempengaruhi prosesi perjalanan pengantin. dilanjutkan dengan kata sambutan. yang kemudian dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Sedangkan upacara membelah kayu bakar hanya dikenal oleh sub-etnis Tombulu dan Tontemboan. Pada acara ini biasanya dilakukan upacara perkawinan adat. memakai busana pengantin. potong kue pengantin. memakai mahkota dan topi pengantin untuk upacara "maso minta" (toki pintu). acara salaman. Ternyata keempat wilayah sub-etnis tersebut mengenal upacara Pinang. Di Langowan-Tontemboan. merias wajah. Karena resepsi/pesta perkawinan dapat ditanggung baik oleh pihak keluarga pria maupun keluarga wanita. maka pihak yang menanggung biasanya yang akan memegang komando pelaksanaan pesta perkawinan.karena tidak ada lagi pancuran air di kota-kota besar. Pagi hari memandikan pengantin. Ada perkawinan yang dilaksanakan secara Mapalus dimana kedua pengantin dibantu oleh mapalus warga desa.

si meninggal menularkan bibit penyakit tipus dan kolera melalui celah yang terdapat di antara badan waruga dan cungkup waruga.Baru sekitar abad IX Suku Minahasa mulai menggunakan waruga.pelaminan. Kemudian di tahun 1870. karena waktu itu mulai berjangkit berbagai penyakit. Kemudian dilakukan upacara "Pinang Tatenge’en". terjadi perubahan dalam kebiasaan menggunakan daun woka.Orang yang telah meninggal diletakkan pada posisi menghadap ke utara dan didudukkan dengan tumit kaki menempel pada pantat dan kepala mencium lutut.Kemudian dilakukan upacara Tawa’ang dimana kedua mempelai memegang setangkai pohon Tawa’ang megucapkan ikrar dan janji.Waruga yang memiliki ukiran dan relief Hal | 18 .Acara berikutnya adalah membelah kayu bakar. kemudian minum dan tempat minum terbuat dari ruas bambu muda yang masih hijau. maka upacara adat dimulai dengan memanjatkan doa oleh Walian disebut Sumempung (Tombulu) atau Sumambo (Tontemboan). Dikhawatirkan. 2.Kebiasaan dibungkus daun ini berubah dengan mengganti wadah rongga pohonkayuatau nibung kemudian orang meninggal dimasukkan ke dalam rongga pohon lalu ditanam dalam tanah. suku Minahasa mulai membuat peti mati sebagai pengganti waruga.Lambat laun.Tujuan dihadapkan ke bagian Utara yang menandakan bahwa nenek moyang Suku Minahasa berasal dari bagian Utara.Seluruh rombongan adat mohon diri meninggalkan pentas upacara. agama Kristen mengharuskan mayat dikubur di dalam tanah mulai menyebar di Minahasa. meja upacara adat yang tersedia didepan pengantin diangkat dari pentas pelaminan. Tontemboan membelah tiga potong kayu bakar.Bersamaan dengan itu pula. Tombulu membelah dua. di antaranya penyakit tipus dan kolera. simbol sandang pangan.Sekitar tahun 1860 mulai ada larangan dari Pemerintah Belanda menguburkan orang meninggal dalam waruga.Selanjutnya kedua pengantin makan sedikit nasi dan ikan.8 Sejarah Cara penguburan suku Minahasa Mula-mula Suku Minahasa jika mengubur orang meninggal sebelum ditanam terlebih dulu dibungkus dengan daun woka (sejenis janur). Sesudah itu.

9 "Manguni" Burung Ajaib Yang Dianggap Suci Oleh Suku Minahasa Burung Manguni atau Burung Tootosik. Setiap Manguni melakukan 'hoot'nya nyaring mengalun dan dilakukan berturut 3 kali 9 (Telu Makasiou). dianggap suci dan ajaib oleh suku Minahasa. yakni Angka Setan. mungkin sudah banyak dilupakan atau sudah tidak diketahui oleh orang Minahasa. 3 memiliki arti tiga kekuatan.Ukiran dan relief tersebut menggambarkan berapa jasad yang tersimpan di waruga yang bersangkutan sekaligus menggambarkan mata pencarian atau pekerjaan orang tersebut semasa hidup. Karena dari burung Manguni ini ada terdapat banyak kekuatan yang dianggap gaib. umumnya tetap menjadi yang disebut Burung Manguni (mauni : mengamati) yang memang ditugaskan oleh Opo Empung Wangko (Tuhan) untuk selalu memberi petunjuk kepada suku Minahasa dan dianggap suci. Sulawesi Utara. Mereka tidak tahu jalan lalu mereka di bimbing oleh Burung Manguni dan pada akhirnya mereka mengerti akan perilaku dari Burung Manguni Makasiyow (Makasiou).Pada umumnya karena hal ini memang di rahasiakan dan hanya diwariskan lewat lisan saja. mereka disuruh pergi ke tanah yang dijanjikan oleh Opo Empung Wangko.umumnya terdapat di Tonsea. yaitu : 999. Tanda ini dipakai juga ketika menemukan tempat awal untuk di tinggali serta bisa juga untuk mengabulkan keinginan seseorang. Indonesia. Angka 3 itu sendiri mengandung arti 9 kekuatan dari hitungan 3 x 3 = 9. Kabupaten Minahasa Utara. maka Angka Suci orang Manado dari Suku Minahasa. Alam. ada juga sebutan lainnya. Disaat leluhur suku Minahasa sedang hanyut karena peristiwa air bah dan pada akhirnya reda. yakni : Tuhan. Angka sempurna kebalikan dari angka manusia 666. Hal | 19 . Karena itu. Manusia. maka menjadi pertanda baik untuk menyerang dalam perang dan pasti akan menang.Di Minahasa bagian utara.Namun. yaitu sebuah desa yang terletak di antara Tondano (ibukota Kabupaten Minahasa) dengan Airmadidi (ibukota Kabupaten Minahasa Utara). 2. pada awalnya waruga-waruga yang ada tersebar yang akhirnya dikumpulkan pada satu tempat. lebih dikenal dengan sebutan Makasiyou (Makasiou). Saat ini waruga yang tersebar tersebut dikumpulkan di Desa Sawangan. tergantung dari daerah Minahasa yang mana.

BAB III PENUTUP 3. Fungsi pemimpin di Minahasa tidak pernah terjadi karena warisan. Di Minahasa. setiap orang dapat di panggil (dipilih) untuk menjalankan pemerintahan. Disarankan agar dengan makalah ini mahasiswa lebih mengenal kebudayaan Minahasa dan menjaga kelestarian adat dan budaya khas yang diwarisi nenek moyang. 3. b. Hal | 20 . ini tercermin dari pengertian awal nama “Minahasa” bukanlah nama etnis melainkan “persatuan” dari sejumlah suku/ sub-etnis tersebut. dan juga budaya Mapalus (tolong-menolong) yang ada pada suku Minahasa. Sistem kekerabatan di Minahasa mengikuti garis keturunan orang tua laki-laki (patrilinial).1 Kesimpulan Minahasa merupakan salah satu suku yang mengutamakan persatuan. Mengenai budaya Mapalus (tolong-menolong) yang ada pada budaya masyarakat Minahasa tetap dipertahankan dan dilestarikan supaya tidak punah dimakan oleh zaman karena sangat bermanfaat untuk kehidupan dalam bemasyarakat.2 Saran a. dikarenakan sejak awal bangsa Minahasa tidak pernah terbentuk kerajaan atau mengangkat seorang raja sebagai kepala pemerintahan.

scribd.END NOTE 1 http://id.org/wiki/Suku_Minahasa 2 http://harveymoningka.com/2012/04/asal-usul-suku-minahasa_30.wikipedia.html 4 http://www.com/doc/34171303/Kebudayaan-Minahasa-Budaya-Nusantara Hal | 21 .blogspot.com/minahasa-north-sulawesi-indonesia/ 3 http://protomalayans.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful