LAPORAN PENDAHULUAN KATARAK

Disusun Oleh : NUR ROKIM NIM :1001050

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA PRODI DIII KEPERAWATAN SEMARANG

2012

2002). Pengertian Katarak berasal dari Bahasa Yunani Katarahames. Dalam bahasa Indonesia disebut bular dimana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh.2000) B. Katarak adalah opasitas lensa kristalina yang normalnya jernih biasanya terjadi akibat proses penuaan tapi dapat timbul pada saat kelahiran (catarak congenital). Usia rata – rata terjadinya katarak adalah pada umur 60 tahun keatas tetapi katarak juga dapat terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda. (Brunner & Suddarth 2002) Katarak adalah terjadinya opasitas setra progresif pada lensa atau kapsul lensa. dan Latin Catracia yang berarti air terjun. Etiologi Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif / bertambahnya usia seseorang. Long. umumnya akibat dari proses penuaan yang terjadi pada semua orang yang umurnya lebih dari 65 tahun (Doenges. Denaturasi protein lensa atau akibat Kedua duanya (Sidarta. Penyebab katarak lainnya seperti :        Faktor bawaan sejak lahir Masalah kesehatan misalnya diabetes Penggunaan obat tertentu khususnya steroid Gangguan metabolisme seperti DM Gangguan pertumbuhan Faktor – faktor lainnya belum dapat diketahui Trauma (kecelakaan pada mata) (C. 1996) .A. Inggris Cataract. Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (Penambahan Cairan) lensa.

penurunan resepsi warna dan nukleus lensa mulai menjadi kuning b. refleks merah tidak ada dan adanya pupil putih (Caipentio. 1999) Tanda katarak:  Visus menurun. 2001) a. Retina menjadi sulit dilihat sampai akhirnya refleks fundus tidak ada dan pupil berwarna putih. Gejala lanjut katarak Penurunan ketajaman penglihatan menjadi kebutaan. Iynda Juali. Manifestasi Klinis Keluhan yang timbul adalah penurunan tajam penglihatan secara progresif dan penglihatan seperti berasap. berlangsung lambat sampai cepat tergantung proses kekeruhannya  Pada katarak tipe nucleus. Pupul yang telah berdilatasi dengan aftal meskop.C. 2001) . (Arif Mansjoer. penglihatan menjadi lebih terang pada waktu senja dibanding pada waktu siang hari  Pada katarak tipe kortek. sebaliknya  Terlihat bintik-bintik hitam pada suatu lapang pandang pada posisi tertentu ( pada stadium insipien )  Diplopia atau poliplopia ( pengaruh pembiasan yang ireguler dari lensa mata )  Myopia. Slit lamp atau sha doco test. sebagai proses pembentukan katarak dimana lensa mengabsorpsi air sekitar lensa sehingga lensa menjadi cembung (Arif Mansjoer. Gejala awal katarak Penglihatan kabur.

Nucleus mengalami perubahan warna coklat kekuningan seiring dengan bertambahnya usia disekitar opasitas terdapat densitas seperti duri dianterior & posterior nukleus. 2002. Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi disertai infulks air kedalam lensa proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan terganggu transmisi sinar. Patofisiologi Lensa mata mengandung tiga komponen anatomis antara lain nucleus korteks & kapsul. (Brunner D. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peranan dalam melindungi lensa dari degenerasi. Opasitas pada kapsul posterior merupakan bentuk katarak yang paling bermakna. Jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien menderita katarak’. 1997) . Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi.D. Siddarth.

dan tak dapat di ambil dengan pembedahan laser. c. Stadium III. Sean ultra sound demograpi dan tentang sel endotel sangat berguna sebagai alat diagnostik khususnya bila dipertimbangkan akan dilakukan pembedahan F. catalin adalah zat yang berfungsi untuk menghalangi kerja zat quino. Penatalaksanaan a. Namun. Stadium I Dengan deteksi catalin. dan IV Operasi untuk mengeluarkan lensa yang karakteus. Pemeriksaan Penunjang     Kartu mata snellen / test ketajaman mata (penglihatan) dan sentral penglihatan Pengukuran tonograpi : mengkaji intraokuler (Tio) normalnya 12-15mmhg Pemeriksaan mata standar termasuk pemeriksaan dengan slit lamp A. Tak ada terapi obat untuk katarak. 2002.E. G. Tujuan pegobatan ini adalah untuk menekan proresifitas kekaburan lensa supaya katarak menjadi stasioner. Komplikasi      Glaukoma Ablasi retina Perdarahan uveitis Infeksi Kerusakan endotel kornea (Brunner & Suddarth. b. yaitu zat yang mengubah protein lensa mata yang bening menjadi gelap. Stadium II Dilakukan secara simtomatis. 1999). masih dilakukan penelitian mengenai kemajuan prosedur laser baru yang dapat digunakan untuk mencairkan lensa sebelum dilakukan pengisapan keluar melalui kanula ( Pokalo 1992 ) .

Ekstraksi Katarak Ekstrakapsuler Ekstraksi katarak ekstracapsuler ( ECCE. ( Pokalo 1992 ) Klasifikasi Menurut Allen katarak dibagi dalam dua kelompok : 1. .Ada dua macam teknik pembedahan untuk pengangkatan katarak : a. Setelah zona dipisahkan. ICCE sekarang jarang dilakukan karena tersedianya teknik bedah yang lebih canggih. Bedah beku berdasar pada suhu pembekuan untuk mengangkat suatu lesi atau abnormalitas. Degenarativ Catarak Lensa fiber sudah terbentuk tetapi karena suatu sebab sehingga terjadi degenerasi dan lensa menjadi keruh ( katarak senile ). Ketika cryoprobe diletakkan secara langsung pada kapsula lentis. intra capsuler catarak ekstraksion ) dalah pengangkatan seluruh lensa sebagai satu kesatuan.lensa kemudian diangkat secara lembut. kapsula akan melekat pada probe. dapat mempertahankan arsitektur bagi posterior mata. Yang dahulu merupakan cara pangangkatan katarak utama. b. Mikroskop digunakan untuk melihat struktur mata selama pembedahan. Development Catarak Pembentukan lensa fiber terganggu selama pertumbuhan ( congenital katarak dan juvenile katarak). Dengan meninggalkan kapsula posterior dan zonula lentis tetap utuh. Prosedur ini meliputi pengambilan kapsula anterior. jadi mengurangi insidensi yang serius. Insrumen bedah beku bekerja dengan prinsip bahwa logam dingin akan melekat pada benda yang lembab.dan mengisap sisa fragmen kortikal lunak menggunakan irigasi dan alat hisap. lensa diangkat dengan cryoprobe. extracapsuler catarak ekstraksion ) sekarang merupakan teknik yang lebih disukai dan mencapai sampai 98 % pembedahan katarak. Ekstraksi Katarak Intrakapsuler Ekstraksi katarak intra kapsuler ( ICCE. 2. yang diletakkan secara langsung pada kapsula lentis. menekan keluar nucleus.

kesulitan memfokuskan kerja dengan dekat / merasa diruang gelap). Kurang pengetahuan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi e. Aktifitas dan istirahat Gejala : perubahan aktivitas biasanya / hobi sehubungan dengan gangguan penglihatan b. Resiko tinggi terhadap cidera berhubungan dengan peningkatan TIO (Tekanan Intra Okuler) b. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan port de entry kuman . 1999). gangguan sistem vaskulor. 2002. Nyeri akut berhubungan dengan perlukaan jaringan c.H. Cemas berhubungan dengan akan dilakukan pembedahan Post Op a. I. diabetes. terpajan pada radiasi. d. Gangguan sesori perceptual penglihatan berhubungan dengan gangguan penerimaan sensori c. Nyeri / kenyamanan Gejala : Ketidaknyamanan ringan mata berair e. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan prosedur infasif bedah pengangkatan katarak b. Nyeri akut yang berhubungan dengan peningkatan tekanan intra okuler d. Fokus Pengkajian a. Diagnosa Keperawatan Pre Op a. steroid atau taksisitas petotiazin (Brunner & Suddarth. Makanan dan cairan Gejala : Mual / Muntah c. Neurosensori Gejala : Gangguan penglihatan (Kabur / tidak jelas. sinar terang menyebabkan silau dengan kehilangan terhadap penglihatan perifer. Penyuluhan / pembelajaran Gejala : Riwayat keluarga glaukoma.

pasien serta suport mental mampu mengontrol tingkat emosi kecemasannya.J. berikan informasi yang 2. kaji tingkat kecemasan 1. Intervensi Dan Rasional a. pasien mampu menontrol kecemasan 4. Dx. serta jiwa berpengaruh terhadap emosi kecemasan tingkat dan ketenangan yang . dengan beberapa mencoba teknik dan yang melibatkan unsurusur religi napas yang teratur. ukur tandatanda fital peningkatan tekanan darah dan denyut nadi dengan disertai napas berkurang dengan KH: 1. kemungkinan pasien . Cemas berhubungan dengan akan dilakukan pembedahan NO TUJUAN & KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL 1 Setelah tindakan selama diharapkan dilakukan keperawatan 1x24jam. pasien tenang dan rileks 2. dapat mengunkapkan dangkal dan tidak teratur menunjukkan manifestasi cemas pada pasien 2. pasien menjelaskan tindakan operasi dapat tentang tindakan pembedahan aik akan mengubah persepsi dan pola pikir pasien 3. cemas 1. berikan teknik relaksasi 3. informasi dibutuhkan sebelum pasien dilakukan adekuat peyampaian yang dan yang penyebab kecemasan 3.

Memberi untuk dukungan. Dx. Setelah tindakan selama diharapkan dilakukan keperawatan 3x24jam.4. support pada pasien mengungkapkan perasaannya operasi sebelum mengenai perasaan yang di rasakannya sebelum operasi b. mencegah atau kontaminasi kerusakan operasi dan sisi menggaruk mata yang dioperasi 4. teknik untuk aseptik menurunkan resiko penyebaran bakteri dan silang kontaminasi memersihkan mata dari dalam keluar dengan tisu basah/ bola kapas untuk tiap usapan.TTV dlm batas Normal (120/90-140/90) . resiko 1. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan port de entry kuman NO TUJUAN & KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL 2. diskusikan cuci tangan pentinnya 1. tunjukan tepat teknik yang 2. prosedur . infeksi mata terjadi 2-3 hari setelah dan tanda terjadinya infeksi contoh kemerahan. berikan pasien kesempatan 4. tekankan menyentuh untuk tidak 3. mencegah kontaminasi operasi area menyentuh mengoati mata infeksi teratasi dengan KH: . menurunkan jumlah sebelum atau bakteri pada tangan. anti balutan dan masukkan lensa keitika kontak menggunakan 3.Ps rileks 2. observasi/ diskusikan 4.

memerlukan upaya intervensi.kelopak bekak. drainase purulen. .

DAFTAR PUSTAKA Arif. Jakarta: Media Aesculpius Brunner & Suddarth. Kapita Selekta Kedokteran. Ilmu Penyakit Mata. 2. Bandung. Alih bahasa. Perawatan Medikal Bedah. Yogyakarta :EGC Long. Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Padjajaran Sidarta. 2001. dkk. Jakarta : FKUI . Agung Waluyo. mansjoer. 2000. Ilyas. 1996. C Barbara .

Katarak Post. Trauma. Pembedahan Luka Oprasi Perlukaan Jaringan Post De Entry Kuman Merangsang Saraf Nyeri Resiko Tinggi Infeksi Pengeluaran Prustag Land Respon rangsang saraf nyeri naik Nyeri . Op. masuknya cahaya Penurunan Penglihatan Pre.PATWAY FAKTOR RESIKO (Degenerative. Op. Pembedahan Akan dilakukan pembedahan informasi pengetahuan Katarak kurang Gejala Penglihatan Gangguan Persepsi Visual Cemas Kurang informasi Op. Masalah penyakit:DM) Hidrasi (penambahan cairan pada lensa) Nukleus pada lensa menjadi coklat kekuningan Hilangnya transplantasi(kekuningan) Gg.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful