BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Didalam pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu baik faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal yang telah dikemukakan adalah nutrisi yang didapat oleh anak. Orang tua diharapkan mempunyai pemahaman yang tepat tentang nutrisi yang diperlukan anak untuk tumbuh dan berkembang, serta zat gizi yang dibutuhkan anak pada usia tertentu, sehingga dapat diberikan dengan cepat walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan dan status social ekonomi keluarga sangat mempengaruhi ketersediaan nutrisi untuk anak. Untuk itu perawat mempunyai kewajiban untuk membantu orang tua mendapatkan pemahaman dan keterampilan yang tepat dalam memberikan nutrisi pada anak sesuai dengan tahapan usianya. Semua makanan, khususnya untuk bayi dan anak kecil harus memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Ini dapat dicapai dengan menggunakan beragam bahan makanan. Perlu diperhatikan banhayak bahan makanan yang mempunyai volume terlalu besar untuk memenuhi energi dan zat gizi yang dibutuhkan, sehingga susunan bahan – bahan makanan tersebut harus seimbang. Pada petugas kesehatan sebaiknya menganjurkan dan meningkatkan motivasi untuk tetap melestarikan pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayinya. Anjurkan bagi pemberian makanan bayi dan motivasi pada keluarga sebaiknya diteruskan sampai si ibu memutuskan menerima atau menolak untuk memberikan ASI. Si ibu perlu mengetahui bagaimana memberikan makanan tambahan yang dapat disediakan di rumah untuk bayinya, paling tidak setelah umur 6 bulan. Bagi golongan miskin jelas tidak bijaksana menganjurkan suplementasi makanan bayi dengan susu formula komersial. Oleh sebab itu dicarikan alternatif pembuatan makanan bayi yang memenuhi persyaratan gizi, akan tetapi mudah disiapkan di rumah tangga dengan cara yang sederhana dan higienis. Sehubungan dengan bervariasinya pangan yang tersedia serta kebiasaan makanan yang berbeda – beda, anjuran – anjuran sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan situasi setempat.

Kebutuhan Nutrisi Anak

Page 1

1.2 Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang makalah diatas, kami ingin menguraikan beberapa rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apa pengertian nutrisi ? 2. Tujuan dan dampak yang terjadi dari nutrisi pada tumbuh kembang anak? 3. Bagaimana kebutuhan nutrisi di berbagai tingkatan usia anak ? 4. Bagaimana cara menentukan/menghitung kebutuhan nutrisi dan cairan untuk anak pada berbagai tingkatan usia? 1.3 Tujuan Dari Permasalahan Tujuan penulisan makalah dengan studi kepustakaan ini adalah : 1. Agar mahasiswa mampu memahami dan mengetahui tentang kebutuhan nutrisi pada anak. 2. Mengetahui tujuan dan dampak pemberian nutrisi pada anak. 3. Memperoleh pemahaman konsep yang benar tentang bagaimana kebutuhan nutrisi diberbagai tingkatan usia anak. 4. Memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Anak I.

1.4 Metodelogi Penulisan Metode penulisan yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah dengan menggunakan metode kepustakaan yaitu dengan mencari sumber dari berbagai literature baik itu buku maupun dari berbagai media elektronik.

Kebutuhan Nutrisi Anak

Page 2

1.5 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika dari penulisan makalah ini terdiri dari:

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penulisan Metodologi Penulisan Sistematika Penulisan

BAB II PEMBAHASAN BAB III PENUTUP 3.1 3.2 Kesimpulan Saran

DAFTAR PUSTAKA

Kebutuhan Nutrisi Anak

Page 3

lemak. 1985). Tujuan Pemberian Nutrisi Dalam melaksanakan pemberian makanan yang sebaik – baiknya kepada bayi dan anak. 3. yaitu : air (H2O). Nutrien adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh dan berkembang. 2004). perkembangan psikososial. Nutrien adalah zat penyusun bahan makanan yang banyak diperlukan oleh tubuh untuk metabolisme. 5. protein. Back. tetapi juga berdampak pada aspek psikodinamika.1 Definisi Nutrisi adalah keseluruhan berbagai proses dalam tubuh makhluk hidup untuk menerima bahan – bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan – bahan tersebut agar menghasilkan berbagai aktivitas dalam tubuhnya sendiri. dan maturasi organik. Melaksanakan berbagai jenis aktivitas. Mendidik kebiasaan yang baik tentang memakan. Setiap anak mempunyai kebutuhan nutrien yang berbeda – beda dan anak mempunyai karakteristik yang khas dalam mengkonsumsi makanan atau zat gizi tersebut. tentukan jumlah kebutuhan dari setiap nutrien. vitamin dan mineral (FKUI (Edisi 1). 2.2. untuk menentukan makanan yang tepat pad anak. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 4 . vitamin dan mineral) (Mary E. kemudian tentukan jenis bahan makanan yang dapat dipilih untuk diolah sesuai dengan menu yang diinginkan. Oleh karena itu. menyukai dan menentukan makanan yang diperlukan (FKUI (Edisi 1). tentukan juga jadwal pemberian makanan dan perhatikan porsi yang dihabiskannya (Yupi Supartini. karbohidrat. 2. Berikut ini akan diuraikan dampak nutrisi pada aspek–aspek tersebut. Pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta psikomotor. bertujuan sebagai berikut : 1. 1985). karbohidrat. 2.3 Dampak Nutrisi Pada Tumbuh Kembang Anak Pemberian nutrisi pada anak tidak hanya semata – mata untuk memenuhi kebutuhan fisik atau fisiologia anak. Bahan – bahan tersebut dikenal dengan istilah nutrient (unsur gizi. 4.BAB II ISI 2. yaitu : air. Memberikan nutrient yang cukup untuk kebutuhan dalam : Memelihara kesehatan dan memulihkannya bila sakit. 2000). lemak. protein.

tetapi lebih pada pertumbuhan janin. Selama intrauterine (di dalam uterus). Maturasi organic (Piaget) Perkembangan organik yang dialami anak melalui makanan adalah pengalaman mendapatkan beberapa sensoris. penciuman. asupan nutrisi yang adekuat pada ibu berdampak tidak hanya pada kesehatan ibu. demikian juga dengan bertambah kayanya penciuman melalui bahan makanan. Dampak psikodinamika yang diperoleh bayi adalah kepuasaan karena terpenuhinya kebutuhan dasar dan kehangatan saat pemenuhan kebutuhan dasar tersebut. dan perabaan. Makanan dapat merupakan stimulus yang dapat meringankan rasa lapar anak. terutama pada keluarga. asupan nutrisi yang adekuat terutama protein akan mempengaruhi petumbuhan otak. Fase oral berhasil dilalui apabila anak mendapatkan kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan oral saat makan dan minum. maka janin siap dilahirkan dengan berat badan. memegang cangkir. dengan makanan anak akan dapat meningkatkan keterampilan. panjang badan dan pertumbuhan organ fisik lainnya yang normal. anak akan kaya dengan berbagai macam rasa. Begitu juga setelah anak Kebutuhan Nutrisi Anak Page 5 . seperti rasa atau pengecapan. Dengan demikian dikenalkan berbagai macam makanan. Sebaliknya. dan memuaskan yang konsisten terhadap rasa lapar dapat mempengaruhi kepercayaan anak pada lingkungannnya. baik berupa air susu ibu (ASI) pada saat menyusui maupun makanan lumat. Dengan asupan nutrisi yang adekuat. apabila ibu tidak mendapt asupan gizi yang adekuat. bayi dapat lahir dengan berat badan rendah. dan keterampilan koordinasi gerakan seperti menyuap dan menyendok makanan. Diet atau pembatasan makanan pada ibu selama masa kehamilan akan menurunkan berat badan bayi. Terutama pada trimester ke pertama pada saat terjadi pertumbuhan otak. Dampak fisiologis Dampak nutrisi pada anak yang terlihat jelas adalah terhadap pertumbuhan fisik anak. Psikososial (Erikson) Fase awal dari pertumbuhan dan perkembangan anak menurut pendekatan psikososial adalah tercapainya rasa percaya dan tidak percaya sebagai kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut. seperti memegang botol susu.Dampak psikologis Psikodinamika (Freud) Pada anak usia bayi. Kebutuhan makn dan minum anak dipenuhi lingkungan. pergerakan. pemenuhan kebutuhan yang utama adalah kebutuhan dasar melalui oral. sendok. khususnya ibu. Selain itu. dari hari ke hari kehamilan ibu bertambah besar dan sejalan dengan itu janin tumbuh dan berkembangsampai pada usia kehamilan yang matang.

2000) 2. Air (H2O) Air merupakan nutrien yang berfungsi menjadi medium untuk nutrien lainnya. 2004) Sekitar 65% dari bobot tubuh adalah air. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 6 . Sejumlah kecil air dihasilkan oleh metabolisme.dilahirkan. 2004). 2000). Manusia dapat hidup berminggu – minggu tanpa makanan. Walaupun demikian. Air merupakan media tempat semua proses metabolisme berlangsung. Tedapat dua jenis protein. Protein nabati : yang didapat dari tumbuh – tumbuhan. usia sekolah. Protein Nilai gizi protein ditentukan oleh kadar asam amino esensial. yaitu : 1) 2) Protein hewani : yang didapat dari daging hewan. 2. namun tanpa air hidupnya hanya beberapa hari saja (Mery E.4 Jenis – Jenis Kebutuhan Nutrien Yang Diperlukan Bayi Dan Anak 1. toddler. dan remaja akan sangat mempengaruhipada pertumbuhan fisik mereka. asupan nutrisi yang tepat untuk bayi. Kehilangan air terjadi melalui udara pernafasan disamping itu lewat keringat. Nilai gizi protein hewani lebih besar dari pada protein nabati dan lebih mudah diserap oleh tubuh. Beck. Air ini merupakan unsur paling penting diantara semua nutrient dan terdapat baik dalam makanan padat maupun dalam minuman. kombinasi penggunaan protein hewani dan protein nabati sangat dianjurkan dalam pemenuhan protein yang seimbang (Yupi Supartini. urine dan feses. (Yupi Supartini. yaitu anak akan bertambat berat dan bertambah tinggi atau meningkat secara kuantitas. Berikut ini adalah tabel kebutuhan anak usia bayi untuk pemenuhan kebutuhan terhadap air : No. 1 2 3 4 5 6 Usia 3 hari 10 hari 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun Air per kg BB per hari (ml) 80 – 100 125 – 150 140 – 160 130 – 155 125 – 145 120 – 135 (Yupi Supartini. prasekolah.

Membantu proses penyerapan dari dalam usus dan melarutkan vitamin – vitamin yang larut dalam lemak. Lemak Pada dasarnya. Fungsi dari lemak. sebagai berikut (Mery E. dan sebagai sel – sel mati yanfg lepas dari permukaan kulit serta traktus alimentarius.. Protein dapat dipakai sebagai sumber energi. kehamilan dan laktasi. (Mary E. Lemak berfungsi untuk mempermudah absorsi vitamin yang larut dalam lemak. Jaringan lemak subkutan akan mencegah kehilangan panas dari tubuh.Fungsi protein merupakan konstituen penting bagi semua jaringan tubuh. 3) Perlindungan. sehingga menunda waktu pengosongan lambung dan mencegah timbulnya rasa lapar. 2000): 1) Sumber energi. Jaringan baru terbentuk selama masa pertumbuhan. lemak tidak banyak dibutuhkan dalam jumlah besar kecuali lemak esensial. Adanya leamak di dalam chime ketika lewat dalam duodenum mengakibatkan penghambatan peristaltis lambung dan sekresi asam. 5) Perasaan kenyang. 2000) 3. 6) Vitamin larut – lemak. sebagian lemak masuk ke dalam sel – sel tubuh dan merupakan bagian esensial dari strutur sel tersebut. kesembuhan dari cidera. lemak dioksidasi di dalam tubuh untuk memberikan energi bagi aktivitas jaringan dan guna mempertahankan suhu tubuh. 2) Ikut serta membangun jaringan tubuh. 2004). Beck. dan dan dalam sekresi pencernaan. dan K (Yupi Supartini. hormone dan hemoglobin. Beck. lemak merupakan sumber gliserida dan kolesterol yang tidak dapat dibuat dari karbohidrat. Protein menggantikan protei yang hilang selama proses metabolisme yang normal dan proses pengauasan yang normal. Pada anak usia bayi sampai kurang lebih 3 bulan. yaitu asam linoleat dan asam arakidonat. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 7 . yaitu vitamin A. Protein diperlukan dalam pembuatan protein – protein yang barudengan fungsi khusus didalam tubuh. Endapan jaringan lemak di sekitar organ tubub yang penting akan mempertahankan organ tubuh dalam posisiny dan melindunginya terhadap rudapaksa. 4. Protein menghasilkan jaringan yang baru. 2. Protei akan hilang dalam pembentukan rambut serta kuku. 3. yaitu : 1. 4) Penyekat (isolasi). D. yaitu : sebagai enzim. E.

5 – 1.35 0.23 0.7 0.50 45 40 – 45 25 – 40 15 – 20 1 2 3 4 5 6 7 8 Neonatus 1mgg – 6bln 6 bln – 12 bln 12 bln – 24 bln 2 thn – 5 thn 6 thn – 10 thn 11 thn – 15 thn Dewasa Fungsi karbohidrat dioksidasi di dalam tubuh agar menghasilkan panas dan energi bagi segala bentuk aktivitas tubuh. Bayi yang baru mendapat asupan makanan dari ASI akan mendapatkan 40% kalori dari laktosa yang dikandung dalam ASI. kurang nafsu makan. yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak : 1) Vitamin yang larut dalam air Vitamin yang larut dalam air adalah vitamin B dan C yang tidak disimpan dalam tubuh.35 – 0.A. 1988).7 1. Pada anak yang lebih besar yang sudah mendapatkan makanan yang banyak mengandung tepung.6 – 0.2004). Vitamin Vitamin adalah sejumlah zat yang terdapat dalam makanan.5 – 4 3–8 8 – 12 10 – 15 15 – 20 20 – 35 30 – 60 70 Permukaan tubuh (m2) 0. B. Vitamin terbagi dalam dua bagian besar.45 – 0.45 0. D. B.55 0. B2 dan B12. Berikut ini adalah fungsi – fungsi dari vitamin tersebut : B1 :atau tiamin diperlukan tubuh untuk metabolisme karbohidrat dalam pembentukan energi (sebagai koenzim).1 1. D. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan tubuh cepat merasa lelah.. seperti bubur susu.75 Cal/kg (kg) 50 60 – 70 50 – 60 45. 1988) : No. melainkan harus dikonsumsi melalui makanan tertentu. Karbohidrat Karbohidrat adalah sumber tenaga pada anak.R dan Reeding. nasi tim.A. 5. Apabila tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang memadai untuk menghasilkan energi. yang berfungsi untuk mempertahankan fungsi tubuh (Marlow.R dan Reeding.4. Usia Berat badan (kg) 2. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 8 .23 – 0. vitamin B mencakup vitamin B1. tubuh akan memecah protein dan lemak cadangan dalam tubuh (Yupi Supartini.2 – 0.7 – 1. atau nasi. Dibawah ini kebutuhan kalori untuk bayi dan anak (marlow. sereal. kerusakan pembuluh darah dan sel saraf.

misalnya : kalsioum. dan K. besi fluor. E : untuk berbagai senyawa yang larut dalam lemak dan berperan dalam fetilisasi manusia. (Yupi Supartini. mangan. Na. Mineral Unsur – unsur mineral terdapat di dalam jaringan tulang. dan K dalam tubuh : A : untuk pertumbuhan. E. fosfor. yaitu : 1) Mineral merupakan konstituen tulang dan gigi. seng. pembentukan tulang dan gigi. E. 2004) 6. Berikut ini peranan penting vitamin A. K : untuk proses pembentukan darah dan mineral yang dibutuhkan tubuh adalah mineral makro. kromium dan selenium. magnesium. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan tubuh merasa lelah sehingga kurang aktif dalam bekerjaserta dapat mengurangi ketajaman penglihatan. natrium/ sodium. sulfur/ belerang. D. penglihatan. gigi dan protein. yodium. tembaga. Unsur – unsur mineral di dalam tubuh kurang lebih 3% dari keseluruhan bibot tubuh. reproduksi. klor. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 9 . yang memberikan kekuatan serta rigiditas kepada jaringan tersebut. B12 : kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia 2) Vitamin yang larut dalam lemak Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A.D. kobalt. dan pemilihan sel epitel D : untuk penyerapan dan metabolisme kalsium dan fosfor. yaitu Ca. dam K serta mineral mikro yaitu Fe dan Zn. asam amino. kalium/ potassium. Mineral merupakan unsur esensial bagi fungsi normal sebagian enzim dan sangat penting dalam pengendalian komposisi cairan tubuh. P. fosfor dan magnesium. Mg. dan asam lemak yaitu sebagai koenzim dari flavin enzim.B2 : atau riboflavin penting dalam metabolisme karbohidrat. Sejumlah mineral yang terlibat dalam pelbagai proses tubuh : kalsium. Fungsi mineral dalam tubuh ada 3.

Beck. Selanjutnya bayi dapat diberikan buah–buahan (pisang) atau biscuit sejak usia 2 bulan sedangkan pemberian makanan lumat sampai lembik (bubur susu) pada usia 3 – 4 bulan. selanjutnya setiap minggu sampai akhir bulan pertama. susu formula. 2000) 2. seperti ibu dengan komplikasi postnatal. jagung atau havermouth).2) Mineral membentuk garam – garam yang dapat larut dan dengan demikian mengendalikan komposisi cairan tubuh. Untuk mengatasi pertumbuhan. Kebutuhan kalori bayi antara 100–200 kkal/kgBB. Pada bulan keempat biasanya dimulai pemberian makanan padat. Pada 4 bulan pertama. bayi perlu ditimbang secara berkala. langsung setelah lahir. Hindarkanlah pemberian makanan tambahan seperti madu. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 10 . dan makanan padat. misalnya bubur susu yang dapat dibuat dari tepung (beras. larutan glukosa dan makanan prelakteal lainnya. Waktu dan lama menyusui disesuaikan dengan kebutuhan bayi (on demand). kemudian setiap 2 minggu dalam bulan kedua dan ketiga dan seterusnya setiap bulan. Bayi akan lapar dan menangis terus bila ASI kurang dan hal ini juga akan terlihat dari pertumbuhan bayi yang tidak memuaskan. bayi lebih baik hanya mendapatkan ASI saja (ASI eksklusif) tanpa diberikan susu formula. kecuali pada beberapa kasus tertentu ketika anak tidak bias mendapatkan ASI. 1985 ): Bayi baru lahir sampai umur 4 bulan Bayi mulai disusukan sedini mungkin. wanita hamil. Usia lebuh dari 4 bulan baru dapat diberikan makanan pendamping ASI atau susu formula. susu dan gula. sesuai keperluan bayi masing – masing. menderita penyaki menular dan sedang dalam terapi steroid atau morfin. yaitu makanan lumat.5 Nutrisi Sesuai Tumbuh Kembang Anak 1. (Mery E. perlu difikirkan terhadap kemungkinan adanya kelainan seperti obstruksi atau fistula esophagus. 3) Mineral turut membangun enzim dan protein. Kebutuhan nutrisi pada bayi Bayi (0 sampai 24 bulan) memerlukan jenis makanan air susu ibu (ASI). yaitu bila mungkin dilakukan stiap hari pada munggu pertama. air. Jika setelah disusukan kemidian ternyata bayi menjadi kebiruan dan sesak nafas. (Yupi Supartini. 2004) Berikut ini adalah pemberian nutrisi sesuai umur pada bayi dari lahir sampai12 bulan ( Menurut : FKUI.

bila bayi tidak alergi. Pengaturan makan bayi yang berhasil pada masa bayi akan mempermudah kelancaran pengaturan makan pada usia selanjutnya. Telur dapat dimakan tersendiri setelah dimasak matang atau setengah matang atau dimakan bersama – sama dengan nasi tim. misalnya sekitar jam 09.m yaitu pada waktu pagi (makan pagi). diberi bubur susu satu kali dan buah – buahan satu kali. Selama masa bayi makan nasi tim harus disaring terlebih dahulu untuk memudahkan menelannya dan tidak banyak mengandung serat – serat yang dapat mempersulit pencernaan. daging cincang. Pada akhir masa bayi telah dibiasakan bayi menerima makanan 3 kali sehari. Dengan demikian bayi menyusui dengan kebutuhannya.00. yaitu.00 – 18. buah – buahan dan telur.00. pada siang hari sebagai makan siang sekitar jam 13. telur atau tepung ikan) dan bahan makanan sumber protein nabati yaitu tahu.00 dengan memperhatikan bahwa kira – kira 2 jam sebelumnya tidak diberikan apa – apa. bahan makanan sumber protein hewani (hati. perlu diperhatikan kemingkinan timbulnya anoreksia terhadap makanan lin. tempe. akan tetapi perlu waspada terhadap kemungkinan alergi dengan gejala urtikaria. pada pagi hari sebagai makan pagi. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 11 . Selama masa bayi telur cukup diberikan sekali sehari. buah tomat dan wortel. Bayi umur 6 – 7 bulan Bayi dapat mulai diberikan nasi tim yang merupakan makanan lunak dan juga merupakan makanan campuran yang lengkap karena dapat dibuat dari beras.00 dan pada sore hari sebagai makan malam sekitar jam 17. Bila terjadi hal ini. Bila bayi disusukan sesuai dengan anjuran yaitu melebihi masa 1 tahun. sayuran hijau (bayam). dan pada akhirnya menderita penyakit Malnutrisi Energi Protein (MEP). Biasanya setiap bayi sudah tahan terhadap telur pada usia 7 bulan keatas. Bayi umur 5 – 6 bulan Dapat diberikan 2 kali makanan bubur susu sehari. Pada umur ini dapat pula diberikan telur ayam. Bayi umur 8 – 12 bulan Bubur susu sudah dapat diganti seluruhnya dengan nasi tim. dan sore atau malam (makan malam). sehingga anak akan kekurangan protein dan kalori. pemberian telur ditangguhkan.Waktu yang untuk memberikan makanan lumat dapat dipilih yang sesuai. Dengan demikian nasi tim merupakan makanan yang mengandung nutrien yang lengkap bila dibuat dengan bahan – bahan tersebut. siang (makan siang). misalnya jam 09.

dan MP – ASI : 1) Air susu ibu (ASI) Dalam ASI terkandung antibody. yaitu putting susu masuk ke dalam dan perasaan nyeri yang hebat karena putting susu terluka. mempererat hubungan dengan ibu.7 gram : 7. lebih praktis. diare. Laktoferin yang dapat membunuh beberapa jenis organisme. susu formula. Dengan pemberian ASI maka kebutuhan psikologis anak sekaligus terpenuhi karena saat memberikan ASI ibu dapat memelu dan mendekap anak sehingga anak merasa dan nyaman dalam pelukan ibunya. dan alergi. ada beberapa kendala dalam pemberian ASI. Walaupun demikian. sedangkan manfaat untuk ibu adalah memberikan kepuasan. dan meningkatkan daya tahan ibu. Manfaat ASI untuk bayi adalah melindungi dari penyakit infeksi.4 gram : 3. murah dan dapat menunda masa subur. Sel darah putih yang dapat berfungsi sebagai fagositosis. pemberiannya mudah.Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada masa bayi meliputi Air Susu Ibu (ASI). Kebutuhan Nutrisi Anak Page 12 . Losozim yang dapat menghancurkan dinding sel bakteri. murah dan praktis. Zat anti staphylococcus yang dapat manghambat pertumbuhan staphylococcus.2 gram : 30 gram : 20 gram : 60 gram : 30 gram Zat kekebalan yang terdapat dalam ASI : Immunoglobulin yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi. Kandungan zat gizi ASI (setiap 100 gram) : Kalori Protein Lemak Karbohidrat Zat kapur Fosfor Vitamin A Tiamin : 68 kalori : 1. Laktoperiksidase yang dapat membunuh Streptococcus.

yaitu : a) Starting formula. b) Formula adaptasi. yaitu bayi tampak puas dan tidur nyenyak setelah disusui dan ibu merasakan tegangan payudara sebelum dan sesudah menyusui serta merasakan aliran ASI cukup deras. Formula ini khusus diberikan untuk bayi dengan kondisi khusus. 2004) 2) Susu formula Walaupun ASI adalah makanan utama pada bayi teritama usia 0 – 6 bulan. (YupiSupartini. 2004) Kebutuhan Nutrisi Anak Page 13 . (Yupi Supartini. c) Penilaian subjektif. bayi dengan kelainan metabolik kongenital atau bayi dengan intoleransi terhadap formula biasa. Formula ini diberikan dengan kompssosisi mendekati ASI sebagai adaptasi. c) Formula lanjutan. b) Kurva pertumbuhan berat badan memuaskan dan menunjukkan kenaikan sebagai berikut :      Triwulan I : 150 – 250 gr/bulan Triwulan II : 500 – 600 gr/bulan Triwulan III : 350 – 450 gr/bulan Triwulan IV : 250 – 350 gr/bulan Atau usia 4 – 5 bulan : dua kali berat badan lahir dan pada usia 1 tahun tiga kali berat badan lahir. Formula ini diberikan setelah bayi berusia di atas 6 bulan sebagai makanan tambahan.Cara menilai kecukupan ASI dalam tubuh adalah dengan menilai komponen sebagai berikut : a) Berat badan lahir telah tercapai kembali sekurang – kurangnya pada akhir minggu kedua setelah lahir dan selama itu tidak terjadi penurunan berat badan lebih dari 10%. susu formula dapat dianjurkan untuk diberikan pada bayi di atas 6 bulan. d) Medical formula (formula khusus). Ada 4 klasifikasi susu formula. seperti bayi premature. Formula ini diberikan pada 6 bulan pertama usia bayi sampai dengan usia 1 tahun tahun sebagai pelengkap jenis makanan lain.

ASI harus langsung diberikan sesaat setelah melahirkan hindari pemberian makanan tambahan seperti madu. Apabila makanan disuapkan ke dalam mulutnya. maka lidah bayi dapat memindahkan makanan tersebut ke arah belakang dan menelannya. Sehingga diperlukan tambahan makanan selain ASI yang dumulai pada umur 4 – 6 bulan untuk membiasakan bayi makan makanan lain selain ASI. bayi dapat diberikan makanan yang dapat dipegang sendiri atau makanan kecil yang dapat dijimpit.3) Makanan Pendamping – ASI Saat mulai diberikan MP – ASI tersebut harus disesuaikan dengan maturitas saluran pencernaan bayi dan kebutuhannya. sedangkan produiksi ASI relative tetap. Sebaiknya MP – ASI mulai diberikan pada umur 4 – 6 bulan. sehingga dapat dilatih minum memakai cangkir/ gelasyang dipegang oleh orang lain. Disamping itu ASI masih mencukupi kebutuhan bayi asampai 4 – 6 bulan pertasma kehidupan. Bayi sudah bisa menutup mulutnya dengan rapat dan menggerakkan lidah ke muka belakang. Sehingga bayi siap menerima makanan lain selain ASI. 4) Pengaturan makanan untuk bayi dan anak sehat Berikut ini adalah beberapa pengaturan makanan untuk bayi dan anak sehat : Untuk bayi. sehingga dapat diberikan makanan yang lebih kasar. Pada umur 6 – 9 bulan bibir bayi sudah dapat mengatup rapat pada cangkir. abyi sudah mampu malakukan koordinasi mengisap. Dengan kemampuan motorik halus dimana pada awalnya bayi memegang dengan kelima jari tangannya kemudian umur 9 bulan bayi sudah dapat menjimpit. dan siap mengisap makanan yang cair saja. Pada umur 4 bulan tersebut. bayi sudah mengeluarkan air liur lebih banyak dan produksi enzim amilase lebih banyak pula. Pada bulan pertama sebaiknya bayi hanya mendapat ASI (Exclusive Breast Feeding = ASI ekslusif). Alasan pemberian MP – ASI dimulai sejak pada umur 4 – 6 bulan (menurut : Soetjiningsih. bayi umur 6 – 9 bulan mulai belajar mengunyah dengan menggerakkan rahang ke atas dan kebawah. Dengan bertambah matangnya kemampuan oromotor. Pada umur 6 – 7 bulan bayi sudah dapat duduk. Pada saat bayi diberi kesempatan mempraktekkan kepandaiannya tersebut dengan memberikan makanan lumat. 2. menelan. sehingga dapat diberikan makanan dalam posisi duduk. Kebutuhan energi bayi untuk pertumbuhan dan aktivitas dan aktivitas makin beratambah. adalah : 1. Pada usia 0 – 4 bulan. maka untuk mengembangkan kemampuan tersebut. glukosa dan makanan pralakteal lainnya. 2002). Pada usia di atas 4 bulan boleh diberikan makanan luamat Kebutuhan Nutrisi Anak Page 14 . 3. makanan utama adalah ASI ditambah makanan pelengkap. Hal ini erat dengan 4 – 6 bulan.

Selain itu. sayuran dan daging atau ikan. Kebutuhan kalori kurang lebih 100 kkal per kg berat badan (BB). Untuk bayi usia 6 – 7 bulan dapat dimulai dengan pemberian nasi tim dengan campuran antara beras. perubahan konsistensi feses). Makanan padat. Observasi tanda alergi makanan (misalnya : kulit merahflatus terus. yaitu bergerak terus. Bila bayi berasal dari keluarga vegetarian atau hanya memakan sayuran saja. saat bayi mulai belajar duduk. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 15 . terutama makanan padat. Kebutuhan nutrisi pada anak usia toddler Anak usia toddler mempunyai karakteristik yang khas. Biarka bayi mencoba mengenal cara makan (misalnya memainkan sendoknya) Jangan terburu – buru dalam memberikan makanan. maka tambahkan zat besi (Fe). 2. Makanan padat mulai diberikan pada usia di atas 4 bulan. pada usia 12 sampai 18 bulan pertumbuhan sedikit lambat sehingga kebutuhan nutrisi dan kalori. Berikan makanan pada saat anak lapar. buah – buahan dan telur. dan bubur susu tidak diberikan lagi.berupa bubur susu 1 kali dan buah 1 kali. tidak bisa diam dan sulit untuk diajak duduk dalam waktu yang relatif lama. Untuk bayi usia 5 – 6 bulan diberikan 2 kali bubur susu. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian makanan padat :           Bayi telah siap menerima makanan dalam bentuk padat Berikan makanan padat sesuai dengan kemampuan anak mengunyah. kuat menahan leher dan kepalanya. Berikan makanan secara bertahap (misalnya 1 atau 2 sendok di hari pertama kemudian meningkat menjadi 3 – 4 sendok pada hari berikutnya dan seterusnya). Apabila jumlah makanan yang dikonsumsi lebih banyak. asupan susu harus dikurangi. serta dapat menyatakan keinginannya. Kenalkan jenis makanan untuk satu waktu. Bayi umur 8 – 12 bulan diberikan nasi tim dengan frekuensi 3 kali sehari.

Kebutuhan Nutrisi Anak Page 16 . c) Biasanya anak menyukai jenis makanan tertentu. b) Nafsu makan anak sering kali berubah yang mungkin pada hari ini makannya cukup banyak dan pada hari berikutnya makannya sedikit. Anjurkan untuk orang tua dalam kaitannya dengan karakteristik tersebut : 1) Ciptakan lingkungan makan yang menyenangkan. Dianjurkan untuk memberikan 2 kali sehari saja. 5) Kurangi frekuensi minum susu.Karakteristik terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia toddler : a) Anak sukar atau kurang mau makan. Kebutuhan nutrisi pada anak usia pra sekolah Anak usia Pra Sekolah mengalami pertumbuhan sedikit lambat. 2) Beri kesempatan anak untuk belajar makan mandiri. 4) Berikan makanan pada saat masih hangat dengan porsi yang tidak terlalu lancer. 3. 3) Anak mulai senang mencoba jenis makanan baru. Kebutuhan kalorinya adalah 85 kkal/kgBB. 4) Waktu makan merupsksn kesempatan yang baik bagi anak untuk belajar dan bersosialisasi dengan keluarga. misalnya memberi makan sambil mengajaknya bermain. Kenalkan selalu dengan jenis makanan baru. Jangan berharap anak dapat makan dengan rapi sebagaimana anak yang lebih besar karena usia toddler belum mampu melakukannya. 3) Jangan menuruti kecenderungan anak untuk hanya menyukai satu jenis makanan tertentu. 2) Anak lebih tertarik pada aktivitas bermain dengan teman atau lingkungannya dari pada makan. d) Anak cepat bosan dan tidak tahan makan sambil duduk dalam waktu lama. Beberapa karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan pada anak Prasekolah adalah sebagai berikut : 1) Nafsu makan berkurang.

berikan dengan frekuensi lebih sering. 2) Adanya pengaruh teman atau jajanan di lingkungan sekolah dan di lingkungan luar rumah serta adanya reklame atau iklan makanan tertentu di televisi yang dapat mempengaruhi pola makan atau keinginannya untuk mencoba makanan yang belum dikenalnya. yaitu lingkungan sekolah tempat anak belajar mengembangkan kemampuan kognitif. c) Izinkan anak untuk membentu orang tua menyiapkan makanan dan jangan terlalu banyak berharap anak dapat melakukannya dengan tertib dan rapi. yang penting memenuhi gizi seimbang. 4. nilai moral dan budaya dari lingkungan kelompok teman sekolah dan guru. Beberapa karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan pada anak usia sekolah adalah sebagai berikut : 1) Anak dapat mengatur pola makannya sendiri. Kebutuhan nutrisi pada anak usia sekolah Anak usia sekolah mempunyai lingkungan social yang lebih luas selain keluarganya. 4) Pengaruh aktivitas beramain dapat menyeababkan keinginan yang lebih besar pada aktivitas bermain dari pada makan.Anjuran untuk orang tua dalam kaitannya dengan karakteristik tersebut : a) Pertahankan kebiasaan makan yang baik dengan cara mengajarkan anak mengenal nutrisi. seperti nasi 3 kali sehari. sehingga kebutuhan kalori anak usia sekolah adalah 85 kkal/kgBB. serta peraasaannya saat makan bersama dan fasilitasi anak untuk berinteraksi secara efektif dengan Anda atau anggota keluarga lainnya. 3) Kebiasaan menyukai satu makanan tertentu berangsur – angsur hilang. pikiran. Makanan baru tidak harus yang berharga mahal. berikan makanan ringan di antara waktu makan tersebut. Susu cukup diberikan 1 – 2 kali sehari. yaitu 4 sampai 5 kali sehari. d) Fasilitasi anak untuk mencoba jenis makanan baru. Bahkan bermain dengan teman sekolah dirasakan anak sebagai sesuatu yang lebih menyenangkan dari pada bermain di lingkungan rumah. e) Fasilitasi anak untuk dapat mengekspresikan ide. Pertumbuhan anak tidak banyak mengalami perubahan yang berarti. misalnya dengan menggambar atau melakukan aktivitas bermain yang lain. Apabila memberikan makanan padat. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 17 . interaksi social. b) Apabila makanan yang dikonsumsi cenderung sedikit.

Beberapa karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan pada anak usia remaja adalah sebagai berikut : 1) Besarnya pengaruh kelompok atau geng akan mempengaruhi pola kebiasaan makan anak. 3) Kareana perubahan aktivitas yang lebih banyak memakan waktu di luar ruamah. Anjurkan untuk selalu menyediakan makanan kecil untuk dibawa ke sekolah maupun disediakan di rumah. d) Fasilitasi orang tua untuk tidak membiasakan anak mendapat jajanan di sekolah ataupun di lingkungan luar rumah karena belum tentu sehat dan hal itu bukan pola kebiasaan yang baik bagi anak. Jadi. Kebutuhan kalori anak dipengaruhi oleh waktu pencapaian anak untuk masuk fase prapubertas. danm mineral. 5. c) Jelasakan pada anak bahwa waktu makan bersama keluarga adalah lebih baik dari pada bermain karena saat itu dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk berkonsultasi dengan orang tua dan bagi orang tua untuk mengetahui pengalaman yang diperoleh anak di sekolah dan di lingkungannya. Motivasi anak untuk tetap menyukai jenis makanan yang baru. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 18 . vitamin. Apabila pemenuhan kebutuhan nutrisi anak kurang. hal itu akan mempengaruhi pertumbuhan dan kematangan seks anak. anak perempuan lebih dini memerlukan peningkatan kalori dibandingkan dengan anak laki – laki. biasanya anak lebih menyukai makanan ringan. klub olahraga. karbohidrat. yaitu lebih banyak protein. Anak perempuan usia 11 tahun sudah memasuki prapubertas dan anak laki – laki pada usia 12 tahun. Untuk memenuh kebutuhan perkembangan yang sangat cepat tersebut. kelompok. anak laki – laki memerlukan 60 kkal per kg BB dan anak perempuan 50 kkal per kg BB. maupun kegiatan kelompok lainnya. sedangkan untuk aktivitas fisik. anak membutuhkan nutrisi esensial. Kebutuhan nutrisi pada anak usia remaja Usia remaja adalah fase anak tumbuh dan berkembang sangat cepat.Anjuran untuk orang tua dalam kaitannya dengan karakteristik tersebut : a) b) Motivasi orang tua untuk membiasakan anak dengan pola makan yang baik. 2) Anak sering kali tidak sempat makan di rumah karena banyak aktivitas di luar rumah baik di sekolah.

6 Nutrisi Pada Waktu Anak Sakit Para perawat harus memperhatikan berapa banyak makanan yang dimakan oleh anak. Penyajian harus menarik 5. 2004) 2. anjurkan orang tua untuk dapat memilihkan jenis makanan ringan yang bergizi. Menu rumah sakit harus memberikan hidangan yang gizinya memadai dan memenuhi selera anak 3. anjurkan orang tua berkonsultasi kepada ahli yang berkaitan dengan masalah nutrisi anak remaja. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan yaitu : 1. Makanan dihidangkan pada saat-saat yang tepat 2. hal ini akan mempengaruhi pola makannya yang diatur dan dibatasi karena takut kegemukan. stress yang dialami dapat juga menyebabkan anak mencari pelarian pada makanan. suka memilih-milih makanan atau tidak dapat makan dengan jumlah memadai sering tidak diketahui oleh perawat. Peralatan makan harus menarik perhatian anak 4. Makanan harus dapat dimakan dengan mudah jangan yang keras/alot.4) Anak memasuki fase pubertas sehingga mereka mulai memperhatian bentuk badannya. Sebaliknya. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 19 . Pasien yang selera makannya kurang diberikan hidangan dengan porsi kecil-kecil. Pasien-pasien ini harus segera di kenali harus diawasi setiap makanan yang masuk dan diberikan diet yang sesuai dengan suplementasi nutrient yang diperlukan. sehingga mengkonsumsi makanan secara berlebihan apabila anak tidak mempunyai kemampuan koping yang positif. b) Fasilitasi orang tua untuk cermat mengamati pemenuhan kebutuhan nutrisi anak remaja terutama apabila anak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah untuk mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler atau aktivitas sosial. Anjuran untuk remaja dalam kaitannya dengan karakteristik tersebut adalah : a) Motivasi anak remaja untuk tetap mempunyai pola makan yang teratur. Pertimbangkan kesenangan dan ketidaksukaan pasien terhadap jenis-jenis makanan tertentu 7. (Yupi Supartini. Anak yang selera makannya jelek cenderung memakan hidangan yang tampak menarik dan menggoda selera. d) Kalau diperlukan.Perawat harus memberikan perhatian pada penyajian suatu hidangan maupun pada kandungan nutrient dalam hidangan tersebut. Anak yang tidak menghiraukan jumlah makannya. c) Apabila anak menyukai makanan ringan. 6. Pada beberapa anak perempuan.

Kebutuhan Nutrisi Anak Page 20 . Di lokasi studi. Pemberian MP (Makanan pendamping) – ASI Bila anak yang menderita sakit keras masih menyusu. tetapi porsinya sedikit sekali dan bila anak tersebut sudah memperlihatkan tanda – tanda kesembuhan. ISNA atau penyakit lainnya. Pada setiap saat sepertiga sampai separuh dari anak umur 0 – 24 bulan menderita diare. Gambaran Umum Tingkat morbiditas anak 0 – 24 bulan sangat tinggi di kedua lokasi studi. karena ibu beranggapan bahwa jamu tersebut selain dapat memperlancar ASI juga mempengaruhi terhadap kesembuhan anak. ibu menyusui minum jamu bila anak sakit. anak – anak dari kelompok gizi kurang menderita sakit lebih sering dari pada anak – anak kelompok gizi baik. Di Jawa Timur. Ibu percaya MP–ASI. Hal ini disebabkan karena ASI dianggap dapat membantu penyembuhan penyakit anak. Keadaan gizi anak mulai menurun pada saat anak menderita sakit berulang hal ini karena tidak tepatnya pemberian makanan pada waktu dan setelah anak sembuh dari sakit. 3.1. 2. khususnya makanan yang digoreng dan makanan yang pedas dapat memperburuk kondisi anak. Pemberian ASI (Air susu ibu) Pemberian ASI ditemukan pada waktu menderita diare dan penyakit lainnya. “Ibu – ibu menyadari bahwa perlu upaya untuk nenperbaiki makanan selama dan setelah anak sembuh dari sakit. Anak yang lebih tua (dalam usia menjelang 2 tahun) kadang–kadang diberikan makanan yang sangat lunak waktu anak tersebut menderita diare. tetapi angka morbiditas tertinggi ditemui pada kelompok usia 9 – 24 bulan. Untuk menghindari kondisi anak menjadi semakin lemah dan anak menjadi kuat kembali”. Meskipun semua kelompok umur anak 0 – 24 bulan menderita berbagai penyakit tersebut. ibu–ibu hampir selalu tidak memberikan MP–ASI kepada anak tersebut karena :   Ibu beranggapan anak tidak mau makan.

baik sengaja atau tidak. MP – ASI perlu diteruskan dengan catatan bentuknya lebih lunak dan diberikan sering. (Suhardjo. diare. akan terjadi mekanisme pengaturan tubuh untuk mempertahankan fungsi-fungsi vital selama mungkin. Hambatan untuk hal tersebut tidak begitu berat kecuali hanya dari ibu yang tidak berusaha agar anak mau makan selama anak sakit anjurkan dilakukan dengan memperhatikan perlunya mencegah menjadi lemah dan diusahakan agar anak menjadi lebih kuat. asam amino. TPN diberikan pada kondisi bayi yang lahir dengan berat badan rendah.Seringnya penyakit yang menyerang anak pada umur 0 – 24 bulan. 1. mineral dan elektrolit Mencegah dan mengganti kehilangan jaringan tubuh (katabolisme) dan Mengurangi morbiditas dan mortalitas. Nutrisi Parenteral Jangka Pendek & Jangka Panjang : Nutrisi parenteral sebaiknya dimulai seawal mungkin: Bila saluran cerna harus diistirahatkan untuk waktu singkat. Penyesuaian ini menjamin penyediaan dari bahan nutrisi yang penting. selain itu menambah jumlah makanan ssesudah anah sembuh. 2001). walaupun dalam jumlah terbatas 2. pendek. merupakan suatu factor penyebab yang penting terjadinya keadaan gizi yang kurang.1992). penyakit terminal (Thompson’s. Page 21 Kebutuhan Nutrisi Anak .7 Total Parenteral Nutrition (TPN ) Nutrisi parenteral diberikan hanya kalau pasien tidak dapat menerima makanannya lewat jalur enteral (pemberian nutrisi ke dalam saluran pencernaan lewat selang lambung. Pemberian ASI. dextrose. Tapi bila diperlukan. jejunostomi atau gastrostomi). Tujuan utama pemberian nutrisi secara parenteral ialah :     Mempertahankan sirkulasi Mencukupi dan mempertahankan keseimbangan air. Pada keadaan puasa. atau kondisi lain seperti yang mengalami chronic intestinal obstruction. memberikan makanan minimal makanan yang berlemak dan kalori tinggi. vitamin. Cara yang terbaik adalah ibu perlu melanjutkan pemberian ASI. maka dapat diberikan nutrisi parenteral jangka. irradiation. dapat diberikan nutrisi parenteral jangka panjang yang penting jangan biarkan tubuh dalam keadaan “puasa” terlalu lama. 2.

Pasien yang sedang diberikan TPN harus sering dievaluasi karena bisa terlepas. yaitu bila < 1000 gram. osmotic diuresis). metabolic complications (ex : Hyperglikemia. biasanya dipakai vena subklavia. yaitu bila < 1500 gram. Nutrisi Parenteral Total (TPN) pada Bayi Prematur Bayi prematur masih merupakan masalah yang penting dalam bidang perinatologi. Pada bayi Dapat diberikan melalui vena – vena perifer pada kepala atau pada ekstremitas. Kontaminasi dari selang dapat mengakibatkan trombosis. 2001). Bayi prematur adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan di bawah 37 minggu. NP (Nutrisi Parenteral) harus diberikan untuk pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dengan adekuat secara enteral. Pada orang dewasa Dapat diberikan melalui vena perifer. Tujuan pemberian NPT adalah memberikan nutrien yang cukup untuk menyokong pertumbuhan ekstrauterin tanpa menyebabkan efek yang merugikan terhadap pertumbuhan dan fungsi sistem organnya. pada anak yang agak besar dapat juga diberikan melalui vena subklavia. 4. extravasation. Infuse sebaiknya tidak lebih lama dari 8 – 12 jam/hari. dan berat lahir amat sangat rendah (BLASR). Komplikasi dari terapi ini sangat serius. untuk mencegah terjadinya infeksi mekanis dan thromboflebitis. BBLR dibedakan atas berat lahir sangat rendah (BLSR). karena berkaitan dengan kejadian mortalitas dan morbiditas masa neonatus.3. filter (jika digunakan) harus diganti untuk mencegah infeksi. maka kebanyakan bayi prematur akan dilahirkan dengan berat badan yang rendah (BBLR). sehingga setiap 24 jam bagian bag. Bila tidak ada komplikasi maka infuse dapat dipakai terus selama 4 minggu. Pemberian nutrisi parenteral baik total maupun parsial bukanlah tindakan yang rutin dilakukan pada bayi prematur. Cara pemberian nutrisi parenteral : 1. Dapat juga diberikan melalui vena sentral. Bila terpaksa. Berdasarkan kurva pertumbuhan intrauterin dan Lubchenko. 1. IV tubing. azotemia (Thompson’s. lemak glukosa dan asam amino dapat diberikan secara terpisah maupun digabungkan. bedah saluran Kebutuhan Nutrisi Anak Page 22 . NPT diberikan bila saluran cerna tidak dapat digunakan karena malformasi intestinal.

maka energi dalam bentuk hidrat arang dan lemak pada bayi prematur cenderung akan kurang. f) Saluran cerna bayi baru lahir harus mampu untuk melaksanakan fungsinya. kemampuan ini terbatas. Bayi prematur dengan BLSR diberikan NPT dengan pertimbangan sebagai berikut: a) Sebagian besar BBLSR dilahirkan dengan usia kehamilan < 32 minggu. Pemeriksaan gerakan lambung difokuskan pada pengosongan lambung. Sesuai dengan pola pertumbuhan intra uterin dimana pembentukan otot dan jaringan lemak bawah kulit pada trimester akhir kehamilan. Tubuh bayi matur mengandung 15% lemak dan bayi prematur dengan berat 1 kg hanya mengandung 2. NPT dapat menyokong pertumbuhan bayi BBLSR dengan adekuat. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 23 . Gelombang tekanan lambung adalah lanjutan dari peristaltik esofagus. e) Aktivitas esofagus yang terorganisir belum berkembang sampai usia kehamilan 34 minggu. sangkaan enterokolitis nekrotikan. kerjasama antara menelan dan penutupan epiglotis serta uvula dari laring maupun saluran hidung. mempertahankan keseimbangan cairan. serta fungsi proteksi terhadap toksin dan alergen. Bayi yang mendapat nutrisi tidak adekuat akan mengalami penghentian pertumbuhan otak dan berisiko untuk kerusakan otak permanen. Koordinasi yang baik antara mengisap dan menelan biasanya tidak tampak sampai usia kehamilan 33 – 34 minggu. antara lain fungsi digesti dan absorbsi nutrien. Kombinasi tekanan yang rendah dan relaksasi esofagus yang panjang memudahkan terjadinya refluks esofagus. atau keadaan dimana saluran cerna tidak mampu melakukan fungsi digesti dan absorbsi. Mereka mempunyai kebutuhan gizi yang khusus karena cepatnya laju pertumbuhan dan fungsi yang belum matang. juga gerak esophagus yang normal1. distress pernapasan.cerna. Tergantung dari tingkat prematuritasnya. c) Memberikan nutrisi yang optimal pada bayi-bayi ini sangat penting dan menentukan bagi keberhasilan tumbuh kembang selanjutnya. Bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan 29 – 30 minggu akan mulai mengisap beberapa hari setelah lahir. Aktivitas amilase yang diperlukan untuk digesti karbohidrat belum terdeteksi pada prematur dan masih rendah sampai bayi berusia 4 bulan. b) Cadangan energi terbesar tubuh adalah bentuk lemak yang memberikan energi sebesar 9 kal/gram. Demikian juga pada bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah10. d) Proses pemberian makanan melalui mulut memerlukan pengisapan yang kuat.3%. Ini telah dibuktikan dengan hasil otopsi terhadap otak bayi kurang gizi yang memperlihatkan berkurangnya jumlah sel dan defisiensi kandungan lipid serta phospholipid.

mengalami distres pernapasan. Jumlah Cairan Volume cairan ekstraseluler pada bayi prematur lebih tinggi dibandingkan dengan bayi cukup bulan. di ruangan dengan kelembaban tinggi. keadaan hipermetabolik. Bayi prematur hanya mempunyai sedikit cadangan energi karena kurangnya cadangan glikogen pada hati dan lemak bawah kulit. dan ekskresi. Kebutuhan untuk pemeliharaan fungsi tubuh antara lain meliputi metabolisme basal. Jalur ekstrarenal terdiri atas kehilangan air yang tidak terasa (kehilangan air insensibel) melalui kulit (transpidermal) dan melalui paru. Kebutuhan energi BBLSR dibagi menjadi dua komponen penting. inkubator. kelembaban udara rendah. tergantung pada lingkungannya. stres respirasi. diperlukan 10 – 35 kkal/kgbb/hari. regulasi suhu tubuh SDA (Spesific Dynamic Action). atau mendapat pengobatan furosemid. diare. Pemberian energi parenteral 50 kkal/hari telah cukup untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan. fototerapi. terutama karena pertumbuhannya yang pesat dan imaturitas fisiologiknya. Tubuh kehilangan cairan melalui jalur renal dan ekstrarenal. Kebutuhan menurun pada keadaan bayi dirawat dengan doble walled incubator. karena kehilangan energi fekal dan SDA lebih sedikit. sehingga mengurangi pelepasan energi. atau mengalami oliguria. jika dibandingkan dengan bayi yang matur maka kebutuhan energinya jauh lebih besar. aktivitas otot. Dengan demikian. cara pemberian. Untuk sintesa jaringan. Bayi prematur pada minggu pertama sesudah lahir akan kehilangan carian ekstraseluler dengan cepat yang menyebabkan penurunan berat badannya. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 24 . Kebutuhan energi untuk tumbuh berhubungan dengan kandungan energi dari jaringan dan tergantung pada komposisi jaringan baru yang disintesa. yaitu kebutuhan untuk pemeliharaan fungsi tubuh dan kebutuhan untuk tumbuh. serta perubahan metabolik yang disebabkan oleh penyakit.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian NPT: Energi Kebutuhan nutrisi pada neonatus diketahui bervariasi menurut berat lahir dan usia kehamilan. Kebutuhan meningkat pada keadaan seperti: memerlukan perawatan dengan radiant warmer. Kehilangan ini meningkat karena aktivitas. Kebutuhan cairan pada bayi prematur dapat meningkat atau menurun. Bayi yang mendapat NPT tumbuh pada masukan energi yang lebih rendah. sedangkan untuk cadangan nutrien jaringan 20 – 30 kkal/kgbb/hari tergantung dari komposisi jaringan baru tersebut. atau temperatur tinggi.

yaitu 60 – 80 ml/kgbb/hari. Komposisi nutrien yang diberikan melalui jalur perifer dapat dilihat dalam tabel dibawah ini : Tabel . osmolalitas cairan yang diberikan tidak tinggi. pemberian melalui rute perifer sulit untuk memenuhi kebutuhan kalori karena cairan dibatasi tidak melebihi 130 ml/kgbb/hari. sekunder terhadap stratum korneum yang belum terbentuk sempurna. Sebagai acuan pemenuhan kebutuhan cairan pada BBLR dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel : Rekomendasi Kebutuhan Cairan Parenteral Awal untuk Bayi BBLR Tipe tempat Berat badan tidur 600-800 801-1000 1001-1500 1501-2000 Radiant 120 90 75 65 warmer Incubator 90 75 65 55 Lain-lain 70 55 50 45 Penatalaksanaan Nutrisi Parenteral Ada dua macam rute pemberian NPT yang sudah dikenal luas. status hemodinamik baik. Cairan parenteral awal dapat diberikan Dekstrose 5% atau Dekstrose 10%. yaitu rute arteri umbilikalis. Komposisi pemberian NPT melalaui vena perifer Komponen Jumlah per hari (per kgbb) Sumber Nitrogen: 2. dan tidak ada pembatasan pemberian cairan. Apabila bayi dirawat dalam inkubator dengan kelembaban maksimal maka kebutuhan cairannya sama dengan bayi cukup bulan.5–3. Hal ini karena kehilangan cairan transepidermal. Pada bayi prematur. yang bertambah secara bertahap sampai 100 – 120 ml/kgbb/hari sesudah minggu pertama4. yaitu rute perifer dan rute sentral. namun pada bayi ada satu rute lagi yang bisa diberikan. Cara efektif mengurangi kehilangan cairan insensibel dengan membungkus bayi. Jalur ini dipilih bila pemberian dalam waktu singkat (< 2 minggu).0 g protein Kristalin hidrolisat Asam amino campuran Kebutuhan Nutrisi Anak Page 25 . Pada pemberian melalui rute periferal.5%. Masa gestasi maupun masa pascanatal mempunyai efek pada cairan transepidermal. konsentrasi dextrose kurang atau sama dengan 12. biasa digunakan vena di tungkai atau di kepala. memakai incubator dobel walled. sehingga kalori yang dapat diberikan adalah 80 kkal/kgbb/hari. ruangan dengan kelembaban tinggi.Penelitian pada BBLSR 26 – 29 minggu kehilangan berat rata-rata pada minggu pertama berkisar 12 – 15% dari berat lahirnya.

36 mmol Zinc 150–300 mEq Copper 20–40 ug Vitamin: Multivitamin 1–3 ml/hari Volume 120 ml Kebutuhan Nutrisi Anak Page 26 . Komposisi yang diberikan melalui vena sentral dapat dilihat dalam tabel dibawah ini : Tabel 5.0 g Mineral dan elektrolit Natrium 3–4 mEq Kalium 2–4 mEq Kalsium 1–4 mEq Magnesium 0.25 mEq 1.0g 3-4 mEq 2-4 mEq 1-4 mEq 0. dengan risiko osmolalitas yang tinggi.Kalori Glukosa Lemak Mineral dan elektrolit Natrium Kalium Kalsium Magnesium Fosfor Zinc Copper Vitamin: Multivitamin Volume sekitar 75 10-15g 0.5–3.25 mEq Fosfor 1.5-3. lebih dari 1000 mmol Osmol/l.0 g protein Kristalin hidrosat Asam amino campuran Kalori 115-125 Glukosa 20–30 g Lemak 0. Ini dapat dilakukan dengan jalur vena sentral.5-3. Komposisi pemberian NPT melalui vena sentral Komponen Jumlah per hari (per kgbb) Sumber Nitrogen: 2.36 mEq 150-300 mEq 20-40 ug 1-3 ml/hari 150 ml Untuk mendapatkan masukan kalori yang tinggi harus digunakan cairan infus dengan konsentrasi yang tinggi.

Tidak dibolehkan memberikan selain cairan nutrien melalui kateter ini. Hiperlipidemia dan defisiensi asam lemak essensial sering dijumpai karena pemberian lemak. Tabel dibawah ini memperlihatkan komplikasi yang mungkin terjadi pada NPT : Tabel 7. Komplikasi Pada pemberian NPT sering dijumpai komplikasi. Komplikasi mekanik ini lebih sering daripada komplikasi metabolik. Pada kelompok yang setuju. Komplikasi metabolik seperti hiperglikemia ataupun hipoglikemia dapat dihindari dengan pemberian glukosa dosis yang tepat. Komplikasi infeksi terjadi sehubungan dengan terkontaminasinya bahan infusan saat pencampuran atau akibat kurangnya tindakan aseptik pada saat pemasangan kateter intravena. Venajugularis dan vena subclavia adalah yang paling sering digunakan. ataupun perforasi pembuluh darah akibat teknik pemasangan yang kurang terampil. Komplikasi dapat berupa infeksi mekanik dan metabolik. Komplikasi mekanik berupa pneumotoraks. seperti memberikan darah atau mengambil sampel darah. emboli. terutama pada bayi kecil. Komplikasi infeksi adalah yang paling umum dan potensial serius (1-5%). Pada kelompok yang tidak setuju. Perawatan yang teratur dan berhati-hati sangat penting pada pemakaian kateter vena sentral agar terhindar dari komplikasi. dan dapat digunakan dalam jangka panjang. hidrotoraks. aman. Komplikasi NPT Berhubungan dengan kateter Vena cava superior Thromboemboli paru Hipertensi paru Pneumothoraks Efusi pleure atau pericardial (ekstravasari cairan) Aritmia jantung Trombosis mural (cardial) Infus intraokardial Kebutuhan Nutrisi Anak Page 27 . Cara perkutan untuk vena subclavia tidak dianjurkan pada bayi karena sering terjadi komplikasi. penggunaannya praktis karena lebih mudah melakukannya. mengemukakan alasan karena banyak terjadi trambosis aorta dan arteri iliaca serta hipertensi portal. sebagian setuju dan sebagian tidak. trombosit. Pemakaian jalur arteri umbikal masih kontroversial. Komplilasi paling sering dijumpai pada BBLSR yang mendapat NPT jangka panjang adalah kholestatik jaundice dan osteopenia.Untuk mencapai vena sentral dapat dengan cara perkutan atau dengan cara pemotongan vena. Penggunaan heparin 1 U/ml pada cairan infus mengurangi kejadian phlebitis dan thrombosis pada vena sentral serta perifer. Hiperamonemia dan azotemia juga bisa ditemukan.

Kulit terkelupas Perdarahan Flokulasi. Mg. Fe) Komplikasi Metabolik Hipoglikemia Hiperglikemia Hiperaminocidemia Azotemia Defiseiensi asam lemak esensial Asidosis metabolik Hipertrigliseridemia Hiperphospholipedemia Komplikasi Sistemik Kolestasis (disfungsi hepar) Infiltrasi lemak (liver. paru. intrapilid) Perubahan fungsi miokard (penurunan PO4) Atropi mukosa usus Disfungsi platelet (intrapilid) Hemolisis? (intrapilid) Diuresis osmotik (glucose) Ricketsia Koma isosmolar (protein) Hipoksia (intrapilid) Toksisitas Aluminium (Markum AH. 1991) Kebutuhan Nutrisi Anak Page 28 . monosit. prepitasi nutrien Infeksi Sepsis staphylococcus Sepsis Candida Malassezia furfur Diphteroids Sepsis gram negatif Phlebitis lokal Kontaminasi cairan Endokarditis Elektrolit/mineral Hiponatremia Hipernatremia Hipokalemia Hipofospatemia Defisiensi trace mineral (Zn. Cu.

cara pemberian yang sekaligus ini menyulitkan pengelolaan dan pemantauannya. Untuk pemasanga set infuse vena sentralis dilakukan dengan dibuat kanula pada vena subklavia. Metode yang jauh lebih praktis adalah dengan menggunakan sebuah kantong berukuran 3 liter yang berisikan campuran semua larutan nutrisi diatas. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 29 . Sterilisasi pada pemasangan set infus sentral untuk nutrisi parenteral harus terjamin dengan perawatannya yang baik dan seksama. misalnya vena subklavia. tempat keluar infuse akan terpisah dengan tempat masuknya kedalam vena sehingga mengurangi resiko infeksi. Pemberian makanan secara intravena digunakan jika penderita tidak dapat menerima sejumlah makanan yang cukup melalui pipa nasogastrik. Selanjutnya system tersebut dipermudah dengan penggunaan sebuah pompa volumetrik untuk menginfuskan larutan dengan jumlah yang terukur dan tetap untuk tiap – tiap jam. Kantong ini setiap hari harus dibuat dalam keadaan steril. penderita yang mendapatkan makanan melalui intravena adalah: v Penderita yang mengalami malnutrisi yang sangat berat dan akan menjalani pembedahan. elektrolit. Tersedia sejumlah cairan yang bisa diberikan dan dapat dimodifikasi untuk penderita penyakit ginjal atau hati.Pemberian Larutan Nutrisi Parenteral Larutan yang diberikan dengan resep dokter dapat dialirkan lewat 2 – 3 perangat infus yang dihubungkan dengan beberapa botol infus. sedangkan semua selang intravena yang ada di luar tubuh pasien sebaiknya diganti setiap hari. dekstrosa dan larutan lipid secara sekaligus. Dengan menggunakan metone ini. Tempat keluarnya selang infus harus dibersihkan dan diganti kasanya setiap 2 – 5 hari. Pemberian makanan melalui selang infus ini dapat memasok sebagian dari zat makanan yang dibutuhkan penderita atau seluruhnya (nutrisi parenteral total). Namun. terapi penyinaran atau kemoterapi v Penderita luka akar berat v Kelumpuhan saluran pencernaan v Diare atau muntah yang menetap. yang berisikan anrata lain : larutan asam amino. Isi kantong lalu diinfuskan melalui selang infus selama 24 jam. lihat gambar 1. Satu – satunya perbedaan adalah pemasangan selang infuse yang dilewatkan dalam terowongan pada kulit untuk kemudian keluar dari dinding toraks. Karena itu digunakan pembuluh balik (vena) yang lebih besar. nutrisi parenteral total memerlukan selang intravena yang lebih besar (kateter).

lewat selang ini tidak boleh diambil darah atau pun diberikan transfusi darah. demam. mual dan berkurangnya jumlah trombosit.Seseorang yang menjalani nutrisi parenteral total dipantau secara ketat terhadap perubahan berat badan. menggigil. dimana bakteri bisa tumbuh dengan mudah. Infeksi merupakan resiko karena kateter biasanya digunakan untuk waktu yang lama dan cairan yang mengalir di dalamnya memiliki kadar gula yang tinggi. yaitu Selang infus untuk nutisi parenteral hanya dapat digunakan dalam pemberian larutan nutrisi saja. bisa ditambahkan insulin ke dalam cairan yang diberikan. Pengukuran desakan vena sentralis juga tidak boleh dilakukan lewat selang tersebut. nutrisi parenteral total bisa menyebabkan komplikasi lainnya: v Jika terlalu banyak kalori. bila kadar gula darahnya menjadi terlalu tinggi. tetapi hal ini terjadi pada kurang dari 3% penderita. terutama lemak. Kontra indikasi Total Parenteral Nutrision Dalam pemberian nutrisi parenteral terdapat kontra indikasi. pengeluaran air kemih dan tanda-tanda infeksi. hati bisa membesar. v Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan nyeri tulang Indikasi Total Parenteral Nutrision Dalam pemberian nutrisi parenteral terdapat beberapa indikasi yang harus diperhatikan sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) Malformasi intestinal Bedah saluran cerna Sangkaan enterokolitis nekrotikan Distress pernafasan Tidak mampu melakukan fungsi digesti dan absorbsi. v Lemak yang berlebihan di dalam vena bisa menyebabkan sakit punggung. karena dapat meningkatkan resiko infeksi. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 30 .

(dehidrasi ringan 30-50 ml/kg.0-3.5-3.2.8 Kebutuhan Cairan Dan Nutrisi Kebutuhan Cairan Pada Anak Berat Badan ≤ 2. berat 120-150 ml/kg)  Untuk kondisi dehidrasi. dan gangguan pulmonal lain dengan menentukan jumlah cairan rumatan berupa rumus 2/3 atau ¾ rumatan atau 300-400ml/m² + urine output Kebutuhan Nutrisi Pada Anak Kebutuhan Kalori 0-1 tahun 1-7 tahun 7-12 tahun 90-120 kcal/kg/hari 75-90 kcal/kg/hari 60-75 kcal/kg/hari 12-18 tahun 30-60 kcal/kg/hari Kebutuhan Protein  Bayi prematur dan cukup bulan (0-1 bulan) 3.0 g/kg/hari 1. muntah dan lain-lain  Pembatasan cairan juga perlu dipertimbangkan seperti pada klien dengan edema serebral.5 – 10 kg 11 – 20 kg ≥ 20 Kebutuhan Cairan Rumatan 120 ml/kg/hari 100ml/kg/hari 1000ml + 50 ml/kg (BB/kg – 10kg/hari) 1500ml + 20 ml/kg (BB/kg – 20kg/hari)  Peningkatan kebutuhan cairan meningkat jika IWL meningkat seperti jika demam meningkat 12% untuk setiap 1°nya  Jika dilakukan fototerapi maka kebutuhan cairan bayi meningkat 20 ml/kg/hari  Jika anak mengalami dehidrasi maka kebutuhan cairannya akan bertambah sesuai dengan kehilangan cairannya. RF. PDA.5 kg 2. jika hemodinamik stabil maka ½ kekurangan cairan diberikan pada 8 jam pertama dan sisanya diberikan pada 16 jam berikutnya  Kehilangan cairan saat proses perawatan juga perlu digantikan seperti pengeluaran cairan melalui NGT.5 g/kg/hari Page 31 .5-2. sedang 80-100 ml/kg. CHF.5 g/kg/hari  Bayi usia 1 bulan – 1 tahun  Anak usia 1 – 12 tahun Kebutuhan Nutrisi Anak 2.

dan penyakit Crohn’s ◦ Direkomendasikan 8-10 jam di malam hari dan dikombinasikan dengan bolus feeding dalam jumlah kecil di siang hari (tidak boleh lebih dari 18 jam sehari) Peripheral Parenteral Nutrition  Untuk pemberian nutrisi parsial maupun total kurang dari 2 minggu pada klien yang tidak mampu melakukan penyerapan secara oral maupun enteral atau akses vena sentral tidak fisibel Kebutuhan Nutrisi Anak Page 32 . NEC. lebih banyak kalori terbentuk untuk tumbuh ◦ Dianjurkan pada anak dengan short bowel syndrome. GER) ◦ Meningkatkan efisiensi energi.0-1. Anak remaja usia 12-18 tahun 1.5 g/kg/hari Pemberian nutrisi dapat melalui : Oral  Mendukung pemberian ASI eksklusif  Memberikan P-ASI yang sesuai  Pemberian makan sesuai kebutuhan kalori dan zat gizi lainnya Enteral     NGT Gastrostom Jejunal tube feeding Pemberian dengan cara bolus maupun drip Parenteral  PPN  TPN Analisis Jurnal  Bolus feeding ◦ Lebih fisiologis (15-30 menit) ◦ Lebih berisiko aspirasi terutama jika jumlah banyak  Continous drip feeding ◦ Menguntungkan jika anak sensitif dengan volume (anak yang mudah aspirasi. diare berat.

34 kcal/ml 0.5W D15W D17.85 kcal/ml Penghitungan osmolaritas :  (g/L Dekstrosa x 5) + (g/L Protein x 10) + (g/L lipid x 1.4 kcal/g)/100ml = 0.76 kcal/ml 0.4 kcal/g glukosa.42 kcal/ml 0.Total Parenteral Nutrition  Indikasi TPN ◦ Kongenital atau anomali pada saluran GI seperti gastroschisis. obstruksi intestin. malformasi anorektal. keadaan hipermatabolik seperti pada luka bakar ◦ Klien yang dipuasakan (NPO) untuk periode tertentu seperti pada klien post operatif ◦  Kalori dari dekstrosa adalah 3. anorexia nervosa. peradangan pada usus ◦ Bayi prematur ◦ Malnutrisi seperti pada cystic fibrosis.17 kcal/ml 0.5) + ((mEq/L Na + K + Ca + Mg) x 2) = mOsm/L ATAU  (g/L Dekstrosa x 5) + (g/L Protein x 10) + 300-400 mOsm/L untuk Vitamin dan mineral Kebutuhan Nutrisi Anak Page 33 .68 kcal/ml 0. fistula usus.51 kcal/ml 0.34 kcal/ml  Lipid mempunyai kalori 9 kcal/g sehingga 20% intralipid (20g lemak/100ml air) mempunyai kalori 2 kcal/ml  Kebutuhan kalori dari lemak normalnya adalah 30-40% dari total kalori         D5W D10W D12.5W D20W D25W D30W 0. cancer. sindrom GI (post operative syndrome) ◦ Diare kronik : sindrom malabsorbsi.59 kcal/ml 0. jadi jika D10% mempunyai 10 g glukosa/100 ml maka (10 g x 3.

The caloric provision is 340kcal/day from TPN and 100kcal/day from fat.68kcal/ml = 340 kcal/day from TPN 50ml x 2kcal/ml = 100 kcal/day from intralipid 3g/kg/day x 5kg = 15 g protein Conversion to nitrogen grams ◦ ◦ 6. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 34 .5% + AS 6% + D10%  Maka osmolaritas cairan yang masuk adalah : (g/L Dekstrosa x 5) + (g/L Protein x 10) + 300-400 mOsm/L untuk Vitamin dan mineral (17. which consists of D20 solution and 50ml of 20% intralipid. The total volume infused is 500 + 50 =550ml/d.5/100*1000) x5 + (6/100*1000) x 10 + (10/100*1000) x 5 = 875 + 600 + 500 = 1975 = Oleh karena itu pemberian ini harus dilakukan pada vena sentral atau vena dalam ( Osm > 900 mOsm/L) An infant is receiving 500 ml/day of TPN.25 = 2. ◦ ◦ ◦ 500ml x 0. For a 5kg infant this is 110ml/kg/day. His weight is 5 kg.4 g Nitrogen Total calorie : Nitrogen ratio = (340+100)/2. He is also receiving 3g/kg/d of protein.25g protein = one gram Nitrogen 15 / 6. Jika anak mendapatkan D17.4 = 183 :1 This same example serves to illustrate how ml/kg/day and kcal/kg/day are calculated. Divided by 5kg yields 88kcal/kg/day.

mental dan social serta berguna bagi nusa dan bangsa. jenis makanan dan masalah–masalah yang timbul akibat pemberian makanan tergantung berdasarkan pada masing–masing kelompok umur. tetapi pada masa ini masalahnya sudah lain karena anak sudah dapat memilih makanannya sendiri yang sering kali tidak mengandung zat–zat makanan yang seimbang. anak toddler. anak prasekolah. Kebutuhan Nutrisi Anak Page 35 . Pada masa bayi perlu ditekankan pemberian ASI dan MP–ASI yang bergizi. penyusunan maupun referensi yang kami buat. karena pada masa bayi pertumbuhan anak sangat pesat dan merupakan masa transisi dari ASI ke makanan dewasa. Makalah ini tidak luput akan kesalahan baik dari segi bahasa. Demikian pula dengan pada masa remaja pertumbuhan anak juga sangat pesat. Oleh kareana itu diperlukan berbagai upaya untuk meningakatkan nutrisi atau gizi anak. untuk itu kami harap masukan saran guna dalam memperbaiki makalah ini.2 Saran Pada makalah yang telah kami susun sedemikian rupa dengan judul “Nutrisi Pada Anak” dapat bermanfaat bagi seluruh komponen masyarakat. Kebutuhan akan zat–zat makanan. agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal dan menjadi generasi penerus yang sehat jasmani. khususnya makalah ini kami tujukan untuk perawat dalam menangani masalah kesehatan yang tertuju nutrisi pada anak.BAB III PENUTUP 3. 3. anak sekolah dan remaja.1 Kesimpulan Telah dibahas kebutuhan nutrisi atau gizi bayi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful