You are on page 1of 18

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1. Pelayanan Kesehatan 1.1. Defenisi Pelayanan Kesehatan Pelayanan merupakan suatu aktivitas atau serangkaian alat yang bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba), yang terjadi akibat interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk memecahkan persoalan konsumen (Gronroos, 1990 dalam Ratminto dan Winarsih, 2005). Pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah pengunaan fasilitas pelayanan yang disediakan baik dalam bentuk rawat jalan, rawat inap, kunjungan rumah oleh petugas kesehatan ataupun bentuk kegiatan lain dari pemanfaatan pelayanan tersebut yang didasarkan pada ketersediaan dan kesinambungan pelayanan, penerimaan masyarakat dan kewajaran, mudah dicapai oleh masyarakat, terjangkau serta bermutu (Azwar, 1999). 1.2. Faktor yang Mempengaruhi Pelayanan Kesehatan Menurut WHO (1984) dalam Juanita (1998) menyebutkan bahwa faktor prilaku yang mempengaruhi penggunaan pelayanan kesehatan adalah: 1.2.1. Pemikiran dan Perasaan (Thoughts and Feeling) Berupa pengetahuan, persepsi, sikap, kepercayaan dan penilaianpenilaian seseorang terhadap obyek, dalam hal ini obyek kesehatan.

Universitas Sumatera Utara

1.2.2. Orang Penting sebagai Referensi (Personal Referensi) Seseorang lebih banyak dipengaruhi oleh seseorang yang dianggap penting atau berpengaruh besar terhadap dorongan penggunaan pelayanan kesehatan. 1.2.3. Sumber-Sumber Daya (Resources) Mencakup fasilitas, uang, waktu, tenaga, dan sebagainya. Sumbersumber daya juga berpengaruh terhadap prilaku seseorang atau kelompok masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan. Pengaruh tersebut dapat bersifat positif dan negatif. 1.2.4. Kebudayaan (Culture) Berupa norma-norma yang ada di masyarakat dalam kaitannya dengan konsep sehat sakit. 1.3. Syarat Pokok Pelayanan Kesehatan Azwar (1999) menjelaskan suatu pelayanan kesehatan harus memiliki berbagai persyaratan pokok, yaitu: persyaratan pokok yang memberi pengaruh kepada masyarakat dalam menentukan pilihannya terhadap penggunaan jasa pelayanan kesehatan dalam hal ini puskesmas, yakni : 1.3.1. Ketersediaan dan Kesinambungan Pelayanan Pelayanan yang baik adalah pelayanan kesehatan yang tersedia di masyarakat (acceptable) serta berkesinambungan (sustainable). Artinya semua jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat ditemukan serta keberadaannya dalam masyarakat adalah ada pada tiap saat dibutuhkan. 1.3.2. Kewajaran dan Penerimaan Masyarakat

Universitas Sumatera Utara

Pelayanan kesehatan yang baik adalah bersifat wajar (appropriate) dan dapat diterima (acceptable) oleh masyarakat. Artinya pelayanan kesehatan tersebut dapat mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi, tidak bertentangan dengan adat istiadat, kebudayaan, keyakinan dan kepercayaan masyarakat, serta bersifat tidak wajar, bukanlah suatu keadaan pelayanan kesehatan yang baik. 1.3.3. Mudah Dicapai oleh Masyarakat Pengertian dicapai yang dimaksud disini terutama dari letak sudut lokasi mudah dijangkau oleh masyarakat, sehingga distribusi sarana kesehatan menjadi sangat penting. Jangkauan fasilitas pembantu untuk menentukan permintaan yang efektif. Bila fasilitas mudah dijangkau dengan menggunakan alat transportasi yang tersedia maka fasilitas ini akan banyak dipergunakan. Tingkat pengguna di masa lalu dan kecenderungan merupakan indikator terbaik untuk perubahan jangka panjang dan pendek dari permintaan pada masa akan datang. 1.3.4. Terjangkau Pelayanan kesehatan yang baik adalah pelayanan yang terjangkau (affordable) oleh masyarakat, dimana diupayakan biaya pelayanan tersebut sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Pelayanan kesehatan yang mahal hanya mungkin dinikmati oleh sebagian masyarakat saja. 1.3.5. Mutu Mutu (kualitas) yaitu menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dan menunjukkan kesembuhan penyakit serta keamanan tindakan yang dapat memuaskan para pemakai jasa pelayanan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Universitas Sumatera Utara

2. Kesehatan Masyarakat 2.1. Defenisi Kesehatan Masyarakat Kesehatan meningkatkan masyarakat serta ditujukan untuk mempertahankan melalui dan

kesehatan,

memberikan

bantuan

intervensi

keperawatan sebagai dasar keahliannya dalam membantu individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam mengatasi berbagai masalah keperawatan kesehatan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari (Effendy, 1998). Keperawatan kesehatan masyarakat adalah perpaduan antara keperawatan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif dari masyarakat, pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu, ditujukan kepada individu, keluaraga, kelompok dan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan secara optimal. (Depkes RI 2007). 2.2. Tujuan Kesehatan Masyarakat Menurut Depkes RI (2007), tujuan dari kesehatan masyarakat adalah: 2.2.1. Tujuan Umum Tujuan umum kesehatan masyarakat adalah meningkatkan

kemandirian individu, keluarga, dan kelompok/masyarakat untuk mengatasi masalah keperawatan kesehatan agar tercapai derajat kesehatan optimal. 2.2.2. Tujuan Khusus Tujuan khusus kesehatan masyarakat adalah: a. Meningkatnya pengetahuan individu, sikap, perilaku individu, keluarga, kelompok masyarakat tentang kesehatan.

Universitas Sumatera Utara

b. Meningkatnya penemuan dini kasus baru prioritas. c. Meningkatnya penanganan keperawatan kasus di Puskesmas. d. Meningkatnya penanganan kasus prioritas mendapat tidak lanjut perawatan. 2.3. Sasaran Kegiatan Kesehatan Masyarakat Sasaran dari kegiatan kesehatan masyarakat, khususnya keperawatan masyarakat mencakup seluruh masyarakat berdasarkan Depkes RI (2007), diantaranya: a. Individu, yaitu individu beresiko tinggi, seperti individu dengan penyakit, balita, lansia, masalah mental atau kejiwaan. b. Keluarga, yaitu ibu hamil, balita, lanjut usia, menderita penyakit, masalah mental/kejiwaan. c. Kelompok masyarakat, yaitu daerah kumuh, terisolasi, konflik, dan daerah yang tidak terjangkau dengan pelayanan masyarakat. Sedangkan fokus dari sasaran keperawatan kesehatan masyarakat adalah keluarga rawan kesehatan dengan prioritas keluarga yang rentan terhadap masalah kesehatan (gakin) dan keluarga dengan resiko tinggi: anggota keluarga ibu hamil, balita. Lansia, dan menderita penyakit. Sebagai pejabat fungsional perawat, perawat kesehatan masyarakat di puskesmas bertanggung jawab melaksanakan pelayanan terhadap individu, keluarga, kelompok/masyarakat yang mengalami masalah kesehatan akibat ketidaktahuan dan ketidakmampuan. Idealnya perawat puskesmas yang

profesional adalah perawat komunitas yang memiliki latar belakang pendidikan

Universitas Sumatera Utara

serta kompetensi dibidang keperawatan komunitas dalam menjalankan peran dan fungsinya (Depkes RI, 2004).

3. Puskesmas 3.1. Defenisi Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok (Depkes RI, 1991 dalam Effendy, 1998). 3.2. Tujuan Puskesmas Puskesmas bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang tinggal di wilayah kerja puskesmas (Hatmoko, 2006). Tujuan pembangunan kesehatan yang diselengggarakan puskemas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional yaitu meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setingg-tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat 2010 (Depkes RI. 1999). Selain itu puskesmas menyelenggarakan pembangunan kesehatan yang merupakan pusat pelayanan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Hal ini meliputi pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat pribadi dengan tujuan untuk menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan

Universitas Sumatera Utara

perorangan, pelayanan kesehatan publik dengan tujuan utamanya memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan

penyembuhan penyakit (Effendi, 1998). 3.3. Fungsi Puskesmas Puskesmas memiliki tiga fungsi, yaitu sebagai pusat penggerak pembangunan yang berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan serta pusat pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama. Sebagai langkah awal dari program keperawatan kesehatan masyarakat, fungsi dan peran puskesmas bukan saja persoalan teknis medis tetapi juga berbagai keterampilan sumber daya manusia yang mampu mengorganisir model sosial yang ada di masyarakat, juga sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau masyarakat di wilayah terkecil dan membutuhkan strategi dalam hal pengorganisasian masyarakat untuk terlibat dalam

penyelenggaraan kesehatan secara mandiri (Mubarak dan Chayatin, 2009). Dalam melaksanakan fungsinya, puskesmas melakukan beberapa cara, yaitu merangsang masyarakat untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri, memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien, memberikan bantuan yang bersifat bimbingan dan rujukan medis kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan tidak menimbulkan ketergantungan,

memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada msyarakat, bekerjasama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan program kesehatan.

Universitas Sumatera Utara

3.4. Asas Pokok Puskesmas Sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama di Indonesia, pengelolaan program kerja puskesmas berpedoman pada 4 asas pokok yaitu, asas pertanggungjawaban wilayah, asas peran serta masyarakat, asas keterpaduan dan azas rujukan. 3.4.1. Azas Pertanggungjawaban Wilayah Dalam azas pertanggungjawaban wilayah, puskesmas bertanggung jawab untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang tinggal di wilayah kerjanya. Merupakan upaya peningkatan kesehatan masyarakat dapat dilihat dari berjalannya program Posyandu dan kunjungan petugas-petugas kesehatan ke pemukiman penduduk. Petugas kesehatan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan sedekat mungkin kepada masyarakat dan melakukan berbagai program pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit yang merupakan bagian dari pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat. 3.4.2. Asas Peran Serta Masyarakat Asas peran serta masyarakat merupakan upaya-upaya yang dilakukan petugas kesehatan di puskesmas untuk sebisa mungkin memberdayakan masyarakat agar berperan aktif dalam menyelenggarakan program kerja puskesmas. Contohnya yaitu pelatihan kader-kader posyandu. 3.4.3. Asas Keterpaduan Asas keterpaduan bertujuan untuk mengatasi keterbatasan sumber daya serta diperolehnya hasil yang optimal, penyelenggaraan setiap upaya

puskesmas harus diselenggarakan secara terpadu. Upaya ini memadukan kegiatan-

Universitas Sumatera Utara

kegiatan masyarakat dengan program kesehatan lain (lintas program dan lintas sektoral). 3.4.4. Asas Rujukan Asas rujukan menjelaskan bahwa puskesmas sebagai sarana kesehatan tingkat pertama memiliki kemampuan yang terbatas. Dalam membantu puskesmas menyelesaikan berbagai masalah kesehatan dan untuk meningkatkan efisiensi, maka penyelenggaraan setiap upaya puskesmas harus ditopang oleh asas rujukan. Untuk pelayanan kedokteran, jalur rujukannya adalah rumah sakit, dan untuk pelayanan kesehatan masyarakat jalurnya adalah kantor kesehatan/bagian kesehatan masyarakat.

3.5. Kegiatan Puskesmas 3.5.1. Kegiatan Pokok Puskesmas Berdasrkan diagnosa komunitas yang dilakukan puskesmas, maka dapat dirumuskann kegiatan pokok puskesmas yang merupakan upaya wajib puskesmas yang dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat dan juga disesuaikan dengan fungsi puskesmas dan kemampuan sumber daya yang tersedia (Depkes RI, 2004). Kegiatan pokok tersebut antara lain: a. Promosi Kesehatan Upaya promosi kesehatan bertujuan untuk meningkatkan

kesadaran masyarakat akan nilai kesehatan sehingga dengan sadar mau mengubah perilakunya menjadi perilaku sehat. Sasarannya yaitu masyarakat yang beresiko tertular penyakit maupun masyarakat umum. Upaya ini dilakukan melalui

Universitas Sumatera Utara

penyuluhan, baik di klinik, rumah penduduk, balai pertemuan melalui ceramah maupun dengan menggunakan alat peraga. b. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga Berncana (KB) Upaya KIA bertujuan untuk menurunkan kematian dan kejadian sakit pada ibu dan meningkatkan derajat kesehatan anak. Sasarannya adalah ibu hamil, ibu menyusui dan balita, dukun bersalin, dan kader kesehatan. Kegiatannya antara lain: 1) Pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan menyusui. 2) Memberikan pendidikan kesehatan tentang makanan yang sehat. 3) Mengamati perkembangan balita terkait dengan program gizi. 4) Memberikan pelayanan KB dan PUS. 5) Memberikan pertolonagan persalinan dan bimbingan selama masa nifas serta mengadakan pelatihan bagi dukun bersalin dan kader kesehatan posyandu. Menurut Muninjaya (2004), upaya KB bertujuan untuk menekan angka kelahiran dan meningkatkan kesehatan ibu sehingga di dalam keluarga akan berkembang norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS). Sasarannya yaitu pasangan usia subur (PUS) dan dukun bersalin. Kegiatannya anatara lain: 1) Mengadakan penyuluhan tantang KB. 2) Menyediakan dan pemasangan alat-alat kontrasepsi serta pelayanan pengobatan efek samping KB. 3) Mengadakan kursus keluarga berencana untuk dukun bersalin.

Universitas Sumatera Utara

c. Perbaikan Gizi Menurut Muninjaya (2004), upaya perbaikan gizi bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat melalui usaha pemantauan status gizi kelompok masyarakat beresiko tinggi, terutama ibu hamil dan balita. Sasarannya yaitu ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan penduduk yang tinggal di daerah rawan pangan. Kegiatannya antara lain: 1) Memberikan penyuluhan tentang gizi. 2) Menimbang serta badan dan tinggi badan balita untuk memantau pertumbuhannya. 3) Memberikan makanan kurang gizi. 4) Pemberian vitamin A untuk balita. d. Kesehatan Lingkungan Muninjaya (2004), menyebutkan upaya kesehatan lingkungan bertujuan menanggulangi dan menghilangkan unsur-unsur fisik berbahaya pada lingkungan sehingga faktor lingkungan yang kurang sehat tidak menjadi faktor resiko timbulnya penyakit di masyarakat. Sasarannya yaitu tempat-tempat umum seperti rumah makan, pasar, sumber air minum, dan tempat pembuangan limbah. Kegiatannya antara lain: 1) Memperbaiki sistem pembuangan kotoran. 2) Menyediakan air bersih 3) Memperbaiki pembuangan sampah. 4) Pengawasan sanitasi tempat umum. tambahan (PMT) untuk balita yang

Universitas Sumatera Utara

e. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Muninjaya (2004) menyebutkan, upaya P2M bertujuan

menemukan kasus penyakit menular sedini mungkin dan memberikan proteksi bagi masyarakat agar terhindar dari penularan penyakit. Sasarannya yaitu ibu hamil, balita, anak-anak dan lingkungan pemukiman masyarakat. Untuk pemberantasan penyakit menular tertentu, misalnya penyakit kelamin, kelompokkelompok tertentu masyarakat yang berperilaku resiko tinggi juga perlu dijadikan sasaran kegiatan P2M. Kegiatannya antara lain: 1) Menemukan kasus sedini mungkin. 2) Mengumpulkan dan menganalisa penyakit. 3) Melaporkan kasus penyakit menular yang sedang berjangkit di masyarakat. 4) Pemberantasan vektor yang dilakukan dengan penyemprotan menggunakan insektisida. 5) Kegiatan imunisasi pada kelompok masyarakat tertentu. f. Pengobatan Muninjaya (2004) menyebutkan, pengobatan bertujuan

memberikan pengobatan dan perawatan kepada masyarakat. Program ini merupakan bentuk pelayanan kesehatan dasar yang bersifat kuratif. Sasarannya yaitu seluruh masyarakat di wilayah kerja puskesmas yang mengunjungi puskesmas untuk mendapatkan pengobatan. Kegiatannya antara lain: 1) Menegakkan diagnosa.

Universitas Sumatera Utara

2) Memberikan pengobatan untuk penderita yang berobat jalan atau pelayanan rawat perawatan, 3) Merujuk penderita ke pusat-pusat rujukan medis sesuai dengan jenis penyakit yang tidak mampu ditangani oleh puskesmas. 4) Menyelenggarakan puskesmas keliling untuk menjangkau wilayah kerja puskesmas yang belum mempunyai puskesmas pembantu atau wilayah pemukiman penduduk yang masih sulit sarana transportasi. 3.5.2. Kegiatan Pengembangan Puskesmas Selain kegiatan pokok, puskesmas juga melakukan upaya kesehatan pengembangan antara lain: a. Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) UKS bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan anak dan lingkungan sekolah. Sasaran dari UKS adalah murid SD, SLTP, SLTA, dan lingkungan sekolah. Kegiatannya antara lain: 1) Melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara berkala. 2) Mengupayakan lingkungan sekolah yang sehat dengan penyediaan air bersih dan tempat sampah. 3) Pendidikan kesehatan tentang kebersihan perorangan, inap khusus untuk puskesmas

kesehatan gigi, kesehatan lingkungan.

Universitas Sumatera Utara

4) Mengembangkan pelayanan kesehatan primer (P3K) di sekolah. b. Upaya Kesehatan Olahraga Upaya kesehatan olahraga meliputi: melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, penentuan takaran latihan, pengobatan dengan latihan dan rehabilitasi, pengobatan akibat cedera latihan dan pengawasan selama pemusatan latihan. c. Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat Upaya kesehatan masyarakat bertujuan memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada pasien dan keluarganya, memberikan konseling kepada anggota keluarga untuk mengenali kebutuhan kesehatannya sendiri dan cara-cara penanggulangannya disesuaikan dengan batas-batas kemampuan mereka,

menunjang program kesehatan lainnya dalam usaha pencegahan penyakit, peningkatan dan pemulihan kesehatan individu dan keluarganya. Sasarannya yaitu kelompok masyarakat dengan resiko tinggi. Kegiatannya yaitu melaksanakan perawatan kesehatan perorangan, keluarga dan kelompok masyarakat lainnya, memberi asuhan keperawatan kepada individu di puskesmas ataupun di luar puskesmas dengan berbagai tingkat umur, kondisi kesehatan, tumbuh kembang dan jenis kelamin, dan diarahkan kepada keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat. d. Upaya Peningkatan Kesehatan Kerja Upaya peningkatan usaha kerja bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan para pekerja di berbagai sektor. Kegiatannya antara lain:

Universitas Sumatera Utara

1) Identifikasi masalah meliputi pemeriksaan awal dan berkala untuk para pekerja. 2) Pemeriksaan kasus terhadap pekerja yang datang berobat ke puskesmas. 3) Peninjauan tempat kerja untuk menentukan bahaya akibat kerja. 4) Peningkatan kesehatan kerja melalui peningkatan gizi, lingkungan kerja dan kegiatan peningkatan kesejahteraan. 5) Kegiatan pencegahan kecelakaan akibat kerja. 6) Pengobatan kasus akibat kerja. 7) Pemulihan kesehatan dan rujukan medik terhadap pekerja yang sakit. e. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut Upaya kesehatan gigi dan mulut bertujuan menghilangkan atau mengurangi gangguan kesehatan gigi dan mulut dan mempertinggi kesadaran kelompok-kelompok masyarakat tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Sasarannya adalah ibu hamil, murid SD dan masyarakat yang datang ke puskesmas dengan keluhan gangguan gigi dan mulut. Kegiatannya anatara lain: 1) Melakukan pemeriksaan kesehatan, perawatan gigi dan

mulut secara rutin untuk anak-anak sekolah serta ibu hamil. 2) Memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut secara individu atau kelompok.

Universitas Sumatera Utara

3) Pengobatan pada klien yang mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut yang berobat maupun yang dirujuk. f. Upaya Kesehatan Jiwa Upaya kesehatan jiwa bertujuan untuk mencapai tingkat kesehatan jiwa masyarakat secara optimal. Sasarannya yaitu penderita gangguan jiwa dan keluarganya yang datang ke puskesmas termasuk pasien yang dirujuk oleh RSJ untuk rehabilitasi sosial. Kegiatannya antara lain: 1) Mengenali penderita yang memerlukan pelayanan kesehatan psikiatri. 2) Memberikan pertolongan pertama psikiatri, pengobatan atau merujuk pasien ke rumah sakit jiwa. 3) Memberikan penyuluhan kesehatan jiwa kepada kelompok penduduk di wilayah kerja puskesmas. g. Upaya Kesehatan Mata Berupa anamnesa, pemeriksaan visus, tes buta warna, pengobatan dan pemeriksaan kacamata, operasi katarak dan glaukoma akut yang dilakukan oleh tim rujrukan rumah sakit, dan pengembangan kesehatan masyarakat. h. Upaya Kesehatan Lanjut Usia Upaya kesehatan lanjut usia bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang berusia lanjut. Kegiatannya antara lain pemeriksaan kesehatan warga lanjut usia, pemberian pengobatan bagi lansia yang mengalami gangguan kesehatan, menyelenggarakan posyandu lansia setiap bulan di wilayah kerja puskesmas.

Universitas Sumatera Utara

i. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional Kegiatannya adalah melestarikan bahan-bahan tanaman yang dapat digunakan untuk pengobatan tradisional, melakukan pembinaan terhadap cara-cara pengobatan tradisional.

3.6. Jenis pelayanan puskesmas 3.6.1. Pelayanan di Dalam Gedung Puskesmas (Rawat Jalan) a. Ruang Kartu/Loket b. Poli Umum c. Poli Gigi d. Poli KIA-KB e. Pojok Gizi f. Ruang Tindakan/IGD g. Apotik h. Gudang Obat i. Gudang Inventaris j. Ruangan Tata Usaha k. Ruangan Imunisasi l. Ruangan Laboratorium Sederhana m. Ruangan Kepala Puskesmas 3.6.2. Pelayanan Puskesmas diluar gedung a. Posyandu Balita b. Posyandu Lansia

Universitas Sumatera Utara

c. Penyuluhan Kesehatan d. Pelacakan Kasus e. Survey PHBS f. Rapat Koordinasi

Universitas Sumatera Utara