You are on page 1of 40

Sistem Komunikasi Optik

Teknik Elektro
Universitas Pancasila
SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK
Dibuat untuk memenuhi nilai dalam mata kuliah Sistem Komunikasi Optik
Dosen : Ir. Untung Priyanto, Msi















Nama : Bambang Budiarto
No. Pokok : 4609216034






FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS PANCASILA


Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Pengenalan Sistem Komunikasi Serat Optik

Abstrak

Pada 30 tahun belakangan ini, telah dikembangkan sebuah teknologi baru yang
menawarkan kecepatan data yang lebih besar sepanjang jarak yang lebih jauh dengan harga
yang lebih rendah daripada sistem kawat tembaga. Teknologi baru ini adalah serat optik,
serat optik menggunakan cahaya untuk mengirimkan informasi (data). Cahaya yang
membawa informasi dapat dipandu melalui serat optik berdasarkan fenomena fisika yang
disebut total internal reflection (pemantulan sempurna). Secara tinjauan cahaya sebagai
gelombang elektromagnetik, informasi dibawa sebagai kumpulan gelombang-gelombang
elektro-magnetik terpandu yang disebut mode. Serat optik terbagi menjadi 2 tipe yaitu single
mode dan multi mode. Secara umum sistem komunikasi serat optik terdiri dari : transmitter,
serat optik sebagai saluran informasi dan receiver. Pada transmitter terdapat modulator,
carrier source dan channel coupler, pada saluran informasi serat optik terdapat repeater
dan sambungan sedangkan pada receiver terdapat photo detector, amplifier dan data
processing. Sebagai sumber cahaya untuk sistem komunikasi serat optik digunakan LED atau
Laser Diode (LD).
Kata Kunci : Serat optik, internal total reflection, mode, single mode, multi mode,
transmitter, saluran informasi, receiver, repeater, sambungan, modulator, carrier, source,
channel coupler, detector, amplifier, data processing,, LED, Laser Dioda (LD), photo
detector.








Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Pendahuluan
Pada tahun 1880 Alexander Graham Bell menciptakan sebuah sistem komunikasi
cahaya yang disebut photo-phone dengan menggunakan cahaya matahari yang dipantulkan
dari sebuah cermin suara-termodulasi tipis untuk membawa percakapan, pada penerima
cahaya matahari termodulasi mengenai sebuah foto-kondukting sel-selenium, yang
merubahnya menjadi arus listrik, sebuah penerima telepon melengkapi sistem. Photo-phone
tidak pernah mencapai sukses komersial, walaupun sistem tersebut bekerja cukup baik.
Penerobosan besar yang membawa pada teknologi komunikasi serat optik dengan
kapasitas tinggi adalah penemuan Laser pada tahun 1960, namun pada tahun tersebut kunci
utama di dalam sistem serat praktis belum ditemukan yaitu serat yang efisien. Baru pada
tahun 1970 serat dengan loss yang rendah dikembangkan dan komunikasi serat optik menjadi
praktis (Serat optik yang digunakan berbentuk silinder seperti kawat pada umumnya, terdiri
dari inti serat (core) yang dibungkus oleh kulit (cladding) dan keduanya dilindungi oleh jaket
pelindung (buffer coating)). Ini terjadi hanya 100 tahun setelah John Tyndall, seorang
fisikawan Inggris, mendemonstrasikan kepada Royal Society bahwa cahaya dapat dipandu
sepanjang kurva aliran air. Dipandunya cahaya oleh sebuah serat optik dan oleh aliran air
adalah peristiwa dari fenomena yang sama yaitu total internal reflection.
Teknologi serat optik selalu berhadapan dengan masalah bagaimana caranya agar
lebih banyak informasi yang dapat dibawa, lebih cepat dan lebih jauh penyampaiannya
dengan tingkat kesalahan yang sekecil-kecilnya. Informasi yang dibawa berupa sinyal digital,
digunakan besaran kapasitas transmisi diukur dalam 1 Gb.km/s yang artinya 1 milyar bit
dapat disampaikan tiap detik melalui jarak 1 km. Berikut adalah beberapa tahap sejarah
perkembangan teknologi serat optik :
1. Generasi Petama ( mulai tahun 1970)
- Sistem masih sederhana dan menjadi dasar bagi sistem generasi berikutnya
terdiri dari :
 Encoding : Mengubah input (misal suara) menjadi sinyal listrik.
 Transmitter : Mengubah sinyal listrik menjadi gelombang cahaya
termodulasi, berupa LED dengan panjang gelombang 0,87 um.
 Serat Silika : Sebagai pengantar gelombang cahaya.
 Repeater : Sebagai penguat gelombang cahaya yang melemah di jalan
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
 Receiver : Mengubah gelombang cahaya termodulasi menjadi sinyal
listrik, berupa foto-detektor
 Decoding : Mengubah sinyal listrik menjadi ouput (misal suara)
- Repeater bekerja dengan merubah gelombang cahaya menjadi sinyal listrik
kemudian diperkuat secara elektronik dan diubah kembali menjadi gelombang
cahaya.
- Pada tahun 1978 dapat mencapai kapasitas transmisi 10 Gb.km/s.
2. Generasi Ke- Dua ( mulai tahun 1981)
- Untuk mengurangi efek dispersi, ukuran inti serat diperkecil.
- Indeks bias kulit dibuat sedekat-dekatnya dengan indeks bias inti.
- Menggunakan diode laser, panjang gelombang yang dipancarkan 1,3 um.
- Kapasitas transmisi menjadi 100 Gb.km/s.
3. Generasi Ke- Tiga ( mulai tahun 1982)
- Penyempurnaan pembuatan serat silika.
- Pembuatan chip diode laser berpanjang gelombang 1,55 um.
- Kemurniaan bahan silika ditingkatkan sehingga transparansinya dapat dibuat
untuk panjang gelombang sekitar 1,2 um sampai 1,6 um
- Kapasitas transmisi menjadi beberapa ratus Gb.km/s.
4. Generasi Ke- Empat ( mulai tahun 1984)
- Dimulainya riset dan pengembangan sistem koheren, modulasinya bukan
modulasi intensitas melainkan modulasi frekuensi, sehingga sinyal yang sudah
lemah intensitasnya masih dapat dideteksi, maka jarak yang dapat ditempuh,
juga kapasitas transmisinya, ikut membesar.
- Pada tahun 1984 kapasitasnya sudah dapat menyamai kapasitas sistem deteksi
langsung (modulasi intensitas).
- Terhambat perkembangannya karena teknologi piranti sumber dan deteksi
modulasi frekuensi masih jauh tertinggal.
5. Generasi Ke- Lima ( mulai tahun 1989)
- Dikembangkan suatu penguat optik yang menggantikan fungsi repeater pada
generasi-generasi sebelumnya.
- Pada awal pengembangannya kapasitas transmisi hanya dicapai 400 Gb.km/s
tetapi setahun kemudian kapasitas transmisinya sudah menembus 50.000
Gb.km/s !
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
6. Generasi Ke- Enam ?
- Pada tahun 1988 Linn F. Mollenauer mempelopori sistem komunikasi optik
soliton. Soliton adalah pulsa gelombang yang terdiri dari banyak komponen
panjang gelombang yang berbeda hanya sedikit dan juga bervariasi dalam
intensitasnya.
- Panjang soliton hanya 10
-12
detik dan dapat dibagi menjadi beberapa
komponen yang saling berdekatan, sehingga sinyal-sinyal yang berupa soliton
merupakan informasi yang terdiri dari beberapa saluran sekaligus (wavelength
division multiplexing).
- Eksprimen menunjukkan bahwa soliton minimal dapat membawa 5 saluran
yang masing-masing membawa informasi dengan laju 5 Gb/s. Kapasitas
transmisi yang telah diuji mencapai 35.000 Gb.km/s.
- Cara kerja sistem soliton ini adalah efek Kerr, yaitu sinar-sinar yang panjang
gelombangnya sama akan merambat dengan laju yang berbeda di dalam suatu
bahan jika intensitasnya melebihi suatu harga batas. Efek ini kemudian
digunakan untuk menetralisir efek dispersi, sehingga soliton tidak melebar
pada waktu sampai di receiver. Hal ini sangat menguntungkan karena tingkat
kesalahan yang ditimbulkannya amat kecil bahkan dapat diabaikan.























Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Sejarah Singkat
Sudah sejah 1940 ilmuwan mempertimbangkan bahawa telekomunaksi masa depan
melalui saluran optis. Pada mulanya ide itu hanyalah impian dari kenyataan bahwa, sejak
penemuan Marconi mengenai telegrafi, pakar radio terus mengejar teknologi riakgelombang
yang lebih pendek. Setelah 1950, komunikasi mikrogelombang menjadi praktis dan
keuntungan penggunaan riak gelombang pendek menjadi nyata. Dengan demikian muncul
kepercayaan bahwa dorongan teknologi ke arah riak gelombang yang lebih pendek akan
mencapai kawasan optis.
Sekarang, serat optis adalah satu-satunya pemandu gelombang untuk komunikasi
optis. Lebarpita serat optis maksimun saat ini adalah beberapa gigahertz (10 Hz), jauh lebih
sempit daripada lebarpita pemandu mikrogelombang. Komunikasi serat optis berkembang
bukan karena memberikan pita frekuensi lebar, tetapi terutama karena memberikan pita
frekuensi lebar dengan beaya murah bila digunakan banyak serat dalam satu berkas, dengan
demikian memanfaatkan fleksibilitas, diameter kecil, dan murahnya beaya. Cara
telekomunikasi pertama dalam sejarah manusia adalah komunikasi optis paling primitif, api
sinyal, yang telah digunakan selama ribuan tahun. Kemudian Chappe (Perancis) menemukan
cara baru, yang dinamakan “Semafor”, dalam 1971. Ini adalah sistem telekomunikasi
kecepatan-tinggi pertama dalam sejarah manusia, dan memberi dampak besar pada
masyarakat Eropa. Penaklukan negara-negara Eropa oleh Napoleon dikisahkan
keberhasilannya sebagian karena penggunaan sistem komunikasi “optis” ini.
Perkembangan Pemandu gelombang Optis.
Dimulai dengan munculnya laser pada awal 1960-an, berbagai pemandu gelombang
seperti pemandu logam berongga, pemandu gelombang selaput tipis, pemandu gelombang
lensa, pemandu gelombang cermin, dan pemandu gelombang kanta-gas diteliti. Usaha ini
melemah setelah 1970 dengan munculnya serat optis. Kao dan Hockman meneliti mekanisme
rugi optis dalam gelas dan meramalkan perbaikan teknologis akan menghasilkan serat optis
dengan rugi cukup rendah untuk komunikasi optis. Mereka menyatakan bahwa bila ion-ion
logam transisi kandungannya kurang dari 10-6, maka rugi serapan akan susut sampai kurang
dari 20 dB/km, dan jika kemurnian bahan bertambah, rugi akan kurang dari beberapa dB/km,
sehingga rugi hamburan menjadi faktor pembatas. Dan Kapron dkk (1970) (Corning Glass
Works) melaporkan dibuatnya serat dengan rugi 20 db/km. Rugi serat silika terus berkurang
dengan perbaikan metode CVD (Pengendapan uap kimia) dan mencapai 7 dB/km dalam
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
tahun 1972 (Corning GlassWorks); dan 2,5 dB/km dalam 1973 (Bell Lab) dengan metode
MCVD (pengendapan uap kimia terubah). Dalam 1974-1975 beberapa peneliti di Amerika
Seerikat dan Jepang melaporkan mencapai 1,5 sampai 2,0 dB/km. Juga dilaporkan dari
Jepang (1976) tercapai rugi sebesar 0,47 db/km pada riak gelombang 1,2 um. Sekarang, serat
dengan koefisien serapan sebesar 0,5 dB/km dapat dibuat untuk transmisi optis pada panjang
gelombang di atas 1,2 um [o,45dB/km pada 1,31 um dan 0,25 dB/km pada 1,55 um]
[Okoshi,82].
Serat Optis: Sifat Fisis dan Peranti
Komponen paling utama dalam sistem komunikasi serat optis adalah serat optis itu
sendiri, yang terbuat dari bahan kaca (SiO2) yang tercam puri berbagai pendadah untuk
mengatur indeks bias dan mengurangi titik lebur. Serat optis mempunyai teras silin dris
dengan indeks teras dengan profil para bolik dengan nilai maksimum pada sumbu serat. Serat
ragam-tunggal mempunyai ruji teras dalam orde panjang gelombang, Khasnya antara 5 um
sampai 10 um; sedangkan serat multigram mempunyai ruji teras yang jauh lebih besar, sekitar
25 um sampai 50 um. Dalam hal ini di dalam serat dapat merambat ratusan bahkan ribuan
ragam yang terijinkan. Perambatan cahaya dalam serat optis dapat dipahami dengan optika
geometris. Yaitu, cahaya yang terpandu di dalam teras diteruskan dari ujung masukan ke
ujang keluaran karena pantulan dakhil total pada bidang batas teras dan selubung, sehingga
cahaya tidak membias keluar dan lepas dalam selubung.
Tebaran (Dispersi), Sambatan Ragam dan Mekanisme Rugi
Banyak faktor pembatas yang berasal dari sifat geometris dan fisis serat kaca yang
mempunyai pengaruh besar terhadap kapasitas alih informasi pemandu agihan spectral
sumber dapat menyebabkan perubahan nilai indeks landai serat dan menyebabkan pelebaran
denyut. Dalam praktek, ketaksempurnaan struktural dalam serat menyebabkan juga rugi lewat
hamburan dan serapan optis. Ketaksempurnaan serat multiragam juga menciptakan sambatan
acak antar ragam yang dapat menghasilkan penyempitan denyut dengan rugi daya bocor
menjadi ragam radiatif tak terpandu. Untuk memanfaatkan efek penyempitan denyut ini,
batas teras-selubung harus disiapkan dengan hati-hati untuk menghindari rugi radiasi.
Pelebaran ragam muncul dari dua efek yang berbeda: tebaran bahan dan struktur pemandu
gelombang. Kita dapat memilih serat dengan profil indeks landai sehingga tebaran pemandu
menjadi nol,sehingga efek pelebaran denyut hanya berasal dari tebaran bahan. Kita juga dapat
menghilangkan efek pelebaran oleh tebaran bahan dengan pemilihan riak gelombang di
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
sekitar 1,3 um. Karena lebaran bahan nol untuk riak gelombang 1,3 um ini, dan juga serapan
minimun muncul di daerah ini. Penelitian dan pengembangan dalam kinerja sumber laser dan
fotodeteksi menjadi gencar.
Rugi Hamburan dan Serapan
Dari segi tebaran bahan, pemancar riakgelombang panjang dalam daerah 1,2 sampai
1,6um untuk sistem serat optis merupakan pilihan yang baik. Alasan lain memilih riak
gelombang panjang adalah untuk meminimumkan rugi hamburan. Jumlah daya terhambur
oleh gayut pada rapat usak dan tampang lintang hamburan. Dalam kaca, penghambur utama
adalah takmurnian seperti oksida atau ion logam peralihan, dengan ukuran yang jauh lebih
kecil dari pada riakgelombang, atau r/<<1.
Dalam had hamburan Rayleigh ini, hamburan sebanding dengan 1/ 4; nilai khasnya
0,6 dB/ km pada + 1 um. Hamburan Mie dapat merupakan sumber rugi bila terdapat pusat
hamburan dengan ukuran lebih besar daripada . Di samping itu, rugi serapan dalam kaca
timbul dari struktur hakiki bahan dans erapan takmurnian. Untuk riakgelombang di atas 0,8
um, serapan pinggiran pita kurang dari 1 dB/km. Serapan takmurnian disebabkan oleh ion
logam , misalnya Fe, Cu, V Cr, Co, Mn dan Ni. Mencapai 20 dB/km. Sekarang mudah dibuat
kaca silika kemurnian tinggi, tanpa terlihat adanya komponen rugi karena takmurnian.
Mekanisme lain yang menyebabkan rugi serapan menyangkut tenaga getar yang berkaitan
dengan ikatan yang biasa terdapat dalam kaca. Spektrum getar kaca terletak dalam daerah
inframerah 2 sampai 10 um, di sini harmonik atas getaran iron hidroksil (OH) memegang
peranan. Getaran dasar terpusat sekitar 2,8 um, dengan harmonik atasnya pada 1,4 um, 0,95
um dan 0,75 um. Kandungan OH sisa sebesar 7 ppb telah dapat dicapai, yang sesuai dengan
rugi serapan sebesar 0,45 dB/km pada 1,39 um [Hunsperger, 82].
Rugi Mikrolengkungan
Rugi optis yang terkaitkan dengan proses pengkabelan timbul sebagai hasil
mikrolengkungan serat. Masalah ini penting bila rugi kelengungan bengkokan adalah kecil
tetapi masih cukup besar dibandingkan rugi serat. Rugi macam ini sering ditemukan dalam
sistem serat eka-ragam, yang berlaju bit sangat besar. Dalam sistem ini, hanya ragam dasar
terteral; tetapi karena pembengkokan, daya ragam dasar dapat hilang melalui sambatan
dengan ragam-ragam orde-lebih tinggi dan/atau ragam radiasi. Pada umumnya, rugi
mikrolengkungan berkurang dengan cepat dengan bertambahnya beda indeks bias, sehingga
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
penting menggunakan serat indeks-undak eka-ragam dengan tingkap numeris setinggi
mungkin untuk sistem telekomunikasi jarak-jauh.
Bahan Kaca
Pembentukan jejala kaca terutama mengandung oksigen, silikon, boron, natrium, dan
aluminium; dengan dicampuri pengubah jejala, misal K2O, MgO, CaO, pbO, maka sifat
dasar kaca berubah, seperti indeks bias, pengembangan termal, koefisien serapan, dan titik
lebur. Kaca silikat natrium, dari kaca silikon yang ditambahi oksida natrium, berkurang suhu
leburnya. Sifat umum semua kaca yalah kaca menjadi lembek secara berangsur-angsur bila
dipanaskan dan tidak mencair pada suhu tetentu yang tegas, satu ciri khas zadat amorf.
Pembuatan Serat.
Serat dapat ditarik dari satu prabentuk atau langsung dari lelehan serbuk oksida.
Metode Sangan-ganda mempunyai laju penarikan tinggi (1-3m/s dan beaya murah dengan
produksi besar. Metode MCVD (pengendapan uap kimia termodifikasi); Di sini tabung silika
murni menjadi teras. Tabung ini kemudian diruntuhkan sehingga batang kaca yang disebut
“prabentuk” terjadi. Serat optis kemudian ditarik dari prabentuk ini. Selain metode
pengendapan dalam, dapat juga dilakukan dengan metode pengendapan luar [wilson, 83].
Pengukuran profil Indeks
Hubungan profil indeks bias dan sifat tunda denyut sangat erat, maka dalam
pembuatan dan evalusi serat optis, pengukuran profil indeks merupakan langkah yang
penting. Metode pengukuran profil indeks merupakan langkah yang penting.
Metode pengukuran yang ideal harus memenuhi syarat berikut:
a. tak merusak,
b. terterapkan pada setiap profil
c. ketepatan tinggi
d. daya pisah tinggi, dan
e. mudah dalam pengukuran dan pemrosesan data.
Metode Pola Hamburan : Profil indeks dihitung dari pola hamburan berkas cahaya
yang datang tegak lurus. Batas daya pisah sama dengan seperempat lambda cahaya yang
digunakan; khasnya yalah 0,2 um. Baik untuk pengukuran profil serat ekaragam dengan daya
pisah cukup praktis. Metode Interferens : Asasnya yalah menentukan agihan indeks bias
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
benda dari ingustan fase cahaya yang melewatinya. Sistem yang dipakai adalah interometer
MachZehnder, dapat mencapai daya pisah sebesar 0,7 um dan ketelitian 5x10-4 [Okoshi
Metode Pantul: Asasnya yalah bahwa bila cahaya jatuh tegak lurus pada bahan kaca (indeks
bias), koefisien pantulan diberikan oleh R = [(1-n)/(1+n)]2. Dengan mengukur R, profil
indeks ditentukan dengan perhitungan.
Daya pisah dibatasi oleh diameter berkas masukan; untuk laser He-Ne pada riak
gelombang 632,8 nm, batas daya pisah adalah 1,5-3 um, dengan ketepatan mencapai 5%.
Metode Pola Medan-dekat: Bila satu ujung serat diterangi secara seragam, semua ragam yang
merambat terteral seragam. Bila semua ragam merambat dengan rugi yang sama, maka
agihan daya yang sama akan muncul pada ujung keluaran serat. Pola agihan daya ini akan
sebanding dengan beda indeks bias. Metode lain dapat disebutkan di sini adalah:
Mikroanalisis sinar-X, matode pencocokan minyak, dan penggunaan mikroskop elektron
pemayar.
Pengukuran Tebaran (dispersi)
Tebaran ragam (modus) dan tebaran bahan serat multiragam dapat ditentukan dengan
pengukuran tanggapan denyut dalam ranah waktu atau tanggapan spektral dalam ranah
frekuensi denyut keluaran. Pelebaran denyut diukur dengan pencuplikan bentuk gelombang
dengan peranti elektronik berdaya pisah tinggi atau dengan menganalisis alihragam
Fouriernya. Karena semua serat adalah dispersif, maka suatu denyut pendek akan diperlebar
setelah merambat melalui serat dan dierotkan dalam bentuk, yang gayut pada parameter serat.
Sistem dengan penyambat dan sambungan mempunyai rugi sebagai berikut: (1) rugi
sambatan serat kepemancar dans erat ke penerima, (2) rugi sisipan penyambat, (3) rugi
agihan daya melalui penyambat. Penyiapan permukaan ujung serat juga penting untuk
mengurangi rugi tebaran dan hamburan. Rugi sambungan diukur dengan daya terpancar yang
melalui sambungan antara dua serat dan yang tanpa sambungan. Rugi sayatan dan penetuan
letak cacat dalam serat yang panjang, ditentukan dengan gaung dan pantulan (OTDR).
Laser Semikonduktor
Sumber untuk pemancar sistem komunikasi serat optis terutama terdiri dari LED
(diode pancar-cahaya) dan laser semikonduktor. Peranti ini memancarkan dalam jangkau
riakgelombang antara 0,75 sampai 1,6 um. LED merupakan sumber yang memadai atas dasar
ketersediaan daya keluaran dan laju tanggapanya. Untuk jarak-jauh dan laju-data sangat
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
tinggi, penggunaan diode laser (LD) diperlukan. Berbagai jenis laser semikonduktor lain
yang sekarng dikembangkan untuk sumber adalah: laser DH (heterostruktur ganda), laser
CDH (heterstruktur ganda terpencet), laser DFB (lolohbalik teragih), laser DBR (pantulan
Bragg teragih), laser QW (sumur-kuantum) dan MQW (multipel QW), dan sebagainya [Cheo,
Sistem Komunikasi Optis
Kita akan mengulas sistem komunikasi optis dan bidang yang saat ini menarik
perhatian, yaitu optika terpadu (10). Tujuan 10 adalah miniaturisasi komponen optis seperti
sumber, detektor, modulator, penapis dan sebagainya dan membuat sistem pemeroses optis
yang lengkap dalam satu keping semikonduktor tunggal. Untuk memanfaatkan lebarpita yang
tersedia dalam serat optis, perlu dicatat bahwa jangkau riakgelombang 1,0-1,6 um
bersesuaian dengan lebarpita frekuensi sebesar 120.000 GHz atau 120 THz, maka teknik
FDM (pemultipleksan Bagi-Frekuensi) perlu dikembangkan.
Teknik pencampuran heterodin dan memberikan nisbah sinyal-derau (S/N) yang
cukup baik, dan frekuensi modulasi yang sudah dicapai masih jauh di bawah kemampuan
teoretis pembawa. Seorang perancang sistem harus memilih berbagai komponene yang cocok
untuk terapan tertentu. Pemilihan ini didasarkan pada analisis untung-rugi di antara berbagai
parameter sistem yang menyangkut daya optis, rugi serat, derau penerima, tipe sinyal, laju
data atau lebar pita, laju ralat bit (BER) minimum adalah 10-9, yang bersangkutan dengan
nisbah S?N 12 dB. Sekali konfigurasi sistem optimal ditemukan, perancang meninjau
faktorfaktor lain, termasuk keadaan lingkungan, beaya, keandalan, kemudahan penyesuaian,
ukuran, bobot, pemasangan, dan pemeliharaan.
Satu dari sifat serat optis yang menarik adalah kemampuannya untuk jarak pengulang
besar dengan transmisi data kapasitas tinggi. Dengan kemungkinan penambahan yang cukup
nyata dalam jarak antara pengulang pada laju transmisi data tinggi, beaya komponen akan
turun dan juga beaya pemasangan, operasi dan pemeliharaan akan berkurang sekali. Dalam
suatu sistem dengan laser AIGaAs yang memancarkan pada 0,9 um, dengan rugi sistem rerata
diandaikan kira-kira 4,5 dB/km, dengan 10 Mbps mencapai jarak 12km dan pada laju 400
Mbps mencapai jarak pengulang 9 km. Untuk sistem yang dibuat pada daerah 1,3 sampai 1,6
um, pertambahan jarak pengulang akan diperoleh, dengan andaian rugi total 0,7 dB/km
termasuk rugi serat dan rugi sambungan atau InGaAsP dan detektor APD germanium.
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Hasilnya adalah jarak pengulang lebih dari 30km pada 1 ps/km dan sumber dengan
lebar spektral 2A. Juga telah dicapai jarak penulang lebih dari 115 km pada laju 0,43 Gbps
dengan serat ekaragan dan laser yang bekerja pada 1,55 um. Sejauh ini penerapan terbesar
adalah untuk sambungan beban telepon, yaitu sambungan yang mampu membawa sejumlah
besar percakapan telepon serempak antara gardu-gardu telepon, dari beberapa kilometer
sampai beberapa ratus kilometer. Untuk sambungan telepon saluran tunggal diperlukan
lebarpita sebesar 4 kHz, atau sinyal digital 64 kbps. Jaringan telepon memerlukan sambungan
telepon yang mampu membawa banyak saluran tunggal secara serempak.
Transmisi digital dapat menampung hal ini dengan mudah karena arus bit yang
bebeda dapat disaling-tumpangkan bawah laut, transmisi video , sambungan komputer dan,
dalam lingkungan militer, kendali peluru. Untuk menentukan apakah suatu sistem akan
bekerja secara memuaskan, beberapa uji harus dilaksanakan. Tentusaja detektor dan
pemancar harus mampu menangani lebar pita yang dipersyaratkan. Tebaran serat sepanjang
jarak yang diperlukan harus tidak menyusutkan sinyal minimum harus mencapai detektor.
Jika daya yang diluncurkan ke dalam serat diketahui, bersama dengan susutan serat, maka
panjang maksimum serat yang digunakan dapat dihitung. Perlu diperhitungkan juga adanya
sayatan dan sambungan, dan batas keamanan (katakanlah 5db) juga harus dicakup.
Perhitungan ini dinamakan bujet fluks atau bujet daya.
Metodologi Penelitian
Tulisan ini membahas mengenai teori dasar serat optik (tinjauan secara optik
geometris dan fisis pada perambatan cahaya melalui serat optik) dan dasar sistem komunikasi
serat optik dengan menggunakan studi literatur terhadap buku-buku, majalah dan jurnal
ilmiah.
Struktur Serat Optik dan Perambatan Cahaya pada Serat Optik
- Struktur Dasar Sebuah Serat Optik
Gambar (1) di bawah merupakan struktur dasar dari sebuah serat optik yang terdiri
dari 3 bagian : core (inti), cladding (kulit), dan coating (mantel) atau buffer (pelindung). Inti

Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila

Gambar (1)
adalah sebuah batang silinder terbuat dari bahan dielektrik (bahan silika (SiO
2
), biasanya
diberi doping dengan germanium oksida (GeO
2
) atau fosfor penta oksida (P
2
O
5
) untuk
menaikan indeks biasnya) yang tidak menghantarkan listrik, inti ini memiliki jari-jari a,
besarnya sekitar 8 – 200 µm dan indeks bias n
1
, besarnya sekitar1,5. Inti di selubungi oleh
lapisan material, disebut kulit, yang terbuat dari bahan dielektrik (silika tanpa atau sedikit
doping), kulit memiliki jari-jari sekitar 125 – 400 µm indeks bias-nya n
2
, besarnya sedikit
lebih rendah dari n
1
.
Walaupun cahaya merambat sepanjang inti serat tanpa lapisan material kulit, namun kulit
memiliki beberapa fungsi :
- Mengurangi cahaya yang loss dari inti ke udara sekitar.
- Mengurangi loss hamburan pada permukaan inti.
- Melindungi serat dari kontaminasi penyerapan permukaan.
- Menambah kekuatan mekanis.
Jika perbedaan indeks bias inti dan kulit dibuat drastis disebut serat optik Step Indeks (SI),
selisih antara indek bias kulit dan inti disimbolkan dengan A dimana :
1
2 1
2
1
2
2
2
1
2 n
n n
n
n n ÷
~
÷
= A …………………………………….(1)
Sedangkan jika perbedaan indek bias inti dan kulit dibuat secara perlahan-lahan disebut
Graded Indeks (GI), bagaimana turunnya indeks bias dari inti ke kulit ditentukan oleh indeks
profile, α.
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
I ndeks bias
Jari-Jari
n
1
n
2
a -a
I ndeks bias
Jari-Jari
n
1
n
2
a -a
Step Indeks Graded Indeks
o = 2 o = ·

Gambar (2)
Untuk pelindungan tambahan, kulit dibungkus oleh lapisan tambahan (terbuat dari plastik
jenis tertentu) yaitu mantel atau buffer untuk melindungi serat optik dari kerusakan fisik.
Buffer bersifat elastis, mencegah abrasi dan mencegah loss hamburan akibat microbends.
- Perambatan Cahaya Di Dalam Serat Optik
Konsep perambatan cahaya di dalam serat optik, dapat ditinjau dengan dua
pendekatan/teori yaitu optik geometrik dimana cahaya dipandang sebagai sinar yang
memenuhi hukum-hukum geometrik cahaya (pemantulan dan pembiasan) dan optik fisis
dimana cahaya dipandang sebagai gelombang elektro-magnetik (teori mode).
 Tinjauan Optik Geometrik
- Memberikan gambaran yang jelas dari perambatan cahaya sepanjang serat optik.
- Dua tipe sinar dapat merambat sepanjang serat optik yaitu sinar meridian dimana sinar
merambat memotong sumbu serat optik dan skew ray dimana sinar merambat tidak
melalui sumbu serat optik.
- Sinar-sinar Meridian dapat diklasifikasikan menjadi bound dan unbound rays, lihat
gambar (3).


.

Gambar (3)
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Pada gambar (3), serat optik adalah jenis step indeks, dimana indeks bias, n
1
, lebih besar dari
indek bias kulit, n
2
, Unbound rays dibiaskan keluar dari inti, sedangkan bound rays akan
terus menerus dipantulkan dan merambat sepanjang inti, dianggap permukaan batas antara
inti dan kulit sempurna/ideal (namun akibat ketidak-sempurnaan ketidak-sempurnaan
permukaan batas antara inti dan kulit maka akhirnya sinar akan keluar dari serat). Secara
umum sinar-sinar meridian (mengikuti hukum pemantulan dan pembiasan).
- Bound rays di dalam serat optik disebabkan oleh pemantulan sempurna, dimana agar
peristiwa ini terjadi maka sinar yang memasuki serat harus memotong perbatasan inti
kulit dengan sudut lebih besar dari sudut kritis, u
c
, sehingga sinar dapat merambat
sepanjang serat.
- Lihat gambar (4) di bawah ini :





Gambar (4)
Sudut u
a
adalah sudut maksimum sinar yang memasuki serat agar sinar dapat tetap merambat
sepanjang serat (dipandu), sudut ini disebut sudut tangkap (acceptance angle). Lihat gambar
(5) di bawah ini :


Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Gambar (5)
Numerical aperture (NA) adalah ukuran kemampuan sebuah serat untuk menangkap cahaya,
juga dipakai untuk mendefenisikan acceptance cone dari sebuah serat optik. Dengan
menggunakan hukum Snellius NA dari serat adalah :
…………………………(2)
Karena medium dimana tempat cahaya memasuki serat umumnya adalah udara maka n
0
= 1
sehingga NA = sin u
a
. NA digunakan untuk mengukur source-to-fiber power-coupling
efficiencies, NA yang besar menyatakan source-to-fiber power-coupling efficiencies yang
tinggi. Nilai NA biasanya sekitar 0,20 sampai 0,29 untuk serat gelas, serat plastik memiliki
NA yang lebih tinggi dapat melebihi 0,5.
- Tinjauan Optik Fisis
- Pendekatan cahaya sebagai sinar hanya menerangkan bagaimana arah dari sebuah
gelombang datar merambat di dalam sebuah serat namun tidak meninjau sifat lain dari
gelombang datar yaitu interferensi, dimana gelombang datar saling berinterferensi
sepanjang perambatan, sehingga hanya tipe-tipe gelombang datar tertentu saja yang
dapat merambat sepanjang serat. Maka diperlukan tinjauan optik fisis yaitu
memandang cahaya sebagai gelombang elektromagnetik yang disebut teori moda.
- Teori mode selain digunakan untuk menerangkan tipe-tipe gelombang datar yang
dapat merambat sepanjang serat, juga untuk menerangkan sifat-sifat serat optik seperti
absorpsi, attenuasi dan dispersi.
- Mode adalah “konfigurasi perambatan cahaya di dalam serat optik yang memberikan
distribusi medan listrik dalam transverse yang stabil (tidak berubah sepanjang
perambatan cahaya dalam arah sumbu) sehingga cahaya dapat dipandu di dalam serat
optik” ( Introduction To Optical Fiber Communication, Yasuharu Suematsu, Ken –
Ichi Iga). Kumpulan gelombang-gelombang elektromagnetik yang terpandu di dalam
serat optik disebut mode-mode.
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
- Teori mode memandang cahaya sebagai sebuah gelombang datar yang dinyatakan
dalam arah, amplitudo dan panjang gelombang dari perambatannya. Gelombang datar
adalah sebuah gelombang yang permukaannya (dimana pada permukaan ini fase-nya
konstan, disebut muka gelombang) adalah bidang datar tak berhingga tegak lurus
dengan arah perambatan. Hubungan panjang gelombang, kecepatan rambat dan
frekuensi gelombang dalam suatu medium :
….………................................(3)
c = kecepatan cahaya dalam ruang hampa = 3.10
8
m/det, f = frekuensi cahaya, n =
indeks bias medium.
- Misal muka gelombang memasuki inti dari serat optik seperti pada gambar (6). Hanya
muka gelombang yang sudut datangnya lebih kecil atau sama dengan sudut kritis yang
dapat merambat sepanjang serat optik. Muka gelombang akan mengalami perubahan
fase sepanjang perambatan di dalam serat optik. Perubahan fase juga terjadi ketika
gelombang dipantulkan. Muka gelombang harus tetap sefase setelah muka gelombang
transvers memantul bolak balik. Jarak transverse ditunjukan antara titik A dan B pada
gambar (6). Gelombang yang dipantulkan pada titik A dan B adalah sefase jika
total perubahan fase adalah kelipatan bulat 2π. Jika perambatan muka gelombang
tidak sefase maka akan hilang karena interferensi destruktif. Interferensi inilah yang
menyebabkan kenapa hanya sejumlah mode yang dapat merambat sepanjang serat
optik.




Gambar (6)
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Arah gelombang datar dianggap dalam arah z seperti pada gambar (6). Gelombang
datar berulang pada jarak
( ) u
ì
sin
, gelombang datar juga berulang pada frekuensi
periodik ( ) u
ì
t
| sin
2
= , β adalah konstanta propagasi sepanjang sumbu serat. Jika
panjang gelombang (λ) berubah nilai β juga berubah. Untuk mode tertentu, perubahan
pada panjang gelombang dapat mencegah mode merambat sepanjang serat. Mode
dikatakan cut-off. Mode yang ada (terikat) pada satu panjang gelombang mungkin
tidak ada pada panjang gelombang yang lebih panjang. Panjang gelombang yang
menyebabkan mode tidak terikat lagi disebut panjang gelombang cut-off untuk mode
tersebut. Bagaimanapun juga, sebuah serat optik selalu mampu merambatkan paling
sedikit satu mode, disebut fundamental mode dari serat optik, mode fundamental ini
tidak pernah cut-off. Panjang gelombang yang mencegah mode yang lebih tinggi
merambat disebut panjang gelombang cut-off dari serat optik. Sebuah serat optik yang
beroperasi di atas panjang gelombang cut-off disebut serat optik mode tunggal (single
mode). Pada sebuah serat optik, konstanta propagasi dari gelombang datar adalah
fungsi dari panjang gelombang dan mode. Perubahan konstanta propagasi untuk
gelombang yang berbeda disebut dispersi. Perubahan konstanta propagasi untuk
panjang gelombang yang berbeda disebut dispersi kromatik.



Gambar (7)
Perubahan konstanta propagasi untuk mode yang berbeda disebut dispersi modal.
Dispersi ini disebabkan pulsa cahaya melebar ketika merambat di dalam serat
MODE adalah kumpulan/himpunan gelombang eloktromagnetik terpandu dari sebuah
serat optik. Persamaan Maxwell menyatakan gelombang elektromagnetik atau mode
terdiri dari dua komponen. Dua komponen tersebut adalah medan listrik E(x, y, z) dan
medan magnet H(x, y, z). Medan listrik, E, dan medan magnet, H, tegak lurus satu
sama lain. Mode yang merambat pada serat optik dikatakan transverse. Transverse
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
mode, merambat sepanjang sumbu serat optik. Pola medan mode disebut Transverse
Electric (TE). Pada TE mode, medan listrik tegak lurus arah perambatan, medan
magnet pada arah perambatan. Transverse mode lain adalah transverse magnetic (TM)
mode. TM mode berlawanan dengan TE mode, pada TM mode, medan magnet tegak
lurus dengan arah perambatan dan medan listrik searah arah perambatan.





Gambar (8)
Pola medan TE menyatakan orde dari masing masing mode. Orde dari masing-masing
mode diindikasikan oleh jumlah maksima medan di dalam inti serat. Sebagai contoh
TE
0
memiliki satu medan maksima, medan listrik maksimum pada pusat dari pandu
gelombang dan meluruh/berkurang menuju perbatasan kulit-inti. TE
0
adalah
fundamental mode atau mode terendah standing wave. Jika jumlah medan maksima
bertambah, maka orde mode lebih tinggi. Secara umum, mode dengan beberapa
medan maksima dikatakan mode dengan orde lebih tinggi. Orde mode juga ditentukan
oleh sudut yang dibentuk oleh muka gelombang dengan sumbu serat. Gambar (9)
mengilustrasikan sinar merambat pada serat, sinar ini menyatakan arah dari muka
gelombang. Mode orde tinggi memotong sumbu serat dengan sudut lebih kecil. Orde
rendah dan orde tinggi diperlihatkan pada gambar (9).



Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Gambar (9)
Perlu dicatat bahwa mode tidak seluruhnya terkurung dalam inti serat,
sebagian mode menembus kulit. Mode orde rendah hanya menembus kulit sedikit.
Pada mode orde rendah, medan listrik dan magnet terkonsentrasi pada sumbu fiber.
Sedangkan mode orde tinggi menembus lebih jauh ke dalam kulit. Pada orde tinggi,
medan listrik dan magnet terdistribusi lebih pada sisi luar serat optik. Penetrasi dari
orde rendah dan tinggi ini ke dalam kulit menyatakan bahwa sebagian dibiaskan
keluar dari inti. Mode yang dibiaskan mungkin terperangkap dalam kulit disebabkan
oleh dimensi dari daerah kulit. Mode yang terperangkap pada daerah kulit disebut
mode kulit. Ketika mode inti dan kulit merambat sepanjang serat maka mode
mungkin terjadi kopling. Kopling mode adalah pertukaran daya antara dua mode.
Kopling mode pada kulit akan menyebabkan hilangnya daya dari mode inti. Untuk
mode yang tetap dalam inti, maka mode harus memenuhi beberapa syarat batas. Mode
akan tetap terikat jika konstanta propagasi (β) memenuhi syarat batas berikut :
…………………………………………(4)
dimana n
1
dan n
2
adalah indeks bias inti dan kulit. Ketika konstanta propagasi lebih
kecil dari
ì
t
2
2 n
, maka power akan bocor keluar dari inti ke kulit. Secara umum,
kebocoran mode ke dalam kulit akan hilang pada beberapa centimeter. Mode bocor
dapat membawa daya yang besar pada serat optik pendek.
Gelombang elektromagnetik yang terikat pada serat optik dinyatakan oleh Normalized
Frequency. Normalized Frequency menentukan berapa banyak mode yang dapat
terpandu pada serat optik. Normalized Frequency juga berhubungan dengan panjang
gelombang cut-off serat optik. Normalized frequency (V) didefensikan :
.………………………………………(5)
dimana n
1
adalah indeks bias serat dan n
2
adalah indek bias kulit, a adalah diameter
serat dan λ adalah panjang gelombang cahaya diudara. Jumlah mode yang dapat
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
terpandu dalam serat optik adalah fungsi dari V. Jika V bertambah , maka jumlah
mode yang dapat terpandu di dalam serat optik juga akan bertambah.
- Tipe serat optik
Serat optik dikarakteristikan oleh strukturnya dan sifat transmisinya. Secara dasar,
serat optik diklasifikasikanmenjadi dua. Pertama adalah serat optik mode tunggal dan
kedua adalah serat optik multi mode. Struktur dasarnya berbeda pada ukuran intinya.
Serat optik mode tunggal dibuat dengan bahan yang sama dengan serat optik multi
mode, juga dengan proses fabrikasi yang sama.
- Serat optik mode tunggal
Ukuran inti serat optik mode tunggal sangat kecil, diameternya biasanya
sekirar 8 – 10 μm, serat optik dengan ukuran serat sekecil ini hanya akan
mengijinkan fundamental atau mode orde terendah yang untuk merambat
dengan panjang gelombang sekitar 1300 nm. Serat mode tunggal hanya
merambatakan satu mode karena ukuran inti mendekati ukuran panjang
gelombang. Nilai normalized frequency parameter (V) menghubungkan
ukuran inti dan propagasi mode. Pada mode tunggal, V lebih kecil atau sama
dengan 2,405. Ketika V s 2,405, serat optik mode tunggal merambatkan
fundamental mode pada inti serat, sedangkan orde orde yang lebih tinggi akan
hilang di kulit. Untuk V rendah ( s1,0), kebanyakan daya dirambatkan pada
kulit, power yang ditransmisikan oleh kulit akan dengan mudah hilang pada
lengkungan serat, maka nilai V dibuat sekitar 2, 405. Serat optik mode tunggal
memiliki sinyal hilang yang rendah dan kapasitas informasi yang lebih besar
(bandwidth) daripada serat optik multi mode. Serat optik mode tunggal dapat
mentransmisikan data yang lebih besar karena dispersi yang lebih rendah
- Serat optik multi mode
Serat optik multi mode merambatkan lebih dari satu mode, dapat
merambatkan lebih dari 100 mode. Jumlah mode yang merambat bergantung
pada ukuran inti dan numerical aperture (NA). Jika ukuran inti dan NA
bertambah maka jumlah mode bertambah. Ukuran inti dan NA biasanya
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
sekitar 50 – 100 μm dan 0,20 – 0,229. Ukuran inti dan NA yang lebih besar
memberikan beberapa keuntungan, cahaya yang diumpankan ke serat optik
multi mode menjadi lebih mudah, koneksi antara serat juga lebih mudah.
Keuntungan lainnya adalah serat optik multi mode mengijinkan penggunaan
light-emitting diodes (LEDs). LEDs lebih murah, lebih sederhana dan
umurnya hidupnya lebih panjang sehingga LED lebih digunakan untuk banyak
aplikasi. Serat optik multi mode memiliki kerugian, dengan jumlah mode yang
banyak maka efek dispersi modal akan bertambah. Dispersi modal (intermodal
dispersion) berarti mode mode tiba diujung serat dengan waktu yang berbeda.
Perbedaan waktu ini menyebabkan pulsa cahaya melebar. Dispersi modal akan
memberikan efek pada bandwidth sistem menjadi lebih kecil (lebih sedikit
membawa informasi.). Manufaktur serat optik mengatur diameter serat, NA
dan profile indeks bias dari serat optik multi mode untuk memaksimalkan
bandwidth sistem.
Keuntungan Sistem Serat Optik
Mengapa sistem serat optik dikatakan merevolusi dunia telekomunikiasi ? ini karena
dibandingkan dengan sistem konvensional menggunakan kabel logam (tembaga) biasa, serat
optik memiliki :
- Less expensive – Beberapa mil kabel optik dapat dibuat lebih murah dari kabel
tembaga dengan panjang yang sama.
- Thinner – Serat optik dapat dibuat dengan diameter lebih kecil (ukuran diameter
kulit dari serat sekitar 100 um dan total diameter ditambah dengan jaket pelindung
sekitar 1 – 2 mm) daripada kabel tembaga, dan juga karena serat optik membawa
light (cahaya) maka tentunya memiliki light weight (berat yang ringan). Maka
kabel serat optik mengambil tempat yang lebih kecil di dalam tanah.
- Higher carrying capacity – Karena serat optik lebih tipis dari kabel tembaga
maka kebanyakan serat optik dapat dibundel ke dalam sebuah kabel dengan
diameter tertentu maka beberapa jalur telepon dapat berada pada kabel yang sama
atau lebih banyak saluran televisi pada TV cable dapat melalui kabel. Serat optik
juga memiliki bandwidth yang besar ( 1 dan 100 GHz, untuk multimode dan
single-mode sepanjang 1 Km).
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
- Less signal degradation – Sinyal yang loss pada serat optik lebih kecil
(kurang dari 1 dB/km pada rentang panjang gelombang yang lebar) dibandingkan
dengan kabel tembaga.
- Light signals – Tidak seperti sinyal listrik pada kabel tembaga, sinyal cahaya dari
satu serat optik tidak berinterferensi dengan sinyal cahaya pada serat optik yang
lainnya di dalam kabel yang sama, juga tidak ada interferensi elektromagnetik. Ini
berarti meningkatkan kualitas percakapan telepon atau penerimaan TV. Juga tidak
ada
- Low Power – Karena sinyal pada serat optik mengalami loss yang rendah,
transmitter dengan daya yang rendah dapat digunakan dibandingkan dengan
sistem kabel tembaga yang membutuhkan tegangan listrik yang tinggi, hal ini jelas
dapat mengurangi biaya yang dibutuhkan.
- Digital signals – Serat optik secara ideal cocok untuk membawa informasi digital
dimana berguna secara khsusus pada jaringan komputer.
- Non-flammable – Karena tidak ada arus listrik yang melalui serat optik, maka
tidak ada resiko bahaya api.
- Flexibile – Karena serat optik sangat fleksibel dan dapat mengirim dan menerima
cahaya, maka digunakan pada kebanyakan kamera digital fleksibel untuk tujuan :
 Medical Imaging – pada bronchoscopes, endoscopes, laparoscope,
colonofiberscope (dapat dimasukkan ke dalam tubuh manusia (misal usus)
sehingga citranya dapat dilihat langsung dari luar tubuh).
 Mechanical imaging – memeriksa pengelasan didalam pipa dan mesin
 Plumbing – memeriksa sewer lines.

Dasar Sistem Komunikasi Serat Optik
Gambar (10) merupakan dasar sistem komunikasi terdiri dari sebuah transmitter,
sebuah recevier, dan sebuah information channel. Pada transmitter informasi dihasilkan dan
mengolahnya menjadi bentuk yang sesuai untuk di kirimkan sepanjang information channel,
informasi ini berjalan dari transmitter ke receiver melalui information channel ini.
Information channels dapat dibagi menjadi 2 kategori : Unguided channel dan Guided
channel. Atmosphere adalah sebuah contoh Unguided channel, sistem yang menggunakan
atmospheric channel adalah radio, televisi dan microwave relay links. Guided channels
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
mencakup berbagai variasi struktur tranmisi konduksi, seperti two-wire line, coaxial cable,
twisted–pair.
Transmi tter
Informati on
Channel
Receiver

Gambar (10)
Gambar (11) merupakan blok diagaram sistem komunikasi serat optik secara umum, dimana
fungsi-fungsi dari setiap bagian adalah sebagai berikut :
- Message Origin
- Message origin bisa berupa besaran fisik non-listrik (suara atau gambar),
sehingga diperlukan transduser (sensor) yang merubah message dari
bentuk non-listrik ke bentuk listrik.
- Contoh yang umum adalah microphone merubah gelombang suara menjadi
arus listrik dan Video cameras (CCD) merubah gambar menjadi arus
listrik.

- Modulator dan Carrier Source
- Memiliki 2 fungsi utama, pertama merubah message elektrik ke dalam
bentuk yang sesuai, kedua menumpangkan sinyal ini pada gelombang yang
dibangkitkan oleh carrier source.
- Format modulasi dapat dibedakan menjadi modulasi analog dan digital.
- Pada modulasi digital untuk menumpangkan sinyal data digital pada
gelombang carrier, modulator cukup hanya meng-on kan atau meng-off
kan carrier source sesuai dengan sinyal data-nya.
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Message
Origin
Transmitter
Information
Channel Fiber Fiber
Optical
Amplifier
Repeater
Or Optical
Amplifier
Receiver
Message
Output
Fiber
Fiber
Optical
Amplifier
Modulator
Carrier
Source
Channel
Coupler
Detector Amplifier Processing

Gambar (11)
- Carrier source membangkitkankan gelombang cahaya dimana padanya
informasi ditransmisikan, yang umum digunakan Laser Diode (LD) atau
Light Emitting Diode (LED).
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
t
O
p
t
i
c
a
l

P
o
w
e
r
A
r
u
s

L
i
s
t
r
i
k
t
Unmodulated signal
A
r
u
s

L
i
s
t
r
i
k
O
p
t
i
c
a
l

P
o
w
e
r
Digital Modulation
t
Tidak ada data
t
Data analog
A
r
u
s

L
i
s
t
r
i
k
t
Data digital
1 1 0 1 1 1 0 1
O
p
t
i
c
a
l

P
o
w
e
r
Analog Modulation

Gambar (12)

Light
Source
Trapped rays
Untrapped rays
Fiber
Light
Source
Source
Radiation cone
Fiber
Fiber
Acceptance
Cone

Gambar (13)

Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
- Channel Coupler
- Untuk menyalurkan power gelombang cahaya yang telah termodulasi dari
carrier source ke information channel (serat optik).
- Merupakan bagian penting dari desain sistem komunikasi serat optik sebab
kemungkinan loss yang tinggi.
- Information Channel (Serat Optik)
- Karakteristik yang diinginkan dari serat optik adalah atenuasi yang rendah
dan sudut light-acceptance-cone yang besar.
- Amplifier dibutuhkan pada sambungan yang sangat panjang (ratusan atau
ribuan kilometer) agar didapatkan power yang cukup pada receiver.
- Repeater hanya dapat digunakan untuk sistem digital, dimana berfungsi
merubah sinyal optik yang lemah ke bentuk listrik kemudian dikuatkan
dan dikembalikan ke bentuk sinyal optik untuk transmisi berikutnya.
- Waktu perambatan cahaya di dalam serat optik bergantung pada frekuensi
cahaya dan pada lintasan yang dilalui, sinyal cahaya yang merambat di
dalam serat optik memilki frekuensi berbeda-beda dalam rentang tertentu
(lebar spektrum frekuensi) dan powernya terbagi-bagi sepanjang lintasan
yang berbeda-berbeda, hal ini menyebabkan distorsi pada sinyal.
- Pada sistem digital distorsi ini berupa pelebaran (dispersi) pulsa digital
yang merambat di dalam serat optik, pelebaran ini makin bertambah
dengan bertambahnya jarak yang ditempuh dan pelebaran ini akan
tumpang tindih dengan pulsa-pulsa yang lainnya, hal ini akan
menyebabkan kesalahan pada deteksi sinyal. Adanya dispersi membatasi
kecepatan informasi (pada sistem digital kecepatan informasi disebut data
rate diukur dalam satuan bit per second (bps) ) yang dapat dikirimkan.
- Pada fenomena optical soliton, efek dispersi ini diimbangi dengan efek
non-linier dari serat optik sehingga pulsa sinyal dapat merambat tanpa
mengalami perubahan bentuk (tidak melebar).


Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
- Detector dan Amplifier
- Digunakan foto-detektor (photo-diode, photo transistor dsb) yang
berfungsi merubah sinyal optik yang diterima menjadi sinyal listrik.
- Signal Processor
- Untuk transmisi analog, sinyal prosesor terdiri dari penguatan dan filtering
sinyal. Filtering bertujuan untuk memaksimalkan rasio dari daya sinyal
terhadap power sinyal yang tidak diinginakan. Fluktuasi acak yang ada
pada sinyal yang diterima disebut sebagai noise. Bagaimana pengaruh
noise ini terhadap sistem komunikasi ditentukan oleh besaran SNR (Signal
to Noise Ratio), yaitu perbandingan daya sinyal dengan daya noise,
biasanya dinyatakan dalam desi-Bell (dB), makin besar SNR maka makin
baik kualitas sistem komunikasi tersebut terhadap gangguan noise.
- Untuk sistem digital, sinyal prosesor terdiri dari penguatan dan filtering
sinyal serta rangkaian pengambil keputusan .
- Rangkaian pengambil keputusan ini memutuskan apakah sebuah bilangan
biner 0 atau 1 yang diterima selama slot waktu dari setiap individual bit.
Karena adanya noise yang tak dapat dihilangkan maka selalu ada
kemungkinan kesalahan dari proses pengambilan keputusan ini,
dinyatakan dalam besaran Bit Error Rate (BER ) yang nilai-nya harus kecil
pada komunikasi.
- Jika data yang dikirim adalah analog (misalnya suara), namun
ditransmisikan melalui serat optik secara digital (pada transmitter
dibutuhkan Analog to Digital Converter (ADC) sebelum sinyal masuk
modulator) maka dibutuhkan juga Digital to Analog Converter (DAC)
pada sinyal prosesor, untuk merubah data digital menjadi analog, sebelum
dikeluarkan ke output (misalnya speaker).


Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Current developed at
message origin
Current out of
modulator
Optical power variation
at input to the f iber
Optical power variation
at the end of the f iber
Current wavef orm out
of the photodetector
Current af ter filtering
dan amplif ication

Gambar (14)
- Message Output
- Jika output yang dihasilkan di presentasikan langsung ke manusia, yang
mendengar atau melihat informasi tersebut, maka output yang masih dalam
bentuk sinyal listrik harus dirubah menjadi gelombang suara atau visual
image. Transduser (actuator) untuk hal ini adalah speaker untuk audio
message dan tabung sinar katoda (CRT) (atau yang lainnya seperti LCD,
OLED dsb) untuk visual image.
- Pada beberapa situasi misalnya pada sistem dimana komputer-komputer atau
mesin-mesin lainnya dihubungkan bersama-sama melalui sebuah sistem serat
optik, maka output dalam bentuk sinyal listrik langsung dapat digunakan. Hal
ini juga jika sistem serat optik hanya bagian dari jaringan yang lebih besar,
seperti pada sebuah fiber link antara telephone exchange atau sebuah fiber
trunk line membawa sejumlah progam televisi, pada kasus ini prosesing
mencakup distribusi dari sinyal listrik ke tujuan-tujuan tertentu yang
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
diinginkan. Peralatan pada message ouput secara sederhana hanya berupa
sebuah konektor elektrik dari prosesor sinyal ke sistem berikutnya.

Perambatan cahaya pada fiber optik

Teknologi fiber optik maju pesat dan sedang berkembang pemamfatannya untuk
sistem teknologi telekomunikasi maju dan handal. Penemuan fiber optik sebagai media
transmisi pada suatu sistem komunikasi didasarkan pada hukum Snellius untuk perambatan
cahaya pada media transparan seperti pada kaca yang terbuat dari kuartz kualitas tinggi dan
dibentuk dari dua lapisan utama yaitu lapisan inti yang biasanya disebut core terletak pada
lapisan yang paling dalam dengan indeks bias n1 dan dilapisi oleh cladding dengan indeks
bias n2 yang lebih kecil dari n1.
Menurut hukum Snellius jika seberkas sinar masuk pada suatu ujung fiber optik (
media yang transparan ) dengan sudut kritis dan sinar itu datang dari medium yang
mempunyai indeks bias lebih kecil dari udara menuju inti fiber optik ( kuartz murni ) yang
mempunyai indeks bias yang lebih besar maka seluruh sinar akan merambat sepanjang inti
(core) fiber optik menuju ujung yang satu.

Dewasa ini ada 3 jenis fiber optik yang populer pemamfatannya pada sistem
komunikasi Fiber Optik yaitu:
a. Fiber optik multimode step indek
b. Fiber optik multimode Graded
c. Fiber optik single mode

Konfigurasi Dasar Sistem Komunikasi Fiber Optik

Sistem Komunikasi Fiber optik terdiri dari 3 komponen utama yaitu:
a. Transmitter berupa Laser Diode ( LD ) dan Light Emmiting Diode (LED)
b. Media transmisi berupa fiber optik
c. Receiver yang merupakan detektor penerima digunakan PIN dan APD.
Konfigurasi dasar Sistem Komunikasi Fiber Optik


Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Transmitter

Transmitter terdiri dari 2 bagian yaitu :
a. Rangkaian elektrik berfungsi untuk mengkonversi sinyal digital menjadi sinyal analog,
selanjutnya data tersebut ditumpangkan kedalam sinyal gelombang optik yang telah
termodulasi
b. Sumber gelombang optik berupa sinar Laser Diode (LD) dan LED ( light emmiting diode
) yang pemakaiannya disesuaikan dengan sistem komunikasi yang diperlukan.
- Laser Diode dapat digunakan untuk sistem komunikasi optik yang sangat jauh seperti
Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dan Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO),
karena laser LD mempunyai karakteristik yang handal yaitu dapat memancarkan daya
dengan intensitas yang tinggi, stabil, hampir monokromatis, terfokus, dan merambat
dengan kecepatan sangat tinggi, sehingga dapat menempuh jarak sangat jauh.
Pembuatannya sangat sukar karena memerlukan spesifikasi tertentu sehingga
harganyapun mahal. Jadi LD tidak ekonomis dan tidak efisien jika digunakan untuk
sistem komunikasi jarak dekat dan pada trafik kurang padat.
- LED digunakan untuk sistem komunikasi jarak sedang dan dekat agar sistem dapat
ekonomis dan efektif karena LED lebih mudah pembuatanya, sehingga harganyapun
lebih murah.
- Pada gambar 2.2.1 dapat diilustrasikan karakteristik transfer dari LD dan LED dan
menganalisanya bahwa setelah suatu harga tertentu dilampaui, dengan input yang
sama ternyata daya output LD jauh lebih besar dari LED.

Receiver

Receiver atau bagian penerima terdiri dari 2 bagian yaitu detektor penerima dan
rangakaian elektrik
a. Detektor penerima berfungsi untuk mengkap cahaya yang berupa gelombang optik
pembawa informasi, dapat berupa PIN diode atau APD (Avalance Photo Diode)
pemilihannya tergantung keperluan sistem komunikasinya.

Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
- Untuk komunikasi jarak jauh digunakan detektor APD yang dapat bekerja pada
panjang gelombang 1300 nm, 1500 nm serta 1550 nm dengan kualitas yang baik.
Artinya detektor APD mempunyai sensitivitas dan response yang tinggi terhadap
sinar laser LD sebagai pembawa gelombang optik informasi.
- Untuk komunikasi jarak pendek lebih efisien jika menggunakan ditektor PIN diode,
karena PIN baik digunakan untuk bit rate rendah dan sensitivitasnya tinggi untuk
LED. Pada gambar 2.2.2. dapat diilustrasikan daerah kerja dari laser LD dan LED
serta detektor APD dan PIN diode dan dapat dianalisis sebagai berikut:
- Sumber cahaya LD terlihat memiliki daya lebih besar, stabil, konstan pada bit rate
berapapun, sedangkan sumber cahaya LED mempunyai daya pancar yang lebih kecil
dan pada bit rate 100 Mbps dayanya mulai menurun.
- Detektor penerima PIN bereaksi baik pada bit rate rendah tetapi kurang sensitif bila
bit rate dinaikan.
- Detektor penerima APD lebih sensitif pada bit rate tinggi. Untuk transmisi jarak jauh
diperlukan daya pancar yang lebih besar dan sensitifitas yang tinggi, sistem fiber
optik akan menggunakan laser LD sebagai sumber cahaya dan APD sebagai detektor
penerima. Sedangkan untuk transmisi jarak dekat cukup digunakan LED sebagai
sumber optik dan PIN sebagai ditektor penerima.
- Rangkaian elektrik berfungsi untuk mengkonversi cahaya pembawa informasi
terhadap data informasi terhadap data informasi yang dibawa dengan melakukan
regenerasi timing, regenerasi pulse serta konversi sinyal elektrik ke dalam interface
V.28 yang berupa sinyal digital dan sebaliknya

Atenuasi

Atenuasi adalah besaran pelemahan energi sinyal informasi dari fiber optik yang
dinyatakan dalam dB dan disebabkan oleh 3 faktor utama yaitu absorpsi, hamburan
(scattering) dan mikro-bending. Gelas yang merupakan bahan pembuat fiber optik
biasanya terbentuk dari silicon-dioksida ( SiO2). Variasi indeks bias diperoleh dengan
menambahkan bahan lain seperti titanium, thallium, germanium atau boron. Dengan
susunan bahan yang tepat maka akan didapatkan atenuasi yang sekecil mungkin.
Atenuasi menyebabkan pelemahan energi sehingga amplitudo gelombang yang sampai
pada penerima menjadi lebih kecil dari pada amplitudo yang dikirimkan oleh pemancar.
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
a. Absorpsi.
Absorpsi merupakan sifat alami suatu gelas. Pada daerah-daerah tertentu gelas dapat
mengabsorpsi sebagian besar cahaya seperti pada daerah ultraviolet. Hal ini
disebabkan oleh adanya gerakan elektron yang kuat. Demikian pula untuk daerah
inframerah, terjadi absorpsi yang besar. Ini disebabkan adanya getaran ikatan kimia .
Oleh karena itu sebaiknya penggunaan fiber optik harus menjauhi daerah ultraviolet
dan inframerah. Penyebab absorpsi lain adanya transmisi ion-ion logam dan ion OH.
Ion OH ini ternyata memberikan sumbangan absorpsi yang cukup besar. Semakin
lama usia suatu fiber maka bisa diduga akan semakin banyak ion OH di dalamnya
yang menyebabkan kualitas fiber menurun.

b. Hamburan
Seberkas cahaya yang melalui suatu gelas dengan variasi indeks bias disepanjang
gelas tadi, sebagian energinya akan hilang dihamburkan oleh benda benda kecil yang
ada di dalam gelas. Hamburan yang disebabkan oleh tumbukan cahaya dengan
partikel tersebut dinamakan hamburan Rayleigh. Besarnya hamburan Rayleigh ini
berbanding terbalik dengan pangkat empat dari pangjang gelombang cahaya yaitu : 1/
λ . Sehingga dapat disimpulkan untuk lamda kecil, hamburan Rayleigh besar dan
sebaliknya. Seberapa besar sumbangan hamburan Rayleigh ini terhadap atenuasi
transmisi dapat dilihat pada grafik gambar 2.3. yang sudah direkomendasi oleh
CCITT. Ternyata pada panjang gelombang sekitar 0,85 μm yaitu panjang gelombang
sinar laser Ga A1 As, Hamburan Rayleigh memberikan loss akibat hamburan sangat
kecil dibandingkan dengan loss fiber optik multimode. Karena itu fiber optik
singlemode lebih baik mutunya sebagai media transmisi dibandingkan dengan fiber
optik multimode.

c. Mikro-bending
Atenuasi lainya adalah atenuasi yang disebabkan mikro-bending yaitu pembengkokan
fiber optik untuk memenuhi persyaratan ruangan. Namun pembengkokan dapat pula
terjadi secara tidak sengaja seperti misalnya fiber optik yang mendapat tekanan cukup
keras sehingga cahaya yang merambat di dalamnya akan berbelok dari arah transmisi
dan hilang. Hal ini tentu saja menyebabkan atenuasi.

Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Karakteristik Transmisi

Sifat transmisi informasi dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Informasi yang akan ditransmisikan berupa data dalam bentuk digital sedangkan
bentuk sinyal pembawa carrier yang akan melewati media transmisi fiber optik berupa
sinyal analog.
b. Untuk itu diperlukan proses modulasi dan demodulasi yaitu proses yang mengubah
data digital ke analog dan juga proses sebaliknya dengan menggunakan sebuah
Modem dengan pirantinya.
c. Dalam hal ini jenis fiber optik yang digunakan sebagai media transmisi adalah fiber
optik multimode graded indeks.
Konfigurasi Dasar Sistem Komunikasi Serat Optik

Akhir-akhir ini demand masyarakat akan kebutuhan komunikasi data sangat pesat. Yaitu
mentransfer data dalam jumlah besar, membutuhkan keakuratan yang tinggi dan mampu
menjaga kerahasian data tersebut. Keunggulan serat optik sebagai media transmisi terutama
mampu meningkatkan pelayanan sistem komunikasi data, seperti peningkatan jumlah kanal
yang tersedia, bandwidth yang lebar, kemampuan mentransfer data dengan kecepatan mega
bit /second, terjaminnya kerahasiaan data yang dikirimkan, sehingga pembicaraan tidak dapat
disadap, tidak terganggu oleh gelombang elektromagnetik, petir atau cuaca.
Dalam Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO) jenis kabel serat optik yang digunakan adalah
Multimode Graded Index. Laser sumber gelombang optik dipilih LED. Pemilihannya
disesuaikan dengan kepentingan sistem yang dirancang, agar dapat menghasilkan sistem yang
lebih efektif dan optimal ditinjau dari nilai ekeonomi dan teknologinya. Sistem ini mampu
memberikan transmisi data dengan panjang lintasan sejauh 16 Km. Kecepatan transmisi yang
mampu dicapai adalah bervariasi dari 300 baud, 600 baud, 1200 baud, 2400 baud, 4800 baud,
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
9600 baud dan 19200 baud yang sudah direkomendasikan oleh CCITT. Sedangkan kualitas
transmisi dapat mencapai BER ( bit error ) 10 pangkat -8
Teknologi Serat Optik
Perambatan cahaya pada serat optik


Perambatan Sinar
Kabel serat optik sebagai media transmisi pada suatu sistem komunikasi didasarkan pada
hukum Snellius untuk perambatan cahaya pada media transparan seperti pada kaca yang
terbuat dari kuartz kualitas tinggi dan dibentuk dari dua lapisan utama yaitu lapisan inti yang
biasanya disebut core terletak pada lapisan yang paling dalam dengan indeks bias n1 dan
dilapisi oleh cladding dengan indeks bias n2 yang lebih kecil dari n1.

Hukum Snellius
Menurut hukum Snellius jika seberkas sinar masuk pada suatu ujung serat optik ( media yang
transparan ) dengan sudut kritis dan sinar itu datang dari medium yang mempunyai indeks
bias lebih kecil dari udara menuju inti serat optik ( kuartz murni ) yang mempunyai indeks
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
bias yang lebih besar maka seluruh sinar akan merambat sepanjang inti (core) serat optik
menuju ujung yang satu.
Dewasa ini ada 3 jenis serat optik yang populer pemamfatannya pada sistem komunikasi
Serat Optik yaitu:
a. Serat optik Multimode Step Index
b. Serat optik Multimode Graded Index
c. Serat optik Singlemode Index

Pada single mode fiber, terlihat pada gambar bahwa index bias akan berubah dengan segera
pada batas antara core dan cladding (step index). Bahannya terbuat dari silica glass baik
untuk cladding maupun corenya. Diameter core jauh lebih kecil 10 mm) dibandingkan
dengan diameter cladding, konstruksi demikian dibuat untuk mengurangi rugi-rugi transmisi
akibat adanya fading. Single mode fiber sangat baik digunakan untuk menyalurkan informasi
jarak jauh karena di samping rugi-rugi transmisi yang kecil juga mempunyai band frkuensi
yang lebar. Misalnya untuk ukuran 10/125 mm, pada panjang gelombang cahaya 1300 nm,
redaman maksimumnya 0,4 – 0,5 dB/km dan lebar band frekwensi minimum untuk 1 km
sebesar 10 GHz.
Single mode fiber dapat juga dibuat dengan index bias yang berubah secara perlahanlahan
(graded index).
b. Multimode Step Index Fiber
Serat optik ini pada dasarnya mempunyai diameter core yang besar (50 – 400 um)
dibandingkan dengan diameter cladding (125 – 500 um). Sama halnya dengan single mode
fiber, pada serat optik ini terjadi perubahan index bias dengan segera (step index) pada batas
antara core dan cladding. Diameter core yang besar (50 – 400 um) digunakan untuk
menaikkan effisiensi coupling pada sumber cahaya yang tidak koheren seperti LED.
Karakteristik penampilan serat optik ini sangat bergantung pada macam material/bahan yang
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
digunakan. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan prosentase bahan silica pada serat
optik ini akan meningkatkan penampilan (performance). Tetapi jenis serat optik ini tidak
populer karena meskipun kadar silicanya ditingkatkan, rugi-rugi dispersi sewaktu transmit
tetap besar, sehingga hanya baik digunakan untuk menyalurkan data/informasi dengan
kecepatan rendah dan jarak relatif dekat.
c. Multimode Graded index
Multimode graded index dibuat dengan menggunakan bahan multi component glass atau
dapat juga dengan silica glass baik untuk core maupun claddingnya. Pada serat optik tipe ini,
indeks bias berubah secara perlahan-lahan (graded index multimode). Indeks bias inti berubah
mengecil perlahan mulai dari pusat core sampai batas antara core dengan cladding. Makin
mengecilnya indeks bias ini menyebabkan kecepatan rambat cahaya akan semakin tinggi dan
akan berakibat dispersi waktu antara berbagai mode cahaya yang merambat akan berkurang
dan pada akhirnya semua mode cahaya akan tiba pada waktu yang bersamaan di penerima
(ujung serat optik). Diameter core jenis serat optik ini lebih kecil dibandingkan dengan
diameter core jenis serat optic Multimode Step Index, yaitu 30 – 60 um untuk core dan 100 –
150 um untuk claddingnya.
Biaya pembuatan jenis serat optik ini sangat tinggi bila dibandingkan dengan jenis Single
mode. Rugi-rugi transmisi minimum adalah sebesar 0,70 dB/km pada panjang gelombang
1,18 um dan lebar band frekwensi 150 MHz sampai dengan 2 GHz. Oleh karenanya jenis
serat optik ini sangat ideal untuk menyalurkan informasi pada jarak menengah dengan
menggunakan sumber cahaya LED maupun LASER, di samping juga penyambungannya
yang relatif mudah.
Saat ini ada empat macam tipe yang sering digunakan berdasarkan ITU-T (International
Telecommunication Union – Telecommunication Standardization sector) yang dahulu dikenal
dengan CCITT yaitu :
1. G.652 – Standar Single Mode Fiber
2. G.653 – Dispersion-shifted single mode fiber
3. G.653 – Characteristics of cut-off shifted mode fiber cable
4. G.655 – Dispertion-shifted non zero Dispertion fiber.

Tipe serat G.652 adalah tipe serat yang sering digunakan saat ini dan semua tipe dari tipe
serat yang ada sekarang ini menyesuaikan dengan type G.652. Saat ini tipe dari jenis serat
single mode ini dapat digunakan pada STM-1 (155 Mbit/s) untuk mencakup jarak lebih dari
1280 km tanpa menggunakan repeater (pengulang/penguat) dan pada STM 4 (622 Mbit/s)
digunakan untuk jarak lebih dari 160 km dengan memakai amplifier fiber optik. Menurut
ITU-T jarak yang dapat dicakup untuk STM 16 adalah sebesar 160 km, tetapi jarak tersebut
hanya dapat dicapai dengan menggunakan post amplifier (penguat) optic dan pre-amplifier
sedangkan untuk STM 64 jarak yang dapat dicakup adalah sebesar 40 – 80 km.

Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Konfigurasi Dasar Sistem Komunikasi Serat Optik
Sistem Komunikasi Serat optik terdiri dari 3 komponen utama yaitu:
a. Transmitter berupa Laser Diode ( LD ) dan Light Emmiting Diode (LED)
b. Media transmisi berupa serat optik
c. Receiver yang merupakan detektor penerima digunakan PIN dan APD.
Transmitter
Transmitter terdiri dari 2 bagian yaitu :
1. Rangkaian elektrik berfungsi untuk mengkonversi sinyal digital menjadi sinyal
analog, selanjutnya data tersebut ditumpangkan kedalam sinyal gelombang optik yang
telah termodulasi
2. Sumber gelombang optik berupa sinar Laser Diode (LD) dan LED ( light emmiting
diode ) yang pemakaiannya disesuaikan dengan sistem komunikasi yang diperlukan.
- Laser Diode dapat digunakan untuk sistem komunikasi optik yang sangat jauh seperti
Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dan Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO),
karena laser LD mempunyai karakteristik yang handal yaitu dapat memancarkan daya
dengan intensitas yang tinggi, stabil, hampir monokromatis, terfokus, dan merambat
dengan kecepatan sangat tinggi, sehingga dapat menempuh jarak sangat jauh.
Pembuatannya sangat sukar karena memerlukan spesifikasi tertentu sehingga
harganyapun mahal. Jadi LD tidak ekonomis dan tidak efisien jika digunakan untuk
sistem komunikasi jarak dekat dan pada trafik kurang padat.
- LED digunakan untuk sistem komunikasi jarak sedang dan dekat agar sistem dapat
ekonomis dan efektif karena LED lebih mudah pembuatanya, sehingga harganyapun
lebih murah.
- Pada gambar 2.2.1 dapat diilustrasikan karakteristik transfer dari LD dan LED dan
menganalisanya bahwa setelah suatu harga tertentu dilampaui, dengan input yang
sama ternyata daya output LD jauh lebih besar dari LED.
Receiver
Receiver atau bagian penerima terdiri dari 2 bagian yaitu detektor penerima dan rangakaian
elektrik
Detektor penerima berfungsi untuk mengkap cahaya yang berupa gelombang optik pembawa
informasi, dapat berupa PIN diode atau APD (Avalance photo Diode) pemilihannya
tergantung keperluan sistem komunikasinya.
- Untuk komunikasi jarak jauh digunakan detektor APD yang dapat bekerja pada
panjang gelombang 1300 nm, 1500 nm serta 1550 nm dengan kualitas yang baik.
Artinya detektor APD mempunyai sensitivitas dan response yang tinggi terhadap
sinar laser LD sebagai pembawa gelombang optik informasi.
- Untuk komunikasi jarak pendek lebih efisien jika menggunakan ditektor PIN diode,
karena PIN baik digunakan untuk bit rate rendah dan sensitivitasnya tinggi untuk
Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
LED. Pada gambar 2.2.2. dapat diilustrasikan daerah kerja dari laser LD dan LED
serta detektor APD dan PIN diode dan dapat dianalisis sebagai berikut:
- Sumber cahaya LD terlihat memiliki daya lebih besar, stabil, konstan pada bit rate
berapapun, sedangkan sumber cahaya LED mempunyai daya pancar yang lebih kecil
dan pada bit rate 100 Mbps dayanya mulai menurun.
- Detektor penerima PIN bereaksi baik pada bit rate rendah tetapi kurang sensitif bila
bit rate dinaikan.
- Detektor penerima APD lebih sensitif pada bit rate tinggi. Untuk transmisi jarak jauh
diperlukan daya pancar yang lebih besar dan sensitifitas yang tinggi, sistem serat
optik akan menggunakan laser LD sebagai sumber cahaya dan APD sebagai detektor
penerima. Sedangkan untuk transmisi jarak dekat cukup digunakan LED sebagai
sumber optik dan PIN sebagai ditektor penerima.
- Rangkaian elektrik berfungsi untuk mengkonversi cahaya pembawa informasi
terhadap data informasi terhadap data informasi yang dibawa dengan melakukan
regenerasi timing, regenerasi pulse serta konversi sinyal elektrik ke dalam interface
V.28 yang berupa sinyal digital dan sebaliknya
Konfigurasi Komunikasi Data Serat Optik




















Sistem Komunikasi Optik
Teknik Elektro
Universitas Pancasila
Kesimpulan
1. Teknologi serat optik menawarkan kecepatan data yang lebih besar sepanjang jarak
yang lebih jauh dengan harga yang lebih rendah daripada sistem konvensional
menggunakan kawat logam (tembaga)
2. Struktur dasar dari sebuah serat optik yang terdiri dari 3 bagian : core (inti), cladding
(kulit), dan coating (mantel) atau buffer (pelindung). Indeks bias kulit, n
2
besarnya
sedikit lebih rendah dari indek bias inti, n
1
.
3. Untuk menjelaskan bagaimana cahaya merambat sepanjang serat optik digunakan dua
pendekatan/teori, yaitu pendekatan cahaya sebagai sinar (optik geometrik) dan cahaya
sebagai gelombang elektro-magnetik (optik fisis) / teori mode.
4. Pendekatan cahaya sebagai sinar memberikan gambaran yang jelas bagaimana cahaya
merambat sepanjang serat optik, namun kurang dalam memberikan penjelasan
mengenai sifat lain lain dari cahaya seperti interferensi, dan sifat serat optik seperti
absorpsi, atenuasi dan dispersi, oleh karena itu diperlukan pendekatan cahaya sebagai
gelombang/ teori mode. Berdasarkan jumlah mode yang merambat maka serat optik
terbagi menjadi dua tipe : single-mode dan multi-mode.
5. Sistem serat optik memberikan dibandingkan dengan sistem konvensional
menggunakan kabel logam (tembaga) memiliki keuntungan dalam hal less expensive,
thinner, higher carrying capacity, large-bandwidth, less signal degradation , ligtht
signals, low power, non-flammable, flexibile.
6. Sistem komunikasi optik secara umum terdiri dari Transmitter (Message origin,
Modulator, Carrier Source dan Channel Coupler), Information Channel (Serat Optik)
dan Receiver (Detector, Amplifier, Signal Processor dan Message Output).