You are on page 1of 11

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Berdasarkan data olah sensus penduduk, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 ini adalah 237.641.326 orang, dengan laju pertumbuhan penduduk per tahun 1,49 persen selama 10 tahun terakhir (BPS, 2012:39). Jumlah tersebut tersebar di 33 propinsi di Indonesia dan 57 persen jumlah penduduk tersebut tinggal di pulau Jawa. Secara geografis, Indonesia terletak di posisi yang strategis karena berfungsi sebagai pusat perdagangan penting internasional,

menghubungkan utara ke selatan (Jepang dan Australia) dan barat ke timur (Eropa, Asia, Australia, dan Asia Pasifik). Dengan 17.508 pulau yang terletak di sepanjang garis khatulistiwa, Indonesia membentang lebih dari 5.120 kilometer dari timur ke barat dan 1.760 kilometer dari utara ke selatan dan bentangan wilayah Indonesia yang luas ini sangat potensial dan strategis dalam memberikan pelayanan jasa transportasi udara dan transportasi laut. Transportasi merupakan proses perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Sarana transportasi membantu mobilitas maupun distribusi barang yang merupakan komoditas perdagangan dan industri dari satu tempat ke tempat lainnya melalui darat, laut atau udara. Transportasi udara merupakan jenis transportasi yang memiliki keunggulan kecepatan dibanding dengan sarana

transportasi lain. Transportasi udara dapat menjadi sarana transportasi untuk menempuh jarak jauh bagi wisatawan, pengusaha, dan masyarakat dengan menggunakan maskapai penerbangan sesuai keperluannya. Dalam dua dekade terakhir, pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia meningkat dengan pesatnya. Perilaku masyarakat dalam menggunakan transportasi publik bergeser ke arah transportasi udara. Jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri (domestik) selama bulan November tahun 2011 mencapai 4,4 juta orang atau naik 1,89 persen dibanding bulan sebelumnya dan naik 12,69 persen dibanding dengan bulan yang sama tahun 2010 (BPS, 2012:98). Hal ini terjadi karena beberapa faktor diantaranya semakin bertambahnya maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia, tercatat beberapa maskapai baru bermunculan seperti Indonesia Air Asia, Lion Air, Batavia Air dan beberapa lainnya. Sebanding dengan pertumbuhan maskapai tersebut, bertambah pula ruterute penerbangan yang ditawarkan, baik rute lama maupun rute-rute baru yang dulu belum tersentuh oleh transportasi udara kini sudah mulai dibuka dengan frekuensi penerbangan yang cukup sering. Maskapai penerbangan tersebut juga menawarkan harga tiket pesawat yang kompetitif baik antar maskapai maupun dibandingkan dengan sarana transportasi lain seperti kereta api, bus, ataupun kapal laut, dan tentunya dengan waktu tempuh yang jauh lebih efisien yang ditawarkan oleh sarana transportasi lain. Bandar udara (bandara) merupakan fasilitas yang mempunyai peranan vital bagi industri penerbangan dan transportasi udara. Menurut PT Angkasa Pura I (Persero), sebagai pihak pengelola bandara, definisi bandar udara adalah

lapangan udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang merupakan kelengkapan minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk masyarakat. Terkait dengan level of service, pembangunan infrastruktur bandar udara untuk pemenuhan kapasitas diperlukan untuk tercapainya institusi pengelolaan bandar udara dan ruang udara yang mandiri yang memberikan pelayanan secara profesional terhadap seluruh pengguna jasa yang

memerlukannya. Kapasitas merupakan kemampuan untuk menyampaikan jasa dalam waktu tertentu (Fitzsimmons, 2004:525). Permasalahan manajemen kapasitas merupakan permasalahan yang sulit diselesaikan dalam manajemen bisnis karena permintaan yang tidak pasti sehingga sulit untuk menetapkan kapasitas yang produktif. Padahal menentukan strategi kapasitas yang tepat merupkan titik awal untuk mengembangkan operasi yang kompetitif. Menurut Fritzsimmons dan

fritzsimmons (2004:525), perencanaan kapasitas merupakan proses untuk menentukan tipe dan jumlah dari sumber daya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan rencana bisnis strategis perusahaan. Tujuan dari

perencanaan kapasitas adalah untuk menentukan level yang tepat dari kapasitas jasa dengan menentukan perpaduan yang tepat dari fasilitas, peralatan, dan pekerja yang dibutuhkan untuk memenuhi antisipasi permintaan. Menganalisis permintaan penumpang transportasi udara merupakan bagian integral dari rencana bandar udara yang merefleksikan pemanfaatan kapasitas, yang akan dipertimbangkan untuk membuat keputusan. Hal ini berkaitan dengan pembangunan sarana infrastruktur dan untuk meramalkan volume permintaan

penumpang di masa datang. Peramalan merupakan hal yang penting dalam proses perencanaan dan desain bandara. Menurut Karlaftis (2008), terminal bandar udara, runways, fasilitas angkutan penyimpanan, tempat parkir dan bahkan akses jalan dari dan menuju bandar udara, semua didasarkan pada peramalan bandar udara. Peramalan volume penumpang diterjemahkan sebagai kebutuhan ruang untuk fasilitas bangunan terminal, sedangkan peramalan pergerakan pesawat

diterjemahkan ke kebutuhan runway, taxiway, apron, serta kebutuhan untuk sistem air traffic control (ATC). Penelitian ini fokuskan pada perencanaan kapasitas pada terminal

keberangkatan penumpang Bandar Udara Internasional Juanda. Bandara Internasional Juanda merupakan sebuah fasilitas transportasi udara sebagai salah satu gerbang masuk tidak hanya wilayah Jawa Timur namun juga di Indonesia bagian timur, terlebih dengan semakin kondusifnya keamanan dan iklim usaha, serta makin maraknya persaingan maskapai penerbangan, diharapkan Bandara Internasional Juanda menjadi bandar udara penghubung yang diandalkan ke

wilayah Tengah dan Timur Indonesia. Berdasarkan data dari PT Angkasa Pura I (Persero), sebagai bandar udara terpadat kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Juanda memiliki pertumbuhan

pertumbuhan trafik sebesar 4,4 % untuk pesawat, 8,9 % untuk penumpang, dan 8,2% untuk cargo selama lima tahun terakhir. Ketika dibangun pada tahun 2006, Bandara Internasional Juanda memiliki perencanaan kapasitas 6,5 juta penumpang, namun pada tahun 2011 diketahui bahwa pengguna Bandara Internasional Juanda saat ini adalah 12 juta penumpang lebih. Untuk mengatasi

kebutuhan kapasitas dan menjaga level of service, PT Angkasa Pura I sebagai pihak pengelola bandar udara internasional Juanda telah melakukan ekspansi secara bertahap dengan memanfaatkan lahan tak terpakai seperti taman atau lahan lain namun tidak begitu signifikan mengatasi kebutuhan kapasitas. Pada tahun 2012 ini dilakukan ekspansi bandara dengan membangun kembali Bandara Juanda lama. Direncanakan pada akhir 2012, ketika pembangunan selesai, terminal penumpang internasional dipindahkan ke terminal lama, dan seluruh bangunan terminal Dalam penelitian ini, penulis menganalisis kebutuhan kapasitas ruang fasilitas - fasilitas sisi darat terminal penumpang keberangkatan domestik Bandara Internasional Juanda untuk mendukung pengelolaan bandar udara di masa datang. Untuk penelitian ini, penulis menganalisis permintaan penumpang di Bandara Internasional Juanda di masa datang dengan menggunakan metode peramalan dengan ekstrapolasi linier. Ekstrapolasi linier ini dilakukan dengan cara peramalan berdasarkan data murni penerbangan, seperti jumlah gerakan pesawat dan volume penumpang. Kemudian dari data permintaan penumpang domestik di masa datang tersebut, disusun perencanaan dan pengelolaan kapasitas terminal penumpang keberangkatan domestik, sehingga diharapkan terdapat pemenuhan kapasitas yang tepat di masa datang. Dalam penelitian ini, penulis mengutamakan penggunaan perspektif operasi daripada perspektif teknik. Perspektif teknik (engineering perspective) merupakan perspektif yang mengaplikasian kemampuan dan model penyelesaian masalah secara matematis untuk masalah bisnis dan industri, hanya digunakan

untuk memperoleh model peramalan penumpang dan pengukuran masing-masing ruangan sesuai standar yang ada. Sementara itu, perspektif operasi (operations perspective), yang lebih menggunakan pemikiran system view, digunakan sebagai kajian dalam perencanaan kapasitas. Perspektif manajemen operasi fokus pada manajemen dan perbaikan berkelanjutan dari proses konversi, dan system view fokus pada interaksi diantara beberapa komponen (seperti pekerja, kebijakan, mesin, proses, dan produk) yang dikombinasikan untuk memproduksi produk atau jasa (Foster, 2007:12). Terminal I Bandara Internasional Juanda nantinya akan dimanfaatkan oleh terminal penumpang domestik. Berdasarkan informasi yang dihimpun,

pemanfaatan terminal internasional untuk terminal domestik yang baru ini belum dilakukan perencanaan strategis. Oleh karena itu, berdasarkan latar bleakang masalh di atas, maka mendorong penulis untuk menuangkan dalam penelitian ini dengan judul Analisis Kebutuhan Kapasitas pada Fasilitas Sisi Darat Terminal Penumpang Keberangkatan Domestik Bandar Udara Internasional Juanda.

1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka dalam penelitian ini dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut: 1.2.1. Bagaimana pemanfaatan kapasitas pada fasilitas sisi darat terminal

penumpang keberangkatan domestik Bandar Udara Internasional Juanda saat ini?

1.2.2. Bagaimana kebutuhan kapasitas fasilitas sisi darat terminal penumpang keberangkatan domestik yang dapat diberikan oleh Bandar Udara Internasional Juanda di masa datang berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SKEP/77/VI/2005? 1.2.3. Bagaimana kebutuhan kapasitas fasilitas sisi darat terminal penumpang keberangkatan domestik yang dapat diberikan oleh Bandar Udara Internasional Juanda di masa datang berdasarkan standar perencanaan level of service PT Angkasa Pura I (Persero) ? 1.2.4. Bagaimana kebutuhan kapasitas fasilitas sisi darat terminal penumpang keberangkatan domestik yang dapat diberikan oleh Bandar Udara Internasional Juanda di masa datang berdasarkan standar level of service (LOS) dari International Air Transportation Association (IATA)? 1.2.5. Apa alternatif - alternatif yang dapat diberikan dalam analisis kebutuhan kapasitas fasilitas sisi darat pada terminal keberangkatan penumpang domestik Bandar udara Internasional Juanda?

1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Mengetahui pemanfaatan kapasitas pada fasilitas sisi darat terminal penumpang keberangkatan domestik Bandar Udara Internasional Juanda saat ini 1.3.2. Mengetahui kebutuhan kapasitas fasilitas sisi darat terminal penumpang keberangkatan domestik yang dapat diberikan oleh Bandar Udara

Internasional Juanda di masa datang berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SKEP/77/VI/2005 1.3.3. Mengetahui kebutuhan kapasitas fasilitas sisi darat terminal penumpang keberangkatan domestik yang dapat diberikan oleh Bandar Udara Internasional Juanda di masa datang berdasarkan standar perencanaan level of service PT Angkasa Pura I (Persero) 1.3.4. Mengetahui kebutuhan kapasitas fasilitas sisi darat terminal penumpang keberangkatan domestik yang dapat diberikan oleh Bandar Udara Internasional Juanda di masa datang berdasarkan standar level of service (LOS) dari International Air Transportation Association (IATA) 1.3.5. Mengetahui alternatif-alternatif yang dapat diberikan dalam analisis

kebutuhan kapasitas fasilitas sisi darat pada terminal penumpang keberangkatan domestik Bandar udara Internasional Juanda

1.4. Manfaat Penelitian Manfaat yang bisa diperoleh dari penelitian ini antara lain: 1.4.1. Sebagai masukan bagi perusahaan sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan tentang kebijaksanaan dalam menganalisis kebutuhan kapasitas di masa datang 1.4.2. Bagi pihak universitas, penelitian ini dapat menjadi bahan acuan dalam penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang manajemen operasi.

1.4.3. Bagi penulis, memberikan wawasan dan pengalaman untuk menganalisis manajemen kapasitas yang tepat dengan menggunakan metode peramalan sehingga mampu menentukan manajemen kapasitas yang tepat.

1.5. Sistematika Penulisan Penentuan sistematika penelitian ini bertujuan untuk mempermudah dalam menyusun dan mempelajari bagian-bagian dari seluruh rangkaian penelitian skripsi. Adapun sistematika dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Bab ini secara ringkas menjelaskan pemikiran tentang pentingya mengetahui manajemen kapasitas bagi industri jasa dan keterkaitan peramalan permintaan sebagai integrasi dalam manajemen kapasitas. Selain itu pada bab ini juga berisi tentang rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II

: TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan dijelaskan mengenai landasan teori penulis dalam melakukan penelitian, diantaranya berisi berbagai studi yang ada dalam menjelaskan tentang pengertian kapasitas, metode pengukuran kapasitas bandar udara dan komponen-komponen di bandar udara yang terkait dengan objek penelitian. Selain itu juga

10

terdapat penelitian sebelumnya, research question, dan kerangka berpikir sehingga penulis semakin mudah memahami konsep dan isi skripsi ini. BAB III : METODE PENELITIAN Pada bab ini dijelaskan tentang metodologi beserta tahapantahapan yang digunakan selama penelitian ini berlangsung. Pada bagian ini juda akan diperlihatkan susunan metode yang sistematis dan gambaran penelitian secara menyeluruh serta langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan penelitian.

BAB IV

: PEMBAHASAN Pada bab ini dijelaskan profil perusahaan, data-data hasil penelitian yang berhubungan dengan masalah yang dibahas, pengumpulan dan pengolahan data dari data yang dibutuhkan pada penelitian ini, kemudian hasil dari pengolahan data tersebut dianalisis untuk mengetahui penelitian yang telah penulis lakukan.

BAB V

: KESIMPULAN DAN SARAN Bagian terakhir skripsi ini terdiri dari kesimpulan tentang hasil penelitian yang dibuat dengan membandingkan hasil penelitian dengan teori-teori yang berkaitan dengan pokok permasalahan. Serta dimuat pula saran dari penuls yang berkaitan dengan objek

11

penelitian yang dimaksud untuk penelitian-penelitian selanjutnya maupun bagi pihak yang berkepentingan lainnya