You are on page 1of 12

1

A. JUDUL PROGRAM Judul Program ini adalah “Inspiring House sebagai Rumah Singgah Anak Jalanan untuk Pendidikan Entrepreneurship Mandiri di Desa Babakan Kampus Dramaga IPB”

B. LATAR BELAKANG Departemen Sosial Republik Indonesia mendefinisikan anak telantar atau anak jalanan adalah anak yang berusia 5-18 tahun. Hal ini disebabkan oleh orang tuanya yang tidak dapat melakukan kewajibannya karena beberapa kemungkinan seperti kemiskinan atau ketidakmampuan dalam pemenuhan kebutuhan hidup, salah seorang dari orangtuanya atau kedua-duanya sakit, salah seorang atau kedua-duanya meninggal, keluarga tidak harmonis, tidak ada pengasuh, sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan wajar, baik secara jasmani, rohani dan sosial. Fenomena anak jalanan di Indonesia saat ini memerlukan perhatian khusus semua elemen masyarakat. Karena hal ini menjadi masalah sosial masyarakat secara luas. Sebanyak 40% atau 33,16 juta diantaranya tinggal di perkotaan dan 45,8 juta sisanya tinggal di perdesaan. Menurut laporan Departemen sosial pada tahun 2004, sebanyak 3.308.642 anak termasuk ke dalam kategori anak terlantar. Sebagian besar anak-anak ini berasal dari keluarga

menengah kebawah (miskin), yang tidak mempunyai kemampuan untuk memberdayakan dirinya, sehingga rentan terhadap kekerasan, eksploitasi, ketimpangan gender, dan perdagangan anak. ketua komisi nasional perlindungan anak seto mulyadi mengatakan jumlah anak jalanan tahun 2008 di wilayah jabodetabek mencapai 80 ribu jiwa. Sedangkan di Kota Bogor diperkirakan ada sekitar 1.000 anak jalanan yang beroperasi di perempatan, pertigaaan, angkutan kota, pasar dan terminal. Dengan banyaknya jumlah anak jalanan tentunya akan meningkatkan anak jalanan maka meningkat pula jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Untuk meminimalisir permasalahan ini telah menemukan solusi awal, yaitu pemberdayaan kesejahteraan sosial ekonomi dan pendidikan entrepreneurship mandiri bagi anak jalanan melalui aplikasi pengelolaan limbah kulit Agathis dammara dengan adanya Inspiring House

2

sebagai tempat berekspresi dan menjadi wadah memberikan arahan dan pelatihan bagi anak-anak jalanan serta untuk melindungi mereka dari ancaman bahaya luar. Berdasarkan fakta di atas maka kami memiliki konsep Inspiring House sebagai rumah singgah anak jalanan di Desa Babakan Dramaga dengan konsep pendidikan enterpreneurship mandiri bagi usia remaja mereka, diharapkan dengan adanya rumah singgah ini bukan hanya sekedar menjadi tempat singgah dan berlindung anak-anak jalanan tetapi menjadi rumah yang bisa memberikan pelajaran dan juga pendampingan untuk bisa membantu mereka dalam membentuk karakter berwirausaha dan keluar dari zona kemiskinan yang

menjadi bagian dari anak jalanan. Selain itu, alasan yang menjadi terbentuknya program ini adalah pengelolaan limbah kulit Agathis dammara yang sedang dilakukan untuk menjadi aplikasi pembinaan jiwa entrepreneurship dan sebagai sarana untuk mensejahterahkan perekonomian anak jalanan.

C. PERUMUSAN MASALAH 1. Inspiring House merupakan wadah sebagai pembentukan karakter pemimpin dan jiwa entrepreneur mandiri bagi anak jalanan beserta melindungi mereka dari ancaman luar, terutama mengurangi anak jalanan yang memiliki tempat tinggal di pinggiran jalan. 2. Peluang usaha mandiri bagi anak jalanan tingkat remaja yang diterlantarkan dan mengurangi padatnya peminta-minta maupun pengamen jalanan. 3. Banyaknya anak jalanan yang tidak mendapatkan pendidikan yang baik dan teratur, serta perhatian yang lebih. 4. Limbah kulit Agathis dammara yang saat ini kurang dimanfaatkan, akibat minimnya ilmu pengetahuan yang dimiliki masyarakat, terutama generasi muda yang tidak atau kurang mendapatkan pendidikan.

D. TUJUAN PROGRAM Program ini bertujuan untuk: 1. Memanfaatkan Inspiring House sebagai rumah singgah bagi anak jalanan untuk berkreasi dan dapat dijadikan tempat tinggal untuk sementara waktu.

3

2. Mendirikan usaha mandiri yang mampu membuka peluang kerja dan mengangkat perekonomian anak jalanan. 3. Memberikan bimbingan pendidikan gratis dan entrepreneurship mandiri bagi anak jalanan. 4. Mengembangkan jiwa kreativitas dan kewirausahaan, dengan cara mengelola limbah industri kulit Agathis dammara menjadi suatu inovasi yang berbentuk padat karya.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Bangunan sederhana dengan sebutan si Inspiring House dapat memberikan pendidikan gratis dan menanamkan jiwa entrepreneurship mandiri bagi anak jalanan diusia remaja, sehingga anak usia remaja dapat membuka usaha sendiri dan Inspiring House sebagai media dalam pembelajaran

entrepreneurship mandiri. Selain itu, menyediakan limbah kulit Agathis dammara untuk dijadikan wadah aplikasi wirausaha mandiri.

F. KEGUNAAN PROGRAM Sedangkan beberapa kegunaan yang diharapkan dapat diperoleh melalui penulisan PKM-M ini adalah sebagai berikut : 1. Menjadikan Inspiring House sebagai tempat kegitan belajar dan mengajar tentang soft skill, terutama jiwa kewirausahaaan atau entrepreneur yang memberikan output penghasilan bagi remaja itu sendiri. 2. Meningkatkan potensi sumber daya awam terlatih untuk dapat membuat lapangan pekerjaan. 3. Bagi pemerintah setempat, gagasan ini akan menciptakan masyarakat madani terutama anak usia remaja yang mampu berpartisipasi aktif dalam peningkatan potensi kewirausahaan. 4. Sebagai langkah awal untuk anak usia remaja menjadi entrepreneurship mandiri. 5. Meningkatkan minat kepada anak usia remaja untuk mempelajari

entrepreneur di Inspiring House tanpa menitikberatkan kepada keuangan mereka.

4

G. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN Kota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 54 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Secara geografis Kota Bogor terletak di antara 106’ 48’ BT dan 6’ 26’ LS dengan Luas Wilayah Kota bogor sebesar 11.850 Ha. Kota bogor mempunyai rata-rata ketinggian minimum 190 m dan maksimum 330 m dari permukaan laut. Kondisi iklim di Kota Bogor suhu rata-rata tiap bulan 26’ C dengan suhu terendah 21,8’ C dengan suhu tertinggi 30,4’ C. Kelembaban udara 70 %, Curah hujan rata-rata setiap tahun sekitar 3.500 – 4000 mm dengan curah hujan terbesar pada bulan Desember dan Januari. Dengan kondisi iklim demikian, Bogor dikenal dengan julukan kota hujan. Berikut ini merupakan gambaran monografi kependudukan Kota Bogor. Kota Bogor terdiri dari 6 kecamatan dan 68 kelurahan. Kemudian secara administratif Kota Bogor terdiri dari 6 wilayah kecamatan, 31 kelurahan dan 37 desa (lima diantaranya termasuk desa tertinggal yaitu Desa Pamoyanan, Genteng, Balungbangjaya, Mekarwangi dan Sindangrasa), 210 dusun, 623 RW, 2.712 RT. Berdasarkan data yayasan gerbong rakyat, di dapatkan jumlah anak jalanan di kota bogor berjumlah 400 anak. Sedangkan pada tahun 2010 diperkirakan ada sekitar 1.000 anak jalanan yang beroperasi di perempatan, pertigaaan, angkutan kota, pasar dan terminal menurut Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Berdasarkan penelitian yang di lakukan oleh Yunda pramucthia dan Nurmala K. Panjaitan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di peroleh informasi yaitu pada umunnya anak jalanan di Kota Bogor adalah lakilaki dengan sebagian besar berusia 16 sampai 18 tahun dan sebaian lainnya berusia 13 sampai 15 tahun, dan pekerjaan yang paling banyak dilakukan adalah pengamen sebesar 93.33% (berdasarkan penelitian Yucha dan Nurmala). Sedangkan untuk tingkat pendidikan sebagian besar hanya pada tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Berdasarkan tingkat sosial ekonomi secara keseluruhan anak jalanan menunjukan mererka tergolong keluarga miskin menurut kriteria BPS yaitu pendapatan di bawah Rp 600.000 perbulan dan sebagian besar pendidikan orang tua mereka sampai sekolah dasar. Dan untuk Inspiring House sebagai rumah singgah di Kota

5

Bogor terutama Desa Babakan Dramaga IPB belum memiliki rumah singgah untuk menampung anak jalanan yang berkeliaran sampai saat ini.

H. METODE PELAKSANAAN PROGRAM Pendidikan Entrepreneur Bagi Anak Jalanan di Inspiring House a. Pemberian Materi Tujuan pemberian materi adalah persamaan konsep dan pemahaman dasar mengenai materi yang diberikan yaitu kewirausahaan mandiri bersama pengelolaan limbah kulit Agathis dammara dan hal-hal lain yang bersifat kesejahteraan ekonomi yang dapat dilakukan oleh anak jalanan agar dapat mengaplikasikan pelajaran tentang kewirausahaan dikehidupan secara

langsung dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk diri mereka sendiri. b. Teknis Pelaksanaan Mempersiapkan rumah singgah yang berada di daerah Bogor sebagai tempat belajar-mengajar kewirausahaan, membina rasa kekeluargaan, serta tempat melatih soft skill, juga sebagai rumah produksi barang-barang dari limbah pohon Agathis. Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah white board, spidol, penghapus, LCD proyektor, laptop, pengeras suara, materi pengajaran (dalam bentuk power point dan poster), film edukasi, bukubuku bacaan, dan perpustakaan mini. Mencari bangunan rumah singgah, pemberian materi, pembuatan power point (slide materi), pembuatan perpustakaan mini, dan pemilihan film edukasi menjadi hal utama yang harus dipersiapkan. Pemutaran film edukasi mengenai pentingnya berwirausaha mandiri yang dilaksanakan 2 kali dalam seminggu dan kemudian dilakukan evaluasi setiap 1 bulan sekali dalam program pembelajaran. c. Menjual Barang Produksi Sendiri Setelah peserta didik (anak jalanan) mendapatkan pendidikan mengenai kewirausahaan, kemudian mereka mengaplikasikannya secara langsung dengan cara menjual barang-barang dari limbah kulit pohon Agathis dammara, produk rumahan yang bekerja sama dengan pengrajin limbah kulit pohon Agathis. Uang yang telah mereka hasilkan dari hasil penjualan berupa seni padat karya akan diberikan kepada mereka, sang anak jalanan.

6

Untuk mewujudkan tujuan yang diharapkan maka dilakukan beberapa langkah kegiatan. Langkah-langkah tersebut diantaranya adalah survey lapangan, berkoordinasi dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja atau Kelurahan Balai Desa setempat dan sosialisasi program, persiapan, pelaksanaan program dan evaluasi kegiatan. Ada beberapa tahap dalam pelaksanaannya, meliputi : 1. Pembuatan Masyarakat. Perizinan dan koordinasi dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja atau Kelurahan Balai Desa setempat untuk memperlancar pelaksanaan proposal persiapan pelaksanaan PKM Pengabdian

program sosial. Kemudian perizinan dan sosialisasi untuk mendirikan rumah singgah. 2. Sosialisasi program kepada anak jalanan. Memberikan penjelasan dan informasi kepada anak jalanan, tentang bagaimana sistem pelaksanaan untuk menyelesaikan program rumah singgah bersama pengelolaan limbah kulit pohon Agathis sebagai seni padat karya oleh anak jalanan. 3. Pelatihan pengelolaan limbah kulit Agathis dammara dan pemberian materi enterpreneurship mandiri. Memberikan pengajaran terlebih dahulu terkait entrepreneur dengan pengelolaan limbah kulit Agathis dammara dan memberikan materi tentang entrepreneur. 4. Penerapan entrepreneurship mandiri dengan metode Coaching. Penerapan langsung di lapangan dengan menjual dan memasarkan hasil pengelolaan limbah kulit Agathis dammara dengan dari metode

pendampingan dan pengarahan teknis lapangan. 5. Monitoring pasca pelaksanaan PKM Pengabdian kepada Masyarakat. Pemantauan kinerja dari output kegiatan yang telah dilaksanakan. 6. Penyusunan Laporan Laporan disusun setelah pelaksanaan seluruh program selesai dilaksanakan.

7

I. JADWAL KEGIATAN Kegiatan ini akan dilaksanakan selama enam bulan sesuai dengan jadwal di bawah ini : Tabel Jadwal Kegiatan Program
I No Uraian 1 2 1 Persiapan kegiatan
Proses pembinaan

II 3 4 1 2 3 4 1

III 2 3 4 1

IV 2 3 4 1 2

V 3 4

2

karakter, pendidikan dan aplikasi entrepreneur

3 4 5

Evaluasi kegiatan
Monitoring

Pelaporan

J. RANCANGAN BIAYA

A. No. 1.

Jenis Alat Penunjang Jenis Alat Penyewaan rumah singgah Jumlah 12 bulan Harga Satuan (Rp) 300.000 Jumlah (Rp) 3.600.000

2.

Mesin pencetak kulit Agathis

2 mesin

700.000

1.400.000

3. 4.

Tinta timbul Gantungan kunci

40 warna 100 buah

4000 1000

160.000 100.000

5. 6. 7.

Lemari buku Spidol Whiteboard

3 buah 5 buah 1 buah

200.000 7000 80.000

600.000 35.000 80.000

8

8. 9. 10.

Pulpen Penghapus Penyewaan LCD proyektor

5 kotak 2 buah 8 kali /hari

20.000 4000 50.000

100.000 8000 400.000

11.

Buku tulis

5 lusin Total

40.000

200.000 6.683.000

B. No. 1. 2.

Transportasi Uraian Kegiatan Transportasi pencarian rumah singgah Transportasi pengambilan bahan baku limbah kulit Agathis di Gunung Walat Total 250.000 Harga Satuan (Rp) 25.000 Jumlah (Rp) 125.000 Jumlah (Rp) 100.000 150.000

No. 1.

Uraian kegiatan Pembuatan proposal

Satuan 5 rangkap

2. 3.

Dokumentasi 2 orang Upah pengrajin

1 paket 1 bulan

150.000 500.000

150.000 1000.000

4.

Pembuatan laporan kemajuan

10 rangkap

30.000

300.000

5.

Pembuatan laporan akhir

10 rangkap

50.000

500.000

6.

CDR

5 buah Total Total seluruh biaya

10.000

50.000 2.125.000 9.058.000

9

K. LAMPIRAN
1. Daftar Biodata Ketua dan Anggota Pelaksana a. Ketua Pelaksana

Nama Lengkap NIM Fakultas/Program Studi Perguruan Tinggi TTL Alamat di Bogor

: Surya Sallina : E24090001 : Kehutanan / Teknologi Hasil Hutan : Institut Pertanian Bogor : Rantauprapat, 27 Desember 1991 : Jl. Babakan Lebak RT. 001/06 No. 4a, Desa Balumbang Jaya IPB Dramaga, 16116 No. Hp : 085711427030 Waktu untuk kegiatan PKM : 7 jam/minggu

Tanda Tangan

Surya Sallina E24090001

b. Anggota pelaksanaan Anggota 1 Nama Lengkap NIM Fakultas/Program Studi Perguruan Tinggi TTL Alamat di Bogor

: Robby Hakim Nugraha : E24090076 : Kehutanan / Teknologi Hasil Hutan : Institut Pertanian Bogor : Bekasi, 21 Januari 1991 : Asrama Pinus IPB Jl. Rasamala 4 Kampus IPB Darmaga No. Hp : 085710666601 Waktu untuk kegiatan PKM : 7 jam/minggu

Tanda Tangan

Robby Hakim Nugraha E24090084

10

Anggota 2 Nama Lengkap NIM Fakultas/Program Studi Perguruan Tinggi TTL Alamat di Bogor

: Bemby M Putra : E24090084 : Kehutanan / Teknologi Hasil Hutan : Institut Pertanian Bogor : Bogor,3 Maret 1991 : Bukit Bogor Raya Blok I-17 No. 25 No. Hp : 085693337804 Waktu untuk kegiatan PKM : 7 jam/minggu

Tanda Tangan

Bemby M Putra E24090084

Anggota 3 Nama Lengkap NIM Fakultas/Program Studi Perguruan Tinggi TTL Alamat di Bogor

: Deni Yan Kusyana : C54100055 : Perikanan/Ilmu Teknologi Kelautan : Institut Pertanian Bogor : Serang, 14 Januari 1992 : Babakan Raya 4, No. 124, Kelurahan Babakan Dramaga Bogor No. Hp : 087870784543 Waktu untuk kegiatan PKM : 7 jam/minggu Tanda Tangan

Deni Yan Kusyana C54100055

11

Anggota 4 Nama Lengkap NIM Fakultas/Program Studi

: Elva Lestari : I34100027 : Ekologi Manusia/Komunikasi Pengembangan Masyarakat Perguruan Tinggi : Institut Pertanian Bogor TTL : Jakarta, 08 Februari 1992 Alamat di Bogor : Babakan Tengah No. 85, RT 001/RW.09, Dramaga Bogor, 16680 No. Hp : 082112335661 Waktu untuk kegiatan PKM : 7 jam/minggu

Tanda Tangan

Elva Lestari I34100027

2. Biodata Dosen Pendamping Nama Lengkap Golongan Pangkat dan NIP Jabatan Fungsional Jabatan Struktural Fakultas/Program Studi Perguruan Tinggi Bidang Keahlian Alamat Rumah : Dadan Mulyana, S. Hut, M.Si : III A dan 19760322 200701 1 001 : Asisten ahli : Penata Muda : Kehutanan/Silvikultur : Institut Pertanian Bogor : Rehabilitasi Lahan Hutan : Jl. Kecipir Blok A No. 16 Komplek Sinar Sari Darmaga-Bogor 16680 No. HP : 085281881208 Waktu Untuk Kegiatan PKM : 7 jam/minggu

Tanda Tangan

Dadan Mulyana, S.Hut, M. Si NIP. 19760322 200701 1 001

12