Pengertian TOTAL QUALITY MANAGEMENT

Total Quality Management adalah suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta masyarakat.

Pengertian TQM secara rinci
1.

Pengertian Total Menunjukkan bahwa TQM merupakan strategi organisasional menyeluruh yang melibatkan semua jenjang dan jajaran manajemen dan karyawan. Setiap orang terlibat dalam proses TQM.

2.

Pengertian Kualitas Bukan berarti sekedar produk bebas cacat, tetapi TQM lebih menekankan pelayanan kualitas. Kualitas didefinisikan oleh pelanggan, bukan organisasi atau manajer departemen pengendalian kualitas.

3.

Pengertian Manajemen Mengandung arti bahwa TQM merupakan pendekatan manajemen, Pendekatan TQM sangat berorientasi pada manajemen orang.

Unsur unsur Filosofi Total Quality Management
1. Standar Mutu Yang Memperhatikan Pelanggan 2. Hubungan Pemasok Pelanggan 3. Orientasi pencegahan 4. Mutu pada sumber (quality at the source)

5. Perbaikan yang berkesinambungan (continous improvement/CI)

1. Standar Mutu yang Memperhatikan Pelanggan
Permintaan mutu pelanggan yang harus secara tepat diterjemahkan ke dalam spesifikasi yang diperlukan pemasaran atau pengembangan produk. Dalam prakteknya, diperlukan suatu definisi yang operasional mengenai mutu, suatu pemahaman dari dimensi mutu, dan metodologi untuk memasukkan suara pelanggan pada spesifikasi tersebut. Mutu suatu produk atau jasa dapat didefinisikan dalam mutu desainnya dan mutu dari kesesuaiannya terhadap desain tersebut. Baik “quality of design” maupun “quality of conformance” harus memberikan produk yang memenuhi tujuan pelanggan atas produk tersebut. Ini sering dinamakan kemampuan produk dipakai (the product’s fitness for use), dan ia perlu mengidentifikasi dimensi-dimensi produk (jasa) yang pelanggan inginkan dan mengembangkan suatu program pengendalian mutu untuk memastikan dimensi-dimensi ini dipenuhi.

2. Hubungan Antara Pemasok-Pelanggan
Hubungan antara pemasok-pelanggan merupakan fakta bahwa setiap orang dalam organisasi mempunyai seorang pelanggan. Pelanggan demikian dapat internal (seperti pekerja berikut atau departemen berikut dalam proses produksi) dan juga eksternal (distributor, pengecer dan pemakai akhir). Setiap dari pelanggan-pelanggan ini mempunyai persyaratan mutu yang berhubungan dengan satu atau lebih dimensi. Beberapa orang berargumentasi bahwa pelanggan yang benarbenar dipermasalahkan adalah orang yang membeli produk dan jasa. Adalah penting untuk memperhatikan kepada siapa organisasi melakukan pelayanan. Sebaliknya, suatu organisasi adalah suatu jaringan kerja dari hubungan antara orang-orang yang satu sama lain, secara independen bekerja sama untuk menciptakan produk dan jasa.

3. Orientasi Pencegahan

baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal merupakan driver. Pelanggan eksternal menentukan kualitas produk atau jasa yang disampaikan kepada mereka. Suatu yang memiliki mutu sumber yang baik maka akan menghasilkan mutu yang baik pula. 5.” Peribahasa ini merupakan inti dari orientasi pencegahan. sebagai berikut: 1. sistem yang sudah ada perlu diperbaiki secara terus menerus agar kualitas yang dihasilkannya dapat meningkat.” 4. Mutu Pada Sumber “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” merupakan sebuah ungkapan inti di dalam Mutu pada sebuah sumber. dan sesungguhnya. Mantra yang lain adalah “DIRTFT (do it right the first time)” dan “you can’t inspect quality. Karakteristik total quality manajemen Berdasarkan definisi-defini tentang TQM seperti di atas. merupakan filosofi kontemporer dari TQM. Fokus Pada Pelanggan Dalam TQM. Goetsch dan Davis mengungkapkan sepuluh unsur utama (karakteristik) total quality management. sedangkan pelanggan internal berperan besar . Perbaikan Yang Berkesinambungan Setiap poduk atau jasa dihasilkan dengan memanfaatkan proses-proses tertentu di dalam suatu sistem atau lingkungan.“Pencegahan adalah lebih baik dari pada penyembuhan. Oleh karena itu.

terutama untuk mendesain pekerjaan dan dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang didesain tersebut. Oleh karena itu. Dengan demikian data diperlukan dan dipergunakan dalam menyusun patok duga (benchmark). proses. 4. 7. Dengan kualitas yang ditetapkan tersebut.dalam menentukan kualitas manusia. Perbaikan Sistem Secara Berkesinambungan Setiap poduk atau jasa dihasilkan dengan memanfaatkan proses-proses tertentu di dalam suatu sistem atau lingkungan. memantau prestasi. dan lingkungan yang berhubungan dengan produk atau jasa. organisasi harus terobsesi untuk memenuhi atau melebihi apa yang ditentukan tersebut. Untuk itu dibutuhkan budaya perusahaan yang baru pula. penentu akhir kualitas pelanggan internal dan eksternal. kemitraan dan hubungan dijalin dan dibina baik antar karyawan perusahaan maupun dengan pemasok lembaga-lembaga pemerintah. dan melaksanakan perbaikan. 6. 2. 3. dan masyarakat sekitarnya. Kerja sama Team (Teamwork) Dalam organisasi yang menerapkan TQM. Komitmen jangka Panjang TQM merupakan paradigma baru dalam melaksanakan bisnis. Oleh karena itu komitmen jangka panjang sangat penting guna mengadakan perubahan budaya agar penerapan TQM dapat berjalan dengan sukses. Obsesi Terhadap Kualitas Dalam organisasi yang menerapkan TQM. 5. Pendidikan dan Pelatihan . kerja sama tim. sistem yang sudah ada perlu diperbaiki secara terus menerus agar kualitas yang dihasilkannya dapat meningkat. Pendekatan Ilmiah Pendekatan ilmiah sangat diperlukan dalam penerapan TQM.

karena pihak yang terlibat lebih banyak. maka perusahaan harus memiliki kesatuan tujuan. Setiap orang diharapkan dan didorong untuk terus belajar. Dengan demikian setiap usaha dapat diarahkan pada tujuan yang sama. Kebebasan Yang Terkendali Dalam TQM. Namun hal ini tidak berarti bahwa harus selalu ada persetujuan atau kesepakatan antara pihak manajemen dan karyawan mengenai upah dan kondisi kerja. pendidikan dan pelatihan merupakan faktor yang fundamental. Selain itu unsur ini juga dapat memperkaya wawasan dan pandangan dalam suatu keputusan yang diambil.Dalam organisasi yang menerapkan TQM. 9. kebebasan yang timbul karena keterlibatan tersebut merupakan hasil dari pengendalian yang terencana dan terlaksana dengan baik. Hal ini dikarenakan unsur tersebut dapat meningkatkan "rasa memiliki" dan tanggung jawab karyawan terhadap keputusan yang dibuat. Adanya Keterlibatan dan Pemberdayaan Karyawan Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan merupakan hal yang penting dalam penerapan TQM. Dengan belajar. Fokus pada pelanggan . 8 prinsip-prinsip manajemen mutu 1. Kesatuan Tujuan Agar TQM dapat diterapkan dengan baik. setiap orang dalam perusahaan dapat meningkatkan keterampilan teknis dan keahlian profesionalnya. 8. keterlibatan dan pemberdayaan karyawan dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah merupakan unsur yang sangat penting. Pemberdayaan bukan sekedar melibatkan karyawan tetapi juga melibatkan mereka dengan memberikan pengaruh yang sungguh berarti. 10. Meskipun demikian. yang tidak ada akhirnya dan tidak mengenal batas usia.

pembetulan. karyawan. pemasok. masyarakat.Manfaat penting yang diperoleh pada organisasi dengan menerapkan prinsip focus pada pelanggan dapat disebutkan sebagai berikut: Meningkatnya keuntungan dan mendapat perolehan pangsa pasar yang cepat. Meningkatnya penggunaan sumberdaya organisasi yang efektif untuk mempertinggi kepuasan pelanggan. seperti pemilik. Kepemimpinan Manfaat penting yang diperoleh pada organisasi dengan menerapkan prinsip kepemimpinan dapat disebutkan sebagai berikut:  Karyawan akan paham dan termotivasi atas pentingnya tujuan dan sasaran organisasi.  Memastikan keseimbangan antara kepuasan pelanggan dengan pihak lain yang berkepentingan. dan penerapan aktivitas dilakukan dalam satu kesatuan.  Mengkomunikasikan kebutuhan dan harapan pelanggan dengan organisasi secara keseluruhan. . Meningkatnya loyalitas pelanggan.  Menyelaraskan pendekatan dalam memuaskan pelanggan dan pihak yang berkepentingan serta mengambil tindakan atas hasil yang didapatkan. 2. Penerapan prinsip pertama ini secara optimal nantinya akan mengarah pada halhal sebagai berikut :  Menyelidiki dan memahami kebutuhan dan harapan pelanggan.  Memastikan bahwasasaran organisasi berhubungan dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. dan negara.  Pengevaluasian. pemodal.

moral. Penerapan prinsip kepemimpinan ini nantinya akan mengarah pada:  Pertimbangan semua kebutuhan pihak terkait sebagai suatu kesatuan. tujuan. Keterlibatan Personal Para karyawan harus dilibatkan pada setiap proses untuk menyusunarah dan tujuan serta perlatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan mutu.  Menyediakan sumber daya dan pelatihan.  Menghilangkan kekhawatiran diantara sesame karyawan. atau sasaran yang menantang. Salah komunikasi (miscommunication) antar tingkatan pada organisasi dapat dikurangi.  Menetapkan target. pengendalian.  Kebebasan untuk bertindak dengan tanggung jawab dan akuntabilitas.  Timbulnya keinginan untuk berpartisipasi dan berkontribusi untuk perbaikan yang berkelanjutan. Pendekatan Proses Pendekatan proses ialah suatu pendekatan untuk perencanaan.  Pegawai dapat diandalkan kinerjanya.  Menciptakan visi yang jelas untuk masa depan organisasi. dan peningkatan proses-proses utama dalam perusahaan (trilogi proses mutu) dengan menekankan pada keinginan pelanggan daripada keinginan fungsional. 3. sehingga setiap individu akan terlibat dan punya tanggung jawab untuk mencari perbaikan yang terus menerust erhadap proses yang berada pada lingkup ugasnya.  Menjadi contoh dalam hal kejujuran. 4.Manfaat penting yang diperoleh pada organisasi dengan menerapkan prinsip pendekatan proses dapat disebutkan sebagai berikut : . dan penciptaan budaya.  Penciptaan kepercayaan.

Langkah-langkah Penerapan Pendekatan Proses: • Mendefinisikan aktivitas yang diperlukan dan diterapkan pada organisasi secara sistematis • • Mendefinisikan urutan dan interaksi proses Menentukan kriteria dan metode yang disyaratkan untuk memastikan operasi dan pengendalian proses ini agar efektif • Memastikan tersedianya sumber daya dan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung pengoperasian dan pemantauan proses • • Mengukur. Penerapan prinsip ini nantinya akan mengarah pada: . seperti konsistensi.  Memberikan kepercayaan pada interestedparties. dan efisiensi organisasi. Peningkatan kesempatan dapat lebih difokuskan dan diprioritaskan. memantau. dan menganalisis proses Menerapkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang direncanakan dan meningkatkan proses ini secara berkelanjutan 5.• Turunnya biaya dan waktu putaran yang lebih pendek karena penggunaan sumber daya yang lebih efektif. Penjajaran proses akan mencapai hasil terbaik dari yang diinginkan. keefektifan. konsisten. dan ditingkatkan. Pendekatan Sistem untuk Pengelolaan Keuntungan yang diperoleh dari pendekatan sistem:  Integrasidan. • • Hasil yang diperoleh dapat diperkirakan.  Kemampuan untuk memfokuskan usaha dalam proses kunci.

 Menargetkan dan mendefinisikan bagaimana aktivitas yang sesuai dengan system yang harus dioperasikan.  Pendekatan terstruktur yang dapat mengharmoniskan dan mengintegrasikan proses-proses. Peningkatan Berkesinambungan Keuntungan pokok dari penerapan prinsip ini antara lain:  Adanya kinerja yang menguntungkan dalam meningkatkan kapabilitas organisasi.  Mengoptimalkan biaya dan sumber data Penerapan prinsip kepemimpinan ini nantinya akan mengarah pada:  Mengkaryakan pendekatan organisasi secara konsisten untuk menerapkan continual improvement pada kinerja organisasi.  Peningkatan berkelanjutan secara terus menerus melalui pengukuran dan evaluasi. dan sistem sebagai sasaran untuk setiap individu dalam organisasi.  Menyediakan pelatihan dan pendidikan dalam metode maupun alat yang digunakan.  Memahami kapabilitas organisasi dan terlebih dahulu membuat sumber daya terbatas untuk ditindak lanjuti.  Fleksibel dan cepat dalam merespons hubungan untuk mengubah pasar atau kebutuhan dan harapan pelanggan. 6.  Membuat continual improvement pada produk.  Memahami keterkaitan proses dengan sistem. Menstrukturkan system menuju pencapaian sasaran dengan lebih efisien dan efektif. . proses.

.  Memberikan penghargaan pada improvement.  Menganalisis data dan informasi dengan menggunakan metode yang benar. 7. Pembuatan Keputusan Berdasarkan Fakta Langkah-langkah yang digunakan dalam menerapkan prinsip ini adalah:  Melakukan pengujian serta pengumpulan data dan informasi yang berhubungan dengan sasaran. berkomunikasi dan berbagi informasi dengan pemasok.  Memastikan data dan informasi yang akurat.  Memahami penggunaan teknik statistik. Hubungan Saling Menguntungkan Dengan Pemasok Langkah-langkah yang dilakukan untuk implementasi prinsip ini antara lain:     mengidentifikasi dan menyeleksi pemasok yang penting. Membuat tujuan sebagai pedoman dan pengukuran untuk track continual improvement.  Membuat keputusan dan menindaklanjutinya berdasarkan hasil analisis dan pengalaman.   menetapkan hubungan jangka pendek dan jangka panjang yang seimbang. 8. membina hubungan dengan pemasok dan memperlakukan pemasok sebagai mitra kerja. melibatkan pemasok dalam proses pengembangan strategi perusahaan. dapat dipercaya. dan mudah diakses. melibatkan pemasok dalam mengidentifikasi kebutuhan perusahaan.

Trust / kepercayaan 4. menganjurkan. Ethics / etika 2. Teamwork / kerja sama 6. memastikan perusahaan. Communication / komunikasi Elemen Kunci TQM . Recognition / akredibilitas 8. MODEL TQM Salah satu kerangka model TQM: 1. bahwa output dari pemasok sesuai dengan persyaratan   membuat aktivitas bersama dalam pengembangan dan peningkatan. Training /diklat 5. Integrity / integritas 3. Leadership / kepemimpinan 7. mengilhami. dan menghargai peningkatan dan suatu prestasi oleh para pemasok.

Integrity termasuk di dalamnuya adalah kejujuran. 2. a. 2. dan trust. yaitu sebagai berikut.Model TQM di atas menunjukkan suatu philosophy bahwa mutu yang diinginkan didapat dari kekuatan kepemimpinan. Ada dua jenis etika perusahaan. maka pilar penyangga akan lebih kuat lagi dalam mencapai “atap“ yang menjadi tujuan TQM. termasuk di dalamnya ethics. perencanaan. design. Bricks terdiri atas hal-hal berikut. and trust. yaitu recognition. Foundation TQM dibangun di atas suatu fondasi yang terdiri atas ethics. Training . Kedelapan elemen kunci tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat bagian. Jadi. yaitu yang berkaitan dengan etika bisnis dan etika personal. integrity.hal yang dianggap baik oleh perusahaan dan menghindarkan diri dari tindakan-tindakan yang dianggap buruk. Ethics adalah suatu bentuk kedisiplinan akan menjalankan hal. b. 4. Ini akan menumbuhkan keterbukaan. and leadership. Foundation. Suatu perusahaan hendaknya mampu menilai apa yang konsumen harapkan dan apa yang pantas diberikan kepada konsumen berdasarkan nilai-nilai tersebut. teamwork. keadilan. Roof adalah recognition. Trust kepercayaan di antara karyawan dan pihak-pihak terkait dengan perusahaan akan memudahkan proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan. ketulusan dan memberikan peluang bagi semua orang untuk ikut serta dalam proses pelaksanaannya. kepercayaan akan mendatangkan lingkungan yang kooperatif terhadap TQM. 1. keadilan. moralitas. integrity. c. nilai. etika dari individual SDM terhadap perusahaan dan sesama SDM. Building Bricks. dan ketulusan. 3. termasuk di dalamnya training. termasuk di dalamnya adalah communication. Semuanya harus terwujud dalam hubungan antara komponen perusahaan terhadap konsumen. Binding Mortar. Bricks Setelah memiliki fondasi yang kuat. 1. dan peningkatan inisiatif. a.

Problem Solving Teams (PSTs). Pada dasarnya diklat yang dibutuhkan karyawan diantaranya keahlian personal sesuai dengan pekerjaan masing-masing. Natural Work Teams (NWTs) c. Binding Mortar . dan keahlian teknis lainnya sehingga akan mampu mendapatkan karyawan yang efektif. Tim juga akan mampu mingimprovisasi proses dan pelaksanaan TQM. dipegang. ekonomi dan bisnis. 3. Intinya keseluruhan TQM harus dipahami. Dengan tim permasalahan akan lebih cepat diselesaiakan dengan lebih banyak solusi yang dapat saling mengisi. pembuatan keputusan. b. Quality Improvement Teams or Excellence Teams (QITS) ii. Teamwork Kekuatan tim akan lebih hebat dari individu. Leadership Bisa dikatakan sebagai kunci utama dalam TQM. Ada tiga tipe tim yang disarankan dalam TQM. Tugas diklat biasanya dibebankan padasupervisor atau badan tersendiri dari Human Resources Departement. iii. Dalam TQM juga dibutuhkan supervisor yang berkomitmen untuk memimpin karyawan. Pemimpin di sini juga berarti mampu membuat arah strategi yang dapat dipahami oleh semua komponen yang ada dengan nilai-nilai yang mewakili seluruh kepentingan. pemecahan masalah. Seorang supervisor harus paham betul. i. TQM dengan seperangkat nilai dan philosophy yang terkandung di dalamnya dan mampu mengkomunikasikannya ke seluruh elemen yang berada di bawahnya. kemampuan untuk bekerja aktif dalam tim. Sosok kepemimpinan dalam TQM hendaknya yang memiliki visi ke depan dan mampu menginspirasi anggotanya. dan dipimpin oleh perangkat top management yang harus memiliki komitmen tinggi terhadap hal tersebut. yaitu sebagai berikut. Sosok kepemimpinan ini biasanya dipegang oleh seorang manajer. Nilai obyektivitas harus dijunjung tinggi karena top management bertindak dari planer sampai measurement.Diklat sangat penting bagi karyawan untuk meningkatkan produktivitasnya.

self esteem. produktivitas. dan kualitas kerja yang sesuai dengan mutu yang diharapkan perusahaan. Roof Recognition Recognition adalah elemen terakhir dari TQM.Binding Mortar merupakan elemen kunci yang melingkupi keseluruhan model dari TQM. Seharusnya elemen ini mampu memberikan sugesti dan achivement bagi tim dan karyawan individual. antara lain sebagai berikut. Dengan seseorang memperoleh suatu pengakuan. Upward communication iii. Komunikasi yang baik dalam TQM diperlukan antara seluruh elemen organisasi. dan konsumen. Sideways communication 4. . Ada beberapa macam komunikasi. Downward communication ii. maka secara otomatis akan terjadi perubahan yang luar biasa dalam kepercayaan diri. Pengakuan atau kredibilitas dapat terjadi dengan cara. terjadi pada tempat serta terjadi pada waktu. Kesatuan dari keseluruhan elemen kunci ini disatukan dengan suatu komunikasi yang tepat. Secara tidak langsung hal inilah yang pada akhirnya akan memberikan kepuasan kepada konsumen berupa produk dengan mutu yang tinggi sebagai hasil dari pemberdayaan SDM yang berkualitas. plakat. Dalam kondisi apa pun seorang supervisor harus peka terhadap aliran informasi yang ada di sekitarnya yang kemudian disampaikan ke manajemen untuk diolah sedemikian rupa menjadi suatu keputusan terhadap suatu kondisi berupa informasi untuk kemudian disampaikan ke pihak-pihak yang terkait. Communication Komunikasi adalah suatu jembatan yang menentukan keberhasilan TQM. Komunikasi yang tidak tepat dan tidak tertuju ke sasaran akan mengakibatkan rubuhnya model TQM. • Cara: Berupa sertifikat penghargaan. trofi. i. supplier. yang tepat sasaran dan tepat ide. akredibilitas. yaitu sebagai berikut. dan sebagainya.

dan top manajemen. tim. TQM membuat perusahaan berfokus pada keinginan pasar b. Keuntungan secara konkrit Keuntungan secara abstrak . c. dan sebagainya. TQM menyalurkan prosedur yang penting untuk memperoleh hasil yang unggul. e. ataupun di kalangan karyawan • Waktu: Pengakuan dapat diberikan pada waktu tertentu.• Tempat: Penampilan yang baik dapat dilihat dari kondisi kerja departemen. f. d. panitia. TQM membantu untuk membangun prosedur yang baik untuk komunikasi dan menghargai kerja yang baik. penghargaan yang sifatnya rutin. TQM menguinspirasi pekerja untuk memberikan mutu terbaik dalam setiap aktifitas. Manfaat dan Tujuan TQM Manfaat: a. Pengakuan di sini terjadi di kalangan departemen. seperti rapat staf.TQM membantu untuk mengulas proses apa yang diperlukan untuk membangun strategi perkembangan secara kontinyu. TQM mendukung perusahaan untuk benar-benar mengerti persaingan yang ada dan untuk membangun strategi perang yang efektif. TQM membantu untuk secara kontinyu menguji semua proses untuk membuang hal yang tidak diperlukan dan hal yang tidak produktif. top manajemen.

manusia. PENERAPAN TQM Total Quality Management (TQM) merupakan paradigma baru dalam menjalankan bisnis. yang berupaya untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan secara berkesinambungan atas kualitas produk. TQM merupakan pendekatan yang seharusnya . jasa. perusahaan. atau dengan kata lain TQM dimaksudkan untuk dapat memproduksi barang dan atau jasa yang berkualitas tinggi dengan metode yang memadukan keterampilan manajerial dan operasional secara efektif dan efisien. sehingga dapat memperbaiki kualitas barang dan jasa. Secara umum TQM merupakan suatu sistem manajemen dengan tujuan untuk dapat meningkatkan produktivitas karyawan. dan pelanggan.• • • • • Kualitas produk yang lebih baik Perkembangan hasil produk Peningkatan hasil penjualan Peningkatan keuntungan Mengurangi keluhan karyawan • • • Kerja tim yang efektif Perbaikan minat kerja Perbaikan hubungan sesama pekerja dan tern pat kerja • • • • Budaya partisipatif Kepuasan konsumen Perbaikan komunikasi Memperbaiki masalah • Mempertinggi kesehatan badan kapasitas pemecahan hukum dan karakter perusahaan o ♦ baik Image perusahaan yang lebih Tujuan utama TQM adalah untuk dapat bersaing dan unggul dalam persaingan global dengan mengoptimalkan kemampuan dan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan secara berkesinambungan. proses dan lingkungan organisasi. sehingga dapat menimbulkan kepuasan bagi semua pihak yaitu tenaga kerja.

misalnya dalam aspek ekonomi. Sukses tidaknya implementasi TQM sangat ditentukan oleh kompetensi SDM perusahaan untuk merealisasikannya. Perbedaan pokok adalah berupa karakteristik yang tercakup dalam unsur-unsur TQM. Kelangsungan hidup perusahaan sangat tergantung pada kemampuan untuk memberi respons terhadap perubahan-perubahan tersebut secara efektif.dilakukan organisasi masa kini untuk memperbaiki kualitas produknya. hankam. 1995:329). Berkaitan dengan perubahan tersebut. dan aspek lainnya. Berbagai tren baru dalam lingkungan manufaktur membawa dampak terhadap kualitas. yaitu berikut ini:  Perubahan sulit berhasil bila manajemen puncak tidak menginformasikan proses perubahan secara terus-menerus kepada para karyawannya. tidak berfokus pada pelanggan Memandang rendah kontribusi potensial karyawan Menganggap bahwa mutu yang lebih baik hanya dapat dicapai dengan biaya yang tinggi Mengutamakan bossmanship bukan leadership PERSYARATAN IMPLEMENTASI TQM Untuk melakukan suatu perubahan sering kali tidak mudah. TQM lebih berfokus pada tujuan perusahaan untuk melayani kebutuhan pelanggan dengan memasok barang dan jasa yang memiliki kualitas setinggi mungkin. teknologi. PENGARUH PERUBAHAN LINGKUNGAN TERHADAP TQM Dalam era globalisasi dan liberalisasi perdagangan. Kehadiran TQM sebagai paradigma baru menurut komitmen jangka panjang dan perubahan total atas paradigma manajemen tradisional. menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitasnya. politik. Munculnya TQM juga dikarenakan adanya kekurangan atau kesalahan dalam menjalankan bisnis dengan mengunakan pendekatan tradisional. . Beberapa kekurangan atau kesalahan tersebut (Fandy. hukum. baik internal maupun eksternal. sosial budaya. apalagi bila menyangkut perubahan yang bersifat fundamental dan menyeluruh. antara lain sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) Berfokus pada jangka pendek Cenderung bersifat arogan. terjadi berbagai perubahan dalam hampir semua aspek. Perlunya perubahan total dikarenakan cara menjalankan bisnis dengan TQM berbeda sekali dengan cara tradisional. Penerapan manajemen sumber daya manusia tidak berdiri sendiri tetapi terikat dengan paket TQM dan harus selaras dengan perubahan proses. Umumnya perubahan yang terjadi disebabkan oleh berbagai kekuatan yang ada. ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Komitmen atas sumber daya yang dibutuhkan c. 1995:332) yaitu : a. masih ada beberapa tugas lainnya yang harus dilakukan. Pihak manajemen harus mebubah dirinya terlebih dahulu. FASE-FASE IMPLEMENTASI Menurut Goetsch dan Davis (1997:584-589) memberikan klasifikasi fase implementasi yang lebih rinci dan sistematis. Perencanaan dan publikasi e. 1997:264) (Fandy. Persepsi karyawan terhadap perubahan sangat mempengaruhi penolakan perubahan. manajemen puncak juga bertanggung jawab dalam mengatasi setiap penolakan terhadap perubahan ke arah manajemen baru. yaitu sbb:     Melatih steering committee Identifikasi kekuatan dan kelemahan organisasi Identifikasi pendukung potensial TQM Identifikasi pelanggan eksternal dan internal PERANAN MANAJEMEN DALAM IMPLEMENTASI TQM TQM merupakan transformasi budaya yang didorong oleh definisi ulang (reengineering) terhadap peranan manajemen. 1994:1334). perilaku. maupun cara mereka menjalankan bisnis. Ada beberapa persyaratan untuk melaksanakan TQM (Goetsch. asumsi. atau prestasi kinerja yang diharapkan dari seseorang yang memiliki posisi khusus (Bounds. Selain tugas-tugas tersebut. Komitmen manajemen puncak b. keyakinan. baik aspek nilai. Fase implementasi TQM dikelompokkan menjadi tiga fase yaitu : . Peranan merupakan tanggung jawab. et al. Karyawan akan mendukung perubahan bila mereka merasa bahwa manfaat perubahan akan lebih besar daripada biaya yang ditimbulkan terutama biaya karyawan. Infrastruktur yang mendukung penyebarluasan dan perbaikan terus menerus Keseluruhan persyaratan diatas merupakan tugas awal yang harus dilakukan dalam memulai implementasi TQM. Selain melaksanakan kepemimpinan yang diharapkan dapat memotivasi dan mengarahkan para karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Organization wide steering committee d.

Hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Fase Pelaksanaan Langkah P: Penggiatan Tim Langkah Q: Umpan Balik kepada Steering Committee Langkah R: Umpan Balik dari Pelanggan Langkah S: Umpan Balik dari karyawan Langkah T: Memodifikasi Infrastruktur PENGARUH IMPLEMENTASI TQM PADA KINERJA ORGANISASI. kemudian menggunakan siklus PDCA (Plan. Manajemen arus proses. Pengaruh penerapan TQM pada kinerja organisasi (Hessel. Statistical quality control. Fase Persiapan Langkah A: Membentuk Total Quality Steering Committee Langkah B: Membentuk Tim Langkah C: Pelatihan TQM Langkah D: Menyusun Pernyataan Visi dan Prinsip sebagai Pedoman Langkah E: Menyusun tujuan umum Langkah F: Komunikasi dan Publikasi Langkah G: Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan Langkah H: Identifikasi Pendukung dan Penolak Langkah I: Memperkirakan Sikap Karyawan Langkah J: Mengukur Kepuasan Pelanggan 2.      Proses desain produk. Do. Check and Adjust) Langkah L: Identifikasi Proyek Langkah M: komposisi Tim Langkah N: Pelatihan Tim 3. Sikap kerja pekerja .1. 2003:84) meliputi atas berikut ini. Fase Perencanaan Langkah K: Merencanakan pendekatan Impelementasi.

Sistem infprmasi Personalia . Siklus pengembangan system informasi terdiri dari : perencanaan . Partial quality management Kurangnya pengetahuan tentang kkosep TQM yang akan mempersulit karyawan untuk menerima dan menerapkan kosep TQM. HAMBATAN IMPLEMENTASI TQM DI INDONESIA Hasil analisis implementasi TQM di Indonesia menunjukkan ketidaksempurnaan implementasi TQM dan kurangnya infrastruktur yang mendukung implementasi TQM. Secara umum. pembuatan . Sistem Informasi dapat merupakan suatu organisasi sendiri di samping juga umumnya sebagai bagian dari suatu organisasi . system informasi pembelian . 2003:98) yaitu sbb: 1. pemeliharaan. analisis . 4. Perbaikan proses secara terus menerus merupakan prinsip penerapan TQM. . perangkat lunak . Sistem informasi pemasaran . PENGERTIAN SISTEM INFORMASI Sistem Informasi merupakan kumpulan dari komponen – komponen (Perangkat keras. Kinerja organisai pada keunggulan kompetitif. menyimpan m memelihara dan menyampaikan informasi. Kurangnya dukungan infrastruktur untuk implementtasi TQM. Budaya organisasi kurang mendukung implementasi TQM. pengembangan system. Sistem Informasi manajemen terdiri dari beberapa sub system antara lain system informasi akuntansi . prosedur. HUBUNGAN SISTEM INFORMASI DENGAN TQM Media penyimpanan barang dan jasa berkualitas adalah melalui perbaikan proses. Sistem Informasi persediaan . 5. komunikasi dan user) yang saling berhubungan untuk menangkap. Siklus hidup pengembangan sistem terdiri dari survey. 3. data/informasi. memproses . 2. dimana belum sepenuhnya berfokus pada kepuasan pelanggan. Kurangnya komitmen manajemen puncak. implementasi . desain . Sistem informasi terdistribusi dll. dan evaluasi . terdapat beberapa faktor penyebab yang memungkinkan keadaan tersebut (Hessel. Salah satu faktor yang penting dalam penerapan TQM adalah peranan Teknologi Informasi .

MANFAAT PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI DALAM TQM DI PERUSAHAAN Pada umunya seseorang meraih manfaat ini dengan cara menjamin bahwa semua usaha perbaikan proses signifikan mencakup suatu penilaian tentang bagaimana memanfaatkan teknologi informasi dan kemudian dengan cara merancang aplikasi agar menghasilkan manfaat – manfaat tersebut. contoh adalah surat elektronik dan pembuatan laporan . Komputer membantu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan .khususnya dalam pengurangan waktu siklus . dimana jarak atau letak gegrafis sudah tidak menjadi masalah lagi dalam komunikasi antar unit organisasi. manfaatnya memberikan pengurangan waktu silkus dan pelayanan yang lebih cepat. Aplikasi berbagai computer dapat dirancang untuk memastikan bahwa informasi yang benar tersedia pada tempat dan waktu yang tepat. Komputer dapat mengumpulkan data transaksi dan data mengenai bagaimana proses dikerjakan kemudian melakukan analisis statistik dasar untuk kepentingan user. Aplikasi pertama dan yang sampai sekarang masih berkembang berfungsi melakukan analisis kuantitatif dan memasuki database yang dimiliki perusahaan – perusahaan lain guna belajar lebih banyak tentang pesaing dan pelanggan. Komputer dasar dihubungkan dengan bank sehingga para pelanggan dapat membayar barang – barang dan jasa yang mereka beli. 1. Komputer memperpendek jalur komunikasi . 3. Komputer memungkinkan pemberian jasa baru untuk mencapai keunggulan kompetitif atas para pesaing. Oleh karena itu efektifitas kinerja penerapan TQM semakin tergantung pada penerapan Teknologi Informasi untuk mendukung secara efisien kerja sama semua fungsi manajemen untuk memberikan barang atau jasa yang memuaskan. 2. 5. . 4.

Sebagaian besar eksekutif sistem informasi juga melaporkan bahwa mereka mengharapkan manfaat yang signifikan dari pendekatan tersebut dalam organisasi sistem informasi. enggan menerapkan kebiasaan – kebiasaan baru dan cara – cara baru serta . Kesimpulan 1. 7. Teknik manajemen proses yang teratur yang terlihat disekeliling kita tidak lain merupakan pergeseran fundamental dalam praktek menajemen . Survei terakhir ini menunjukan bahwa 59 % responden sistem informasi sedang melaksanakan strategi perbaikan proses . Pelayanan perbaikan dewasa ini sering di awasi dan di kelola melalui computer paket – paket disampaikan dengan disertai barcode yang berfungsi sebagai mekanisme pelacakan. Sistem informasi merupakan kunci keberhasilan penerapan TQM pada organisasi apapun . Komputer dapat memberikan pandangan yang lebih luas tentang pelanggan dan penambahan client.6. Sistem Informasi harus dan telah menjadi pusat transformasi mutu yang sedang beralngsung bukanlah suatu pemikran yang sia – sia . Oleh karena itu sistem informasi diharapkan sebagai pendukung dan juga diharapakn untuk menerapkan strategi TQM dalam departemennya sendiri oleh karena alas an – alas an yang sama . Hal ini menunjukkan sama signifikannya dengan penerapan Teknologi Informasi itu sendiri dalam era informasi sekarang ini. 3. Penerapan TQM semakin banyak oleh semua tipe organisasi dalam dunia industri. 2. Komputer meningkatkan pelayanan dan operasi . Pada sisi lain banyak penolakan terhadap penerapan TQM dalam sistem informasi yang disebabkan oleh karena kurangnya pengetahuan tentang TQM . Ketika mengembangkan jumlah dan kompleksitas sistem computer melalui penambahan database dan pemrosesan bertingkat (misalnya pada tingkat mikro kemudian mainframe) semakin besar pula kemungkinan untuk menggabungkan sistem – sistem computer tersebut guna menyediakan hubungan yang menghasilkan pandangan yang lebih lengkap tentang pelanggan dan proses.

Nasution. Edisi Revisi. Gramadia Pustaka Utama Jakarta. Implementation of Total Quality Management. Jakarta. Total Quality Management. Cortado. John S. Total Quality Management. J..N. Andi Yogjakarta.W. Manajemen Bisnis. Gramadia Pustaka Utama Jakarta. 5. DAFTAR PUSTAKA : 1. Ancangan Baru Mewujudkan Mutu Ke Dalam Barang Dan Jasa. Ghalia Indonesia. PT. 1989. G. Tjiptono. (terjemahan) PPM. 3..tidak ter[adunya sistem informasi suatu perusahaan . 4. Total Quality Management. J. Total Quality Manajemen.1995. Oakland. 2003. Juran. PT. Fdan Diana Anastasia. Manajemen Mutu Terpadu. M. Masalah lain adalah tidak adanya software pengendalian mutu secara statistic yang benar – benar baik agar dapat berfungsi sebagai alat bagi sistem informasi dalam menerapkan TQM. PT. Gramadia Pustaka Utama Jakarta. 2. .M. Merancang Mutu. 2003. 1993. Vincent. 6. 2004.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful