BAB I PENDAHULUAN Pada dasarnya apa yang dilakukan manusia adalah memanfaatkan sumberdaya alam yang berasal dari

lingkungan, serta mengembalikan hasil aktifitas berupa buangan (waste) kembali ke lingkungan. Keseimbangan dampak positif pemanfaatan sumber daya alam dan dampak negatifnya bagi kesejahteraan manusia sangat dipengaruhi oleh penggunaan teknologi yang digunakan mengeksplorasi sumber daya alam, mengolah buangannya, serta daya asimilasi atau daya dukung lingkungan. Meningkatnya aktivitas perkotaan seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat yang kemudian diikuti dengan tingginya laju pertumbuhan penduduk akan semakin terasa dampaknya terhadap lingkungan. Penurunan kualitas lingkungan secara terus menerus menyudutkan masyarakat pada permasalahan degradasi lingkungan. Salah satu permasalahan lingkungan yang berkaitan erat dengan pelayanan publik di wilayah perkotaan adalah pengelolaan sampah. Volume sampah yang meningkat dengan laju pertumbuhan eksponensial akan menghadapkan pada permasalahan kebutuhan lahan pembuangan sampah, serta semakin tingginya biaya pengelolaan sampah dan biaya-biaya lingkungan. Budaya konsumerisme masyarakat saat ini mempunyai andil besar dalam peningkatan jenis dan kualitas sampah. Di Era Globalisasi, para pelaku usaha dan pebisnis bersaing sekeras mungkin untuk memasarkan produknya, tidak hanya itu tapi mereka memiliki strategi bisnis dengan mengemas produknya dengan kemasan yang menarik konsumen. Bervariasinya kemasan produk tersebut menimbulkan peningkatan jenis dan kualitas sampah.

1

hewan.dapat diurai (degradable) yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan. kaca. botol dan gelas bekas minuman. kertas.. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. dan sebagainya. urine dan sampah cair. botol dan gelas minuman. gelas dan lain-lain. potongan- 2 .BAB II PEMBAHASAN Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. plastik mainan. kaleng. dan sebagainya. maupun karton. dan kertas. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur. seperti plastik wadah pembungkus makanan. yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya.tidak terurai (undegradable) yaitu sampah yang tidak mudah membusuk. metal. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual (Non-recyclable) adalah plastik wadah pembungkus makanan. Sampah organik . 2. dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya. kaleng. seperti sisa-sisa sayuran. kertas. Berdasarkan sifatnya. sayuran. Sampah anorganik . HVS. daun-daun kering. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. sampah kebun. sampah dibagi menjadi 2 jenis : 1. Berdasarkan bentuknya Sampah adalah bahan baik padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi dan dibuang. baik kertas koran. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual (Recyclable) untuk dijadikan produk laiannya. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik. kayu. plastik. Menurut bentuknya sampah dapat dibagi sebagai: 1. Sampah Padat Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia.

maka dapat dibagi lagi menjadi: 1. pakaian dan lain-lain. carbon paper. misalnya pertambangan. Sampah ini mungkin mengandung patogen. rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya. • 3 . potongan-potongan ranting. 2. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir. terutama gas. Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur. atau gas. sampah dapat dikatakan sebagai emisi. 2. dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. Dalam kehidupan manusia. Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi.potongan kayu dari peralatan rumah tangga. dan konsumsi. kamar mandi dan tempat cucian. sisa-sisa hewan. o atau diubah kembali seperti tetra packs. untuk mencegah sampah cair adalah pabrik pabrik tidak membuang limbah sembarangan misalnya membuang ke selokan. kertas. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat. Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob. thermo coal dan lain-lain. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya. Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability). cair. Sampah Cair Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah. manufaktur. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu. Dapat dibagi lagi menjadi: o Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah nilai secara ekonomi seperti plastik. seperti: sampah dapur. sampah pertanian dan perkebunan. • Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah).

seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Limbah radioaktif Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. sampah-sampah ini dapat menjadi masalah. Sampah alam Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami. seperti feses dan urin. 5. dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. 6. Meskipun demikian. Sampah manusia Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia. Di luar kehidupan liar. 4. Sampah Konsumsi Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang.3. jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktiv 4 . Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi.

gerobak dorong maupun tempat pembuangan sementara (TPS/Dipo). umumnya melibatkan sejumlah tenaga yang mengumpulkan sampah setiap periode waktu tertentu. untuk itu manusia selalu meningkatkan kemampuan budaya. dan berkelanjutan. Untuk melakukan pengumpulan. Pada tahapan ini juga melibatkan tenaga yang pada periode waktu tertentu mengangkut sampah dari tempat pembuangan sementara ke tempat pembuangan akhir (TPA). Pengelolaan sampah. 3. yakni : pengumpulan. peti kemas sampah. TEKNIK PENGOLAHAN SAMPAH 5 . sampah akan mengalami pemrosesan baik secara fisik. 2. Aboejoewono (1985) menggambarkan secara sederhana tahapan-tahapan dari proses kegiatan dalam pengelolaan sampah sebagai berikut : 1. Pengumpulan diartikan sebagai pengelolaan sampah dari tempat asalnya sampai ke tempat pembuangan sementara sebelum menuju tahapan berikutnya. II. dewasa ini dihadapkan kepada berbagai permasalahan yang cukup kompleks. kimia maupun biologis sedemikian hingga tuntas penyelesaian seluruh proses.Secara umum pengelolaan sampah di perkotaan dilakukan melalui 3 tahapan kegiatan. kepedulian masyarakat (human behaviour) yang masih sangat rendah serta masalah pada kegiatan pembuangan akhir sampah (final disposal) yang selalu menimbulkan permasalahan tersendiri. mulai dari budaya yang hanya sekedar untuk mempertahankan hidup hingga budaya untuk membuat rekayasa menciptakan lingkungan hidup yang nyaman. Pada tahap pembuangan akhir/pengolahan. Manusia sesuai kodratnya diberikan kelebihan ilmu pengetahuan yang secara alami (instinctive) dapat muncul dengan sendirinya tergantung kepada kepekaan dalam menanggapi atau pun membaca fenomena alam dan kemudian menerjemahkan ke dalam dunia nyata sebagai tindakan nyata manusia. Permasalahan-permasalahan tersebut meliputi tingginya laju timbulan sampah yang tinggi. Tahapan pengangkutan dilakukan dengan menggunakan sarana bantuan berupa alat transportasi tertentu menuju ke tempat pembuangan akhir/pengolahan. terutama di kawasan perkotaan. sejahtera. bak sampah. Manusia selalu diuji kepekaannya dalam menanggapi tanda-tanda alam. Pada tahapan ini digunakan sarana bantuan berupa tong sampah. pengangkutan dan pembuangan akhir.

telah ditetapkan suatu standar yang disusun oleh Departemen Pekerjaan Umum. tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang. Sumber sampah bisa bermacam-macam. Oleh karena itu dalam menentukan metode penanganan yang tepat. Penanganan di tempat (on site handling) Penanganan sampah pada sumbernya adalah semua perlakuan terhadap sampah yang dilakukan sebelum sampah di tempatkan di tempat pembuangan.Sampah (refuse) adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai. yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia (termasuk kegiatan industri). pengolahan dan pembuangan akhir (Kartikawan. Dimana besarnya timbulan sampah untuk kota sedang adalah sebesar 2.. harus dilakukan dengan suatu studi. Berdasarkan komposisi kimianya.1993-03 tentang Spesifikasi timbulan sampah untuk kota kecil dan kota sedang. 2. maka sampah dibagi menjadi sampah organik dan sampah anorganik. dan diperkirakan 78% dari sampah tersebut dapat digunakan kembali (Outerbridge. kantor. diantaranya adalah : dari rumah tangga. pasar. Pengelolaan sampah adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam menangani sampah sejak ditimbulkan sampai dengan pembuangan akhir. tetapi bukan biologis (karena human waste tidak termasuk didalamnya) dan umumnya bersifat padat (Azwar. bangunan umum. Tetapi untuk keperluan praktis. dan jalan.25 liter/orang/hari atau 0. Idealnya. industri. ed.75-3. tetapi ditimbulkan (solid waste is generated. Secara garis besar. untuk mengetahui besarnya timbulan sampah yang terjadi. penentuan besarnya timbulan sampah sangat ditentukan oleh jumlah pelaku dan jenis dan kegiatannya. dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penanganan sampah pada tahap selanjutnya. Kegiatan pada tahap ini 6 . not produced). kegiatan di dalam pengelolaan sampah meliputi pengendalian timbulan sampah. Penanganan sampah ditempat. transfer dan transport.7-0. Kegiatan ini bertolak dari kondisi di mana suatu material yang sudah dibuang atau tidak dibutuhkan. warung. 1991). pengumpulan sampah. seringkali masih memiliki nilai ekonomis. Salah satunya adalah SK SNI S-04. 2007) sebagai berikut : 1. Penelitian mengenai sampah padat di Indonesia menunjukkan bahwa 80% merupakan sampah organik.8 kg/orang/hari. Penimbulan sampah (solid waste generated) Dari definisinya dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya sampah itu tidak diproduksi. 1990).

meliputi pemisahan komponen sampah (shorting) dan pemadatan (compacting). Berbagai alternatif yang tersedia dalam pengolahan sampah. merupakan teknik pengolahan sampah yang dapat mengubah sampah menjadi bentuk gas. Berbeda dengan proses pengolahan sampah yang lainnya. C. Umunmya dilakukan dengan menggunakan gerobak dorong dan rumah-rumah menuju ke lokasi TPS. pemanfaatan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle). Pengumpulan (collecting) Adalah kegiatan pengumpulan sampah dan sumbernya menuju ke lokasi TPS.bervariasi menurut jenis sampahnya meliputi pemilahan (shorting). seperti urea (Wied. yang tujuannya adalah mempermudah penyimpanan dan pengangkutan. tetapi bukan merupakan teknik yang dianjurkan. di antaranya adalah : A. Pengangkutan (transfer and transport) Adalah kegiatan pemindahan sampah dan TPS menuju lokasi pembuangan pengolahan sampah atau lokasi pembuangan akhir. sehingga volumenya dapat berkurang hingga 90-95%. B. 7 .bahan hijauan dan bahan organik lain yang sengaja ditambahkan untuk mempercepat proses pembusukan. bisa ditambahkan pupuk buatan pabrik. 2004). Pengolahan (treatment) Bergantung dari jenis dan komposisinya. Transformasi fisik. Kompos adalah pupuk alami (organik) yang terbuat dari bahan . Hal ini disebabkan karena teknik tersebut sangat berpotensi untuk menimbulkan pencemaran udara. Pembuatan kompos (composting). sampah dapat diolah. misalnya kotoran ternak atau bila dipandang perlu. Meski merupakan teknik yang efektif. Pembakaran (incinerate). 5. maka pada proses pembuatan kompos baik bahan baku. Tujuan utama dan kegiatan di tahap ini adalah untuk mereduksi besarnya timbulan sampah (reduce) 3. 4. tempat pembuatan maupun cara pembuatan dapat dilakukan oleh siapapun dan dimanapun.

D. dan hal ini akan memerlukan dana maupun menyita waktu. baik energi panas maupun energi listrik. Energy recovery. di mana sampah yang ada hanya di tempatkan di tempat tertentu. disisi lain masyarakat tidak ingin berdekatan dengan sampah. Seperti kita ketahui bersama bahwa sampah yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada lingkungan. Pembuangan akhir ke TPA dapat menimbulkan masalah. Dari segi pengumpulan sampah dirasa kurang efisien karena mulai dari sumber sampah sampai ke tempat pembuangan akhir.000 MWH/tahun) yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk menekan biaya proses pengelolaan. diantaranya : Perlu lahan yang besar bagi tempat pembuangan akhir sehingga hanya cocok bagi kota yang masih mempunyai banyak lahan yang tidak terpakai. Beberapa permasalahan yang timbul dalam sistem penanganan sampah sistem yang terjadi selama ini adalah : A. penyebaran penyakit hingga terganggunya estetika lingkungan. bila kota menjadi semakin 8 . Metode ini telah banyak dikembangkan di Negara-negara maju yaitu pada instalasi yang cukup besar dengan kapasitas ± 300 ton/hari dapat dilengkapi dengan pembangkit listrik sehingga energi listrik (± 96. Teknik ini sangat berpotensi untuk menimbulkan gangguan terhadap lingkungan. pembuangan akhir sampah harus memenuhi syarat-syarat kesehatan dan kelestarian lingkungan. Gangguan yang ditimbulkan meliputi bau. hingga kapasitasnya tidak lagi memenuhi. Dewasa ini masalah sampah merupakan fenomena sosial yang perlu mendapat perhatian dari semua fihak. 6. Teknik yang saat ini dilakukan adalah dengan open dumping. Pembuangan akhir Pada prinsipnya. B. karena setiap manusia pasti memproduksi sampah. yaitu tranformasi sampah menjadi energi. Teknik yang direkomendasikan adalah dengan sanitary landfill. sampah belum dipilah-pilah sehingga kalaupun akan diterapkan teknologi lanjutan berupa komposting maupun daur ulang perlu tenaga untuk pemilahan menurut jenisnya sesuai dengan yang dibutuhkan. Di mana pada lokasi TPA dilakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk mengolah timbunan sampah.

Dapat menjadi lahan yang subur bagi pembiakan jenis-jenis bakteri serta bibit penyakit lain juga dapat menimbulkan bau tidak sedap yang dapat tercium dari puluhan bahkan ratusan meter yang pada akhirnya akan mengurangi nilai estetika dan keindahan lingkungan. III. memelihara. dan melestarikan lingkungan. maka sampah akan menjadi semakin bertambah baik jumlah dan jenisnya. KERANGKA ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LINGKUNGAN Salah satu isu penting dalam globalisasi adalah masalah lingkungan. prosedur. sehingga elemen-elemen utama EMS akan mengikuti prinsip PDCA ini. Kedudukan pemerintah sangat strategis dalam hal memberikan perlindungan terhadap lingkungan seperti pembuatan kebijakan serta berperan untuk memfasilitasi dan mendorong gerakan kepedulian terhadap lingkungan. 9 . melaksanakan. Karena segala dampak yang diakibatkan oleh lingkungan pihak masyarakatlah yang secara langsung merasakan.Action).Do . Hal ini akan semakin bertambah juga luasan lahan bagi TPA. Keberadaan masyarakat juga sangat penting untuk turut serta berperan aktif menjaga. perencanaan.Check . deklarasi tersebut tentang perlindungan lingkungan dalam pencegahan pencemaran dan ajakan dalam usaha koordinasi ke seluruh dunia lewat partisipasi global tidak hanya negara-negara maju tetapi juga negara-negara berkembang (Hadiwiardjo. pelaksanaan. mencapai. Sistem Pengelolaan Lingkungan (Environmental Management System / EMS) adalah bagian dari keseluruhan sistem manajemen yang termasuk struktur organisasi. Perlindungan lingkungan hidup adalah suatu masalah yang harus dipertimbangkan dari aspek global. Masyarakat dunia telah bereaksi untuk turut serta memberikan kepedulian terhadap lingkungan melalui deklarasi yang dibuat oleh konferensi PBB di Stockholm pada bulan Juni 1972. Menurut Kimberly (2002).bertambah jumlah penduduknya. 1997). proses dan sumber-sumber untuk mengembangkan. mereview dan memelihara kebijaksanaan lingkungan yang berprinsip pada aktivitas PDCA (Plan . semua pihak mempunyai kewajiban untuk memberikan perlindungan terhadap lingkungan secara proporsional. Oleh karena itu. yang dikembangkan menjadi enam prinsip dasar EMS. tanggung jawab.

(2) Hubungan saling ketergantungan (independency) Hubungan tersebut tidak hanya terbatas pada saling keterkaitan.Penyempurnaan menerus. Subsistem yang mempunyai sifat dinamika tinggi juga berinteraksi dengan subsistem dari ekosistem lain melalui proses aliran energi dan materi dan melalui tukar-menukar ataupun perkawinan. Keberadaan subsistem air dengan kualitas tertentu sangat dibutuhkan oleh subsistem-subsistem lain. dan bukan yang mempunyai sifat dinamika tinggi. materi. mengurangi/ menghilangkan keluhan masyarakat terhadap dampak lingkungan. (4). dan informasi Hasil pengelolaan sumberdaya ekosistem menghasilkan materi dan energi yang akhirnya kembali lagi ke manusia sebagai hasil pemanenan. (5). baik dalam sistem sosial maupun dalam sistem alami saling berinteraksi satu sama lain masing-masing membentuk subsistem-subsistem kecil dalam skala lokalitas yang saling mempengaruhi. dan (6). Kebijakan (dan komitmen) lingkungan. mencegah polusi dan melindungi sumber daya alam dan secara umum mampu mengurangi resiko. (2). 10 . (3) Aliran energi. Penerapan dan Operasi. Pemeriksaan dan tindakan koreksi. subsistem yang tidak banyak bergerak pun mempunyai hubungan saling ketergantungan. Seperti terlihat dalam gambar 1 sebagai berikut : Manfaat dari EMS diantaranya adalah untuk : meningkatkan kinerja lingkungan. (3). 2007). namun juga saling ketergantungan antar subsistem. Dalam hubungan antar unsur-unsur yang terkandung dalam sistem sosial maupun dalam sistem alam terdapat beberapa proses yang terjadi sebagai berikut : (1) Hubungan saling keterkaitan (interrelationships) Unsur-unsur yang terkandung. Tinjauan manajemen. EKOLOGI dan MASYARAKAT (Gunawan. Perencanaan. Implementasi dari sistem pengelolaan lingkungan sebagai langkah dan strategi pengendalian penurunan (degradasi) kualitas lingkungan mendasarkan pada 3 unsur pokok atau sering disebut sebagai segitiga emas (golden triangle) yaitu unsur : EKONOMI. Hasil peningkatan budaya untuk memperbaiki sistem pengelolaan lingkungan meningkatkan informasi begitu terus sistem peningkatan budaya sehingga terbentuk aliran informasi (perbaikan budaya sistem usaha).yaitu : (1).

komunikasi. training. Kebijakan Lingkungan : pernyataan tentang maksud kegiatan manajemen lingkungan dan prinsip-prinsip yang digunakan untuk mencapainya. Pada awalnya manusia sangat tergantung pada kondisi fisik lingkungannya. Penanganan dan pengendalian akan menjadi semakin kompleks dan rumit dengan semakin 11 . d. b. 2002) : a. Implementasi : mencakup struktur organisasi. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah pencemaran tersebut diperlukan penanganan dan pengendalian terhadap sampah. kemudian mampu mengadakan seleksi atau mencoba dengan cara adaptasi. Kajian manajemen : kajian tentang kesesuaian daan efektivitas sistem untuk mencapai tujuan dan perubahan yang terjadi diluar organisasi (Bratasida. Pemeriksaan reguler dan Tindakan perbaikan : mencakup pemantauan. c. penentuan tujuan pencapaian dan program pengelolaan lingkungan. wewenang dan tanggung jawab. SISTEM PENGEOLAAN SAMPAH TERPADU SEBAGAI IMPLEMENTASI DARI SISTEM PENGELOLAAN LINGKUNGAN Sampah dan pengelolaannya kini menjadi masalah yang kian mendesak di kota-kota di Indonesia. Agar dapat dilaksanakan secara efektif. sistem manajemen lingkungan harus mencakup beberapa unsur utama sebagai berikut (Kimberly. e. kontrol dan tanggap darurat. 1996). Perencanaan : mencakup identifikasi aspek lingkungan dan persyaratan peraturan lingkungan hidup yang bersesuaian. air dan udara. IV. sebab apabila tidak dilakukan penanganan yang baik akan mengakibatkan terjadinya perubahan keseimbangan lingkungan yang merugikan atau tidak diharapkan sehingga dapat mencemari lingkungan baik terhadap tanah. dokumentasi.(4) Proses Seleksi dan Adaptasi Manusia dalam menghadapi kondisi lingkungan sejak zaman dulu hingga sekarang bersifat dinamik mengikuti kemajuan budaya dan teknologi yang dikuasai. pengukuran dan audit.

mulai dari penghasil sampah (seperti rumah tangga. Masalah sampah sebenarnya tidak melulu terkait dengan TPA. Konsep rencana pengelolaan sampah perlu dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan suatu sistem pengelolaan sampah yang modern. pengelola (dan kontraktor). 2005) sebagai berikut : 1. Perumusan Kebijakan dan Manajemen Pada wilayah ini mencakup beberapa aspek kegiatan yaitu : perencanaan strategis. partisipasi masyarakat. mempertimbangkan semua aspek terkait. pengembangan kapasitas institusi. Dalam sistem tersebut harus dapat melayani seluruh penduduk. sosial dan institusi. dan lain-lain). seperti yang terjadi selama ini karena sistem manajemen sampah merupakan sistem yang terkait dengan dengan banyak pihak. industri. menajemen keuangan. Untuk itu perlu dilakukan usaha untuk mengubah 12 . meningkatkan standar kesehatan masyarakat dan memberikan peluang bagi masyarakat dan pihak swasta untuk berpartisipasi aktif. 2007). seperti aspek ekonomi. serta memberi peluang bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan (Damanhuri. serta penelitian dan pengembangan (termasuk di dalamnya pemeriksaan dan tindakan perbaikan). dapat diandalkan dan efisien dengan tehnologi yang ramah lingkungan. Pendekatan yang digunakan dalam konsep rencana pengelolaan sampah ini adalah “meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang dapat memenuhi tuntutan dalam paradigma baru pengelolaan sampah”. Sejalan dengan prinsip yang ada dalam sistem manajemen lingkungan (Environmental Management System / EMS) Wilayah cakupan sistem pengelolaan sampah terpadu ini mempunyai prinsip yang secara umum dapat dirumuskan (Pasang. keuangan dan aspek teknis secara simultan. politik. sektor informal. Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu adalah sistem manajemen yang mengintegrasikan aspek perencanaan pengelolaan sampah dengan pembangunan perkotaan. Perencanaan.kompleksnya jenis maupun komposisi dari sampah sejalan dengan semakin majunya kebudayaan. kerangka peraturan dan kebijakan. Oleh karena itu penanganan sampah di perkotaan relatif lebih sulit dibanding sampah di desa-desa. pasar. maupun masyarakat yang terkena dampak pengelolaan sampah tersebut sehingga penyelesaiannya pun membutuhkan keterlibatan semua pihak terkait dan beragam pendekatan. pembuat peraturan. institusi. lingkungan.

peningkatan aspek ekonomi yang mencakup upaya meningkatkan retribusi sampah dan mengurangi beban pendanaan pemerintah serta peningkatan aspek legal dalam pengelolaan sampah. Dana untuk membayar imbalan dari para pegawai/petugas yang terlibat dalam kebersihan kota dapat diperoleh dari : iuran warga (retribusi tetap dilakukan) ditambah dari hasil keuntungan dari pemrosesan bahan sampah. dan produsen dan pengguna pupuk kompos. Program Jangka Pendek (tahunan). penyedia layanan kebersihan (RT/RW. pasar. Pemain dan partner dalam pengelolaan sampah. pemilik lapak dan pabrik pengguna bahan daur ulang). meliputi : . mulai dari pengguna jasa (rumah tangga. Sistem manajemen persampahan yang dikembangkan harus merupakan sistem manajemen yang berbasis pada masyarakat yang dimulai dari pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga (Hadiwiardjo. Dalam rencana pengelolaan sampah perlu adanya metode pengolahan sampah yang lebih baik. Hal ini penting karena pada hakikatnya pada timbunan sampah itu kadang-kadang masih mengandung komponenkomponen yang sangat bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi namun karena tercampur secara acak maka nilai ekonominya hilang dan bahkan sebaliknya malah menimbulkan bencana yang dapat membahayakan lingkungan hidup. industri. 1997). pendaur ulang (pemulung. membuat masalah sampah bukan hanya menjadi urusan Dinas Kebersihan atau instansi lainnya di daerah. . organisasi). Para pemulung dapat ditingkatkan harkat dan martabatnya menjadi mitra tetap pada industri kecil pengolah bahan sampah menjadi bahan baku.Optimalisasi pengoperasian TPA dan pembangunan TPA baru bila dibutuhkan. 13 . Secara riil pada aspek ini dapat dirumuskan program kerja yang akan dilaksanakan seperti : a. meningkatkan pemberdayaan masyarakat. perusahaan swasta). 1988). tapi menjadi urusan dan kepentingan semua pihak.Pembangunan incinerator skala kecil di kelurahan-kelurahan. pemerintah.cara pandang “sampah dari bencana menjadi berkah” (Murtadho dan Said. . peningkatan peran serta dari lembaga-lembaga yang terkait dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sampah.Pembangunan prasarana guna mengamankan lokasi calon TPA baru.

. . meliputi : 1.Pelaksanaan kerjasama dengan pihak swasta lainnya dengan penekanan kepada tehnologi yang mengolah sampah organik dan pembangunan unit-unit daur ulang.Pengembangan korporasi pengolahan sampah dan kerjasama antar daerah yang lebih luas. Pembangunan TPA dengan sistem sanitary landfill.Pengembangan program 3R (reuse. Pembangunan unit pengolahan sampah dengan sistem pirolisis.Pelaksanaan kerjasama dengan pihak swasta. . dan 4.Pelaksanaan program sinergis sampah dan pasir. . recycle dan reduce) kepada 14 . Pembangunan unit pengolahan sampah dengan sistem ATAD..Pengolahan sampah terpadu dengan pendekatan zero waste. b. meliputi : . recycle. .Penyusunan studi paradigma baru pengelolaan sampah dari cost center menjadi profit center.Pembangunan calon TPA sebagai lokasi pengolahan sampah dengan tehnologi tinggi yang dlengkapi dengan sistem sanitary lanfill. Program Jangka Menengah (3 tahunan).Pelaksanaan kampanye massal mengenai 3R (reuse. Pembangunan unit pengolahan sampah dengan sistem biomass product. 2.Pelaksanaan evaluasi masterplan sampah pada daerah yang lebih luas/regional . 3. reduce). dan . . .Pelaksanaan pemilahan sampah di dalam kawasan atau tempat penampungan sementara (TPS).

.Pengembangan incinerator skala besar. 2.masyarakat. .Pelaksanaan penegakan hukum secara tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran kebersihan. . reuse and recycle) adalah target pertama yang dapat 15 . .Pelaksanaan pemilahan sampah sejak di sumber sampah. Sosialisasi konsep 3R (reduce. Produksi Untuk memenuhi target kebutuhan pelayanan pengelolaan sampah yang memadai pada masyarakat.Pelaksanaan evaluasi terhadap kelembagaan instansi teknis pengelola sampah. c. .Penyusunan dan sosialisasi perangkat-perangkat hukum yang berkaitan dengan tata cara pengelolaan kebersihan.Pelaksanaan restrukturisasi instansi teknis pengelola sampah. .Pengembangan home composting di masyarakat.Pelaksanaan evaluasi total terhadap sistem pengelolaan retribusi sampah dalam rangka meningkatkan perolehan retribusi. . meliputi : . dan . perlu diciptakan iklim yang kondusif untuk menunjang peran serta masyarakat dan swasta. .Pendirian korporasi pengelola sampah antar daerah. Program Jangka Panjang (5 tahunan). recycle dan reduce) kepada masyarakat.Pengembangan kampanye massal mengenai 3R (reuse.

3. perhitungan laju timbulan sampah dapat dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan pihak dinas perhubungan dalam memanfaatkan jembatan timbang milik dinas perhubungan untuk memonitor sampah yang akan masuk ke TPA. atau penggunaan kembali komponen-komponen sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Dilakukan dengan melakukan kajian yang mendalam tentang besarnya laju timbulan sampah yang terjadi sebagai dasar penentuan kebijakan pengelolaan sampah. Idealnya setiap TPA harus memiliki jembatan timbang untuk memonitor laju timbulan sampah yang sebenarnya. anorganik yang dapat didaur ulang. Baik oleh sumber sampah ataupun oleh pihak lain. Sampah plastik dikumpulkan kemudian dikirim ke industri yang mengolah sampah plastik. Demikian halnya sampah kertas dikumpulkan kemudian dikirim ke industri pengolah kertas. Inventarisasi program dan data Membentuk suatu data base pengelolaan persampahan yang terpadu.ditempuh. Dalam jangka pendek. bukan membuang sampah di tempatnya. 16 . Sedangkan sampah organik disatukan untuk kemudian dikomposkan untuk digunakan sebagai pupuk pertanian. Hal ini untuk memangkas jalur transportasi agar menjadi lebih efisien. misalnya pemulung. Diperlukan kampanye sadar kebersihan untuk mendorong masyarakat agar mau mengumpulkan sampah di tempatnya. Penanganan sampah Menurut Daniel. Industri pengolah bahan sampah menjadi bahan baku dibuat pada skala kawasan. seperti pemilahan sarnpah dan pengemasan sampah dengan benar. dkk (1985) langkah-langkah yang dapat dilaksanakan dalam penentuan strategi penanganan sampah adalah berikut : a. Konsep ini mendorong masyarakat untuk melakukan penanganan sampah di sumbernya. Setiap rumah tangga memisahkan sampah mereka ke dalam tiga tempat (tong) sampah. Lebih jauh hal ini dimaksudkan untuk mendorong penerapan konsep reuse. Masing-masing diisi oleh sampah organik. bisa terdiri dari 1 kecamatan atau beberapa kecamatan.

dibagi menjadi tempat pembuangan tipe aman. Lebih lanjut. Source reduction (reduksi mulai dari sumbernya) atau pemilahan sampah tidak pernah berjalan dengan baik. pembuangan sampah di TPA harus menggunakan metode sanitary landfill. Untuk tempat pembuangan akhir. Sehingga kemudian dapat ditentukan jenis pengolahan sampah yang dibutuhkan. diharapkan dapat dicapai perubahan orientasi pelayanan dan kegiatan pengelolaan persampahan. kepada suatu badan pengelola yang dibentuk khusus untuk melaksanakan tugas tersebut. dapat diubah menjadi kegiatan yang berorientasi kepada kemandirian dalam melaksanakan kegiatan. tempat pembuangan terisolasi. tempat pembuangan terkontrol. Pembakaran sampah dengan insinerator pun dianggap hanya 17 . Kendala-kendala pembiayaan dan teknologi yang ada. sehingga kebutuhan lahan untuk TPA dapat dibatasi dan kelestarian lingkungan dapat dijaga dan keberlanjutan dari lokasi dimaksud dapat dipertanggungjawabkan (Sidik dan Sutanto. Penetapan Orientasi Pelayanan Dengan mengalihkan kegiatan pengelolaan sampah dan murni dilakukan pemerintah. 1985) BAB III PENUTUP Sampai sekarang. Meskipun telah ada upaya pengomposan dan daur ulang. b. Dan pola ini diharapkan akan didapatkan suatu solusi optimal yang transparan.Pada tahap selanjutnya. tapi masih terbatas dan tidak sustainable. pengelolaan sampah di Indonesia masih menggunakan paradigma lama: kumpul–angkut–buang. perlu dikaji lebih jauh komposisi dan karateristik sampah. Teknologi Pengolahan Sampah Terpadu menuju Zero Waste harus merupakan teknologi yang ramah lingkungan.

Wilayah DKI Jakarta Sebagai Suatu Kasus. sosial politik. ketenagakerjaan. 18 . Jumlah volume sampah akan berimbang dengan tingkat konsumsi kita terhadap material yang digunakan sehari hari. A. Azwar. 1985. setiap aktifitas manusia pasti akan menyebabkan buangan atau sampah. investasi. Pemberdayaan (Empowerment) dan Kerjasama (Cooperation). Kesetaraan dan Kemitraan (Equal Partnership). Mutiara Sumber Widya. Sistem pengelolaan sampah terpadu adalah sebuah sistem yang menerapkan prinsip dasar dari sistem manajemen lingkungan (Environmental Management System / EMS) akan dapat berjalan dengan baik jika mampu mengoptimalkan beberapa hal seperti : Keterlibatan stakeholders. Oleh karena itu pengelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari pengelolaan gaya hidup masyarakat. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan . kemiskinan. 2. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA 1. Kesetaraan Kewenangan (Sharing Power / Equal Powership).memindahkan masalah ke pencemaran udara. teknologi dan lingkungan hidup. Pengelolaan Sampah Menuju ke Sanitasi Lingkungan dan Permasalahannya. Transparansi (Transparency). Jakarta. Aboejoewono. Asrul. Regulasi pengelolaan sampah pun masih diatur secara parsial dan sektoral. Adanya sampah merupakan suatu konsekuensi dari aktifitas manusia. kesehatan. Demikian pula dengan jenis sampah sangat tergantung dengan material yang kita konsumsi. Kesetaraan Tanggung Jawab (Sharing Responsibility). peluang usaha . belum adanya Undang – undang yang dipahami secara integral yaitu keterkaitannya dengan aspek lain seperti tata ruang. 1990.

19 . 8. Gunawan. 2002. 1991. 7. Pengelolaan Persampahan. S. Yayasan Obor Indonesia. T. Pengelolaan Sampah yang Regional dan Terintegrasi. Lingkungan Hidup. Haskarlianus. Bandung. Fakultas Geografi UGM.3. 1997. 1988. Sampah Indonesia . 10. 2007. Hasan. Liana.net. Jakarta. D. Jakarta. Kodrat. Murtadho. Outerbridge. 2005. ISO 14001. 11. T. BAPEDAL. 12. Limbah Padat di Indonesia : Masalah atau Sumber Daya. Penanganan Pemanfaatan Limbah Padat. Pasang. E. Yogyakarta. http://www. 4. S. Thomas (ed). Bogor. 2007. Prospek Pengembangan Sistem Manajemen Lingkungan di Indonesia. J. Yudhi. Pendekatan ekosistem bentang lahan sebagai dasar pembangunan wilayah berbasis lingkungan. 5. 2007. Kimberly F. Sarwono. Sarana Perkasa. Hadiwiardjo. Kartikawan. 1985. Tehnologi Pemanfaatan Sampah Kota dan Peran Pemulung Sampah : Suatu Pendekatan Konseptual. Tekhnik Lingkungan ITB. Jakarta. P. Bambang. Jakarta. dan Sa’id. Pustaka Utama. Daniel. Bratasida. 6. PPLH ITB.Panduan Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan. Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001: makalah filsafat sains. 1996. Program Pasca Sarjana (S3) – IPB. G. 9. Yogyakarta. Damanhuri. Bandung. Eri. Gramedia.. dan Vonny.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful