You are on page 1of 5

Judul : Pembuatan Media MS (Murashige & Skoog) dan Sterilisainya.

Tujuan : Tujuan dari praktikum ini adalah untuk Mengetahui dan mempraktikan cara membuat medium MS (Murashige & Skoog) dengan baik dan benar serta untuk sterilisasi media.

Alat Dan Bahan : Alat – alat yang digunakan pada percobaan kali ini adalah : a. Batu stirel b. timbangan analitik c. tabung Erlenmeyer d. gelas ukur e. pipet tetes f. hot Plat g. pH meter h. botol kultur i. Plastik bening tahan panas j. karet gelang k. Autoklaf Bahan – Bahan yang digunakan untuk pembuatan media MS (2) Liter adalah : a. Larutan stok (A : 40 ml, B : 40 ml, C : 10 ml, D : 10 ml, E : 10 ml, F : 10 ml) b. Agar-agar 14 gram c. Sukrosa (Gula) 60 ml d. Vitamin 20 ml

Prinsip Teori : Media kultur banyak sekali jenisnya, antara lain woody plant medium (WPM) yang biasanya digunakan untuk kultur tanaman kehutanan, Vaant and went (VW) untuk tanaman

media merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan kultur. Hara anorganik. Karena beberapa media yang ada memiliki perbedaan kandungan dan konsentrasi zat-zat yang diperlukan atau digunakan pada kultur. unsur – unsur penting ini harus dimasukkan dalam media kultur. Bahan-bahan yang diramu berisi campuran garam mineral sumber unsur makro dan unsur mikro. vitamin.anggrek. Campuran media yang satu. protein. Media kultur jaringan tanaman harus berisi semua zat yang diperlukan untuk menjamin pertumbuhan eksplan yang ditanam. dan Marashige and Skoog (MS) yang akan kita yang akan kita cobakan pada praktikum praktkum kali ini. tetapi berupa senyawa berbentuk garam. asam amino dan N organik. Sebelum dicampurkan kedalam media tumbuh. Hara organik. gula. dan hormon tumbuhan. Untuk membuat suatu media diperlukan beberapa komponen umum. sehingga dalam media tumbuh nantinya jumlah tiap gram benar sesuai dengan ketentuan sebagai pelarut dipakai akuades.Media kultur jaringan memiliki karakteristik masing-masing. Berhasilnya kultur jaringan banyak ditentukan selain kondisi aseptic juga oleh media tanam. gula. 2. . ZPT. Seenck and Hildabrant (SH). senyawa kompleks alami. arang aktif.Media tanam harus berisi semua zat yang diperlukan untuk menjamin kebutuhan eksplan. Thiamin merupakan vitamin yang penting. antara lain: hara makro. garam-garam mineral itu haruslah lebih dahulu dilarutkan dalam konsentrasi tertentu. Artinya tidak semua media dapat digunakan pada semua kultur tanaman. white biasanya digunakan untuk kultur akar. Untuk membuat media MS dapat dipergunakan larutan stok yang telah dibuat dan dipersiapkan sebelumnya. Untuk memenuhi faktor pertumbuhan tanaman. buffer. Tanaman yang tumbuh dalam kondisi normal bersifat autotrof dan dapat mensintesa senyawa ini. penggunaan larutan stok ini dapat mempermudah dan mempercepat dalam pembuatan media MS. Selain peralatan kultur jaringan.Dalam kultur jaringan. Untuk pertumbuhan normal dalam kultur jaringan. Ada 12 hara mineral yang penting untuk pertumbuhan tanaman dan beberapa hara yang dilaporkan mempengaruhi pertumbuhan in vitro. vitamin. unsur-unsur diberikan tidak dalam bentuk unsure murni. diperkirakan mereka tidak menghasilkan vitamin dalam jumlah yang cukup untuk pertumbuhan yang sehat dan satu atau lebih vitamin mesti ditambahkan ke media. dapat cocok untuk jenis tanaman tertentu. dan bahan pemadat. hara mikro. media kultur jaringan yang baik mengandung: 1. tetapi dapat kurang cocok untuk jenis tanaman yang lain.

Karena beberapa media yang ada memiliki perbedaan kandungan dan konsentrasi zat-zat yang diperlukan atau digunakan pada kultur.7 – 1. media biasanya diatur pada kisaran 5. Sumber karbon. 3. Sumber karbon ini menyediakan energy bagi pertumbuhan tanaman dan juga sebagai bahan pembangun untuk memproduksi molekul yang lebih besar yang diperlukan untuk tumbuh. dan F kedalam Erlenmeyer sesuai dengan yang dibutuhkan. menggunakan aquades (air destilata ganda).0. D. Jika pH lebih tinggi dari 6. Tambahkan 30 gr sukrosa ke dalam gelas piala dan biarkan sampai homogen.0%. E. Kemudian masukan aquades Sebanyak 2 liter yang telah dipersiapkan kedalam Gelas Piala. 4. Pada konsentrasi tinggi agar menjadi sangat keras.3. media mungkin menjadi terlalu keras dan jika pH kurang dari 5. Media ini mengandung konsentrasi garam dan nitrat yang lebih tinggi dibandingkan media lain. pH. C.6 – 5. Media kultur jaringan memiliki karakteristik masing-masing. dan telah sukses digunakan pada berbagai tanaman dikotil. 6. Konsentrasi agar yang digunakan berkisar antara 0. Masukan bahan sebagai pemadat yaitu agar 14 gr dan juga vitamin sebanyak 20 ml. Artinya tidak semua media dapat digunakan pada semua kultur tanaman. Agar. Air. Masukan larutan stok A. . 8. sehingga difusi hara ke tanaman sangat buruk. Cara Kerja : 1. Pemilihan Media. B.2. Umumnya jaringan dikulturkan pada media padat yang dibuat seperti gel dengan menggunakan agar atau pengganti agar sperti Gelrite atau Phytagel. Tanaman dalam kultur jaringan tumbuh secara heterotrof dan karena mereka tidak cukup mensintesa kebutuhan karbonnya. 7. 2.8 tapi tanaman yang berbeda mungkin memerlukan pH yang berbeda untuk pertumbuhan optimum. 5. mulai dengan media MS. agar tidak dapat memadat. 4. Zat Pengatur Tumbuh. Pada media umumnya ditambahkan zat pengatur tumbuh. sedikit sekali air yang tersedia. maka sukrosa harus ditambahkan ke dalam media.

6 ditambahkan larutan NaOH dan jika lebih dari 5.F. selain itu juga ditambahkan vitamin 20 ml. .5. Hasil Pengamatan Dan Pembahasan a. B : 40 ml. C : 10 ml. b. Sterilisasi media Botol yang sudah berisi medium. Pada proses pembuatannya mencampurkan stok A.E. 6. Setelah mendidih pH media diukur dengan pH meter yaitu dengan memasukkan sensor ke dalam larutan media. F : 10 ml). Selanjutnya ditambahkan pemadat berupa agar “swallow” untuk memadatkan media. Karena akan mempengaruhi keberhasilan tumbuh eksplan. 8.8 ditambahkan larutan HCL. Media yang digunakan merupakan media Ms (Murashige dan Skoog).5 psi selama 20 menit. Larutan stok (A : 40 ml. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:. Ditambakan pula sukrosa yang bertujuan untuk memberikan bahan baku metabolisme eksplan karena eksplan belum mampu menghasilkan asimilat seperti tumbuhan pada umumnya.D.B. kemudian diikat dengan mengunakan karet gelang. . Setelah selesai sterilisasi. dimasukan kedalam autoklaf untuk disterilisasi pada suhu 1200 C dengan tekanan 15-17. Agar- .C. Pembuatan medium MS dilakukan dengan mencampurkan stok yang telah dibuat. kemudian botol kultur ditutup dengan menggunakan palstik bening tahan panas. 7. Setelah selesai di ikat media ditata pada wadah yang dapat dimasukan kedalam autoklaf. D : 10 ml. Media dimasukkan ke dalam botol kultur Kira-kira tingginya 2-3 cm. E : 10 ml. Pembahasan Pembuatan media harus berdasarkan perhitungan konsentrasi yang tepat. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan. 1. akan tetapi pada percobaan ini mengunakan agar satelit dikarenakan agar swalow tidak tersedia. botol disimpan diruangan yang sejuk. Hasil Percobaan Terdapat pada lampiran . Jika kurang dari 5.

Sukrosa (Gula) 60 ml.5 psi selama 20 menit. Sterilisasi medium dilakukan dengan menggunakan autoklaf pada suhu 1210 C pada tekanan 15-17. Vitamin 20 ml untuk pembuatan media sebanyak 2 liter. . 2.agar 14 gram.