You are on page 1of 42

MANAJEMEN LAKTASI Gerakan nasional peningkatan penggunaan air susu ibu (ASI) merupakan salah satu upaya pemerintah

untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Upaya yang penting ini, keberhasilannya perlu didukung dan dilaksanakan oleh seluruh anggota masyarakat. Para ibu, sebagai pelopor peningkatan kualitas sumber daya Indonesia, patut menyadari dan meningkatkan pengetahuannya untuk menunjang gerakan ini. Pada dasarnya, segera setelah melahirkan, secara naluri setiap ibu mampu menjalankan tugas untuk menyusui bayinya. Namun, untuk mempraktekkan bagaimana menyusui yang baik dan benar, setiap ibu perlu mempelajarinya. Bukan saja ibu-ibu yang baru pertama kali hamil dan melahirkan, tetapi juga ibu-ibu yang baru melahirkan anak yang kedua dan seterusnya. Mengapa ? Karena setiap bayi lahir merupakan individu tersendiri, yang mempunyai variasi dan spesifikasi sendiri. Dengan demikian ibu perlu belajar berinteraksi dengan bayi yang baru lahir ini, agar dapat berhasil dalam menyusui. Untuk itu diperlukan motivasi yang tinggi sejak dini dan dukungan serta bimbingan yang optimal dari keluarga, lingkungan dan tenaga kesehatan yang merawat ibu selama hamil, bersalin dan masa nifas. Dengan mengikuti dan mempelajari segala pengetahuan mengenai laktasi, diharapkan setiap ibu hamil, bersalin dan menyusui dapat memberikan ASI secara optimal, sehingga bayi dapat tumbuh kembang normal sebagai calon sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.

1. Perawatan Payudara Demi keberhasilan menyusui, payudara memerlukan perawatan sejak dini secara teratur. Perawatan selama kehamilan bertujuan agar selama masa menyusui kelak produksi ASI cukup, tidak terjadi kelainan pada payudara dan agar bentuk payudara tetap baik setelah menyusui. Pada umumnya, wanita dalam kehamilan 6 - 8 minggu akan mengalami pembesaran payudara. Payudara akan terasa lebih padat, kencang, sakit dan tampak jelas di permukaan kulit adanya gambaran pembuluh darah yang bertambah serta melebar. Kelenjar Montgomery pada daerah areola tampak lebih nyata dan menonjol. Guna menunjang perkembangan payudara dalam kehamilan ini, sejak usia kehamilan 2 bulan, sebaiknya wanita hamil mulai mengganti pakaian dalam (BH / bra) nya dengan ukuran yang lebih sesuai, dan dapat menopang perkembangan payudaranya. Biasanya diperlukan BH ukuran 2 nomor lebih besar dari ukuran yang biasa dipakai. Di samping pemakaian BH yang sesuai, untuk menunjang produksi ASI dan membantu mempertahankan bentuk payudara setelah selesai masa menyusui, perlu dilakukan latihan gerakan otot-otot badan yang berfungsi menopang payudara. Misalnya gerakan untuk memperkuat otot pektoralis : kedua lengan disilangkan di depan dada, saling memegang siku lengan lainnya, kemudian lakukan tarikan sehingga terasa tegangan otot-otot di dasar payudara (Stoppard’s). Kebersihan / hygiene payudara juga harus diperhatikan, khususnya daerah papila dan areola. Pada saat mandi, sebaiknya papila dan areola tidak disabuni, untuk menghindari keadaan kering dan kaku akibat

hilangnya lendir pelumas yang dihasilkan kelenjar Montgomery. Areola dan papila yang kering akan memudahkan terjadinya lecet dan infeksi. Selama kehamilan, papila harus disiapkan agar menjadi lentur, kuat dan tidak ada sumbatan. Persiapan dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali sehari setelah usia kehamilan 7 bulan. Caranya dengan kompres masing-masing putting susu selama 2-3 menit dengan kapas yang dibasahi minyak, kemudian tarik dan putar putting ke arah luar 20 kali, ke arah dalam 20 kali. Pijat daerah areola untuk membuka saluran susu. Bila keluar cairan, oleskan ke papila dan sekitarnya. Kemudian payudara dibersihkan dengan handuk yang lembut. Putting susu yang terbenam atau datar perlu dikoreksi agar dapat menonjol keluar sehingga siap untuk disusukan kepada bayi. Masalah ini dapat diatasi dengan bantuan pompa putting ("nipple puller") pada minggu terakhir kehamilan. 2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan menyusui Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ibu hamil sehat dan mampu menyusui bayinya adalah : a. Nutrisi / gizi ibu hamil. Dari diet sehari-hari, zat gizi yang masuk ke dalam tubuh serta cadangan yang ada pada wanita hamil dan menyusui akan digunakan untuk aktifitas dan metabolisme ibu, untuk memproses pembentukan ASI dan nilai kalori serta zat gizi ASI itu sendiri. Berdasarkan angka kecukupan gizi, kebutuhan tambahan kalori

wanita hamil kurang lebih 285 kkal per hari. Penambahan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan wanita yang tidak hamil / menyusui, yaitu wanita dengan aktifitas ringan 1900 kkal / hari, kerja sedang 2100 kkal / hari, dan kerja berat 2400 kkal / hari. Adapun kecukupan yang seimbang kira-kira 40 kkal / kgBB, dengan komposisi protein 20 -25%, lemak 10-25% dan karbohidrat 50-60%. Jumlah cairan yang perlu diminum oleh wanita hamil tidak banyak berbeda dari wanita tidak hhamil, sekitar 2 liter per hari. b. Istirahat Wanita hamil sebaiknya tidur minimal 8 jam sehari. Kegiatan dan gerakannya sehari-hari harus memperhatikan perubahan fisik dan mental yang terjadi pada dirinya. Di antara waktu kegiatannya tersebut diperlukan waktu untuk istirahat (santai) guna melemaskan otot-otot. Bagi wanita yang bekerja, hendaknya dapat diatur agar cuti hamil dan bersalinnya diambil sebanyak mungkin setelah ia bersalin sehingga ia dapat menyusui bayinya selama mungkin sebelum bekerja. c. Tidak merokok, minum alkohol, kopi, soda Termasuk menjauhi asap rokok dari orang lain. Minuman kopi dan minuman soda dapat mengurangi kemampuan usus untuk menyerap kalsium dan zat besi. d. Obat-obatan

3. f. Pilihlah pakaian yang longgar. Praktek menyusui Proses laktasi terdiri dari 2 tahap. ringan.Pemakaian obat-obatan selama hamil hanya atas petunjuk bidan atau dokter. e. yaitu saat air susu dibentuk dan dikeluarkan. perlu diperhatikan. Kebersihan diri dan pakaian yang nyaman Perlu mendapat perhatian untuk menjaga kesehatan. Pertama adalah dimulainya pembentukan air susu pada masa kehamilan. dan kedua adalah periode menyusui sesudah bayi lahir. Kerjasama antara tenaga penolong persalinan dan dokter anak juga harus dibina. mudah dipakai dan menyerap keringat. Masa ini kita sebut sebagai masa menyusui yang . seorang ibu telah menentukan seorang dokter yang akan mengawasi persalinan dan pertolongan anaknya kelak. Mengenal petugas kesehatan yang menolong Sebaiknya selama 3 bulan terakhir kehamilan. g. agar tidak berpengaruh terhadap laktasi. karena dapat menjalar ke bagian tubuh lainnya dan mengganggu kehamilan. misalnya sakit gigi / mulut. terutama menjelang persalinan perlu diperhatikan. infeksi lainnya. Keluhan lain Adanya keluhan lain.

secara bertahap dapat diberikan makanan pendamping ASI. bayi yang sehat TIDAK perlu diberi makanan / cairan lain. yaitu refleks yang terjadi pada ibu dan pada bayi. Ia hanya perlu mengisap kolostrum yang keluar dari putting ibunya saja.lamanya sangat tergantung pada motivasi dan "kemampuan" seorang ibu untuk menerapkan manajemen laktasi. Kemudian. ASI dapat terus diberikan sampai anak berusaia 2 tahun. Selama ASI belum keluar pada 2-3 hari setelah ibu melahirkan. Setelah mencapai usia 4-6 bulan. baik fisik maupun psikik setiap saat dari ibunya. Rangsangan ini akan dikirim ke otak (hipotalamus) yang akan memacu keluarnya hormon prolaktin . sejak dilahirkan seyogyanya mendapat ASI saja (termasuk kolostrum) dalam 4-6 bulan pertama kehidupannya. Refleks prolaktin Sewaktu bayi menyusu. Refleks yang terjadi pada ibu di antaranya: a. isapan bayi pada putting susu ibu untuk pertama kalinya ini akan merangsang keluarnya hormon-hormon yang menunjang keberhasilannya menyusui. bayi dalam kondisi baik seyogyanya dirawat bersama dalam satu ruangan dengan bayinya (rawat gabung). Diawali dengan kontak dini segera setelah dilahirkan. Pelaksanaan ini penting untuk menjamin terpenuhinya segala kebutuhan bayi. Setiap bayi. ujung saraf sensoris yang terdapat pada putting susu terangsang. Dalam masa menyusui terjadi beberapa refleks yang penting pengaruhnya terhadap kelancaran laktasi.

Rasa kuatir atau kesusahan akan menghambat refleks tersebut. Dengan demikian terjadi "areolar engorgement" (pembengkakan). tidak jarang. Kadang-kadang tekanan karena kontraksi otot itu begitu kuat sehingga air susu keluar dari putting menyembur dan dapat membuat bayi tersedak. Oleh karena itu setelah bayi dilahirkan. menyusukan dengan sering adalah cara terbaik untuk mendapatkan ASI dalam jumlah banyak. kalau keadaan memungkinkan sebaiknya bayi segera disusukan ibunya (kontak dini).yang kemudian akan merangsang sel-sel kelenjar payudara untuk memproduksi ASI. Oleh karena itu. Refleks aliran / refleks oksitosin ("let down reflex") Rangsangan yang ditimbulkan oleh isapan bayi waktu menyusu diantar pula ke bagian lain dari otak yang akan melepaskan hormon oksitosin. makin banyak prolaktin yang dilepas dan makin banyak ASI yang diproduksi. Oksitosinn akan memacu sel-sel otot yang mengelilingi jaringan kelenjar dan salurannya untuk berkontraksi. sehingga memeras air susu keluar hingga mencapai sinus laktiferus di balik areola. refleks ini terjadi pula bila sang ibu . Terjadinya refleks aliran dipengaruhi oleh jiwa ibu. b. Keluarnya air susu karena kontraksi otot tersebut disebut "let down reflex". Jadi makin sering bayi mengisap. Melalui refleks inilah terjadi pula kontraksi rahim yang membantu lepasnya plasenta (ari-ari) dan mengurangi perdarahan. untuk kemudian menuju putting susu. Sebaliknya.

Keadaan ini dikenal dengan sebutan "rooting reflex". Bila bibirnya dirangsang atau disentuh. terjadi refleks menghisap dan terjadi tekanan terhadap daerah areola oleh gusi. lidah bayi serta langit- . dia akan menoleh ke arah sentuhan. Jika putting susu ibu menyentuh langitlangit belakang mulut bayi. Refleks yang terjadi pada bayi di antaranya : a. "Rooting reflex" Bila bayi baru lahir disentuh pipinya. "Sucking reflex" (refleks menghisap) Refleks ini terjadi bila ada sesuatu yang merangsang langitlangit dalam mulut bayi. dia akan membuka mulut dan berusaha mencari putting untuk menyusu. b.mendengar bayinya menangis. melihat foto bayinya atau sedang teringat pada bayinya saat berada jauh dari bayinya itu.

kemudian oleskan ke seluruh putting dan areola. sebelum menggendong bayi untuk menyusui.langit. seperti kursi dengan sandaran punggung dan sandaran tangan. Dengan memperhatikan adanya refleks-refleks tersebut. langkah-langkah menyusui yang baik dan benar adalah meliputi hal-hal berikut : persiapan mental dan fisik ibu setiap akan menyusui. Ibu harus dalam keadaan tenang. terjadi refleks menelan. susukan bayi sesuai dengan kebutuhannya ("on demand"). tangan harus dicuci bersih. Hindari menyusui pada keadaan lapar dan haus. jangan dijadwalkan. Cara menyusui yang terbaik adalah bila ibu melepaskan BH dari kedua payudaranya. Bila perlu minum segelas air sebelum menyusui. sehingga isi sinus laktiferus diperas keluar ke dalam rongga mulut bayi. bantal untuk menopang tangan yang menggendong bayi. Refleks menelan Bila ada cairan di dalam rongga mulut. Sebelum menyusui. sediakan tempat dengan peralatan yang diperlukan. Biasanya kebutuhan . tekan daerah areola di antara telunjuk dan ibu jari sehingga keluar 2-3 tetes ASI. c.

Setiap kali menyusui. Sebelum diisap. lakukanlah pada kedua payudara kiri dan kanan secara bergantian. oleskan ASI lagi seperti awal menyusui tadi. kemudian dilakukan masase dari tepi ke arah putting hingga . Biarkan kering oleh udara sebelum kembali memakai BH. Keadaan engorgement (payudara bengkak) sering terjadi pada payudara yang elastisitasnya kurang. Langkah ini berguna untuk mencegah lecet. Periksa ASI sampai payudara terasa kosong. kompres payudara dengan handuk hangat kira-kira 4-5 menit. Bila terjadi keadaan lecet pada putting dan atau sekitarnya. Yang lebih penting dalam kejadian ini adalah mencari penyebab lecet tersebut yang tentunya harus dihindari. sebaiknya ibu tetap menyusui dengan mendahului pada putting yang tidak lecet. masingmasing sekitar 10 menit. untuk mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak kembung dan muntah. putting yang lecet dapat diolesi es untuk mengurangi rasa sakit.terpenuhi dengan menyusui tiap 2-3 jam sekali. Mulailah selalu dengan payudara sisi terakhir yang disusui sebelumnya. membuat bayi bersendawa setelah menyusui harus selalu dilakukan. setelah selesai menyusui. Untuk mengatasinya.

Setelah itu baru bayi disusukan. yaitu saat bayi hanya mendapatkan ASI saja ("exclusive breastfeeding period"). Istirahat Bila laktasi tidak berlangsung baik.5 kg/minggu. Nutrisi Meskipun umumnya keadaan gizi pada ibu hanya akan mempengaruhi kuantitas dan bukan kualitas ASI-nya. b. pada 6 bulan selanjutnya kira-kira 500 kkal/hari dan pada tahun kedua 400 kkal/hari. Jumlah cairan yang dibutuhkan ibu menyusui tentu lebih banyak dari biasanya. biasanya penyebab utamanya adalah kelelahan pada ibu. Penurunan berat badan sesudah melahirkan sebaiknya tidak melebihi 0. Oleh karena itu.ASI keluar. Pada 6 bulan pertama masa menyusui. Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan selama menyusui : a. . 4. Jangan berhenti menyusui dalam keadaan ini. ibu membutuhkan tambahan kalori sebanyak 700 kkal/hari. istirahat dan tidur yang cukup merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi. ibu menyusui selayaknya tidak membatasi konsumsi makanannya. Oleh karena itu ibu menyusui dianjurkan minum 8-12 gelas per hari.

mulut bayi membuka lebar. sebagian besar areola tertutup mulut bayi.0. e.5% daripada dosis obat yang dapat diberikan kepada bayi.c. Posisi ibu-bayi yang benar saat menyusui Dapat dicapai bila bayi tampak menyusui dengan tenang. apakah mempunyai efek positif atau negatif terhadap laktasi. tetapi yang dikonsumsi bayi hanya 0. d. . Sebagai contoh. bayi mengisap ASI pelan-pelan dengan kuat. Obat-obatan Pemakaian obat-obatan dalam masa menyusui perlu mendapat perhatian. beberapa obat yang dapat mengurangi produksi ASI yaitu pil KB yang mengandung hormon estrogen. putting susu ibu tidak terasa sakit dan putting terhadap lengan bayi berada pada satu garis lurus. bayi menempel betul pada ibu. mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara. Kebanyakan obat juga dikeluarkan melalui ASI.001 . Penilaian kecukupan ASI pada bayi Bayi usia 0-4 bulan atau 6 bulan dapat dinilai cukup pemberian ASI nya bila tercapai keadaan sebagai berikut : berat badan lahir telah pulih kembali setelah bayi berusia 2 minggu.

sehingga ASI dapat tetap diberikan bila ibu berada di rumah. payudara ibu terasa lunak setelah disusukan dibandingkan sebelum disusukan. bayi menyusu dengan kuat ("rakus") tetapi kemudian melemah dan bayi tertidur. Bila ibu bekerja. sampai 6 kali atau lebih dalam sehari. Di luar waktu menyusui Jangan membiasakan bayi menggunakan dot atau kempeng.- kenaikan berat badan dan tinggi badan sesuai dengan kurva pertumbuhan normal. sebaiknya makanan pendamping ASI diberikan pada jam kerja. h. Ibu bekerja Selama cuti hendaknya ibu menyusui bayinya terus. f. tiap menyusui. bayi banyak ngompol. Jangan juga membiasakan bayi menyusu dengan botol bila masa cuti telah habis dan ibu harus kembali bekerja. . g. Berikan ASI dengan sendok bila ibu tidak dapat menyusui bayinya. Pemberian makanan pendamping ASI Makanan pendamping ASI hendaknya diberikan mulai usia bayi 4-6 bulan.

yang dapat merupakan sarana untuk mendukung ibu-ibu di lingkungan tersebut agar berhasil menyusui bayinya.i. k. j. Klinik laktasi Pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak harus memiliki pelayanan yang dapat meyakinkan setiap ibu dalam masa menyusui bahwa ia selalu dapat berkonsultasi untuk setiap masalah laktasi yang dialaminya. . ibuibu menyusui dapat mengadakan diskusi dan mendapat bantuan bila mengalami masalah dalam menyusui bayinya. Penyapihan Menghentikan pemberian ASI harus dilakukan secara bertahap dengan jalan meningkatkan frekuensi pemberian makanan anak dan menurunkan frekuensi pemberian ASI secara bertahap dalam kurun waktu 2-3 bulan. Untuk itu perlu diadakan klinik laktasi atau tenaga terlatih untuk membantunya pada sarana pelayanan kesehatan yang terdekat. Kelompok pendukung ASI Perlu dibina adanya kelompok pendukung ASI di lingkungan masyarakat. Melalu kelompok ini. dibantu oleh tenaga kesehatan yang ada di lingkungan tersebut.

banyak ibu yang tetap bisa memberikan ASI kepada bayinya. Untuk mengetahui apakah putting susu datar. dan masa pascapersalinan lanjut. Putting susu yang normal akan menonjol. Menyusui Masalah-Masalah Dalam Masalah yang timbul selama menyusui dapat dimulai sejak sebelum persalinan (periode antenatal). cubitlah areola di sisi putting susu dengan ibu jari dan jari telunjuk.5. Tidak selalu ibu dengan putting susu datar mengalami kesulitan besar waktu menyusui. masa pascapersalinan dini (masa nifas / laktasi). namun putting susu yang datar tidak menonjol. masa antenatal • Putting susu datar atau terbenam. dilakukan : usahakan putting menonjol keluar dengan cara menarik dengan tangan (gerakan Hoffman). Masalah menyusui dapat timbul pula karena keadaan-keadaan khusus. usahakan agar tetap disusui dengan sedikit penekanan pada bagian areola Masalah menyusui pada . Dalam tulisan ini akan diuraikan masalah menyusui yang dibagi menurut kelompok tersebut. a. atau dengan menggunakan pompa putting susu. Bila dijumpai putting susu datar. jika tetap tidak bisa. Dengan pengalaman.

setiap hari. Dengan demikian. yaitu dengan meletakkan kedua jari telunjuk atau ibu jari di daerah areola. paling tidak pada saat kehamilan. ASI dapat diperas dahulu dan diberikan dengan sendok atau cangkir. Bila terjadi putting susu terbenam. untuk mencoba menghisap supaya putting susu menonjol keluar. perbaikannya. Bila terlalu penuh. Kelainan ini seharusnya sudah diketahui sejak dini. sehingga dapat diusahakan . putting akan tampak masuk ke dalam areola sebagian atau seluruhnya. Namun harus dihindari rasa bosan atau lelah sewaktu mencoba mengeluarkan putting. Keadaan ini dapat disebabkan karena ada sesuatu yang menarik putting susu ke arah dalam. misalnya tumor atau penyempitan saluran susu. diusahakan dengan cara : lakukan gerakan Hoffman. diharapkan putting susu akan sedikit demi sedikit keluar dan lentur.dengan jari sehingga membentuk "dot" ketika memasukkan putting susu ke dalam mulut bayi. dapat menggunakan pompa putting susu atau jarum suntik 10 ml yang telah dimodifikasi. • Bila dijumpai putting susu terbenam. kemudian dilakukan pengurutan menuju ke arah yang berlawanan (walaupun hasilnya kadangkadang kurang memuaskan).

selain itu dapat juga terjadi retak dan pembentukan celah-celah. berapa lama ibu mencoba dengan cara seperti ini.karena rasa bosan dan marah justru akan menyebabkan produksi ASI berkurang. sehingga tidakmemerlukan tindakan khusus. putting susu yang tidak lentur pada awal kehamilan seringkali akan menjadi lentur (normal) pada saat menjelang atau saat persalinan. putting susu diolesi ASI dan biarkan mengering dengan sendirinya. Karena itu harus dipertimbangkan benar. ibu bisa terus menyusui bayi. dikerjakan : kalau rasa nyeri dan luka lecet tidak terlalu berat. Bila dijumpai lecet atau jenis trauma lain pada putting susu. . Namun sebaiknya tetap dilakukan latihan seperti cara mengatasi putting susu yang terbenam. b. Putting susu yang tidak lentur akan menyulitkan bayi untuk menyusu. • Putting susu tidak lentur. Masalah menyusui pada masa pascapersalinan dini • Putting susu lecet. Retakan pada putting susu bisa sembuh sendiri dalam waktu 48 jam. Putting susu lecet dapat disebabkan trauma pada putting susu. Meskipun demikian. jangan menggunakan BH yang terlalu ketat.

putting susu yang sakit diistirahatkan sampai memungkinkan untuk kembali menyusui bayi pada putting susu yang sakit tersebut. ASI dikeluarkan oleh ibu dengan tangan. krim. Hal ini terjadi karena edema ringan oleh hambatan vena atau saluran limfe akibat ASI yang . alkohol. putting susu diolesi dengan ASI. Biasanya masa istirahat ini tidak lama. Untuk menghindari terjadinya putting susu nyeri atau lecet. karena menambah rasa nyeri dan membuat luka bertambah parah. perhatikan beberapa hal di bawah ini : setiap kali hendak menyusui dan sesudah menyusui. dan obat-obatan yang dapat merangsang kulit / putting susu. atau luka makin berat. jangan membersihkan putting susu dengan sabun. yaitu dengan menekan dagu bayi atau memasukkan jari kelingking ibu yang bersih ke dalam mulut bayi. sekitar 24 jam.- apabila terdapat rasa nyeri hebat. Sebaiknya jangan menggunakan pompa. - selama putting susu yang bersangkutan diistirahatkan. lepaskan hisapan bayi dengan cara yang benar. • Payudara bengkak Kadang-kadang payudara terasa membengkak atau penuh.

beritahu ibu bahwa dalam waktu 1-2 hari keluhan akan reda. posisi bayi pada payudara salah sehingga proses menyusui tidak benar. sehingga mengurangi rasa membengkak. Faktor-faktor lain yang menyebabkan payudara bengkak adalah : bayi tidak menyusu dengan kuat. Jika terdapat hal-hal seperti ini. rasa nyeri dapat juga dikurangi dengan obat analgesik. Kejadian seperti ini jarang terjadi kalau pemberian ASI sesuai dengan kemauan bayi. serta terdapat putting susu yang datar atau terbenam. ASI dapat diperas sedikit dengan tangan.menumpuk di dalam payudara. Saluran susu tersumbat Saluran susu tersumbat (obstructed duct) adalah keadaan di mana terjadi sumbatan pada satu atau lebih saluran susu / duktus laktiferus yang dapat disebabkan oleh beberapa hal. gunakan BH yang dapat menopang dengan nyaman. frekuensi pengeluaran harus lebih sering. misalnya tekanan jari pada payudara . kompres dingin dapat mengurangi rasa tidak enak. setiap kali menyusui payudara harus sampai kosong. dapat dilakukan : • bayi disusui.

Temperatur badan ibu meninggi. bengkak. • Mastitis dan abses payudara Mastitis adalah peradangan pada payudara. Kejadian ini biasanya terjadi 1-3 minggu setelah melahirkan. . Bagian yang terkena menjadi merah. Sumbatan saluran susu dapat berlanjut menjadi mastitis. Ibu tampak sakit lebih parah. karena itu perlu dirawat dengan baik. pemakaian BH yang terlalu ketat. memakai BH yang menopang dan tidak terlalu ketat. Bila ibu merasa nyeri. dapat dikompres dengan air hangat dan dingin. sumbatan ini tampak sebagai benjolan yang teraba lunak. Sumbatan saluran susu dapat dicegah dengan cara melakukan : perawatan payudara pasca persalinan secara teratur. kadang disertai menggigil. Pada ibu yang kurus. dan kompres dingin setelah menyusui untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan.waktu menyusui. akibat lanjutan dari sumbatan saluran susu. mengeluarkan ASI dengan tangan atau pompa bila setelah menyusui payudara masih terasa penuh. dan komplikasi payudara bengkak yang berlanjut yang menyebabkan terjadinya sumbatan. yaitu kompres hangat sebelum menyusui supaya bayi lebih mudah mengisap putting susu. Bila mastitis berlanjut. dapat terjadi abses payudara. nyeri dan panas.

Masalah menyusui pada masa pascapersalinan lanjut . Jika sudah terjadi abses. dengan perawatan dan kebersihan yang sebaik mungkin. Tindakan yang harus segera dilakukan pada abses payudara adalah : merujuk ibu ke dokter bedah untuk dilakukan insisi dan drainase pus pemberian antibiotik dosis tinggi serta simptomatik analgesik/antipiretik ibu harus cukup beristirahat bayi dihentikan menyusu pada payudara yang sakit.payudara lebih merah dan mengkilap. sementara pada payudara yang sehat diteruskan. Cara mengatasi mastitis : dokter memberikan pengobatan antibiotika dan simptomatik terhadap nyeri kompres hangat ibu cukup istirahat dan banyak minum sebelum terbentuk abses. menyusui harus terus diteruskan. benjolan tidak lagi sekeras pada mastitis. Tapi payudara yang sehat harus tetap digunakan menyusui. payudara yang sakit tidak boleh disusukan. tetapi mengandung cairan (pus). dimulai dari bagian yang sakit. mungkin perlu juga tindakan bedah. c.

. Seberapapun ukuran payudara seorang wanita. Masukan makanan yang berlebihan terutama energi akan ditimbun sebagai lemak. sedangkan hormon progesteron memacu pertumbuhan kelenjar susu. sehingga payudara akan bertambah besar. Ukuran payudara berhubungan dengan beberapa faktor. padahal kekentalan ASI bisa saja berubah-ubah. sebaliknya penurunan masukan energi. akan menyebabkan berkurangnya timbunan lemak termasuk di payudara. kecuali jika ada kelainan tertentu misalnya tumor. padahal ukuran payudara tidak menggambarkan kemampuan ibu untuk memproduksi ASI.• Sindrom ASI kurang. dan faktor keturunan.ASI yang tampak berubah kekentalannya. misalnya : . misalnya faktor hormonal (estrogen dan progesteron). misalnya karena penyakit. . Hormon estrogen akan menyebabkan pertumbuhan saluran susu dan penimbunan lemak. dengan berbagai alasan yang menurut ibu merupakan tanda tersebut. Ukuran payudara ideal sangat dipengaruhi faktor lingkungan atau penilaian masyarakat setempat. Sindrom ASI kurang adalah keadaan di mana ibu merasa bahwa ASI-nya kurang.payudara kecil. sehingga ukuran payudara berkurang. tetap dianggap normal. disangka telah berkurang. keadaan gizi. misalnya lebih encer.

. padahal bayi menangis bisa karena berbagai penyebab.Bayi minta disusui pada malam hari. karena bayi memerlukan dekapan dan ASI pada malam hari. cobalah mengadakan evaluasi dan pendekatan psikologis seperti tersebut di atas. kecuali karena ASI memang lebih mudah dicerna. selain itu menyusui pada malam hari akan memperbanyak produksi ASI dan mengurangi kemungkinan sumbatan payudara.Bayi lebih cepat selesai menyusu dibanding sebelumnya. Jika ada keluhan-keluhan semacam ini. dan yang penting : masalah menyusui bukan hanya memberi makan bayi. padahal ini suatu tanda bahwa produksi ASI telah sesuai dengan keperluan bayi. . tetapi karena bayi juga memerlukan belaian.Bayi sering menangis disangka kekurangan ASI. hal ini memang penting. juga bayi memang memerlukan ASI yang cukup untuk tumbuh kembang. .- Payudara tampak mengecil. lembek atau tidak penuh / merembes lagi. . hal ini karena bayi telah lebih terbiasa menyusu.Bayi lebih sering minta diteteki. kehangatan dan kasih sayang. serta coba dievaluasi juga hal-hal berikut : .

jangan tegang / stress. 12) ibu harus menyusui dalam suasana yang nyaman. 8) ibu harus banyak beristirahat. 5) cobalah menyusui dengan payudara pertama selama kurang lebih 10 menit. . 9) ibu harus lebih banyak minum. serta mengurangi produksi ASI. karena merokok mengurangi produksi ASI. 3) jangan menggunakan alat bantu putting susu. cobalah berkonsultasi dengan dokter. 11) ibu harus tenang. karena akan memperbanyak produksi ASI. 6) menyusui dimulai dari payudara yang terakhir disusukan secara berganti-ganti. 4) teruskan menyusui dengan sabar dan sesering mungkin. 2) kalau ibu menggunakan pil KB. 7) jangan memberikan susu buatan.1) ibu jangan merokok. kemudian payudara kedua selama kurang lebih 20 menit. karena akan membingungkan dan melelahkan bayi. karena ketegangan dan kecemasan akan mengurangi produksi ASI. santai. 10) perhatikan kecukupan gizi makanan. karena saat awal bayi lebh kuat menyusu. karena akan membingungkan bayi.

kalau terpaksa harus memberikan susu formula. Bingung putting ("nipple confusion") adalah suatu keadaan yang terjadi karena bayi mendapat susu formula dalam botol berganti-ganti dengan menyusu ibu. perlu dicari sebabnya. lemah. yaitu dengan : . Tanda-tanda bayi bingung putting adalah : bayi mengisap putting seperti mengisap dot. terputus-putus. Menangis adalah cara bayi berkomunikasi dengan dunia di sekitarnya.• Bingung putting. perlu dilakukan : jangan menggunakan susu formula tanpa indikasi yang sangat kuat. gusi. langit-langit dan lidah. Karena itu bila bayi sering menangis. berikan dengan sendok atau pipet. • Bayi sering menangis. sebaliknya menyusu pada botol akan membuat bayi pasif menerima susu karena dot sudah berlubang di ujungnya. Peristiwa ini terjadi karena proses menyusu pada putting ibu berbeda dengan menyusu pada botol. Menyusu pada putting memerlukan kerja otot-otot pipi. untuk menghindari bayi bingung putting. sebentar atau dapat juga bayi menolak menyusu Karena itu. jangan sekali-kali menggunakan botol atau kempengan.

akibatnya ASI tidak keluar dengan baik. - mungkin bayi belum puas menyusu karena posisi bayi tidak benar waktu menyusu. - Bayi menangis mempunyai maksud menarik orang lain (terutama ibunya) karena sesuatu hal : lapar. atau bayi digendong dan dibelai. ingin digendong dan sebagainya. . karena kecemasan ibu dapat mengganggu proses laktasi karena produksi ASI berkurang. mengapa bayi menangis. dan jika ibu cemas atau kesal. menyusu tidak sempurna.- perhatikan. coba mengganti posisi bayi menjadi tengkurap. atau karena sebab lain. seperti ngompol. Oleh sebab itu jangan membiarkan bayi menangis terlalu lama. ibu harus segera memeriksa keadaan bayi. sakit. Bayi akan menjadi lelah. - cobalah mengatasi dengan memeriksa pakaian bayi. produksi ASI juga akan terganggu. merasa jemu. ingin digendong atau disayang ibu - keadaan-keadaan itu merupakan hal yang biasa. mungkin perlu diganti karena basah. karena bayi akan mempunyai kesan bahwa ibunya memperhatikannya. Jika bayi menangis. apakah karena laktasi belum berjalan dengan baik. ibu tidak perlu cemas. Secara psikologis ini penting.

setelah bayi menyusu dan kemudian berhenti atau tidur. Untuk mencegah berat badan yang tidak cukup naik. karena sebenarnya mungkin bayi masih mau terus menyusu. cobalah menyusukan kembali dengan menidurkan bayi telentang. yaitu : perhatikan apakah bayi termasuk bayi yang menyusu lama. seringkali bayi akan bangun kembali dan menyusu lagi. Untuk memantau kecukupan ASI dengan memantau berat badan. Karena itu bayi usia 4-6 bulan yang hanya mendapat ASI saja perlu dipantau berat badannya paling tidak sebulan sekali. berat badan anak akan bertambah (anak tumbuh) dengan baik. ibu jangan segera menghentikan memberi ASI hanya karena merasa bayi sudah cukup lama menyusu. gosok pelan perutnya atau gerakkan kaki atau tangannya. atau cepat. perhatikan teknik menyusui ibu. Bila berat badan anak tidak naik. konsultasikan . bila masih salah harus diperbaiki.• Bayi tidak cukup kenaikan berat badannya ASI adalah makanan pokok bayi sampai usia 4-6 bulan. apakah sudah benar. Bila ASI cukup. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. dapat digunakan Kartu Menuju Sehat untuk anak.

termasuk pada malam hari. sehingga kemudian menghentikan menyusui dengan alasan pekerjaan. beberapa kantor atau instansi ada yang menyediakan tempat penitipan bayi dan anak. saat ibu tidak ada di rumah dapat dimanfaatkan untuk memberikan makanan pendingin untuk diberikan pada bayi saat ibu . ASI yang berlebihan kemudian dapat disimpan diperas di atau lemari dipompa. setelah ibu di rumah. ASI dapat diperas atau dipompa dan disimpan di lemari pendingin di tempat kerja.ke dokter / dokter spesialis anak untuk mendapatkan saran selanjutnya. selama ibu bekerja. sebagai berikut : sebelum berangkat kerja. atau diantar pulang. perbanyak menyusui. Ibu dapat memanfaatkannya untuk kelestarian menyusui. • Ibu bekerja Sekarang banyak ibu yang bekerja. susuilah bayi. Sebenarnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk ibu yang bekerja. bekerja. kalau anak sudah mendapatkan makanan pendamping ASI.

Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut : tidak semua penyakit ditularkan melalui kontak langsung ibu yang sakit pun tetap dianjurkan untuk menyusui bayinya. - sehingga kemungkinan menggunakan susu formula lebih kecil. perawat bayi dapat membawa bayi ke tempat ibu bekerja bila memungkinkan hendaknya ibu banyak beristirahat. Petugas rumah sakit yang menitipkan anaknya di tempat penitipan tidak perlu kuatir menyusui bayinya. apalagi ibu yang masih sehat dan bekerja sebagai petugas kesehatan. makan gizi cukup.pendamping.. seharusnya ibu yang bekerja di bidang kesehatan mengerti tentang kebersihan diri setelah merawat pasien. untuk pencegahan infeksi / penularan. minum cukup. Masalah menyusui pada keadaan khusus • Ibu melahirkan dengan sectio cesarea Pada beberapa keadaaan persalinan diperlukan tindakan sectio cesarea. d. Ibu pasca sectio cesarea dengan . dengan alasan takut menularkan penyakit pada anaknya. untuk menambah produksi ASI. Persalinan dengan cara ini dapat menimbulkan masalah menyusui. baik terhadap ibu maupun bayi.

dengan posisi memegang bola ("football position") yaitu ibu telentang. apabila ibu dapat duduk. Posisi menyusui yang dianjurkan adalah sebagai berikut : ibu dapat dalam posisi berbaring miring dengan bahu dan kepala yang ditopang bantal. penyusuan dini dapat segera dimulai dengan bantuan tenaga perawat. • Ibu sakit . bayi dapat ditidurkan di bantal di atas pangkuan ibu dengan posisi kaki bayi mengarah ke belakang ibu di bawah lengan ibu. karena ibu belum sadar akibat pembiusan. Bayi pun mengalami akibat yang serupa dengan ibu apabilatindakan tersebut menggunakan pembiusan umum. sementara ibu masih belum sadar. sehingga bayi yang masih lemah akibat pembiusan juga akan mendapat tambahan narkose yang terkandung dalam ASI. dapat dilakukan perawatan gabung. karena pembiusan yang diterima ibu dapat sampai ke bayi melalui plasenta. sementara bayi disusukan dengan kakinya ke arah ibu. Bila keadaan ibu mulai membaik / sadar. bayi berada di ketiak ibu dengan kaki ke arah atas dan tangan ibu memegang kepala bayi.anestesia umum tidak mungkin segera dapat menyusui bayinya. Jika ibu dan anak sudah sadar dan keadaan umumnya baik.

Pada umumnya ibu sakit bukanlah alasan untuk menghentikan menyusui. anak yang mendapat transfusi dari donor penderita. • AIDS (HIV+) Ibu yang menderita hepatitis atau AIDS tidak diperkenankan menyusui bayinya. bahwa ibu sedang menyusui. serta perinatal dari ibu yang menderita kepada bayinya. karena dapat menularkan virus kepada bayinya melalui ASI. jarum suntik yang dipakai bersama penderita. karena ibu juga memerlukan istirahat yang lebih banyak. Ibu memerlukan bantuan orang lain untuk mengurus bayi dan keperluan rumah tangga. Ibu menderita penyakit Hepatitis (HBsAg+) atau . penularan HIV umumnya melalui 3 cara. karena bayi telah dihadapkan pada penyakit ibu sebelum gejala timbul dan dirasakan oleh ibu. dan sebagainya. karena banyak obat yang bisa terkandung dalam ASI dan dapat mempengaruhi bayi. penularan parenteral seperti transfusi darah. Sebaiknya ibu mengatakan pada dokter yang mengobati penyakitnya. Pada anak. Pada orang dewasa. AIDS pada anak muncul bersama-sama seperti AIDS pada orang dewasa. AIDS mempunyai hubungan spesifik dengan faktor-faktor risiko tertentu misalnya ibu yang kecanduan obat dan sering menggunakan suntikan. yaitu hubungan seksual dengan penderita. Kecuali itu ASI justru akan melindungi bayi dari penyakit.

yaitu bahwa angka penularan perinatal yang dikumpulkan dari seluruh dunia sebesar 25-50%. Dugaan peranan menyusui sebagai faktor risiko penularan AIDS pada bayi dan anak dimulai dari adanya laporan dari berbagai negara tentang ibu yang mendapat transfusi yang mengandung HIV pascapersalinan. Ternyata kemudian ditemukan bayi ibu tersebut terinfeksi juga oleh HIV. Juga ada laporan yang menyebutkan bahwa meskipun seorang ibu positif HIV. Pendapat ini didukung data epidemiologi. sebaliknya World Health Organization (WHO) memperbolehkan.Apakah menyusui merupakan faktor risiko penularan AIDS pada anak masih merupakan hal kontroversial. Pandangan berbeda kedua lembaga ini disebabkan latar belakang yang berbeda. Masalahnya adalah apakah ibu dengan HIV positif akan tetap diperbolehkan menyusui bayinya. Di kebanyakan . anaknya tidak. Adanya dugaan bahwa kemungkinan virus AIDS dapat ditularkan melalui ASI menyebabkan Centers for Disease Control (Amerika Serikat) melarang ibu yang terinfeksi HIV untuk menyusui bayinya. Bahkan ada laporan juga bahwa HIV dapat diisolasi dari ASI. Masalahnya adalah pada laporan tersebut belum dapat dibuktikan bahwa ASI adalah memang satusatunya kemungkinan penularan pada bayi atau anak tersebut. Meskipun demikian ada yang tidak sependapat terhadap pandangan ASI sebagai media penularan HIV.

Hal ini menjadi dasar kebijakan WHO. serta ekonomis. Kontroversi ini menjadi dasar sikap untuk sementara melarang ibu yang terinfeksi HIV menyusui bayinya. mengandung zat antiinfeksi / kekebalan. yaitu bila penularan sudah terjadi saat persalinan atau bahkan in-utero. Pendapat lain yang meninjau dari segi praktis. sampai diperoleh pandangan yang sepaham tentang hal ini. tetapi belum .bagian dunia. Sebaliknya di negara maju. sehingga menjadi berlebihan. dasar pertimbangan yang dipakai serupa dengan pada penyakit AIDS. justru menyusui itu akan melindungi bayi dari infeksi lain yang menyertai AIDS. Meskipun demikian. biaya dan keberadaan susu formula memberikan alternatif untuk dapat keselamatan lebih dan mempertimbangkan masalah pencegahan penularan. tetapi sulit dapat dipastikan pada semua golongan ibu bahwa seorang ibu benar-benar terinfeksi. Untuk penyakit hepatitis B. akibatnya larangan menyusui juga akan ditujukan kepada ibu-ibu yang termasuk kelompok risiko padahal belum tentu terinfeksi. HBsAg ditemukan juga dalam ASI. bahwa jika larangan menyusui hanya ditujukan pada ibu yang benarbenar positif terinfeksi. ada juga pandangan yang memperbolehkan ibu tetap menyusui bayinya. maka tidak akan banyak mempengaruhi angka menyusui. ASI mempunyai peranan yang sangat penting karena mengandung zat gizi yang baik.

tetapi sebenarnya ibu dapat menyusui sekaligus berdua. Kecuali itu. Meskipun football position merupakan cara yang baik. ternyata kadar HBsAg darah pada anak-anaknya tidak berbeda bermakna dibandingkan pada anak-anak dari ibu yang tidak mengandung HBsAg. Kolostrum dari ibu yang terinfeksi juga tidak mengandung virus hepatitis B. kecuali memberikan variasi kepada bayi. Susuilah bayi secara lebih sering. sehingga harus dicapai perangsangan putting yang optimal. Jika ibu menyusui bersamasama. umumnya 15-30 menit setiap kali menyusui. ibu sebaiknya mencoba posisi lain secara berganti-ganti. Penelitian yang dikerjakan pada pengidap virus hepatitis B. Alasannya ialah. • Bayi kembar Ibu bayi kembar harus diyakinkan bahwa ia akan sanggup menyusui bayi-bayinya. jangan hanya menetap pada satu payudara saja. . Salah satu posisi yang mudah untuk menyusui ialah dengan posisi memegang bola ("football position"). dalam ASI terdapat zat protektif terutama limfosit yang menghasilkan IgA dan interferon yang dapat membunuh virus hepatitis B. juga kemampuan menyusu masing-masing bayi mungkin berbeda. bayi haruslah menyusu pada payudara secara berganti-ganti. Mula-mula ibu dapat menyusui seorang demi seorang. selama waktu yang diinginkan masing-masing bayi.pernah dilaporkan adanya penularan melalui ASI.

• Bayi sumbing Pendapat yang mengatakan bahwa bayi sumbing tidak dapat menyusu tidaklah benar. atau ASI dikeluarkan dengan tangan atau pompa kemudian diberikan menggunakan sendok atau cangkir. Keadaan yang sulit adalah bila sumbing terjadi pada bibir. Demikian pula bila bayi menderita sumbing pada bibir. bayi dapat menyusu tanpa kesulitan dengan posisi khusus. jika mungkin susukan juga secara langsung. seringlah ibu mengunjungi. meski waktu menyusunya tidak lama. Jika bayi dirawat di rumah sakit. kemudian ASI diperas dari payudara lainnya untuk bayi yang dirawat itu. Bilamana bayi mengalami sumbing pada palatum molle. melihat.Kalau salah seorang bayi harus dirawat di rumah sakit. karena itu susuilah bayi lebih sering. Ibu sebaiknya mempunyai pembantu. mengusap bayi dengan kasih sayang. • Bayi prematur dan bayi berat lahir rendah Bayi berat lahir rendah dan prematur mempunyai masalah menyusui karena refleks mengisapnya masih lemah. susukanlah bayi yang di rumah pada satu payudara. agar tidak lelah. langit-langit keras dan lunak (palatum durum dan palatum molle) sehingga bayi . Mula-mula sentuhlah langitlangit bayi dengan jari ibu yang bersih untuk merangsang mengisap.

kemudian diberikan dengan sendok / pipet. masuk dengan sempurna. bahwa menyusu melatih kekuatan otot rahang dan lidah.sulit menyusu dengan baik. Ibu harus tetap mencoba menyusui bayinya. karena bayi masih mungkin bisa menyusu dengan kelainan seperti ini. terjadi pada bayi dengan palatoskisis. sehingga membantu perkembangan bicara. ibu jari ibu dapat dipakai sebagai penyumbat celah pada bibir bayi bila bayi menderita sumbing pada bibir dan langitlangit (labiopalatoskisis). Kecuali itu menyusu mengurangi kemungkinan terjadinya otitis media. Keuntungan khusus untuk keadaan ini ialah. Posisi menyusui yang dianjurkan pada bayi sumbing . untuk membantu bayi mendapat ASI yang cukup. dapat ASI. ASI dikeluarkan dengan manual / pompa. yang umumnya mudah adalah : posisi bayi duduk pegang putting susu dan areola selagi menyusui. irama Dengan cara ini bayi akan belajar mengisap dan menyesuaikan dengan pernapasannya. atau botol dengan dot yang panjang sehingga ASI menelah • Bayi sakit Bayi yang sakit mungkin tidak diperbolehkan mendapatkan makanan per oral dengan indikasi khusus.

Bayi yang mencret memerlukan cairan rehidrasi yang cukup. ASI mengandung zat kekebalan terhadap kuman penyebab diare. ASI mengandung zat-zat gizi yang berguna memenuhi kecukupan zat gizi selama diare yang dengan sendirinya diperlukan untuk penyembuhan dan pertumbuhan. Anak menderita diare yang . ASI mengandung zat yang bermanfaat untuk pertumbuhan sel selaput lendir usus yang biasanya rusak akibat diare. pemberian ASI justru penting. karena : ASI dapat digunakan untuk mengganti cairan yang hilang. justru memberikan banyak keuntungan. lembek. hal itu bukanlah mencret. Tidak ada alasan sama sekali untuk menghentikan ASI karena telah terbukti bahwa ASI tidak merugikan bagi bayi yang mencret. ASI mempunyai manfaat untuk anak dengan diare. Bayi normal buang air besar 6 kali sehari. Dengan demikian. bahwa ASI dapat diterima dengan baik oleh anak yang muntah dan mencret.tetapi pada umumnya bayi masih diperbolehkan mendapatkan ASI. Telah dibuktikan. Bayi yang mendapat ASI jarang menderita mencret. ASI harus tetap diberikan. Bahkan pada penyakit tertentu seperti diare. dan mungkin memerlukan tatalaksana khusus sesuai dengan keadaan anak.

karena posisi telentang memungkinkan bayi tersedak akibat muntah yang terjadi. Tatalaksana khusus tergantung pada latar belakang penyebabnya.5 mg/kgBB/hari. Buat bayi bersendawa seperti biasanya. Kecuali diare. yaitu pada kulit dan sklera. sedikit-sedikit tetapi lebih sering. tetapi jangan menggoyang-goyang badan bayi. Muntah pada bayi dapat disebabkan berbagai hal.mendapat ASI. Kalau ibu ingin menidurkan bayi. mioglobin. Menyusui bukanlah kontraindikasi untuk anak muntah. kira- . • Bayi kuning / ikterik Ikterus adalah manifestasi hiperbilirubinemia yang bisa dilihat. sitokrom. dan anak dengan muntah dapat menerima ASI dengan baik. bayi seringkali menderita muntah. tidurkan dalam posisi tengkurap atau miring. Sebagian besar berasal dari hemoglobin dalam eritrosit. lamanya diare lebih pendek serta lebih ringan dibanding anak yang tidak mendapat ASI. Bilirubin berasal dari katabolisme protein heme. sementara pada bayi baru lahir ikterus jarang timbul sebelum kadar bilirubin serum mencapai 7 mg/dl. Susuilah bayi dalam posisi duduk. yang berasal dari hemoglobin. katalase dan triptofan pirolase. Pada orang dewasa ikterus terjadi bila kadar bilirubin serum mencapai 2 mg/dl atau lebih. karena dapat merangsang muntah kembali. Bayi baru lahir menghasilkan bilirubin kira-kira 8.

Kadar bilirubin serum apda hari 3-4 di atas 12 mg/dl dilaporkan antara 11% sampai 26%. ada patokan dari Maisels (1981).2 mg/dl. Perbedaan ini disebabkan jumlah eritrosit neonatus relatif per kgBB lebih banyak.5 .6 mg/kgBB/hari.9 mg/dl pada bayi cukup bulan dan di atas 15 mg/dl pada bayi prematur. Publikasi terakhir di negara Barat menunjukkan kecenderungan peningkatan frekuensi hiperbilirubinemia pada bayi cukup bulan yang mendapat ASI dibandingkan bayi yang mendapat susu buatan. konsentrasi bilirubin serum total meningkat lebih dari 5 mg/dl per hari. umur eritrosit lebih pendek (2/3 umur eritrosit orang dewasa) dan produksi dari non-eritrosit juga lebih banyak. yaitu bila ada salah satu faktor berikut berarti bukan suatu ikterus fisiologis : ikterus muncul pada 24 jam pertama. konsentrasi bilirubin indirek serum di atas 1. Untuk membedakan ikterus neonatus fisiologis atau bukan. konsentrasi bilirubin serum total lebih dari 12.kira 2 kali lipat produksi orang dewasa yang sekitar 3. ikterus berlangsung lebih dari 1 minggu pada bayi cukup bulan dan 2 minggu pada bayi prematur. Pada kelompok bayi yang mendapat ASI dengan .

jumlah retikulosit. keseluruhannya dalam batas normal. diduga memegang peranan dalam terjadinya hiperbilirubinemia. Enzim ini mengubah bilirubin indirek dalam intestinum menjadi bilirubin direk untuk diabsorpsi kembali. Faktor-faktor dugaan penyebab ini ternyata belum dapat dibuktikan. kadar lipoprotein lipase yang tinggi pada ASI bayi hiperbilirubinemia. kadar bilirubin direk. Dapat disimpulkan bahwa laporan kecenderungan kenaikan frekuensi hiperbilirubinemia . Beberapa faktor penyebab dinyatakan berhubungan dengan hiperbilirubinemia pada bayi mendapat ASI yaitu: aktifitas senyawa pregnane-3-a. Juga tidak ditemukan kelainan fisik maupun aktifitas bayi ataupun inkompatibilitas golongan darah. kandungan enzim b-glukoronidase dalam ASI. 20-b-diol yang ditemukan dalam ASI. hemogram. enzim glukoronil transferase diduga menghambat fungsi kandungan asam lemak rantai panjang nonester dalam ASI keadaan kekurangan cairan maupun kalori pada bayi mendapat ASI pada hari-hari pertama setelah lahir diduga sebagai faktor penyebab hiperbilirubinemia.hiperbilirubinemia ini. kadar Hb. diduga sebagai penghambat aktifitas konjugasi bilirubin.

Ketiga keadaan ini bukan merupakan suatu masalah pada bayi cukup bulan yang mendapat ASI. Dalam masalah penanganan hiperbilirubinemia pada bayi yang cukup bulan yang mendapat ASI dengan kadar bilirubin total tinggi sedangkan klinis keadaan umum bayi normal. Protokol dapat lebih mendorong ibu untuk menyusui lebih sering tanpa memikirkan suplementasi atau penghentian laktasi. ikterus dan kenaikan suhu badan yang diduga karena dehidrasi. tidak diperlukan tindakan yang dapat mengganggu kelestarian menyusui. yaitu penurunan berat badan.pada bayi mendapat ASI dengan frekuensi yang bervariasi dan faktor penyebab belum dapat diketahui dengan pasti. Ada tiga hal yang sering dipermasalahkan oleh petugas kesehatan atau ibu pada pemberian ASI bayi cukup bulan. ikterus dan kenaikan suhu badan bayi. Berdasarkan penelitian tidak terdapat hubungan antara penurunan berat badan. Penghentian pemberian ASI karena ketakutan kern-icterus tidak beralasan. karena akan memberi kesan bahwa ASI menyebabkan hiperbilirubinemia dan akan mempengaruhi keyakinan ibu dalam menyusui. 6. Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa setiap ibu dapat mempraktekkan cara menyusui yang baik dan benar bila .

keberhasilan menyusui sangat tergantung oleh keadaan fisik dan mental sang ibu yang ditunjang oleh keadaan nutrisi. istirahat yang cukup serta beberapa faktor lainnya. .dibantu mempersiapkan diri sejak dini. keluarga dan lingkungannya. termasuk dukungan dari suami. Selama masa menyusui.