Substitusi

Reaksi substitusi adalah reaksi penggantian suatu atom atau gugus atom oleh atom atau gugus atom lain yang terdapat dalam suatu molekul. Dalam hal ini kita akan membahas reaksi substitusi nukleofilik, reaksi substitusi alkohol, reaksi substitusi eter, dan reaksi substitusi epoksida.

A.

Reaksi Substitusi Nukleofilik

Reaksi antara suatu alkil dan ion hidroksida adalah suatu reaksi substitusi nukleofilik. Bila alkil halida primer dipanasi dengan natrium hidroksida dalam air, terjadi reaksi dengan jalan SN2. Alkohol primer dapat diperoleh dengan rendemen baik oleh teknik ini. Karena alkil halida sekunder dan tersier mungkin juga menghasilkan produk-produk eliminasi, maka halida ini umumnya tidak berguna untuk mengsintesis alkohol. kalor CH3CH2CH2Br + OH1-bromopropana suatu alkil halida primer CH3CH2CH2OH + Br – 1-propanol suatu alkohol primer

B. 

Reaksi Substitusi Alkohol

Dalam larutan asam, alkohol dpat mengalami reaksi substitusi dan melepas air H2SO4 CH3CH2CH2CH2−OH + HBr 1-butanol CH3 CH3CH2CH−OH + HCl 2-butanol kalor CH3CH2CH2CH2−Br + H2O 1-bromobutana(95%) CH3 CH3CH2C−HCl + H2O 2-klorobutana(66%)

ZnCl2

(CH3)3C−OH + HCl t-butil alkohol

(CH3)3C−Cl + H2O t-butil klorida(88%)

kita saksikan bahwa Cl -. alkohol diprotonkan. Namun OH. Reaksi ini berupa kesetimbangan basa dengan alkoholnya bertindak sebagai basa. alkohol tak dapat menjalani substitusi dalam larutan netral atau basa.tipenya sama dengan reaksi yang terjadi antara air dan sebuah proton. Br -. H H – O: + HCl H H – O+− H + Cl- ¨ ¨ H R – O: + HCl H R – O+− H + Cl- ¨ Suatu alkohol suatu ion oksonium Reaksi SN1 (Alkohol sekunder dan tersier) H+ -H2O X- terprotonkan Zat antara karbokation . dan I - merupakan gugus pergi yang baik dan mudah digantikan dari dalam alkil halida. yang akan menjadi gugus pergi dari suatu alkohol dalam larutan netral atau basa adalah basa kuat dan karenanya merupakan gugus pergi yang sangat buruk.Tidak seperti alkil halida. Ionion ini adalah basa yang sangat lemah. Gugus pergi yang baik CH3CH2−Br + OH Gugus pergi yang jelek CH3CH2−OH + Br tidak ada reaksi CH3CH2OH + Br – Dalam larutan asam. Dalam bab 5. Mengapa tidak? Alasannya ialah pada umumnya suatu gugus pergi haruslah basa yang cukup lemah.

Reaksi SN2 (Alkohol primer dan metil alkohol) terprotonkan Keadaan transisi SN2  Reaksi dengan Tionil Klorida (SOCl2) Reaksi alkohol primer lewat ester anorganik (SN2) piridin piridin  Reaksi dengan Fosforus Tribomida (PBr3) Reaksi alkohol primer lewat ester anorganik (SN2) .

dapat disimpulkan bahwa alkohol tersier dapat mengalami reaksi eliminasi menghasilkan alkena dengan mudah.butil alkohol Alkohol sekunder → 2-propanol Alkohol Primer → Methanol etena propena metilpropena Dari reaksi-reaksi di atas. Gugus hidroksil diprotonkan.REAKSI DEHIDRASI Reaksi eliminasi alkohol. dapat menghasilkan alkena . sekunder dan tersier. seperti alkil halida. Contoh reaksi : Alkohol tersier : → . Urutan reaktivitas alkohol yaitu : Berikut ini adalah reaksi yang menunjukkan perbedaan reaktivitas pada reaksi dehidrasi. reaksi ini sering juga disebut dengan reaksi dehidrasi. dan kemudian sebuah proton dibuang untuk menghasilkan alkena. . dehidrasi mengikuti jalur sebuah karbokation terbentuk dengan lepasnya sebuah molekul air. yaitu dengan menghangatkan bersama pekat akan menghasilkan alkena. Berikut adalah reaksi dehidrasi alkohol sekunder dengan menggunakan jalur yang khas. Reaksi dehidrasi memerlukan adanya asam dan pemanasan. Untuk alkohol .

alkena yang lebih biasanya juga menghasilkan alkena yang tersubstitusi.Dalam tahap kedua. Jika dapat terbentuk lebih dari satu alkena. karena lebih stabil. maka suatu reaksi akan menghasilkan hasil yang melimpah. Dalam tahap kedua ini. atau molekul lain (dari molekul itu). Alkena yang lebih stabil → 2-pentanol 2-pentena (80%) 1-pentena (5%) Penataan ulang : . karbokation kehilangan yang diberikan kepada . dalam keadaan transisi terbentuk ikatan rangkap sebagian. Jalur lebih stabil. .

PEMBENTUKAN ALKOKSIDA dan FENOKSIDA 1.Na+ ROH + Na (Alkoksida) Contoh : 1. + Na + H2 ↑ 2. 2(CH3)2CHOH + 2Na 3. 2CH3CHOHCH3 + 2Na 2CH3CH3ONa + H2 2(CH3)2CHONa + H2 2CH3CH(ONa)CH3 + H2 4. PEMBENTUKAN FENOKSIDA → ArO. 2CH3CH2OH + 2Na 2.Na+ ArOH + NaOH (Fenoksida) . PEMBENTUKAN ALKOKSIDA → RO.

Contoh : 1. a. CH3(CH2)3OH + NaOH → Tidak Bereaksi Karena alkohol alifatik merupakan suatu asam lemah sehingga membutuhkan basa kuat untuk bereaksi misalnya logam. + NaOH Bereaksi Alkohol aromatis merupakan suatu asam kuat karena ion fenoksidanya dapat distabilkan oleh resonansi sehingga dengan basa lemah saja sudah bisa bereaksi. 2. + NaOH + H2O .

Sedangkan ester anorganik merupakan reaksi ion yang berlangsung cepat. Macam-macam ester 1) Ester organic a) Pembuatan ester dari alkohol dan asil klorida (klorida asam) Jika kita menambahkan sebuah asil klorida kedalam sebuah alkohol. sulfat. Ester organic ialah hasil reaksi alcohol dengan bahan organic seperti asam karboksilat. dan sulfonat. Penamaan ester hampir menyerupai dengan penamaan basa. Ester anorganik ialah hasil reaksi antara alcohol dengan bahan anorganik seperti nitrat. Ester dinamai menurut kelompok alkil dari alkohol dan kemudian alkanoat (bagian dari asam karbon). Ester organic merupakan reaksi molekul yang berlangsung lambat sehingga membutuhkan pemanaskan dalam mereaksikan. Contoh : . Suatu ester dapat dibuat sebagai produk dari suatu reaksi pemadatan pada suatu asam (pada umumnya suatu asam organik) dan suatu alkohol ( atau campuran zat asam karbol). Reaksi esterifikasi dibedakan menjadi 2 yaitu ester organic dan ester anorganik.Reaksi Esterifikasi Reaksi esterifikasi adalah reaksi pembentukan ikatan ester dimana pada percobaan ini ester dibuat dari alkohol dan asam karboksilat menggunakan katalis asam. 2002). Pemadatan adalah suatu jenis reaksi kimia di mana dua molekul bekerja sama dan menghapuskan suatu molekul yang kecil. dalam hal ini dua gugus OH yang merupakan hasil eliminasi suatu molekul air (Clark. namun ester memiliki kemiripan dalam sifat lebih elektropositif dan keelektronegatifan. Walaupun tidak benar-benar mempunyai kation dan anion. maka reaksi yang terjadi akan berlangsung hebat pada suhu kamar menghasilkan sebuah ester dan awan-awan dari asap hidrogen klorida yang asam dan beruap.

yaitu : Reaksi esterifikasi ini melepaskan molekul air dimana –OH yang dilepaskan berasal dari asam karboksilat dan –H yang dilepaskan berasal dari alcohol. Dengan demikian asam karboksilat berfungsi sebagai basa dan alcohol berfungsi sebagai asam. O H+ O OH HO O + H2O kalor O HO OH H+ kalor + H2O O O Maka persamaan reaksi untuk membuat etil etanoat dari asam etanoat dan etanol. 1982). yaitu : b) Ester karboksilat  Pembuatan ester dari alcohol dan asam karboksilat Reaksi pembentukan ester dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol (Fessenden.Bila ingin menambahkan etanol krlorida kedalam etanol. maka akan terbentuk banyak hidrogen klorida bersama dengan ester cair etil etanoat. Persamaan reaksinya. .

Contoh : Etanol yang bereaksi dengan anhidrida etanoat sebagai sebuah reaksi sederhana yang melibatkan sebuah alkohol. Reaksi berlangsung lambat pada suhu kamar atau lebih cepat disaat pemanasan. a) Nitrat . Tidak ada perubahan yang bisa diamati pada cairan yang tidak berwarna. Pembuatan ester dari alkohol dan anhidrida asam Reaksi-reaksi dengan anhidrida asam dapat berlangsung lebih lambat dibandingkan reaksi-reaksi yang serupa dengan asil klorida dan biasanya campuran reaksi yang terbentuk perlu dipanaskan terlebih dahulu. 2) Ester anorganik Ester anorganik merupakan reaksi substitusi elektrofilik karena reagen tertarik ke suatu pusat negatif. tetapi dapat diamati terbentuknya sebuah campuran etil etanoat dan asam etanoat.

Reaksi nitrat merupakan reaksi substitusi elektrofilik dimana NO2+ terikat pada pusat negative yaitu atom O. b) Sulfat c) Sulfonat .

Oksidasi jenis-jenis alkohol Agen pengoksidasi yang digunakan pada reaksi-reaksi ini biasanya adalah sebuah larutan natrium atau kalium dikromat(V)) yang diasamkan dengan asam sulfat encer.OKSIDASI ALKOHOL 1. Jika digunakan etanol sebagai sebuah alkohol primer sederhana. versi-versi sederhana dari reaksi ini sering digunakan dengan berfokus pada apa yang terjadi terhadap zat-zat organik . Persamaan setengah-reaksi untuk reaksi ini adalah 2. Untuk pembentukan asam karboksisat.  Oksidasi parsial menjadi aldehid Oksidasi alkohol akan menghasilkan aldehid jika digunakan alkohol yang berlebihan. Pemisahan aldehid sesegera mungkin setelah terbentuk berarti bahwa tidak tinggal menunggu untuk dioksidasi kembali. Reaksi oksidasi pada macam-macam jenis alcohol a) Alkohol primer Alkohol primer bisa dioksidasi baik menjadi aldehid maupun asam karboksilat tergantung pada kondisi-kondisi reaksi. larutan orange yang mengandung ion-ion dikromat(VI) direduksi menjadi sebuah larutan hijau yang mengandung ion-ion kromium(III). dan kita perlu memahami tentang persamaan setengah-reaksi untuk menyelesaikannya. CH3CHO. Jika oksidasi terjadi. alkohol pertama-tama dioksidasi menjadi sebuah aldehid yang selanjutnya dioksidasi lebih lanjut menjadi asam. Dalam kimia organik. Persamaan lengkap untuk reaksi ini agak rumit. maka akan dihasilkan aldehid etanal. dan aldehid bisa dipisahkan melalui distilasi sesaat setelah terbentuk. Alkohol yang berlebih berarti bahwa tidak ada agen pengoksidasi yang cukup untuk melakukan tahap oksidasi kedua.

Alkohol dipanaskan dibawah refluks dengan agen pengoksidasi berlebih. Kita bisa membuat sebuah struktur sederhana yang menunjukkan hubungan antara alkohol primer dengan aldehid yang terbentuk. Alkohol primer Aldehid  Oksidasi sempurna menjadi asam karboksilat Untuk melangsungkan oksidasi sempurna. yakni pembentukan etanal dan selanjutnya oksidasinya. oksigen dari sebuah agen pengoksidasi dinyatakan sebagai [O]. bisa dituliskan persamaan terpisah untuk dua tahapan reaksi. . asam karboksilat bisa dipisahkan dengan distilasi. Penulisan ini dapat menghasilkan persamaan reaksi yang lebih sederhana: Penulisan ini juga dapat membantu dalam mengingat apa yang terjadi selama reaksi berlangsung. Jika reaksi telah selesai. Persamaan reaksi sempurna untuk oksidasi etanol menjadi asam etanoat adalah sebagai berikut: Persamaan reaksi yang lebih sederhana biasa dituliskan sebagai berikut: Atau.yang terbentuk. Untuk melakukan ini. kita perlu menggunakan agen pengoksidasi yang berlebih dan memastikan agar aldehid yang terbentuk pada saat produk setengah-jalan tetap berada dalam campuran.

oksidator alcohol merupakan system berair. . Karena itu. Penyebabnya.Reaksi yang terjadi pada tahap kedua adalah: Aldehid + zat pengoksidasi Asam karboksilat Oksidasi alkohol primer dapat diberhentikan pada tahap aldehid jika digunakan reagen khusus seperti piridinium klorokromat (PCC). Dapat ditulis sebagai berikut Kecuali dengan PCC. aldehid dapat membentuk hidrat yang teroksidasi via ester kromat menjadi asam karboksilat.oksidasi alcohol 10 tidak berhenti di aldehid tetapi berlanjut ke asam karboksilat. selain PCC yang menggunakan pelarut CH2Cl2.

. jika alkohol sekunder. Perubahan-perubahan pada kondisi reaksi tidak akan dapat merubah produk yang terbentuk. Sebagai contoh. propan-2-ol. akan melihat bahwa ada sebuah atom oksigen yang "disisipkan" antara atom karbon dan atom hidrogen dalam gugus aldehid untuk menghasilkan asam karboksilat. sehingga reaksi berlangsung lebih cepat. Untuk alkohol sekunder. Dengan menggunakan persamaan reaksi yang sederhana.b) Alkohol sekunder Alkohol sekunder dioksidasi menjadi keton. dipanaskan dengan larutan natrium atau kalium dikromat(VI) yang diasamkan dengan asam sulfat encer. dapat dituliskan sebagai berikut: Mekanisme reaksi oksidasi 2-propanol Jika melihat kembali tahap kedua reaksi alkohol primer. maka akan terbentuk propanon. tidak ada atom hidrogen semacam ini. yang menunjukkan hubungan antara struktur.

c) Alkohol tersier Alkohol-alkohol tersier tidak dapat dioksidasi oleh natrium atau kalium dikromat(VI). Sehingga perlu melepaskan kedua atom hidrogen khusus tersebut untuk membentuk ikatan rangkap C=O. akan melihat bahwa agen pengoksidasi melepaskan hidrogen dari gugus -OH. dan sebuah atom hidrogen dari atom karbon yang terikat pada gugus -OH. Bahkan tidak ada reaksi yang terjadi. Reaksi oksidasi alkohol juga menghasilkan hasil akhir CO2 dan H2O sebagai hasil dari pembakaran sempurna. Alkohol tersier tidak memiliki sebuah atom hidrogen yang terikat pada atom karbon tersebut. Jika memperhatikan apa yang terjadi dengan alkohol primer dan sekunder. Sedangkan pada reaksi pembakaran tidak sempurna (kekurangan oksigen) CO2 tidak akan terbentuk namun akan terbentuk CO. 3) Pembakaran alkohol Semua senyawa karbon yang bereaksi dengan oksigen dengan jumlah yang mencukupi sering dikenal dengan reaksi pembakaran sempurna akan menghasilkan hasil akhir berupa CO2 dan H2O. sebagai contoh : CH3CH2OH + 3O2 etanol 2CO2 + 3H2O + energi 4) Oksidasi biologis etanol .

Nama Kelompok 1) Rahma Handi 2) Erika Ayu P. 3) Intan Ayu 4) Husnul Fitriyah 5) MartinaNur F (KA’11/ 113234003) (KA’11/ 113234004) (KA’11/113234008) (KA’11/113234021) (KA’11/113234022) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful