Hipersepektral Untuk Batu Bara Hiperspektral adalah banyaknya jumlah band panjang gelombang yang terukur antara 100

500, dengan perbedaan panjang gelombang 5nm<λ<10nm. Hiperspektral dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mencirikan materi yang unik serta memiliki potensi ekstraksi informasi lebih akurat dan detail dibanding dengan jenis multispektral. Keuntungan yang diperoleh citra hiperspektral, harus didasari dengan sejumlah konsep spektral yang digunakan di penginderaan jauh. Terminologi spektral berkaitan dengan panjang gelombang, dan energi, serta satuan panjang gelombang adalah micron. Seperti yang terlihat pada Gambar1.

Gambar 1. Spektrum Elektromagnetik Gelombang tampak terletak di 400 nm-700 nm sedang gelombang radio memiliki panjang gelombang lebih dari gelombang tampak. Setiap materi memiliki identitas yang unik akibat pola reflektasi dan absorbsi dari gelombang elektromagnetik yang menimpanya. Bila delta nilai pantulan panjang gelombangnya sempit dan kecil sekali, maka akan terjadi kontinuitas pada piksel yang merekam pantulan objek, itu terjadi di hiperspektral. Citra hiperspektral kesemuanya mengukur radiasi pantulan dalam satu seri panjang gelombang yang sempit dan kontinu, dibanding dengan multispektral. Dikatakan kontinu dan disebut data hiperspektral bila perbedaan panjang gelombangnya kurang dari 5 nm, aplikasi materi yang sejenis secara spektral dapat dibedakan dan informasi berskala sub piksel dapat diekstraksi, hal ini perlu dikembangkan teknik pengolahan citra yang baru.

Tabel 1. JENIS CITRA HIPERSPEKTRAL .

proses diharapkan juga menaksir probabilitas kelas objek lain. Fenomena Hughes . Fenomena reduce-dimension ini disebut fenomena Hughes. Diharapkan dengan model seperti ini member keuntungan lebih yaitu proses cenderung membuat training sampel semakin robust dan berlaku untuk keseluruhan data. juga meningkatkan akurasi dengan jumlah training sampel yang terbatas). Dalam menerapkan proses pengkelasan dan pelabelan objek dikehendaki adanya exhaustive. pada titik tertentu terjadi kejenuhan dan bahkan menurun probabilitas hasil klasifikasinya. dan information value. melimpahnya jumlah band melebihi dari cukup (dimension). Agar ketiga momen itu secara simultan dapat terjadi perlu dilakukan pemilihan model klasifikasi yang memenuhi kondisi tersebut. maka ini terjadi efek counter balancing. mengakibatkan adanya persoalan pengkelasan dan pelabelan obyek. fenomena ini dapat dijelaskan sebagai berikut : dengan jumlah sampel yang sama. mencegah fenomena Hughes (menggeser puncak akurat vs jumlah training.Fenomena Hughes Seperti yang terlihat pada Tabel 1. yang tidak dapat dilakukan oleh training sampel. sehingga meningkatkan generalisasi data yang melebihi training sampel. separable. sehingga citra tematik yang dihasilkan bukan sebagai hasil akhir. maka pemisahan kelas terhadap n band selalu meningkat. Gambar 2.

berikut ini disampaikan sejumlah aplikasi citra hiperspektral:      Melengkapi peta lahan basah untuk memantau lokasi yang menarik. Geobotany. Dapat digunakan untuk mendeteksi komposisi kimia dari tumbuhan. Untuk mendeteksi status nutrisi dan air dari gandum pada sistem irigasi. pertanian. Precision Farming. jalur. Mengidentifikasi dan memantau rumput yang berbahaya. Pemantauan kelautan Deteksi Marijuana dan Ganja Deteksi Uang palsu Target Deteksi penyamaran Deteksi polutan pada sistem saluran air.APLIKASI DAN KAPABILITAS CITRA HIPERSPEKTRAL Berdasar sejumlah referensi. Mendukung perhitungan karbon melalui inventarisasi hutan (komitmen protocol kyoto). Eksplorasi geologi. Mengukur pengaruh industri dan pertanggungjawaban manajemen sebagai garis dasar lingkungan. pemantauan lingkungan.                    Pemantauan wilayah yang terkontaminasi dan rehabilitasi tambang logam. Meningkatkan pemantauan kuantifikasi biomassa dan evolusi. pabrik. gedung. Deteksi aneka anggur dan dikembangkan sebagai sistem peringatan untuk penjangkitan penyakit. Mendeteksi kontaminasi hidrokarbon terhadap tanah dan air yang dihubungkan denganaktivitas industri dan pemantauan pipa hidrokarbon. pengintaian militer dan perencanaan kota. . Pemetaan penetrasi jalur dan tingkat kehancuran untuk lebih baik meredakanserangan spesies yang beracun. Meningkatkan pemetaan spesies vegetasi. Pemanfaatan untuk membangun system pengawasan. pertahanan tanah air. Pengkajian kualitas tanah dan pemantauan pengaruh praktek pertanian. Pemantauan Lingkungan. Memodelkan dan memantau kualitas air dari garis pantai.

. deteksi kanker perut. analisa gel protein. Deteksi kekerasan kayu.        Pemetaan biomedis dan pencitraan biometric. Pemantauan asset : jalan yang retak. Identifikasi Mineral Campuran. pemetaan koridor. Kesehatan : deteksi melamonia. Aplikasi lain : ukuran serabut. deteksi simetri. Bioteknologi : deteksi noda di microarray. deteksi seluler. Dapat digunakan untuk mengidentifikasi ragam mineral dan sangat ideal untuk industri pertambangan dan perminyakan.

Batu Bara . karena terbentuk dari endapan fosil tumbuh-tumbuhan purba. Bitumnius (batu bara dengan kandungan karbon 68%-86% dengan kadar air 8%-10%) 3. Sub-Bituminus (batu bara dengan kandungan karbon yang lebih sedikit daripada Bituminus dengan kadar air yang lebih tinggi ) 4. Antrasit ( batu bara dengan warna hitam metalik yang mengandung 86%-98% karbon dengan kadar air luring dari 8%) 2. Klasifikasinya diantaranya: 1. Lignit (batu bara coklat dengan kandungan air 75%) 5.BATU BARA Merupakan jenis batuan sedimen yang mudah terbakar dan yang paling sering digunakan oleh masyarakat umum sebagai bahan bakar yang proses terbentuknya memerlukan waktu jutaan tahun. Gambut (batu bara berpori dengan kandungan air >75%) Gambar 3.

Citra HyMap di Afghanistan .

Flight Line di Afghanistan .Gambar 3.

43 μm hingga 2. Sebelum diproses. sulfat.012 kilometers persegi. Data hiperspektral diterima dalam bentuk scaled radiance (Dikalibrasi ke referensi material National Institute of Standard and Technology).48 μm dari 128 channel. . batu bara dapat diketahui kenampakannya berdasarkan warna kandungan Karbon yang terlihat pada citra Hiperspektral Analisis citra Hiperspektral batu bara di Afghanistan menggunakan sensor satelit HypMap.000 ft.Pada suatu contoh penelitian di Afghanistan mengenai potensi Sumber Daya Mineral yang dilakukan oleh USGS (United State Geological Survey). Setiap garis penerbangan ter-georeferensi pada imagery Landsat dasar dalam proyeksi UTM. philosilikat. Gambar citra diatas menunjukkan distribusi karbonat. empat channel yang memiliki signal-to-noise yang rendah panjang gelombangnya pada region yang berdekatan dihilangkan oleh data HyMap ( gambar kubus). Aynak Logar Valley AOI mengandung berbagai macam litology dan struktur tanah yang mengandung mineral yang bervariasi. Sensor Imaging Spectrometer terbang diatas ketinggian 50. Dua lempengan tanah dan zona potongan menunjukkan distribusi persebaran mineral yang bervariasi. mineral-mineral terlarut/berubah dan mineral lainnya dalam peta 2-μm dan mineral Fe pada peta 1 –μm untuk seluruh wilayah Aynak Logar Valley AOI. Ada sekitar 207 garis penerbangan standard an 11 garis perpotongan kalibrasi disepanjang wilayah Afghanistan seluas 438. yang memiliki cross-track pixel 512 dan mencakup wavelength range 0. Wilayah bagian timur mengandung lapisan batuan metasedimen karbonat yang banyak ditemukan di wilayah dengan tampilan warna merah muda.

Eric dan Johnson.2008.org/wiki/Batu_bara .2007. Analysis of Imaging Spectrometer Data for the Aynak-Logar Valley Area of Interest Wiweka.Kapabilitas Hiperspektral http://id.wikipedia.DAFTAR PUSTAKA Livo.R. M.