BAB I PENDAHULUAN

Kondrosarkoma ialah tumor ganas dengan ciri khas pembentukan jaringan tulang rawan oleh sel-sel tumor dan merupakan tumor ganas tulang primer terbanyak kedua setelah osteosarkoma. Kondrosarkoma merupakan tumor tulang yang terdiri dari sel-sel kartilago (tulang rawan) anaplastik yang berkembang menjadi ganas. Kondrosarkoma biasanya ditemukan pada daerah tulang femur, humerus, kosta dan bagian permukaan pelvis. Tumor ini memiliki banyak ciri dan bentuk perkembangan. Dari pertumbuhan yang lambat hingga pertumbuhan metastasis yang agresif. Kondrosarkoma dapat dibagi menjadi kondrosarkoma primer dan sekunder. Untuk keganasan yang berasal dari kartilago itu sendiri disebut kondrosarkoma primer. Sedangkan apabila merupakan bentuk degenerasi keganasan dari penyakit lain seperti enkondroma, osteokondroma dan kondroblastoma disebut kondrosarkoma sekunder. Kondrosarkoma sekunder kurang ganas dibandingkan kondrosarkoma primer. Kondrosarkoma dapat diklasifikasi menjadi tumor sentral atau perifer berdasarkan lokasinya di tulang.

Apabila proses osifikasi telah selesai. Osteoklas kemudian membersihkan kondrosit yang mati dan matriks terkalsifikasi yang mengelilinginya. Kartilago normal ditemukan pada sendi. Matriks yang mengelilingi kartilago tua yang hipertrofi dengan segera mengalami kalsifikasi. limfe atau persarafan. Saat kondrosit baru sedang dibentuk di batas epifisis. Tulang bertambah panjang akibat proliferasi sel kartilago di lempeng epifisis. Kartilago tersusun dari sel (kondrosit dan kondroblast) dan matriks. diskus intervertebra dan tenggorokan. tulang di sisi diafisis telah bertambah panjang dan lempeng epifisis telah kembali ke ketebalan semula. hidung. tulang rusuk. sel-sel kartilago lama ke arah batas diafisis membesar. Pada orang dewasa. Matriks terdiri dari elemen fibrous dan substansi dasar. sendi. bursa. Oksigen dan bahan-bahan metabolisme dibawa oleh cairan sendi yang membasahi kartilago. Selama pertumbuhan dihasilkan sel-sel tulang rawan (kondrosit) baru melalui pembelahan sel di batas luar lempeng yang berdekatan dengan epifisis. Proses ini dihambat dengan adanya endapan garam-garam kalsium. Penghuni baru ini meletakkan tulang di sekitar bekas sisa-sisa kartilago yang terpisah-pisah sampai bagian dalam kartilago di sisi diafisis lempeng seluruhnya diganti oleh tulang. kartilago tidak mendapat aliran darah. Penebalan lempeng tulang ini menyebabkan epifisis terdorong menjauhi diafisis. daerah ini kemudian diinvasi oleh osteoblas-osteoblas yang berkerumun ke atas dari diafisis. Kombinasi proliferasi sel kartilago baru dan hipertrofi kondrosit matang menyebabkan peningkatan ketebalan (lebar) tulang untuk sementara. Kartilago memegang peranan penting dalam pertumbuhan panjang tulang dan membagi beban tubuh. Matriks organik terdiri dari seratserat kolagen dalam gel semi padat yang kaya mukopolisakarida yang disebut juga substansi dasar. ligamen dan tendon. Akibatnya sel-sel kartilago tua yang terletak di batas diafisis mengalami kekurangan nutrien dan mati. Kondroblas dan kondrosit memproduksi dan mempertahankan matriks. sambil menarik jaringan kapiler bersama mereka. telinga.BAB II TINJAUAN PUSTAKA ANATOMI DAN FISIOLOGI Sistem muskuloskeletal tersusun dari tulang. Matriks ini kuat dan solid tetapi lentur. . kartilago.

. Kondrosarkoma merupakan tumor tulang yang terdiri dari sel-sel kartilago (tulang rawan) anaplastik yang berkembang menjadi ganas. Anatomi Tulang DEFINISI Kondrosarkoma ialah tumor ganas dengan ciri khas pembentukan jaringan tulang rawan oleh sel-sel tumor dan merupakan tumor ganas tulang primer terbanyak kedua setelah osteosarkoma. Kartilago ini tersusun dari sedikit sel dan sejumlah besar substansi dasar. Proteoglikan sangat hidrofilik sehingga memungkinkan menahan kerusakan sewaktu sendi menerima beban berat. Gambar 1. Substansi dasar terdiri dari kolagen tipe II dan proteoglikan yang dihasilkan oleh sel-sel kartilago. kartilago elastis dan fibrokartilago.Kartilago yang diganti oleh tulang di ujung diafisis lempeng memiliki ketebalan yang setara dengan pertumbuhan kartilago baru di ujung epifisis lempeng. Ada tiga jenis kartilago yaitu: kartilago hialin. Kartilago hialin menutupi bagian tulang yang menanggung beban tubuh pada sendi sinovial Kartilago ini memegang peranan penting dalam membagi beban tubuh. Kartilago hialin terletak pada epifisis tulang panjang.

pelvis. sternum. PREDILEKSI Berdasarkan bentuk tulang. Tujuh puluh enam persen. serta Lichtenstein. skapula dan vertebra. ETIOLOGI Etiologi kondrosarkoma masih belum diketahui secara pasti. terdapat 90 kasus baru kondrosarkoma. Selain itu dapat pula mengenai rusuk. Meskipun tumor ini dapat terjadi pada seluruh lapisan usia.EPIDEMIOLOGI Menurut Spjut dkk. kondrosarkoma primer berasal dari dalam tulang (sentral) sedangkan kondrosarkoma sekunder banyak ditemukan berasal dari tumor jinak seperti osteokondroma atau enkondroma yang mengalami transformasi. tulang kraniofasial. Di Amerika Serikat. Pasien dengan ollier’s disease (enkondromatosis multipel) atau maffucci’s syndrome (enkondroma multipel + hemangioma) memiliki resiko lebih tinggi untuk menjadi kondrosarkoma daripada orang-orang normal dan sering sekali muncul pada dekade ketiga dan keempat. Namun berdasarkan penelitian yang terus berkembang didapatkan bahwa kondrosarkoma berhubungan dengan tumor-tumor tulang jinak seperti enkondroma atau osteokondroma sangat besar kemungkinannya untuk berkembang menjadi kondrosarkoma. Setiap tahun. dan humerus. tidak ada perbedaan insidens. kondrosarkoma lebih sering ditemukan pada pria daripada wanita. Kondrosarkoma dapat terkena pada berbagai lokasi namun predileksi terbanyak pada lokasi proksimal seperti femur. sedangkan Jaffe mengatakan. kondrosarkoma merupakan tumor terbanyak kedua dari 400 jenis tulang ganas primer dengan jumlah kasus 25% dari seluruh keganasan tulang primer dan sekitar 11% dari seluruh keganasan tulang. Dari segi ras penyakit ini tidak ada perbedaan. namun terbanyak pada orang dewasa (20-40 tahun). Tumor ini jarang mengenai tangan dan biasanya merupakan bentuk keganasan atau komplikasi dari sindrom enkondromatosis multipel. Tumor ini dapat juga terjadi akibat efek samping dari terapi radiasi untuk terapi . kondrosarkoma dapat mengenai tulang pipih dan bagian epifisis tulang panjang. Informasi etiologi kondrosarkoma masih sangat minimal.

PATOFISIOLOGI Patofisiologi kondrosarkoma primer maupun sekunder adalah terbentuknya kartilago oleh sel-sel tumor tanpa disertai osteogenesis. sel-sel kartilago menjadi ganas dan menyebabkan abnormalitas penonjolan tulang.  Diagnosis Klinis Manifestasi klinis kondrosarkoma ini sangat beragam. Namun pada kondrosarkoma proses osteogenesis tidak terjadi. Proses keganasan kondrosit dapat berasal dari perifer atau sentral. Secara fisiologis. Selain itu. Apabila lesi awal dari kanalis intramedular. kondrosit yang mati dibersihkan oleh osteoklas kemudian dareah yang kosong itu. DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis. dengan berbagai variasi ukuran dan lokasi. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. diinvasi oleh osteoblasosteoblas yang melakukan proses osifikasi. Berikut adalah gejala yang bisa ditemukan pada kondrosarkoma: . Pada umumnya penyakit ini memiliki perkembangan yang lambat. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan meliputi pemeriksaan radiologi dan patologi anatomi. Sel tumor hanya memproduksi kartilago hialin yang mengakibatkan abnormalitas pertumbuhan tulang dan kartilago. Proses osifikasi ini menyebabkan diafisis bertambah panjang dan lempeng epifisis kembali ke ketebalan semula. beresiko tinggi untuk terkena kondrosarkoma. Tumor kemudian tumbuh membesar dan mengikis korteks sehingga menimbulkan reaksi periosteal pada formasi tulang baru dan soft tissue. kecuali saat menjadi agresif.kanker selain bentuk kanker primer. pasien dengan sindrom enkondromatosis seperti Ollier disease dan Maffucci syndrome. di dalam tulang itu sendiri dinamakan kondrosarkoma sentral sedangkan kondrosarkoma perifer apabila lesi dari permukaan tulang seperti kortikal dan periosteal. Seharusnya kartilago yang diganti oleh tulang di ujung diafisis lempeng memiliki ketebalan yang setara dengan pertumbuhan kartilago baru di ujung epifisis lempeng.

selain pertumbuhan tumor cepat juga disertai nyeri yang hebat. Pada grade tinggi.  Pembengkakan Pembengkakan lokal biasa ditemukan. Yang termasuk grade rendah adalah kondrosarkoma sekunder sedangkan yang termasuk grade tinggi adalah kondrosarkoma primer. Penilaian grade kondrosarkoma dapat juga melalui pemeriksaan mikroskopis Pada grade rendah biasanya sel tumor masih mirip dengan sel normal dan pertumbuhannya lambat serta kemungkinan metastase sangat kecil. Nyeri diperberat oleh adanya fraktur patologis. Pada grade tinggi. Penentuan Grade dan Stage dari Kondrosarkoma Grade(G) dilihat dari agresif tidaknya tumor tersebut. sel tumor tampak abnormal dengan pertumbuhan dan kemampuan metastase yang sangat cepat. Nyeri Nyeri merupakan gejala yang paling banyak ditemukan. Grade tinggi kondrosarkoma lebih sering akibat rekurensi dan metastase ke bagian tubuh yang lain. Sedangkan pada grade rendah. Saat istirahat nyeri tidak menghilang. Gejala nyeri yang ditimbulkan tergantung pada predileksi serta ukuran tumor. Gejala yang ditimbulkan tergantung dari gradenya. Sekitar 75% pasien kondrosarkoma merasakan nyeri. .  Frekuensi miksi meningkat Manifestasi klinis ini ditemukan pada kondrosarkoma di pelvis. Namun semua manifestasi klinis ini tidak selalu ada di setiap kondrosarkoma. pertumbuhan tumor lambat dan biasanya disertai keluhan orang tua seperti nyeri pinggul dan pembengkakan. Kebanyakan kondrosarkoma itu berada pada grade rendah. Disebut grade rendah (G1) apabila jinak dan grade tinggi (G2) bila agresif.  Massa yang teraba Teraba massa yang diakibatkan penonjolan tulang. Gejala dini biasanya berupa nyeri yang bersifat tumpul akibat pembesaran tumor yang perlahan-lahan. Nyeri berlangsung lama dan memburuk pada malam hari.

Karena ekspansi tumor.Tujuan penentuan stage ialah mendeskripsikan ukuran dan mengetahui apakah sel tumor ini telah bermetastase di luar lokasi aslinya. Berikut ini adalah penentuan stage kondrosarkoma: Stage 1A merupakan tumor grade rendah di dalam tulang Stage 1B merupakan tumor grade rendah di luar tulang yang meliputi soft tissue spaces. Stage 3 merupakan tumor grade rendah-tinggi. Kondrosarkoma biasa bermetastase pada paru-paru. terjadi penipisan korteks di sekitar tumor yang dapat mengakibatkan fraktur . Apabila didapatkan keterlibatan kelenjar limfa regional maka disebut N1 sedangkan N0 apabila tidak didapatkan keterlibatan kelenjar limfe regional. nervus dan pembuluh darah.  Pemeriksaan Radiologi Pemeriksaan radiologi merupakan pemeriksaan penting dalam usaha penegakan diagnosis tumor. nervus dan pembuluh darah. liver. Bentuk destruksi biasanya berupa pengikisan dan reaksi eksternal periosteal pada formasi tulang baru. dan MRI. namun dapat juga bermetastase pada tulang. Untuk lokasi anatomi. Selain itu. CT scan. Jika didapatkan metastase disebut sebagai M1 dan jika tidak didapatkan metastase disebut M0. dituliskan (T1) jika tumor tersebut berada di dalam tulang dan (T2) jika di luar tulang. Stage 2B merupakan tumor grade tinggi di luar tulang yang meliputi soft tissue spaces. ginjal. Stage 2A merupakan tumor grade tinggi di lapisan keras tulang. Baik kondrosarkoma primer atau sentral memberikan gambaran radiolusen pada area dekstruksi korteks. payudara atau otak. bisa di dalam atau di luar tulang namun telah mengalami metastase. Pada kondrosarkoma.  Foto konvensional Foto konvensional merupakan pemeriksaan penting yang dilakukan untuk diagnosis awal kondrosarkoma. pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan meliputi foto konvensional. kondrosarkoma juga dapat diperiksa dengan USG dan Nuklear Medicine.

endosteal scalloping kedalamannya lebih dari 2/3 korteks. maka hal ini dapat membedakan kondrosarkoma dengan enkondroma. Jika terjadi destruksi dari kalsifikasi matriks yang sebelumnya terlihat sebagai enkondroma. . hal tersebut menunjukkan telah terjadi perubahan ke arah keganasan menjadi kondrosarkoma. jika dibandingkan dengan enkondroma. penetrasi korteks tampak jelas dan tampak massa soft tissue dengan kalsifikasi. Tampak sebagai lesi osteolitik di tengah metafisis tulang dengan bercak-bercak kalsifikasi yang berasal dari matriks kartilago yang disertai proses destruksi korteks. Gambar 2. Destruksi korteks dan soft tissue di sekitarnya juga menunjukkan tanda malignansi tumor. Scallop erosion pada endosteal cortex terjadi akibat pertumbuhan tumor yang lambat dan permukaan tumor yang licin. Gambaran radiologi. Namun derajat bentuk kalsifikasi matriks ini dapat dijadikan patokan grade tumor. Tidak ada kriteria absolut untuk penentuan malignansi. Pada kondrosarkoma.patologis. Pada lesi malignan. erosi korteks dan reaksi periosteal. dapat dilihat gambaran kalsifikasi matriks iregular. Bahkan sering pula tampak area yang luas tanpa kalsifikasi sama sekali. sehingga tumor dapat dilihat meluas ke jaringan lunak di sekitarnya. Pada tumor yang agresif. Gambaran kondrosarkoma lebih agresif disertai destruksi tulang.

Endosteal cortical scalloping pada tumor intramedullar juga terlihat lebih jelas pada CT scan dibandingkan dengan foto konvensional. Kecurigaan kearah keganasan apabila sel berinti besar. sedangkan CT scan digunakan sebagai penuntun untuk biopsi jarum halus pada tulang. CT scan ini juga dapat digunakan untuk memandu biopsi perkutan dan menyelidiki adanya proses metastase di paru-paru. Biopsi perkutaneus dengan tuntunan imaging akan sangat membantu pada beberapa kasus tertentu. Biopsi sering dilakukan sebagai langkah awal penanganan. Biopsi jarum halus kurang baik untuk memastikan diagnostik patologis dan biasanya sering dikonfirmasi dengan biopsi bedah terbuka. Secara mikroskopis. Konfirmasi patologi anatomi diperlukan untuk diagnosis dan optimalisasi manajemen terapi. Diantara sel tersebut terdapat matriks kartilaginosa yang mungkin disertai dengan kalsifikasi atau osifikasi. USG dilakukan sebagai penuntun biopsi jarum halus pada soft tissue. CT Scan kondrosarkoma  Pemeriksaan Patologi Anatomi Gambaran makroskopis pada kebanyakan tumor memperlihatkan sifat kartilaginosa. Klasifikasi kondrosarkoma berdasarkan patologi anatomi: . Perubahan patologis antara tumor jinak dan tumor ganas grade rendah sangat sulit dinilai. CT scan Dari 90% kasus ditemukan gambaran radiolusen yang berisi kalsifikasi matriks kartilago. Gambar 3. besar dengan penampilan berkilau dan berwarna kebiru-biruan. beberapa tumor berdiferensiasi baik dan sulit dibedakan dengan enkondroma bila hanya berdasakan pada gambaran histologis saja. inti multipel dalam suatu sel tunggal atau adanya beberapa kondroblas dalam satu lakuna. Pada pemeriksaan CT scan didapatkan hasil lebih sensitif untuk penilaian distribusi kalsifikasi matriks dan integritas korteks.

Juxtacortical chondrosarcoma Juxtacortical chondrosarcoma merupakan 2% dari seluruh kondrosarkoma. Sesuai dengan namanya. Osteokondroma Osteokondroma atau eksostosis osteokartilagenus adalah pertumbuhan tulang dan tulang rawan yang membentuk tonjolan di daerah metafisis. di mana terjadi keganasan soft tissue yang utuh sehingga tidak dapat diidentifikasi lagi sebagai keganasan kartilago. sel kondrosit mengecil dan nukleus padat dengan disertai beberapa pembesaran. Tonjolan ini menimbulkan pembengkakan atau gumpalan. multinucleated giant cells. Clear cell chondrosarcoma: Clear cell chondrosarcoma termasuk grade rendah dengan pertumbuhan yang lambat dan secara khas terdapat di epifisis tulang-tulang tubular terutama pada femur dan humerus. DIAGNOSIS BANDING Kondrosarkoma biasanya berasal dari tulang normal. 1. Kelainan ini selalu muncul di daerah metafisis dan tulang yang sering terkena adalah ujung distal femur. Akan tampak pula lobular cartilaginous di dalam clear cells. selnya berbentuk lingkaran kecil/oval dari spindled neoplastic cells dengan gumpalan ireguler kromatin dan nukleoli. Biasanya pada pasien berusia 60 tahun ke atas. dan humerus. . 2. Mesenchymal chondrosarcoma Di bawah mikroskop. dan susunan matriks menjadi sedikit disertai kalsifikasi fokal. jarang pada diafisis. biopsi dari tumor ini akan menunjukkan clear cell dengan banyak vakuola besar. ujung proksimal tibia. 4. Lesi umumnya terletak pada bagian metafisis femur. mitosis sedikit. Sifat khasnya adalah gabungan antara grade rendah kondrosarkoma dan proses keganasan degeneratif. atau merupakan perubahan ganas dari kelainan jinak seperti osteokondroma dan enkondroma. stroma kondroid. Terjadi peningkatan perubahan mitosis dan penipisan kartilago. Pada gambaran patologi anatomi tampak ikatan antara sel kartilago dan nonkartilago. 3.1. Dedifferentiated chondrosarcoma Dediffentiated chondrosarcoma sekitar 10% dari seluruh tipe kondrosarkoma.

terlibat menjelaskan kepada pasien efek samping dari penanganan kondrosarkoma dan memberikan dorongan kesehatan makanan untuk membantu melawan efek samping tersebut.faktor untuk evaluasi kecepatan perkembangan tumor. Ukuran dan lokasi dari kanker 2.Osteokondroma ini perlu dibedakan dengan osteokondroma bawaan yang predileksinya di daerah diafisis dan bersifat multipel. Perubahan ke arah ganas hanya satu persen. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan kondrosarkoma merupakan bentuk kerja tim antara dokter dengan profesional kesehatan lainnya. Pada tulang panjang. 4. Grade dari sel kanker tersebut. Hal yang penting pada penyakit ini adalah komplikasi. diperlukan untuk melihat faktor. dan pembesaran tumor. Osteokondroma terdiri atas dua tipe. Perawat dan ahli gizi. Menyebar tidaknya sel kanker tersebut. Tampak pula kalsifikasi seperti cincin dan pancaran (ring and arcs) yang berbatas tegas. Pada foto konvensional enkondroma memberikan gambaran berupa radiolusen yang berbatas tegas di daerah medulla. Eksisi dilakukan bila kelainan cukup besar sehingga tampak di bawah kulit atau. khususnya pada daerah tangan dan kaki. Enkondroma Enkondroma merupakan tumor jinak pada kartilago displastik yang biasanya berupa lesi soliter pada bagian intramedullar tulang dan metafisis tulang tubular. bila mengganggu. Keadaan kesehatan umum pasien . bentuk kalsifikasinya mungkin sulit dibedakan dengan kalsifikasi distropik pada infark tulang. Jenis terapi yang diberikan kepada pasien tergantung pada beberapa hal seperti: 1. 2. diagnosis spesifik. Para radiologist. membesar dan menipis. terutama fraktur patologis atau perubahan bentuk ke arah keganasan yang disertai fraktur patologis. 3. yaitu tipe bertangkai dan tipe sesil yang mempunyai dasar lebar.

Terapi ini menggunakan obat anti kanker (cytotoxic) untuk menghancurkan sel-sel kanker. eksisi radikal. Pada kasus-kasus yang hanya menjalani operasi saja menunjukkan kekambuhan pada 85%. Radioterapi Prinsip radioterapi adalah membunuh sel kanker menggunakan sinar berenergi tinggi. lokasi dan grade dari tumor tersebut. baik makro maupun mikroskopik. Efek samping ini dapat dikontrol dengan pemberian obat. Radiasi diberikan dengan dosis per fraksi 2. namun ini diperlukan jika kanker telah menyebar ke area tubuh lainnya. Lesi besar yang rekuren penatalaksanaan paling tepat adalah amputasi.Pasien dengan kondrosarkoma memerlukan terapi kombinasi pembedahan (surgery). Efek samping ini dapat diminimalkan dengan mengatur jarak dan dosis radioterapi. Pasien anak-anak memiliki mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien dewasa. Kemoterapi Kemoterapi. bedah beku hingga amputasi radikal untuk lesi agresif grade tinggi. Radioterapi diberikan apabila masih ada residu tumor. Efek samping general radioterapi adalah nausea dan malasea. Namun kemoterapi dapat memberikan efek samping yang tidak menyenangkan bagi tubuh. Surgery Langkah utama penatalaksanaan kondrosarkoma pembedahan karena kondrosarkoma kurang berespon terhadap terapi radiasi dan kemoterapi. Variasi penatalaksanaan bedah dapat dilakukan dengan kuret intralesi untuk lesi grade rendah. PROGNOSIS Prognosis untuk kondrosarkoma ini tergantung pada ukuran. Usia pasien juga sangat menentukan survival rate dan prognosis dari penyakit ini.5 Gy per hari dan total 50-55 Gy memberikan hasil bebas tumor sebanyak 25% 15 tahun setelah pengobatan. meskipun bukan yang paling utama. . kemoterapi dan radioterapi.

Sebaliknya apabila seluruh tumor diangkat. . Rekurensi kondrosarkoma biasa terjadi 5–10 tahun setelah operasi dan tumor rekuren bersifat lebih agresif serta bergrade lebih tinggi dibanding tumor awalnya.Penanganan pada saat pembedahan sangat menentukan prognosis kondrosarkoma karena jika pengangkatan tumor tidak utuh maka rekurensi lokal bisa terjadi. Walaupun bermetastasis. prognosis kondrosarkoma lebih baik dibandingkan osteosarkoma. lebih dari 75% penderita dapat bertahan hidup.

Prognosis untuk kondrosarkoma ini tergantung pada ukuran. massa yang teraba dan frekuensi miksi meningkat. CT-Scan dan pemeriksaan PA. Adapun tanda klinis dari kondrosarkoma yaitu Nyeri. kemoterapi dan radioterapi. Usia pasien juga sangat menentukan survival rate dan prognosis dari penyakit ini. Selain itu untuk membantu penegakkan diagnosis dapat menggunakan pemeriksaan radiologis. Di Amerika Serikat. Etiologi kondrosarkoma masih belum diketahui secara pasti. pembengkakan. Pengobatan untuk kondrosarkoma yaitu pembedahan. lokasi dan grade dari tumor tersebut. . kondrosarkoma merupakan tumor terbanyak kedua dari 400 jenis tulang ganas primer dengan jumlah kasus 25% dari seluruh keganasan tulang primer dan sekitar 11% dari seluruh keganasan tulang.BAB III PENUTUP Kondrosarkoma ialah tumor ganas dengan ciri khas pembentukan jaringan tulang rawan oleh sel-sel tumor dan merupakan tumor ganas tulang primer terbanyak kedua setelah osteosarkoma.

id/course/download/128-PATOLOGI- ANATOMI/patologi_anatomi_slide_kondrosarkoma.usu.wordpress.%20Diakses%2014%20Desember %202010 tanggal 16 Oktober 2012 .com/doc/43271139/10/Kondrosarkoma tanggal 16 Oktober 2012 3.DAFTAR PUSTAKA 1.ac.html tanggal 16 Oktober 2012 5. Diunduh dari http://irianisinta. Diunduh dari : http://ocw.com/2010/04/01/ tanggal 16 Oktober 2012 4.com/2010/02/16/kondrosarkoma/ tanggal 16 Oktober 2012 2. Diunduh dari http://terpaksabuat.pdf.scribd.wordpress.blogspot.com/2012/05/kanker-tulang. Diunduh dari http://dokmud. Diunduh dari http://id.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful